You are on page 1of 21

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS SENYAWA KIMIA
ANAISIS KATION GOLONGAN I DAN II

Disusun oleh:
Hanifah
12312241032
Pendidikan IPA A 2012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015
ANALISIS KATION GOLONGAN I DAN II

A. Tujuan
Mengidentifikasi kation golongan I (Ag, Hg+, dan Pb) dan golongan II (Hg2+, Bi3+, Cu2+,
As, Sb, dan Sn)
B. Dasar Teori
Kation golongan I meliputi kation Ag, Hg +, dan Pb, dapat dipisahkan dari kation
golongan lainnya dengan menggunakan pereaksi 1M HCl dan akan membentuk endapan
yang semuanya berwarna putih. Endapan ini dapat dipisahkan melalui pemusingan atau
penyaringan.
Kation-kation golongan pertama, membentuk klorida-klorida yang tak larut.
Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tak pernah
mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan:
ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif dengan hidrogen sulfida dalam
suasana asam bersama-sama kation golongan II.
Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Di antara sulfat-sulfat, timbel
sulfat praktis tidak larut, sedang perak sulfat larut jauh lebih banyak. Kelarutan
merkurium(I) sulfat terletak di antara kedua zat tersebut.
Bromida dan iodida juga tidak larut, sedangkan pengendapan timbel halida tidak
sempurna, dan endapan itu mudah sekali larut dalam air panas. Sulfida tidak larut. Asetatasetat lebih mudah larut, meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak
pekat.
Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan reagensia yang jumlahnya
ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan bermacam-macam
cara. Juga ada perbedaan dalam sifat zat-zat ini terhadap amonia.
Kation golongan II tidak bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan
dengan hidrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah
Merkurium (II), Tembaga, Bismut, Kadnium, Arsenik (II), Arsenik (V), Stibium (III),
Stibium (V), Timah (II), Timah (III), dan Timah (IV). Keempat ion yang pertama
merupakan sub golongan 2A dan keenam yang terakhir sub golongan 2B. Sementara
sulfida dari kation dalam golongan 2A tak dapat larut dalam amonium polisulfida. Sulfida
dari kation dalam golongan 2B justru dapat larut. Kation golongan III tidak bereaksi
dengan asam klorida encer ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral
encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam suasana
netral atau amoniak. Kation-kation golongan ini adalah Cobalt (II), Nikel (II), Besi (II),
Besi (III), Aluminium, Zink, dan Mangan (II). Kation golongan IV tidak bereaksi dengan
reagensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium

Larutan HNO3 7. Kalium. Metodologi Praktikum 1. 1990:203-204). Misalnya. Strontium. Tabung reaksi 2. Pipet tetes b. Litium. Larutan Na2S2O3 5. berlaku sebaliknya. Larutan K2CrO4 6. Alat dan Bahan a. karena semua pekarjaan dilakukan dalam wadah terbuka pada tekanan atmosfer. Larutan HgCl2 . suhu.karbonat dengan adanya amonium klorida. Kenaikan suhu akan memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan kedua kation lainnya tidak (Masterton. Kationkation golongan ini adalah Kalsium. Larutab HCl 3. C. Larutan NH4OH 4. Kation-kation golongan V merupakan kation-kation yang umum tidak bereaksi dengan reagensia golongan sebulumnya. Natrium. kemudian memisahkan Pb dari Ag dan Hg(l) dengan memberikan air panas. Amonium. seperti kalsium sulfat. Perubahan larutan dengan perubahan tekanan tidak mempunyai arti penting dalam analisa kualitatif. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti tekanan. dan Pb dapat dilakukan dengan mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida. Pembakar spiritus 4. Waktu dan Tempat Praktikum Waktu Praktikum : Rabu. Endapan tersebut dapat berbentuk Kristal atau koloid dan dengan warna yang berbeda-beda. Larutan AgNO3 2.kenaikan suhu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan. pemisahan kation Ag. 1991). Larutan KI 8. dan Hidrogen(Vogel. Endapan tersebut terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan penting dalam analisa kualitatif. Penjepit tabung reaksi 3. Alat : 1. Hg(l). dan Barium. 28 Oktober 2015 Tempat Praktikum : Laboratorium Analisis Senyawa Kimia 2. Bahan : 1. Pemisahan endapan dapat dilakukan dengan penyaringan ataupun sentrifugasi. Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. dalam suasana netral atau sedikit asam. konsentrasi bahan lain dan jenis pelarut. Yang termasuk anggota golongan ini adalah ion-ion Magnesium. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation.

9. Larutan SnCl2 11. Larutan CuSO4 12. Larutan kalium ferrosianida 13. Larutan KSCN 15. Larutan KOH 3. Langkah Kerja Analisis ion Ag+ . Larutan asam mineral 14. Larutan NaOH 10.

menambahkan 10 tetes larutan NH4OH ke dalam endapan pertama dan 1tetes larutan Na2S2O3 ke dalam endapan kedua Menuangkan 10 tetes larutan Na2S2O3 ke dalam 10 tetes larutan AgNO3. kemudian membagi endapannya menjadi dua. menyelidiki endapannya dengan 10 tetes amonia dan 10 tetes Na2S2O3 Analisis ion Hg+ . menyelidiki endapan dengan amonia dan asam nitrat Menuangkan 10 tetes larutan KI ke dalam 10 tetes larutan AgNO3. menambahkan 10 tetes larutan NH4OH ke dalam endapan pertama dan 1.tetes larutan Na2S2O3 ke dalam endapan kedua Menambahkan tetes demi tetes larutan amonia ke dalam 10 tetes larutan AgNO3 sampai endapan yang terbentuk larut kembali Menuangkan 10 tetes larutan kalium kromat ke dalam 10 tetes larutan AgNO3. membagi endapan menjadi dua.Menuangkan 10 tetes larutan HCl ke dalam 10 tetes larutan AgNO3.

mula-mula sedikit hingga berlebihan Analisis ion Cu2+ .Menuangkan 10 tetes larutan amonia ke dalam 10 tetes larutan HgCl2. menyelidiki endapan dengan 10 tetes lautan asam dan 10 tetes larutan NH4Cl Menuangkan 10 tetes larutan NaOH ke dalam 10 tetes larutan HgCl2 Menuangkan 10 tetes larutan kalium kromat ke dalam 10 tetes larutan HgCl2 Menuangkan 10 tetes larutan KI ke dalam 10 tetes larutan HgCl2 kemudian menambahkan larutan KI secara berlebihan Menuangkan 10 tetes larutan SnCl2 ke dalam 10 tetes larutan HgCl2.

kemudian menambahkan 10 tetes larutan SnCl 2. Hasil Pengamatan No 1 a Perlakuan Ag NO 3+HCl Reaksi yang terjadi AgCl +¿ Hasil Pengamatan Endapan putih. kemudian endapannya dipanaskan Menambahkan tetes demi tetes larutan amonia ke dalam 10 tetes larutan CuSO 4 sampai berlebihan hingga terjadi endapan yang permanen Menuangkan 10 tetes larutan kalium ferrosianida dalam 10 tetes larutan CuSO 4. larutan berwarna bening H2O 2 AgCl Na 2 S2 O3 + Ag 2 S2 O3 2 NaCl + Endapan hitam. menyelidiki endapannya dengan larutan amonia dan larutan asam mineral Menuangkan 10 tetes larutan KSCN ke dalam 10 tetes larutan CuSO 4 Analisis ion Sn2+ Menuangkan 10 tetes larutan HgCl 2 ke dalam 10 tetes larutan SnCl2. kemudian menambahkan KOH hingga berlebihan D.Menuangkan 10 tetes larutan NaOH ke dalam 10 tetes larutan CuSO 4. menyelidiki apa yang terjadi Menuangkan 10 tetes larutan KOH ke dalam 10 tetes larutan SnCl 2. larutan berwarna coklat kehitaman . larutan berwarna putih H NO 3 AgCl + NH 4 OH NH −¿ Ag (¿¿ 3)2 + Cl ¿ + ¿ Endapan putih.

larutan berwarna Ag (¿¿ 3)2 coklat kehitaman (++) ¿ ¿ + +¿ ¿ ¿ + NH 4 OH −¿ S 2 O3¿ + Ag 2 S2 O3 + Na 2 S2 O3 c Ag NO 3 + NH 4 OH Ag NO 3 + K 2 Cr O4 H2O Ag ¿ (S 2 O 3 )2 ¿ 2¿ ¿ 2+¿+ ¿ 2 Na ¿ ¿ Endapan hitam. berwarna merah bata larutan K NO 3 Ag 2 Cr O 4 2+ 2(Ag(NH3)2)2 + CrO4 Terdapat endapan berwarna merah bata. larutan berwarna Na 2 S2 O3 f Ag NO 3 + AgI kuning pekat (++) KI AgI + K NO 3 + AgOH + NH4I Endapan kuning. 20 tetes: bening −¿¿ OH + Ag 2 Cr O 4 + Endapan merah bata.b Ag NO 3 + Ag 2 S2 O3 Na 2 S2 O3 Na NO 3 Ag 2 S2 O3 NH Endapan hitam. larutan berwarna kuning keruh . larutan berwarna NH 4 OH kuning cerah (+) Ag 2 Cr O 4 + Ag2 S2O3 + Na2CrO4 Terdapat endapan berwarna merah bata. ada + endapan. larutan berwarna kuning keruh Terdapat endapan kuning banyak. larutan berwarna NH Ag (¿¿ 3)2 ¿ 10 H NO 3 d + Endapan hitam coklat kehitaman (+) tetes: putih keruh.

HgO + 2NaCl + H2O larutan keruh Terdapat endapan kuning. larutan biru Setelah endapan hitam.NH 4 OH AgI + Ag2S2O3 + NaI Terdapat endapan sedikit. larutan Hg(OH)2 + HCl HgCl2 + H2O berwarna putih keruh Terdapat endapan putih larutan Hg(OH)2 + NH4Cl c f HgCl2 + NaOH HgCl2 + 2KI bening atau (+). tabung f H2O2 CuSO4 + KSCN [Fe(CN)6] Cu(SCN)2 + K2SO4 panas Tidak a SnCl2 + HgCl2 Hg(Cl2)2 + Sn2+ larutan hijau muda bening Tidak ada endapan. larutan CuSO4 + NH4OH CuSO4 + Cu(OH)2 + NH3SO4 Cu2[Fe(CN)6]+ bening 20 tetes: putih keruh Ungu kecoklatan K4[Fe(CN)6] Cu2[Fe(CN)6]+ K2SO4 2[Cu(NH3)2]2- + Ungu kecoklatan NH4OH Cu2[Fe(CN)6]+ [Fe(CN)6]4Cu(OH)2 + Ungu kecoklatan. ada endapan seperti gel . larutan HgI2 + 2KCl berwarna kuning 10 tetes : endapan orange. b SnCl2 + KOH Sn(OH)2 + KCl larutan putih keruh 10 tetes: putih keruh c d 9 dipanaskan: ada endapan. tidak HgCl2 + NH4OH berwarna Terdapat endapan putih (++). 20 tetes : putih keruh. warna larutan orange 6 g a HgCl2 + SnCl2 CuSO4 + 2NaOH 20 tetes : tak berwarna Putih keruh Sebelum dipanaskan: Hg + SnCl4 Cu(OH)2 + Na2SO4 endapan biru. larutan berwarna kuning keruh Na 2 S2 O3 4 a HgCl2 + NH4OH Hg(OH)2 + NH4Cl Terdapat endapan putih.

dan Sn). asam sulfat encer (1M) atau asam nitrat encer (2M). sedangkan bahan yang digunakan berupa larutan yang akan dianalisis kationnya dan beberapa larutan lain digunakan sebagai reagensia Analisis kation ini merupakan analisis kualitatif sehingga jumlah larutan yang digunakan tidak harus diukur secara teliti. ia tak larut dalam asam klorida. Larutan AgNO3 kemudian direaksikan dengan beberapa larutan lainnya. dapat ditempa.5oC. metode yang tepat seharusnya endapan perak klorida disaring dan dikeringkan terlebih dahulu kemudian dibagi menjadi dua. Bi3+. ia melarut (Svehla. tetapi karena keterbatasan alat sehingga praktikan langsung membagi larutan yang di dalamnya terdapat endapan perak klorida . Pembahasan Praktikum yang berjudul Analisis Kation dilaksanakan di Laboratorium Analisis Senyawa Kimia pada hari Rabu. Cu2+. pipet tetes. Praktikum ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kation golongan I (Ag. As.30 tetes: bening. dan Pb) dan golongan II (Hg2+. Cu2+. 1990: 217). Alat yang digunakan praktikan dlam praktikum antara lain tabung reaksi. Sb. Namun. penjepit tabung reaksi.5 g ml-1) dan ia melebur pada 960. 28 Okrober 2015. dan liat. 1990: 217). Hg +. praktikan hanya melakukan identifikasi Ag untuk kation golongan I dan Hg2+. Rapatannya tinggi (10. Berikut reaksinya: Ag NO 3(aq) + H Cl(aq) → Ag Cl(s ) +¿ H NO 3(aq) Hal ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa reaksi antara asam klorida encer dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan putih perak klorida (Svehla. praktikan menggunakan skala tetes ketika mengambil larutan Berikut adalah pembahasan hasil praktikum yang telah dilakukan praktikan: 1. dalam larutan asam nitrat yang lebih pekat (8M) atau asam pekat panas. Identifikasi yang dilakukan praktikan pertama kali yaitu dengan mereaksikan larutan HCl ke dalam larutan AgNO3. Identifikasi Ion Ag Perak adalah logam yang putih. dan Sn2+ karena praktikan menyesuaikan bahan yang disediakan oleh pihak laboran. tidak ada endapan E. Endapan perak klorida ini kemudian dibagi menjadi dua bagian. dan pembakar spiritus. Pada praktikum ini yang digunakan untuk mengidentifikasi kation Ag menggunakan larutan AgNO3. sehingga terbentuk endapan perak klorida (AgCl) yang berwarna putih dan larutan yang awalnya bening menjadi berwarna putih.

Endapan pertama ditambahkan larutan ammonia (NH4OH) sehingga larutan berwarna bening kembali tetapi masih terdapat sedikit endapan putih. Hasil praktikan menunjukkan masih adanya endapan yang berwarna hitam. Berikut reaksi yang terjadi: Ag NO 3 + Na2 S2 O3 → Ag 2 S2 O3 + Na NO 3 Endapan hitam yang terbentuk kemudian dibagi menjadi dua bagian ke dalam dua tabung reaksi yang berbeda. Berikut reaksi yang terjadi: 2 AgCl + Na 2 S2 O3 → Ag 2 S2 O3 + 2 NaCl Svehla (1990: 218) menyebutkan bahwa natrium tiosulfat melarutkan endapan dengan membentuk kompleks ditiosulfatoargentat.+ H2O +¿ ¿ ¿ . Reaksi kedua yang dilakukan yaitu dengan menambahkan natrium tiosulfat ke dalam larutan perat nitrat yang kemudian membentuk endapan hitam.secara langsung ke dalam dua tabung reaksi. warna hitam ini berasal dari larutan natrium tiosulfat. Padahal Svehla (1990: 218) menyebutkan bahwa larutan ammonia encer akan melarutkan endapan dan terbentuk ion kompleks diaminargentat. dengan reaksi Ag 2 S2 O3 + NH 4 OH → NH Ag (¿¿ 3)2 ¿ ¿ + S2O32. Berikut reaksi yang terjadi: AgCl + 2 NH 4 OH → NH Ag (¿¿ 3)2 −¿¿ ¿ ¿ + Cl + +¿ ¿ ¿ 2 H2 O Endapan yang kedua ditambahkan dengan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) yang membentuk endapan hitam dengan warna larutan berubah menjadi coklat kehitaman. kemudian endapan pertama ditambahkan dengan larutan ammonia yang menghasilkan endapan hitam dengan larutan yang berwarna coklat kehitaman.

Reaksi yag terjadi yaitu Ag 2 S2 O3 Na 2 S2 O3 + → 2Na+ + [Ag2(S2O3)2]2Reaksi yang ketiga yaitu antara larutan perat nitran dengan larutan ammonia. Hasil tersebut sudah sesuai dengan literature bahwa larutan kalium kromat dalam larutan netral dengan larutan perak nitrat akan membentuk endapan berwarna merah perak kromat. Rekasi yang terjadi: Setelah penambahan 10 tetes larutan ammonia: Ag NO 3 + NH 4 OH → A g 2 O + NH 4 NO 3 Setelah penambahan 10 tetes larutan ammonia ke dalam larutan yang terbentuk: A g2O + NH 4 OH NH 2 Ag(¿ ¿3)2 ¿ ¿ → + +¿ ¿ ¿ H NO 3 −¿¿ + OH Reaksi selanjutnya yaitu antara larutan perak nitrat dengan laruta kalium kromat. setelah penambahan larutan kalium kromat ke dalam larutan perak nitrat terbentuk endapan berwarna merah bata dan warna larutan juga berubah menjadi merah bata. Setelah 10 tetes larutan ammonia ditambahkan ked lam larutan perat nitrat terbentuk larutan dengan warna putih keruh dan jika didiamkan sesaat dapat diamati adanya endapan berwarna putih yaitu endapan perak oksida (AgO). Berikut reaksi yang terjadi: Ag NO 3 K 2 Cr O4 + → Ag 2 Cr O 4 + K NO 3 Endapan yang terbentuk dibagi menjadi dua bagian. Sedangkan endapan kedua ditambahkan larutan natrium tiosulfat dan larutan berubah menjadi berwarna kuning pekat (lebih pekat daripada larutan yang terentuk pada endapan pertama) dan masih terdapat adanya endapan berwarna merah bata. Reaksi yang terjadi yaitu: . bagian yang pertama ditambahkan dengan larutan ammonia sehingga larutan berubah menjadi berwarna kuning cerah dan masih ditemukan adanya endapan merah bata. dalam praktikum ini pratikan menambahkan 10 tetes lagi larutan ammonia dan hasil yang praktikan amati endapan yang terbentuk larut kembali dan larutan menjadi bening. kemudian menambahkan larutan ammonia secara berlebihan ke dalam larutan tersebut.Endapan kedua direkasikan dengan natrium tiosulfat yang juga membentuk endapan hitam dan larutan berubah menjadi coklat kehitaman yang lebih terang daripada larutan yang terbentuk dari endapan bagian pertama.

endapan yang terbentuk setelah penambahan larutan ammonia lebih banyak daripada endapan yang terbentuk setelah penambahan natrium tiosulfat karena dalam larutan tiosulfat endapan mudah larut. Sedangkan bagian kedua diselidiki dengan penambahan larutan natrium tiosulfat dengan hasil yang terbentuk larutan tetap berwarna kuning keruh dan teramati adanya endapan kuning keruh tetapi lebih sedikit daripada setelah penambahan larutan ammonia.Ag 2 Cr O 4 NH 4 OH + → Ag 2 Cr O 4 + Na 2 S2 O3 2(Ag(NH3)2)2 + CrO42- Ag2 S2O3 + Na2CrO4 → Reaksi terakhir yang praktikan lalukan yaitu reaksi antara larutan perak nitrat dengan larutan kalium iodida. Setelah penambahan larutan kalium iodide ke dalam larutan perak nitrat dapat diamati larutan berubah menjadi berwarna kuning keruh dan terdapat adanya endapan kuning. Hal ini sudah sesuai dengan literature bahwa reaksi antara kalium iodida dengan perak nitrat membentuk endapan kuning perak iodida. Hal ini terbukti dengan jumlah endapan yang teramati. hasil yang terbentuk yaitu larutan tetap berwarna kuning keruh dengan banyak endapan kuning. Berikut reaksi yag terjadi: AgI NH 4 OH + AgOH + NH4I → AgI Na 2 S2 O3 + Ag2S2O3 + NaI → Svehla (1990: 219) menyebutkan bahwa endapan perak iodide tak larut dalam ammonia encer atau pekat. Reaksi yang terjadi yaitu: Ag NO 3 KI + AgI + K NO 3 → Endapan perak iodida yang terbentuk kemudian diselidiki dengan cara membaginya menjadi dua bagian. . Bagian pertama diselidiki dengan menambahkan larutan ammonia. tetapi mudah larut dalam kalium sianida yang membentuk racun dan udah larut dalam natrium tiosulfat.

Di antara sulfat-sulfat. setelah penambahan NH4Cl larutan menjadi keruh dan terdapat endapan putih yang jumlahnya lebih banyak daripada hasil penambahan asam klorida. sulfat. yaitu Ag menghasilkan endapan yang tidak larut dalam larutan klorida. Nitrat dari kation golongan pertama sangat mudah larut. dan kromat sehingga dapat dikatakan bahwa hasil praktikum sudah sesuai dengan 2. Berikut reaksi yang terjadi: HgCl2 + 2NaOH → HgO + 2NaCl + H2O . reaksi-rekasi pada kation golongan pertama. setelah penambahan larutan asam klorida larutan menjadi bening dan masih terdapat endapan putih. Asam nitrat yag dingin dang sedang pekatnya (8M). sedangkan asetat-asetat lebih mudah larut. iodide. Berikut reaksi yang terjadi: Hg(OH)2 + HCl → HgCl2 + H2O Hg(OH)2 + NH4Cl → HgCl2 + NH4OH Hasil endapan putih yang terbentuk sesuai dengan yang disebutkan dalam Svehla (1990:224) bahwa larutan ammonia dengan ion merkurium akan membentuk endapan putih. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dngan reagensia yang jumlahnya ekivalen (Svehla. meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak pekat. perak sulfat lebih mudah larut daripada timbel sulfat. Endapan pertama diselidiki dengan larutan asam klorida. literatur. tetapi mudah bereaksi dengan asam nitrat. dengan merkurium yang berlebihan menghasilkan ion merkurium (I). Bromide dan iodide juga tidak larut. Hasil praktikum yang dilakukan praktikan. ia tak dipengaruhi asam klorida atau asam sulfat encer (2M). Reaksi pertama yaitu reaksi antara larutan merkurium (II) klorida dengan larutan ammonia. Reaksi yang terjadi: HgCl2 + NH4OH → Hg(OH)2 + NH4Cl Endapan yang terbentuk kemudian dibagi menjadi dua untuk diselidiki dengan larutan asam dan larutan ammonia klorida.534 g ml-1 pada suhu 25oC. sedangkan endapan kedua yang diselidiki dengan larutan ammonia klorida. ammonia. 1990:205). Identifikasi Ion Hg2+ Merkurium adalah logam cair yang putih keperakan pada suhu biasa dan mempunyai rapatan 13.Perak merupakan kation golongan pertama yang membentuk klorida-klorida yang tidak larut. Setelah penambahan larutan ammonia terbentuk endapan putih dengan larutan yang berwarna putih keruh. Reaksi yang kedua yaitu reaksi pada penambahan natrium hidroksida ke dalam merkurium (II) klorida yang menghasilkan larutan yang berwarna kuning dan setelah diamati terdapat endapan yang berwarna kuning.

ia tak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer. penambahan timah (II) klorda dalam jumlah sedang akan membentuk endapan putih dan seperti sutera. yang lunak. Bila dipanaskan. Reaksi antara merkurium (II) klorida dengan larutan timah (II) klorida akan membentuk larutan berwarna putih keruh dengan reaksi sebagai berikut: HgCl2 + SnCl2 → Hg2Cl2 + Sn4+ Menurut literatur. Identifikasi ion Cu2+ Tembaga adalah logam merah-muda. Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan. merkurium (Svehla. Karena potensial electrode standarnya positif (+0. natrium hidroksida dalam larutan dingin akan membentuk endapan biru tembaga (II) hidroksida. Kalium iodide bila ditambahkan perlahan-lahan kepada larutan yang mengandung ion merkurium akan menghasilkan endapan merah merkurium (II) iodide. Kemudian endapan yang terbentuk dipanaskan sehingga larutan menjadi bening dan endapan berubah menjadi berwarna hitam. Berikut reaksi yang terjadi: HgCl2 + 2KI → HgI2 + 2KCl Menurut Svehla (1990:224). dan liat. endapan akan diubah menjadi tembaga (II) oksida hitam oleh dehidratasi: . merkurium (I) klorida. jika ditambahkan dalam jumlah yang stoikiometris endapan akan berubah menjadi kuning ketika terbentuk merkurium (II) oksida.34 V untuk pasangan Cu/Cu2+). Asam nitrat sedang pekatnya (8M) dengan mudah melarutkan tembaga. Jika dilakukan penambahan timah (II) klorid berlebih maka akan menghasilkan endapan hitam 3. Pada penambahan 10 tetes kalium iodide warna larutan menjadi berwarna orange dan terdapat endapan orange. Rekasi antara tembaga (II) Sulfat dengan natrium hidroksida membentuk larutan berwarna biru dan terdaoat endapan berwarna biru. dan setelah penambahan 20 tetes larutan kalium iodide larutan menjadi tidak berwarna atau bening. dapat ditempa. Melebur oada 1038oC. Reaksinya sebagai berikut: CuSO4 + 2NaOH Cu(OH)2 + → Na2SO4 Menurut literatur. sedangkan jika jika ditambahkan kalium iodide secara berlebihan akan menghasilkan ion tetraiodomerkurat (II) . meskipun dengan adanya oksigen ia bisa larut sedikit.Svehla (1990: 224) menyebutkan bahwa natrium hidroksida bila ditambahkan dalam jumlah sedikit akan membentuk endapan merah-kecolkatan dengan komposisi yang berbeda-beda. Reaksi selanjutnya yaitu antara merkurium (II) klorida dengan larutan kalium iodida. 1990: 224).

Reaksi yang terjadi: CuSO4 + K4[Fe(CN)6] Cu2[Fe(CN)6]+ K2SO4 → Larutan yang terbentuk kemudian dibagi menjadi dua bagian untuk diselidiki dengan larutan ammonia dan asam mineral. Reaksi antara tembaga (II) sulfat dengan kalium tiosianat (KSCN). Bagian pertama diselidiki dengan larutan ammonia membentuk larutan yang berwarna tetap yaitu ungu kecoklatan.+ [Fe(CN)6]4→ Cu2[Fe(CN)6]+ H2O2 → Cu(OH)2 + [Fe(CN)6] Menurut Svehla (1990:232). hal ini disebabkan jumlah larutan ammonia yang ditambahkan sangat sedikit sehingga belum terbentuk endapan biru. Natrium hidroksida menguraikan endapan yang mana terbentuk endapan (II) hidroksida yang berwarna biru. Hasil yang diperoleh praktikan larutan yang terbentuk berwarna putih keruh. Berikut reaksi yang terjadi: Cu2[Fe(CN)6]+ NH4OH 2[Cu(NH3)2]2. sedangkan endapan kedua dengan asam mineral (H2O2) juga tetap berwarna ungu kecoklatan tetapi tabung menjadi panas. pada mana terbentuk ion tembaga tetraamina yang berwarna biru tua. praktikan tidak dapat mengamati ada tidaknya endapan yang terjadi karena warna larutan sangat pekat. kalium heksasianoferat (II) (K4[Fe(CN)6]) jika ditambahkan dalam larutan tembaga (II) sulfat akan membentuk endapan coklat-kemerahan yaitu tembaga heksasianoferat (II) (Cu2[Fe(CN)6]) dalam suasana netral atau asam. membentuk larutan berwarna hijau muda bening dan tidak ditemukan adanya endapan. 1990:231) Reaksi yang terjadi antara tembaga (II) sulfat dengan larutan ammonia akan membentuk larutan berwarna putih keruh dengan persamaan reaksi: CuSO4 + NH4OH → Cu(OH)2 + NH3SO4 Menurut literature yang menyebutkan bahwa larutan ammonia bila ditambahkan dalam jumlah sedikit akan membentuk endapan biru suatu garam basa (tembaga sulfat basa).Cu(OH)2 CuO + H2O → (Svehla. dengan persamaan reaksi sebagai berikut: . Endapan larut dalam larutan ammonia. Reaksi antara larutan tembaga (II) sulfat dengan kalium ferrosianida (K4[Fe(CN)6]) membentuk larutan dengan warna ungu kecoklatan.

Reaksi yang terjadi yaitu: SnCl2 + HgCl2 Hg(Cl2)2 + → Sn2+ Menurut Svehla (1990: 253). Asam nitrat encer melarutkan timah dengan lambat tanpa pelepasan gas apapun. Dengan larutan ammonia.8oC logam ini melarut dengan lambat dalam asam klorida encer dan asam sulfat encer dengan membentuk garam-garam timah (II). tetapi pada suhu rendah menjadi getas karena berubah menjadi suatu modifikasi alotropi yag berlainan. Endapan terurai perlahan-lahan. endapan berubah menjadi abu-abu. dan setelah penambahan 30 tetes larutan menjadi bening dan tidak ditemukan adanya endapan. dan Timah (II) merupakan kation golongan kedua. 4. terutama dengan pemanasan. Tembaga (II). membentuk tembaga (I) tiosianat putih dan terbentuk tiosianogen yang terurai cepat dalam larutan air. larutan merkurium (II) klorida akan membentuk endapan putih merkurium (I) klorida terbentuk jika sejumlah besar reagensia ditambahkan degan cepat. Kation-kation golongan kedua menurut tradisi dibagi menjadi dua subgolongan. setelah penambahan 20 tetes menghasilkan larutan berwarna putih keruh dan terdapat endapan seperti gel. yaitu sub-golongan tembaga dan sub-golongan arsenik. dan terbentuk ion-ion timah (II) dan amonium. diendapkan timah (II) hidroksida putihm yang tak larut dalam ammonia berlebihan. menyebutkian bahwa kalium tiosianat dengan ion tembaga (II) akan membentuk endapan hitam tembaga (II) tiosianat.CuSO4 + KSCN → Cu(SCN)2 + K2SO4 Svehla (1990: 232). setelah penambahan 10 tetes KOH akan menghasilkan larutan berwarna putih keruh. Reaksi antara timah (II) klorida dengan merkurium (II) klorida membentuk larutan berwarna putih keruh dan tidak ditemukan adanya endapan. Ia meleleh pada 231. yang dapat ditempa dan liat pada suhu biasa. Tetapi jika ion timah (II) terdapat berlebihan. larutan natrium hidroksida akan dengan larutan tembaga (II) sulfat akan membentuk endapan putih timah (II) hidroksida. karena tereduksi lebih lanjut menjadi logam merkurium. Merkurium (II). Dasar dari . Reaksi antara timah (II) klorida dengan kalium hidroksida. Identifikasi ion Sn2+ Timah adalah logam putih perak. Reaksi yang terjadi yaitu: SnCl2 + KOH → Sn(OH)2 + KCl Menurut Svehla (1990: 253). yang larut dalam alkali berlebihan. Cu(SCN)2.

arsenic (III) oksida dapat dilarutkan dalam asam klorida (6M) dan terbentuk kation arsenic (III). 3. stibium (III). arsenic (V). Identifikasi kation golongan II yaitu ion Hg2+ dapat dilakukan menggunakan arutan HgCl2 dengan penambahan larutan NH4OH. Sub golongan arsenic terdiri dari ion arsenic (III). Daftar Pustaka . hidroksida. dan karbonatnya tak larut. kecuali timah (II) sulfide: untuk melarutkan timah (II) diperlukan ammonium polisulfida yang bertindak sebagai zat pengoksid sehingga terbentuk ion tiostanat. NH4OH. dimana beberapa endapan hasil reaksi masih bisa diselidiki menggunakan larutan Na 2 S2 O3 . dan timah (IV) . KI. Identifikasi kation golongan I yang dianalisis yaitu Ag dapat dilakukan menggunakan larutan yang AgNO3 dengan penambahan larutan K 2 Cr O4 . pengendapan ini agak kurang sempurna. Na2 S2 O3 . meskipun bagian terbesar ion timbel (II) diendapkan dengan asam klorida encer bersama ion-in lain dari golongan I. Klorida. Kesimpulan Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. 4. Sulfide. sulfide dari sub-golongan arsenic melarut dengan membentuk garam tio. K4[Fe(CN)6]. NaOH. Identifikasi kation golongan II yaitu Sn2+ dapat dilakukan menggunakan larutan SnCl2 dengan penambahan larutan HgCl2 dan KOH yang akan mebentuk endapan timah (II). stibium (V). dan SnCl2 yang akan membentuk endapan merkurium. 2. NH 4 OH . Semua sulfide dari sub-golongan arsenic larut dalam ammonium sulfide (tak berwarna). timah (II). disebabkan oleh kelarutan timbel (II) klorida yang relative tinggi. timbel (II). dan sulfat dari kation-kation sub-golongan tembaga sangat mudah larut dalam air. Identifikasi kation golongan II yaitu Cu2+ dapat dilakukan menggunakan larutan CuSO4 dengan penambahan larutan NaOH. bismuth (III). ion-ion ini mempunyai sifat amfoter: oksidanya membentuk garam baik dengan asam maupun dengan basa. G. Jadi. tembaga (II). Sub-golongan tembaga terdiri merkurium (II). dan KSCN yang akan membentuk endapan tembaga (II) . Sementara sulfide dari sub-golongan tembaga tak larut dalam reagensia ini. KI HCl . nitrat. F. NH 4 OH . yang membentuk endapan perak. Beberapa kation dari subgolongan tembaga cenderung membentuk ion kompleks. dan cadmium (II) .pembagian ini yaitu kelarutan endapan sulfide dalam ammonium polisulfida.

Ion-ion ini membentuk kesetimbangan: Sn4+ + 6OH.co. Senyawa-senyawa timah (IV). ¿ ¿ kesetimbangan bergeser ke arah kiri. dan Zn direaksikan dengan HCl? . Timha (IV) dapat diubah menjadi timah (II) dengan cara direduksi. 2015. senyawa ini bisa sebagai ion timah (IV) atau sebagai ion hidroksostanan (IV).L. Apakah yang terjadi jika logam Pb. Jawaban Pertanyaan 1.Pdf.id. W. http ://www. Dalam larutan airnya. sedangkan dalam larutan basa kita dapatkan ion-ion tetrahidroksistanan (II) atau ion stanit. Analisa Kualitatif. CN-.Chemistry.Maryati. sedangkan dalam suasana basa kesetimbangan bergeser ke kanan. dan SCN-? Jawab: Cu2+ + Cl. endapan putih tersebut adalah endapan perak dan timbel.↔ OH ¿6 Sn ¿ ¿ 2−¿ . merupakan zat pereduksi yang kuat. G. Cu.→ CuCl2 Cu2+ + CN. 2. Svehla. dkk. Diktat Petunjuk Praktikum Analisis Senyawa Kimia. Ion Cu (II) dapat membentuk kompleks dengan berbagai ligan. Jakarta: PT.→ Cu(SCN)2 3. 1990. Timah (II) dapat diubah menjadi timah (IV) dengan cara dioksidasi karena timah (II) merupakan pereduksi yang kuat. Dalam larutan asam. Bagaimana cara mengetahui bahwa larutan mengandung ion Ag+ dan Pb2+? Jawab: cara mengetahui bahwa larutan mengandung ion Ag + dan Pb2+ yaitu dengan menambahkan larutan HCl (asam klorida) encer sehingga akan membentuk endapan berwarna putih. Yogyakarta: Laboratorium Kimia. biasanya tidak berwarna. Dalam larutan asam terdapat ion-ion timah (II). 4. Ag. bagaimana cara mengubah ion Sn (II) menjadi Sn (IV) dan sebaliknya? Jawab: Ion timah (II). Jelaskan kompleks Cu (II) yang terjadi dengan ligan Cl-. stani.→ Cu(CN2) Cu2+ + SCN. Kalman Media Pustaka. lebih stabil. Stano. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi Kelima Bagian I. Apakah perbedaan antara ion Sn (II) dan Sn (IV). Masterlon. 1990. H.

Bi3+. sedangkan ion ion Hg 2+ dengan gas H2S akan membentuk endapan hitam. Jelaskan perbedaan antara ion Hg+ dan ion Hg2+? Jawab: ion Hg+ dengan gas H2S akan membentuk endapan putih. Ag. dan Pb+? Jawab: jika anion klorida ditambahkan dalam larutan yang masing-masing mengandung kation Ag+. 7. AsO43-. jika dengan Hg + akan membentuk endapan hitam Hg2O. pada ion Bi3+ akan membentuk endapan hitam bismuth sulfida Bi2S2. 5. dan Pb+? Jawab: jika anion hidroksida ditambahkan dalam larutan yang mengandung kation Ag+ akan membentuk endapan coklat AgO. pada ion AsO43. 8. dan pada ion Sn2+ akan membentuk endapan coklat timah (II) sulfida SnCl2. pada ion Cu2+ akan membentuk hitam tembaga (II) sulfida CuS. dan jika dengan Pb+ akan membentuk endapan putih Pb(OH)2.Jawab: jika logam Pb. Lampiran .akan membentuk endapan kuning arsenik (III) sulfida As 2S3 . Hg+. Apakah yang terjadi jika anion hidroksida ditambahkan dalam larutan yang masingmasing mengandung kation Ag+. I. dan Zn direaksikan dengan HCl akan membentuk endapan putih. dan Sn2+? Jawab: jika gas hydrogen sulfide dialirkan dalam larutan yang mengandung ion Hg 2+ akan terbentuk endapan hitam HgS. Hg+. Hg+. Cu2+. Sb3+. Cu. Apakah yang terjadi jika gas hydrogen sulfide dialirkan dalam larutan yang masingmasing mengandung ion Hg2+. dan Pb+ akan terbentuk endapan putih. pada ion Sb3+ akan membentuk endapan merah-jingga stibium pentasulfida Sb 2S5. Apakah yang terjadi jika anion klorida ditambahkan dalam larutan yang masingmasing mengandung kation Ag+. 6.