You are on page 1of 14

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS SENYAWA KIMIA
ANAISIS ANION GOLONGAN I

Disusun oleh:
Hanifah
12312241032
Pendidikan IPA A 2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015
A. Tujuan

Analisis kualitatif membahas tentang identifikasi zat-zat. Dengan menggunakan pereaksi-pereaksi ini maka akan terlihat adanya perubahan-perubahan kimia yang terjadi. Underwood : 1993).1988). dan dari masing-masing golongan menjadi anggota golongan tersebut yang berdiri sendiri. Ion yang terbentuk mempunyai lebih banyak elektron daripada protonnya. Anion terbentuk jika anion memperoleh satu atau lebih elektron. sedangkan atom yang melepaskan satu atau beberapa electron membentuk ion yang bermuatan positif yang disebut kation(Stanley. yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Pereaksi selektif adalah pereaksi yang memberikan reaksi tertentu untuk satu jenis kation/anion tertentu. bromide (Br-). iodide (I-). Sedangkan analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyaknya satu zat tertentu yang ada dalam sampel (A. garam barium. sianida (CN-). Dalam kimia analisis kuantitatif dikenal suatu cara untuk menentukan ion (kation/anion) tertentu dengan menggunakan pereaksi selektif dan spesifik. yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum ke dalam golongan utama. Urusannya adalah unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel. 1987). Sampai saat ini belum pernah dikemukakan suatu skema yang benar-benar memuaskan. Ikatan ion terbentuk oleh pemindahan satu atom yang memberikan satu atau lebih dari elektron terluar ke atom lain yang kehilangan elektron menjadi ion positif (kation) atom yang mendapatkan elektron menjadi ion negatif (anion). Svehla: 1985). Pemisahan anion-anion ke dalam golongan utama tergantung pada kelarutan garam pelarutnya. Ikatan terjadi tarikan antara ion yang berlawanan (Petrucci.Mahasiswa dapat mengidentifikasi anion klorida (Cl-). mungkin hanya terdiri dari 2 atom oksigen dan menghasilkan ion dengan jembatan oksigen seperti ion bikarbonat yang terbentuk dari CrO 4 yang diasamkan (Ismail Besari : 1982) Metode untuk mendeteksi anion tidaklah sistematik seperti pada metode untuk mendeteksi kation. bau dan timbulnya gas (G. misalnya terbentuk endapan.L. Namun demikian. Garam kalsium. oksalat (C2O42-) B. tiosianat (CNS-). Anion berinti banyak dijumpai pada anion okso yang berinti 2. 3 atau 4 atom oksigen yang terikat pada atom inti dan menghasilkan atom deskret. dan garam zink ini hanya boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari . Kajian Teori Kimia analisis dapat dibagi dalam 2 bidang. terjadinya perubahan warna.

kecuali karbonat alkali dan amonium. Adanya gas karbondioksida dapat diidentifikasi dengan mengalirkan gas pada air kapur atau perak nitrat yang keduanya dapat membentuk kekeruhan. Cu(I). Bahan: Larutan yang diperlukan mempunyai konsentrasi 1 Molar sebagai berikut: Larutan garam klorida (CaCl2) Larutan garam bromida Larutan garam iodida Larutan garam sianida Larutan garam tiosianat Larutan garam oksalat . Sianida dengan asam klorida encer dapat membentuk gas hydrogen sianida yang berbahaya. Waktu dan Tempat Praktikum Waktu : Rabu. Cu(I). Klorida. C. Ag.keterbatasan-keterbatasan metode ini. iodide. Alat: Tabung reaksi Penjepit tabung reaksi Rak tabung reaksi Pipet tetes Pembakar spiritus b. dan Pb. Hanya sianida dari golongan alkali dan alkali tanah saja yang larut dalam air. Beberapa klorida tak larut dalam air yaitu Hg(I). Skema identifikasi anion bukanlah skema yang kaku. Beberapa iodide yang tidak larut dalam air yaitu Hg(I). Metodologi Praktikum 1. Hampir semua iodide larut dalam air. Hampir semua karbonat tidak larut dalam air. Adanya gas hydrogen sianida dapat dideteksi dengan kertas saring yang dibasahi dengan feriklorida dan HCl membentuk warna merah kompleks [Fe(CN)6]3-. Ag. dan tiosianat merupakan anion yang menghasilkan gas jika ditambahkan asam sulfat pekat. Beberapa bromide tidak larut dalam air yaitu Hg(I). Merkuri sianida larut dalam air. tetapi merupakan elektrolit lemah dan tidak terionisasi. Hampir semua klorida larut dalam air. Hampir semua bromide larut dalam air. 4 November 2015 Tmpat : Laboratorium Kimia Analisis 2. dan Pb. dan Pb. bromide. karena satu anion termasuk dalam lebih dari satu sub golongan (G. Svehla : 1985). Dengan asam klorida encer dapat memberikan gas karbondioksida berbentuk gelembung tidak berwarna. Anion karbonat (CO32-) dan sianida (CN-) merupakan anion yang melepaskan gas jika ditambahkan asam klorida atau asam sulfat encer. Alat da Bahan a. Ag.

Memanaskan endapan ini dan mengamati perubahan yang terjadi. maka akan terjadi endapan putih. Reaksi identifikasi anion sianida . maka akan terjadi endapan kuning. Tes endapan ini dengan 1 tetes amonia dan tes pula dengan 1 tetes KCN. Reaksi identifikasi anion iodida Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan garam iodida. maka akan terjadi endapan berwarna coklat. Langkah Kerja Reaksi identifikasi anion klorida Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan garam klorida.Larutan perak nitrat Larutan ammonia Larutan asam nitrat Larutan Pb-asetat Larutan tembaga (II) klorida Larutan asam sulfat Larutan merkuri (I) nitrat Larutan kalium permanganat 3. Menuangkan 1 tetes larutan Pb-asetat ke dalam 1 tetes larutan garam klorida maka akan terbentuk endapan putih. Reaksi identifikasi anion bromida Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan garam bromida. Tes endapan ini dengan 1 tetes asam nitrat encer dan 1 tetes amonia. Tes endapan ini dengan 1 tetes amonia. Menuangkan 1 tetes larutan Pb-asetat ke dalam 1 tetes larutan garam bromida maka akan terbentuk endapan putih. kemudian memanaskan campuran tersebut dan mengamati perubahan yang terjadi. Menuangkan 1 tetes larutan CuSO4 ke dalam 1 tetes larutan garam iodida. maka akan terjadi endapan kuning. Menuangkan 1 tetes larutan Pb-asetat ke dalam 1 tetes larutan garam iodida maka akan terbentuk endapan putih.

larutan menjadi keruh + Terdapat sedikit endapan putih. Tes endapan ini dengan air. AgCl(s) + 2NH3 b 2 CaCl2 + (CH3COO)2Pb + - [Ag(NH3)2] + Cl PbCl2(s) larutan menjadi putih Masih terdapat endapan putih. maka akan terjadi endapan putih.Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan KCN. a Br + AgNO3 (CH3COO)2Ca AgBr(s) + NO3- b AgBr + NO3. maka akan terjadi endapan putih. . Tes endapan ini dengan larutan KCN berlebih dan lautan amonia. Reaksi identifikasi anion asam oksalat Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan garam oksalat. maka akan terjadi endapan berwarna coklat.+ (CH3COO)2Pb larutan keruh [Ag(NH3)2]+ + BrTidak ada perubahan PbBr2(s) + Larutan menguap - larutan bening Terdapat endapan kuning. Menuangkan 1 tetes larutan CuSO4 ke dalam 1 tetes larutan garam iodida. maka akan terjadi endapan putih. Reaksi identifikasi anion tiosianat Menuangkan 1 tetes larutan AgNO3 ke dalam 1 tetes larutan KSCN. D.+ NH3 Br. Menuangkan 1 tetes larutan CuSO4 ke dalam 1 tetes larutan KSCN maka akan terjadi larutan berwarna hijau atau terbentuk endapan hitam. maka akan terjadi penghilangan warna. Tes endapan ini dengan larutan KCN berlebih. Menuangkan 1 tetes larutan kalium permanganat dan 1 tetes larutan asam sulfat ke dalam 1 tetes larutan garam oksalat. larutan AgCl(s) + HNO3 HCl + AgNO3 bening Masih terdapat endapan putih. Data Hasil Praktikum No 1 a Perlakuan CaCl2 + 2AgNO3 Reaksi yang Terjadi 2AgCl(s) + Ca(NO3)2 Hasil Pengamatan Terdapat endapan putih.

larutan bening Larutan bening. KCN + AgNO3 AgCN(s) + KNO3 larutan kuning Endapan putih. Penambahan H2O tetap ada endapan putih akan tetapi b C2O4 + 2 MnO4 + 16 10CO2 (g) + 2Mn + endapan mengapung. larutan - c 4I + 2Cu a 2+ Endapan putih + berwarna putih. endapan hilang. larutan - bening Sebelum: endapan kuning. terdapat sedikit a KCNS + AgNO3 AgCNS (s) + KNO3 endapan abu-abu Terbentuk endapan putih. larutan (COOAg)2 (s) + 2 berwarna hijau.3 a b CH3COOAgI(s) + NO3- - I + AgNO3 AgI(s) + 2NH3 AgI(s) - - 2I + Pb + 2CN Endapan kuning (+++). larutan bening Endapan kuning (+). Pembahasan . larutan berwarna keruh. larutan putih b AgCN(s) + CNHg+ + 2CN- [Ag(CN)2]Hg + Hg(CN)2 keruh Endapan larut. PbI2(s) larutan kuning keruh Setelah: larutan bening. Terbentuk endapan berwarna NO3- putih. KCN larutan berwrna bening. Penambahan KCN endapan menjadi larut. endapan 4 5 2CuI + I2 kuning Tidak ada endapan coklat. Endapan larut + amonia b 6 a 2KCNS + CuSO4 2- C2O4 + 2AgNO3 Penambahan amonia larutan Cu(CNS)2 + K2SO4 menjadi bening. larutan + [Ag(NH3)2] + I - [Ag(CN)2] + I 2+ - keruh Endapan kuning (++). Tidak terbentuk endapan. Penambahan 2- - + asam sulfat berlebih dan dilakukan pengocokan larutan bening. larutan H+ 8H2O berwarna ungu. E. Tidak terbentuk endapan.

dan pipet tetes. Setelah penambahan asam nitrat. Alat yang digunakan antara lain tabung reaksi. Ia tak larut dalam air dalam asam nitrat encer. larutan tembaga (II) sulfat. larutan ammonia. stibium oksiklorida SiOCl. bromide (Br-). oksalat (C2O42-). dan merkurium (II) oksiklorida Hg2OCl2. tetapi larut dalam ammonia encer dan dalam larutan-larutan kalium sianida dan tiosulfat. larutan perak nitrat. AgCl. yang seperti dadih dan putih. endapan masih ada tetapi jumlahnya lebih sedikit daripada . Endapan putih ini menunjukkan bahwa setelah penambahan perak nitrat terbentuk endapan AgCl yang mengandung anion klorida. Sedangkan setelah penambahan ammonia. reaksi antara anion klorida dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan perak klorida. larutan asam sulfat. AgCl. timbel klorida PbCl2. Berikut reaksi yang terjadi: CaCl2 + AgNO3 → AgCl(s) + Ca(NO3)2 Menurut Svehla (1985:346). larutan garam oksalat.Ptaktikum yang berjudul Analisis Kation I dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisis pada hari Rabu. larutan asam nitrat. pembakar spititus. tak larut dalam air. 4 November 2015 dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengidentifikasi anion klorida (Cl-). tiosianat (CNS-). Berikut adalah pembahasn hasil praktikum yang praktikan lakukan: 1. iodide (I-). larutan garam sianida. larutan garam iodide. bismuth oksiklorida BiOCl. rak tabung reaksi. larutan kalium permanganat. penjepit tabung reaksi. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain larutan garam klorida. Merkurium(I) klorida. larutan garam bromide. perak klorida. Identifikasi anion klorida Krbanyakan klorida larut dalam air. dalam praktikum ini praktikan menggunakan larutan CaCl2. ( yang ini larut sangat sedikit dalam air dingin. sianida (CN-). Identifikasi anion klorida yang pertama dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat ke dalam larutan garam klorida. larutan garam tiosianat. tetapi mudah larut dalam air mendidih). larutan Pb-asetat. Setelah terbentuk endapan putih kemudian endapan ini dilakukan tes dengan penambahan larutan asam nitrat dan ammonia. hal ini sesuai dengan teori karena dengan penambahan larutan asam nitrat endpan AgCl tidak larut sehingga masih ditemukan adanya endapan. di dalam larutan masih terdapat endapan dan larutan menjadi putih. Tembaga(I) klorida CuCl. Setelah penambahan larutan perak nitrat AgNO3 larutan menjadi bening dan terlihat adanya endapan berwarna putih.

Reaksi yang terjadi yaitu: CaCl2 + (CH3COO)2Pb → PbCl2(s) + (CH3COO)2Ca Svehla (1985: 346). Endapan yang terjadi ini adalah endapan perak bromide. yang sangat sedikit larut dalam larutan ammonia encer. Hal ini dikarenakan larutan ammonia yang ditambahkan terlalu encer atau jumlahnya sangat sedikit sehingga masih terdapat endapan. dimana adanya endapan ini berarti menunjukkan kalau dalam larutan ini terdapat anion bromida. menyebutkan bahwa anion klorida dengan penambahan larutan timbal asetat akan membentuk endapan putih timbal klorida PbCl2 dari larutan yang pekat. Dalam praktikum ini. Berikut reaksi yang terbentuk: . larutan menjadi keruh dan ditemukan adanya endapan berwarna kuning. Identifikasi anion bromide Identifikasi anion bromide yang pertama dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat ke dalam larutan garam bromide. perak bromide AgBr. Berikut reaksi yang terjadi: Br.+ H+ + AgNO3 AgCl(s) + NH3 → [Ag(NH3)2]+ + ClIdentifikasi anion klorida yang kedua yaitu dengan oenambahan larutan timbal asetat. dengan penambahan larutan Pb-asetat maka terbentuk endapan putih dan larutan bening. NaBr. hal ini juga sesuai dengan teori yang menyebutkan dengan penambahan ammonia. Endapan putih yang terbentuk ini merupakan endapan timbal klorida PbCl2 yang menandakan adanya anion klorida. Namun. Setelah penambahan larutan perak nitrat. Selanjutnya endapan kuning yang terbentuk ini diuji menggunakan larutan ammonia encer dan setelah penambahan tidak terlihat adanya perubahan. Berikut reaksi yang terjadi: AgCl(s) + HNO3 → Cl. secara umum hal tersebut sesuai dengan teori bahwa endapan perak bromide AgBr sangat sedikit larut dalam arutan ammonia encer. Hal ini menunjukkan bahwa hasil praktikum sudah sesuai dengan teori yang ditemukan. 2. endpan AgCl akan larut. menyebutkan bahwa setelah anion bromide ditambahkan larutan perak nitrat maka akan terbentuk endapan seperti dadih yang berwarna kuning-pucat. masih ditemukan adanya endapan tetapi jumlahnya lebih sedikit yang menandakan bahwa sebagian endapan sudah larut dalam ammonia. tetapi mudah larut dalam kalium sianida dan natrium tiosulfat. Atau endapan yang terlarut sangat sedikit sehingga dalam pengamatan praktikan endapan masih sama jumlahnya.sebelum penambahan.+ AgNO3 → AgBr(s) + NO3Svehla (1985:348). tetapi tidak larut dalam asam nitrat encer.

larutan kemudian dipanaskan dan larutan yang terbentuk tadi menguap.+ (CH3COO)2Pb → PbBr2(s) + CH3COO- 3. KCN. larutan menjadi bening dan endapan kuning masih ada tetapi berkurang jumlahnya. Identifikasi anion iodide Identifikasi anion iodide yang pertama dengan penambahan larutan oerak nitrat ke dalam garam iodida. kemudian baru dipanasakan. yang mudah larut dalam larutan kalium sianida dan dalam larutan natrium tiosulfat. larutan diamati terlebih dahulu. Menurut Svehla (1985: 348). Reaksi yang terjadi adalah: I.+ I- . Selanjutnya endapan yang terbentuk diuji dengan larutan ammonia dan larutan KCN. Setelah penambahan larutan KCN larutan bebing dan masing terdapat sedikit endapan kuning yang menandakan bahwa endapan kuning AgI larut dalam kalium sianida. ada endapan yang terbentuk atau tidak. 1985:349). Hasil ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa endapan alan larut dlam air mendidih (Svehla. larutan menguap. Hasil praktiku tersebut sesuai dengan teori yang telah disebutkan. yang menandakan bahwa di dalam larutan tersebut mengandung anion iodida. anion bromide dengan larutan timbal asetat akan membentuk endapan kristalin putih timbel bromida. Berikut reaksi yang terjadi: Br.→ [Ag(NH3)2]+ + I[Ag(CN)2]. sangat sedikit larut dalam larutan ammonia pekat dan lat larut dalam asam nitrat encer. Ketidaksesuaian ini dapat disebabkan karena kurang teliti pratikum dalam mengamati hasil praktikum.+ NH3 → 2[Ag(NH3)2]+ + BrIdentifikasi yang kedua dilakukan dengan penambahan larutan Pb-asetat ke dalam larutan garam bromida. Setelah penambahan larutan Pb-asetat dan dilakukan pemanasan menggunakan pembakar spiritus. yang menyebutkan bahwa anion iodide dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan seperti dadih yang kuning.AgBr + NO3. yaitu perak iodide AgI. Setelah penambahan larutan perak klorida terbentuk endapan berwarna kuning dan larutan keruh. Hal ini menandakan bahwa endapan sangat sedikit larut dalam larutan amonium. Setelah penambahan ammonia. Berikut reaksi yang terjadi: AgI(s) + 2NH3 → AgI(s) + 2CN. Seharusnya sebelum dilakukan pemanasan. Endapan yang terbentuk ini adalah endapan perak iodide AgI.+ AgNO3 → AgI(s) + NO3Hasil ini sesuai dengan literature. Setelah penambaha Pbasetat.

menyebutkan bahwa anion sianida dengan penambahan larutan perak nitrat akan membentuk endapan puti perak sianida. 4. Hal ini dapat dikarenakan suhu dalam memanaskan kurang tinggi karena dalam teori disebutkan dalam air mendidih.→ [Ag(CN)2]Svehla (1985: 333). Kemudian endapan yang terbentuk ini dipanaskan menggunakan pembakar spiritus. dan Iod. . dan ketika didinginkan. [Ag(CN)2]. Sedangkan hasil praktikan. Iod ini bisa dihilangkan dengan menambahkan larutan natrium tiosulfat atau asam sulfat dan diperoleh endapan tembaga(I) iodide yang hampir putih. Reaksinya adalah: AgCN(s) + CN. Berikut reaksinya: 4I. Reaksinya adalah: KCN + AgNO3 → AgCN(s) + KNO3 Endapan kuning yang terbentuk kemudian dilakuan penambahan lautan KCN secara berlebih. CuI. menghasilkan keeping-keping yang kuning keemasan (jemeki). PbI2.+ Pb2+ → PbI2(s) Svehla (1985:351). Endapan putih ini merupakan endapan perak sianida. AgCN.Identifikasi yang kedua yaitu dengan penambahan larutan Pb-asetat yang menghasilkan endapan kuning dan laruta kuning keruh.+ 2Cu2+ → 2CuI + I2 Svehla (1985: 352). Identifikasi anion sianida Identifikasi anion sianida. yang pertama dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat ke dala garam sianida. Tetapi endapan yang terbentuk sudah menandkan adanya anion iodide dalam larutan. Setelah penambahan larutan KCN berlebih endapan larut dan larutan menjadi bening. AgCN. KCN. setelah dipanaskan larutan menjadi bening dan endapan kuning tetap. menyebutkan bahwa dengan tembaga sulfat akan membentukk endapan coklat yang terdiri dari campuran tembaga(I) iodide. Identifikasi yang ketiga yaitu dengan penambahan larutan tembaga(II) sulfat. setelah larutan dipanaskan endapan kuning masih tetap ada. Berikut reaksi yang terjadi: 2I. menyebutkan bahwa dengan larutan timbal asetat akan terbentuk endapan kuning timbal iodide. disianoargentat(I). Setelah penambahan larutan tembaga(II) sulfat ke dalam garam iodide tidak terdapat endapan coklat dan larutan menjadi kuning. yang mudah larut dalam larutan sianida yang berlebihan dengan membentuk ion kompleks. Setelah penambahan larutan perak nitrat terdapat adana endapan putih dan larutan putih keruh. yang menunjukkan adanya anion sianida. yang larut dalam air panas yang banyak dengan membentuk larutan tak berwarna..

Identifikasi anion tiosianat Identifikasi anion tiosianat yang pertama dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat ke dalam garam tiosianat. yang putih dan seperti dadih susu. KSCN. Reaksinya adalah: 2KCNS + AgNO3 → AgSCN (s) + KNO3 Selanjutnya endapan yang terbentuk diuji dengan penambahan larutan kalium sianida. Endapan putih ini adalah endapan AgSCN. Identifikasi anion tiosianat yang kedua yaitu dengan penambahan larutan tembaga(II) sulfat. Berikut reaksinya: AgCNS (s) + 2NH3 → [Ag(NH3)2]+ + SCNSvehla (1985: 337). kemudian terbentuk endapan hitam tembaga(II) tiosianat. Setelah penambahan larutan merkuri nitrat.→ Hg + Hg(CN)2 Menurut Svehla (1985: 334). Jika larutan didiamkan beberapa waktu dimungkinkan akan terbentuk endapan hitam tembaga(II) tiosianat. Berikut reaksi yang terjadi: KCNS + CuSO4 → Cu(CNS)2(s) + K2SO4 Menurut Svehla (1985: 338). Reaksi yang terbentuk: Hg+ + 2CN.Identifikasi anion sianida yang kedua yaitu dengan penambahan larutan merkuri nitrat ke dalam garam sianida. mula-mula akan Nampak larutan dengan pewarnaan hijau. Setelah penambahan larutan KCN endapan menjadi larut dan larutan bening. menyebutkan bahwa anion tiosianat dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan putih perak tiosianat. adanya larutan yang berwarna hijau sudah dapat digunakna untuk mengidentifikasi adanya anion tiosianat dalam suatu larutan. berlebihan. Setelah penambahan larutan tembaga(II) sulfat ke dalam larutan KSCN terbentuk larutan berwarna hijau dan tidak terbentuk adanya endapan. Hasil praktikum hanya menunjukkan adanya larutan yang berwarna dan belum terjadi endapan hitam. Endapan juga diuji dengan larutan ammonia. yang larut dalam larutan ammonia tetapi tidak larut dalam asam nitrat encer. KCN. AgSCN. 5. anion tiosianat dengan larutan tembaga sulfat. KCN. Namun. Setelah penambahan larutan oerak nitrat terbentuk endapan putih dan larutan berwarna putih. larutan bening dan terdapat sedikit endapan berwarna abu-abu. . setelah penambahan larutan ammonia larutan menjadi bening dan endapan hilang. anion sianida dengan larutan merkurium(I) nitrat akan membentuk endapan abu-abu merkurium logam. Terbentuknya endapan abu-abu ini menunjukkan adanya anion sianida dalam suatu lautan.

Kemudian setelah terbentuk endapan dilakukan penambahan air. Hasil praktikum menunjukkan bahwa setelah penambahan air endapan masih ada dan terlihat adanya endapan yang naik dan mengapung ke permukaan. menyebutkan bahwa anion okalat dengan penambahan kalium permanganat. Dari hasil praktikum. Endapan yang terbentuk adalah endapan perak oksalat. menyebutkan bahwa dengan penambahan larutan perak nitrat akan membentuk endapan oksalat yang putih dan seperti dadih susu. (COOAg)2.+ 2AgNO3 → (COOAg)2 (s) + 2 NO3Svehla (1985: 394). yang sangat sedikit larut dalam air. sesuai dengan toeri yang ada.+ 2 MnO4. Identifikasi anion oksalat Identifikasi anion oksalat yang pertama dengan penambahan larutan perak nitrat ke dalam garam oksalat. setelah penambahan air endapan putih tetap ada tetapi sebagian endapan mengapung di permukaan larutan. warnanya akan menjadi hilang bila dipanaskan dalam larutan asam sampai 60o-70oC. dan larut dalam larutan ammonia dan dalam asam nitrat encer. Penghilangan warna larutan permanganate juga dapat ditimbulkan oleh banyak senyawa lainnya. tetapi jika seterusnya karbon dioksida yang dilepaskan itu diuji dengan reaksi air kapur. H2O. F. Setelah penambahan larutan perak nitrat ke dalam garam oksalat terbentuk endapan putih dan larutan berwarna keruh. Kesimpulan Dari kegiatan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk: . Berikut reaksi yang terjadi: C2O42. Kemudian diakukan penambahan asam sulfat berlebih dan dilakukan pengocokan sehingga larutan menjadi bening atau terjadi penghilangan warna.+ 16 H+ → 10CO2 (g) + 2Mn+ + 8H2O Svehla (1985: 395). Setelah penambahan kalium permanganat ke dalam garam oksalat larutan menjadi berwarna ungu dan tidak terbentuk endapan. hal ini menunjukkan bahwa endapan sangat sulit terlarut. Identifikasi yang kedua yaitu dengan penambahan larutan kalium permanganate KMnO4.6. Berikut reaksi yang terjadi: C2O42. penghilangan warna permanganate dalam larutan terjadi karena penambahan larutan asam sulfat yang berlebih.

bromida. Identifikasi Anion sianida dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih dan dengan penambahan larutan merkuri nitrat akan membentuk endapan abu-abu. Analisis Kimia Kualitatif . VOGEL : Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Kimia Organik untuk Universitas. Identifikasi Anion oksalat dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat yang akan membentuk endapan putih dan dengan penambahan larutan kalium permanganate akan membentuk warna ungu dan setelah penambahan asam sulfat berlebih akan terjadi penghilangan warna. Underwood. A. dan iodida? Jawab: . Stanley H. 5. (1987). G. Pertanyaan dan Jawaban 1. Kalma Media Pustaka. Edisi IV. Petrucci. Bandung. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 1. G. Kimia Organik I. 3. (1988). Bandung: Armico Bandung. ITB. Jakarta: Erlangga. Identifikasi Anion Bromida dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat yang ditandai dengan terbentuknya endapan kuning dan dengan penambahan larutan Pb-asetat akan terbentuk endapan putih. Jakarta: PT. Apakah yang terjadi bila larutan garam perak (Ag +) ditambahkan dalam larutan yang masing-masing mengandung anion klorida. Identifikasi Anion tiosianat dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitraa yang aka membentuk endapan putih dan dengan enambhn larutan tembaga sulfat akan membentuk larutan berwarna hijau. Pine. 4. (1982). (1985). Jakarta: Penerbit Erlangga. Edisi V. 2. Identifikasi Anion Klorida dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat dan Pb-asetat yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih yang merupakan anion klorida. Identifikasi Anion Iodida dapat dilakukan dengan penambahan larutan perak nitrat dan Pb-asetat yag ditandai dengan terbentuknya endapan putih dan dengan penambhan larutan tembaha sulfat terbentuk endapan coklat. Ralph H. L. 6. Edisi I. Bagian 1.. Daftar Pustaka Ismail Besari. (1993).1.. Svehla. dkk. H.

+ 2H+ → CO2 + H2O Gas ini dapat diidentifikasi dari sifatnya yang mengeruhkan air kapur atau air burit: CO2 + Ca2+ + 2OH. 3.Ion Ag+ akan berikatan dengan anion klorida.→ Fe(CN)2 Fe2+ + 2SCN. bromidam dan iodide yang kemudian membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. membentuk endapan AgBr dan endapan AgI yang berwarna kuning. Jelaskan caranya dan tuis reaksi yang tejadi! Jawab: Salah satu identifikasi anion karbonat adalah dengan penambahan larutan asam klorida encer. Ion karbonat dapat dideteksi dengan air barit. Setelah penambahan asam klorida akan terjadi penguraian dengan berbuih karena karbondioksida dilepaskan: CO32. jika terjadi kkeruhan pada tabung uji yang mengandung air kapur atau air barit berarti menunjukkan adanya karbonat. 2. Kation besi (II) dapat membentuk kompleks dengan anion sianida (CN -) dan tisoanat (SCN-).→ Fe(SCN)2 .→ CaCO3(s) + H2O CO2 + Ba2+ + 2OH. Tuliskan reaksinya! Jawab: Fe2+ + 2CN.→ BaCO3(s) + H2O Uji kapur atau air barit ini dapat dilakukan dengan mengalirkan gas karbondioksida yang dilepaskan ke dalam air kapur atau air barit.