You are on page 1of 25

NAMA ANGGOTA

DINI NOVIAWATY
DWI PRIMAYANTI
EKA RAFNI
MURNIATI
NANA NOVIA SIKTIANI
NIA SARI NASTITI
RAHAYU GUSTIANA
RANDI DARMAWAN
RAHMAWATI ALIWARMAN
Tutor :dr. enni ayu puspita

NYERI TELAN
Toni ,berusia 8 tahun ,sering mengeluh nyeri
telan,demam disertai batuk. Sehingga dia
sering tidak masuk sekolah. Keluhan
tersebut kambuh terutama setelah minum
es dan makan gorengan . toni juga
mengeluh badannya sering lemas. Hasil
pemeriksaan dokter ditemukan konjungtiva
anemis,pembesaran tonsila palatina dan
pembengkakan mukosa pharing. Toni juga
jarang minum air putih yang cukup dan
jarang mengkonsumsi buah dan sayur. 

STEP 1 Konjungtiva anemis : salah satu tanda yang terdapat pada konjungtiva akibat penurunan konsentrasi eritrosit/Hb dalam darah. . Mukosa faring : membran mukosa yang terdapat pada faring /lapisan mukosa faring. Tonsila palatina: salah satu organ limfoid berfungsi sebagai imunitas.

Bagaimana mekanisme peradangan? 6. asam folat terhadap anemia? 11.Sebutkan proses imunobiokim! 12. vitamin. Histologi dari tonsila palatina! 4.STEP 2 Anatomi dari tenggorokan! 2.Apa hubungan zat besi. Apa hubungan sistem imun terhadap tubuh? 5.Patofisiologi peradangan dan anemia? 13. Sebutkan jenis jenis anemia? 9.Penatalaksanaan kasus ini! 1. Apa sistem limfoid pada tulang? 3. Apa gejala gejala pembengkakan tonsila palatina? 7. . Jelaskan Mekanisme terjadinya anemia? 8. Apa mekanisme imunologi? 10.

STEP 3 Anatomi tenggorokan .Posterior : arcus palatopharingeus .Rubor : merah .Fungtiolesa :perubahan fungsi 9.constrictor pharingis superior 1.Tumor : bengkak . jenis jenis anemia : .Anterior : arcus palatoglosus .Anemia aplastik .Medial : ruang oropharing .Anemia akibat kehilangan darah 5.Anemia megaloblas . .Lateral : capsula yang dipisahkan dari m.Dolor : nyeri .Inferior :1/2 posterior lidah . mekanisme peradangan : .Anemia hemolitik .Kalor : panas .Superior : palatum molle .

STEP 4 .

STEP 5 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang:   Anatomi -faring -tonsila palatina -sistem limfe Fisiologi . dan asam folat -mekanisme pertahanan tubuh Biokim -proses imunobiokim -mekanisme peradangan -respon peradangan terhadap infeksi Patofisiologi -jenis jenis anemia -kelainan hemoglobin Histologi -tonsila palatina -limfa   .vitamin b12.mekanisme respon imun -hubungan zat besi.

Anato mi STEP 7 .

􀃆 t.SISTEM LIMFE Jaringan Limfoid 􀃆 komponen utama Sistem Imun. 􀃆 Meliputi : I. Organ Limfoid : 􀃆Primer/Sentral : tempat pembentukan & pematangan limfosit 􀃆 Timus 􀃆 Sumsum Tulang 􀃆Sekunder/Perifer : tempat limfosit memberi respons terhadap Ag.d. Pembuluh Limfe II. 􀃆 Limfonodus/NodusLimfatikus/KelenjarLimfe 􀃆 Limpa/Lien 􀃆 Tonsil 􀃆Limfonodulus/NodulusLimfatikus/NodulusMal pighi . kumpulan sel yg berperan dlm sistem imun.

Organ Limfoid sekunder  Tempat proliferasi dan diferensiasi limfosit yang sudah disensitisasi (antigen commited lymphocyte). .Bioki m SISTEM LIMPOID Organ limfoid primer atau sentral  utk pematangan sel T dan Sel B mjd limfosit yg dapat mengenal antigen. .

transparan dan tak berwarna. .SISTEM LIMFE Limfe: cairan jernih. Memiliki katup-katup yang mencegah aliran balik cairan. Tak ada eritrosit dan mengandung lebih sedikit protein Mengalir dari cairan interstitial  pembuluh limfe  bermuara di vena subklavia (menyatu dengan darah) Membawa lipid dan vitaminvitamin yang larut dalam lipid setelah diserap dari saluran pencernaan. Di sepanjang pembuluh limfe terdapat limfonodi yang menyaring cairan limfe. Mengalir dalam pembuluh limfe melalui jaringanjaringan dan organ-organ untuk memberikan perlindungan.

HISTOLOGI LIMPA/LIEN LIMFONODUS  Terdapat  Saringan utama antigen darah  Pulpa putih: limfosit  Pulpa merah: degradasi eritrosit di sepanjang saluran limfe  Membentuk jaringan penghubung permukaan – organ  External coretx: limfosit B. paracortikal: limfosit T .

diliputi epitel squamos kompleks non keratin . Permukaan yang melekat pada rongga mulut: .TONSILA PALATINA Permukaan bebas yang menghdap rongg mulut : . Ikat fibrosa .diliputi jar.mempunyai sumursumur yang disebut kriptus yang di dalamnya terdapat benda liur.

24 protein sub unit.FERITIN  kompleks protein berbentuk globular. BM450 kDa. dari tempat penimbunan Fe ke jaringan-jaringan (sel) yang memerlukan (sumsum tulang dimana terdapat jaringan hemopoietik). .diameter luarnya 12 nm.  terdapat di semua sel (prokayotik & eukaryotik)  mempunyai dua lapisan.diameter dalamnya 8 nm) TRANSFERIN Fungsi Transferin  transpor ion Fe antar organ (2 mol Fe 3+ per molekul transferin).

ZAT BESI golongan VIIIB dan periode 4 (sistem periodik)  microelement yang esensial bagi tubuh.  Bentuk aktif zat besi Ferro. sedangkan bentuk inaktif  Ferri (misalnya bentuk storage).  .

Fisiologi FISIOLOGI .

PERTAHANAN HUMORAL KOMPLEMEN .

. INTERFERON .

C-REACTIVE PROTEIN (CRP) ..

CD40.” Seleksi negatif: dimulai ketika sel T yang dapat mengenal molekul MHC bergabung dengan peptide asing dikeluarkan dari timus. CD35.000 molekul pada permukaan Sel T dan sel B.IMUNITAS SELULER (oleh Limfosit T) Saat makrofag (imunitas bawaan) menelan antigen dan membunuhnya  merangsang limfosit T mengenal antigen. Molekul pada permukaan limfosit menyebabkan pembentukan reseptor yang bervariasi (ada 1018 macam reseptor) Sel T awalnya dari timus  melalui 2 proses seleksi. Sel T tertutup oleh CD2. CD45R dan molekul non CD. CD28. CD45. Ada 100. Sel B tertutup oleh CD21. . CD3. CD4. dan molekul non CD. Semua sel tertutup oleh berbagai substansi yaitu Cluster of differentiation (CD) yang jenisnya >160 cluster. Seleksi positif: hanya sel T yang cocok dengan reseptor yang dapat mengenal molekul MHC yang bertanggungjawab terhadap pengenalan “self.

memicu makrofag untuk menelan dan merusak mikroba. .MACAM-MACAM SEL T Beberapa tipe sel T dan berbagai fungsinya Sitotoksik atau Sel T Killer (CD8+) mengeluarkan limfotoksin yang menyebabkan lisis sel. Sel T Supressor menghambat produksi sel T Killer jika tak dibutuhkan lagi. Sel T Memory mengenal dan Sel T Helper (CD4+) pengelola. mengarahkan respon imun. mengeluarkan limfokin yang merangsang sel T Killer dan sel B untuk tumbuh dan membelah diri. memicu netrofil.

netrofil. misalnya toksin berikatan dengan reseptor  Opsonisasi interaksi dengan reseptor khusus sel (makrofag. basofil. Rekrutmen komplemen juga menghasilkan fagositosis. . mast cells) membuat sel tersebut mengenal & merespon antigen  Aktivasi Komplemen menyebabkan lisis langsung oleh komplemen.Antibodi Sel plasma menghasilkan antibodi = immunoglobulin = Ig) Adalah gamma globulin (sebagian dari protein darah) IMUNITAS HUMORAL Cara Antibodi meng-inaktifkan antigen:  Netralisasi pengeblokan aktifitas biologis molekul target.

MEKANISME PERADANGAN DEFINISI: Kerusakan jaringan akibat luka atau invasi mikroorganisme patogenik akan memicu suatu kompleks kejadian yang dinamakan respon radang atau inflamasi. TANDA KLINIK: Rubor (kemerahan) Tumor (bengkak) Calor (panas) Dolor (nyeri FUNGSI RADANG: Mengirimkan molekul efektor & sel-sel ke lokasi infeksi Membentuk barier fisik terhadap perluasan infeksi atau kerusakan jaringan Pemulihan luka dan perbaikan jaringan   .

disertai kegagalan maturasi dan pembelahan inti. . yang sel-sel darahnya dproduksi dalam jumlah yang tidak mencukupi. Anemia defisiensi besi: Anemia megaloblastik : Sering disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 dan asam folat yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA.JENIS-JENIS ANEMIA Anemia apalastik : Anemia apalastik merupakan suatu gangguan yang mengancam jiwa pada sel induk sumsum tulang.

KELAINAN HEMOGLOBIN PENYAKIT SEL SABIT Merupakan penyakit akibat dari kelainan struktur hemoglobin. Dan termasuk dalam golongan hemoglobinopati . Penyakit sel sabit merupakan gangguan genetic resesif autosomal. Globin tersusun dari 2 pasang rantai polopeptia. yaitu individu memperoleh hemoglobin sabit ( hemoglobin S) dari kedua orang tua. kelainan terjadi pada fraksi globin didalam molekul hemoglobin. .