You are on page 1of 51

PEMICU 4 ETIKA

SILVINA ISDITYA

Sistematik Pemeriksaan
Forensik Khusus Korban
Perlukaan

• Menentukan identitas
• Menentukan jenis luka
• Menentukan jenis kekerasan yang
menyebabkan luka
• Menentukan kualifikasi luka

Menentukan Jenis Luka
• Pembagian luka pada tubuh jasmani:










Luka iris, sayat
Luka tusuk
Luka bacok
Luka robek
Luka tembak
Luka lecet
Luka memar
Luka bakar
Luka listrik
Patah tulang
Luka tangkis

luka terbuka

• Luka pada jiwa/ rohani
– KUHP ps 351 ayat 4: “Dengan
penganiayaan disamakan merusak
kesehatan dengan sengaja”
– KUHP ps 90: “Salah satu keadaan
yang dimaksudkan dengan luka
berat adalah terganggunya daya
fikiran selama empat minggu lebih”
– Diperlukan pemeriksaan psikiatris
untuk mengetahui apakah korban
menderita gangguan jiwa sebagai
akibat perlakuan orang lain

Menentukan Jenis
Kekerasan yang
Menyebabkan Luka

• Jenis kekerasan:
– Kekerasan
– Kekerasan
– Kekerasan
– Kekerasan

mekanik
fisik
kimiawi
jiwa

• Dokter hanya dapat menjelaskan
mengenai jenis kekerasan saja
• Satu benda dapat menyebabkan
lebih dari satu jenis luka

Menentukan Kualifikasi
Luka
• Untuk memenuhi UU KUHP:
– Ps
– Ps
– Ps
– Ps
– Ps

351
352
353
354
360

ayat
ayat
ayat
ayat
ayat

1 dan ayat 2
1
2
1
1 dan ayat 2

• 3 kualifikasi luka:
– Luka yg tidak mengakibatkan penyakit atau
halangan dalam melakukan pekerjaan atau
jabatan
– Luka yg mengakibatkan penyakit atau halangan
dalam melakukan pekerjaan atau jabatan untuk
sementara waktu
– Luka yg dimaksudkan dalam KUHP ps 90:
• Penyakit atau luka yg tak dapat diharapkan akan
sembuh
dengan
sempurna
atau
yg
dapat
mendatangkan bahaya maut
• Senantiasa tidak cakap mengerjakan pekerjaan jabatan
atau pekerjaan pencaharian
• Tidak dapat lagi memakai salah satu panca indra
• Mendapat cacat besar
• Lumpuh (kelumpuhan)
• Akal (tenaga paham) tidak sempurna lebih lama dari
empat minggu
• Gugurnya
atau
matinya
kandungan
seorang
perempuan

Penentuan Umur Luka
• Dilakukan atas dasar sifat-sifat yang
terdapat pada luka yang diperiksa
• Memar luas dan dalam  merah atau
merah gelap untuk beberapa hari atau
minggu
• Memar superfisial  berwarna merah,
merah gelap atau hitam  jika memar
baru, tidak > 24 jam
• Akhir minggu pertama: kehijauan 
berakhir sampai akhir minggu kedua 
timbul warna kuning
• Memar tidak besar  hilang pada akhir
minggu keempat

Kekerasan Mekanik dan Artinya
bagi Penyidikan
Jenis kekerasan
mekanik

Jenis luka

Hubungan dengan
cara kematian

Tajam

a. Iris, sayat
b. Tusuk
c. Bacok

Pembunuhan, bunuh
diri
Pembunuhan, bunuh
diri
Pembunuhan

Tumpul

a. Lecet

Kecelakaan,
pembunuhan, bunuh
diri
Kecelakaan,
pembunuhan
Kecelakaan,
pembunuhan

b. Memar
c. Robek

Senjata api

a. Luka tembak

Pembunuhan, bunuh
diri, kecelakaan

• Luka akibat benda tajam yang sering
dijumpai:
– Luka iris (incised wound, cut, slash, slice)
– Luka tusuk (penetrating wound, stab puncture,
perforation)

• Memar atau luka memar:
pengumpulan darah dalam jaringan yg
terjadi sewaktu orang masih hidup (intra
vital), dikarenakan pecahnya pembuluh
darah (kapiler), akibat kekerasan benda
tumpul

• Memar dapat berpindah ke tempat
lain karena darah mengalir mencari
tempat yg lebih rendah, kekerasan
mekanik mengenai jaringan longgar,
atau korban usia tua
• Pada beberapa keadaan, luka memar
dapat memberikan gambaran dari
bentuk benda (permukaan) yang
mengenai tubuh

• Ciri luka akibat benda tajam:
– Keadaan sekitar luka tenang tidak ada
luka lecet atau memar
– Luka rata dan dari sudut-sudut luka yg
runcing seluruhnya atau hanya sebagian

• Ciri luka robek akibat benda tumpul:
– Sekitar luka tidak tenang
– Terdapat memar atau lecet
– Tepinya tidak rata
– Terdapat jembatan jaringan
– Pada daerah yg berambut akan tampak
akar rambut yg hancur atau terangkat

Kekerasan Fisik & Artinya bagi
Penyidikan
Jenis kekerasan
fisik

Jenis luka

Hubungan dengan
cara kematian

Listrik

a. Electric mark
b. Joule burn
c. Exogenous burns

Kecelakaan,
pembunuhan
Kecelakaan,
pembunuhan
Kecelakaan

Petir

a. Surface burns
b. Linear burns
c. Arborescence/
filigree-burns

Kecelakaan
Kecelakaan
Kecelakaan

Suhu tinggi

a. Luka bakar (dry
heat)
b. Luka bakar (scaid)

Kecelakaan, bunuh
diri, pembunuhan
Kecelakaan,
pembunuhan

a. Frostbite,

Kecelakaan

Suhu rendah

Kekerasan Kimiawi dan Artinya
bagi Penyidikan
Jenis kekerasan
kimiawi
Asam organik
1.As. Karbol (phenol)
2.As. Oksalat

Asam an organik
1.As. Sulfat, as.
Khlorida

Luka bakar pada
kulit/ mukosa

Hubungan dengan
cara kematian

Abu-abu keputihputihan
Abu-abu kehitamhitaman

Bunuh diri,
kecelakaan
Bunuh diri,
kecelakaan

Abu-abu kemudian
menjadi hitam coklat

2.As. Nitrat
Kausatik alkali

Garam logam berat

Abu-abu keputihputihan

Bunuh diri,
kecelakaan,
pembunuhan
Bunuh diri,
kecelakaan
Bunuh diri,
kecelakaan,
pembunuhan






6 cara mendeteksi tidak berfungsinya sistem
kardiovaskuler :
Denyut nadi berhenti pada palpasi.
Detak jantung berhenti selama 5-10 menit
pada auskultasi.
Elektro Kardiografi (EKG) mendatar/flat.
Tes magnus : tidak adanya tanda sianotik pada
ujung jari tangan setelah jari tangan korban
kita ikat.
Tes Icard : daerah sekitar tempat penyuntikan
larutan Icard subkutan tidak berwarna kuning
kehijauan.
Tidak keluarnya darah dengan pulsasi pada
insisi arteri radialis.

Traumatologi
(Kecederaan)
Traumatologi (kecederaan) adalah putusnya atau
rusaknya kontinuitas jaringan akibat trauma /
injury.

Ada
3
pembagian
(kecederaan), yaitu :
Kimia
Mekanik
4 penyebab mekanik
tjdnya trauma:
1. Kekerasan benda
tumpul
(blunt
force
injury).
2. Kekerasan benda
tajam.
3. Senjata api.
4. Bahan peledak /
bom.
jenis luka akibat
kekerasan benda
tumpul yaitu:
1. Luka lecet
(abrasion) : tekan,
geser & regang
2. Luka memar

2
penyebab
kimia
tjdnya
trauma :
1. Asam kuat
2. Basa kuat

jenis
luka
akibat
kekerasan
benda
tajam,yaitu :
1. Luka iris / luka sayat
(incissed wound)
2. Luka tusuk (stab
wound)
3. Luka bacok (chop

traumatologi
Fisik
Ada 3 penyebab fisik
tjdnya trauma :
1.
Suhu
(thermal
burn)
2. Listrik (electrical
burn)
3.
Petir
(lightning/eliksem)
jenis suhu yang
menyebabkan
trauma
(kecederaan),
yaitu :
1. Trauma dingin
(cold trauma)
2. Trauma panas
(heat
trauma)
:
scald / moist heat &

Luka akibat kekerasan benda
tumpul

Memar( kontusio, hematom): suatu perdarahan dalm jaringan bawah
kulut/ kutis akibat pecahnya kapiler dan vena , yang disebabkan oleh
kekerasan benda tumpul.
Luka lecet (ekskoriasi, abrasi): luka akibat cedera pada epidermis yang
bersentuhan dengan benda yg memiliki permukaan kasar atau runcing .
– Luka lecet gores : diakibatkan oleh benda runcing (misalnya kuku
jari yang menggores kulit) yg menggeser permukaan
kulit(epidermis) di depannya dan menyebabkan lapisan tersebut
terangkat  menunjukkan arah kekerasan yg terjadi.
– luka lecet serut : variasi dari luka lecet gores yang daerah
persentuhannya dengan permukaan kulit lebih lebar. Arah kekerasan
ditentukan : melihat tumpukan epitel
– Luka lecet tekan : penjejakan benda tumpul pada kulit . Ct : daerah
kulit yang kaku dengan warna lbh gelap dr sekitarnya akibat menjadi
lebih padatnya jaringan yang tertekan serta terjadinya pengeringan
yg berlangsung pasca mati.

– Luka lecet geser : tekanan linier pada kulit
disertai gerakan bergeserc, misal pada kasus
gantung atau jerat serta pada korban pecut.
• Luka robek : luka terbuka akibat trauma benda
tumpul , yang menyebabkan kulit teregang ke satu
arah dan bila batas elastisitas kulit
terlampauimaka akan terjadi robekan pd kulit.
ciri : bentuk tidak beraturan, tepi atau dinding
tidak rata, tampak jembatan jaringan antara kedua
tepi luka, bntuk dasar luka tdk beraturan, sering
tampak luka lecet atau luka memar disisi luka.

Luka Robek

Luka Iris

Memar dan lecet

+

-

Rambut

Utuh

Terpotong

Jembatan
jaringan

+

-

Sudut/tepi luka

Tumpul

Tajam

• Cedera kepala : tulang tengkorak yg tdk terlindungi
oleh kulit hanya mampu menahan benturan sampai
40 pound/ inch.dilindungi : 425900 pound/inch.
– Perdarahan epideral : cedera kepala yg
mnimbulkan patah tulang tengkorak yg melewati
sulcus a. meningea media.
– Perdarahan subdural : robeknya sinus , vena
jembatan , arteri basilaris atau berasal dari
perdarahan subarakhnoid
– Perdarahan subarakhnoid: berasal dari fokus
kontusio/ laserasi jaringan otak.

MEMAR
• Adalah suatu perdarahan dalam jaringan mawah
kulit/ kutis akibat pecahnya kapiler & vena, yg
disebabkan o/ kekerasan benda tumpul.
• Akibat gravitasi, lokasi hematom mungkin
terletak jauh dari letak benturan, misalnya
kekerasan benda tumpul pd dahi menimbulkan
hematom palpebra.
• Umur luka memar secara kasar dapat
diperkirakan melalui perubahan warna:



Saat timbul: merah  ungu/ hitam
4-5 hari kemudian: hijau
7-10 hari: kuning
14-15 hari: menghilang.

Hematom Ante Mortem vs Livor
Mortis
• Hematom ante mortem yg timbul bbrp saat
sblm kematian biasanya akan menunjukkan
pembengkakan & infiltrasi darah dalam
jaringan  dpt dibedakan dr lebam mayat
dgn melakukan penyayatan kulit.
• Pd lebam mayat (hipostasis pascamati) darah
akan mengalir keluar dr P.D yg tersayat  bila
dialiri air  penampang sayatan akan tampak
bersih, sedangkan pd hematom penampang
sayatan tetap berwarna merah kehitaman.
• Tetapi harus diingat bahwa pd pembusukan jg
tjd ekstravasasi darah yg dpt mengacaukan
pemeriksaan ini.

Perbedaan hematom & lebam
mayat
HEMATOM

LEBAM MAYAT

Kejadian intravital

Kejadian post mortem

Terdapat pembengkakan

Pembengkakan (-)

Darah tidak mengalir

Darah akan mengalir keluar dari pembuluh
darah yang tersayat

Penampang sayatan nampak merah
kehitaman

Jika dialiri air penampang sayatan nampak
bersih

Luka akibat kekerasan benda
setengah tajam
Cedera akibat kekerasan benda tumpul yang
mempunyai tepi rata , misalnya tepi meja,
lempengan besi, gigi, dsb.ciri: luka tumpul,
bntuknya beraturan
• Jejas- gigit (bite-mark): luka lecet atau tekan
berbentuk garis lengkumg terputus-putus.
– Korban hidup : kula umumnya “baik” bentuk
dan ukurannya sampai 3 jam pasca trauma ,
stelah itu dapat berubah bentuk akibat
elastisitas kulit

Luka akibat kekerasan benda
tajam
• Gambaran luka : tepi & dinding luka
rata, berbentuk garis, tidak terdapat
jembatan jaringan dan dasar luka
berbentuk garis atau titik.
• Dapat berupa luka iris atau sayat,
luka tusuk dan luka bacok.

Umumnya luka akibat kekerasan benda tajam pada
kasus pembunuhan , bunuh diri, atau kecelakaan
memiliki ciri :
Pembunuh Bunuh diri Kecelakaa
an
n
Lokasi luka

Sembarang Terpilih

Terpapar

Jumlah luka Banyak

Banyak

Tunggal/
banyak

Pakaian

Terkena

Tidak
terkena

Terkena

Luka
tangkis

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Luka
percobaan

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Cedera

Mungkin

Tidak ada

Mungkin

*dengan perkelahian

Luka akibat tembakan senjata
api
• Senjata api : senjata yg menggunakan tenaga hasil
peledakan mesiu, dapat melontarkan proyektil (anak
peluru) yg berkecepatan tinggi melalui larasnya.
• Luka tembak
– LTM :
• LTM jarak jauh : dibentuk komponen anak peluru
• LTM jarak dekat : komponen anak peluru dan butir- butir mesiu yg tdk
habis terbakar
• LTM jarak sgt dekat: komponen anak peluru butir mesiu, jelaga dan
panas/ api.
• LTM tempel : dibentuk seluruh komponen dan jejas dan jejas laras.

– LTK :
• LTK >LTM = deformitas anak peluru , bergoyangnya anak peluru dan
terikutnya jaringan tulang yg pecah keluar dari LTK.
• LTK<LTM= luka tembak tempel/ kontak atau pada anak peluru yg
kehabisan tenaga pada saat akan keliar meninggalkan tubuh

Luka akibat suhu/
temperatur
• Luka bakar terjadi akibat kontak kulit
dengan benda bersuhu tinggi .
• Kerusakan kulit bergantung dari tinggi suhu
& lama kontak
• Kontak kulit dengan uap air panas selama 2
detik mengakibatkan suhu kulit pada
kedalaman 1 mm dapat mncapai 66 C,
sdgkn pd ledakan bensin mncapai 47 C.
luka bakar tejd pada : 43-44 C(kontak
cukup lama)

• luka bakar yg terjadi digolongkan :
– Eritema
– Vesikel dan bullae
– Nekrosis koagulatif
– Karbonisasi
• Kematian pd luka bakar :
– Syok neurogen ; commotio neurovascularis
– Gangguan permeabilitas akibat
penglepasan histamin dan kehilangan
NaCl kulit yg cepat (dehidrasi)

• Pemaparan terhadap suhu rendah (puncak
gunung) dapat menyebabkan kematian
mendadak.
• Mekanisme: kegagalan pusay pengatur
suhu maupun akibat rendahnya disosiasi
oxy-Hb.
• Pada kulit terjadi luka dengan drajat
kelainan:
– Hiperemia
– Edema dan vesikel
– Nekrosis
– Pembekuan disertau kerusakan jaringan

Luka akibat trauma listrik
• Faktor yg berperan : tegangan, kuat arus,
tahanan kulit, luas dan lama kontak.
• Luka : kerusakan lapisan tanduk kulit sbgai
luka bakar dengan tepi yg menonjol , di
sekitarnya terdapat daerah yg pucat
dikelilingi oleh kulit yg hiperemi. Bentuk
sesuai benda penyebab, metalisasi.
• Kematian : fibrilasi ventrikel, kelumpuhan
otot pernapasan dan kelumpuhan pusat
pernapasan.

Luka akibat petir
• Petir: loncatan arus listrik tegangan tinggi antar awan
dengan tanah . Tegangan: 10 MV, kuat arus 100000 A.
• Pada korban akan ditemukan :
– aboresent mark (kemerahan kulit seperti
percabangan pohon ),
– metalisasi(pemindahan partikel metal dari benda
yg dipakai ke dalam kulit)
– magnetisasi(benda metal yg dipakai berubah
menjadi magnet)
– Pakaian sering terbakar dan robel-robek akibat
ledakan /panas .

Luka akibat tekanan udara
• Barotrauma aural : rasa nyeri ringan dan
berdengung pada telinga yg sering dijumpai
pada saat pesawat lepas landas atau pada
saat akan mendarat atau waktu menyelam.
• Barotrauma pulmoner: dapat berkembang
menjadi
empfisema,
pneumotoraks,
kerusakan jaringan paru dan emboli udara
• Penyakit dekompresi : reaksi fisiologis
terhadap tekanan tinggi. Gejala utama :
nyeri, pusing, paralisis, napas pendek,
kelelahan ekstremitas dan kolaps.

Luka akibat trauma bahan
kimia
• Efek korosif dari asam kuat dan basa kuat
• Asam kuat : mengkoagulasikan protein 
luka korosif yg kering , keras seperti kertas
perkamen .
• Basa
kuat

membentuk
reaksi
penyambungan
intra
sel
sehingga
menimbulkan luka basah , licin, dan
kerusakan akan terus berlanjut sampai
dalam.
• Bentuk luka : sesuai dengan mengalirnya
bahan cair tersebut.

Luka akibat radiasi dan trauma
akustik
• Sangat jarang terjadi
• Umumnya tidak berkaitan dgn
kedokteran forensik

Ada 9 hal yang penting kita periksa, catat &
laporkan pada kasus trauma (kecederaan), yaitu :
1. Memotret korban.
2. Menghitung jumlah luka.
3. Menentukan lokasi luka.
4. Mengukur luka.
5. Menentukan sifat / ciri-ciri luka.
6.Mencari benda asing : pecahan kaca, ujung pisau
yg patah.
7. Menentukan intravitalitas luka.
8.Memperkirakan luka sebagai penyebab kematian
korban atau bukan.
9.Memperkirakan cara terjadinya luka apakah
kasus pembunuhan, bunuh diri, atau kecelakaan .

• Lokasi luka ditentukan berdasarkan garis
aksis & garis ordinat. Garis aksis adalah
garis hayal yang mendatar melalui umbilikus
atau papilla mammae atau ujung skapula.
Garis ordinat adalah garis hayal yang melalui
sternum atau vertebra.
• U/ luka tembak, menentukan lokasi luka dgn
cara mengukur dari tumit kemudian ukur
jaraknya dari garis yg melalui tulang dada/
punggung pada sebelah kanan atau kirinya.
Berguna u/ rekonstruksi bila korban tertembak
pada posisi berdiri & u/ mencari anak peluru
atau persembunyian sii penembak .
• Ukuran luka ditentukan dgn mengukur
panjang luka & kedalaman luka.

Ada 5 hal yang penting kita periksa u/
menggambarkan sifat-sifat atau ciriciri luka si korban,yaitu :
1. Sudut luka, tepi luka dan dasar luka.
2. Ada tidaknya jembatan jaringan.
3. Terpotong tidaknya rambut pada
luka korban.
4. Ada tidaknya memar atau lecet di
sekitar luka.
5. Ada tidaknya sesuatu yang keluar
dari luka.

PENYIDIKAN PD KASUS
PENEMBAKAN
• Memperoleh kejelasan permasalahan :
– Apakah luka yg diperiksa memang benar luka
tembak
– Apakah luka tembak tsb luka tembak msk atau
keluar
– Termsk jns apa senjata yg menyebabkan luka
– Pd jrk brp penembakan dilakukan
– Dr arah mana penembakan dilakukan
– Bagaimana posisi korban & posisi penembak
– Apakah penembakan tsb yg menyebabkan kematian
– Brp x korban terkena tembakan

LUKA TEMBAK MASUK
• Akibat api (flame effect) : luka bakar, dmnkulit
yg terbakar terlihat kering, hangus, kaku pd
perabaan
• Akibat asap (smoke effect) : kelim jelaga tampak
sbg lap kelabu kehitaman disekitar lubang luka,
mdh dihapus
• Akibat butir2 mesiu (gun powder effect) : kelim
tatto tampak bintik2 hitam bercampur luka lecet
& perdarahan, tdk dpt dihapus
• Akibat anak peluru (bullet effect) : luka terbuka
dikelilingi kelim lecet, bl senjata sering
dibersihkan akan didapat pula kelim kesat/lemak

• Akibat partikel logam (metal effect) : luka
lecet/robek kcl disekitar lubang luka
• Akibat moncong senjata (muzzle effect) :
jejas laras yg tjd pd kasus luka tembak
tempel, tampak sbg luka lecet tekan atau
memar yg bentuknya sesuai moncong
senjata
• Kel patah tulang : tampak jls pd tulang
pipih, dmn kerusakan pd tulang bag luar
lbh kcl dibanding yg dlm

LUKA TEMBAK KELUAR
• Memberikan informasi :
– Arah tembakan
– Sikap dr korban pd saat penembakan
– Jmlh peluru yg msh terdapat pd tubuh
korban

Fk yg mempengaruhi bsrnya
luka tembak keluar :
– Kecepatan anak peluru wkt keluar
– Luas permukaan anak peluru
– Pergerakan
anak
peuru
yg
tdk
beraturan dlm tubuh
– Ada tdknya frakmen tulang yg ikut
keluar
– Ada tdknya tulang dibawah kulit
tempat luka tembak keluar
– Ada tdknya benda yg menekan kulit pd
tempat keluar anak peluru

Luka tembak masuk

Luka tembak keluar

Ukurannya kecil (berupa satu
titik/stelata/bintang), karena peluru
menembus kulit seperti bor dengan
kecepatan tinggi

Ukurannya lebih besar dan lebih tidak
teratur dibandingkan luka tembak masuk,
karena kecepatan peluru berkurang
hingga menyebabkan robekan jaringan.

Pinggiran luka melekuk kearah dalam
karena peluru menmebus kulit dari luar
Pinggiran luka mengalami abrasi
Bisa tampak kelim lemak.
Pakaian masuk kedalam luka, dibawa
oleh peluru yang masuk.
Pada luka bisa tampak hitam, terbakar,
kelim tato atau jelaga.
Pada tulang tengkorak, pinggiran luka
bagus bentuknya.
Bisa tampak berwarna merah terang
akibat adanya zat karbon monoksida.
Disekitar luka tampak kelim ekimosis.

Pinggiran luka melekuk keluar karena
peluru menuju keluar.
Pinggiran luka tidak mengalami abrasi.
Tidak terdapat kelim lemak
Tidak ada
Tidak ada
Tampak seperti gambaran mirip kerucut
Tidak ada
Tidak ada

Luka tembak masuk

Luka tembak keluar

Perdarahan hanya sedikit.
Pemeriksaan radiologi atau analisis
aktivitas netron mengungkapkan
adanya lingkaran timah atau zat besi di
sekitar luka.

Perdarahan lebih banyak
Tidak ada

KONTAK
1.Keras,
dangkal
disekitar
tulang

2.Keras, tdk
dangkal
disekitar
tulang
3.longgar

SENAPAN

PISTOL

Penampakkan
”eksplosif” Jelaga
pada tepi luka dan
dalam di dalam
jaringan, di atas
tulang
Gambaran moncong
senjata
Defek sirkular
Jelaga pada jaringan
yang lebih dalam
Korona (ditambah
dengan 2)

Penampakkan
”eksplosif”
Jelaga pada tepi
luka dan dalam di
dalam jaringan, di
atas tulang
Gambaran moncong
senjata
Defek sirkular
Jelaga pada jaringan
yang lebih dalam
Sama dengan 2

JARAK
DEKAT

Jelaga (gas
mesiu)
Bubuk mesiu
bebas

Jelaga (gas mesiu)
Terbakar (gas mesiu)
Bubuk mesiu bebas
Tanda gumpalan cabang

JARAK
SEDANG

Kelim tato
(bubuk mesiu)

Kelim tato (bubuk mesiu)
Tepi luka yang tidak rata
Stippling (isi plastik pada
selongsong)

JARAK JAUH

Luka saja

Luka tidak rata dengan
defek satelit
Makin jauh jarak tembak:
satelit makin banyak,
terlihat penggumpalan

VeR PADA KASUS PERLUKAAN
• Terhadap setiap pasien yang diduga korban
tindak pidana meskipun belum ada surat
permintaan VeR dari polisi, dokter harus
membuat catatan medis atas semua hasil
pemeriksaan medisnya secara lengkap dan
jelas shg dapat digunakan untuk pembuatan
VeR
• Umumnya:
– Luka ringan: datang ke dokter setelah melapor
ke penyidik shg membawa surat permintaan VeR
– Luka sedang-berat: datang ke dokter lebih dulu

• Bagian Pemberitaan
– Disebutkan KU korban sewaktu datang
– Luka2 / cedera / penyakit yang ditemukan
pada pem. Fisik: letak, jenis, sifat luka,
ukuran luka
– Pemeriksaan penunjang
– Tindakan medis yg dilakukan
– Riwayat perjalanan penyakit selama
perawatan
– Keadaan akhir saat perawatan selesai
– Gejala yang dpt dibuktikan scr objektif
dapat dimasukkan dalam VeR

Visum et Repertum korban hidup  visum yg
diberikan u/ korban luka-luka k/ kekerasan,
keracunan, perkosaan, psikiatri.
• Visum et Repertum lgsg  Langsung
diberikan stlh pemeriksaan Korban, contoh
VetR Jenasah.
• Visum et Repertum sementara
– VetR yg diberikan pd korban yg msh
dirawat
– VetR yg diterbitkan belum ada
kesimpulan
k/ menunggu observasi lebih lanjut.

– Ada 5 manfaat dibuatnya VetR sementara, yaitu
• Menentukan apakah ada tindak pidana atau
tidak
• Mengarahkan penyelidikan
• Berpengaruh terhadap putusan untuk
melakukan penahanan sementara terhadap
terdakwa
• Menentukan tuntutan jaksa
• Medical record
• Visum et Repertum lanjutan
– Merupakan lanjutan dari VetR sementara, dibuat
setelah korban sembuh/meninggal.
– Tgl & No. VetR sementara dicantumkan
– Telah ada kesimpulannya setelah diobservasi