You are on page 1of 4

Seleksi panelis

•Tahap-tahap seleksi adalah sebagai berikut :
1. Wawancara
Wawancara dapat dilaksanakan dengan tanya jawab atau kuesioner yang bertujuan untuk
mengetahui latar belakang calon termasuk kondisi kesehatannya.
2. Tahap Penyaringan
Tahap ini perlu dilakukan untuk mengetahui keseriusan, keterbukaan, kejujuran, dan rasa
percaya diri. Selain itu dapat dinilai pula tingkat kesantaian, kepekaan umum dan khusus
serta pengetahuan umum calon panelis.
3. Tahap Pemilihan
Pada tahap ini dilakukan beberapa uji sensorik untuk mengetahui kemampuan seseorang.
Dengan uji-uji ini diharapkan dapat terjaring informasi mengenai kepekaan dan
pengetahuan mengenai komoditi bahan yang diujikan.
4. Tahap Latihan
Latihan bertujuan untuk pengenalan lebih lanjut sifat-sifat sensorik suatu komoditi dan
meningkatkan kepekaan serta konsistensi penilaian.
5. Uji Kemampuan
•Setelah mendapat latihan yang cukup baik, panelis diuji kemampuannya terhadap baku
atau standar tertentu dan dilakukan berulang-berulang sehingga kepekaan dan
konsistensinya bertambah baik.

seleksi panelis
by billyjoeadam
Berdasarkan tingkat sensitivitas dan tujuan dari setiap pengujian dikenal beberapa macam
panel, sebagai berikut :

Panel ahli (highly trained experts)Seorang panelis ahli mempunyai kelebihan
sensorik, dimana dengan kelebihan ini dapat digunakan untuk mengukur dan

menilai sifat karakteristik secara tepat. Dengan sensitivitas tinggi seorang panel
ahli dapat menentukan mutu suatu bahan secar cepat dan tepat.

Panel terlatih (trained panel)Panel terlatih merupakan pilihan dan seleksi yang
kemudian menjalani latihan secar kontinyu dan lolos pada evaluasi kemampuan.
Tingkat sensitivitasnya tidak setinggi panelis ahli, namun kelompok ini sudah
dapat berfungsi sebagai alat analisis pada pengujian produk.

Panel tidak terlatih (untrained panel)Panel tidak terlatih dipakai untuk menguji
tingkat kesenagan pada suatu pruduk ataupun menguji tingkat kemauan untuk
mempergunakan auto produk.

Triangle test merupakan salah satu cara yang digunakan dalam seleksi panelis. Pada cara
ini calon diminta untuk melakukan pengujian sebanyak 2 pengujian setiap saat. Setiap
calon minimal diberikan 20 kali pengujian pada 10 saat pengujian yang berbeda. Pada
akhir penyaringan dilakukan rangking dari semua calon penguji berdasarkan prosentase
jawaban yang benar minimal 60 % yang dianggap memenuhi persyaratan untuk
mengikuti tahap berikutnya.
Dalam seleksi panelis meliputi beberapa tahap, yaitu tahap wawancara, tahap
penyaringan, tahap latihan dan tahap evaluasi kemampuan. Dalam seleksi panelis ini
digunakan tahap latihan karena latihan merupakan satu tahap yang sengaja dilakukan
dengan tujuan untuk :
1. Menyesuaikan/ membiasakan masing-masing individu pada tata cara pengujian.
2. Meningkatkan kemampuan masing-masing individu untuk mengenal dan
mengidentifikasi sifat-sifat indera yang diuji.
3. Meningkatkan sensitivitas dan daya ingat masing-masing individu sehingga hasil
pengujian lebih tepat dan konsisten.
4. Melatih agar ada pengertian yang sama tentang sifat-sifat yang akan dinilai,
criteria dan methoda pengujian yang digunakan serta memperkecil perbedaan
masing-masing penguji dalam memberikan penilaian.

Penampilan sampel akan sangat mempengaruhi hasil pengujian. Pada prinsipnya sampel
harus disajikan sedemikian rupa sehingga panelis menilai sampel berdasarkan sufat-sifat
yang terkandung dalam sampel tersebut. Keseragaman penampilan sampel dalam
pengujian perlu diperhatikan. Keseragaman dalam hal ini adalah keseragaman sifat-sifat
selain yang sedang dinilai, antara lain meliputi kuantitas sampel, wadah, sarana pengujian
dan suhu sampel.
Formulir instruksi kerja atau kuisioner berisi petunjuk apa yang harus dikerjakan oleh
panelis di dalam melakukan pengujian. Instruksi ini harus jelas, namun tidak terlalu
terperinci. Penjelasan yang terlalu lengkap dapat menimbulkan bias. Sebaliknya bila
instruksi kutang jelas atau sulit ditangkap, artinya panelis harus berpikir lama untuk
menafsirkan intruksi yang akan menurunkan konsentrasi panelis terhadap penilaian.
Dalam kondisi demikian, konsentrasi panelis terbagi ; sebagian untuk menafsirkan
perintah/ instruksi dan sebagian lagi untuk menilai sampel.

Seleksi panelis
Tahap awal dalam analisis deskriptif adalah seleksi panelis. Seleksi
merupakan teknik yang sangat tepat untuk mengukur atau menilai respon
individu terhadap suatu stimulus atau pengenalan karakteristik sensori
yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam analisis
deskriptif (Stone et al., 1997).
Sesi awal seleksi adalah prescreening questionnaire yang dilakukan untuk
mendapatkan data kandidat panelis mencakup waktu luang, kesehatan dan
kebiasaan makanan. Sesi selanjutnya adalah acuity test. Acuity test
dilakukan setelah diperoleh kandidat panelis. Acuity test yang dilakukan
pada magang kali ini, menggunakan tiga metode yaitu : (1) uji pengenalan
rasa dasar, aroma dan citarasa untuk mengetahui kemampuan kandidat
panelis dalam mengenali rasa dasar (manis, asam, asin, pahit dan umami)
dan mendeskripsikan sensasi aroma dan citarasa, (2) uji threshold rasa
dasar untuk mengetahui sensitivitas kandidat panelis terhadap

pembedaan

intensitas rasa dasar dan (3) uji intensitas rasa dasar untuk mengetahui
kemampuan kandidat panelis dalam mengenali perbedaan dan mengurutkan

intensitas rasa dasar. Proses seleksi panelis yang dilakukan pada
industri pangan yang bersangkutan dibagi menjadi dua bagian, yaitu
bagian pertama yang terdiri dari penyebaran kuesioner, uji

pengenalan

rasa dasar, uji intensitas rasa dasar, uji pengenalan aroma dan uji
pengenalan citarasa. Bagian kedua yaitu uji threshold rasa dasar.
a. Seleksi Panelis Bagian Pertama
Bagian pertama seleksi panelis diawali dengan penyebaran kuesioner
untuk melihat data dari orang-orang yang menjadi kandidat panelis. Data
tersebut terdiri dari waktu luang, kesehatan dan kebiasaan makan. Datadata yang diambil tersebut merupakan data yang dapat menjadi

bahan

pertimbangan apakah kandidat panelis tersebut dapat mengikuti proses
seleksi yang akan dilaksanakan.
b. Seleksi Panelis Bagian Kedua
Kandidat panelis yang lulus bagian pertama akan melanjutkan pada
seleksi panelis bagian kedua. Jumlah kandidat panelis yang mengikuti
bagian kedua sebanyak 29 orang. Uji yang dilakukan pada bagian kedua
yaitu uji threshold rasa dasar. Prinsip uji ini adalah mampu membedakan
intensitas lima rasa dasar dari 6 set uji segitiga untuk masing-masing
rasa, dari set dengan konsentrasi terkecil sampai dengan set uji yang
konsentrasi terbesar. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan bagian ini
selama dua minggu. Kandidat panelis lulus bagian ini

bila memenuhi

syarat minimal sensitif pada 2 dari 5 rasa yang diujikan. Untuk setiap
rasa dasar dilakukan enam set uji segitiga. Tingkat kesulitan semakin
bertambah dengan semakin kecilnya perbedaan konsentrasi larutan. Fungsi
seleksi panelis adalah : 1. Untuk mengetahui sensitivitas seseorang
terhadap suatu produk. 2. Merupakan tahap awal dari pelatihan uji
inderawi 9membantu mengenalkan