You are on page 1of 9

Pendahuluan

Penyediaan prasarana transportasi membutuhkan perencanaan yang
komprehensif dan berkelanjutan. Untuk menjamin terlayaninya kebutuhan
pergerakan secara optimal, atau tercapainya tujuan penyediaan prasarana
tersebut sesuai dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki. Salah satu
aspek penting dalam perencanaan transportasi adalah prediksi kebutuhan
transportasi di masa yang akan datang.
Perencanaan perangkutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
perencanaan kota. Rencana kota tanpa mempertimbangkan keadaan dan pola
perangkutan yang akan terjadi sebagai akibat rencana itu sendiri, akan
menghasilkan kesemrawutan lalu-lintas di kemudian hari. Keadaan ini akan
membawa akibat berantai cukup panjang dengan meningkatnya jumlah
kecelakaan, pelanggaran lalu-lintas, menurunnya sopan santun lalu-lintas, dan
lain-lain.
Perencanaan perangkutan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu proses
yang tujuannya mengembangkan sistem angkutan yang memungkinkan manusia
dan barang bergerak atau berpindah tempat dengan aman dan murah.
Kaitannya perencanaan kota dengan perencanaan perangkutan, yaitu
perencanaan kota mempersiapkan kota untuk menghadapi perkembangan dan
mencegah timbulnya berbagai persoalan atau penyakit kota agar kota menjadi
suatu tempat kehidupan yang membetahkan dan layak. Sedangkan perencanaan
perangkutan mempunyai sasaran mengembangkan sistem perangkutan yang
memungkinkan orang maupun barang bergerak dengan aman, murah, cepat,
dan nyaman.
Perencanaan Transportasi Perencanaan transportasi adalah suatu perencanaan
kebutuhan prasarana transportasi seperti jalan, terminal, pelabuhan, pengaturan
serta sarana untuk mendukung sistem transportasi yang efisien, aman dan
lancar serta berwawasan lingkungan.
Permasalahan dalam perencanaan transportasi yaitu pada sifat tansportasi yang
lebih sebagai suatu sistem dengan pola interaksi yang kompleks, sehingga
perencanaan transportasi dapat menjadi suatu kegiatan yang rumit dan
memakan waktu, serta usaha dan sumber daya yang besar. Oleh karena itu
dalam perencanaan transportasi dilakukan pembatasan-pembatasan terhadap
tingkat maupun lingkup analisisnya, sehingga hasil perencanaan transportasi
lebih bersifat indikatif dibandingkan sifat kepastiannya. Perencanaan transportasi
ditujukan untuk mengatasi masalah transportasi yang sedang terjadi atau
kemungkinan terjadi di masa mendatang. Tujuan perencanaan transportasi
adalah untuk mencari penyelesaian masalah transportasi dengan cara yang
paling tepat dengan menggunakan sumber daya yang ada.
Dari sisi waktu analisisnya, perencanaan transportasi dapat dibedakan menjadi
perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Perencanaan jangka pendek dan menengah umumnya tidak melibatkan
perencanaan prasarana berskala besar dengan biaya tinggi. Secara lebih rinci,
ketiga jenis perencanaan transportasi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Jangka Pendek (perencanaan operasional) Cakupan tingkat
perencanaan operasional adalah misalnya membuat denah untuk persimpangan,
penyeberangan pejalan kaki. Lokasi parkir, penempatan pemberhentian bus,
metode pemberian karcis, langkah-langkah keselamatan dan ketertiban lalu
lintas.
2. Perencanaan Jangka Menengah (perencanaan teknis) Tingkat perencanaan ini

c) Ekonomi : bagaimana pun masalah ini ternyata tidak dapat dipisahkan. dan usaha memelihara prasarana yang sudah ada. b) Fisik : prasarana dan sarana perangkutan yang memerlukan ruang bagi pergerakannya. yaitu: 1. 3.ataupun daerah komersial). keterkaitan antara tujuan transportasi dengan ekonomi. Perencanaan Jangka Panjang (perencanaan strategis) Berhubungan dengan struktur dan kapasitas jaringan jalan utama dan trasnportasi umum. pembuatan jalan local. Studi pengembangan sistem trasportasi regional. pengendalian parkir. Strategi operasional angkutan udara. daerah industri . pengorganisasian angkutan umum. Pengejawatahan kegiatan perangkutan juga berupa kenyataan guna lahan untuk jaringan jalan. yaitu : a) Sosial : masyarakat yang membutuhkan. Penentuan trase jalan raya atau trase rel kereta. tergantung dari sistem kelembagaan yang berlaku di masing-masing negara. membuat kawasan pejalan kaki dan sebagainya. Studi kebijakan operasional Penyiapan sistem sirkulasi lalu lintas jalan. yang bahkan meliputi 15-30% luas tanah perkotaan. kooedinasi pemberlakuan tariff. Pihak yang Terlibat dalam Perencanaan Transportasi Pihak yang terlibat dalam perencanaan trasnportasi sangat bervariasi. Atau sebaliknya. meskipun untuk para perencana transportasi professional sekalipun. Tipe atau lingkup kajian studi perencanaan transportasi yang dibagi dalam 3 kelompok besar. Perkembangan teknologi angkutan juga mempengaruhi pola gerak masyarakat. Unuk menanganinya dibutuhkan keahlian dari para professional yang terlatih. Semua iu memunculkan permasalahan yang kompleks. Lingkup Perencanaan Transportasi Lingkup perencanaan transportasi meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan rencana pengembangan wilayah atau daerah. sama sulitnya seperti menentukan pengaruh timbal-balik antara perangkutan dan tata guna lahan. tuntutan kebutuhan gerak masyarakat mendorong agak sulit ditentukan. Penyiapan master plan pengembangan jaringan jalan. Segi Perencanaan Perangkutan Penyediaan ruang gerak bagi alat angkut merupakan kebutuhan mutlak yang banyak merombak bentuk jaringan ’urat nadi’ kota besar dunia. dan mengelola perangkutan. Studi perencanaan prasarana transportasi Penyiapan master plan pelabuhan.berkaitan dengan penataan pola manajemen lalu lintas. Studi pengembangan sistem transportasi nasional. Perangkutan dapat dilihat dari tiga sudut pandang. Strategi pengembangan tingkat pelayanan angkutan umum. keterkaitan antara transportasi dan guna lahan. dan juga telah melanda Indonesia. Studi perencanaan transportasi komprehensif studi kebutuhan prasarana dan sarana transportasi dari suatu rencana pengembangan daerah baru (daerah rekreasi. keseimbangan antar permintaan dan penawaran. Secara garis besar. menelan anggaran biaya yang tidak sedikit. 3. dalam . menggunakan. Penyiapan master plan prasarana transportasi bagi suatu daerah permukiman. saling berkaitan dan memiliki efek sampingan. 2. Perombakan ini. bandar udara ataupun terminal antar moda. tujuan lingkungan dan social kesemuanya merupakan masalah yang sulit untuk dimengerti. dan juga yang melakukan pergerakan.

2. Pihak penyekenggara studi. dan lingkungan. Merencanakan perangkutan pada dasarnya adalah memperkirakan kebutuhan angkutan di masa depan yang harus dikaitkan dengan masalah ekonomi. yaitu terdiri dari sekelompok anggota masyarakat yang dipilih untuk mewakili masyarakat umum dalam proses studi. Masalah teknis perangkutan pada umumnya bertolak dari usaha menjamin bahwa sarana yang telah ada didayagunakan secara optimum dan ditujukan guna merancang dan membangun berbagai sarana baru. 3. Pihak professional atau pakar. meliputi pengawasan dan kebijaksanaan pemerintah atas perkembangan pertanahan. serta ciri khas jaringan perhubungan yang akan datang. yaitu orang atau lembaga yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dari suatu studi. Komite pengarah teknis. Proses Perencanaan Perangkutan Tujuan merencanakan perangkutan adalah mencari penyelesaian masalah perangkutan dengan cara yang paling tepat dengan menggunakan sumber daya yang ada. yaitu pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan studi pihak yang dimaksud biasanya merupakan lembaga professional. yaitu: 1. Komite perwakilan masyarakat. 3. 2. Pihak penyelenggara dan pihak masyarakat sebagai pihak yang mengawasi atau mengarahkan pelaksanaan studi yang dilaksanakan pihak professional. Pendataan kondisi yang ada. meliputi taksiran kependudukan. Walaupun unsur dalam proses perencanaan disusun secara logis. lalu-lintas orang da kendaraan. Sarana harus direncanakan untuk memenuhi kebutuhan lalu-lintas yang sudah ada maupun yang akan ada. terdiri dari representatif dari pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan. meliputi tata guna lahan. 2. sumber keuangan. Untuk proyek milik swasta. Tahapan Proses Perencanaan Perangkutan 1. Perangkutan harus memberikan keuntungan maksimum kepada masyarakat dengan meminimumkan penggunaan waktu dan biaya. Merencanakan perangkutan sebagai suatu kegiatan profesional dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat hanya jika semua masalah dan penyelesainnya dipandang dengan cara yang setepat-tepatnya. pemilikan kendaraan.suatu sistem perencanaan transportasi. kebijaksanaan pemerintah untuk masa yang akan datang. pihak yang dimaksud dapat berupa represetatif dari perusahaan yang menyelenggarakan studi. tata guna lahan. dan bangkitan lalu-lintas. pemilihan kendaraan. kegiatan ekonomi. hendaklah diingat bahwa prosesnya sendiri tidaklah selalu berurutan seperti susunan tersebut dibawah. meliputi analisis terinci dari semua faktor yang berkaitan (Black. dan jaringan . dan secara ekonomi harus dapat dipertanggungjawabkan. diletakkan pada lokasi yang tepat di dalam daerah atau kota. umumnya ada tiga kelompok atau pihak yang terlibat: 1. kependudukan. terdiri dari perwakilan penyelenggara studi ataupun perwakilan dari lembaga-lembaga yang terkait dengannya. sosial. 3. terdiri atas perwakilan dari kelompokkelompok kepentingan yang ada di masyarakat luas. kegiatan ekonomi. perkiraan perkembangan wilayah kota. 1981). Pihak masyarakat. Tugas pengawasan atau pengarahan diklasifikasi dalam tiga komite. Pada saat yang sama harus diperhitungkan pula peningkatan tuntutan akan perkembangan kota atau tata guna lahan serta perluasan wilayah perkotaan. Proses perencanaan perangkutan merupakan paduan berbagai ciri khas hubungan antarlingkungan kegiatan di dalam kota. sarana angkut. Komite eksklusif.

pola operasi atau manajemen sarana-prasarana. lingkungan dan sebagainya. Pengumpulan data lapangan. Prediksi kondisi masa yang akan datang: termasuk di dalamnya adalah prdiksi besar pergerakan juga pola interaksi serta dampaknya. Penyusunan alternatif perencanaan. yaitu menyajikan suatu pernyataan yang jelas tentang tujuan dan sasaran rencana dengan beberapa indikasi prioritas. Proses ini berulang terus sampai tercapai hasil yang memuaskan. sasaran dan lingkup perencanaan. dampak peningkatan atau penyediaan prasarana terhadap ekonomi. yaitu tahapan akhir yang melihat dampak yang dapat diperkirakan pada tahap ini dibanding dengan tujuan dan sasaran perencanaan yang ditetapkan. pembebanan dari pergerakan antarzone ke dalam jaringan perangkutan. dan evaluasi. Tahapan Kegiatan (Kodoatie. Analisis data yang telah terkumpul dapat memberikan informasi dasar yang sangat diperlukan untuk mengenali ciri khas pembangkit lalu-lintas. pilihan moda angkutan atau ragam kendaraan. meliputi bangkitan lalu-lintas di masa depan.perhubungan di masa yang akan datang. 4. Dari perkiraan keadaan pembangkit lalu-lintas dan usulan jaringan jalan dapat ditentukan pola lalu-lintas di masa dengan dan diwujudkan dalam sarana tertentu. sasaran dan lingkup perencanaan: merupakan tahap awal dari perencanaan yang temasuk di dalamnya identifikasi masalah serta pengenalan lokasi perencanaan untuk menentukan metode perencanaan dan kebutuhan data. Perencanaan Transportasi Jangka Panjang Kegiatan perencanaan transportasi . yakni mengkaji secara mendalam permasalahan-permasalahan yang ada dan mungkin di masa mendatang. Taksiran keadaan bangkitan lalu-lintas di masa depan dan pengadaan jaringan perangkutan ditentukan berdasarkan data dasar dan dari hasil perkiraan pola pertumbuhan wilayah kota. Pendataan dapat dilakukan bersamaan. perkiraan lalu-lintas di masa yang akan datang. Kemudian pola perlalu-lintasan disusun sesuai dengan jaringan perangkutan yang telah disempurnakan. RJ. Tahap pertama proses perencanaan perangkutan adalah mengumpulkan informasi. yakni melakukan pengumpulan seluruh data yang diperlukan bagi suatu studi perencanaan transportasi. Hasil pekerjaan tersebut kemudian dinilai dalam lingkup tingkat pelayanan yang dikehendaki serta konsekuensi perkembangan sosial-ekonomi sebagai akibat usulan jaringan perangkutan. Dari data ini pun dapat ditaksir pertumbuhan wilayah kota. Analisis hasil prediksi kondisi masa yang akan datang: analisis yang perlu dilakukan tergantung pada tujuan. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur) Komponen utama dalam kegiatan perencanaan transportasi meliputi tahapan sebagai berikut: Formulasi tujuan. Prediksi dampak perencanaan. yaitu melakukan prediksi terhadap komponen-komponen dampak yang mungkin akan timbul di masa mendatang untuk masing-masing alternatif perencanaan. Misalnya dapat berbentuk penentuan kebutuhan prasarana. Tahapan yang cukup sederhana untuk proses studi perencanaan transportasi lengkap secara rinci adalah terdiri dari beberapa langkah dasar sebagai berikut ini: Penyusunan tujuan dan sasaran perencanaan. yaitu perumusan alternatifalternatif perencanaan dalam usaha mengantisipasi permasalahan yang ada dan yang dimungkinkan akan ada. dan informasi yang diperoleh selama usaha tersebut patut digunakan untuk memodifikasi hasil yang telah dicapai pada tahap awal proses perencanaan. Identifikasi masalah. perpindahan antarzone. Beberapa penyempurnaan mungkin diperlukan. Tahap Evaluasi.

Daya hubung itu juga menghubungkan zona-zona berdasarkan hirarki wilayah yang ada di wilayah kota medan maupun dalam kesatuan wilayah regional lainnya.yang paling besar pada tahun-tahun terakhir ini ialah perencanaan transportasi perkotaan. Transportasi digunakan untuk memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat . Aksesibilitas kota medan tidak dapat lepas dari sarana dan prasarana yang ada. barang. Aksesibilitas Aksesibilitas yang tinggi merupakan idaman dari sebuah sistem transportasi yang ideal. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan jalan. orang dan barang dari satu titik-titik strategis baik wilayah provinsi. Selain itu bila ditinjau sebagai konsep multimoda sistem. maupun jasa. Aksesibilitas yang tinggi adalah jaringan pelayanan transportasi dapat menjangkau seluas mungkin wilayah nasional dalam rangka mewujudkan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Pelayanan transportasi jalan memiliki daya hubung (aksesibilitas) transportasi yang sangat baik dibandingkan moda transportasi lainnya. dan titik-titik strategis lainnya. kabupaten atu kota. Hal ini dikarenakan daya hubung transportasi jalan dapat menjangkau sampai di wilayah pedesaan dan pengembangan jaringannya juga dapat menjangkau wilayah terisolir. Transportasi merupakan hal yang penting dalam suatu sistem. karena tanpa transportasi perhubungan antara satu tempat dengan tempat lain tidak terwujud secara baik interaksi antar wilayah tercermin pada keadaan fasilitas transportasi serta aliran orang. Pada dasarnya. transportasi jalan biasanya berfungsi sebagai penghubung sistem multimoda itu. Hal yang paling mendasar dalam penyediaan sistem jaringan jalan untuk skala wilayah provinsi dan kabupaten atau kota adalah dengan cara menjamin aksesibilitas dan efisiensi mobilitas kendaraan. semakin baik sarana dan prasarana yang ada maka semakin tinggi pula tingkat aksesibilitas yang akan dicapai. sistem transportasi dikembangkan untuk menghubungkan dua lokasi guna lahan yang mungkin berbeda. Wilayah dengan kondisi geografis yang beragam memerlukan keterpaduan antar jenis transportasi dalam melayani kebutuhan masyarakat. Perencanaan transportasi memiliki suatu hirarki sama seperti jenis perencanaan pengambilan keputusan lainnya yang pada satu pihak terikat oleh pertimbanganpertimbangan transportasi di dalam konteks perkembangan social dan ekonomi nasional serta regional dan pihak lain terikat pula oleh desain dan operasi bagian-bagian tertentu dari system transportasi tersebut. dimana fokus perhatiannya adalah merencanakan prasarana jalan dan transportasi umum untuk masa depan. Transportasi merupakan tolok ukur dalam interaksi keruangan antar wilayah dan sangat penting peranannya dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah. pusat-pusat kegiatan ekonomi kawasan unggulan atau andalan. Mobalitas Transportasi Perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain selalu melalui jalur-jalur tertentu. Dalam bidang perencanaan transportasi perkotaan inilah sebagian besar riset dan pengembangan alat-alat model baru yang telah dilakukan dimana sebagian besar pengalaman dalam perencanaan transportasi jangka panjang telah dikembangkan. Kondisi ini juga terdapat di kota medan yang juga memiliki karakteristik yang hampir sama dengan wilayah lain terutama yang dominan di transportasi jalannya. yang merupakan bagian dari sistem transportasi. Tempat asal dan tempat tujuan dihubungkan satu sama lain dengan suatu jaringan (network) dalam ruang.

dengan keterbatasan-dana. Unsur-unsur yang penting dalam proses perencanaan perkotaan adalah pengumpulan data mengenai keadaan pada saat ini di daerah yang bersangkutan dengan system transportasinya. waktu dan tenaga. Unsur lain yang juga penting adalah pemrograman komponenkomponen dari rencana tersebut. yang merupakan perwujudan dan refleksi dari Matriks-Asal-Tujuan (MAT). Data yang relatif murah dalam segi waktu dan biaya adalah data arus lalu lintas. Setiap daerah cenderung memiliki pola tata guna lahan dan kebutuhan perjalanan yang tersendiri. Untuk itu diperlukan pengembangan suatu metoda yang memanfaatkan pola yang ada sehingga dapat menghasilkan pola masa depan yang akurat dengan biaya yang relatif murah. dikoordinasikan dengan perencanaan tata guna lahan. Pendekatan ini diuji dengan menggunakan data arus lalu lintas kota medan dan hasil survey di lapangan Pemilihan Moda Transportasi Persoalan yang dihadapi adalah buruknya pelayanan atau rendahnya user . dan jumlah surveyor yang sedikit. yaitu metoda estimasi kuadrat terkecil tidak linier. sehingga perubahan-perubahan tertentu dapat dilaksanakan pada saat yang terbaik. Sebaran Pergerakan Di negara-negara berkembang dimana setiap daerah mempunyai pola pergerakan yang berbeda dan cepat berubah. tetapi juga tergantung pada pola tata guna lahan dan kebutuhan perjalanan yang berkaitan dengannya. Pembangkit Lalu lintas Proses perencanaan transportasi perkotaan Medan telah dikembangkan sehingga dapat mencakup semua moda. inferensibayesian. bentuk terbaik dari jaringan transportasi di suatu daerah mungkin sangat berbeda dengan bentuk terbaik di daerah lainnya. pengembangan model-model dan metode-metode untuk meramalkan kebutuhan masa depan dari sistem transportasi itu. sangat sulit memperoleh pola yang akurat. Model-model ini kemudian dikalibrasi dengan beberapa jenis metoda estimasi. yaitu pilihan yang tidak hanya tergantung pada system tranportasi itu sendiri. kemungkinan-maksimum. waktu relatif singkat. menyediakan informasi langsung mengenai jumlah dari pasangan MAT yang digunakan pada ruas pengamatan. Perencanaan transportasi daerah ditandai dengan tersedianya banyak pilihan.lain sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih meningkat. perbaikan tingkat pendapatan. dan lain-lain. dan entropi maksimum. pertumbuhan populasi yang tinggi. pengadaan rencana-rencana alternative dari sekumpulan rencana yang akan disampaikan kepada pihak-pihak pembuat keputusan yang berwenang. Perencanaan transportasi perkotaan difokuskan pada rencana-rencana jangka panjang yang ditujukan terutama pada perbaikan-perbaikan fasilitas tetap yang besar. Metoda ini sangat diandalkan dalam memecahkan masalah¬-masalah yang membutuhkan respon yang cepat seperti permasalahan transportasi dalam kota yang mempunyai tingkat urbanisasi tinggi. yang disebut dengan "metoda tidak konvensional". Model Sebaran pegerakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gravity opportunity dan gravity. dan berkesinambungan sehingga rencana tersebut dapat diperbaharui apabila terdapat perubahan dalam kondisi-kondisinya. Karena itu.

Tingkah laku dan peluang (behaviour and probabilistic) pemilihan moda dari masyarakat pengguna moda (user) transportasi dari golongan berpendapatan tinggi dan menengah cenderung memilih kendaraan pribadi dari pada angkutan umum. Karenanya. Hal ini juga disebabkan kurang kebijaksanaan dari pemerintah yang lebih memihak angkutan umum dan mampu menurunkan daya tarik kendaraan pribadi. perubahan perilaku dan peluang pengguna dalam pemilihan moda perlu dikaji agar pilihan masyarakat (consume choice) lebih memilih angkutan umum dibanding kendaraan pribadi. Keadaan ini diperparah oleh tidak adanya bentuk disinsentif yang diberikan kepada pengguna kendaraan pribadi. Memang aneh benar. Tapi apa lacur. Mengenai masalah transportasi saya ingin mengulas khusus tentang kota Medan. jangan biarkan masalah transportasi terutama darat menjadi momok yang menakutkan dan dapat menghambat Negara ini untuk berkembang. sistem transportasi . Bahkan tindakan pemerintah mengeluarkan ijin baru angkot ini sudah banyak ditentang oleh pengemudi angkot sendiri yang merasa dirugikan dengan dikeluarkan ijin-ijin baru. sang polisi terkadang hanya melihat diam. Sungguh pengalaman yang aneh bin ajaib. Oleh karenanya. Khususnya dalam bidang transportasi darat. Sedangkan niat pemerintah kota (Walikota) ataupun (Gubernur) yang memiliki kekuasaan tertinggi di Sumut sangat minim untuk membangun transportasi massal yang murah dan nyaman. mengapa? Sangat disayangkan bahwa dengan laju pertumbuhan tingkat transportasi yang setiap tahun semakin bertambah. keseimbangan pada sistem transportasi perkotaan ditentukan oleh pilihan pengguna atas dasar pertimbangan kinerja kendaraan. Yah aksi ugal-ugalan bahkan tidak jarang dipertontonkan langsung di depan lampu merah dan disaksikan oleh beberapa aparat polisi. KRITIKAN Masalah transportasi di Indonesia tercinta memang sangat semerawut.benefit yang diterima oleh masyarakat dari angkutan umum. persoalan inefisiensi pergerakan harus dijawab dengan mengurangi jumlah kendaraan tanpa merubah jumlah permintaan pergerakan dengan cara menaikkan kapasitas angkut kendaraan yang dapat diterima oleh setiap tingkat golongan pendapatan Pada pasar persaingan sempurna. duduk sambil minum kopi di warung. bila anda hidup di kota-kota besar di Indonesia sudah barang tentu biasa melihat angkot yang dengan seenaknya berhenti di tengah jalan dengan mendadak untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. negara sebesar ini memiliki sistem transpotasi yang dikelola bagaikan "gado-gado". Pemkot Medan atau Pemda hanya mengeluarkan ijin trayek buat angkot yang jumlahnya sudah sangat berjubel dan tidak jarang melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan pengemudi lainnya. Bukankah sudah saatnya setiap daerah di Indonesia memikirkan bagaimana menertibkan transportasi di wilayahnya masing-masing.

sistem jaringan dan sistem pergerakan akan saling mempengaruhi. 2. Sistem Jaringan Sedangkan sistem jaringan merupakan moda transportasi (sarana) dan media (prasarana/infrastruktur) tempat moda transportasi bergerak. Sistem Pergerakan Sistem pergerakan ditimbulkan karena interaksi antara sistem kegiatan dan sistem jaringan. yaitu pendekatan prosedur dan pendekatan komponen. Sistem pergerakan memegang peranan penting dalam menampung pergerakan agar tercipta pergerakan yang lancar dan pada .Sebelum membahas pendekatan sistem lebih lanjut. dapat disimpulkan bahwa sistem bermakna sebagai satu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang terikat dalam interaksi dan saling ketergantungan guna mencapai tujuan. 3. Sistem pergerakan yang ada merupakan sistem pergerakan orang dan manusia. Sistem jaringan meliputi: sistem jaringan jalan raya. 1995). stasiun kereta api. ide. Dengan pendekatan prosedur. perlu diutarakan tentang pengertian sistem. Jogiyanto (2005:34) mendefinisikan sistem melalui dua pendekatan. Begitu juga perubahan sistem jaringan akan dapat mempengaruhi sistem kegiatan melalui peningkatan mobilitas dan aksesibilitas dari sistem pergerakan tersebut. Dari pendapat-pendapat tersebut. sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Sedangkan dengan pendekatan komponen dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem Kelembagaan Sistem kelembagaan merupakan instansi yang mengatur sistem transportasi beserta kebijakan-kebijakan yang mengaturnya. ekonomi. Selanjutnya pengertian mengenai sistem transportasi dapat dipahami melalui dua pendekatan yaitu: sistem transportasi menyeluruh (makro) serta sistem trasnportasi mikro yang merupakan hasil pemecahan dari sistem transportasi makro menjadi sistem yang lebih kecil yang masing-masing saling terkait dan saling mempengaruhi. Sistem kegiatan. Sistem ini merupakan sistem pola kegiatan tata guna lahan yang terdiri dari sistem pola kegiatan sosial. Banyak ahli yang telah mendalami sistem sesuai dengan kebutuhannya sehingga definisinyapun beragam. berikut saling keterhubungannnya (interelasi) dalam mencapai tujuan atau sasaran bersama. kereta api. Sistem Kegiatan Sistem kegiatan atau tata guna lahan mempunyai jenis kegiatan tertentu yang akan membangkitkan pergerakan dan akan menarik pergerakan dalam proses pemenuhan kebutuhan. Sementara itu. 4. bandara dan pelabuhan laut. menurut Prahasta (2005:37) sistem dapat didefinisikan sebagai objek. kebudayaan dan lain-lain. terminal bis. Besarnya pergerakan sangat berkaitan dengan jenis dan intensitas kegiatan yang dilakukan. Sistem transportasi mikro terdiri dari (Tamin. 2000): 1. Perubahan pada sistem kegiatan jelas akan mempengaruhi sistem jaringan melalui perubahan pada tingkat pelayanan pada sistem pergerakan. Sistem juga dipandang sebagai suatu kumpulan objek yang terangkai dalam interaksi dan saling ketergantungan yang teratur (Gordon.

Ketiga sistem mikro ini saling berinteraksi dalam sistem transportasi makro. .akhirnya juga pasti mempengaruhi kembali sistem kegiatan dan sistem jaringan yang ada dalam bentuk aksesibilitas dan mobilitas. Interaksi antar sistem tersebut dapat membentuk sistem transportasi makro yang dijelaskan dalam gambar berikut (Tamin. 2000).