You are on page 1of 13

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jagung (Zea mays. L.) merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi
kehidupan manusia dan hewan. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga
merupakan bahan baku makanan ternak. Kebutuhan akan konsumsi jagung di
Indonesia terus meningkat. Hal ini didasarkan pada makin meningkatnya tingkat
konsumsi perkapita per tahun dan semakin meningkatnya jumlah penduduk
Indonesia. Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting,
namun tingkat produksi belum optimal.
Tanaman jagung tak hanya kaya serat, jagung juga sumber karbohidrat
kompleks, dan sejumlah zat gizi lainnya seperti vitamin B, dan C, karoten,
kalium, zat besi, magnesium, fosfor, omega 6, dan lemak tak jenuh yang dapat
membantu menurunkan kolesterol.
Jagung manis merupakan jenis tanaman yang disukai dan selalu di
pergunakan oleh masyarakat sebagai bahan masakan. Sehingga pasokan untuk
kebutuhan jagung harus senantiasa tersedia untuk konsumsi masyarakat. Akan
tetapi jagunng tidak digunakan sebagai makanan pokok di Indonesia karena kadar
lisin dan tryptopan sangat rendah. Jika dikonsumsi sangat banyak akan
menimbulkan penyakit radang tenggorakn (pellagra).Adapun tanaman jagung ini
biasanya digunakan sebagai bahan olahan makanan ringan.
Usaha peningkatan produksi jagung di Indonesia telah digalakan melalui
dua program utama yakni : Ekstensifikasi (perluasan areal) dan intensifikasi

dan K-Mg-SO4. baik sawah irigasi maupun lahan sawah tadah hujan melalui pengaturan pola tanam. Program peluasan areal tanaman jagung selain memanfaatkan lahan kering juga lahan sawah. Pupuk Dolomit adalah pupuk tunggal yang mengandung unsur hara Magnesium (Mg) dan unsur kalsium berbentuk tepung (Ca). sehingga apabila tidak diatur dengan baik akan mempengaruhi hasil tanaman. Usaha-usaha tersebut nyata meningkatkan produktivitas jagung terutama dengan penerapan teknologi inovatif yang lebih berdaya saing (produktif.. Kalium ditambahkan ke dalam tanah dalam bentuk garam-garam mudah larut seperti KC1.(peningkatan produktivitas). efisien dan berkualitas) telah dapat menghasilkan jagung sebesar 7 – 9 ton/ha seperti ditem ukannya varietas ungul baru dengan tingkat produktvitas tinggi dan metode manajemen pengelolaan tanaman dan sumberdaya secara terpadu. Tujuan Pratikum . Untuk itu pada pratikum kali ini dilakukan penanaman jagung guna mengetahui tentang pengaturan jarak tanam yang berpengaruh pada persaingan dalam penyerapan hara. air dan cahaya matahari. Dan pada praktikum ini juga guna untuk mengetahui pengaruh dari pupuk anorganik. Jarak tanam rapat mengakibatkan terjadinya kompetisi intra spesies dan antar spesies. K2SO4. Usaha peningkatan produksi jagung melalui program intensifikasi adalah dengan melakukan perbaikan teknologi dan manajemen pengelolaan. B. dengan rumus kimia CaMg (CO3)2. KNO3.

lemak. Tanaman jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika. Kingdom : Plantae Divisio : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotiledon Ordo : Poales Famili : Poaceae . 2000). Secara umum. Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. kalsium. dan mengandung banyak vitamin. selain gandum dan padi. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan yang penting. karbohidrat. protein. Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin. Di antaranya kalori.II. jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Taksonomi tanaman jagung Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. TINJAUAN PUSTAKA A. melalui kegiatan bisnis orang Eropa ke Amerika.

fisik dan kimia tanah.Genus : Zea Spesies : Zea mays L (Sepriliyana. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. . Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. 2010). Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. pengolahan tanah. dan pemupukan (Nuning Argo Subekti. dan akar kait atau penyangga. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung. Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya) bergantung pada varietas. semuanya di bawah permukaan tanah. Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. yaitu akar seminal. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. keadaan air tanah. akar adventif. Bobot total akar jagung terdiri atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal.dkk. kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. 2012). Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil.

Genotipe jagung yang mempunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000). Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. dkk. Bentuknya memanjang. Kepadatan bundles berkurang begitu mendekati pusat batang. Batang beruas-ruas. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. yaitu kulit (epidermis). (Nuning Argo Subekti. Stomata pada daun jagung berbentuk halter. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. jaringan pembuluh (bundles vaskuler). Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. dan lingkaran menuju perikarp dekat epidermis. tepi daun rata (integer). Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Teknik Produksi dan Pengembangan lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi dibawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah. merupakan bangun pita (ligulatus).Batang jagung tegak dan mudah terlihat. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang. Daun jagung adalah daun sempurna. yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel epidermis berbentuk kipas. namun tidak seperti padi atau gandum. Struktur ini berperan penting . 2012). berbentuk silindris. ujung daun runcing (acutus). dan pusat batang (pith). Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. sebagaimana sorgum dan tebu. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama.

Bunga betina tersusun dalam tongkol.dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. 2012). Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl. (Nuning Argo Subekti. Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari yang penting dalam masa pertumbuhan. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus.67. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Pada jagung. Daerah yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung yaitu daerah beriklim sedang hingga beriklim subtropik/tropis basah. Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae. pH tanah antara 5. namun tanah yang gembur. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. (Nuning Argo Subekti. Pada lahan yang tidak beririgasi. dkk.5. berupa karangan bunga (inflorescence). Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 500LU-400LS. di antara batang dan pelepah daun. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %. 2012). Suhu yang dikehendaki tanaman jagung untuk pertumbuhan terbaiknya antara 270-320 C (Purwono dan Hartono. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman. 2005). Aerasi dan ketersediaan air baik. yang disebut floret. subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. Tongkol tumbuh dari buku. dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). kemiringan tanah kurang dari 8%. . pertumbuhan tanaman memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan selama masa pertumbuhan. dkk.

2009). 2010). fisik maupun fisiologinya. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat (Sirait.2 meter. 1989). dibuat parit untuk memasukkan dan mengalirkan air ke tempat penanaman (Yudiwanti. 1959). Pada tanah berat dengan kelebihan air. tidak tercampur benih lain. . Pada waktu pengolahan lahan. dan tinggi 15-20 cm antara dua bedeng. Ukuran bedengan adalah lebar 1-1.Pembuatan bedengan dilakukan setelah tanah diolah. Morfologi tanaman jagung 1. perlu dibuat (drainase) pembuatan saluran dan pembubunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air (Poehlman. tetapi cukup lembab hingga mudah dikerjakan. Bedengan dilengkapi dengan saluran pembuangan air. keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah. baik mutu genetik. sampai tanah cukup gembur. tidak mengandung kotoran. Panjang 3-5 meter. Tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak memerlukan pengerjaan tanah. B. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. tidak tercemar hama dan penyakit). Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman (Burhanuddin. Akar Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi.

Bunga betina tersusun dalam tongkol (Sinuraya.2. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. namun tidak seperti padi atau gandum. 3. 1993). Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae. Batang beruas-ruas. 4. Bunga Jagung memiliki bunga jantandan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Daun Daun jagung adalah daun sempurna. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman. Batang jagung Batang jagung tegak dan mudah terlihat. yang khas dimiliki familia Poaceae. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Stomata pada daun jagung berbentuk halter. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. sebagaimana sorgum dan tebu. Bentuknya memanjang. 1989). dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. berupa karangan bunga (inflorescence). . Pada jagung. 1999). yang disebut floret. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin (Irfan. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada selsel daun (Puslitbangtan. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas.

lahan miring > 8%. 2000). Syarat tumbuh tanaman jagung 1. subur dan kaya humus. Aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Pemumpukan .6 – 7. Sinar matahari cukup dan tidak ternaungi Suhu 21-340C.5. Jenis tanah: andosol. optimum 23-270C. D. curah hujan ideal 85-200 mm/bulan dan harus merata.000-1800 m dpl. latosol. Tanah Tanah gembur. satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Tanah grumosol memerlukan pengolahan tanah yang baik. 2003). Tanah terbaik bertekstur lempung/liat berdebu. Pada umumnya. Iklim Iklim sedang hingga daerah beriklim basah. C. Tongkol. dan disebut sebagai varietas prolifik. 2. Pada lahan tidak beririgasi. grumosol. 1999). perlu di teras. dan tanah berpasir. Tinggi tempat 1. pH tanah 5. Kemiringan ≤ 8%. Perkecambahan benih memerlukan suhu ± 300C (Effendi. di antara batang dan pelepah daun. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya protandri (Soemadi.5. Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif. optimum 0-600 m dpl (Sukarsono. Tongkol tumbuh dari buku.

yaitu selain hanya mempunyai unsur makro. Kalium Menurut Buckman dan Brady (1992). (2) Kebutuhan tanaman akan hara dpat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat. Pupuk anorganik atau pupuk buatan dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk anorganik mempunyai kelemahan. Misalnya urea berkadar N 45-46% (setiap 100 kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen) (Lingga dan Marsono. Ada beberapa keuntungan dari pupuk anorganik. Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu unsur hara misalnya pupuk N. pupuk anorganik ini sangat sedikit ataupun hampir tidak mengandung unsur hara mikro (Lingga dan Marsono. 2004). N + K. P + K. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara misalnya N + P. pupuk P. berbagai bentuk kalium dalam tanah digolongkan atas dasar ketersediaannya menjadi 3 golongan besar yaitu bentuk .Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik berkadar hara tinggi. dan (4) Pupuk anorganik mudah diangkut karena jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan pupuk organik. N + P + K dan sebagainya (Hardjowigeno. 1. (3) Pupuk anorganik tersedia dalam jumlah cukup. 2000). 2000). yaitu (1) Pemberiannya dapat terukur dengan tepat. pupuk K dan sebagainya.

Menurut Hakim. Di dalam tanah. KNO3. 1992). bahwa peranan kalium secara fisiologis adalah metabolisme karbohidrat. pencucian kalium oleh air. konveksi. mudah tersedia. Mekanisme penyerapan K mencakup aliran massa. Unsur ini diserap tanaman dalam bentuk ion K+ dan dapat dijumpai di dalam tanah dalam jumlah yang bervariasi. Persediaan kalium di dalam tanah dapat berkurang oleh tiga hal. dan erosi tanah (Novizan. K2SO4. lebih lanjut dijelaskan oleh Mulyani (1999). dan K-Mg-SO4. air irigasi serta larutan dalam tanah. mengawasi dan mengatur kegiatan . Kandungan kalium sangat tergantung dari jenis mineral pembentuk tanah dan kondisi cuaca setempat. Bagi tanaman. 2002). dan lambat tersedia. Sekitar 1-10% terjebak dalam koloid tanah karena kaliumnya bermuatan positif. yaitu pengambilan kalium oleh tanaman. dan pupuk buatan. ion K bersifat sangat dinamis dan juga mudah tercuci pada tanah berpasir dan tanah dengan pH yang rendah. yakni pembentukan pemecahan. dan serapan langsung dari permukaan zarah tanah (Poerwowidodo. Senyawa yang mengandung sebagian besar bentuk kalium ini adalah feldspat dan mika. dkk (1986). namun jumlahnya dalam keadaan tersedia bagi tanaman biasanya kecil. metabolisme nitrogen dan sintesis protein. bahwa sumber-sumber kalium adalah beberapa jenis mineral.relatif tidak tersedia. ketersediaan kalium pada posisi ini agak lambat. sisa-sisa tanaman dan jasad renik. dan translokasi pati. difusi. Kalium ditambahkan ke dalam tanah dalam bentuk garam-garam mudah larut seperti KC1.

ukuran tongkol menjadi lebih kecil. produk dari fotosintesis . Dimana Magnesium sangat dibutuhkan oleh tanaman sebagai penyusun Klorofil dan berperan dalam respirasi tanaman. Pada tanaman jagung. 2. Pupuk Dolomit Pupuk Dolomit adalah pupuk tunggal yang mengandung unsur hara Magnesium (Mg) dan unsur kalsium berbentuk tepung (Ca).berbagai unsur mineral. 2002). 2002). mempercepat proses pertumbuhan jaringan meristematik. mengatur pergerakan stomata dan hal-hal yang berhubungan dengan air. dengan rumus kimia CaMg (CO3)2. Daun mengerut (Keriting) dimulai dari daun tua. dengan meningkatnya Ca dan Mg memacu turgol sel dan pembentukan khlorofil sehingga proses fotosintesis menjadi lebih meningkat. Pada buah. Pemberian dolomit dapat menambah ketersediaan Ca dan Mg dalam tanah. Kekurangan Magnesium (Mg) pada umumnya dapat menyebabkan daun tua berwarna hijau kekuningan pada sisi yang terkena sinar matahari. Defisiensi kalium agak sulit diketahui gejalanya. kuning kecoklatan lalu kering (Novizan. 1999). netralisasi asam-asam organik penting secara fisiologis. mengaktifkan berbagai enzim. gejalanya daun terlihat kaput lebih tua. maupun pengaktifan enzim. warna buah tidak merata dan biji buah menjadi kisut (Novizan. karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda (Mulyani. muncul warna kuning pada pinggir dan di ujung daun yang akhirnya mengering dan rontok.

Jenis kapur yag digunakan antara lain: Captan (calcit) dan Dolomit (Novizan. sehingga pemberian dolomit semakin banyak juga meningkatkan pembentukan jumlah bintil akar. hasil dan proses fotosintesis ini sebagian digunakan oleh bakteri bintil akar untuk pertumbuhannya. Fungsi untuk menaikkan pH tanah dan mencegah kekurangan unsur hara makro maupun mikro. DAFTAR PUSTAKA . umumnya antara 1-2 ton kapur per hektar. Dosis pengapuran bergantung kisaran angka pH-nya.juga meningkat. 2002).