You are on page 1of 5

Karya Ilmiah

Be a Successful Entrepreneur

Disusun Oleh :

Nama
NPM

: Chairina Sintyawati
: 15.12.8841

Kelompok
Jurusan

:F
: S1 – Sistem Informasi

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
Komputer
Amikom Yogyakarta
2015/2016

ABSTRAK
Melemahnya daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri,
membuat angka pengangguran bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS)
melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak
7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode
yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa. Apabila lapangan pekerjaan yang
tersedia masih kurang, dapat dipastikan jumlah pengangguran di Indonesia
akan meningkat setiap tahunnya. Penulis sebagai seorang mahasiswa STMIK
AMIKOM Yogyakarta yang memiliki pemikiran untuk menjadi seorang
pengusaha ingin memberikan gambaran bahwa setiap orang dapat menjadi
entrepreneur yang sukses. Dengan kita memiliki pemikiran untuk menjadi
seorang pengusaha berarti kita memiliki peluang untuk membuka lapangan
pekerjaan dan hal ini akan berdampak positif pada jumlah pengangguran
yang ada di Indonesia.

ISI
Istilah Entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria
yang bernama Joseph Schumpeter (1883 – 1950). Menurut Schumpeter
keseluruhan proses perubahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi
perilkunya

yaitu

entrepreneur

(wiraswastawan)

Kewiraswastaan

(entrepreneurship) pertama kali menyangkut perubahan.
Entrepreneur

selalu

mencari

perubahan,

menanggapinya

dan

memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya
secara kreatif dan inovatif. Untuk menjadi entrepreneur yang sukses kita
juga harus menjadi entrepreneur yang cerdas (smart entrepreneur), yaitu
orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif
dengan mengambil resiko dan ketidak pastian untuk mencapai keuntungan
dan pertumbuhan. Orang – orang yang termasuk smart entrepreneur adalah
Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple Macintosh), Henry Ford (Ford Motor),

Seichiro Honda (Honda), Akio Morita (Sony), Jerry Yang (Yahoo) dan masih
banyak lagi. Kalau di Indonesia kita punya Yohanes Auri pengusaha muda
sukses di bisnis desain grafis kelas dunia (Flux Design), Sri Parkash Lohia
(Indorama Group), Chairul Tanjung (CT Group dan Detik.com), Susilo
Wonowidjojo & family (Gudang Garam) dan yang lain sebagainya.
Di Indonesia ini juga masih banyak orang – orang hebat yang dapat
memberikan inspirasi bagi pengusaha muda yang berkeinginan menjadi
seorang pengusaha dan seorang yang saya jadikan inspirasi salah satunya
adalah Prof. Dr. M. Suyanto, MM salah satu pendiri Lembaga Kursus Terbaik
di Indonesia Primagama, bahkan pada tanggal 11 Oktober 1994 ia
mendirikan Perguruan Tinggi STMIK AMIKOM Yogyakarta. Jika dibayangakan
sungguh membutuhkan perjuangan untuk mencapai apa yang dikerjakan
para pengusaha sukses tersebut. Untuk menjadi seorang Smart Entrepreneur
kita harus mempunyai :
1. Sikap Mental Positif

Landasan pertama untuk menjadi entrepreneur sukses bagi
orang biasa adalah sikap mental positif. Yaitu selalu melihat apa yang
menjadi masalah dan tantangan dari segi yang baik (positif). Tetap
menjaga pola pikirnya agar selalu berbaik sangka (positive thinking).
Sikap mental positif mampu membuat sesuatu yang tidak mungkin
menjadi mungkin da menjadikan ancaman itu menjadi peluang.
2. Menciptakan Mimpi dan Berusaha Mengejarnya
Menciptakan mimpi adalah menciptakan sesuatu yang bukan
kenyataan atau sesuatu berupa khayalan, tetapi mimpi itulah yang
sesungguhnya dapat menciptakan energi yang sangat besar yang
tidak dapat dibayangkan oleh manusia. Mimpi itu gratis, siapa saja
orangnya baik orang biasa maupun orang luar biasa boleh bermimpi.
Mimpi atau membangun visi merupakan hal penting bagi perusahaan,
meskipun perusahaannya masih kecil. Justru karna masih kecil itulah
kita harus membangun mimpi yang besar.
3. Mengambil Langkah Memulai Bisnis

Tahap ketiga untuk menjadi entrepreneur adalah mengambil
langkah memulai bisnis, meskipun hanya dengan langkah bisinis yang
kecil. Inilah yang tersulit dalam tahapan menjadi entrepreneur,
sehingga entrepreneur di Indonesia hanya berjumlah

1,2% dari penduduk, artinya dari 100 orang yang dapat melangkah
mulus hanya 1 atau 2 orang saja, yang lainnya tidak berani
melangkah. Maka rahasianya, tahap ini harus dilewati, meskipun
energinya paling besar, tanpa harus berpikir kegagalan dan belum
menguasai bisnis, meskipun hanya bisnis kecil.
4. Melambungkan Bisnis yang telah dimulai
Langkah selanjutnya yang kita ambil adalah bagaimana
melambungkan bisnis tersebut. Untuk melambungkan bisnis kita butuh
berpikir, berusaha dan berdoa lebih keras. Hal ini biasa kita sebut
dengan menggunakan strategi. Salah satu strategi yang bisa dilakukan
adalah melakukan sesuatu yang berbeda dan unik dari yang lain.
5. Terima Kegagalan Sebagai Pelajaran
Kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan
dengan suatu tindakan yang tidak berhasil, label ini membuat kita
dikatakan orang yang tidak mampu, sehingga hal ini menurunkan
semangat kita untuk menjadi orang yang sukses. Namun,
sesungguhnya kegagalan itu “tidak ada”, yang ada hanyalah hasilnya
tidak sesuai dengan yang kita inginkan atau kegagalan itu hanyalah
merupakan umpan balik untuk menggapai kesuksesan
6. Insya ALLAH (Dengan Kehendak ALLAH)
Dengan ijin Allah kita akan berhasil dalam bisnis di dunia
maupun di akhirat. Dalam menjalankan bisnis, kita tidak tahu pasti
apakah dimasa yang akan datang akan berhasil atau akan gagal. Kita
hanya bisa berusaha sekeras mungkin pada hari ini dengan sumber
daya yang kita miliki untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan
datang.

Referensi

http://motivasition-inspiration.blogspot.com/2011/03/prof-dr-msuyanto-mm-pendiristmik.html

https://beritagar.id/artikel/berita/data-bps-pengangguran-di-indonesia-756-juta-orang

M. Suyanto, MM. 2005. Smart in Entrepreneur : Belajar Dari Kesuksesan Pengusaha Top
Dunia