You are on page 1of 371

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 107/M-IND/PER/11/2015
TENTANG
ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 48 Peraturan
Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian
Perindustrian,

perlu

Perindustrian

tentang

menetapkan
Organisasi

Peraturan
dan

Tata

Menteri
Kerja

Kementerian Perindustrian;
Mengingat

: 1.

Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

2.

Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang
Kementerian Perindustrian (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 54);

3.

Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang
Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri
Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019 sebagaimana
telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 79/P
Tahun 2015;

-2-

MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: PERATURAN

MENTERI

ORGANISASI

DAN

PERINDUSTRIAN

TATA

KERJA

TENTANG

KEMENTERIAN

PERINDUSTRIAN.
BAB I
KEDUDUKAN, TUGAS , DAN FUNGSI
Pasal 1
(1)

Kementerian Perindustrian berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden.

(2)

Kementerian Perindustrian dipimpin oleh Menteri.
Pasal 2

Kementerian

Perindustrian

menyelenggarakan
perindustrian

urusan

untuk

mempunyai

pemerintahan

membantu

tugas

di

bidang

Presiden

dalam

menyelenggarakan pemerintahan negara.
Pasal 3
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

2, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan

fungsi:
a.

perumusan

dan

pendalaman

dan

penetapan

kebijakan

penguatan

struktur

di

bidang
industri,

peningkatan daya saing, pengembangan iklim usaha,
promosi industri dan jasa industri, standardisasi
industri, teknologi industri, pengembangan industri
strategis

dan

industri

hijau,

pembangunan

dan

pemberdayaan industri kecil dan industri menengah,
penyebaran dan pemerataan pembangunan industri,
ketahanan industri dan kerja sama, serta peningkatan
penggunaan produk dalam negeri;
b.

pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan
penguatan struktur industri, peningkatan daya saing,
pengembangan iklim usaha, promosi industri dan jasa

-3-

industri, standardisasi industri, teknologi industri,
pengembangan industri strategis dan industri hijau,
pembangunan dan pemberdayaan industri kecil dan
industri

menengah,

penyebaran

dan

pemerataan

pembangunan industri, ketahanan industri dan kerja
sama, serta peningkatan penggunaan produk dalam
negeri;
c.

pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas
pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan
penguatan struktur industri, peningkatan daya saing,
pengembangan iklim usaha, promosi industri dan jasa
industri, standardisasi industri, teknologi industri,
pengembangan industri strategis dan industri hijau,
pembangunan dan pemberdayaan industri kecil dan
industri

menengah,

penyebaran

dan

pemerataan

pembangunan industri, ketahanan industri dan kerja
sama, serta peningkatan penggunaan produk dalam
negeri;
d.

pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang
perindustrian;

e.

pelaksanaan
kepada

dukungan

seluruh

unsur

yang

bersifat

organisasi

di

substantif
lingkungan

Kementerian Perindustrian;
f.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di
lingkungan Kementerian Perindustrian;

g.

pengelolaan

barang

milik/kekayaan

negara

yang

menjadi tanggung jawab Kementerian Perindustrian;
dan
h.

pengawasan atas pelaksanaan tugas di Kementerian
Perindustrian.
BAB II
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 4

Kementerian Perindustrian terdiri atas:

-4-

a.

Sekretariat Jenderal;

b.

Direktorat Jenderal Industri Agro;

c.

Direktorat

Jenderal

Industri

Kimia,

Tekstil,

dan

Jenderal

Industri

Logam,

Mesin,

Alat

Aneka;
d.

Direktorat

Transportasi, dan Elektronika;
e.

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah;

f.

Direktorat

Jenderal

Pengembangan

Perwilayahan

Industri;
g.

Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan
Akses Industri Internasional;

h.

Inspektorat Jenderal;

i.

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri;

j.

Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri;

k.

Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk
Dalam Negeri;

l.

Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri;

m.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri; dan

n.

Pusat Data dan Informasi.
BAB III
SEKRETARIAT JENDERAL
Bagian Kesatu
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
Pasal 5

(1)

Sekretariat Jenderal berada di bawah dan bertanggung
jawab kepada Menteri.

(2)

Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
Pasal 6

Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian
dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di
lingkungan Kementerian Perindustrian.

-5-

Pasal 7
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
a.

koordinasi kegiatan Kementerian Perindustrian;

b.

koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran Kementerian Perindustrian;

c.

pembinaan dan pemberian dukungan administrasi
yang

meliputi

ketatausahaan,

kepegawaian,

keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan
masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kementerian
Perindustrian;
d.

pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;

e.

koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan serta pelaksanaan advokasi hukum;

f.

pengelolaan

barang

milik/kekayaan

negara

dan

layanan pengadaan barang/jasa; dan
g.

pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 8

Sekretariat Jenderal terdiri atas:
a.

Biro Perencanaan;

b.

Biro Kepegawaian;

c.

Biro Keuangan;

d.

Biro Hukum dan Organisasi;

e.

Biro Hubungan Masyarakat; dan

f.

Biro Umum.
Bagian Ketiga
Biro Perencanaan
Pasal 9

Biro

Perencanaan

mempunyai

tugas

melaksanakan

koordinasi dan penyusunan perencanaan lintas sektoral
dan

wilayah,

program

dan

anggaran,

perencanaan

-6-

dukungan sumber daya, investasi, dan sarana prasarana
industri,

serta

evaluasi

dan

pelaporan

Kementerian

Perindustrian.
Pasal 10
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan
lintas sektoral dan perencanaan wilayah;

b.

penyiapan koordinasi dan penyusunan program dan
anggaran, serta analisis program dan anggaran;

c.

penyiapan koordinasi dan penyusunan perencanaan
dukungan sumber daya industri, investasi industri,
dan sarana prasarana industri;

d.

penyiapan

koordinasi

dan

evaluasi

pelaksanaan

program, evaluasi kinerja industri, analisis data dan
pelaporan; dan
e.

pelaksanaan urusan rencana, program, anggaran,
evaluasi dan pelaporan kinerja, tata usaha, dan
rumah tangga biro.
Pasal 11

Biro Perencanaan terdiri atas:
a.

Bagian Perencanaan Lintas Sektoral dan Wilayah.

b.

Bagian Program dan Anggaran.

c.

Bagian

Perencanaan

Dukungan

Sumber

Daya,

Investasi, dan Sarana Prasarana Industri.
d.

Bagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 12

Bagian

Perencanaan

Lintas

Sektoral

dan

Wilayah

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan
penyusunan perencanaan lintas sektoral dan perencanaan
wilayah

serta

pelaksanaan

urusan

rencana,

program,

anggaran, evaluasi dan pelaporan kinerja, tata usaha, dan
rumah tangga biro.

-7-

Pasal 13
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, dalam
Pasal 12, Bagian Perencanaan Lintas Sektoral dan Wilayah
menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

koordinasi

dan

penyusunan

dokumen perencanaan lintas sektoral;
b.

penyiapan

bahan

koordinasi

dan

penyusunan

dokumen perencanaan wilayah; dan
c.

pelaksanaan urusan rencana, program, anggaran,
evaluasi dan pelaporan kinerja, tata usaha, dan
rumah tangga biro.
Pasal 14

Bagian Perencanaan Lintas Sektoral dan Wilayah terdiri
atas:
a.

Subbagian Perencanaan Sektoral.

b.

Subbagian Perencanaan Wilayah.

c.

Subbagian Program dan Tata Usaha.
Pasal 15

(1)

Subbagian Perencanaan Sektoral mempunyai tugas
melakukan

penyiapan

bahan

koordinasi

dan

penyusunan dokumen perencanaan lintas sektoral.
(2)

Subbagian Perencanaan Wilayah mempunyai tugas
melakukan

penyiapan

bahan

koordinasi

dan

penyusunan dokumen perencanaan wilayah.
(3)

Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas
melakukan

urusan

rencana,

program,

anggaran,

evaluasi dan pelaporan kinerja, tata usaha, dan rumah
tangga biro.
Pasal 16
Bagian

Program

melaksanaan
program
jenderal.

dan

dan

penyiapan
anggaran

Anggaran

mempunyai

koordinasi
kementerian

dan
dan

tugas

penyusunan
sekretariat

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dokumen perencanaan anggaran kementerian. Subbagian Penyusunan Program. Bagian Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Investasi. Pasal 19 (1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan dokumen koordinasi perencanaan dan program kementerian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dokumen perencanaan program kementerian. (3) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal. Pasal 20 Bagian Perencanaan Dukungan Sumber Daya. b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran Sekretariat Jenderal. b. dan Sarana Prasarana Industri melaksanakan penyiapan koordinasi mempunyai dan tugas penyusunan . Pasal 18 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran sekretariat jenderal. Subbagian Penyusunan Anggaran. (2) Subbagian Penyusunan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan dokumen bahan koordinasi perencanaan dan anggaran kementerian. dan c.-8- Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. dan c.

Subbagian Perencanaan Dukungan Investasi Industri. penyiapan bahan perencanaan koordinasi dukungan dan sarana penyusunan dan prasarana industri. b. Subbagian Perencanaan Dukungan Sarana dan Sumber Daya Prasarana Industri. dan Sarana Prasarana Industri terdiri atas: a. b. serta sarana dan prasarana industri. Pasal 22 Bagian Perencanaan Dukungan Sumber Daya. investasi industri. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perencanaan dukungan sumber daya industri. . dan c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perencanaan dukungan investasi industri. (2) Subbagian Perencanaan Dukungan Investasi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perencanaan dukungan investasi industri. Investasi. Subbagian Perencanaan Dukungan Sumber Daya Industri.-9- perencanaan dukungan sumber daya industri. Investasi. Pasal 23 (1) Subbagian Industri bahan Perencanaan mempunyai koordinasi Dukungan tugas dan melakukan penyusunan penyiapan perencanaan dukungan sumber daya industri. dan c. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. dan Sarana Prasarana Industri menyelenggarakaan fungsi: a. Bagian Perencanaan Dukungan Sumber Daya.

10 - (3) Subbagian Perencanaan Prasarana Industri penyiapan bahan perencanaan Dukungan Sarana mempunyai tugas koordinasi dan dukungan sarana dan melakukan penyusunan dan prasarana industri. Pasal 27 (1) Subbagian Evaluasi Pelaksanaan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program kementerian. Subbagian Evaluasi Pelaksanaan Program.. Pasal 26 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. serta koordinasi dan evaluasi kinerja industri. (2) Subbagian Evaluasi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi kinerja industri. dan c. . penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program kementerian. Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program sekretariat jenderal. dan c. b. Pasal 24 Bagian Evaluasi melaksanakan dan Pelaporan penyiapan mempunyai koordinasi dan tugas evaluasi pelaksanaan program kementerian dan sekretariat jenderal. Subbagian Evaluasi Pelaksanaan Program Sekretariat Jenderal. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi kinerja industri. Subbagian Evaluasi Kinerja Industri. b.

anggaran.11 - (3) Subbagian Evaluasi Pelaksanaan Program Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program sekretariat jenderal. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian pembinaan. b. sistem analisis penilaian kebutuhan pengembangan dan analisis pendidikan dan pegawai. manajemen kinerja pegawai. dan pelaksanaan urusan disiplin pegawai. dan f. dan tugas melaksanakan pemberian dukungan administrasi kepegawaian Kementerian Perindustrian. d. koordinasi. koordinasi. serta penyiapan peraturan di bidang kepegawaian. pengelolaan sistem penghargaan. evaluasi dan pelaporan kinerja. penyiapan pembinaan. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan administrasi kesejahteraan pegawai. pelatihan. penyiapan pembinaan. program.. penyiapan pembinaan. serta pemberhentian. dan rumah tangga biro. koordinasi. serta karir pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. dan pelaksanaan penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. pemensiunan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. koordinasi. pelaksanaan urusan rencana. tata usaha. mempunyai koordinasi. penataan dan penempatan pegawai. . pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian kementerian. dan pelaksanaan pengembangan kompetensi. dan urusan administrasi kepegawaian lainnya. c. e. dan pelaksanaan administrasi kepangkatan. penyiapan pembinaan.

Subbagian Program dan Tata Usaha. program. b. Bagian Perencanaan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi Pegawai. dan c. dan rumah tangga biro. pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian. tata usaha. program. Subbagian Formasi dan Pengadaan Pegawai. Bagian Manajemen Kinerja Pegawai. b. tugas dan pelaksanaan penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. serta pelaksanaan urusan rencana. pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian. Bagian Pengembangan Pegawai. evaluasi dan pelaporan kinerja. koordinasi. Pasal 33 Bagian Perencanaan Pegawai terdiri atas: a. pelaksanaan urusan rencana. penyiapan bahan pembinaan. c. dan d. anggaran. Bagian Perencanaan Pegawai. dan pelaksanaan penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. koordinasi. Pasal 31 Bagian Perencanaan melaksanakan Pegawai penyiapan mempunyai pembinaan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan rumah tangga biro. . tata usaha.12 - Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a.. b. anggaran.

(3) Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan c. serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pelaksanaan penyusunan formasi dan pengadaan pegawai. serta pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. dan pelaksanaan pengembangan sistem penilaian dan analisis kompetensi. koordinasi. pengembangan karir pegawai.. koordinasi. Pasal 35 Bagian Pengembangan melaksanakan Pegawai penyiapan mempunyai pembinaan. pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. anggaran. program. evaluasi dan pelaporan kinerja. tata usaha. penyiapan bahan pembinaan. dan rumah tangga biro. pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penyiapan bahan pembinaan. b.13 - Pasal 34 (1) Subbagian Formasi mempunyai tugas dan Pengadaan melakukan Pegawai penyiapan bahan koordinasi. tugas dan pelaksanaan pengembangan sistem penilaian dan analisis kompetensi. koordinasi. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian. dan . dan pelaksanaan pengembangan karir pegawai. Bagian Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan pembinaan. dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b.. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. penempatan dan urusan administrasi kepegawaian lainnya. penyiapan pelaksanaan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 38 (1) Subbagian tugas Pengembangan melakukan Kompetensi penyiapan mempunyai bahan pembinaan. pemberhentian. dan urusan administrasi kepegawaian lainnya. dan pelaksanaan penataan dan penempatan pegawai. dan c. (3) Subbagian Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Pengembangan Karir. dan c. Subbagian Jabatan Fungsional. koordinasi. dan penataan pelaksanaan dan pemensiunan. Subbagian Pengembangan Kompetensi. koordinasi. koordinasi. dan pelaksanaan pengembangan sistem penilaian dan analisis kompetensi. koordinasi. dan pelaksanaan administrasi kepangkatan. kepangkatan. dan pemensiunan. serta analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pelaksanaan pengembangan karir pegawai. b. . Pasal 39 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan.14 - Pasal 37 Bagian Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. pemberhentian. koordinasi. koordinasi. administrasi pegawai.

Subbagian Pemensiunan dan Urusan Kepegawaian Lainnya. tugas melakukan koordinasi. (3) Subbagian Pemensiunan dan Urusan Kepegawaian Lainnya bahan mempunyai pembinaan. koordinasi. b. dan pelaksanaan urusan disiplin serta penyiapan bahan peraturan di bidang kepegawaian. pemberhentian. dan pelaksanaan administrasi kepangkatan. pemensiunan. manajemen kinerja pegawai. dan penyiapan pelaksanaan dan urusan administrasi kepegawaian lainnya. . Pasal 42 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Subbagian Kepangkatan. pengelolaan sistem penghargaan. dan pelaksanaan urusan disiplin pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. (2) Subbagian Penataan mempunyai tugas dan Penempatan melakukan Pegawai penyiapan bahan pembinaan..15 - Pasal 41 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. Subbagian Penataan dan Penempatan Pegawai. serta penyiapan peraturan di bidang kepegawaian. koordinasi. dan pelaksanaan penataan dan penempatan pegawai. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 43 Bagian Manajemen Kinerja Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. dan pelayananan administrasi kesejahteraan pegawai. dan c. koordinasi. Bagian Manajemen Kinerja Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

dan c. koordinasi. koordinasi. Subbagian Disiplin dan Peraturan Kepegawaian. koordinasi. dan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan penilaian kinerja pegawai. koordinasi. . Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan. koordinasi. dan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan penilaian kinerja pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Disiplin dan mempunyai tugas pembinaan. Peraturan melakukan dan Kepegawaian penyiapan bahan pelaksanaan urusan disiplin serta penyiapan bahan peraturan di bidang kepegawaian. b. (3) Subbagian Penghargaan mempunyai tugas dan melakukan Kesejahteraan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan..16 - b. penyiapan bahan pembinaan. dan pelaksanaan pengelolaan sistem penghargaan dan pelayananan administrasi kesejahteraan pegawai. dan pengendalian urusan keuangan dan barang milik negara kementerian. Pasal 45 Bagian Manajemen Kinerja Pegawai terdiri atas: a. dan c. (2) Subbagian Penilaian Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Subbagian Penilaian Kinerja. dan pelaksanaan pengelolaan sistem penghargaan dan pelayananan administrasi kesejahteraan pegawai. Subbagian Penghargaan dan Kesejahteraan.

c. c. penyiapan pembinaan dan koordinasi perbendaharaan kementerian. penyiapan pembinaan. dan pengendalian pelaksanaan anggaran kementerian. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: . serta evaluasi laporan keuangan. penerimaan negara bukan pajak. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan rumah tangga biro. e. anggaran. penyiapan pembinaan dan koordinasi penyelesaian tuntutan perbendaharaan/tuntutan ganti rugi. Bagian Perbendaharaan. dan pengendalian pelaksanaan akuntansi sekretariat jenderal dan kementerian. program. dan f.17 - Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. b. Pasal 50 Bagian Pelaksanaan melaksanakan Anggaran penyiapan mempunyai pembinaan. d. Bagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. koordinasi. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara. dan d. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. pelaksanaan urusan rencana. penyiapan pembinaan dan koordinasi pengelolaan barang milik negara kementerian. tata usaha.. Pasal 49 Biro Keuangan terdiri atas: a. koordinasi. penyiapan pembinaan. dan badan layanan umum. tugas dan pengendalian pelaksanaan anggaran kementerian. Bagian Akuntansi. b.

koordinasi. . dan c. dan pengendalian pelaksanaan penerimaan negara bukan pajak dan badan layanan umum. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pengendalian pembinaan. pelaksanaan dan penatausahaan pelaksanaan anggaran kementerian. penyiapan bahan pembinaan. (3) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan penyiapan Umum bahan mempunyai pembinaan. Subbagian Pemantauan Pelaksanaan Anggaran. koordinasi. b. Subbagian Penatausahaan Pelaksanaan Anggaran. dan pengendalian pelaksanaan penatausahaan pelaksanaan anggaran kementerian. dan pengendalian pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Pelaksanaan Anggaran kementerian. b. Pasal 53 (1) Subbagian Pemantauan mempunyai tugas Pelaksanaan melakukan Anggaran penyiapan bahan pembinaan.. koordinasi. koordinasi. dan pengendalian pelaksanaan penerimaan negara bukan pajak dan badan layanan umum. dan c. dan pengendalian pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran kementerian. (2) Subbagian Penatausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi.18 - a. Pasal 52 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. tugas melakukan koordinasi. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Badan Layanan Umum.

tata usaha. Subbagian Program dan Tata Usaha. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan kinerja.19 - Pasal 54 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi perbendaharaan kementerian serta pelaksanaan urusan rencana. . penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi penatausahaan perbendaharaan kementerian serta pengelolaan belanja pegawai satuan kerja Sekretariat Jenderal. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. program. Subbagian Penatausahaan Perbendaharaan dan Gaji. Pasal 57 (1) Subbagian Penatausahaan Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas pembinaan dan perbendaharaan melakukan koordinasi kementerian penyiapan bahan penatausahaan serta pengelolaan belanja pegawai satuan kerja Sekretariat Jenderal. Pasal 56 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. dan rumah tangga biro. b. dan c. pelaksanaan urusan rencana. b. evaluasi dan pelaporan kinerja. tata usaha. Subbagian Penatausahaan Pertanggungjawaban Anggaran. program. dan c. penyiapan bahan penatausahaan kementerian serta pembinaan dan koordinasi pertanggungjawaban anggaran pengelolaan kas satuan kerja Sekretariat Jenderal.. anggaran. dan rumah tangga biro. anggaran.

Subbagian Akuntansi I. pelaksanaan koordinasi. koordinasi. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. dan pengendalian pelaksanaan akuntansi kementerian. program.20 - (2) Subbagian Penatausahaan Pertanggungjawaban Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pertanggungjawaban koordinasi anggaran penatausahaan kementerian serta pengelolaan kas satuan kerja Sekretariat Jenderal. b. tata usaha. penyiapan bahan pembinaan. dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan/tuntutan ganti rugi. akuntansi melaksanakan dan sekretariat pengendalian jenderal dan kementerian. b. evaluasi laporan keuangan. pelaksanaan tugas koordinasi. penyiapan bahan pengendalian pembinaan. dan c. anggaran. akuntansi dan sekretariat jenderal. dan rumah tangga biro. Subbagian Akuntansi II. dan . (3) Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana.. Pasal 60 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. evaluasi dan pelaporan kinerja. Pasal 58 Bagian Akuntansi penyiapan mempunyai pembinaan. penyiapan bahan pembinaan pelaksanaan evaluasi penyelesaian tuntutan laporan dan koordinasi keuangan dan perbendaharaan/tuntutan ganti rugi.

b. Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman teknis. pembinaan dan koordinasi pelaksanaan akuntansi keuangan kementerian.. (3) Subbagian Evaluasi Laporan Keuangan dan Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Dan Tuntutan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan koordinasi pelaksanaan evaluasi laporan keuangan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan/tuntutan ganti rugi. Pasal 62 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan koordinasi pengelolaan barang milik negara kementerian. dan dan barang koordinasi milik negara . Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. Subbagian Evaluasi Laporan Keuangan dan Penyelesaian Tuntutan Perbendaharaan Dan Tuntutan Ganti Rugi.21 - c. pembinaan dan koordinasi pelaksanaan akuntansi keuangan sekretariat jenderal. penyiapan pelaksanaan bahan pembinaan administrasi dan koordinasi penggunaan dan pemanfaatan barang milik negara kementerian. Pasal 61 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pedoman teknis. penyiapan pelaksanaan bahan pembinaan penatausahaan kementerian.

peraturan mempunyai koordinasi. Pasal 64 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara terdiri atas: a. (2) Subbagian Penatausahaan mempunyai pembinaan tugas Barang melakukan dan Milik Negara penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penatausahaan barang milik negara kementerian. Subbagian Administrasi Pemindahtanganan dan Penghapusan Barang Milik Negara. Subbagian Administrasi Penggunaan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara. Bagian Keenam Biro Hukum dan Organisasi Pasal 66 Biro Hukum melaksanakan penyusunan dan Organisasi pembinaan. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. b. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan administrasi dan koordinasi pemindahtanganan dan penghapusan barang milik negara kementerian. dan c.22 - c. (3) Subbagian Administrasi Pemindahtanganan dan Penghapusan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan koordinasi bahan pembinaan pelaksanaan dan administrasi pemindahtanganan dan penghapusan barang milik negara kementerian.. Pasal 65 (1) Subbagian Administrasi Penggunaan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan administrasi dan koordinasi penggunaan dan pemanfaatan barang milik negara kementerian. dan tugas fasilitasi perundang-undangan dan .

serta perumusan dan pengembangan jabatan fungsional. serta penerapan budaya kerja kementerian. dan g. koordinasi. anggaran. penyiapan pembinaan. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan monitoring pembinaan. evaluasi dan pelaporan kinerja. koordinasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. prosedur evaluasi. organisasi. penyiapan pembinaan. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sumber daya industri. serta pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Perindustrian. dan rumah tangga biro. serta pembinaan. sistem dan koordinasi. dan sistem administrasi umum. dan pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas kementerian. d. dan jabatan. pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. penyiapan koordinasi dan penelaahan kasus hukum. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan perjanjian kerja sama. koordinasi. advokasi hukum. sarana dan prasarana industri. pelaksanaan urusan rencana. koordinasi. pemberian advokasi hukum.. pendapat hukum. kerja. analisis evaluasi. penyiapan monitoring pembinaan. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang administrasi dan bidang terkait industri. . program. c. dan peningkatan kinerja organisasi. e.23 - perjanjian kerja sama. tata usaha. b. dan pemberdayaan industri.

dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang pemberdayaan industri. Bagian Peraturan Perundang-undangan II. Bagian Peraturan Perundang-undangan I. Pasal 69 Bagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. b. sarana dan prasarana industri. koordinasi. c. penyiapan bahan pembinaan.. penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Pasal 71 Bagian Peraturan Perundang-undangan I terdiri atas: a. Bagian Advokasi dan Pelayanan Hukum. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. dan pemberdayaan industri. Subbagian Peraturan Sarana dan Prasarana Industri. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sumber daya industri. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sarana dan prasarana industri.24 - Pasal 68 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. koordinasi. b. b. penyiapan bahan pembinaan. dan c. koordinasi. Bagian Peraturan Perundang-undangan I menyelenggarakan fungsi: a. dan . Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. dan d. Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sumber daya industri.

koordinasi. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sarana dan prasarana industri. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang sumber daya industri. koordinasi. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang administrasi dan bidang terkait industri. (2) Subbagian Peraturan Sarana dan Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. (3) Subbagian Peraturan mempunyai tugas Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan pembinaan. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang- undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang pemberdayaan industri.. Subbagian Peraturan Pemberdayaan Industri. Pasal 73 Bagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. koordinasi. Bagian Peraturan menyelenggarakan fungsi: Perundang-undangan II . koordinasi.25 - c. Pasal 72 (1) Subbagian Peraturan mempunyai tugas Sumber melakukan Daya penyiapan Industri bahan pembinaan. serta perumusan dan penelaahan perjanjian kerja sama.

keuangan. Subbagian Peraturan Administrasi. Subbagian Perjanjian. perencanaan. keuangan. kepegawaian. serta bidang penunjang lain. (2) Subbagian tugas Peraturan melakukan Lintas penyiapan Sektoral mempunyai bahan pembinaan. dan c. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang terkait industri. (3) Subbagian Perjanjian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. serta bidang barang pemberian pengawasan.26 - a. koordinasi. penyiapan bahan pembinaan. dan c. Pasal 75 Bagian Peraturan Perundang-undangan II terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Subbagian Peraturan Lintas Sektoral. Pasal 76 (1) Subbagian Peraturan Administrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan perjanjian kerja sama. koordinasi. serta bidang penunjang lain. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang pengawasan. . penyiapan bahan pembinaan. barang milik negara. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan perjanjian kerja sama. koordinasi. koordinasi. b. perencanaan. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan serta pemberian pertimbangan hukum di bidang terkait industri. koordinasi. dan fasilitasi perumusan dan penelaahan rancangan peraturan perundang-undangan pertimbangan hukum di kepegawaian.. milik negara.

koordinasi pemberian tugas dan advokasi hukum. penyiapan bahan koordinasi dan penelaahan kasus hukum. dan pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas kementerian kepada semua unit kerja di lingkungan kementerian. Subbagian Informasi dan Diseminasi Peraturan Perundang-undangan. b. Pasal 80 (1) Subbagian Advokasi Hukum melakukan penyiapan penelaahan kasus mempunyai bahan hukum. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi peraturan perundang-undangan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. . pemberian advokasi hukum.27 - Pasal 77 Bagian Advokasi dan Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penelaahan kasus hukum. Subbagian Advokasi Hukum. Bagian Advokasi dan Pelayanan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pendapat hukum.. b. pelaksanaan urusan pelayanan informasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan. pendapat hukum. pendapat hukum. Pasal 79 Bagian Advokasi dan Pelayanan Hukum terdiri atas: a. dan c. pemberian advokasi hukum. Subbagian Sistem Informasi Hukum. dan pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas kementerian kepada semua unit kerja di lingkungan kementerian. dan pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tugas kementerian serta pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan.

evaluasi dan pelaporan kinerja. sistem dan prosedur kerja. tata usaha. . dan monitoring sistem dan prosedur kerja. dan rumah tangga biro.. sistem administrasi umum.28 - (2) Subbagian Sistem Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi peraturan perundang-undangan. Pasal 81 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. evaluasi dan pelaporan kinerja. pelaksanaan urusan rencana. program. dan peningkatan kinerja organisasi. anggaran. dan monitoring organisasi. analisis jabatan. penerapan budaya kerja kementerian. serta pelaksanaan urusan rencana. koordinasi. jabatan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. program. penyiapan bahan pembinaan. dan penerapan budaya kerja kementerian. serta perumusan dan pengembangan jabatan fungsional. penyiapan bahan pembinaan. evaluasi. kinerja analisis organisasi. sistem administrasi umum. tata usaha. perumusan dan dan pengembangan jabatan fungsional. dan c. koordinasi. koordinasi. b. (3) Subbagian Informasi dan Diseminasi Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan informasi dan diseminasi peraturan perundang-undangan. dan rumah tangga biro. anggaran. evaluasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan monitoring peningkatan organisasi.

koordinasi. sistem administrasi umum. program. dan c. dan penerapan budaya kerja kementerian. mempunyai koordinasi. tata usaha. Pasal 84 (1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. serta perumusan dan pengembangan jabatan fungsional. Subbagian Organisasi. Subbagian Tata Laksana. dan peningkatan kinerja organisasi. analisis jabatan. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. evaluasi. b. Bagian Ketujuh Biro Hubungan Masyarakat Pasal 85 Biro Hubungan melaksanakan Masyarakat pembinaan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. evaluasi.29 - Pasal 83 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan monitoring organisasi. Biro Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: . tugas pemberian dukungan administrasi hubungan masyarakat dan kerja sama. (3) Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan monitoring sistem dan prosedur kerja. Subbagian Program dan Tata Usaha. koordinasi.. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan rumah tangga biro. anggaran.

d. serta penyiapan koordinasi pelayanan publik. pelaksanaan koordinasi. penyiapan pembinaan. dan fasilitasi promosi industri di dalam negeri. . e. koordinasi. anggaran. Pasal 88 Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. anggaran. dan c. b. Bagian Pemberitaan dan Publikasi. hubungan dengan fasilitasi. penyiapan pembinaan. urusan tata usaha. program.30 - a. dan fasilitasi kerja sama di dalam negeri. program. penyiapan pembinaan. serta pelaksanaan promosi industri skala nasional dan lintas sektoral. pelaksanaan koordinasi.. dan pelaksanaan hubungan internal dan hubungan eksternal di dalam negeri. koordinasi. koordinasi. dan rumah tangga biro. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan fasilitasi kerja sama di dalam negeri. hubungan internal fasilitasi. Pasal 87 Biro Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. dan rumah tangga biro. koordinasi. fasilitasi. Bagian Informasi Publik. dan dan hubungan eksternal di dalam negeri. media dan massa. penyiapan pembinaan. pelaksanaan urusan rencana. dan publikasi kebijakan. Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama. serta pelaksanaan urusan rencana. kegiatan. koordinasi. penyiapan pembinaan. evaluasi dan pelaporan kinerja. penyiapan pembinaan. dan kinerja sektor industri. urusan tata usaha. pengelolaan pemberitaan sektor industri. fasilitasi. c. b. dan f. dan pelayanan informasi publik dan perpustakaan. program.

anggaran. dan rumah tangga biro. fasilitasi. hubungan internal dan hubungan eksternal di dalam negeri. fasilitasi. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan pelaksanaan hubungan internal dan hubungan eksternal di dalam negeri. dan fasilitasi kerja sama di dalam negeri. dan bahan pelaksanaan pembinaan. dan rumah tangga biro. Pasal 92 Bagian Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. anggaran. b. program. dan fasilitasi kerja sama di dalam negeri. b. evaluasi dan pelaporan kinerja. koordinasi. Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. urusan tata usaha. pelaksanaan urusan rencana. Subbagian Program dan Tata Usaha. penyiapan fasilitasi. koordinasi.. urusan tata usaha. (3) Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. Pasal 90 Bagian Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama terdiri atas: a. program.31 - Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Hubungan Antar Lembaga. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. Pasal 91 (1) Subbagian Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melakukan koordinasi. dan c. Subbagian Kerja Sama. koordinasi. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. . dan c.

dan kinerja sektor industri. program. Pasal 95 (1) Subbagian Hubungan Media Massa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. kegiatan. pengelolaan pemberitaan sektor industri. serta penyiapan promosi industri pembinaan. b. di dalam koordinasi. pengelolaan pemberitaan sektor industri. dan fasilitasi promosi industri di dalam negeri. fasilitasi. koordinasi. koordinasi.32 - dan pelaksanaan hubungan dengan media massa. serta pelaksanaan promosi industri skala nasional dan lintas sektoral. (2) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. fasilitasi. pengelolaan pemberitaan sektor industri. Subbagian Hubungan Media Massa. b. dan pelaksanaan hubungan dengan media massa.. Bagian Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. penyiapan bahan pembinaan. kegiatan. Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. dan pelaksanaan hubungan dengan media massa. koordinasi. dan kinerja sektor industri. dan serta fasilitasi pelaksanaan promosi industri skala nasional dan lintas sektoral. penyiapan bahan pembinaan. Pasal 94 Bagian Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. kegiatan. dan pelaksanaan publikasi kebijakan. . dan pelaksanaan publikasi kebijakan. dan c. Subbagian Promosi. fasilitasi. dan publikasi kebijakan. koordinasi. program. program. negeri. dan c. dan kinerja sektor industri. fasilitasi. Subbagian Publikasi.

serta pelaksanaan promosi industri skala nasional dan lintas sektoral. b. dan b. fasilitasi. Pasal 99 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. (2) Subbagian Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.33 - (3) Subbagian Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. serta penyiapan koordinasi pelayanan publik. dan fasilitasi promosi industri di dalam negeri. koordinasi. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Bagian Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi. dan pelaksanaan pengelolaan informasi publik. koordinasi. c. dan d. serta penyiapan bahan koordinasi pelayanan publik. dan pelaksanaan pelayanan informasi publik. Pasal 96 Bagian Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan. fasilitasi. koordinasi. penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. dan pelaksanaan pengelolaan informasi publik dan layanan perpustakaan. Pasal 98 Bagian Informasi Publik terdiri atas: a. koordinasi. fasilitasi. Subbagian Pengelolaan Informasi. koordinasi.. penyiapan bahan koordinasi pelayanan publik. fasilitasi. Subbagian Pelayanan Informasi. . koordinasi. dan pelaksanaan pelayanan informasi publik. dan fasilitasi layanan perpustakaan. dan pelayanan informasi publik dan perpustakaan. penyiapan bahan pembinaan.

dan Staf Khusus. c.34 - Bagian Kedelapan Biro Umum Pasal 100 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di bidang ketatausahaan. dan rumah tangga biro. dan rumah tangga serta pengelolaan perlengkapan/barang milik negara dan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian.. pelaksanaan urusan rencana. tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga kementerian. e. Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan dukungan administrasi Menteri. pembinaan kearsipan. dokumentasi. dan pelaksanaan dan urusan dokumentasi di lingkungan kementerian. penyiapan persuratan. d. . Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. program. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan keprotokolan di lingkungan kementerian. anggaran. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan g. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian. kearsipan. Staf Ahli. f. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. persuratan. penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan pengelolaan perlengkapan di lingkungan kementerian serta pengelolaan barang milik negara sekretariat jenderal.

rapat. rapat. dan jamuan. penyajian data dan informasi. dan Staf Khusus serta penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan keprotokolan di lingkungan kementerian.. Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Rumah Tangga. penyiapan bahan telaahan. serta penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. serta penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. dan d. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan jamuan. pelaksanaan urusan tata usaha. serta penerimaan tamu Menteri. Pasal 104 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103. c. b. koordinasi lapangan dengan instansi terkait pada . pendampingan. dan d.35 - Pasal 102 Biro Umum terdiri atas: a. pengelolaan dan pengaturan acara. b. Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan. pengumpulan bahan masukan untuk pengambilan keputusan. dan jamuan. pengelolaan dan pengaturan acara. pelaksanaan urusan tata usaha. c. Staf Ahli. penyiapan pelaksanaan pengelolaan bahan pembinaan penyusunan pengawalan keprotokolan agenda dan dan kegiatan. pengumpulan bahan masukan untuk pengambilan keputusan. rapat. penyajian data dan informasi. pengelolaan dan pengaturan acara. penyajian data dan informasi. Bagian Administrasi. Pasal 103 Bagian Tata melaksanakan Usaha Pimpinan urusan tata mempunyai usaha dan tugas dukungan administrasi Menteri.

pengelolaan dan pengaturan acara. b. pengumpulan bahan masukan penyajian data pengaturan untuk dan pengambilan informasi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. rapat. . Pasal 105 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. pendampingan. serta penerimaan tamu Menteri. penyajian data dan informasi. penyajian data dan informasi. serta penerimaan tamu Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. serta dan penerimaan tamu Sekretaris Jenderal. serta pengelolaan dan pengaturan acara kunjungan dan peringatan hari besar nasional. Pasal 106 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha.36 - kegiatan kunjungan menteri/pimpinan. Subbagian Tata Usaha Menteri. penyiapan bahan telaahan. pengelolaan dan jamuan. rapat. dan jamuan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. dan d. pengumpulan bahan masukan untuk pengambilan keputusan. keputusan. acara. Subbagian Protokol. c. dan jamuan. koordinasi lapangan dengan instansi terkait pada kegiatan kunjungan menteri/pimpinan.. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. rapat. (3) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. serta pengelolaan dan pengaturan acara kunjungan dan peringatan hari besar nasional. pengelolaan dan pengaturan acara. (4) Subbagian Protokol penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan mempunyai pembinaan penyusunan pengawalan tugas melakukan keprotokolan agenda dan dan kegiatan.

tata usaha. Pasal 108 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan kearsipan dan dokumentasi di lingkungan kementerian serta administrasi jabatan fungsional arsiparis. Subbagian Program dan Tata Usaha. program. b. anggaran. dan rumah tangga biro. b. Pasal 110 (1) Subbagian mempunyai Persuratan tugas dan Tata melakukan Naskah penyiapan Dinas bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan persuratan dan tata naskah dinas di lingkungan kementerian.. evaluasi dan pelaporan kinerja. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan persuratan dan tata naskah dinas di lingkungan kementerian. dan c. anggaran. dan c. program.37 - Pasal 107 Bagian Administrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan persuratan. pelaksanaan urusan rencana. Bagian Administrasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan kearsipan dan dokumentasi . dan rumah tangga biro. tata usaha. Pasal 109 Bagian Administrasi terdiri atas: a. dan dokumentasi di lingkungan kementerian serta pelaksanaan urusan rencana. kearsipan. evaluasi dan pelaporan kinerja. Subbagian Persuratan dan Tata Naskah Dinas.

tata usaha. penyiapan sarana dan prasarana rapat/pertemuan/ upacara. Subbagian Angkutan dan Perjalanan Dinas. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. penitipan anak dan klinik laktasi. pelaksanaan urusan pemeliharaan. pengurusan dokumen perjalanan dinas luar negeri dan administrasi perjalanan dinas pimpinan. Subbagian Urusan Dalam.. Subbagian Layanan Kesehatan dan Umum Lainnya. serta koordinasi dan fasilitasi kegiatan olah raga di lingkungan kementerian. anggaran. mutasi. dan pensiun di lingkungan kementerian. (3) Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. b. perbaikan sarana dan prasarana. Pasal 113 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. dan c. pengelolaan sarana kebugaran. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. program. Pasal 111 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga kementerian.38 - di lingkungan kementerian serta administrasi jabatan fungsional arsiparis. b. pemeliharaan dan perbaikan kendaraan dinas. dan c. . pelaksanaan urusan layanan kesehatan dan penunjang kesehatan. renovasi gedung pusat dan daerah. pelaksanaan urusan administrasi dan pengelolaan operasional. dan pengelolaan keamanan serta ketertiban kantor. dan rumah tangga biro. evaluasi dan pelaporan kinerja.

serta penyiapan pembinaan dan pelaksanaan urusan pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian. pemeliharaan dan perbaikan kendaraan dinas.39 - Pasal 114 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115. penyiapan bahan pembinaan. dan pensiun di lingkungan kementerian. pelaksanaan analisis.. . (2) Subbagian Angkutan dan Perjalanan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan administrasi dan pengelolaan operasional. mutasi. Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan dokumen perjalanan dinas luar negeri dan administrasi perjalanan dinas pimpinan. perbaikan sarana dan prasarana. renovasi gedung pusat dan daerah. Pasal 115 Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan penyiapan urusan pengelolaan pembinaan perlengkapan dan di lingkungan kementerian. dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan kementerian. pengelolaan barang milik negara sekretariat jenderal. serta koordinasi dan fasilitasi kegiatan olah raga di lingkungan kementerian. penitipan anak dan klinik laktasi. penyiapan sarana dan prasarana rapat/pertemuan/ upacara. layanan pengelolaan sarana kebugaran. dan pengelolaan keamanan serta ketertiban kantor. (3) Subbagian Layanan Kesehatan dan Umum Lainnya mempunyai tugas melakukan urusan kesehatan dan penunjang kesehatan.

Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. Pasal 118 (1) Subbagian Analisis mempunyai tugas dan Perencanaan melakukan Kebutuhan penyiapan bahan pembinaan. dan Fungsi Pasal 119 (1) Direktorat Jenderal Industri Agro berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan c.. analisis. pelaksanaan analisis. . Subbagian Layanan Pengadaan. dan c. dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian.40 - b. penyiapan bahan pembinaan. (2) Subbagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Tugas. b. Pasal 117 Bagian Perlengkapan dan Layanan Pengadaan terdiri atas: a. dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO Bagian Kesatu Kedudukan. dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan kementerian. Subbagian Analisis dan Perencanaan Kebutuhan. (3) Subbagian Pengelolaan mempunyai tugas Barang melakukan Milik penyiapan Negara bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara sekretariat jenderal. analisis. penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan barang milik negara sekretariat jenderal.

industri makanan. serta industri minuman dan tembakau. industri makanan. teknologi industri. teknologi industri. hasil laut dan perikanan. standardisasi industri. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. pengembangan iklim usaha. peningkatan daya saing. industri makanan. pengembangan iklim usaha. peningkatan daya saing. hasil laut dan perikanan. promosi industri dan jasa industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. teknologi industri. serta industri minuman dan tembakau. hasil laut dan perikanan. Direktorat Jenderal Industri Agro menyelenggarakan fungsi: a. promosi industri dan jasa industri. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. Pasal 120 Direktorat Jenderal Industri Agro mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. promosi industri dan jasa industri.. dan industri minuman dan tembakau. pengembangan industri strategis dan industri hijau. . standardisasi industri. peningkatan daya saing. pengembangan industri strategis dan industri hijau. pengembangan iklim usaha. perumusan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. b. standardisasi industri.41 - (2) Direktorat Jenderal Industri Agro dipimpin oleh Direktur Jenderal.

prosedur. bimbingan pendalaman teknis dan peningkatan dan penguatan daya saing. teknologi industri. pengembangan iklim usaha. standardisasi industri. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Industri Agro. e. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. serta industri minuman dan tembakau. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. pengembangan industri strategis dan industri hijau. serta industri minuman dan tembakau. pengembangan iklim usaha. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri hasil hutan dan perkebunan. teknologi industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. pelaksanaan pemberian supervisi bidang struktur di industri. industri makanan. penyusunan norma. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. teknologi industri.42 - c. . f. industri makanan. d. pengembangan industri strategis dan industri hijau. peningkatan daya saing. promosi industri dan jasa industri. hasil laut dan perikanan. promosi industri dan jasa industri. hasil laut dan perikanan.. dan g. dan kriteria di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. hasil laut dan perikanan. pelaksanaan evaluasi pendalaman dan dan pelaporan penguatan di struktur bidang industri. pengembangan iklim usaha. serta industri minuman dan tembakau. industri makanan. standardisasi industri. standardisasi industri. peningkatan daya saing. standar. promosi industri dan jasa industri.

Hasil Laut. b. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. sarana prasarana industri. Direktorat Industri Makanan.43 - Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 122 Direktorat Jenderal Industri Agro terdiri atas: a. dan industri agro. dan d. c. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan. dan Bahan Penyegar. dan Perikanan. Hasil Tembakau. c. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123.. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang industri agro. program. Direktorat Industri Minuman. koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang industri agro. pemberdayaan industri di bidang . Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 123 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Agro.

perlengkapan. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dan pelaksanaan rencana. dan c. dan Pelaporan. program. dan d. serta penyajian informasi di bidang industri agro. organisasi dan tata laksana. Bagian Keuangan. Bagian Program. Evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri agro. . Bagian Program. b. dan tata usaha. penyusunan dan pelaporan.44 - d. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. b. Bagian Hukum dan Kerja Sama. e. dan evaluasi pengolahan data. dan anggaran. c. Pasal 125 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyiapan program. rumah tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan f. Pasal 126 Bagian Program. pengumpulan dan koordinasi anggaran. Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan. Evaluasi..

sarana prasarana industri. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. teknologi industri.45 - Pasal 128 Bagian Program. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai sumber daya manusia. standardisasi industri. sumber daya alam. serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri agro.. Pasal 130 Bagian Hukum melaksanakan rancangan dan Kerja penyiapan peraturan Sama mempunyai koordinasi dan tugas penyusunan perundang-undangan. program. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. b. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan. dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. Subbagian Data dan Informasi. dan Pelaporan terdiri atas: a. perjanjian kerja sama. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan . sumber pembiayaan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan pemberdayaan industri. Evaluasi. kreativitas dan inovasi. Subbagian Program. Pasal 129 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan anggaran. sistem informasi industri di bidang industri agro. dan c.

dan kerja sama internasional di bidang industri agro. Pasal 132 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. Pasal 133 (1) Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana melakukan Industri penyiapan penyusunan undangan bahan rancangan dan sumber kreativitas dan daya mengenai alam. Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. inovasi. tugas koordinasi peraturan telaahan manusia. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. industri strategis. Subbagian Peraturan Pemberdayaan Industri. . dan kerja sama internasional di bidang industri agro. industri strategis. standardisasi industri. pembiayaan. (2) Subbagian Peraturan mempunyai tugas koordinasi dan Pemberdayaan melakukan penyusunan Industri penyiapan rancangan bahan peraturan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. dan sistem informasi industri di bidang industri agro.46 - b. Subbagian Kerja Sama. dan c. mempunyai perundangsumber teknologi sumber dan daya industri. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri agro.. dan c. b. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

b. Pasal 136 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi. . b. dan c. Pasal 137 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal.. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. dan c. Pasal 134 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. (3) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal.47 - (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri agro. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. pelaksanaan urusan akuntansi direktorat jenderal.

b. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 141 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. dan tata usaha. dan c. Subbagian Kepegawaian. rumah tangga. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 140 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a.48 - Pasal 138 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal.. . perlengkapan. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha.

bidang industri hasil hutan dan . pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. penyusunan rencana. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri hasil hutan dan perkebunan. penyebaran industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyebaran industri. pembangunan sumber daya industri. fasilitas perizinan industri. b..49 - Bagian Keempat Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Pasal 142 Direktorat Industri Hasil mempunyai tugas pelaksanaan rencana Hutan dan melaksanakan induk Perkebunan perumusan pembangunan dan industri nasional. industri. pembangunan sumber daya industri. Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. pemberdayaan. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di perkebunan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri hasil hutan dan perkebunan. c. pengamanan dan penyelamatan industri. kebijakan industri nasional. kebijakan industri nasional. program. pembangunan sarana dan prasarana industri. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri hasil hutan dan perkebunan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. pemberdayaan. anggaran.

Pasal 144 Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan terdiri atas: a. serta penyajian informasi di bidang industri hasil hutan dan perkebunan. Subbagian Tata Usaha.. Subdirektorat Industri Kayu. . program. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan e.50 - d. standar. Subdirektorat Industri Selulosa dan Karet Hulu. b. prosedur. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. perizinan. data dan informasi industri hasil hutan dan perkebunan. Rotan. pengumpulan dan pengolahan data. dan Bahan Alam Lainnya. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan. e. standar industri hijau. Pasal 145 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. kriteria di bidang perencanaan. data dan informasi industri hasil hutan dan perkebunan. evaluasi dan pelaporan. perizinan. d. c. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. anggaran. f. Subdirektorat Industri Hasil Perkebunan Nonpangan. dan g. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri hasil hutan dan perkebunan.

Pasal 149 Subdirektorat Industri Kayu. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. program. serta penanaman kebijakan teknis .. Rotan. Pasal 147 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan terdiri atas: a. dan b. dan anggaran di bidang industri hasil hutan dan perkebunan. pemberdayaan. pengumpulan dan pengolahan data. pengumpulan dan pengolahan data. dan Bahan Alam Lainnya mempunyai perumusan dan tugas melaksanakan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri. dan b. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. Seksi Program. dan anggaran di bidang industri hasil hutan dan perkebunan. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan menyelenggarakan fungsi: a. fasilitas perizinan industri. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 148 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan penyusunan rencana. program. pembangunan sumber daya industri.51 - Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. industri. serta penyajian informasi di bidang industri hasil hutan dan perkebunan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. serta penyajian informasi di bidang industri hasil hutan dan perkebunan.

dan bahan alam lainnya. penanaman modal. prosedur. rotan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kayu. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan informasi industri. rotan. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kayu. dan pemberian fasilitas industri. rotan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Subdirektorat Industri Kayu. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. kreativitas dan inovasi. pembangunan dan sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. Rotan. dan bahan alam lainnya. perizinan. .. penyiapan industri bahan hijau. dan bahan alam lainnya.52 - pengembangan industri di bidang industri kayu. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan b. dan Bahan Alam Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. standar.

53 - Pasal 151 Subdirektorat Industri Kayu. rotan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kayu.. dan bahan alam lainnya. Seksi Pemberdayaan Industri. pemanfaatan sumber daya alam. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. prosedur. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan bahan alam lainnya. standar. Rotan. dan pemberian fasilitas industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kayu. tugas perumusan industri dan strategis. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan informasi. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penanaman modal. Pasal 152 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. kreativitas dan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan inovasi. . sumber pembiayaan. rotan. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. norma. industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan Bahan Alam Lainnya terdiri atas: a.

penanaman modal dan fasilitas industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma.54 - Pasal 153 Subdirektorat Industri Selulosa dan Karet Hulu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan b. pengamanan dan penyelamatan industri. pemberdayaan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penanaman modal. dan . pembangunan sarana dan prasarana industri. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. perizinan. kreativitas dan inovasi. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri selulosa dan karet hulu. prosedur. standar. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri selulosa dan karet hulu. Subdirektorat Industri Selulosa dan Karet Hulu menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan industri bahan hijau. dan informasi industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta sumber pembiayaan. daya pemanfaatan sumber daya alam. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pembangunan sumber daya industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. perizinan industri.

standar. kreativitas dan inovasi. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri selulosa dan karet hulu. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. mempunyai perumusan industri tugas dan strategis. norma. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta perizinan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. prosedur.55 - pemberian fasilitas industri. industri.. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta sumber pembiayaan. Pasal 156 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. Pasal 155 Subdirektorat Industri Selulosa dan Karet Hulu terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri selulosa dan karet hulu. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penanaman . pemanfaatan sumber daya alam. dan b.

serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di nonpangan. daya pemanfaatan sumber daya alam. standar. pembangunan sumber daya industri. perizinan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri hasil perkebunan nonpangan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. dan pemberian fasilitas industri. perizinan industri. Subdirektorat Industri Hasil Perkebunan Non Pangan menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. Pasal 157 Subdirektorat Industri Hasil Perkebunan Nonpangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri selulosa dan karet hulu. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pemberdayaan. penanaman modal dan fasilitas industri. dan informasi industri. pengamanan dan penyelamatan industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. serta sumber pembiayaan. dan bidang industri hasil perkebunan . penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. prosedur.56 - modal. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. kreativitas dan inovasi. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri.

penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. kreativitas dan inovasi. dan b. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan dan informasi. penanaman modal. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Pemberdayaan Industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. standar. dan pemberian fasilitas industri. serta perizinan. industri. pemanfaatan sumber daya alam. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri hasil perkebunan nonpangan. Pasal 160 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. Pasal 159 Subdirektorat Industri Hasil Perkebunan Non Pangan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. serta sumber pembiayaan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.57 - b. di bidang .. norma. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia industri hasil perkebunan nonpangan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. dan Perikanan Pasal 162 Direktorat Industri Makanan. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. Pasal 161 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. fasilitas perizinan industri. dan pemberian fasilitas industri.58 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Industri Makanan. pembangunan sumber daya industri. Hasil Laut. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. hasil laut. Direktorat Industri Makanan. Hasil Laut. industri. tugas perumusan industri dan strategis. dan perikanan. dan Perikanan mempunyai tugas pelaksanaan rencana melaksanakan induk perumusan pembangunan dan industri nasional. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri makanan. serta pengawasan penyiapan pengembangan industri bahan di standar industri kebijakan bidang teknis industri hasil perkebunan nonpangan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. dan Perikanan menyelenggarakan fungsi: . penanaman modal. pemberdayaan. penyebaran industri. Hasil Laut. penyiapan bahan pelaksanaan hijau.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. kebijakan industri nasional.

Hasil Laut. d. dan perikanan. anggaran. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri makanan. b. program. dan perikanan. b. dan Perikanan terdiri atas: a.59 - a. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. perizinan. data dan informasi industri makanan. perizinan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri makanan. prosedur. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan. . penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. Hasil Laut. pembangunan sumber daya industri. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. e.. pembangunan sarana dan prasarana industri. hasil laut. hasil laut. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri makanan. standar. hasil laut. dan perikanan. dan g. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. hasil laut. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. standar industri hijau. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri makanan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Makanan. pengamanan dan penyelamatan industri. dan perikanan. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Perkebunan. hasil laut. dan perikanan. Pasal 164 Direktorat Industri Makanan. kriteria di bidang perencanaan. dan perikanan. penyebaran industri. kebijakan industri nasional. pemberdayaan. f. data dan informasi industri makanan. hasil laut. penyusunan rencana. c. dan Perikanan.

Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan perikanan. dan b. dan Perikanan terdiri atas: a. dan perikanan. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Laut. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 167 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Makanan. dan anggaran di bidang industri makanan. dan e. . hasil laut. serta penyajian informasi di bidang industri makanan. dan Peternakan. hasil laut. dan b. evaluasi dan pelaporan. program. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Tata Usaha. hasil laut. Perikanan. Seksi Program. dan perikanan. serta penyajian informasi di bidang industri makanan. dan anggaran di bidang industri makanan.. Pasal 166 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165. anggaran. dan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. Hasil Laut. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Makanan. program. hasil laut. Pasal 165 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Makanan. program. Pasal 168 (1) Seksi Program penyiapan bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan penyusunan rencana. dan Perikanan menyelenggarakan fungsi: a.60 - d. Hasil Laut. dan perikanan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. Hasil Laut.

pengumpulan dan pengolahan data. sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. pembangunan sumber daya industri. serta sumber pembiayaan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pemberdayaan. hasil laut. perizinan. penanaman modal dan fasilitas industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan perikanan. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan dan ke industri.61 - (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan . daya pemanfaatan sumber daya alam. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. dan informasi industri. Pasal 170 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. pembangunan sarana dan prasarana industri. kreativitas dan inovasi. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil tanaman pangan. perizinan industri.. pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. prosedur. serta penyajian informasi di bidang industri makanan. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan hasil tanaman pangan. standar. Pasal 169 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri.

norma. Pasal 172 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. kreativitas dan inovasi. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau.62 - b. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. di bidang . dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penanaman modal. serta perizinan. serta sumber pembiayaan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil tanaman pangan. Seksi Pemberdayaan Industri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. prosedur. standar.. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia industri pengolahan hasil tanaman pangan. industri. penyiapan industri bahan hijau. Pasal 171 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Tanaman Pangan terdiri atas: a. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan dan informasi.

penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pengolahan penyiapan serta bahan . dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil tanaman pangan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil perkebunan. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pemberdayaan. penanaman modal.63 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan mempunyai bahan industri hijau. perizinan industri. pengamanan dan penyelamatan industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Pasal 173 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan dan ke industri. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. pembangunan sumber daya industri. kreativitas dan inovasi. penanaman modal dan fasilitas industri. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Perkebunan menyelenggarakan fungsi: a. serta sumber pembiayaan. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. serta sumber pembiayaan. prosedur. penanaman modal. dan pemberian fasilitas industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil perkebunan. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan hasil perkebunan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan . kreativitas dan inovasi. Pasal 175 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Perkebunan terdiri atas: a. standar. Seksi Pemberdayaan Industri.. penyiapan industri bahan hijau. dan informasi industri. dan b. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan b. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.64 - penyusunan norma. Pasal 176 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pemanfaatan sumber daya alam. perizinan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis.

dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau.65 - pengolahan penyiapan serta pemanfaatan bahan penyusunan sistem informasi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. norma. dan pemberian fasilitas industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil perkebunan. tugas perumusan industri dan strategis. Pasal 177 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Laut. penanaman modal. pembangunan sarana dan prasarana industri. Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Laut. pembangunan sumber daya industri. pemberdayaan. Perikanan. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. dan peternakan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. standar. Perikanan. dan Peternakan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. dan Peternakan menyelenggarakan fungsi: . perikanan. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil laut. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan hasil perkebunan. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. industri. fasilitas perizinan industri. serta perizinan. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri..

66 - a. perikanan. dan pemberian fasilitas industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta sumber pembiayaan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan Peternakan terdiri atas: a. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. prosedur. penanaman modal. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. dan b. dan peternakan. perikanan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. dan b.. penyiapan industri bahan hijau. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan hasil laut. standar. pembangunan dan sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. . Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan peternakan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil laut. Pasal 179 Subdirektorat Industri Pengolahan Hasil Laut. Perikanan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Seksi Pemberdayaan Industri. dan informasi industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. perizinan. daya pemanfaatan sumber daya alam.

peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi industri Kerja Nasional pengolahan hasil Indonesia laut.. standar. dan peternakan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan hasil laut. Pasal 181 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. kreativitas dan inovasi.67 - Pasal 180 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. tugas perumusan industri dan strategis. melakukan . dan penyiapan bahan kerja sama internasional. norma. serta sumber pembiayaan. prosedur. pemanfaatan sumber daya alam. dan peternakan. penanaman modal. di bidang perikanan. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta perizinan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. perikanan. industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi.

68 - Bagian Keenam Direktorat Industri Minuman. dan bahan penyegar. dan Bahan Penyegar Pasal 182 Direktorat Industri Minuman. pembangunan sumber daya industri. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. Direktorat Industri Minuman. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. hasil tembakau. industri. Hasil Tembakau. kebijakan industri nasional. pemberdayaan. Hasil Tembakau. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. kebijakan industri nasional. penyebaran industri. hasil tembakau. c. penyebaran industri. dan bahan penyegar. penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri minuman. anggaran. . pembangunan sarana dan prasarana industri. pembangunan sumber daya industri. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri minuman. hasil tembakau. b. dan bahan penyegar. pembangunan sarana dan prasarana industri. program. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri minuman.. dan Bahan Penyegar menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri minuman. pemberdayaan. dan bahan penyegar. fasilitas perizinan industri. dan Bahan Penyegar mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. Hasil Tembakau. hasil tembakau. pengamanan dan penyelamatan industri.

standar industri hijau. serta penyajian informasi di bidang industri minuman. Hasil Tembakau. dan e. b. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman. d. Subbagian Tata Usaha. . dan Bahan Penyegar. Hasil Tembakau. dan bahan penyegar. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. Subdirektorat Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar. perizinan.69 - d. data dan informasi industri minuman. dan g. pengolahan evaluasi data. program. e. pengumpulan dan anggaran. kriteria di bidang perencanaan. f. standar. dan bahan penyegar. Subdirektorat Industri Minuman Ringan dan Pengolahan Hasil Hortikultura. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 185 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman. dan bahan penyegar. data dan informasi industri minuman. dan pelaporan. prosedur. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri minuman. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. c. Pasal 184 Direktorat Industri Minuman. hasil tembakau. hasil tembakau. dan Bahan Penyegar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. perizinan. hasil tembakau. dan Bahan Penyegar terdiri atas: a. hasil tembakau. Hasil Tembakau.. dan bahan penyegar. Subdirektorat Industri Pengolahan Susu dan Minuman Lainnya.

hasil tembakau. hasil tembakau. dan Bahan Penyegar terdiri atas: a. dan bahan penyegar. . Seksi Program. program. Pasal 189 Subdirektorat Industri Minuman Ringan dan Pengolahan Hasil Hortikultura mempunyai penyiapan perumusan industri. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 187 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman. dan bahan penyegar. pengumpulan dan pengolahan data. Hasil Tembakau. hasil tembakau. dan Bahan Penyegar menyelenggarakan fungsi: a.. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman. dan anggaran di bidang industri minuman. prasarana industri. pembangunan pembangunan sarana dan tugas melaksanakan pelaksanaan sumber dan penyebaran daya industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan bahan penyegar. serta penyajian informasi di bidang industri minuman. Hasil Tembakau. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan anggaran di bidang industri minuman. Pasal 188 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan penyusunan rencana. dan b. program. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan bahan penyegar. serta penyajian informasi di bidang industri minuman. hasil tembakau. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. dan b.70 - Pasal 186 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185.

dan b. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan informasi industri. perizinan. serta sumber pembiayaan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri minuman ringan dan pengolahan hasil hortikultura. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. kreativitas dan inovasi. Pasal 190 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189. pengamanan dan penyelamatan industri.71 - pemberdayaan. dan pemberian fasilitas industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri minuman ringan dan pengolahan hasil hortikultura. daya pemanfaatan sumber daya alam.. standar. penanaman modal. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. prosedur. penanaman modal dan fasilitas industri. Subdirektorat Industri Minuman Ringan dan Pengolahan Hasil Hortikultura menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri minuman ringan dan pengolahan hasil hortikultura. . perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. perizinan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pembangunan dan sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. penyiapan industri bahan hijau.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis .72 - Pasal 191 Subdirektorat Industri Minuman Ringan dan Pengolahan Hasil Hortikultura terdiri atas: a. norma. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi industri Kerja Nasional minuman ringan Indonesia dan di bidang pengolahan hasil hortikultura. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pemanfaatan sumber daya alam. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta perizinan. prosedur. Pasal 192 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. dan pemberian fasilitas industri. standar. Seksi Pemberdayaan Industri. penanaman modal. dan b.. industri. serta sumber pembiayaan.

pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. prosedur. pemberdayaan. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan susu dan minuman lainnya. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan susu dan minuman lainnya. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.. daya pemanfaatan sumber daya alam. kreativitas dan inovasi. sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan dan ke industri.73 - pengembangan industri di bidang industri minuman ringan dan pengolahan hasil hortikultura. perizinan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. fasilitas perizinan industri. Subdirektorat Industri Pengolahan Susu dan Minuman Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan sumber daya industri. industri. Pasal 193 Subdirektorat Industri Pengolahan Susu dan Minuman Lainnya mempunyai perumusan dan tugas melaksanakan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri. dan . dan informasi industri. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. pembangunan sarana dan prasarana industri.

penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan dan informasi. pemanfaatan sumber daya alam. Pasal 196 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan pemberian fasilitas industri. dan b. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. norma. serta sumber pembiayaan. penanaman modal. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pengolahan susu dan minuman lainnya. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. industri. serta perizinan. . dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis.. prosedur. Seksi Pemberdayaan Industri. standar. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan susu dan minuman lainnya.74 - b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. kreativitas dan inovasi. Pasal 195 Subdirektorat Industri Pengolahan Susu dan Minuman Lainnya terdiri atas: a.

Pasal 197 Subdirektorat Penyegar Industri Hasil mempunyai perumusan dan Tembakau tugas dan melaksanakan pelaksanaan Bahan penyiapan penyebaran industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. kreativitas dan inovasi. industri. Subdirektorat Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar menyelenggarakan fungsi: a.75 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. dan pemberian fasilitas industri. penanaman modal. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pengolahan susu dan minuman lainnya. fasilitas perizinan industri. Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. dan penyiapan bahan kerja sama internasional.. pemberdayaan. pembangunan sumber daya industri. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri hasil tembakau dan bahan penyegar. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan pengolahan serta . penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. pembangunan sarana dan prasarana industri.

76 - pemanfaatan sistem informasi. Pasal 200 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. kreativitas dan inovasi. penanaman modal. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Pasal 199 Subdirektorat Industri Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar terdiri atas: a. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan b. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri hasil tembakau dan bahan penyegar. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pemanfaatan sumber daya alam. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. . penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri hasil tembakau dan bahan penyegar. standar. perizinan. dan informasi industri. dan b. serta sumber pembiayaan..

penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta perizinan. penanaman modal. Pasal 201 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta pengawasan penyiapan pengembangan industri bahan di standar industri kebijakan bidang industri teknis hasil tembakau dan bahan penyegar. dan Fungsi Pasal 202 (1) Direktorat Jenderal Industri Kimia. standar. TEKSTIL. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.. Tekstil. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri hasil tembakau dan bahan penyegar. DAN ANEKA Bagian Kesatu Kedudukan. .77 - penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. BAB V DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KIMIA. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. tugas perumusan industri dan strategis. Tugas. norma. dan Aneka berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri.

. dan Aneka mempunyai pelaksanaan tugas menyelenggarakan kebijakan di bidang perumusan dan pendalaman dan penguatan struktur industri. industri kimia hilir. pengembangan industri strategis dan industri hijau. peningkatan daya saing. pengembangan iklim usaha. standardisasi industri. pengembangan iklim usaha. Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. pengembangan iklim usaha.78 - (2) Direktorat Jenderal Industri Kimia. standardisasi industri. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu. serta industri tekstil dan industri aneka. dan Aneka menyelenggarakan fungsi: a. teknologi industri. peningkatan daya saing. promosi industri dan jasa industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu. teknologi industri. teknologi industri. industri kimia hilir. peningkatan daya saing. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu. serta industri tekstil dan industri aneka. dan Aneka dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tekstil.. industri kimia hilir. perumusan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. promosi industri dan jasa industri. serta industri tekstil dan industri aneka. standardisasi industri. industri barang galian non logam. b. pengembangan industri strategis dan industri hijau. industri barang galian non logam. Direktorat Jenderal Industri Kimia. promosi industri dan jasa industri. pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. Pasal 203 Direktorat Jenderal Industri Kimia. industri barang galian non logam. Tekstil. Tekstil.

pengembangan industri strategis dan industri hijau. e. serta industri tekstil dan industri aneka. pengembangan iklim usaha. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Industri Kimia. pelaksanaan evaluasi pendalaman dan dan pelaporan penguatan di struktur bidang industri. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu.. promosi industri dan jasa industri. dan Aneka. industri kimia hilir. standardisasi industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. teknologi industri. penyusunan norma. teknologi industri. f. promosi industri dan jasa industri. industri kimia hilir. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. pelaksanaan supervisi pemberian atas pendalaman bimbingan pelaksanaan dan teknis kebijakan penguatan di struktur dan bidang industri. pengembangan iklim usaha. serta industri tekstil dan industri aneka. Tekstil. . industri barang galian non logam.79 - c. dan kriteria di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. industri kimia hilir. serta industri tekstil dan industri aneka. d. promosi industri dan jasa industri. industri barang galian non logam. teknologi industri. standar. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri kimia hulu. pengembangan industri strategis dan industri hijau. standardisasi industri. industri barang galian non logam. peningkatan daya saing. dan g. prosedur. peningkatan daya saing. standardisasi industri. peningkatan daya saing. pengembangan iklim usaha.

dan Aneka. tekstil. dan aneka. c. Direktorat Industri Kimia Hilir. dan aneka. di bidang . koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam. program.80 - Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 205 Direktorat Jenderal Industri Kimia. dan pemberdayaan industri industri kimia. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. sarana prasarana industri. b. dan e. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang industri kimia.. Alas Kaki. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang industri kimia. Kulit. Direktorat Industri Tekstil. Tekstil. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 206 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kimia. dan Aneka. Direktorat Industri Kimia Hulu. koordinasi dan penyusunan rencana. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. Tekstil. c. tekstil. dan aneka. dan Aneka terdiri atas: a. tekstil.

. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan. dan Pelaporan. Bagian Hukum dan Kerja Sama. Evaluasi. b. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. Pasal 210 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 209. tekstil. Evaluasi. dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dan pelaksanaan rencana. dan d. perlengkapan. program. . Pasal 209 Bagian Program. koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja hubungan masyarakat di bidang sama industri dan kimia. pengumpulan dan koordinasi anggaran. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Bagian Keuangan. dan tata usaha. rumah tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Bagian Program.81 - d. penyiapan program. dan c. penyusunan dan pelaporan. serta penyajian informasi di bidang industri kimia. dan f. Bagian Program. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. dan aneka. tekstil. Evaluasi. dan evaluasi pengolahan data. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan aneka. b. c. organisasi dan tata laksana. e. Pasal 208 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.

Pasal 213 Bagian Hukum melaksanakan rancangan dan Kerja penyiapan peraturan Sama mempunyai koordinasi dan tugas penyusunan perundang-undangan. dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi.82 - Pasal 211 Bagian Program. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai sumber daya manusia. teknologi industri. Subbagian Program. program. dan c. dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. dan pemberdayaan industri. dan aneka. kreativitas dan inovasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. Pasal 212 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan.. perjanjian kerja sama. Pasal 214 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 213. dan Pelaporan terdiri atas: a. Evaluasi. serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kimia. . sarana prasarana industri. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. sumber daya alam. tekstil. Subbagian Data dan Informasi.

dan aneka. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. standardisasi industri. Pasal 215 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. mempunyai dan perundangsumber teknologi sumber daya industri. dan sistem informasi industri di bidang industri kimia. Subbagian Peraturan Pemberdayaan Industri. b. tekstil. tekstil. dan c. dan aneka. dan aneka. inovasi. peningkatan penggunaan .83 - sumber pembiayaan. Pasal 216 (1) Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana melakukan Industri penyiapan penyusunan undangan bahan rancangan dan sumber kreativitas dan daya mengenai alam. tekstil. tugas koordinasi peraturan telaahan manusia. dan c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kimia. industri strategis. dan sistem informasi industri di bidang industri kimia.. dan kerja sama internasional di bidang industri kimia. Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. (2) Subbagian Peraturan mempunyai tugas koordinasi dan Pemberdayaan melakukan penyusunan Industri penyiapan rancangan bahan peraturan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. Subbagian Kerja Sama. dan aneka. tekstil. industri strategis. pembiayaan. b. standardisasi industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

tekstil. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. b. dan c. Pasal 217 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal.. dan aneka. Subbagian Akuntansi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217. pelaksanaan urusan akuntansi direktorat jenderal. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi direktorat jenderal. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. Pasal 220 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. dan aneka. dan c. dan kerja sama internasional di bidang industri kimia. . tekstil. Pasal 219 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kimia. b.84 - produk dalam negeri. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal.

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. perlengkapan. Pasal 221 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. b. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan tata usaha. dan c. . pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. Subbagian Tata Usaha. dan tata usaha. Pasal 223 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 222 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 221. dan c.85 - (3) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal.. Pasal 224 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. rumah tangga. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. organisasi dan tata laksana. b. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan.

penyusunan rencana. data dan informasi industri kimia hulu. program. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri kimia hulu.86 - Bagian Keempat Direktorat Industri Kimia Hulu Pasal 225 Direktorat Industri Kimia Hulu mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. penyebaran industri. data dan informasi industri kimia hulu. pembangunan sarana dan prasarana industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kimia hulu. standar. penanaman modal dan fasilitas industri. anggaran. e. perizinan industri. d. penyebaran industri. . perizinan. pembangunan sumber daya industri. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri kimia hulu. pemberdayaan. pemberdayaan. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. prosedur. kebijakan industri nasional. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma.. Direktorat Industri Kimia Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan penyelamatan industri. kebijakan industri nasional. pembangunan sumber daya industri. kriteria di bidang perencanaan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kimia hulu. pengamanan dan penyelamatan industri. b. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. perizinan. c.

Subdirektorat Industri Kimia Anorganik. Pasal 227 Direktorat Industri Kimia Hulu terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. evaluasi dan pelaporan. b.87 - f. program. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. program. c. Subdirektorat Industri Kimia Hulu Lainnya. Pasal 230 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hulu terdiri atas: . Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri kimia hulu. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan g. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hulu menyelenggarakan fungsi: a. d. dan anggaran di bidang industri kimia hulu. anggaran.. Pasal 228 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hulu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hulu. Subdirektorat Industri Kimia Organik. standar industri hijau. pengumpulan dan pengolahan data. dan b. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hulu. dan e. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hulu. pengumpulan dan pengolahan data.

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. dan b. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. pengamanan dan penyelamatan industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kimia anorganik. Pasal 232 Subdirektorat Industri Kimia Anorganik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. Subdirektorat Industri Kimia Anorganik menyelenggarakan fungsi: a. kreativitas dan inovasi. program. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan.. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. pengolahan penyiapan serta bahan . pengumpulan dan pengolahan data. dan anggaran di bidang industri kimia hulu. serta sumber pembiayaan. pemberdayaan. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hulu. daya pemanfaatan sumber daya alam. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. perizinan industri. pembangunan sumber daya industri. Pasal 231 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan melakukan dan penyusunan rencana. penanaman modal dan fasilitas industri. Seksi Program.88 - a.

- 89 -

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri kimia anorganik; dan
b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri kimia anorganik.
Pasal 234
Subdirektorat Industri Industri Kimia Anorganik terdiri
atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 235

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan
pengolahan
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

norma,

dan

informasi,
standar,

- 90 -

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

Nasional

Indonesia

di

bidang

industri kimia anorganik.
(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan

Industri

penyiapan

pelaksanaan

industri

mempunyai

bahan
hijau,

tugas

perumusan
industri

dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan
penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan
bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengawasan

penyiapan

pengembangan

industri

bahan
di

standar

industri

kebijakan

bidang

teknis

industri

kimia

anorganik.
Pasal 236
Subdirektorat Industri Kimia Organik mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
penyebaran industri, pembangunan sumber daya industri,
pembangunan

sarana

dan

prasarana

industri,

pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan industri,
perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas industri,
serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang
industri kimia organik.
Pasal 237
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

236,

Subdirektorat

Industri

Kimia

Organik

menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran
pengembangan

perumusan

industri

ke

industri,

dan

pelaksanaan

seluruh
penyiapan

wilayah
bahan

- 91 -

pembangunan

sumber

daya

manusia

industri,

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri kimia organik; dan
b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri kimia organik.
Pasal 238
Subdirektorat Industri Kimia Organik terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 239

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

- 92 -

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

pengolahan
penyiapan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

Nasional

Indonesia

di

bidang

industri kimia organik.
(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan

Industri

penyiapan

pelaksanaan

industri

mempunyai

bahan
hijau,

tugas

perumusan
industri

dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan
penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan
bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengembangan

pengawasan

penyiapan
industri

standar

bahan
di

industri

kebijakan

bidang

industri

teknis
kimia

organik.
Pasal 240
Subdirektorat Industri Kimia Hulu Lainnya mempunyai
tugas

melaksanakan

penyiapan

perumusan

dan

pelaksanaan penyebaran industri, pembangunan sumber
daya

industri,

pembangunan

sarana

dan

prasarana

industri, pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan
industri, perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas
industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di
bidang industri kimia hulu lainnya.

- 93 -

Pasal 241
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 240, Subdirektorat Industri Kimia Hulu Lainnya
menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran

perumusan

industri

pengembangan

ke

industri,

pembangunan

sumber

dan

pelaksanaan

seluruh

wilayah

penyiapan

bahan

manusia

industri,

daya

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri kimia hulu lainnya; dan
b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri kimia hulu lainnya.
Pasal 242
Subdirektorat Industri Kimia Hulu Lainnya terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.

- 94 -

Pasal 243
(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri

mempunyai

bahan

tugas

perumusan

dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

pengolahan
penyiapan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

Nasional

Indonesia

di

bidang

industri kimia hulu lainnya.
(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan
pelaksanaan

Industri

penyiapan
industri

mempunyai

bahan
hijau,

tugas

perumusan
industri

dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan
penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan
bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengawasan

penyiapan

bahan

standar
kebijakan

industri
teknis

pengembangan industri di bidang industri kimia hulu
lainnya.
Pasal 244
Subbagian

Tata

Usaha

mempunyai

tugas

urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.

melakukan

- 95 -

Bagian Kelima
Direktorat Industri Kimia Hilir
Pasal 245
Direktorat

Industri

Kimia

Hilir

mempunyai

tugas

melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk
pembangunan

industri

nasional,

kebijakan

industri

nasional, penyebaran industri, pembangunan sumber daya
industri, pembangunan sarana dan prasarana industri,
pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan industri,
perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas industri,
serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang
industri kimia hilir.
Pasal 246
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

245,

Direktorat

Industri

Kimia

Hilir

menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi
dan pelaporan pengembangan industri kimia hilir;

b.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta
penyajian informasi industri kimia hilir;

c.

penyiapan

perumusan

dan

pelaksanaan

rencana

induk pembangunan industri nasional, kebijakan
industri nasional, penyebaran industri, pembangunan
sumber daya industri, pembangunan sarana dan
prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan

industri,

penanaman

modal

dan

fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri kimia hilir;
d.

penyiapan

penyusunan

dan

pelaksanaan

norma,

standar, prosedur, kriteria di bidang perencanaan,
perizinan, data dan informasi industri kimia hilir;
e.

penyiapan

pelaksanaan

bimbingan

teknis

dan

supervisi di bidang perencanaan, perizinan, data dan
informasi industri kimia hilir;

d. standar industri hijau. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hilir.. Pasal 249 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 248. anggaran. Subdirektorat Industri Farmasi dan Kosmetik. program.96 - f. evaluasi dan pelaporan. Pasal 248 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hilir mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hilir. pengumpulan dan pengolahan data. b. dan g. dan e. dan b. c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir. dan anggaran di bidang industri kimia hilir. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. Subdirektorat Industri Kimia Hilir Lainnya. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri kimia hilir. Pasal 250 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hilir terdiri atas: . pengumpulan dan pengolahan data. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kimia Hilir menyelenggarakan fungsi: a. program. Pasal 247 Direktorat Industri Kimia Hilir terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hilir.

Seksi Program. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri. program. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. Pasal 252 Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir mempunyai tugas melaksanakan melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri plastik dan karet hilir. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan anggaran di bidang industri kimia hilir. dan b. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. pemberdayaan. daya pemanfaatan sumber daya alam.97 - a. Pasal 253 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252. serta penyajian informasi di bidang industri kimia hilir. perizinan industri. penanaman modal dan fasilitas industri. Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan penyiapan serta bahan . kreativitas dan inovasi. serta sumber pembiayaan. pembangunan sarana dan prasarana industri.. pengamanan dan penyelamatan industri. Pasal 251 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan melakukan dan penyusunan rencana. pengumpulan dan pengolahan data. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pembangunan sumber daya industri.

serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri plastik dan karet hilir. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. dan pemberian fasilitas industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan informasi. standar. penanaman modal. dan b. dan informasi industri. serta sumber pembiayaan. penyiapan industri bahan hijau. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. Seksi Pemberdayaan Industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri plastik dan karet hilir. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Pasal 254 Subdirektorat Industri Plastik dan Karet Hilir terdiri atas: a. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. kreativitas dan inovasi.. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan b. Pasal 255 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan norma. perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.98 - penyusunan norma. . standar.

penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. pembangunan sumber daya industri. dan pemberian fasilitas industri. tugas perumusan industri dan strategis. pemberdayaan. penanaman modal dan fasilitas industri. pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan pelaksanaan seluruh penyiapan wilayah bahan . penyiapan bahan penyebaran pengembangan perumusan industri ke industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta perizinan. perizinan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. industri.. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. penanaman modal. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri farmasi dan kosmetik. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri plastik dan karet hilir. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri plastik dan karet hilir. Subdirektorat Industri Farmasi dan Kosmetik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 256 Subdirektorat Industri Farmasi dan Kosmetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan promosi.99 - prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Pasal 259 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta sumber pembiayaan.100 - pembangunan sumber daya manusia industri. standar. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri farmasi dan kosmetik. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri farmasi dan kosmetik. prosedur. perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Pasal 258 Subdirektorat Industri Farmasi dan Kosmetik terdiri atas: a. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan informasi industri.. pemanfaatan sumber daya alam. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan b. penanaman modal. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan industri bahan hijau. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan b. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia . kreativitas dan inovasi.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kimia hilir lainnya. standar. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. norma. Pasal 260 Subdirektorat Industri Kimia Hilir Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pemanfaatan sumber daya alam. serta sumber pembiayaan. pembangunan sumber daya industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.101 - industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri farmasi dan kosmetik. pengamanan dan penyelamatan industri. . pembangunan sarana dan prasarana industri. perizinan industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penanaman modal dan fasilitas industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. tugas perumusan industri dan strategis. industri. kreativitas dan inovasi. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri farmasi dan kosmetik. serta perizinan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. prosedur. penanaman modal. pemberdayaan. dan pemberian fasilitas industri.. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi.

standar. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kimia hilir lainnya. dan informasi industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan b. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan industri bahan hijau. kreativitas dan inovasi. penanaman modal. . prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. daya pemanfaatan sumber daya alam. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kimia hilir lainnya. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Seksi Pemberdayaan Industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Pasal 262 Subdirektorat Industri Kimia Hilir Lainnya terdiri atas: a. Subdirektorat Industri Kimia Hilir Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma.102 - Pasal 261 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 260.. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. dan b. perizinan. dan pemberian fasilitas industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.

penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kimia hilir lainnya. penanaman modal. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.103 - Pasal 263 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. serta perizinan. dan pemberian fasilitas industri. industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. kreativitas dan inovasi. pemanfaatan sumber daya alam. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. prosedur.. Pasal 264 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta sumber pembiayaan. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kimia hilir lainnya. norma. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. standar. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. melakukan . dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.

d. b. prosedur. penyusunan rencana. Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan dan penyelamatan industri. penyebaran industri. anggaran. pemberdayaan. perizinan industri. c. kriteria di bidang perencanaan. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri bahan galian nonlogam. standar. kebijakan industri nasional.104 - Bagian Keenam Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam Pasal 265 Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. pembangunan sumber daya industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri bahan galian nonlogam. pembangunan sarana dan prasarana industri. . pemberdayaan. penyebaran industri. pembangunan sumber daya industri. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri bahan galian nonlogam. data dan informasi industri bahan galian nonlogam. penanaman modal dan fasilitas industri. kebijakan industri nasional. perizinan.. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. program. pembangunan sarana dan prasarana industri. pengamanan dan penyelamatan industri. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri bahan galian nonlogam.

dan . Subdirektorat Industri Bahan Galian Nonlogam lainnya. anggaran. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen. dan g. program. data dan informasi industri bahan galian nonlogam. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. Pasal 268 Subdirektorat Galian Program Nonlogam Pengembangan mempunyai Industri tugas Bahan melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. dan anggaran di bidang industri bahan galian nonlogam. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Pasal 269 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 268. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri bahan galian nonlogam. program. serta penyajian informasi di bidang industri bahan galian nonlogam. standar industri hijau. Pasal 267 Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam terdiri atas: a. d. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Bahan Galian Nonlogam menyelenggarakan fungsi: a.105 - e. b. f. dan e. Subdirektorat Industri Kaca dan Keramik.. pengumpulan dan pengolahan data. evaluasi dan pelaporan. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. c. perizinan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Bahan Galian Nonlogam.

pengamanan dan penyelamatan industri. Seksi Program. program. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. pemberdayaan. pengumpulan dan pengolahan data. serta penyajian informasi di bidang industri bahan galian nonlogam. pembangunan sumber daya industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Pasal 271 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan perumusan tugas dan melakukan penyusunan rencana. Pasal 272 Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen menyelenggarakan fungsi: . serta penyajian informasi di bidang industri bahan galian nonlogam. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272. dan b. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. penanaman modal dan fasilitas industri. dan anggaran di bidang industri bahan galian nonlogam.106 - b. Pasal 270 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Bahan Galian Nonlogam terdiri atas: a.. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri semen dan barang dari semen. pengumpulan dan pengolahan data. perizinan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri.

kreativitas dan inovasi. standar. daya pemanfaatan sumber daya alam. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri semen dan barang dari semen. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.107 - a. . dan pemberian fasilitas industri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. prosedur. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri semen dan barang dari semen. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Pasal 274 Subdirektorat Industri Semen dan Barang Dari Semen terdiri atas: a. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau.. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penanaman modal. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. dan informasi industri. dan b. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. perizinan.

Pasal 276 Subdirektorat Industri Kaca dan Keramik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri semen dan barang dari semen. norma. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. penanaman modal. standar. kreativitas dan inovasi. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri semen dan barang dari semen. tugas perumusan industri dan strategis. industri. pemanfaatan sumber daya alam. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. . dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. prosedur. serta perizinan. pembangunan sarana dan prasarana industri.108 - Pasal 275 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. pembangunan sumber daya industri. dan pemberian fasilitas industri. serta sumber pembiayaan.. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.

peningkatan penggunaan produk dalam negeri. pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri.109 - pemberdayaan. dan informasi industri. Pasal 277 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. dan pemberian fasilitas industri. penanaman modal dan fasilitas industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kaca dan keramik. penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penanaman modal. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. Subdirektorat Industri Kaca dan Keramik menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kaca dan keramik. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. . penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan b. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kaca dan keramik. perizinan. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. kreativitas dan inovasi. prosedur.. standar. perizinan industri. serta sumber pembiayaan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.

Pasal 279 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penanaman modal. serta perizinan. industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. norma. tugas perumusan industri dan strategis. dan pemberian fasilitas industri. . peningkatan penggunaan produk dalam negeri..110 - Pasal 278 Subdirektorat Industri Kaca dan Keramik terdiri atas: a. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. standar. dan b. serta sumber pembiayaan. kreativitas dan inovasi. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. prosedur. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kaca dan keramik. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kaca dan keramik. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pemanfaatan sumber daya alam.

penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan . penanaman modal dan fasilitas industri. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri.111 - Pasal 280 Subdirektorat Industri Bahan Galian Nonlogam Lainnya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pembangunan sumber daya industri. prosedur. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan industri bahan hijau. standar. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri bahan galian nonlogam lainnya. pengamanan dan penyelamatan industri. pemberdayaan. pembangunan sarana dan prasarana industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Pasal 281 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan informasi industri.. Subdirektorat Industri Bahan Galian Nonlogam Lainnya menyelenggarakan fungsi: a. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri bahan galian nonlogam lainnya. perizinan. dan b. penanaman modal. perizinan industri. serta sumber pembiayaan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. daya pemanfaatan sumber daya alam.

- 112 -

pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri bahan galian nonlogam
lainnya.
Pasal 282
Subdirektorat Industri Bahan Galian Nonlogam Lainnya
terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 283

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai

tugas

perumusan

dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

pengolahan
penyiapan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

Nasional

Indonesia

di

bidang

industri bahan galian nonlogam lainnya.
(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan
pelaksanaan

penyiapan
industri

Industri
bahan
hijau,

mempunyai
perumusan
industri

tugas
dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan
penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan

- 113 -

bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengawasan

penyiapan

bahan

standar
kebijakan

industri
teknis

pengembangan industri di bidang industri bahan
galian nonlogam lainnya.
Pasal 284
Subbagian

Tata

Usaha

mempunyai

tugas

melakukan

urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Ketujuh
Direktorat Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki,
dan Aneka
Pasal 285
Direktorat Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka
mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan
dan

pelaksanaan

penyebaran

industri,

pembangunan

sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana
industri, pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan
industri, perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas
industri, serta kebijakan teknis pengembangan industri di
bidang industri tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka.
Pasal 286
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 285, Direktorat Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan
Aneka menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi
dan pelaporan pengembangan industri tekstil, kulit,
alas kaki, dan aneka;

b.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta
penyajian informasi industri tekstil, kulit, alas kaki,
dan aneka;

- 114 -

c.

penyiapan

perumusan

dan

pelaksanaan

rencana

induk pembangunan industri nasional, kebijakan
industri nasional, penyebaran industri, pembangunan
sumber daya industri, pembangunan sarana dan
prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan

industri,

penanaman

modal

dan

fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri tekstil, kulit, alas kaki, dan
aneka;
d.

penyiapan

penyusunan

dan

pelaksanaan

norma,

standar, prosedur, kriteria di bidang perencanaan,
perizinan, data dan informasi industri tekstil, kulit,
alas kaki, dan aneka;
e.

penyiapan

pelaksanaan

bimbingan

teknis

dan

supervisi di bidang perencanaan, perizinan, data dan
informasi industri tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka;
f.

pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia,
standar industri hijau, Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia pada industri tekstil, kulit, alas
kaki, dan aneka; dan

g.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
direktorat.
Pasal 287

Direktorat Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka
terdiri atas:
a.

Subdirektorat

Program

Pengembangan

Industri

Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka;
b.

Subdirektorat Industri Tekstil;

c.

Subdirektorat Industri Pakaian Jadi dan Produk
Tekstil Lainnya;

d.

Subdirektorat Industri Kulit, Alas Kaki, dan Aneka;
dan

e.

Subbagian Tata Usaha.

- 115 -

Pasal 288
Subdirektorat Program Pengembangan industri Tekstil,
Kulit, Alas Kaki, dan Aneka mempunyai tugas mempunyai
tugas

melaksanakan

penyiapan

perumusan

dan

penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi dan
pelaporan,

pengumpulan

dan

pengolahan

data,

serta

penyajian informasi di bidang industri tekstil, kulit, alas
kaki, dan aneka.
Pasal 289
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 288, Subdirektorat Program Pengembangan Industri
Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka menyelenggarakan
fungsi:
a.

penyiapan

bahan

perumusan

dan

penyusunan

rencana, program, dan anggaran di bidang industri
tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka; dan
b.

penyiapan

bahan

evaluasi

dan

pelaporan,

pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian
informasi di bidang industri tekstil, kulit, alas kaki,
dan aneka.
Pasal 290
Subdirektorat Program Pengembangan Industri Tekstil,
Kulit, Alas Kaki, dan Aneka terdiri atas:
a.

Seksi Program; dan

b.

Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 291

(1)

Seksi

Program

penyiapan

bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan
penyusunan

rencana, program, dan anggaran di bidang industri
tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka.

- 116 -

(2)

Seksi

Evaluasi

dan

Pelaporan

mempunyai

tugas

melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan,
pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian
informasi di bidang industri tekstil, kulit, alas kaki,
dan aneka.
Pasal 292
Subdirektorat

Industri

Tekstil

mempunyai

tugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
penyebaran industri, pembangunan sumber daya industri,
pembangunan

sarana

dan

prasarana

industri,

pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan industri,
perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas industri,
serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang
industri tekstil.
Pasal 293
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 292, Subdirektorat Industri Tekstil menyelenggarakan
fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran

industri

pengembangan
pembangunan

perumusan
ke

industri,
sumber

dan

pelaksanaan

seluruh

wilayah

penyiapan

bahan

manusia

industri,

daya

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri tekstil; dan

- 117 -

b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri tekstil.
Pasal 294
Subdirektorat Industri Industri Tekstil terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 295

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan
pengolahan
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

industri tekstil.

Nasional

Indonesia

di

bidang

- 118 -

(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan

Industri

penyiapan

pelaksanaan

industri

mempunyai

bahan
hijau,

tugas

perumusan
industri

dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan
penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan
bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengawasan

penyiapan

standar

bahan

industri

kebijakan

teknis

pengembangan industri di bidang industri tekstil.
Pasal 296
Subdirektorat Industri Pakaian Jadi dan Produk Tekstil
Lainnya

mempunyai

perumusan

dan

tugas

melaksanakan

pelaksanaan

penyiapan

penyebaran

industri,

pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana
dan prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan industri, perizinan industri, penanaman
modal

dan

fasilitas

industri,

serta

kebijakan

teknis

pengembangan industri di bidang industri pakaian jadi dan
produk tekstil lainnya.
Pasal 297
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 296, Subdirektorat Industri Pakaian Jadi dan Produk
Tekstil Lainnya menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran

industri

pengembangan
pembangunan

perumusan
ke

industri,
sumber

dan

pelaksanaan

seluruh

wilayah

penyiapan

bahan

manusia

industri,

daya

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

Pasal 299 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pemanfaatan sumber daya alam. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pakaian jadi dan produk tekstil lainnya. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri pakaian jadi dan produk tekstil lainnya. dan informasi industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi dan . Pasal 298 Subdirektorat Industri Pakaian Jadi dan Produk Tekstil Lainnya terdiri atas: a.. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.119 - penyusunan norma. penyiapan industri bahan hijau. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. Seksi Pemberdayaan Industri. kreativitas dan inovasi. dan pemberian fasilitas industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan b. dan b. penanaman modal. standar. perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau.

penanaman modal. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. Alas Kaki. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. industri. pembangunan sumber daya industri.120 - pengolahan penyiapan serta pemanfaatan bahan penyusunan sistem informasi.. standar. dan Aneka menyelenggarakan fungsi: . (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri pakaian jadi dan produk tekstil lainnya. Pasal 300 Subdirektorat Industri Kulit. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri pakaian jadi dan produk tekstil lainnya. prosedur. dan aneka. pengamanan dan penyelamatan industri. perizinan industri. pemberdayaan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. tugas perumusan industri dan strategis. pembangunan sarana dan prasarana industri. alas kaki. dan pemberian fasilitas industri. serta perizinan. norma. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Alas Kaki. penanaman modal dan fasilitas industri. dan Aneka mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Subdirektorat Industri Kulit. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kulit.

perizinan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan pemberian fasilitas industri. kreativitas dan inovasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. dan informasi industri. serta sumber pembiayaan. alas kaki. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kulit. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan aneka. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. .121 - a. Pasal 302 Subdirektorat Industri Kulit. standar. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan b. alas kaki. penanaman modal. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kulit. dan Aneka terdiri atas: a. Seksi Pemberdayaan Industri.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. Alas Kaki. dan aneka.

dan aneka. alas kaki. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kulit. alas kaki. norma. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.. dan aneka. tugas perumusan industri dan strategis. industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi.122 - Pasal 303 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penanaman modal. kreativitas dan inovasi. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pemanfaatan sumber daya alam. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kulit. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. Pasal 304 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. melakukan . serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta perizinan. standar. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.

serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. peningkatan daya saing. Mesin. Pasal 306 Direktorat Jenderal Transportasi. promosi industri dan jasa industri. Alat Transportasi. peningkatan daya saing.. dan Fungsi Pasal 305 (1) Direktorat Jenderal Industri Logam. perumusan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. pengembangan iklim usaha. ALAT TRANSPORTASI. dan Elektronika menyelenggarakan fungsi: a. teknologi industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. DAN ELEKTRONIKA Bagian Kesatu Kedudukan. Mesin. Tugas. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306.123 - BAB VI DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI LOGAM. standardisasi industri. dan Industri Elektronika Logam. MESIN. industri alat transportasi dan maritim. Alat Transportasi. mempunyai Alat tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. serta industri elektronika dan telematika. dan Elektronika dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan Elektronika berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Alat Transportasi. industri mesin. (2) Direktorat Jenderal Industri Logam. Direktorat Jenderal Industri Logam. promosi industri dan jasa . Mesin. pengembangan iklim usaha. Mesin.

b. teknologi industri. promosi industri dan jasa industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. pengembangan industri strategis dan industri hijau. pengembangan iklim usaha. . serta industri elektronika dan telematika. industri mesin. standardisasi industri. industri alat transportasi dan maritim. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. prosedur. standar. pengembangan iklim usaha. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. peningkatan daya saing. industri mesin. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. serta industri elektronika dan telematika. promosi industri dan jasa industri. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. serta industri elektronika dan telematika. pengembangan industri strategis dan industri hijau. industri alat transportasi dan maritim. teknologi industri. pelaksanaan kebijakan di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. teknologi industri. serta industri elektronika dan telematika. penyusunan norma. c. industri mesin. teknologi industri. industri mesin. standardisasi industri. promosi industri dan jasa industri. pengembangan industri strategis dan industri hijau. peningkatan daya saing. dan kriteria di bidang pendalaman dan penguatan struktur industri. pengembangan iklim usaha. industri alat transportasi dan maritim. standardisasi industri. industri alat transportasi dan maritim. standardisasi industri.. d. pelaksanaan supervisi pemberian atas pendalaman bimbingan pelaksanaan dan teknis kebijakan penguatan di struktur dan bidang industri. peningkatan daya saing.124 - industri.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Industri Logam. industri alat transportasi dan maritim. f. dan g. peningkatan daya saing. teknologi industri. serta industri elektronika dan telematika. dan Elektronika terdiri atas: a. dan Alat Pertahanan. Direktorat Industri Elektronika dan Telematika. dan Elektronika. promosi industri dan jasa industri. Alat Transportasi. standardisasi industri. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 308 Direktorat Jenderal Industri Logam. dan e. serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada industri logam. Alat Transportasi. Alat Transportasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 309 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Logam. Mesin. d. Mesin.125 - e.. Mesin. Direktorat Industri Logam. pelaksanaan evaluasi pendalaman dan dan pelaporan penguatan di struktur bidang industri. b. pengembangan iklim usaha. industri mesin. c. dan Elektronika. . pengembangan industri strategis dan industri hijau. Alat Transportasi. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Direktorat Industri Maritim. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian.

126 - Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. mesin. koordinasi dan pelaksanaan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang industri logam. alat transportasi. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. mesin. dan tata usaha. dan elektronika. d. program. c. b. organisasi dan tata laksana. dan f. alat transportasi. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang industri logam. dan pemberdayaan industri logam. c. Evaluasi.. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan pengumpulan dan elektronika. rumah tangga. dan elektronika. b. Bagian Hukum dan Kerja Sama. sarana prasarana industri. Bagian Program. koordinasi dan penyusunan rencana. dan d. Bagian Keuangan. . alat transportasi. Pasal 311 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri logam. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. dan elektronika. e. mesin. dan Pelaporan. perlengkapan. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. mesin. industri alat di bidang transportasi.

program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. Evaluasi. Evaluasi. dan c. Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengumpulan dan koordinasi anggaran. dan c. Evaluasi. b. alat transportasi. . Pasal 315 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana.127 - Pasal 312 Bagian Program. mesin. serta penyajian informasi di bidang industri logam. dan Pelaporan terdiri atas: a. Bagian Program. dan evaluasi pengolahan data. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi. dan elektronika. penyiapan program. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dan pelaksanaan rencana. penyusunan dan pelaporan. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a.. dan anggaran. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. Pasal 314 Bagian Program. Subbagian Program. program.

. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai sumber daya manusia. industri strategis.128 - (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi serta penyusunan laporan. mesin. sarana prasarana industri. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. dan elektronika. alat transportasi. dan kerja sama internasional di bidang industri logam. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. dan pemberdayaan industri. sumber daya alam. Pasal 316 Bagian Hukum melaksanakan rancangan dan Kerja penyiapan peraturan Sama mempunyai koordinasi dan tugas penyusunan perundang-undangan. mesin. dan c. mesin. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan sistem informasi industri di bidang industri logam. elektronika. dan elektronika. mesin. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri logam. Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. dan elektronika. sumber pembiayaan. dan . standardisasi industri. teknologi industri. kreativitas dan inovasi. alat transportasi. perjanjian kerja sama. alat transportasi. alat transportasi. serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri logam.

dan elektronika. dan sistem informasi industri di bidang industri logam. tugas koordinasi peraturan telaahan manusia. Pasal 319 (1) Subbagian Peraturan Sarana Prasarana melakukan Sumber Daya Industri dan Industri penyiapan penyusunan undangan bahan rancangan dan sumber kreativitas dan daya mengenai alam. mesin. alat transportasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri logam. mesin. Subbagian Kerja Sama. mesin. mempunyai perundangsumber teknologi sumber dan daya industri. b. dan c. industri strategis. Pasal 320 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. inovasi. dan elektronika.129 - Pasal 318 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. (2) Subbagian Peraturan mempunyai tugas koordinasi dan Pemberdayaan melakukan penyusunan Industri penyiapan rancangan bahan peraturan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. Subbagian Peraturan Pemberdayaan Industri.. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan elektronika. pembiayaan. standardisasi industri. . dan kerja sama internasional di bidang industri logam. alat transportasi. alat transportasi.

130 - Pasal 321 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 320. Pasal 325 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 324. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi direktorat jenderal. organisasi dan tata laksana. pelaksanaan urusan akuntansi direktorat jenderal. b. Pasal 322 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. rumah tangga. Bagian menyelenggarakan fungsi: Kepegawaian dan Umum . Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal.. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 324 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Subbagian Akuntansi. Pasal 323 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. (3) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. dan tata usaha. dan c. perlengkapan.

kebijakan industri nasional. perizinan industri. Pasal 327 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. Subbagian Tata Usaha. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam.. . Subbagian Kepegawaian. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan.131 - a. pengamanan dan penyelamatan industri. prasarana industri. penanaman modal dan fasilitas industri. b. pembangunan pembangunan sarana sumber dan daya industri. penyebaran industri. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan direktorat jenderal. pemberdayaan. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. Pasal 326 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan c. Bagian Keempat Direktorat Industri Logam Pasal 328 Direktorat Industri Logam mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. pelaksanaan urusan tata usaha. dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. b.

pembangunan sarana dan prasarana industri. kriteria di bidang perencanaan. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. Pasal 330 Direktorat Industri Logam terdiri atas: a. kebijakan industri nasional. pemberdayaan. pengamanan dan penyelamatan industri. Subdirektorat Program Pengembangan Logam. c. standar. dan g. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Direktorat Industri Logam menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri logam. dan e. pembangunan sumber daya industri. penyusunan rencana. Subdirektorat Industri Logam Besi. Subdirektorat Industri Logam Bukan Besi. perizinan. d. perizinan. program. anggaran.132 - Pasal 329 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 328. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri logam. data dan informasi industri logam. data dan informasi industri logam. b. b.. c. d. standar industri hijau. penyebaran industri. Subdirektorat Industri Logam Hilir. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. e. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri logam. Industri . f. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional.

.133 - Pasal 331 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Logam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. serta penyajian informasi di bidang industri logam. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. dan b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. program. dan anggaran di bidang industri logam. dan b. Seksi Program. Pasal 333 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Logam terdiri atas: a. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pengumpulan dan pengolahan data. serta penyajian informasi di bidang industri logam. Pasal 334 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan perumusan tugas dan melakukan penyusunan rencana. pengumpulan dan pengolahan data. program. serta penyajian informasi di bidang industri logam. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. program. evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Logam menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran di bidang industri logam.. anggaran. pengumpulan dan pengolahan data.

dan b. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. pemberdayaan. prosedur. daya pemanfaatan sumber daya alam. pembangunan sumber daya industri. penanaman modal. dan pemberian fasilitas industri.134 - Pasal 335 Subdirektorat Industri Logam Besi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. penanaman modal dan fasilitas industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pengamanan dan penyelamatan industri. Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri logam besi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi.. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. kreativitas dan inovasi. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. serta sumber pembiayaan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan . penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. standar. dan informasi industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam besi. Subdirektorat Industri Logam Besi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan industri bahan hijau. perizinan industri. perizinan.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri logam besi. norma. penyiapan . pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. kreativitas dan inovasi. Pasal 337 Subdirektorat Industri Industri Logam Besi terdiri atas: a. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. standar. penanaman modal.135 - pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. dan b. industri. prosedur. dan pemberian fasilitas industri. Seksi Pemberdayaan Industri. serta perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. pemanfaatan sumber daya alam. Pasal 338 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri.. mempunyai perumusan industri tugas dan strategis. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam besi. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta sumber pembiayaan. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri bahan hijau.

dan . pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta sumber pembiayaan. penanaman modal dan fasilitas industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. Subdirektorat Industri Logam Bukan Besi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri.136 - bahan pelaksanaan hijau.. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri logam bukan besi. perizinan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. kreativitas dan inovasi. Pasal 339 Subdirektorat Industri Logam Bukan Besi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pemberdayaan. daya pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. prosedur. standar. perizinan industri. pengamanan dan penyelamatan industri. dan informasi industri. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. pembangunan sumber daya industri. Pasal 340 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 339. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam bukan besi. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam besi.

serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam bukan besi. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta perizinan. pemanfaatan sumber daya alam. Indonesia di bidang . serta sumber pembiayaan. prosedur. industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional industri logam bukan besi. norma. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.137 - b. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan dan informasi. dan b. penyiapan industri bahan hijau. kreativitas dan inovasi. penanaman modal. dan pemberian fasilitas industri. Pasal 341 Subdirektorat Industri Logam Bukan Besi terdiri atas: a. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. standar. Pasal 342 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.

pemberdayaan. pembangunan sumber daya industri. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri. tugas perumusan industri dan strategis. serta sumber pembiayaan. Pasal 344 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 343. kreativitas dan inovasi. penanaman modal. perizinan industri.138 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. pengamanan dan penyelamatan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam bukan besi. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Pasal 343 Subdirektorat Industri Logam Hilir mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penanaman modal dan fasilitas industri. Subdirektorat Industri Logam Hilir menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan penyiapan serta bahan . penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan pemberian fasilitas industri.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. daya pemanfaatan sumber daya alam. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam hilir. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi.139 - penyusunan norma. Pasal 346 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan norma. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penanaman modal. dan informasi. dan b. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan informasi industri. prosedur. prosedur. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perizinan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan industri bahan hijau. serta sumber pembiayaan. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam hilir. kreativitas dan inovasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan .. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri logam hilir. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. Seksi Pemberdayaan Industri. Pasal 345 Subdirektorat Industri Logam Hilir terdiri atas: a. standar. dan b. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan pemberian fasilitas industri.

serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri logam hilir. dan pemberian fasilitas industri. industri. penyebaran industri. pembangunan sumber daya industri. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. industri. penanaman modal. kebijakan industri nasional. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri logam hilir. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. fasilitas perizinan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. . serta perizinan. Bagian Kelima Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Pasal 348 Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian mempunyai tugas pelaksanaan rencana melaksanakan induk perumusan pembangunan dan industri nasional. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. Pasal 347 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pemberdayaan. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau..140 - supervisi perencanaan. dan penyiapan bahan kerja sama internasional.

pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian menyelenggarakan fungsi: a..141 - Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. dan g. d. c. f. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri permesinan dan alat mesin pertanian. perizinan. kriteria di bidang perencanaan. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. . penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. prosedur. standar. perizinan. pengamanan dan penyelamatan industri. b. standar industri hijau. program. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. penyusunan rencana. pembangunan sarana dan prasarana industri. pemberdayaan. data dan informasi industri permesinan dan alat mesin pertanian. anggaran. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri permesinan dan alat mesin pertanian. data dan informasi industri di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. penyebaran industri. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri permesinan dan alat mesin pertanian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. kebijakan industri nasional. pembangunan sumber daya industri. e.

dan Mesin Pelestari Lingkungan. dan e. Subbagian Tata Usaha. pengumpulan dan pengolahan data. Alat Berat. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. serta penyajian informasi di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. program.142 - Pasal 350 Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian terdiri atas: a. d. anggaran. Subdirektorat Industri Peralatan Pabrik. Pasal 352 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351. b. . dan anggaran di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana.. Pasal 351 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Industri Mesin Perkakas dan Alat Mesin Pertanian. dan b. c. program. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian. Subdirektorat Industri Mesin Peralatan Listrik dan Alat Kesehatan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian informasi di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian.

Pasal 355 Subdirektorat Industri Mesin Peralatan Listrik dan Alat Kesehatan mempunyai tugas penyiapan perumusan dan industri. sumber daya dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. pengembangan dan . prasarana industri. Pasal 356 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355. pengumpulan dan pengolahan data. penanaman modal dan fasilitas industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri mesin peralatan listrik dan alat kesehatan. pengamanan dan penyelamatan industri. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. pemberdayaan.143 - Pasal 353 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian terdiri atas: a.. pemanfaatan sumber daya alam. Seksi Program. Pasal 354 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan melakukan dan penyusunan rencana. pembangunan pembangunan sarana melaksanakan pelaksanaan sumber dan fasilitasi penyebaran daya industri. dan anggaran di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. serta penyajian informasi di bidang industri permesinan dan alat mesin pertanian. penyiapan bahan penyebaran pengembangan pembangunan perumusan industri ke industri. perizinan industri. Subdirektorat Industri Mesin Peralatan Listrik dan Alat Kesehatan menyelenggarakan fungsi: a. program. dan b. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia . serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri mesin peralatan listrik dan alat kesehatan. dan informasi industri. serta sumber pembiayaan. Pasal 357 Subdirektorat Industri Mesin Peralatan Listrik dan Alat Kesehatan terdiri atas: a. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan b. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penanaman modal. Seksi Pemberdayaan Industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. penyiapan industri bahan hijau. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Pasal 358 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau.. dan b.144 - pemanfaatan teknologi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perizinan. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri mesin peralatan listrik dan alat kesehatan. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.

penanaman modal dan fasilitas industri. serta perizinan. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan tugas perumusan hijau. prosedur. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri peralatan pabrik. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri mesin peralatan listrik dan alat kesehatan. norma.145 - industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. industri. perizinan industri. industri dan strategis. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penanaman modal. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. kreativitas dan inovasi.. standar. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. Pasal 359 Subdirektorat Industri Peralatan Pabrik. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pemanfaatan sumber daya alam. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan pemberian fasilitas industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Alat Berat. dan mesin pelestari lingkungan. . alat berat. pemberdayaan. pengamanan dan penyelamatan industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri mesin peralatan listrik dan alat kesehatan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. dan Mesin Pelestari Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pembangunan sumber daya industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta sumber pembiayaan.

dan b. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan mesin pelestari lingkungan. dan Mesin Pelestari Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. serta sumber pembiayaan. penanaman modal. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri peralatan pabrik. dan Mesin Pelestari Lingkungan terdiri atas: . Alat Berat.. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. dan pemberian fasilitas industri. Alat Berat. alat berat. standar.146 - Pasal 360 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. prosedur. perizinan. dan mesin pelestari lingkungan. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri peralatan pabrik. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. alat berat. penyiapan industri bahan hijau. Subdirektorat Industri Peralatan Pabrik. Pasal 361 Subdirektorat Industri Peralatan Pabrik. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. dan informasi industri.

serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri peralatan pabrik. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta perizinan. pemanfaatan sumber daya alam. alat berat. industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. serta sumber pembiayaan. norma. Pasal 362 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan mesin pelestari lingkungan. dan b. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.147 - a. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan mesin pelestari lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. kreativitas dan inovasi. . prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. Seksi Pemberdayaan Industri. alat berat. standar. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. penanaman modal. tugas perumusan industri dan strategis. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri peralatan pabrik.

- 148 -

Pasal 363
Subdirektorat Industri Mesin Perkakas dan Alat Mesin
Pertanian

mempunyai

perumusan

dan

tugas

melaksanakan

pelaksanaan

penyiapan

penyebaran

industri,

pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana
dan prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan
modal

dan

industri,
fasilitas

perizinan

industri,

industri,

serta

penanaman

kebijakan

teknis

pengembangan industri di bidang industri mesin perkakas
dan alat mesin pertanian.
Pasal 364
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 363, Subdirektorat Industri Mesin Perkakas dan Alat
Mesin Pertanian menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran

perumusan

industri

pengembangan

ke

industri,

pembangunan

sumber

dan

pelaksanaan

seluruh

wilayah

penyiapan

bahan

manusia

industri,

daya

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri mesin perkakas dan alat
mesin pertanian; dan
b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

- 149 -

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri mesin perkakas dan alat
mesin pertanian.
Pasal 365
Subdirektorat Industri Mesin Perkakas dan Alat Mesin
Pertanian terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 366

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai

tugas

perumusan

dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

pengolahan
penyiapan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

Nasional

Indonesia

di

bidang

industri mesin perkakas dan alat mesin pertanian.
(2)

Seksi

Pemberdayaan

melakukan
pelaksanaan

penyiapan
industri

Industri
bahan
hijau,

mempunyai
perumusan
industri

tugas
dan

strategis,

peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan

- 150 -

penyiapan bahan kerja sama internasional, penyiapan
bahan

pengamanan

dan

penyelamatan

industri,

penyiapan bahan pelaksanaan promosi, penanaman
modal, dan pemberian fasilitas industri, penyiapan
bahan

pelaksanaan

hijau,

serta

pengawasan

penyiapan

bahan

standar

industri

kebijakan

teknis

pengembangan industri di bidang industri mesin
perkakas dan alat mesin pertanian.
Pasal 367
Subbagian

Tata

Usaha

mempunyai

tugas

melakukan

urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.
Bagian Keenam
Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi,
dan Alat Pertahanan
Pasal 368
Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat
Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan
dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri
nasional, kebijakan industri nasional, penyebaran industri,
pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana
dan prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan
modal

dan

industri,
fasilitas

perizinan

industri,

industri,

serta

penanaman

kebijakan

teknis

pengembangan industri di bidang industri maritim, alat
transportasi, dan alat pertahanan.
Pasal 369
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 368, Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi,
dan Alat Pertahanan menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan rencana, program, anggaran, evaluasi
dan pelaporan pengembangan industri maritim, alat
transportasi, dan alat pertahanan;

- 151 -

b.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta
penyajian

informasi

industri

maritim,

alat

transportasi, dan alat pertahanan;
c.

penyiapan

perumusan

dan

pelaksanaan

rencana

induk pembangunan industri nasional, kebijakan
industri nasional, penyebaran industri, pembangunan
sumber daya industri, pembangunan sarana dan
prasarana industri, pemberdayaan, pengamanan dan
penyelamatan

industri,

penanaman

modal

dan

fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri maritim, alat transportasi,
dan alat pertahanan;
d.

penyiapan

penyusunan

dan

pelaksanaan

norma,

standar, prosedur, kriteria di bidang perencanaan,
perizinan, data dan informasi industri maritim, alat
transportasi, dan alat pertahanan;
e.

penyiapan

pelaksanaan

bimbingan

teknis

dan

supervisi di bidang perencanaan, perizinan, data dan
informasi industri maritim, alat transportasi, dan alat
pertahanan;
f.

pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia,
standar industri hijau, Standar Kompetensi Kerja
Nasional

Indonesia

pada

industri

maritim,

alat

transportasi, dan alat pertahanan; dan
g.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
direktorat.
Pasal 370

Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat
Pertahanan terdiri atas:
a.

Subdirektorat

Program

Pengembangan

Industri

Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan;
b.

Subdirektorat Industri Maritim;

c.

Subdirektorat Industri Alat Transportasi Darat;

d.

Subdirektorat Industri Kereta Api, Alat Transportasi
Udara, dan Alat Pertahanan; dan

e.

Subbagian Tata Usaha.

- 152 -

Pasal 371
Subdirektorat Program Pengembangan Industri Maritim,
Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan
rencana,

program,

pengumpulan

anggaran,

dan

evaluasi

pengolahan

data,

dan

pelaporan,

serta

penyajian

informasi di bidang industri maritim, alat transportasi, dan
alat pertahanan.
Pasal 372
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 371, Program Pengembangan Industri Maritim, Alat
Transportasi,

dan

Alat

Pertahanan

menyelenggarakan

fungsi:
a.

penyiapan

bahan

perumusan

dan

penyusunan

rencana, program, dan anggaran di bidang industri
maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan; dan
b.

penyiapan

bahan

evaluasi

dan

pelaporan,

pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian
informasi di bidang industri maritim, alat transportasi,
dan alat pertahanan.
Pasal 373
Program Pengembangan Industri Maritim, Alat Transportasi,
dan Alat Pertahanan terdiri atas:
a.

Seksi Program; dan

b.

Seksi Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 374

(1)

Seksi

Program

penyiapan

bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan
penyusunan

rencana, program, dan anggaran di bidang industri
maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan.

- 153 -

(2)

Seksi

Evaluasi

dan

Pelaporan

mempunyai

tugas

melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan,
pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian
informasi di bidang industri maritim, alat transportasi,
dan alat pertahanan.
Pasal 375
Subdirektorat

Industri

Maritim

mempunyai

tugas

melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan
penyebaran industri, pembangunan sumber daya industri,
pembangunan

sarana

dan

prasarana

industri,

pemberdayaan, pengamanan dan penyelamatan industri,
perizinan industri, penanaman modal dan fasilitas industri,
serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang
industri maritim.
Pasal 376
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

375,

Subdirektorat

Industri

Maritim

menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

penyebaran

industri

pengembangan
pembangunan

perumusan
ke

industri,
sumber

dan

pelaksanaan

seluruh

wilayah

penyiapan

bahan

manusia

industri,

daya

pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan dan
pemanfaatan

teknologi

industri,

kreativitas

dan

inovasi, serta sumber pembiayaan, penyiapan bahan
pelaksanaan

standardisasi

pemanfaatan

sistem

dan

informasi,

pengolahan
penyiapan

serta
bahan

penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria
serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan,
perizinan, dan informasi industri, serta penyiapan
bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional
Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia di bidang industri maritim; dan

- 154 -

b.

penyiapan
industri

bahan
hijau,

perumusan
industri

dan

pelaksanaan

strategis,

peningkatan

penggunaan produk dalam negeri, dan penyiapan
bahan kerja sama internasional, penyiapan bahan
pengamanan dan penyelamatan industri,

penyiapan

bahan pelaksanaan promosi, penanaman modal, dan
pemberian

fasilitas

industri,

penyiapan

bahan

pelaksanaan pengawasan standar industri hijau, serta
penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan
industri di bidang industri maritim.
Pasal 377
Subdirektorat Industri Maritim terdiri atas:
a.

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri; dan

b.

Seksi Pemberdayaan Industri.
Pasal 378

(1)

Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana
Industri
bahan

mempunyai
perumusan

tugas
dan

melakukan

pelaksanaan

penyiapan
penyebaran

industri ke seluruh wilayah pengembangan industri,
penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia
industri,

pemanfaatan

sumber

daya

alam,

pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri,
kreativitas dan inovasi, serta sumber pembiayaan,
penyiapan
pengolahan
penyiapan

bahan

pelaksanaan

standardisasi

serta

pemanfaatan

sistem

bahan

penyusunan

dan

informasi,

norma,

standar,

prosedur, dan kriteria serta bimbingan teknis dan
supervisi

perencanaan,

industri,

serta

perizinan,

penyiapan

dan

bahan

informasi

pelaksanaan

pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar
Kompetensi

Kerja

industri maritim.

Nasional

Indonesia

di

bidang

peningkatan penggunaan produk dalam negeri. pembangunan sumber daya industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. Subdirektorat Industri Alat Transportasi Darat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyebaran industri pengembangan pembangunan perumusan ke industri. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri maritim. kreativitas dan inovasi. tugas perumusan industri dan strategis. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pembangunan sarana dan prasarana industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri alat transportasi darat. standar. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. penanaman modal dan fasilitas industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. Pasal 379 Subdirektorat Industri Alat Transportasi Darat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri.155 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan industri mempunyai bahan hijau. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penanaman modal. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. dan kriteria . pengamanan dan penyelamatan industri.. dan pemberian fasilitas industri. prosedur. pemberdayaan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. perizinan industri.

perumusan industri dan pelaksanaan strategis. penyiapan industri bahan hijau. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri alat transportasi darat. dan kriteria serta bimbingan teknis dan . penanaman modal. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri alat transportasi darat. dan pemberian fasilitas industri.. pemanfaatan sumber daya alam. perizinan. serta sumber pembiayaan. Pasal 381 Subdirektorat Industri Alat Transportasi Darat terdiri atas: a. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan norma. dan informasi. standar. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. Pasal 382 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan informasi industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Seksi Pemberdayaan Industri.156 - serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. prosedur. kreativitas dan inovasi. dan b. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

dan pemberian fasilitas industri.. pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. serta perizinan. Alat Pertahanan . (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan mempunyai bahan industri tugas perumusan hijau. Alat Transportasi Udara. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pemberdayaan. dan Alat Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kereta api. Pasal 383 Subdirektorat Industri Kereta Api. serta pengawasan penyiapan pengembangan industri bahan di standar industri kebijakan bidang teknis industri alat transportasi darat. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan alat pertahanan. industri. penanaman modal. pembangunan pembangunan dan sarana pelaksanaan sumber dan penyebaran daya industri. prasarana industri. Transportasi Subdirektorat Udara. penanaman modal dan fasilitas industri. Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383.157 - supervisi perencanaan. industri dan strategis. menyelenggarakan fungsi: Industri dan Kereta Alat Api. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri alat transportasi darat. alat transportasi udara. perizinan industri.

alat transportasi udara. dan informasi industri.158 - a. penyiapan industri bahan hijau. . serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kereta api. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. dan alat pertahanan. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. dan alat pertahanan. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta sumber pembiayaan.. dan b. dan Alat Pertahanan terdiri atas: a. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Alat Transportasi Udara. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. prosedur. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kereta api. penanaman modal. kreativitas dan inovasi. Seksi Pemberdayaan Industri. dan pemberian fasilitas industri. standar. Pasal 385 Subdirektorat Industri Kereta Api. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. alat transportasi udara. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. perizinan.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan alat pertahanan. alat transportasi udara. kreativitas dan inovasi. prosedur. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan alat pertahanan. alat transportasi udara. standar. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penanaman modal. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kereta api.. melakukan . dan pemberian fasilitas industri. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kereta api.159 - Pasal 386 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. norma. tugas perumusan industri dan strategis. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Pasal 387 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta perizinan.

perizinan. Pasal 389 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388. penyiapan penyusunan dan pelaksanaan norma. pembangunan sarana dan prasarana industri.. pembangunan sumber daya industri. kriteria di bidang perencanaan. . b. Direktorat Industri Elektronika dan Telematika menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri perumusan dan elektronika dan telematika. pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. penyebaran industri. standar. pembangunan sarana dan prasarana industri. pemberdayaan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri elektronika dan telematika. pengamanan dan penyelamatan industri. pembangunan sumber daya industri. c. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri elektronika dan telematika. data dan informasi industri elektronika dan telematika. penanaman modal dan fasilitas industri. perizinan industri. penyebaran industri. pemberdayaan. penyusunan rencana. penanaman modal dan fasilitas industri serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri elektronika dan telematika. prosedur. anggaran.160 - Bagian Ketujuh Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Pasal 388 Direktorat Industri Elektronika dan Telematika mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. program. kebijakan industri nasional. d. kebijakan industri nasional.

dan . Subdirektorat Program Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika. c. pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia. standar industri hijau. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. data dan informasi industri elektronika dan telematika. Subdirektorat Industri Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. b. program.. dan anggaran di bidang industri elektronika dan telematika.161 - e. Subdirektorat Industri Software dan Konten. Subdirektorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. program. serta penyajian informasi di bidang industri elektronika dan telematika. anggaran. evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan rencana. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 392 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391. Perkantoran. dan Elektronika Profesional. dan g. Pasal 390 Direktorat Industri Elektronika dan Telematika terdiri atas: a. d. Pasal 391 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. perizinan. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Tata Usaha. f. dan e. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia pada industri elektronika dan telematika.

dan anggaran di bidang industri elektronika dan telematika. serta penyajian informasi di bidang industri elektronika dan telematika. Pasal 393 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika terdiri atas: a. penanaman modal dan fasilitas industri. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. program. Pasal 395 Subdirektorat Industri Software dan Konten mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan.. pengumpulan dan pengolahan data. pengumpulan dan pengolahan data. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri software dan konten. Seksi Program. pembangunan sumber daya industri. Pasal 396 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 395.162 - b. Pasal 394 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan perumusan tugas dan melakukan penyusunan rencana. perizinan industri. dan b. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Industri Software dan Konten menyelenggarakan fungsi: . pengamanan dan penyelamatan industri. serta penyajian informasi di bidang industri elektronika dan telematika. pemberdayaan.

serta sumber pembiayaan. perizinan. penanaman modal. daya pemanfaatan sumber daya alam. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. Pasal 397 Subdirektorat Industri Software dan Konten terdiri atas: a. dan pemberian fasilitas industri. standar. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke sumber pelaksanaan seluruh industri. penyiapan industri bahan hijau. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri software dan konten. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. pembangunan dan wilayah penyiapan bahan manusia industri. dan b.163 - a. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri software dan konten. Pasal 398 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran . kreativitas dan inovasi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan b. dan informasi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.

industri. standar. serta perizinan.164 - industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. tugas perumusan industri dan strategis. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta sumber pembiayaan. Perkantoran. pengamanan dan penyelamatan industri. pembangunan sumber daya industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional.. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri software dan konten. norma. serta kebijakan teknis pengembangan industri di . penanaman modal. dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. kreativitas dan inovasi. pemanfaatan sumber daya alam. Pasal 399 Subdirektorat Industri Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri software dan konten. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan Elektronika Profesional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. perizinan industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan mempunyai bahan industri hijau. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penanaman modal dan fasilitas industri. pemberdayaan. prosedur.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan Elektronika Profesional menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di informasi bidang dan industri komunikasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan pemberian fasilitas industri. perizinan. kreativitas dan inovasi. Pasal 400 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399. dan elektronika profesional. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta sumber pembiayaan. pembangunan dan sumber pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. prosedur. standar.. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penanaman modal. elektronika profesional. perkantoran. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan industri bahan hijau. dan informasi industri. dan . dan b. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. Subdirektorat Industri Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. peralatan teknologi perkantoran. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan elektronika profesional. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri informasi di bidang dan industri komunikasi. Perkantoran. dan penyiapan bahan kerja sama internasional.165 - bidang industri peralatan teknologi informasi dan komunikasi. peralatan teknologi perkantoran.

Pasal 402 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan b. tugas perumusan industri dan strategis. serta sumber pembiayaan. Seksi Pemberdayaan Industri. dan pemberian fasilitas industri. kreativitas dan inovasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perkantoran. dan elektronika profesional. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Perkantoran. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan pengolahan penyiapan dan informasi. pemanfaatan sumber daya alam. penanaman modal. serta perizinan. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri peralatan teknologi informasi dan komunikasi.. dan Elektronika Profesional terdiri atas: a. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan pelaksanaan Industri penyiapan industri mempunyai bahan hijau. norma. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.166 - Pasal 401 Subdirektorat Industri Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri . penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. prosedur. standar.

. Subdirektorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan . Pasal 403 Subdirektorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran industri. pemberdayaan. daya pemanfaatan sumber daya alam. fasilitas perizinan industri. dan elektronika profesional. serta sumber pembiayaan. dan informasi industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. serta penanaman kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri elektronika konsumsi dan komponen. kreativitas dan inovasi. industri.167 - hijau. perizinan. prosedur. Pasal 404 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 403. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri peralatan teknologi informasi dan komunikasi. pengamanan dan penyelamatan modal dan industri. penyiapan bahan penyebaran perumusan industri pengembangan ke industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri elektronika konsumsi dan komponen. pembangunan sumber daya industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pembangunan sumber dan pelaksanaan seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. perkantoran. standar.

Pasal 406 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan penyiapan penyebaran industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. penanaman modal. serta sumber pembiayaan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta perizinan. prosedur. penyiapan dan bahan informasi pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di industri elektronika konsumsi dan komponen. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri elektronika konsumsi dan komponen. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. norma. standar. penyiapan pengolahan penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi serta pemanfaatan sistem bahan penyusunan dan informasi. Pasal 405 Subdirektorat Industri Elektronika Konsumsi dan Komponen terdiri atas: a. industri. bidang . dan pemberian fasilitas industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. perumusan industri dan pelaksanaan strategis. dan b.. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.168 - b. kreativitas dan inovasi. pemanfaatan sumber daya alam.

penanaman modal. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Bagian Kesatu Kedudukan. Pasal 409 Direktorat mempunyai pelaksanaan Jenderal tugas Industri menyelenggarakan kebijakan pemberdayaan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. (2) Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah dipimpin oleh Direktur Jenderal. tugas perumusan industri dan strategis. serta pengawasan penyiapan standar bahan industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri elektronika konsumsi dan komponen.. dan pemberian fasilitas industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Pasal 407 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kecil di bidang standardisasi dan Menengah perumusan dan pembangunan dan industri dan teknologi . penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.169 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan pelaksanaan mempunyai bahan industri hijau. dan Fungsi Pasal 408 (1) Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi. Tugas.

penumbuhan wirausaha. peningkatan daya saing. keterkaitan dan hubungan kemitraan. maritim. serta mesin.170 - industri. kimia. penumbuhan wirausaha. tekstil dan aneka. mesin. pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi industri kecil dan industri menengah. pemberian fasilitas. barang galian non logam. penguatan kapasitas kelembagaan. pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan. logam. elektronika alat dan telematika. standardisasi industri dan teknologi industri. dan aneka. keterkaitan dan hubungan kemitraan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. dan aneka. standardisasi industri dan teknologi industri. alat transportasi. konsultan. b. Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah menyelenggarakan fungsi: a.. telematika. bantuan teknis dan pembiayaan. serta mesin. kimia. peningkatan daya saing. logam. elektronika alat dan . bantuan teknis dan pembiayaan. barang galian non logam. konsultan. serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan industri menengah agro. peningkatan daya saing. sentra dan unit pelayanan teknis. tekstil transportasi. maritim. serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan industri menengah agro. serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan industri menengah agro. serta elektronika dan telematika. barang galian non logam. penumbuhan wirausaha. perumusan kebijakan di bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi industri kecil dan industri menengah. kimia. tekstil transportasi. logam. maritim. sentra dan unit pelayanan teknis.

pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi industri kecil dan industri menengah. pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan. logam.171 - c. peningkatan daya saing. serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan industri menengah agro. sentra dan unit pelayanan teknis. penyusunan norma. standar. keterkaitan dan hubungan kemitraan. logam. dan kriteria di bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi industri kecil dan industri menengah. bantuan teknis dan pembiayaan. serta promosi industri dan jasa industri pada industri . standardisasi industri dan teknologi industri. pelaksanaan supervisi pemberian atas bimbingan pelaksanaan teknis kebijakan di dan bidang pembangunan dan pemberdayaan potensi industri kecil dan industri menengah. maritim. serta elektronika dan telematika. bantuan teknis dan pembiayaan. tekstil dan aneka. d. standardisasi penumbuhan industri dan wirausaha. sentra dan unit pelayanan teknis. serta promosi industri dan jasa industri pada industri kecil dan industri menengah agro. konsultan. konsultan. kimia. serta elektronika dan telematika. barang galian non logam. prosedur. teknologi industri. peningkatan daya saing. konsultan. maritim.. mesin. alat transportasi. alat transportasi. kimia. keterkaitan dan hubungan kemitraan. tekstil dan aneka. teknologi pembinaan industri. peningkatan daya saing. mesin. bantuan teknis dan pembiayaan. pembinaan dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan. dan pengembangan tenaga penyuluh lapangan. penumbuhan wirausaha. sentra dan unit pelayanan teknis. standardisasi penumbuhan industri dan wirausaha. keterkaitan dan hubungan kemitraan. e. barang galian non logam.

dan d. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 411 Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah terdiri atas: a. b. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia. dan g. serta elektronika dan telematika. Mesin. tekstil dan aneka. Barang Dari Kayu dan Furnitur. Aneka dan Kerajinan. kimia. c.. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 412 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah. maritim. Sekretariat menyelenggarakan fungsi: Direktorat Jenderal . Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. alat transportasi. logam. Sandang. barang galian non logam. Pasal 413 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 412. mesin. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah. f. Sekretariat Direktorat Jenderal.172 - kecil dan industri menengah agro. Elektronika dan Alat Angkut.

sarana prasarana industri. penyiapan program. dan pemberdayaan industri di bidang industri kecil dan industri menengah. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Bagian Kepegawaian dan Umum. dan pengembangan jabatan fungsional penyuluh perindustrian dan tenaga penyuluh lapangan. Bagian Keuangan. Evaluasi. e. c. f.173 - a. b. Bagian Program. Pasal 415 Bagian Program. perlengkapan. serta tata usaha. dan Pelaporan. organisasi dan tata laksana. c. Bagian Hukum dan Kerja Sama. dan d. d. rumah tangga. evaluasi dan dan penyusunan pelaporan. koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal.. koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kecil dan industri menengah. dan g. pembinaan. koordinasi. program. b. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang industri kecil dan industri menengah. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. . koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang industri kecil dan industri menengah. Evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. koordinasi anggaran. Pasal 414 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.

b. program dan anggaran. Evaluasi.174 - pengumpulan dan pengolahan data.. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan c. serta penyajian informasi di bidang industri kecil dan industri menengah. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 418 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data. Bagian Program. Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Program. serta penyajian informasi. Pasal 417 Bagian Program. serta penyajian informasi. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan dan pelaksanaan rencana. dan . dan anggaran. Pasal 416 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 415. dan c. program. dan Pelaporan terdiri atas: a.

perjanjian kerja sama.175 - Pasal 419 Bagian Hukum melaksanakan rancangan dan Kerja penyiapan peraturan Sama mempunyai koordinasi dan tugas penyusunan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kecil dan industri menengah. Pasal 421 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. dan penelaahan hukum mengenai sumber daya industri. serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kecil dan industri menengah. sumber daya alam. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 420 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 419. sumber pembiayaan. dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan c. dan sistem informasi industri di bidang industri kecil dan industri menengah.. dan pemberdayaan industri. penyiapan bahan koordinasi rancangan peraturan dan penyusunan perundang-undangan dan telaahan mengenai sumber daya manusia. sarana prasarana industri. kreativitas dan inovasi. b. standardisasi industri. penyiapan bahan rancangan peraturan telaahan koordinasi mengenai dan penyusunan perundang-undangan industri hijau. teknologi industri. dan kerja sama internasional di bidang industri kecil dan industri menengah. . Subbagian Peraturan Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.

Subbagian Kerja Sama. standardisasi industri. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 424 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 423. dan kerja sama internasional di bidang industri kecil dan industri menengah. Pasal 422 (1) Subbagian Peraturan Sarana Prasarana melakukan Sumber Daya Industri dan Industri penyiapan penyusunan undangan bahan rancangan dan sumber kreativitas dan daya mengenai alam. dan c. . mempunyai perundangsumber teknologi sumber dan daya industri. Subbagian Peraturan Pemberdayaan Industri. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang industri kecil dan industri menengah. Pasal 423 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. (2) Subbagian Peraturan mempunyai tugas koordinasi dan Pemberdayaan melakukan penyusunan Industri penyiapan rancangan bahan peraturan perundang-undangan dan telaahan mengenai industri hijau. tugas koordinasi peraturan telaahan manusia.176 - b. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. pembiayaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal.. dan sistem informasi industri di bidang industri kecil dan industri menengah. inovasi.

serta penyiapan pembinaan. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. koordinasi. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. Pasal 427 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. rumah tangga. Pasal 426 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. Pasal 428 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 427. . organisasi dan tata laksana.. b. pelaksanaan urusan akuntansi direktorat jenderal. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi direktorat jenderal.177 - b. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. dan pengembangan jabatan fungsional penyuluh perindustrian dan tenaga penyuluh lapangan. Subbagian Akuntansi. perlengkapan. dan c. Pasal 425 Bagian Keuangan terdiri atas: a. (3) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. tata usaha.

Subbagian Kepegawaian. pembangunan sumber daya industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. perizinan industri. (2) Subbagian Tenaga Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pengembangan pembinaan. Barang Dari Kayu. Subbagian Tata Usaha dan Umum. b. dan pengembangan jabatan fungsional penyuluh perindustrian dan tenaga penyuluh lapangan. pemberdayaan industri.. kebijakan industri nasional. fungsional dan penyuluh perindustrian dan tenaga penyuluh lapangan. jabatan koordinasi. koordinasi. Pasal 430 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. dan tata usaha. dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.178 - b. dan Furnitur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. perlengkapan. dan Furnitur Pasal 431 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan. Bagian Keempat Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan. Subbagian Tenaga Penyuluh. perlengkapan. Pasal 429 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Barang Dari Kayu. dan tata usaha. penyebaran dan pemerataan industri. penumbuhan .

kebijakan industri industri. c. barang dari kayu. penyusunan rencana. dan furnitur. e. penyebaran pembangunan pembangunan pemberdayaan penumbuhan sarana dan sumber dan industri. barang dari kayu. dan kriteria di bidang perencanaan. pemerataan daya industri. Barang Dari Kayu. barang dari kayu. dan . dan Furnitur menyelenggarakan fungsi: a. perizinan. prosedur. dan furnitur. dan furnitur. barang dari kayu. dan furnitur. perizinan. d. barang dari kayu. pelaksanaan fasilitasi industri. data dan informasi industri kecil dan industri menengah pangan. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri kecil dan industri menengah pangan. anggaran. nasional. barang dari kayu. penyiapan penyusunan norma. dan furnitur. dan furnitur. promosi industri dan jasa industri. prasarana industri. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan. data dan informasi industri kecil dan industri menengah pangan.179 - wirausaha. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah pangan. promosi industri dan jasa industri. wirausaha. b. Pasal 432 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 431. program. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah pangan. pelaksanaan fasilitasi industri. perizinan industri.. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional.

dan e. serta penyajian informasi di bidang industri kecil dan industri menengah pangan. dan Furnitur menyelenggarakan fungsi: a. barang dari kayu. penyiapan rencana. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Barang Dari Kayu. Pasal 433 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan. bahan program. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan.180 - f. dan furnitur. Barang Dari Kayu. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. b. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur. barang dari kayu.. program. dan Furnitur. perumusan anggaran dan industri penyusunan kecil dan industri menengah pangan. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan. dan Furnitur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. Barang Dari Kayu. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan. dan . anggaran. pengumpulan dan pengolahan data. Barang Dari Kayu. d. Pasal 434 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan. dan Furnitur terdiri atas: a. dan furnitur. evaluasi dan pelaporan. c. Subbagian Tata Usaha.

serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan. Pasal 438 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. pemberdayaan industri. pelaksanaan fasilitasi industri. dan furnitur. barang dari kayu. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan. anggaran industri kecil dan industri menengah pangan. barang dari kayu. . pembangunan sarana dan prasarana industri. perizinan industri. Pasal 436 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan. barang dari kayu. Barang Dari Kayu. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan furnitur. dan b. Pasal 437 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan penyusunan rencana.. Seksi Program. program. penumbuhan wirausaha. pengumpulan dan pengolahan data. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan Furnitur terdiri atas: a.181 - b. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah pangan. promosi industri dan jasa industri. dan furnitur. pembangunan sumber daya industri.

dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan menyelenggarakan fungsi: a.. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. prosedur. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. standar. serta sumber pembiayaan. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah makanan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan informasi industri. perizinan. Pasal 440 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Makanan terdiri atas: . penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. dan b.182 - Pasal 439 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 438.

. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah makanan.. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. daya pemanfaatan sumber daya alam. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah makanan. kreativitas dan inovasi. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Seksi Pemberdayaan Industri. dan b. serta sumber pembiayaan.183 - a. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan informasi industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. prosedur. penyiapan serta bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. perizinan. Pasal 441 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan pengolahan informasi. standar.

perizinan industri. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. pemanfaatan sumber daya alam. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengamanan dan . Pasal 443 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 442. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar. pelaksanaan fasilitasi industri. kreativitas dan inovasi.. dan b. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pembangunan sumber daya industri. pemberdayaan industri. promosi industri dan jasa industri. prosedur. penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penumbuhan wirausaha. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. perizinan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta sumber pembiayaan. dan informasi industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.184 - Pasal 442 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri.

kreativitas dan inovasi. dan informasi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. prosedur. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar. serta sumber pembiayaan.185 - penyelamatan industri. peningkatan penggunaan . penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri.. dan b. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. Pasal 445 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. standar. perizinan. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan penyiapan Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan pelaksanaan industri hijau. Seksi Pemberdayaan Industri. Pasal 444 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Minuman dan Bahan Penyegar terdiri atas: a.

pemberdayaan industri. Pasal 446 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. kreativitas dan inovasi.186 - produk dalam negeri. prosedur. serta sumber pembiayaan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. promosi industri dan jasa industri. pelaksanaan fasilitasi industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah minuman dan bahan penyegar. perizinan industri. pembangunan sumber daya industri. .. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penumbuhan wirausaha. pembangunan sarana dan prasarana industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. standar. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. Pasal 447 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 446. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.

Pasal 449 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. Pasal 448 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Barang Dari Kayu dan Furnitur terdiri atas: a. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Seksi Pemberdayaan Industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur. dan kriteria . serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur. prosedur. kreativitas dan inovasi. dan b. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. dan informasi industri. dan b.. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri.187 - perizinan. penyiapan industri bahan hijau. standar.

pemberdayaan industri. promosi industri dan jasa industri. Sandang. Bagian Kelima Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia. serta kebijakan teknis pengembangan . kebijakan industri nasional. perizinan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. Sandang. perizinan. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur. Pasal 450 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah barang dari kayu dan furnitur. dan Kerajinan mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau.188 - serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pembangunan sarana dan prasarana industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. penumbuhan wirausaha. pembangunan sumber daya industri. penyebaran dan pemerataan industri. Aneka.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. pelaksanaan fasilitasi industri. dan Kerajinan Pasal 451 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia. dan informasi industri. Aneka.

prasarana industri. aneka. sandang. sandang. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah kimia. data dan informasi industri kecil dan industri menengah kimia. perizinan. sandang. pelaksanaan fasilitasi industri. e. wirausaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. aneka. aneka. dan kriteria di bidang perencanaan. Sandang. . d. dan kerajinan. aneka. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri kecil dan industri menengah kimia.. b. data dan informasi industri kecil dan industri menengah kimia. program. Aneka. dan kerajinan. penyusunan rencana. anggaran. sandang. Pasal 452 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 451. nasional. perizinan. aneka.189 - industri di bidang industri kecil dan industri menengah kimia. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia. dan kerajinan. promosi industri dan jasa industri. prosedur. dan kerajinan. dan Kerajinan menyelenggarakan fungsi: a. sandang. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah kimia. aneka. sandang. dan kerajinan. penyebaran pembangunan pembangunan pemberdayaan penumbuhan sarana sumber dan industri. penyiapan penyusunan norma. dan f. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. c. kebijakan industri industri. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. perizinan industri. dan pemerataan daya industri. dan kerajinan.

Aneka. Aneka. pengumpulan dan pengolahan data. aneka. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kimia. penyiapan bahan rencana. evaluasi. Pasal 454 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kimia. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan kerajinan. Sandang. dan Kerajinan menyelenggarakan fungsi: a. . Subbagian Tata Usaha. dan e.. Sandang. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Kimia dan Bahan Bangunan. Sandang. anggaran. dan b. dan kerajinan. program. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kimia. industri menengah perumusan anggaran kimia. sandang. dan Kerajinan. program. dan Kerajinan terdiri atas: a. pengumpulan dan pengolahan data. b. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Sandang dan Kulit. Pasal 455 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 454. aneka. pelaporan. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah kimia. Aneka. dan industri sandang. Aneka. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah kimia. dan kerajinan. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Aneka dan Kerajinan. penyusunan kecil dan aneka. Sandang. sandang.190 - Pasal 453 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia. c. d. dan Kerajinan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana.

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Kimia dan Bahan Bangunan menyelenggarakan fungsi: . aneka. pembangunan sumber daya industri. penumbuhan wirausaha. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah kimia. sandang.191 - Pasal 456 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kimia. pelaksanaan fasilitasi industri. Seksi Program. dan kerajinan. pembangunan sarana dan prasarana industri. perizinan industri. program. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan Kerajinan terdiri atas: a. promosi industri dan jasa industri. Sandang. anggaran industri kecil dan industri menengah kimia. dan kerajinan. Aneka. Pasal 457 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan penyusunan rencana. pemberdayaan industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah kimia dan bahan bangunan. dan b. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. pengumpulan dan pengolahan data. Pasal 458 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Kimia dan Bahan Bangunan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. aneka. sandang.. Pasal 459 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458.

dan b. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah kimia dan bahan bangunan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah kimia dan bahan bangunan. . penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. pemanfaatan sumber daya alam. dan b. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Seksi Pemberdayaan Industri. penyiapan industri bahan hijau. serta sumber pembiayaan.192 - a. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. perizinan. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. prosedur. standar. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. kreativitas dan inovasi.. Pasal 460 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Kimia dan Bahan Bangunan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. dan informasi industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri.

penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan pengolahan informasi. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. prosedur. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. .. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. pembangunan sumber daya industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah kimia dan bahan bangunan. Pasal 462 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Sandang dan Kulit mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan informasi industri. penyiapan serta bahan penyusunan norma. kreativitas dan inovasi. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah kimia dan bahan bangunan. perizinan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. standar.193 - Pasal 461 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

prosedur. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah sandang dan kulit. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pemberdayaan industri. perizinan industri. serta sumber pembiayaan. dan informasi industri. promosi industri dan jasa industri. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. . pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Sandang dan Kulit menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi industri.. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah sandang dan kulit. penyiapan industri bahan hijau. dan b. penumbuhan wirausaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. perizinan. Pasal 463 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 462. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah sandang dan kulit. standar. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. kreativitas dan inovasi. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri.194 - pembangunan sarana dan prasarana industri.

prosedur. daya pemanfaatan sumber daya alam. Pasal 465 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. kreativitas dan inovasi. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. dan b. perizinan. serta sumber pembiayaan. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. Seksi Pemberdayaan Industri. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau.195 - Pasal 464 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Sandang dan Kulit terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan pengolahan informasi.. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah sandang dan kulit. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan informasi industri. . serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah sandang dan kulit. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan serta bahan penyusunan norma. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. standar.

Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Aneka dan Kerajinan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. penumbuhan wirausaha. pemanfaatan sumber daya alam. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah aneka dan kerajinan.. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. kreativitas dan inovasi. penyiapan industri bahan hijau. prasarana industri. penyiapan bahan pengamanan dan . Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. promosi industri dan jasa industri. dan b. pembangunan pembangunan sarana sumber dan daya industri. perizinan industri. serta sumber pembiayaan. prosedur. perizinan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah aneka dan kerajinan. dan informasi industri. pelaksanaan fasilitasi industri. pemberdayaan industri. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma.196 - Pasal 466 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Aneka dan Kerajinan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri.

standar. kecil dan industri . sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah aneka dan kerajinan. Pasal 469 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. kreativitas dan inovasi. perizinan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi.. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. Pasal 468 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Aneka Dan Kerajinan terdiri atas: a. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri menengah aneka dan kerajinan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. serta sumber pembiayaan. daya pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Seksi Pemberdayaan Industri. prosedur. dan informasi industri. dan b.197 - penyelamatan industri.

Mesin.198 - (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau. pelaksanaan fasilitasi industri. dan Alat Angkut Pasal 471 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. dan alat angkut. Mesin. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah logam. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah aneka dan kerajinan. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. perizinan industri. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. mesin. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pemberdayaan industri. pembangunan sarana dan prasarana industri. dan Alat Angkut mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan nasional. Elektronika. . Pasal 470 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. Bagian Keenam Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. penumbuhan wirausaha. dan kebijakan pemerataan industri industri. industri penyebaran nasional. promosi industri dan jasa industri. elektronika. pembangunan sumber daya industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Elektronika.

mesin. elektronika.. dan pemerataan daya industri. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan. dan kriteria di bidang perencanaan. penyusunan rencana. c. Elektronika. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. elektronika. penyiapan penyusunan norma. anggaran. elektronika. nasional. data dan informasi industri kecil dan industri menengah logam. dan alat angkut. e. perizinan. prosedur. evaluasi dan pelaporan pengembangan industri kecil dan industri menengah logam. b. program. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. dan alat angkut. mesin. perizinan. dan Alat Angkut menyelenggarakan fungsi: a. elektronika. dan alat angkut. dan alat angkut. . Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. dan alat angkut. d. wirausaha. mesin.199 - Pasal 472 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 471. promosi industri dan jasa industri. mesin. perizinan industri. penyebaran pembangunan pembangunan pemberdayaan penumbuhan sarana sumber dan industri. elektronika. data dan informasi industri kecil dan industri menengah logam. pelaksanaan fasilitasi industri. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah logam. standar. mesin. kebijakan industri industri. dan f. prasarana industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah logam. Mesin.

Mesin. elektronika. Elektronika.. dan Alat Angkut terdiri atas: a. pengumpulan dan pengolahan data. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. elektronika. elektronika. pelaporan. dan b. Elektronika. dan alat angkut. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah logam. c. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Logam. bahan program. d. penyiapan rencana. Pasal 474 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Logam. mesin. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Logam dan Mesin. dan Alat Angkut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penyusunan rencana. . Mesin. b. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Elektronika dan Telematika. Elektronika. dan Alat Angkut. dan e. anggaran. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut. Mesin. dan alat angkut. Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Logam. pengumpulan dan pengolahan data. mesin. dan Alat Angkut menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. program. perumusan anggaran dan industri penyusunan kecil dan industri menengah logam. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah logam. Mesin.200 - Pasal 473 Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. Elektronika. mesin. dan alat angkut. Subbagian Tata Usaha.

Seksi Evaluasi dan Pelaporan. dan Alat Angkut terdiri atas: a. dan b. pengumpulan dan pengolahan data. dan alat angkut. Seksi Program. perizinan industri. pembangunan pembangunan sarana sumber dan daya industri.201 - Pasal 476 Subdirektorat Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Logam. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Logam dan Mesin menyelenggarakan fungsi: . penumbuhan wirausaha. elektronika.. anggaran industri kecil dan industri menengah logam. Mesin. elektronika. promosi industri dan jasa industri. (2) Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Pasal 478 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Logam dan Mesin mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. pemberdayaan industri. serta penyajian informasi industri kecil dan industri menengah logam. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah logam dan mesin. pelaksanaan fasilitasi industri. Elektronika. mesin. Pasal 477 (1) Seksi Program penyiapan mempunyai bahan tugas perumusan dan melakukan penyusunan rencana. mesin. program. dan alat angkut. prasarana industri.

serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah logam dan mesin. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan b. pemanfaatan sumber daya alam. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. dan informasi industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan b. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. standar. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah logam dan mesin. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau. kreativitas dan inovasi. prosedur. penyiapan industri bahan hijau. serta sumber pembiayaan. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri.202 - a. . dan penyiapan bahan kerja sama internasional. Pasal 480 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Logam dan Mesin terdiri atas: a. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma.. perizinan. Seksi Pemberdayaan Industri.

penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. perizinan. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah logam dan mesin.203 - Pasal 481 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. kreativitas dan inovasi. serta sumber pembiayaan. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan pengolahan informasi. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. dan informasi industri. Pasal 482 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Elektronika dan Telematika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan serta bahan penyusunan norma. . dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. daya pemanfaatan sumber daya alam. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. standar. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional.. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah logam dan mesin. pembangunan sumber daya industri.

perizinan industri. dan informasi industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. prosedur. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah elektronika dan telematika. pelaksanaan fasilitasi industri. pemberdayaan industri. kreativitas dan inovasi. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. .. promosi industri dan jasa industri. standar. serta sumber pembiayaan. dan b. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah elektronika dan telematika. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma.204 - pembangunan sarana dan prasarana industri. penumbuhan wirausaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Elektronika dan Telematika menyelenggarakan fungsi: a. perizinan. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah elektronika dan telematika. pemanfaatan sumber daya alam. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan industri bahan hijau. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri hijau.

prosedur. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan serta bahan penyusunan norma. . Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah elektronika dan telematika. serta pengawasan penyiapan bahan standar kebijakan industri teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah elektronika dan telematika. Pasal 485 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri.205 - Pasal 484 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Elektronika dan Telematika terdiri atas: a. standar. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan Industri penyiapan bahan mempunyai tugas perumusan dan pelaksanaan industri hijau. serta sumber pembiayaan.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. daya pemanfaatan sumber daya alam. dan informasi industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. penyiapan bahan pelaksanaan hijau. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. perizinan. kreativitas dan inovasi. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. Seksi Pemberdayaan Industri. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan pengolahan informasi.

pembangunan sarana dan prasarana industri. Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut menyelenggarakan fungsi: a. serta sumber pembiayaan. prosedur. dan penyiapan bahan kerja sama internasional. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. penyiapan bahan pembangunan sumber daya manusia industri. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan. perizinan industri. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486.. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. penyiapan bahan pelaksanaan . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri ke seluruh wilayah pengembangan industri. pemanfaatan sumber daya alam. pelaksanaan fasilitasi industri. dan b. penyiapan industri bahan hijau. promosi industri dan jasa industri. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. dan informasi industri. standar. pembangunan sumber daya industri. pemberdayaan industri. serta kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah alat angkut. perizinan. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. perumusan peningkatan dan pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. kreativitas dan inovasi.206 - Pasal 486 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri. penumbuhan wirausaha. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah alat angkut.

serta penyiapan bahan kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah alat angkut. Seksi Pemberdayaan Industri. sumber seluruh wilayah penyiapan bahan manusia industri. peningkatan penggunaan produk dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan standardisasi pemanfaatan sistem dan informasi. daya pemanfaatan sumber daya alam. Pasal 489 (1) Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyebaran dan pemerataan industri pengembangan pembangunan ke industri. dan informasi industri. Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri. perizinan.207 - promosi dan pemberian fasilitas industri. standar. serta sumber pembiayaan. kreativitas dan inovasi. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan standar industri Hijau. pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri. serta penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang industri kecil dan industri menengah alat angkut. (2) Seksi Pemberdayaan melakukan penyiapan Industri bahan mempunyai perumusan tugas dan pelaksanaan industri hijau. pengolahan penyiapan serta bahan penyusunan norma. prosedur. dan penyiapan bahan kerja sama .. Pasal 488 Subdirektorat Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut terdiri atas: a. dan kriteria serta bimbingan teknis dan supervisi perencanaan.

penyiapan bahan pelaksanaan hijau.208 - internasional. serta pengawasan penyiapan bahan standar industri kebijakan teknis pengembangan industri di bidang industri kecil dan industri menengah alat angkut. penyiapan bahan pengamanan dan penyelamatan industri. Pasal 492 Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri mempunyai tugas pelaksanaan menyelenggarakan kebijakan di bidang perumusan dan penyebaran dan pemerataan industri. dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. BAB VIII DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI Bagian Kesatu Kedudukan. dan Fungsi Pasal 491 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. kawasan industri. penyediaan infrastruktur industri. (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri dipimpin oleh Direktur Jenderal. pengembangan kerja sama teknis. . Tugas. Pasal 490 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat.. penyiapan bahan pelaksanaan promosi dan pemberian fasilitas industri.

penyediaan infrastruktur industri. penyediaan infrastruktur industri. c. pengembangan kerja sama teknis. perumusan kebijakan di bidang penyebaran dan pemerataan industri. pengembangan kerja sama teknis. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. pengembangan kerja sama teknis. b. penyediaan infrastruktur industri. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. kawasan industri. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. pelaksanaan kebijakan di bidang penyebaran dan pemerataan industri. dan kriteria di bidang penyebaran dan pemerataan industri. dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.209 - Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. pelaksanaan supervisi pemberian atas bimbingan pelaksanaan teknis kebijakan di dan bidang penyebaran dan pemerataan industri. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. kawasan . Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. kawasan industri. d. penyediaan infrastruktur industri. pengembangan kerja sama teknis.. dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. penyusunan norma. dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. kawasan industri. standar. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. prosedur.

dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengembangan kerja sama teknis. dan d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III. e.210 - industri. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I. c. f. . penyediaan infrastruktur industri. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 495 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri. dan sentra industri kecil dan industri menengah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. serta promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 494 Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri terdiri atas: a. dan g. kawasan industri. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II.. pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan industri menengah. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyebaran dan pemerataan industri. b.

. program. e. b. pengumpulan dan koordinasi anggaran. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. . koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. dan Pelaporan. pengolahan evaluasi data. koordinasi dan penyusunan rencana. rumah tangga. Pasal 497 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. c. c. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. organisasi dan tata laksana. Pasal 498 Bagian Program. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan kajian iklim dan usaha telaahan di hukum bidang serta pengembangan perwilayahan industri. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan perwilayahan industri. dan tata usaha. koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan hubungan administrasi masyarakat di kerja bidang sama dan pengembangan perwilayahan industri. Evaluasi. dan d. d.211 - Pasal 496 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 495. Bagian Kepegawaian dan Umum. serta penyajian informasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. Bagian Program. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. dan penyusunan dan pelaporan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan program. perlengkapan. b. Bagian Keuangan. dan f. Evaluasi. Bagian Hukum dan Kerja Sama.

pengumpulan dan pengolahan data. pengumpulan dan pengolahan data. dan Pelaporan terdiri atas: a. pelaporan.212 - Pasal 499 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 498. Pasal 500 Bagian Program. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan kajian iklim usaha. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta penyajian informasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. koordinasi program dan dan penyusunan anggaran di bidang pengembangan perwilayahan industri. Evaluasi.. serta penyajian informasi di bidang pengembangan perwilayahan industri. Bagian Program. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi. b. Pasal 501 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. program dan anggaran di bidang pengembangan perwilayahan industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. Evaluasi. telaahan hukum. serta pelaksanaan administrasi kerja masyarakat di pengembangan industri. bidang sama dan hubungan perwilayahan . Subbagian Program. perjanjian kerja sama. dan b. penyiapan bahan rencana. Pasal 502 Bagian Hukum melaksanakan rancangan dan Kerja penyiapan peraturan Sama mempunyai koordinasi dan tugas penyusunan perundang-undangan.

Pasal 506 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. dan kajian iklim usaha di bidang pengembangan perwilayahan industri. dan b. Pasal 504 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. telaahan hukum. dan kajian iklim usaha di bidang pengembangan perwilayahan industri. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang pengembangan perwilayahan industri. dan b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kerja Sama. Subbagian Hukum.. Pasal 505 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi dan melakukan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. telaahan hukum. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan administrasi kerja sama dan hubungan masyarakat di bidang pengembangan perwilayahan industri. .213 - Pasal 503 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 502.

perlengkapan. b. rumah tangga. Pasal 511 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 510. Subbagian Akuntansi. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan urusan akuntansi direktorat jenderal (3) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. pelaksanaan urusan akuntansi direktorat jenderal. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal.. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 510 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Pasal 509 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. Pasal 508 Bagian Keuangan terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana. dan c.214 - Pasal 507 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 506. Bagian menyelenggarakan fungsi: Kepegawaian dan Umum . b. dan tata usaha. dan c.

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga.215 - a. dan tata usaha. Pasal 515 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 514. Pasal 512 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I Pasal 514 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. dan b. dan perizinan kawasan industri di wilayah Sulawesi. Subbagian Kepegawaian. kebijakan industri nasional. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I menyelenggarakan fungsi: .. Pasal 513 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. dan Papua. perlengkapan. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Umum. dan b. Maluku. dan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga. perlengkapan. pengembangan perwilayahan industri.

penyiapan penyusunan norma.216 - a. c. pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri. Pasal 516 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I terdiri atas: a. c. pengembangan kawasan peruntukan industri. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi bidang perizinan kawasan industri. dan Papua. f. dan Papua. tata usaha. dan rumah tangga direktorat. Maluku. . pelaksanaan urusan rencana. d. pengembangan kerja sama teknis. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. prosedur. dan Papua. e. Maluku. b. standar. dan sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi. Subbagian Program dan Tata Usaha. promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. program. pembangunan kawasan industri. dan kriteria bidang perizinan kawasan industri. dan pengembangan sentra industri kecil dan industri menengah di wilayah Sulawesi. pengembangan perwilayahan industri dan perizinan kawasan industri di wilayah Sulawesi. Maluku. g. dan h.. dan d. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. evaluasi dan pelaporan kinerja. Maluku. b. kawasan industri. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri di wilayah Sulawesi. kebijakan industri nasional. dan Papua. anggaran.

. dan b. Maluku. dan Papua. pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. dan b. Pasal 518 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 517. Maluku. fasilitasi penyiapan pengembangan kerja sama teknis dan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sulawesi. Maluku. penyiapan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan penyediaan industri. industri. serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sulawesi. infrastruktur penyiapan industri. industri. pengembangan kebijakan industri perwilayahan nasional. Seksi Fasilitasi Penyediaan Infrastruktur Industri. Pasal 519 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri terdiri atas: a. dan pelaksanaan industri dan nasional. penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan pembangunan industri perwilayahan nasional. dan Papua. dan Papua. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri..217 - Pasal 517 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. penyiapan bahan fasilitasi penyediaan infrastruktur industri dan pengembangan kerja sama teknis wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sulawesi.

pengembangan kerja sama teknis. dan Papua. pengembangan .218 - Pasal 520 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan dan pembangunan industri perwilayahan nasional. serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sulawesi. (2) Seksi Fasilitasi mempunyai fasilitasi Penyediaan tugas melakukan penyediaan pengembangan Infrastruktur kerja penyiapan infrastruktur sama Industri teknis bahan industri wilayah dan pusat pertumbuhan industri wilayah Sulawesi. Pasal 521 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan nasional. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan pembangunan industri nasional. dan industri pengembangan perwilayahan industri. serta promosi kawasan industri wilayah Sulawesi. Maluku. dan pelaksanaan industri nasional. pelaksanaan nasional. dan Papua. industri dan industri. penyiapan pembangunan kawasan industri. Pasal 522 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 521. dan Papua. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri. pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. Maluku. penyiapan rencana kebijakan induk industri perumusan pembangunan nasional. Maluku. dan perizinan kawasan industri. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri menyelenggarakan fungsi: a..

Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri. Maluku. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Sulawesi. prosedur. standar. kebijakan industri nasional. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri. pengembangan perwilayahan industri. dan b. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri. penyiapan bahan pembangunan kawasan industri. Maluku. dan Papua. dan Papua. Maluku. Maluku. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. Pasal 523 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri terdiri atas: a. penyusunan norma. dan Papua.219 - perwilayahan industri. dan Papua. serta promosi kawasan industri wilayah Sulawesi. Pasal 524 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan perumusan dan pelaksanaan penyiapan bahan rencana induk pembangunan industri nasional. dan b. standar. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. .. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Sulawesi. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. serta promosi kawasan industri wilayah Sulawesi. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan kawasan industri. Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri.

dan Papua. Maluku. dan b. pengembangan perwilayahan industri. dan Papua. industri dan nasional. Maluku. dan Papua. Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. pengembangan kebijakan industri perwilayahan industri. serta promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi. Maluku. dan b. pengembangan kerja sama teknis. pelaksanaan industri dan nasional. . Pasal 526 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 525.220 - Pasal 525 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan nasional. penyiapan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi. Pasal 527 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah terdiri atas: a. penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi.. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan dan pembangunan industri nasional.

dan Papua. dan perizinan kawasan industri di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Maluku. dan rumah tangga direktorat. pengembangan perwilayahan industri. program. tata usaha. . Maluku.. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. dan pelaksanaan industri dan nasional. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II Pasal 530 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. pengembangan perwilayahan industri. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. kebijakan industri nasional. anggaran. dan Papua. pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi. Pasal 529 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana.221 - Pasal 528 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan pembangunan industri nasional. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sulawesi. evaluasi dan pelaporan kinerja.

pelaksanaan urusan rencana. pengembangan kawasan peruntukan industri. Pasal 532 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. dan sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan. tata usaha. g. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi bidang perizinan kawasan industri. kebijakan industri nasional. evaluasi dan pelaporan kinerja. prosedur. . e. pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri. penyiapan penyusunan norma. dan pengembangan sentra industri kecil dan industri menengah di wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan rumah tangga direktorat. c. c. anggaran. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. dan kriteria bidang perizinan kawasan industri. b. b. Subbagian Program dan Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. standar. pengembangan perwilayahan industri dan perizinan kawasan industri di wilayah Sumatera dan Kalimantan.. d.222 - Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pengembangan kerja sama teknis. dan d. program. f. kawasan industri. promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. pembangunan kawasan industri. dan h.

Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. dan pelaksanaan industri dan nasional. fasilitasi penyiapan pengembangan kerja sama teknis dan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seksi Fasilitasi Penyediaan Infrastruktur Industri. dan b. industri. dan b. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan pembangunan industri perwilayahan nasional. pengembangan kebijakan industri perwilayahan nasional. pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. Pasal 535 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri terdiri atas: a. .223 - Pasal 533 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. industri. infrastruktur penyiapan industri. Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533.. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan fasilitasi penyediaan infrastruktur industri dan pengembangan kerja sama teknis wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. penyiapan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan penyediaan industri.

dan perizinan kawasan industri. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri. (2) Seksi Fasilitasi mempunyai fasilitasi Penyediaan tugas Infrastruktur melakukan penyediaan penyiapan infrastruktur pengembangan kerja sama pertumbuhan industri Industri teknis wilayah bahan industri wilayah Sumatera dan pusat dan Kalimantan. penyiapan pembangunan kawasan industri.224 - Pasal 536 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan dan pembangunan industri perwilayahan nasional. serta promosi kawasan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. pelaksanaan nasional. dan industri pengembangan perwilayahan industri. pengembangan kerja sama teknis. penyiapan rencana kebijakan induk industri perumusan pembangunan nasional. serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri menyelenggarakan fungsi: . pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. industri dan industri. Pasal 538 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 537.. Pasal 537 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan nasional.

serta promosi kawasan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. dan kriteria. dan kriteria. dan b. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan.. pengembangan perwilayahan industri. . penyusunan norma.225 - a. dan b. penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan dan pembangunan industri pelaksanaan industri nasional. Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri. pengembangan perwilayahan industri. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. standar. prosedur. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri. Pasal 540 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan perumusan dan pelaksanaan penyiapan bahan rencana induk pembangunan industri nasional. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan kawasan industri. nasional. standar. serta promosi kawasan industri wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri. penyusunan norma. penyiapan bahan pembangunan kawasan industri. kebijakan industri nasional. Pasal 539 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri terdiri atas: a. prosedur. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri.

fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. dan industri nasional.. penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. dan b. Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 543 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah terdiri atas: a. dan b. dan pelaksanaan industri dan nasional. penyiapan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. . pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan. serta promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan.226 - Pasal 541 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan nasional. pengembangan kebijakan industri perwilayahan industri. Pasal 542 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 541. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan pembangunan industri nasional. Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. pengembangan kerja sama teknis. pengembangan perwilayahan industri.

dan pelaksanaan industri dan nasional. pengembangan perwilayahan industri. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan. dan rumah tangga direktorat. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III Pasal 546 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. evaluasi dan pelaporan kinerja. . pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Sumatera dan Kalimantan.. program. Pasal 545 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan perizinan kawasan industri di wilayah Jawa. tata usaha. pengembangan perwilayahan industri. dan Nusa Tenggara. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah.227 - Pasal 544 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan pembangunan industri nasional. anggaran. kebijakan industri nasional. Bali.

pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri. dan Nusa Tenggara. prosedur. tata usaha.228 - Pasal 547 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 546. Bali. dan pengembangan sentra industri kecil dan industri menengah di wilayah Jawa. dan d. evaluasi dan pelaporan kinerja. e. f. dan sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa. Subbagian Program dan Tata Usaha.. dan Nusa Tenggara. kebijakan industri nasional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi bidang perizinan kawasan industri. kawasan industri. d. Pasal 548 Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III terdiri atas: a. promosi wilayah pusat pertumbuhan industri. c. b. anggaran. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan urusan rencana. dan Nusa Tenggara. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri di wilayah Jawa. Bali. Bali. pengembangan kawasan peruntukan industri. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah. pengembangan kerja sama teknis. pengembangan perwilayahan industri dan perizinan kawasan industri di wilayah Jawa. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III menyelenggarakan fungsi: a. pembangunan kawasan industri. dan h. b. g. . c. dan kriteria bidang perizinan kawasan industri. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. standar. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. dan rumah tangga direktorat. program. Bali.

229 - Pasal 549 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan industri nasional. fasilitasi penyiapan pengembangan kerja sama teknis dan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Jawa. penyiapan bahan fasilitasi penyediaan infrastruktur industri dan pengembangan kerja sama teknis wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Jawa. Seksi Fasilitasi Penyediaan Infrastruktur Industri. dan b. Bali. . serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Jawa. Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara. Bali. Pasal 551 Subdirektorat Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri terdiri atas: a. penyiapan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan penyediaan industri. pengembangan kebijakan industri perwilayahan nasional. pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. dan b. industri. dan Nusa Tenggara. Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri. dan pelaksanaan industri dan nasional. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan pembangunan industri perwilayahan nasional. infrastruktur penyiapan industri. industri. Bali. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549.. dan Nusa Tenggara.

dan industri dan industri. serta promosi kawasan industri wilayah Jawa. penyiapan pembangunan kawasan industri. pengembangan penyiapan bahan pengembangan wilayah pusat pertumbuhan industri dan kawasan peruntukan industri. pengembangan kerja sama teknis. Bali. Bali. Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri menyelenggarakan fungsi: . dan Nusa Tenggara. Bali. fasilitasi penyediaan infrastruktur industri.230 - Pasal 552 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan pembangunan industri perwilayahan nasional. Pasal 553 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan nasional. dan perizinan kawasan industri. penyiapan rencana kebijakan induk industri perumusan pembangunan nasional. (2) Seksi Fasilitasi mempunyai fasilitasi Penyediaan tugas melakukan penyediaan pengembangan Infrastruktur kerja penyiapan infrastruktur sama Industri teknis bahan industri wilayah dan pusat pertumbuhan industri wilayah Jawa. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. dan industri pengembangan perwilayahan industri.. serta penyiapan bahan promosi wilayah pusat pertumbuhan industri wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan nasional.

serta promosi kawasan industri wilayah Jawa. penyiapan bahan pembangunan kawasan industri. Bali. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. dan Nusa Tenggara. standar. prosedur. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Jawa. Pasal 555 Subdirektorat Pengembangan Kawasan Industri terdiri atas: a. serta bimbingan teknis dan supervisi perizinan kawasan industri. nasional.231 - a. penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan dan pembangunan industri pelaksanaan industri nasional. dan b. Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri. kebijakan industri nasional. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan kawasan industri.. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri. pengembangan perwilayahan industri. pengembangan perwilayahan industri. penyusunan norma. dan Nusa Tenggara . standar. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. Pasal 556 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Kawasan Industri mempunyai tugas melakukan perumusan dan pelaksanaan penyiapan bahan rencana induk pembangunan industri nasional. dan pengembangan kerja sama teknis kawasan industri wilayah Jawa. dan b. dan kriteria. Bali. penyusunan norma. Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Kawasan Industri. Bali. fasilitasi penyediaan infrastruktur penunjang kawasan industri. serta promosi kawasan industri wilayah Jawa. dan kriteria. prosedur. Bali.

dan b. Bali. Bali. Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah menyelenggarakan fungsi: a. dan industri nasional. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. serta promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa. Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557.232 - Pasal 557 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan rencana induk pembangunan nasional. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Bali. dan pelaksanaan industri dan nasional. penyiapan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah.. pengembangan kebijakan industri perwilayahan industri. penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. Pasal 559 Subdirektorat Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah terdiri atas: a. pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyiapan rencana kebijakan bahan induk perumusan pembangunan industri nasional. . dan b. pengembangan kerja sama teknis. pengembangan perwilayahan industri. Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah.

Bali. evaluasi dan pelaporan kinerja. (2) Seksi Fasilitasi dan Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembangunan sentra industri kecil dan industri menengah. fasilitasi penyediaan infrastruktur pendukung sentra industri kecil dan industri menengah. anggaran. pelaksanaan industri dan nasional. tata usaha. serta penyiapan promosi sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa. pengembangan kerja sama teknis sentra industri kecil dan industri menengah wilayah Jawa.233 - Pasal 560 (1) Seksi Perencanaan dan Promosi Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan rencana bahan induk kebijakan perumusan dan pembangunan industri nasional. Bali. Pasal 561 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan Fungsi Pasal 562 (1) Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. dan Nusa Tenggara. BAB IX DIREKTORAT JENDERAL KETAHANAN DAN PENGEMBANGAN AKSES INDUSTRI INTERNASIONAL Bagian Kesatu Kedudukan. dan Nusa Tenggara. pengembangan perwilayahan industri. .. dan rumah tangga direktorat. Tugas. program.

234 - (2) Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. pemanfaatan jaringan rantai suplai global. jasa industri. pembukaan akses pada sumber daya industri. . Pasal 563 Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. jasa industri. Direktorat Pengembangan Jenderal Akses Ketahanan Industri dan Internasional menyelenggarakan fungsi: a. serta promosi industri. pembukaan akses pada sumber daya industri. dan investasi industri. Pasal 564 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 563. serta promosi industri. kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pembukaan pengembangan akses pada pasar sumber internasional.. b. perumusan kebijakan di bidang pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. dan investasi industri. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. daya industri. serta promosi industri. dan investasi industri. jasa industri. pelaksanaan kebijakan di bidang pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. pemanfaatan jaringan rantai suplai global. pemanfaatan jaringan rantai suplai global. kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar internasional. kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar internasional.

Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 567 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 566. . b. dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. koordinasi dan penyusunan rencana. pelaksanaan Ketahanan administrasi dan Direktorat Pengembangan Jenderal Akses Industri Internasional. program. Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional.235 - d. Direktorat Akses Pasar Industri Internasional. dan e. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 566 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 565 Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. Direktorat Ketahanan Industri..

Pasal 568 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 569 Bagian Program. koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan penelaahan hukum serta evaluasi perjanjian kerja sama internasional di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. dan Pelaporan. Bagian Program. organisasi dan tata laksana. d. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. Bagian Hukum dan Kerja Sama. c. penyiapan program.236 - b. dan penyusunan dan pelaporan. pengolahan evaluasi data. e. dan f. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. serta penyajian informasi di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. rumah tangga. Bagian Kepegawaian dan Umum.. Bagian Keuangan. Evaluasi. pengumpulan dan koordinasi anggaran. dan tata usaha. perlengkapan. dan d. koordinasi dan administrasi pelaksanaan kerja sama internasional dan hubungan masyarakat di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. c. . koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan rencana. b. Evaluasi.

tugas penyusunan penelaahan hukum. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. Evaluasi. pengumpulan dan pengolahan data. Subbagian Program.. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyajian informasi di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. dan b.237 - Pasal 570 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 569. Pasal 572 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 571 Bagian Program. Pasal 573 Bagian Hukum melaksanakan dan Kerja penyiapan Sama koordinasi mempunyai dan rancangan peraturan perundang-undangan. program dan anggaran di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. dan b. pengumpulan dan pengolahan data. dan evaluasi perjanjian kerja sama internasional serta penyiapan koordinasi dan administrasi pelaksanaan kerja sama internasional dan hubungan masyarakat di . program dan anggaran di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan. serta penyajian informasi di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. Bagian Program. Evaluasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

dan evaluasi perjanjian kerja sama internasional di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. penelaahan hukum. dan b. penyiapan bahan koordinasi dan administrasi pelaksanaan kerja sama internasional dan hubungan masyarakat di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. Pasal 576 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi dan rancangan peraturan melakukan penyusunan perundang-undangan.. Pasal 575 Bagian Hukum dan Kerja Sama terdiri atas: a. penyiapan bahan rancangan koordinasi peraturan dan penyusunan perundang-undangan. dan evaluasi perjanjian kerja sama internasional di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. Subbagian Administrasi Kerja Sama Internasional. Pasal 574 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 573.238 - bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. dan b. . (2) Subbagian mempunyai Administrasi tugas Kerja Sama melakukan Internasional penyiapan bahan koordinasi dan administrasi pelaksanaan kerja sama internasional dan hubungan masyarakat di bidang ketahanan industri dan kerja sama internasional di bidang industri. Subbagian Hukum. penelaahan hukum. Bagian Hukum dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 580 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. Pasal 578 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 577. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai direktorat jenderal. (2) Subbagian Akuntansi dan Pengelolaan Barang Milik Negara akuntansi mempunyai dan tugas pengelolaan melakukan barang milik urusan negara direktorat jenderal. dan tata usaha. Pasal 579 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Pasal 581 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. perlengkapan.239 - Pasal 577 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan direktorat jenderal. organisasi dan tata laksana. . Subbagian Akuntansi dan Pengelolaan Barang Milik Negara. dan b.. pelaksanaan urusan akuntansi dan pengelolaan barang milik negara direktorat jenderal. dan b.

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. Direktorat menyelenggarakan fungsi: Ketahanan Industri . Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Rumah Tangga dan Umum. dan tata usaha. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian.. dan tata usaha. perlengkapan.240 - Pasal 582 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 581. dan b. pelaksanaan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal. Bagian Keempat Direktorat Ketahanan Industri Pasal 585 Direktorat Ketahanan melaksanakan Industri perumusan dan mempunyai pelaksanaan tugas kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. Pasal 583 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. dan b. Pasal 586 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 585. Pasal 584 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana direktorat jenderal.

dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Pengembangan Informasi Pengamanan dan Penyelamatan Industri.. program. pelaksanaan urusan rencana. penyiapan usulan penanganan persaingan global. tata usaha. Subdirektorat Pengamanan Persaingan Global. f. Pasal 587 Direktorat Ketahanan Industri terdiri atas: a. Pasal 588 Subdirektorat Pengamanan Kebijakan. regulasi dan iklim usaha. penyiapan pelaksanaan analisis kebijakan. evaluasi dan pelaporan kinerja. b. dan g. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. Subbagian Program dan Tata Usaha. . Regulasi dan Iklim Usaha Luar penyiapan Negeri mempunyai perumusan dan tugas melaksanakan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. penyiapan pelaksanaan analisis pengamanan persaingan global. regulasi dan iklim usaha yang merugikan industri dalam negeri.241 - a. Regulasi dan Iklim Usaha Luar Negeri. anggaran. b. pengembangan informasi pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan usulan penanganan kebijakan. dan d. c. penyiapan pelaksanaan analisis kebijakan. regulasi dan iklim usaha yang merugikan industri dalam negeri. Subdirektorat Pengamanan Kebijakan. regulasi dan iklim usaha. d. penyiapan usulan penanganan kebijakan. e.

Alat Transportasi dan Elektronika dan mempunyai tugas Industri Kecil melakukan dan Menengah penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. regulasi dan iklim usaha. Regulasi dan Iklim Usaha Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan . Pasal 590 Subdirektorat Pengamanan Kebijakan. Pasal 591 (1) Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. Mesin. Alat Transportasi dan Elektronika dan Industri Kecil dan Menengah. Subdirektorat Pengamanan Kebijakan. regulasi dan iklim usaha yang merugikan industri dalam negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri.242 - Pasal 589 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 588.. penyiapan bahan usulan penanganan kebijakan. Mesin. Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. Tekstil dan Aneka. tekstil dan aneka. Regulasi dan Iklim Usaha Luar Negeri terdiri atas: a. Tekstil dan Aneka mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. dan c. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kebijakan. dan b. Seksi Industri Logam. regulasi dan iklim usaha pada sektor industri agro dan industri kimia. dan penyiapan bahan usulan penanganan kebijakan. (2) Seksi Industri Logam. regulasi dan iklim usaha yang merugikan industri dalam negeri. b. penyiapan bahan pelaksanaan analisis kebijakan.

dan penyiapan usulan penanganan persaingan global. mesin. dan b. alat transportasi dan elektronika dan industri kecil dan industri menengah. Pasal 594 Subdirektorat Pengamanan Persaingan Global terdiri atas: a. Pasal 593 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 592. Alat Transportasi dan Elektronika dan Industri Kecil dan Menengah. . dan c. dan tindakan imbalan.243 - bahan pelaksanaan analisis kebijakan. dan penyiapan bahan usulan penanganan kebijakan. penyiapan bahan usulan tindakan pengamanan. tindakan anti-dumping. regulasi dan iklim usaha yang merugikan industri dalam negeri. Pasal 592 Subdirektorat Pengamanan Persaingan Global mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri.. Seksi Industri Logam. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. Mesin. Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. regulasi dan iklim usaha pada sektor industri logam. penyiapan bahan pelaksanaan analisis pengamanan persaingan global. Subdirektorat Pengamanan Persaingan Global menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pelaksanaan analisis pengamanan persaingan global. Tekstil dan Aneka.

244 - Pasal 595 (1) Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. penyiapan pengembangan dan evaluasi sistem informasi pengamanan dan penyelamatan industri. dan penyiapan bahan usulan tindakan pengamanan. tindakan anti-dumping. (2) Seksi Industri Logam. Tekstil dan Aneka mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri. penyiapan bahan pelaksanaan analisis pengamanan persaingan global. dan penyiapan bahan usulan tindakan pengamanan. Mesin. mesin. tindakan anti-dumping. Pasal 597 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 596. dan tindakan imbalan pada sektor industri logam. Alat Transportasi dan Elektronika dan mempunyai tugas Industri Kecil melakukan dan Menengah penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengamanan dan penyelamatan industri dalam negeri.. penyiapan bahan pelaksanaan analisis pengamanan persaingan global. Pasal 596 Subdirektorat Pengembangan Informasi Pengamanan dan Penyelamatan Industri mempunyai tugas melaksanakan pengembangan informasi pengamanan dan penyelamatan industri. dan tindakan imbalan pada sektor industri agro dan industri kimia. tekstil dan aneka. alat transportasi dan elektronika dan industri kecil dan industri menengah. Subdirektorat Pengembangan Informasi Pengamanan dan Penyelamatan Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan .

program. Pasal 599 (1) Seksi Pengembangan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan evaluasi sistem penyiapan pengembangan dan informasi pengamanan dan penyelamatan industri.245 - b. Pasal 600 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana.. Seksi Analisis dan Monitoring Informasi. tata usaha. anggaran. dan b. Seksi Pengembangan Sistem Informasi. . (2) Seksi Analisis dan Monitoring Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan analisis data dan monitoring informasi pengamanan dan penyelamatan industri. penyiapan pelaksanaan analisis data dan monitoring informasi pengamanan dan penyelamatan industri. Bagian Kelima Direktorat Akses Pasar Industri Internasional Pasal 601 Direktorat Akses Pasar Industri Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. Pasal 598 Subdirektorat Pengembangan Informasi Pengamanan dan Penyelamatan Industri terdiri atas: a. dan rumah tangga direktorat. evaluasi dan pelaporan kinerja.

penyiapan koordinasi penyusunan posisi runding pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. program.246 - Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. c. c. penyiapan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama. pelaksanaan urusan rencana. Direktorat Akses Pasar Industri Internasional menyelenggarakan fungsi: a.. Pasal 604 Subdirektorat Fora Internasional I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. b. Subdirektorat Fora Internasional III. Subbagian Program dan Tata Usaha. d. dan d. penyiapan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional dengan negara mitra. b. tata usaha. Subdirektorat Fora Internasional II. penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. dan e. dan penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri . Pasal 603 Direktorat Akses Pasar Industri Internasional terdiri atas: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. evaluasi dan pelaporan kinerja. dan rumah tangga direktorat. Subdirektorat Fora Internasional I. penyiapan koordinasi penyusunan posisi runding. anggaran.

mempunyai bahan kerja bahan koordinasi penyiapan bahan tugas perumusan sama dan internasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. Pasal 606 Subdirektorat Fora Internasional I terdiri atas: a. Seksi World Trade Organization dan Organisasi Komoditas. b. dan b. c. dan organisasi komoditas. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. penyusunan pelaksanaan posisi analisis dampak perjanjian kerja sama. Seksi Amerika dan Eropa. Pasal 607 (1) Seksi Amerika dan Eropa melakukan penyiapan pelaksanaan kebijakan penyiapan runding..247 - internasional pada fora bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. World Trade Organization. penyiapan bahan koordinasi penyusunan posisi runding pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. dan d. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam . Subdirektorat Fora Internasional I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perjanjian kerja pelaksanaan sama analisis pembukaan dampak akses dan pengembangan pasar industri internasional dengan negara mitra.

dan Afrika. United Nations Industrial Development Organization. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora World Trade Organization dan organisasi komoditas. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608.. dan penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora bilateral di wilayah Asia. Pasifik. b. dan fora multilateral lainnya.248 - rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. penyiapan bahan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama. penyiapan bahan koordinasi penyusunan posisi runding pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. Subdirektorat Fora Internasional II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama. (2) Seksi World Trade Organization dan Organisasi Komoditas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. . penyiapan koordinasi penyusunan posisi runding. Pasal 608 Subdirektorat Fora Internasional II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. penyusunan posisi penyiapan bahan koordinasi runding.

Pasal 611 (1) Seksi Asia. penyusunan pelaksanaan posisi analisis dampak perjanjian kerja sama. Seksi United Nations Industrial Development Organization dan Fora Multilateral Lainnya. (2) Seksi United Nations Industrial Development Organization dan Fora Multilateral Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan penyiapan runding. Seksi Asia. dan b. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri Industrial internasional Development multilateral lainnya. kebijakan kerja bahan koordinasi penyiapan bahan sama internasional. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. bahan kerja bahan koordinasi penyiapan bahan perumusan sama dan internasional. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora bilateral di wilayah Asia. Pasal 610 Subdirektorat Fora Internasional II terdiri atas: a.249 - c. Pasifik dan Afrika. penyiapan bahan perjanjian kerja pelaksanaan sama analisis pembukaan dampak akses dan pengembangan pasar industri internasional dengan negara mitra.. dan d. Pasifik dan Afrika. penyusunan pelaksanaan posisi analisis dampak perjanjian kerja sama. pada fora United Organization Nations dan fora . Pasifik dan Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan kebijakan penyiapan runding.

dan b. penyiapan bahan perjanjian kerja pelaksanaan sama analisis pembukaan dampak akses dan pengembangan pasar industri internasional dengan negara mitra. c. Pasal 614 Subdirektorat Fora Internasional III terdiri atas: a. Seksi Association of Southeast Asian Nations dan Mitra Dialog. Subdirektorat Fora Internasional III menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora regional. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional.. Seksi Asia Pacific Economic Cooperation dan Regional Lainnya. . dan d. penyiapan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama. penyiapan bahan koordinasi penyusunan posisi runding pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional. b. penyiapan koordinasi penyusunan posisi runding.250 - Pasal 612 Subdirektorat Fora Internasional III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612.

dan rumah tangga direktorat. Bagian Keenam Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Pasal 617 Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional mempunyai tugas melaksanakan perumusan . penyusunan penyiapan posisi bahan runding. koordinasi penyiapan bahan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama.. tata usaha. Pasal 616 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora Asia Pacific Economic Cooperation dan regional lainnya. penyusunan posisi penyiapan bahan koordinasi runding. anggaran. program. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses dan pengembangan pasar industri internasional pada fora Association of Southeast Asian Nations dan mitra dialog.251 - Pasal 615 (1) Seksi Association of Southeast Asian Nations dan Mitra Dialog mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. penyiapan bahan pelaksanaan analisis dampak perjanjian kerja sama. evaluasi dan pelaporan kinerja. (2) Seksi Asia Pacific Economic Cooperation dan Regional Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional.

Pasal 619 Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional terdiri atas: a. d.. program. dan d. dan investasi industri di luar negeri. e. dan investasi industri di luar negeri. dan evaluasi promosi produk. Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan kinerja. serta promosi produk. dan rumah tangga direktorat. jasa. pelaksanaan. b. . Subbagian Program dan Tata Usaha. tata usaha. penyiapan perencanaan. Subdirektorat Promosi Investasi Industri. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri dan pemanfaatan jaringan rantai suplai global. Subdirektorat Akses Rantai Suplai Global dan Promosi Industri. penyiapan pelaksanaan analisis dan fasilitasi pemanfaatan jaringan rantai suplai global. serta promosi produk. c. penyiapan pelaksanaan pembukaan akses pada sumber daya industri. fasilitasi. jasa.252 - dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri dan pemanfaatan jaringan rantai suplai global. koordinasi. c. b. penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri dan pemanfaatan jaringan rantai suplai global. Subdirektorat Akses Sumber Daya Industri. pelaksanaan urusan rencana. dan investasi industri di luar negeri. jasa. anggaran. dan f. Pasal 618 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 617.

penyiapan bahan pelaksanaan pembukaan akses pada sumber daya industri. Mesin. Subdirektorat Akses Sumber Daya Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. Alat Transportasi dan Elektronika dan Industri Kecil dan Menengah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri Pasal 622 Subdirektorat Akses Sumber Daya Industri terdiri atas: a. dan penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama .253 - Pasal 620 Subdirektorat Akses Sumber Daya Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri. Pasal 623 (1) Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. penyiapan pelaksanaan pembukaan akses pada sumber daya industri.. Tekstil dan Aneka. Seksi Industri Logam. penyiapan bahan pelaksanaan pembukaan akses pada sumber daya industri. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. dan b. b. Tekstil dan Aneka mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional.

penyiapan pelaksanaan analisis dan fasilitasi pemanfaatan jaringan rantai suplai global. dan penyiapan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global. fasilitasi.254 - internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri pada sektor industri agro dan industri kimia.. Alat Transportasi dan Elektronika dan mempunyai tugas Industri Kecil melakukan dan Menengah penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional. . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global dan promosi produk dan jasa industri. (2) Seksi Industri Logam. serta penyiapan perencanaan. mesin. penyiapan bahan pelaksanaan pembukaan akses pada sumber daya industri. pelaksanaan. koordinasi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. dan penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pembukaan akses pada sumber daya industri pada sektor industri logam. dan evaluasi promosi produk dan jasa industri di luar negeri. Mesin. tekstil dan aneka. Subdirektorat Akses Rantai Suplai Global dan Promosi Industri menyelenggarakan fungsi: a. alat transportasi dan elektronika dan industri kecil dan industri menengah. Pasal 624 Subdirektorat Akses Rantai Suplai Global dan Promosi Industri mempunyai perumusan dan tugas melaksanakan pelaksanaan kebijakan penyiapan kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global dan promosi produk dan jasa industri.

dan evaluasi promosi produk dan jasa industri di luar negeri. fasilitasi. (2) Seksi Industri Logam. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global. Mesin. Seksi Industri Logam. Tekstil dan Aneka. Pasal 626 Subdirektorat Akses Rantai Suplai Global dan Promosi Industri terdiri atas: a. pelaksanaan. dan evaluasi promosi produk dan jasa industri di luar negeri pada sektor industri agro dan industri kimia. dan b. dan penyiapan bahan perencanaan. tekstil dan aneka. penyiapan bahan pelaksanaan analisis dan fasilitasi pemanfaatan jaringan rantai suplai global. pelaksanaan. Mesin. koordinasi. Pasal 627 (1) Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. fasilitasi. Tekstil dan Aneka mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global dan promosi produk dan jasa industri. dan d. Alat Transportasi dan Elektronika dan mempunyai tugas Industri Kecil melakukan dan Menengah penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan kerja sama . c. penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global.. penyiapan bahan perencanaan. koordinasi. penyiapan bahan pelaksanaan analisis dan fasilitasi pemanfaatan jaringan rantai suplai global.255 - b. Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. Alat Transportasi dan Elektronika dan Industri Kecil dan Menengah.

penyiapan bahan pemberian fasilitas kerja sama internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global. dan b. fasilitasi. mesin. Tekstil dan Aneka. dan evaluasi promosi investasi industri di luar negeri. . Pasal 629 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628. koordinasi.. penyiapan bahan perencanaan. pelaksanaan.256 - internasional dalam rangka pemanfaatan jaringan rantai suplai global dan promosi produk dan jasa industri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan promosi investasi industri di luar negeri. alat transportasi dan elektronika dan industri kecil dan industri menengah. Perwilayahan Industri. pelaksanaan. dan b. penyiapan bahan pelaksanaan analisis dan fasilitasi pemanfaatan jaringan rantai suplai global. fasilitasi. Pasal 630 Subdirektorat Promosi Investasi Industri terdiri atas: a. dan evaluasi promosi investasi industri di luar negeri. Seksi Industri Logam. pelaksanaan. Mesin. dan Industri Kecil dan Menengah. dan penyiapan bahan perencanaan. dan evaluasi promosi produk dan jasa industri di luar negeri pada sektor industri logam. Alat Transportasi dan Elektronika. Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. koordinasi. koordinasi. fasilitasi. Pasal 628 Subdirektorat Promosi Investasi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan promosi investasi industri di luar negeri dan penyiapan perencanaan. Subdirektorat Promosi Investasi Industri menyelenggarakan fungsi: a.

dan rumah tangga direktorat. dan Fungsi Pasal 633 (1) Inspektorat Jenderal berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Perwilayahan Industri. Tekstil dan Aneka mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan promosi investasi industri dan penyiapan bahan perencanaan. perwilayahan industri. Mesin. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan kinerja. BAB X INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Kesatu Kedudukan. dan industri kecil dan industri menengah. pelaksanaan. koordinasi. Pasal 632 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. Alat Transportasi dan Elektronika. Tugas.. fasilitasi. anggaran. fasilitasi. tata usaha. dan Industri Kecil dan Menengah penyiapan mempunyai bahan perumusan tugas dan melakukan pelaksanaan kebijakan promosi investasi industri dan penyiapan bahan perencanaan. dan evaluasi promosi investasi industri di luar negeri pada sektor industri logam.257 - Pasal 631 (1) Seksi Industri Agro dan Industri Kimia. (2) Seksi Industri Logam. mesin. dan evaluasi promosi investasi industri di luar negeri pada sektor industri agro dan industri kimia. koordinasi. program. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal . tekstil dan aneka. alat transportasi dan elektronika.

- 258 -

Pasal 634
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan
pengawasan

internal

di

lingkungan

Kementerian

Perindustrian.

Pasal 635
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 634, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan kebijakan teknis pengawasan internal di
lingkungan Kementerian Perindustrian;

b.

pelaksanaan

pengawasan

Kementerian

Perindustrian

internal

di

terhadap

lingkungan
kinerja

dan

keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan,
dan kegiatan pengawasan lainnya;
c.

pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas
penugasan Menteri;

d.

penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan
Kementerian Perindustrian;

e.

pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan

f.

pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Bagian Kedua
Susunan Organisasi
Pasal 636
Inspektorat Jenderal terdiri atas:
a.

Sekretariat Inspektorat Jenderal;

b.

Inspektorat I;

c.

Inspektorat II;

d.

Inspektorat III; dan

e.

Inspektorat IV.

- 259 -

Bagian Ketiga
Sekretariat Inspektorat Jenderal
Pasal 637
Sekretariat

Inspektorat

Jenderal

mempunyai

tugas

melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada
seluruh unit organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.
Pasal 638
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

637,

Sekretariat

Inspektorat

Jenderal

menyelenggarakan fungsi:
a.

koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan
anggaran di bidang pengawasan serta evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan program;

b.

koordinasi

dan

pelaksanaan

pengelolaan

data,

pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan, dan
evaluasi serta pelaporan hasil pengawasan;
c.

koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan, rumah
tangga, sistem informasi, dan fasilitasi hubungan
dengan instansi terkait; dan

d.

pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen
kinerja pegawai, organisasi dan tata laksana, serta tata
usaha.
Pasal 639

Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas:
a.

Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan;

b.

Bagian Pemantauan Tindak Lanjut dan Evaluasi Hasil
Pengawasan;

c.

Bagian Keuangan dan Umum; dan

d.

Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha.
Pasal 640

Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas
melaksanakan

penyiapan

koordinasi

dan

penyusunan

- 260 -

rencana, program, dan anggaran di bidang pengawasan
serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program.
Pasal 641
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 640, Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan
menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan
rencana,

bahan

koordinasi

program,

dan

dan

penyusunan

anggaran

di

bidang

pengawasan; dan
b.

penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
program.
Pasal 642

Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan terdiri atas:
a.

Subbagian Program dan Anggaran; dan

b.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 643

(1)

Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas
melakukan

penyiapan

penyusunan

rencana,

bahan
program,

koordinasi
dan

dan

anggaran

di

bidang pengawasan.
(2)

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan program.
Pasal 644

Bagian Pemantauan Tindak Lanjut dan Evaluasi Hasil
Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan data, pemantauan
tindak

lanjut

hasil

pengawasan,

pelaporan hasil pengawasan.

dan

evaluasi

serta

- 261 -

Pasal 645
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 644, Bagian Pemantauan Tindak Lanjut dan Evaluasi
Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi:
a.

penyiapan

bahan

koordinasi

dan

pelaksanaan

pengelolaan data dan evaluasi serta pelaporan hasil
pengawasan; dan
b.

penyiapan pelaksanaan pemantauan tindak lanjut
hasil pengawasan.
Pasal 646

Bagian Pemantauan Tindak Lanjut dan Evaluasi Hasil
Pengawasan terdiri atas:
a.

Subbagian Analisis, Evaluasi, dan Pelaporan Hasil
Pengawasan; dan

b.

Subbagian

Pemantauan

Tindak

Lanjut

Hasil

Pengawasan.
Pasal 647
(1)

Subbagian Analisis, Evaluasi, dan Pelaporan Hasil
Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan data
dan evaluasi serta pelaporan hasil pengawasan.

(2)

Subbagian

Pemantauan

Tindak

Lanjut

Hasil

Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan
pelaksanaan

pemantauan

tindak

lanjut

hasil

mempunyai

tugas

pengawasan.
Pasal 648
Bagian

Keuangan

melaksanakan

dan

penyiapan

Umum
koordinasi

dan

pelaksanaan

urusan keuangan, rumah tangga, sistem informasi, dan
fasilitasi hubungan dengan instansi terkait.
Pasal 649
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 648, Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan
fungsi:

- 262 -

a.

penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan
perbendaharaan dan gaji pegawai, akuntansi dan
pengelolaan barang milik inspektorat jenderal; dan

b.

pelaksanaan urusan rumah tangga, sistem informasi,
dan fasilitasi hubungan dengan instansi terkait.
Pasal 650

Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas:
a.

Subbagian Keuangan; dan

b.

Subbagian Umum.
Pasal 651

(1)

Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan
perbendaharaan dan gaji pegawai, akuntansi dan
pengelolaan barang milik inspektorat jenderal.

(2)

Subbagian

Umum

mempunyai

tugas

melakukan

urusan rumah tangga, sistem informasi, dan fasilitasi
hubungan dengan instansi terkait.
Pasal 652
Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha mempunyai tugas
melaksanakan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja
pegawai, organisasi dan tata laksana, serta tata usaha.
Pasal 653
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal

652,

Bagian

Kepegawaian

dan

Tata

Usaha

menyelenggarakan fungsi:
a.

pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen
kinerja pegawai; dan

b.

pelaksanaan urusan organisasi dan tata laksana,
serta tata usaha.

- 263 -

Pasal 654
Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha terdiri atas:
a.

Subbagian Kepegawaian; dan

b.

Subbagian Tata Usaha.
Pasal 655

(1)

Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan
urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai.

(2)

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan
urusan organisasi dan tata laksana, serta tata usaha.
Bagian Keempat
Inspektorat I
Pasal 656

Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit,
reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya, pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Menteri

serta

penyusunan

laporan

hasil

pengawasan

Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Ketahanan dan
Pengembangan Akses Industri Internasional, dan Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Industri.
Pasal 657
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 656, Inspektorat I menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan

rencana

dan

program

pengawasan

internal;
b.

pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan
melalui

audit,

reviu,

evaluasi,

pemantauan,

dan

kegiatan pengawasan lainnya;
c.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Menteri;

d.

penyusunan laporan hasil pengawasan; dan

e.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
inspektorat.

- 264 -

Pasal 658
Inspekorat I terdiri atas:
a.

Subbagian Tata Usaha; dan

b.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.
Pasal 659

(1)

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan
urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat.

(2)

Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggung
jawab kepada Inspektur I dan secara administrasi
bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian
dan Tata Usaha.
Bagian Kelima
Inspektorat II
Pasal 660

Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan
internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit,
reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
lainnya, pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Menteri

serta

penyusunan

laporan

hasil

pengawasan

Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka,
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, dan Pusat
Data dan Informasi.
Pasal 661
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 660, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi:
a.

penyusunan

rencana

dan

program

pengawasan

internal;
b.

pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan
melalui

audit,

reviu,

evaluasi,

pemantauan,

dan

kegiatan pengawasan lainnya;
c.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan
Menteri;

kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggung jawab kepada Inspektur II dan secara administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. pemantauan. penyusunan rencana dan program pengawasan internal. reviu. b. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya.. penyusunan laporan hasil pengawasan. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan Direktorat Jenderal Industri Agro dan Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri. evaluasi.265 - d. dan b. dan e. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Pasal 663 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. pemantauan. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 664 Inspektorat pengawasan III mempunyai internal terhadap tugas kinerja melaksanakan dan keuangan melalui audit. dan . Pasal 662 Inspekorat II terdiri atas: a. pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

dan Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 668 Inspektorat pengawasan IV mempunyai internal terhadap tugas kinerja melaksanakan dan keuangan melalui audit. Mesin. d. Pasal 669 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 668.266 - c. dan e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan Direktorat Jenderal Industri Logam. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 667 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. penyusunan laporan hasil pengawasan. reviu. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan. Pasal 666 Inspekorat III terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggung jawab kepada Inspektur III dan secara administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. evaluasi. dan b.. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: . dan kegiatan pengawasan lainnya. dan Elektronika. Subbagian Tata Usaha. Alat Transportasi.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. reviu. c. penyusunan laporan hasil pengawasan. BAB XI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI Bagian Kesatu Kedudukan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan Fungsi Pasal 672 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Industri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d.. dan kegiatan pengawasan lainnya. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dipimpin oleh Kepala Badan. dan b. dan e. pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. pemantauan. penyusunan rencana dan program pengawasan internal. Pasal 670 Inspekorat IV terdiri atas: a.267 - a. Subbagian Tata Usaha. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 671 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga inspektorat. . (2) Subbagian Tata Usaha secara fungsional bertanggung jawab kepada Inspektur IV dan secara administrasi bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha. evaluasi. Tugas.

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri menyelenggarakan fungsi: a. industri hijau. dan pengembangan di bidang teknologi industri. dan pengembangan di bidang teknologi industri. industri hijau. dan program penelitian. pelaksanaan penelitian. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. konservasi. dan pengembangan di bidang teknologi industri. . pengkajian. iklim usaha dan kebijakan makro industri jangka menengah dan jangka panjang. d. iklim usaha dan kebijakan makro industri jangka menengah dan jangka panjang. pemantauan. serta promosi dan perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang industri. diversifikasi standardisasi energi. c. jasa industri. pengkajian. industri hijau. pengkajian.268 - Pasal 673 Badan Penelitian dan Pengembangan Industri mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang perindustrian. diversifikasi energi.. standardisasi industri. b. konservasi. dan pelaporan pelaksanaan penelitian. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. industri. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. konservasi. serta promosi dan perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang industri. jasa industri. iklim usaha dan kebijakan makro industri jangka menengah dan jangka panjang. diversifikasi standardisasi energi. dan e. jasa industri. evaluasi. serta promosi dan perlindungan hak kekayaan intelektual di bidang industri. rencana. industri.

d.269 - Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 675 Badan Penelitian dan Pengembangan Industri terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a.. serta evaluasi dan pelaporan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. program. dan e. b. Sekretariat Badan. Pusat Standardisasi Industri Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 676 Sekretariat Badan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. c. . koordinasi dan penyusunan rencana. b. anggaran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual. koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri. Pasal 677 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 676. c. koordinasi dan pelaksanaan administrasi kerja sama dan evaluasi kerja sama teknik di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

serta penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Pasal 679 Bagian Program. Evaluasi. dan d. Evaluasi. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian..270 - d. anggaran. Bagian Program. Pasal 680 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 679. Bagian Keuangan. . Evaluasi. Bagian Kepegawaian. program. Bagian Program. evaluasi dan pelaporan. dan manajemen lingkungan Badan kinerja Penelitian dan pegawai di Pengembangan Industri. serta diseminasi dan pengelolaan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. tata usaha. b. dan Pelaporan. perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Kerja Sama dan Umum. program. dan anggaran di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. c. Pasal 678 Sekretariat Badan terdiri atas: a. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. e. tata laksana. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. dan f. organisasi.

dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan pelaksanaan pengelolaan lingkungan Badan bahan data Penelitian koordinasi dan dan dan informasi di Pengembangan Industri.. dan anggaran di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. dan Pelaporan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Subbagian Data dan Informasi. dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: . Pasal 684 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 683. Pasal 683 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Evaluasi. program. penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Subbagian Program.271 - b. Pasal 682 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana. b. Pasal 681 Bagian Program.

Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. organisasi.. (2) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan akuntansi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Pasal 686 (1) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji pegawai. Pasal 685 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan akuntansi di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Subbagian Akuntansi. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: . dan manajemen kinerja pegawai di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. (3) Subbagian Pengelolaan mempunyai tugas Barang melakukan Milik penyiapan Negara bahan koordinasi dan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan tugas melaksanakan Industri. Pasal 687 Bagian Kepegawaian penyiapan mempunyai koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. dan c. dan c.272 - a. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 687.

Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 689 Bagian Kepegawaian terdiri atas: a. dan c. tata laksana. b. Pasal 690 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan analisis kebutuhan pegawai. Pasal 691 Bagian Kerja melaksanakan Sama dan penyiapan Umum koordinasi mempunyai dan tugas pelaksanaan administrasi kerja sama dan evaluasi kerja sama teknik. (2) Subbagian Organisasi dan Manajemen Kinerja Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan organisasi dan manajemen kinerja pegawai. serta pelaksanaan urusan rumah tangga. tata usaha. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan analisis kebutuhan pegawai. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian dan penilaian usulan angka kredit jabatan fungsional. Subbagian Organisasi dan Manajemen Kinerja Pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan urusan organisasi dan manajemen kinerja pegawai.. kebutuhan pendidikan. kebutuhan pendidikan. serta diseminasi dan pengelolaan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. .273 - a. perlengkapan. pelatihan dan pengembangan karier. b. pelatihan dan pengembangan karier. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian dan penilaian usulan angka kredit jabatan fungsional. dan c. Subbagian Pengembangan Pegawai.

.274 - Pasal 692 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 691. Pasal 694 (1) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi kerja sama. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi kerja sama. pelaksanaan urusan rumah tangga. kearsipan. . prosedur kerja. pelaksanaan urusan tata laksana. serta penerapan budaya kerja. perlengkapan. b. dan tata hubungan kerja di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. dan tata hubungan kerja di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. kearsipan. dan tata usaha. dan c. dan tata usaha. perlengkapan. evaluasi kerja sama teknik. (2) Subbagian Tata Laksana dan Kearsipan mempunyai tugas melakukan urusan tata laksana. evaluasi kerja sama teknik. Pasal 693 Bagian Kerja Sama dan Umum terdiri atas: a. prosedur kerja. Subbagian Kerja Sama. serta diseminasi dan pengelolaan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. serta diseminasi dan pengelolaan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Bagian Kerja Sama dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan c. (3) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. serta penerapan budaya kerja. Subbagian Tata Laksana dan Kearsipan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. program. mempunyai pengkajian. anggaran. kekayaan intelektual dibidang industri. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan. d. pelaksanaan urusan rencana..275 - Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Pasal 695 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual penelitian. serta koordinasi dan pelaksanaan pengkajian dan penerapan teknologi industri dan jasa industri. pemantauan. tata usaha dan rumah tangga pusat. tugas melaksanakan pengembangan teknologi serta promosi dan perlindungan kekayaan intelektual di bidang industri. evaluasi. rencana dan program. dan pelaporan. rencana dan program. industri. Pasal 696 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 695. evaluasi. rencana dan program. dan pelaporan. dan c. evaluasi dan pelaporan kinerja. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian. dan jasa industri. serta koordinasi. dan promosi pengembangan. pemantauan. pelaksanaan dan penerapan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri. . penyusunan kebijakan teknis. perlindungan. penyusunan kebijakan teknis. b.

dan pelaporan. c. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Pengkajian Teknologi Industri. rencana dan program.. serta koordinasi dan pelaksanaan pengkajian teknologi industri dan jasa industri. pemantauan. dan b. Subbagian Program dan Tata Usaha. Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri. serta koordinasi dan pelaksanaan penerapan teknologi industri dan jasa industri. Pasal 698 Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan. rencana dan program. evaluasi. pemantauan. rencana dan program.276 - Pasal 697 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. dan d. Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri menyelenggarakan fungsi: a. b. dan b. evaluasi. evaluasi. Subbidang Penerapan Teknologi Industri. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 699 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 698. serta koordinasi dan pelaksanaan pengkajian dan penerapan teknologi industri dan jasa industri. dan pelaporan. Bidang Kekayaan Intelektual. Bidang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri. . pemantauan. Pasal 700 Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri terdiri atas: a.

dan pelaporan.. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program. pemantauan. pemantauan. Pasal 702 Bidang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri. rencana dan program. rencana dan program. dan pelaporan. dan pelaporan. . Bidang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan pelaporan. evaluasi. pemantauan. (2) Subbidang Penerapan Teknologi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. dan pelaporan. rencana dan program. evaluasi. serta koordinasi dan pelaksanaan penerapan teknologi industri dan jasa industri. serta koordinasi. pemantauan. dan b. rencana dan program. serta koordinasi dan pelaksanaan pengkajian teknologi industri dan jasa industri. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. serta koordinasi dan pelaksanaan penerapan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri. pelaksanaan.277 - Pasal 701 (1) Subbidang Pengkajian Teknologi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 703 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 702. dan penerapan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri.

Subbidang Inovasi Teknologi Industri. dan pelaporan. perlindungan. dan b. evaluasi. Bidang Kekayaan Intelektual menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri. rencana dan program. evaluasi. rencana dan program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang mempunyai Penerapan tugas Inovasi Teknologi melakukan Industri penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. Pasal 706 Bidang Kekayaan Intelektual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan. pemantauan. evaluasi. rencana dan program.. dan . Subbidang Penerapan Inovasi Teknologi Industri Pasal 705 (1) Subbidang tugas Inovasi melakukan Teknologi Industri mempunyai penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan. dan pelaporan. evaluasi. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kekayaan intelektual dibidang industri. dan pelaporan. rencana dan program. dan promosi kekayaan intelektual dibidang industri. serta koordinasi dan pelaksanaan penerapan penelitian dan pengembangan teknologi industri dan jasa industri. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706.278 - Pasal 704 Bidang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri terdiri atas: a.

evaluasi. Pasal 709 (1) Subbidang Pengembangan mempunyai tugas Kekayaan melakukan Intelektual penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. serta koordinasi dan pelaksanaan perlindungan dan promosi kekayaan intelektual dibidang industri. Pasal 708 Bidang Kekayaan Intelektual terdiri atas: a. (2) Subbidang Komersialisasi mempunyai tugas Kekayaan melakukan Intelektual penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.. dan pelaporan. pemantauan. rencana dan program. serta koordinasi perlindungan dan promosi dan pelaksanaan kekayaan intelektual dibidang industri. dan b. Pasal 710 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. rencana dan program. evaluasi dan pelaporan kinerja. anggaran. tata usaha dan rumah tangga pusat. Subbidang Pengembangan Kekayaan Intelektual. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.279 - b. evaluasi. program. pemantauan. serta koordinasi dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kekayaan intelektual dibidang industri. evaluasi. dan pelaporan. rencana dan program. Subbidang Komersialisasi Kekayaan Intelektual. dan pelaporan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup Pasal 711 Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan . pemantauan.

evaluasi. pelaksanaan urusan rencana. c. manajemen energi dan air. evaluasi. Bidang Industri Hijau. dan pelaporan di bidang manajemen energi dan air. Pasal 712 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711. Bidang Lingkungan Hidup. rencana dan program serta pelaksanaan. kebijakan teknis. dan pengembangan program di bidang industri hijau. Bidang Manajemen Energi dan Air. pengkajian dan pengembangan. program. dan pelaporan di bidang industri hijau. evaluasi. penyusunan kebijakan teknis. pengkajian dan pengembangan. b. pemantauan. b. evaluasi dan pelaporan kinerja. pemantauan. d. dan pelaporan di bidang lingkungan hidup.280 - penyusunan penelitian. Pasal 713 Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup terdiri atas: a. dan rencana. tata usaha dan rumah tangga pusat. pengkajian. c. rencana dan program serta pelaksanaan penelitian. dan d. rencana dan program serta pelaksanaan penelitian. . penyusunan kebijakan teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi: a. penelitian. pengkajian dan pengembangan. anggaran. Subbagian Program dan Tata Usaha. penyusunan kebijakan teknis. lingkungan hidup.. pemantauan.

pemantauan. pengkajian dan pengembangan. rencana dan program serta pelaksanaan. dan pelaporan di bidang industri hijau. dan pelaporan standardisasi industri hijau. pelaksanaan. (2) Subbidang Promosi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Standardisasi Industri Hijau. evaluasi. pemantauan. penelitian. Pasal 716 Bidang Industri Hijau terdiri atas: a. evaluasi. pengkajian dan pengembangan.281 - Pasal 714 Bidang Industri Hijau mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. . penyiapan rencana bahan dan penelitian. Pasal 715 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 714. evaluasi. penelitian. pemantauan. dan b. dan pelaporan pengembangan promosi dan kerja sama industri hijau. Bidang Industri Hijau menyelenggarakan fungsi: a.. Subbidang Promosi dan Kerja Sama. dan b. rencana dan program serta pelaksanaan. Pasal 717 (1) Subbidang Standardisasi Industri Hijau mempunyai tugas melakukan kebijakan teknis. pemantauan. pemantauan. rencana dan program serta pelaksanaan. evaluasi. dan pelaporan pengembangan promosi dan kerja sama industri hijau. evaluasi. dan pelaporan standardisasi industri hijau. rencana dan program serta pelaksanaan. penyusunan program pengkajian serta dan pengembangan.

program. rencana dan program serta pelaksanaan penelitian. pemantauan. pengembangan. pelaksanaan penelitian. dan pelaporan harmonisasi kebijakan lingkungan hidup sektor industri. pemantauan. pengkajian. pengkajian. pengembangan. pelaksanaan penelitian. dan b. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. bahan program. Subbidang Harmonisasi Kebijakan Lingkungan Hidup. dan pelaporan di bidang lingkungan hidup. pengembangan. dan b.. penyiapan rencana. dan pelaporan pengendalian lingkungan hidup sektor industri Pasal 720 Bidang Lingkungan Hidup terdiri atas: a. evaluasi. pengkajian. pemantauan. dan pelaporan harmonisasi kebijakan lingkungan hidup sektor kebijakan teknis. penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Lingkungan Hidup menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. industri. pengkajian dan pengembangan. program. evaluasi.282 - Pasal 718 Bidang Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. rencana. Pasal 719 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 718. pelaksanaan penelitian. Subbidang Pengendalian Lingkungan Hidup Pasal 721 (1) Subbidang Harmonisasi Kebijakan Lingkungan Hidup mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. .

penyiapan bahan teknis. Pasal 723 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 722. pemantauan. pengembangan. bahan program. evaluasi dan pelaporan penerapan konservasi air. dan b. pengkajian. rencana dan program serta pelaksanaan penelitian. pengkajian. rencana dan program. Subbidang Konservasi dan Diversifikasi Energi. dan b. evaluasi. pemantauan.. serta pelaksanaan penelitian. pengkajian dan pengembangan. dan pelaporan pengendalian lingkungan hidup sektor industri. dan pelaporan di bidang manajemen energi dan air. evaluasi dan pelaporan penerapan konservasi dan diversifikasi energi. evaluasi. pemantauan. pengembangan. pemantauan. serta pelaksanaan penelitian. pengkajian. pelaksanaan penelitian. Hidup penyiapan rencana. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 724 Bidang Manajemen Energi dan Air terdiri atas: a. rencana dan program. Bidang Manajemen Energi dan penyusunan kebijakan Air menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 722 Bidang Manajemen Energi dan Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis.283 - (2) Subbidang Pengendalian mempunyai tugas penyusunan kebijakan Lingkungan melakukan teknis. Subbidang Konservasi Air . pengembangan.

serta pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Konservasi Air mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan kebijakan penelitian. pemantauan. program.284 - Pasal 725 (1) Subbidang mempunyai Konservasi tugas dan Diversifikasi Energi penyiapan bahan melakukan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan. pemantauan. pemantauan dan pelaporan di bidang kebijakan iklim usaha dan kebijakan makro industri jangka menengah dan jangka panjang.. pengkajian. pengkajian. evaluasi dan pelaporan penerapan konservasi air. evaluasi dan pelaporan penerapan konservasi dan diversifikasi energi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri menyelenggarakan fungsi: . anggaran. pengkajian. rencana dan program. fasilitasi. rencana. program. pengembangan. Pasal 726 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. evaluasi dan pelaporan kinerja. rencana dan program. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri Pasal 727 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri mempunyai tugas melaksanakan perumusan teknis. tata usaha dan rumah tangga pusat. Pasal 728 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 727. serta pelaksanaan penelitian. pengembangan.

pelaksanaan penelitian. Pasal 730 Bidang Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. pelaksanaan penelitian. dan d. evaluasi. pelaporan. pemantauan. rencana. program. pengkajian. Bidang Kebijakan Fiskal. fasilitasi. dan d. fasilitasi. program. pelaksanaan penelitian.. rencana. pemantauan. rencana. pengkajian. evaluasi dan pelaporan kinerja. c. dan pelaporan. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan sektoral dan perwilayahan jangka menengah dan jangka panjang. pengembangan. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan nonfiskal dan penguatan struktur industri. pengembangan. pemantauan. rencana. tata usaha dan rumah tangga pusat. evaluasi. anggaran. program. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan rencana. program. Pasal 729 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri terdiri atas: a.285 - a. pengkajian. penelitian. pelaksanaan fasilitasi. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan fiskal. dan pengembangan. fasilitasi. b. penyusunan kebijakan teknis. c. pengembangan. dan pelaporan. program. dan pelaporan. b. Bidang Kebijakan Nonfiskal dan Penguatan Struktur Industri. penyusunan kebijakan teknis. pengkajian. Bidang Kebijakan Sektoral dan Perwilayahan. serta . evaluasi. Subbagian Program dan Tata Usaha. evaluasi.

pengembangan. program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan . evaluasi. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan perpajakan. pengkajian. dan b. fasilitasi. dan b. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan perpajakan. fasilitasi.. Pasal 732 Bidang Kebijakan Fiskal terdiri dari: a. dan pelaporan. program. pengkajian. pelaksanaan penelitian. pemantauan. rencana. pengembangan. rencana. evaluasi. pengkajian. Subbidang Perpajakan. pemantauan. program.286 - tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan fiskal. dan pelaporan. rencana. evaluasi. evaluasi. pemantauan. Subbidang Tarif Pasal 733 (1) Subbidang Perpajakan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengkajian. pelaksanaan penelitian. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan tarif. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. fasilitasi. pelaksanaan penelitian. dan pelaporan. Bidang Kebijakan Fiskal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penelitian. (2) Subbidang Tarif penyiapan bahan mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan teknis. pengembangan. fasilitasi. program. pemantauan. Pasal 731 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 730. rencana. pengembangan.

program. pengembangan. pengkajian. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan nonfiskal dan penguatan struktur industri. Subbidang Nonfiskal. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. rencana. fasilitasi. pengembangan. program. Bidang Kebijakan Nonfiskal dan Penguatan Struktur Industri menyelenggarakan fungsi: a. pengkajian. dan pelaporan. pemantauan. evaluasi. dan pelaporan. program. dan Penguatan melaksanakan teknis.. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan penguatan struktur industri. rencana. pelaksanaan penelitian. pelaksanaan penelitian. Pasal 735 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 734. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan. Struktur penyiapan rencana. dan b. Pasal 734 Bidang Kebijakan Industri Nonfiskal mempunyai tugas penyusunan kebijakan pelaksanaan penelitian. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan tarif. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan nonfiskal. pemantauan. Subbidang Penguatan Struktur Industri. fasilitasi. fasilitasi. pengkajian. pemantauan. Pasal 736 Bidang Kebijakan Nonfiskal dan Penguatan Industri terdiri atas: a.287 - pelaporan. dan b. pengembangan. evaluasi. evaluasi. Struktur .

penelitian. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan sektoral jangka menengah dan jangka panjang. dan pelaporan. program. pengembangan. Pasal 738 Bidang Kebijakan Sektoral dan Perwilayahan melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. bahan penyusunan program. Pasal 739 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 738. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengkajian. program.288 - Pasal 737 (1) Subbidang Nonfiskal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan. dan pelaporan. fasilitasi. dan . evaluasi. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan penguatan struktur industri. fasilitasi. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan sektoral dan perwilayahan jangka menengah dan jangka panjang. Bidang Kebijakan Sektoral dan Perwilayahan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan. evaluasi. pelaksanaan pengembangan. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan penelitian. pengkajian. pengembangan. pengkajian. pemantauan. rencana. pengkajian. pelaksanaan penelitian. rencana. program.. rencana. pemantauan. teknis. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan nonfiskal. pemantauan. penyiapan rencana. pelaksanaan fasilitasi. evaluasi. (2) Subbidang Penguatan Struktur Industri mempunyai tugas melakukan kebijakan penelitian. fasilitasi. pengembangan.

anggaran. program. pengembangan. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan penelitian. dan pelaporan. evaluasi dan pelaporan kinerja. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan perwilayahan jangka menengah dan jangka panjang. pemantauan. dan pelaporan. Pasal 742 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. pemantauan. Subbidang Kebijakan Sektoral. pengembangan.289 - b. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan perwilayahan jangka menengah dan jangka panjang. pemantauan. fasilitasi. evaluasi. pengembangan. rencana. pengkajian. dan pelaporan. Pasal 741 (1) Subbidang Kebijakan Sektoral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. tata usaha dan rumah tangga pusat. program. rencana.. pengkajian. evaluasi. pelaksanaan penelitian. fasilitasi. Subbidang Kebijakan Perwilayahan. program. (2) Subbidang Kebijakan Perwilayahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengkajian. rencana. dan b. . pelaksanaan penelitian. fasilitasi. Pasal 740 Bidang Kebijakan Sektoral dan Perwilayahan terdiri atas: a. program. serta tindakan penyelamatan dan pengamanan industri dalam negeri di bidang kebijakan sektoral jangka menengah dan jangka panjang.

program. pemberlakuan. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan. dan Kerja Sama Standardisasi Industri. c. tugas rencana. Bidang Perumusan dan Pengkajian Standardisasi Industri. penyusunan kebijakan teknis. rencana. dan pelaporan di bidang penguatan dan pengawasan standardisasi industri serta koordinasi dan fasilitasi penegakkan hukum standardisasi industri. evaluasi. pelaporan mempunyai kebijakan teknis. rencana. pelaksanaan. pelaksanaan urusan rencana. dan pengembangan standardisasi industri. rencana. penelitian. Pasal 745 Pusat Standardisasi Industri terdiri atas: a. b. program. penyusunan kebijakan teknis. program. dan d. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 743. dan kerja sama standardisasi industri. Bidang Penerapan. evaluasi. dan pelaporan di bidang perumusan dan pengkajian standardisasi industri. pemantauan. Industri perumusan pelaksanaan. pelaksanaan. program. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. tata usaha dan rumah tangga pusat.. evaluasi. . Pusat Standardisasi Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan di bidang penerapan. pemantauan. Pemberlakuan.290 - Bagian Ketujuh Pusat Standardisasi Industri Pasal 743 Pusat Standardisasi melaksanakan program. pengkajian. evaluasi dan pelaporan kinerja. anggaran. b.

evaluasi.. pelaksanaan. program. dan b. pelaporan di teknis. Subbidang Pengkajian Standardisasi Industri. pemantauan. dan penyusunan kebijakan pelaksanaan. dan penyusunan kebijakan pelaksanaan. dan pelaporan di bidang perumusan dan pengkajian standardisasi industri. . evaluasi. evaluasi. dan b. bidang perumusan standardisasi industri. pemantauan. Pasal 748 Bidang Perumusan dan Pengkajian Standardisasi Industri terdiri atas: a. Industri penyiapan rencana. program. program. bahan program. pemantauan. pelaksanaan. dan pelaporan di bidang perumusan standardisasi industri. dan d. Bidang Perumusan dan Pengkajian Standardisasi Industri menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan di teknis. pemantauan. rencana. evaluasi. Subbidang Perumusan Standardisasi Industri. bidang pengkajian standardisasi industri. Pasal 749 (1) Subbidang Perumusan mempunyai tugas penyusunan kebijakan Standardisasi melakukan teknis. penyiapan bahan rencana. Bidang Penguatan dan Pengawasan Standardisasi Industri. penyiapan bahan rencana. Pasal 747 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 746. Pasal 746 Bidang Perumusan dan Pengkajian Standardisasi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis.291 - c. Subbagian Program dan Tata Usaha.

Pasal 750 Bidang Penerapan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan. pemberlakuan. Subbidang Kerja Sama Standardisasi Industri. dan b. pemantauan. evaluasi. bahan program.. dan pelaporan di bidang penerapan. dan kerja sama standardisasi industri. dan pelaporan di bidang pengkajian standardisasi industri. rencana. Subbidang Penerapan dan Pemberlakuan Standardisasi Industri. teknis. pelaporan di bidang teknis. pemantauan. dan penyusunan kebijakan pelaksanaan. dan Kerja Sama Standardisasi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pemberlakuan. evaluasi. program. dan Standardisasi Industri terdiri atas: a. Bidang Penerapan. rencana. kebijakan pelaksanaan. dan b. Pemberlakuan. Pasal 752 Bidang Penerapan. evaluasi. dan Kerja Sama Standardisasi Industri menyelenggarakan fungsi: a. Pemberlakuan.292 - (2) Subbidang Pengkajian mempunyai tugas penyusunan kebijakan Standardisasi melakukan Industri penyiapan teknis. kerja sama Kerja Sama standardisasi industri. program. dan pelaporan di bidang penerapan dan pemberlakuan standardisasi industri. program. pelaksanaan. penyiapan bahan rencana. pemantauan. evaluasi. .

evaluasi. pelaporan industri dan di dan fasilitasi standardisasi industri. pemantauan. evaluasi.. teknis. Industri penyiapan rencana. dan pelaporan di bidang penerapan dan pemberlakuan standardisasi industri. kebijakan pelaksanaan. program. dan pelaporan di bidang penguatan dan pengawasan standardisasi industri serta penyiapan koordinasi dan fasilitasi penegakkan hukum standardisasi industri. rencana. penyiapan bahan rencana. program. pengawasan penyiapan penegakkan bahan hukum . pemantauan. dan b. pemantauan. bidang penguatan standardisasi industri. pelaksanaan.293 - Pasal 753 (1) Subbidang Penerapan dan Pemberlakuan Standardisasi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan pelaporan di bidang kerja sama standardisasi industri. evaluasi. pelaporan di teknis. kebijakan bidang teknis. pemantauan. Pasal 754 Bidang Penguatan dan Pengawasan Standardisasi Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 754. penyiapan bahan rencana. program. evaluasi. Bidang Penguatan dan Pengawasan Standardisasi Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan kebijakan pelaksanaan. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan. program. (2) Subbidang Kerja Sama Standardisasi mempunyai tugas melakukan penyusunan kebijakan teknis. bahan program. dan standardisasi koordinasi penyusunan pelaksanaan.

(2) Pusdiklat Industri dipimpin oleh Kepala Pusat. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI Bagian Kesatu Kedudukan.294 - Pasal 756 Bidang Penguatan dan Pengawasan Standardisasi Industri terdiri atas: a. Pasal 757 (1) Subbidang Penguatan mempunyai tugas penyusunan kebijakan Standardisasi melakukan teknis. program. bahan program.. Tugas. . dan pelaporan di bidang pengawasan standardisasi industri dan penyiapan bahan koordinasi dan fasilitasi penegakkan hukum standardisasi industri. bahan program. pelaksanaan. Subbidang Pengawasan Standardisasi Industri. Industri penyiapan rencana. tata usaha dan rumah tangga pusat. evaluasi dan pelaporan kinerja. pemantauan. (2) Subbidang Pengawasan mempunyai tugas penyusunan kebijakan Standardisasi melakukan teknis. pemantauan. Industri penyiapan rencana. Subbidang Penguatan Standardisasi Industri. evaluasi. Pasal 758 Subbagian Program dan Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana. dan b. anggaran. dan Fungsi Pasal 759 (1) Pusat Pendidikan selanjutnya disebut dan Pelatihan Pusdiklat Industri Industri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan pelaporan di bidang penguatan standardisasi industri. evaluasi. pelaksanaan.

h. dan rumah tangga Pusdiklat Industri. b. hubungan masyarakat. serta pendidikan vokasi industri. pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi industri. program. organisasi dan tata laksana. ketatausahaan. kepegawaian. . keuangan. c. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia industri Industri. e.. pelaksanaan urusan rencana. evaluasi dan pelaporan. penyusunan pendidikan rencana dan dan pelatihan program sumber di daya bidang manusia industri. Pasal 761 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 760. f. dan i. Pusdiklat Industri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur dan sumber daya manusia industri. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur dan sumber daya manusia industri. pemantauan. koordinasi dan fasilitasi pengembangan infrastruktur kompetensi bidang industri. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur. anggaran. d. meliputi tenaga kerja industri. konsultan industri dan wirausaha industri. fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. g.295 - Pasal 760 Pusdiklat Industri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur dan sumber daya manusia industri.

. di . hubungan masyarakat. ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri. kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. dan rumah tangga Pusdiklat Industri. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan keuangan Pusdiklat Industri. keuangan. d. dan e. anggaran.296 - Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 762 Pusdiklat Industri terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan tata laksana. b. Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri. b. rumah persuratan. dan hubungan milik negara masyarakat. anggaran. c. program. evaluasi dan pelaporan kinerja Pusdiklat Industri. penyiapan penyusunan rencana. pelaksanaan pengelolaan barang lingkungan Pusdiklat Industri. program. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur. c. Pasal 763 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan rencana. tangga kearsipan. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana. dan d. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763.

serta pemantauan.. dan c. Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur menyelenggarakan fungsi: . Pasal 766 (1) Subbagian Program dan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan rencana. b. (3) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. Pasal 767 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur mempunyai pengembangan tugas sumber melaksanakan daya manusia kebijakan aparatur. Pasal 768 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 767. anggaran.297 - Pasal 765 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur. kearsipan. Subbagian Program dan Keuangan. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan kinerja Pusdiklat Industri. pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur. serta pelaksanaan urusan keuangan Pusdiklat Industri. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Umum. rumah tangga dan hubungan masyarakat serta pelaksanaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Pusdiklat Industri. program. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai serta organisasi dan tata laksana di lingkungan Pusdiklat Industri.

` Pasal 770 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan. pemantauan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan teknis sumber daya manusia aparatur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan sumber daya manusia aparatur. c. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan. pelaksanaan pemantauan. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan struktural dan fungsional sumber daya manusia aparatur. pengembangan. pengembangan. . d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural dan Fungsional. b. Subbidang Kerja Sama Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur.. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan teknis sumber daya manusia aparatur. pelaksanaan kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur. pelaksanaan. b.298 - a. evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan struktural dan fungsional sumber daya manusia aparatur serta peningkatan kompetensi Widyaiswara. dan e. pelaksanaan kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia aparatur. pelaksanaan. Pasal 769 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur terdiri atas: a. dan c.

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri menyelenggarakan fungsi: a. d. e. pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia industri. pelaksanaan kebijakan pengembangan sumber daya manusia industri. evaluasi dan pelaporan kerjasama pengembangan sumber daya manusia aparatur serta melaksanakan program pendidikan rintisan gelar. pengembangan. Pasal 771 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan sumber daya manusia industri berbasis kompetensi.. pelaksanaan. fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. dan . pemantauan. c. konsultan industri dan wirausaha industri. b. serta pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan sumber daya manusia industri.299 - (3) Subbidang Kerja Sama Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Aparatur mempunyai tugas melakukan penyiapan. pelaksanaan dan fasilitasi penyusunan SKKNI. pelaksanaan kerja sama pengembangan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia industri dan pengembangan infrastruktur kompetensi. pembentukan LSP dan TUK serta penyiapan asesor kompetensi. pengembangan infrastruktur dan sertifikasi kompetensi. Pasal 772 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 771. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja industri.

pemantauan. Pasal 775 Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi. Subbidang Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri. pelaksanaan pemantauan. pelaksanaan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sumber daya manusia industri. pengembangan. evaluasi dan . evaluasi dan pelaporan pendidikan dan pelatihan tenaga kerja industri. wirausaha industri dan asesor kompetensi. pengembangan. Pasal 773 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri terdiri atas: a. serta pemantauan. b. evaluasi dan pelaporan kerja sama pengembangan sumber daya manusia industri dan fasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. pembentukan LSP dan TUK bidang industri. pemantauan. Subbidang Fasilitasi Infrastruktur Kompetensi.. pelaksanaan. konsultan industri. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri. pengembangan. pelaksanaan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan. (3) Subbidang Kerja Sama Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan. Pasal 774 (1) Subbidang Fasilitasi Infrastruktur Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyiapan. evaluasi dan pelaporan penyusunan SKKNI. dan c.300 - f.

dan f. b. Pasal 777 Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi pembinaan dan dan pelaporan pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi industri. penyusunan program dan kegiatan pembinaan dan pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi industri. d. e. pelaksanaan dan fasilitasi kerjasama pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi industri. Subbidang Pendidikan Tinggi Vokasi Industri. Pasal 776 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 775. pelaksanaan pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan.301 - pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi industri. Subbidang Kerja Sama Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi. Bidang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri menyelenggarakan fungsi: a. c. dan c. Subbidang Pendidikan Kejuruan Industri.. pelaksanaanpemantauan. fasilitasi pengembangan kejuruan dan kelembagaan pendidikan tinggi pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi. pelaksanaan dan fasilitasi pengembangan program akademik pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi industri berbasis kompetensi. b. .

pembinaan dan pengembangan tenaga pendidik. (2) Subbidang Pendidikan Tinggi Vokasi Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan. data. (3) Subbidang Kerja Sama Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi mempunyai tugas melakukan pengembangan. (2) Pusdatin dipimpin oleh Kepala Pusat. kelembagaan dan program akademik serta pemantauan. dan Fungsi Pasal 779 (1) Pusat Data dan Informasi selanjutnya disebut Pusdatin berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. BAB XIII PUSAT DATA DAN INFORMASI Bagian Kesatu Kedudukan. evaluasi dan pelaporan kegiatan pengembangan kerja sama pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi industri. Tugas. pembinaan tenaga dan pengembangan kependidikan. tenaga kelembagaan pendidik. pemantauan. manajemen analisis dan penyajian data dan informasi. pelaksanaan. Pasal 780 Pusdatin mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengelolaan sistem informasi. evaluasi dan pelaporan pendidikan tinggi vokasi industri. pelaksanaan. dan program akademik serta pemantauan..302 - Pasal 778 (1) Subbidang Pendidikan Kejuruan Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan. tenaga kependidikan. evaluasi dan pelaporan pendidikan kejuruan. serta .

analisis data dan penyajian informasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 782 Pusdatin terdiri atas: a. kinerja pegawai. dan tata usaha Pusdatin. pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis. serta pemantauan. Bidang Sistem Informasi. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan penyusunan. serta pemantauan. . rumah tangga. pengembangan kebijakan dan teknis. dan d. b. Pusdatin menyelenggarakan fungsi: a. dan tata usaha Pusdatin. Bidang Analisis Data dan Penyajian Informasi. dan manajemen pelaporan. perlengkapan. c. perlengkapan. evaluasi. c. dan d. serta urusan keuangan. urusan serta kepegawaian urusan dan keuangan. dan pelaporan. rumah tangga. urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. b. pemeliharaan perangkat keras dan infrastruktur jaringan serta perangkat lunak dan program aplikasi. rencana dan program. rencana dan program. pelaksanaan penyusunan pengumpulan dan kebijakan pengolahan serta teknis.. Pasal 783 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan penyusunan. evaluasi. pengelolaan sistem basis data dan informasi. Bidang Sistem Basis Data. pelaksanaan penyusunan pengelolaan.303 - Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 780.

dokumentasi. mempunyai penyiapan tugas bahan Evaluasi. dan c.. dokumentasi. kearsipan.304 - Pasal 784 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 783. Pasal 785 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Keuangan dan Umum. dan rumah tangga. (3) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan/pengelolaan barang milik negara. Evaluasi. dan c. kearsipan. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. dan Pelaporan. pengelolaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program. penelaahan dan penyiapan bahan masukan untuk rencana dan program. serta pemantauan. pelaksanaan urusan perlengkapan/pengelolaan barang milik negara. keuangan. keuangan. melakukan masukan dan Pelaporan penelaahan untuk dan penyusunan rencana dan program. b. dan pelaporan. Pasal 786 (1) Subbagian Program. serta pemantauan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan manajemen kinerja pegawai. Pasal 787 Bidang Sistem Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan rumah tangga Pusdatin. pengembangan. dan pelaporan. surat menyurat. evaluasi. evaluasi. dan pemeliharaan perangkat keras dan infrastruktur jaringan serta perangkat lunak dan program aplikasi. surat menyurat. . b.

pengelolaan. Pasal 789 Bidang Sistem Informasi terdiri atas: a. dan pemeliharaan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. serta sistem manajemen keamanan informasi. penyusunan kebijakan teknis. serta layanan pengadaan secara elektronik b.. serta layanan pengadaan secara elektronik. pengelolaan. pengembangan.305 - Pasal 788 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 787. bahan pengelolaan. Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan. Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi. dan pemeliharaan perangkat keras dan infrastruktur jaringan. dan pemeliharaan perangkat lunak dan program aplikasi. pengembangan. bahan pengelolaan. (2) Subbidang Perangkat Lunak dan Program Aplikasi mempunyai tugas penyusunan melakukan kebijakan penyiapan teknis. Bidang Sistem Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan kebijakan teknis. keamanan informasi. dan pemeliharaan perangkat lunak dan program aplikasi. serta sistem manajemen . pengembangan. pengembangan. Pasal 790 (1) Subbidang Perangkat Keras dan Infrastruktur Jaringan mempunyai tugas penyusunan melakukan kebijakan penyiapan teknis.

dan informasi industri dan kawasan industri. Pasal 793 Bidang Sistem Basis Data terdiri atas: a. perkembangan peluang pasar dan teknologi industri. Subbidang Basis Data dan Informasi Industri. Bidang Sistem Basis Data menyelenggarakan fungsi: a. . pengelolaan data pengumpulan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi serta pengelolaan sistem basis data dan informasi industri. pengumpulan. pengelolaan Industri data bahan pengumpulan.306 - Pasal 791 Bidang Sistem Basis Data mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 794 (1) Subbidang Basis mempunyai tugas penyusunan pengolahan Data Informasi melakukan kebijakan dan dan penyiapan teknis. penyusunan pengolahan kebijakan dan teknis. dan informasi perkembangan peluang pasar dan teknologi industri. penyusunan pengolahan kebijakan dan teknis. dan informasi industri dan kawasan industri. (2) Subbidang Basis Data dan Informasi Pasar dan Teknologi Industri mempunyai penyiapan bahan penyusunan tugas melakukan kebijakan teknis. dan b.. pengolahan dan pengelolaan data dan informasi perkembangan peluang pasar dan teknologi industri. pengelolaan data pengumpulan. Subbidang Basis Data dan Informasi Pasar dan Teknologi Industri. Pasal 792 Dalam melaksanakan tugas sebagaimanan dimaksud dalam Pasal 791. dan b.

Pasal 797 Bidang Analisis Data dan Penyajian Data dan Informasi terdiri atas: a. penyajian informasi dan pengelolaan hasil penyajian data dan informasi. Bidang Analisis Data dan Penyajian Informasi menyelenggarakan fungsi: a. analisis data dan penyajian informasi. Pasal 798 (1) Subbidang Analisis Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. . analisis data dan pengelolaan hasil analisis data dan informasi. penyusunan kebijakan teknis. penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Penyajian Informasi. Pasal 796 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 795.307 - Pasal 795 Bidang Analisis Data dan Penyajian Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis. dan b. BAB XIV STAF AHLI Pasal 799 Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri dan secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. analisis data dan pengelolaan hasil analisis data dan informasi. Subbidang Analisis Data. penyajian informasi dan pengelolaan hasil penyajian data dan informasi. (2) Subbidang Penyajian Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan b..

308 - Pasal 800 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri. Pasal 803 Kelompok Jabatan melaksanakan Fungsional kegiatan perundang-undangan. b. Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri. fungsional mempunyai sesuai tugas peraturan . Pasal 801 (1) Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri terkait dengan bidang penguatan struktur industri. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri. (3) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Industri mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri terkait dengan bidang sumber daya industri. BAB XV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 802 Di lingkungan Kementerian Perindustrian dapat ditetapkan jabatan fungsional pelaksanaannya sesuai dilakukan dengan sesuai kebutuhan dengan yang ketentuan peraturan perundang-undangan. dan c. (2) Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada Menteri terkait dengan bidang peningkatan penggunaan produk dalam negeri..

BAB XVII TATA KERJA Pasal 806 Dalam melaksanakan tugasnya.. BAB XVI UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 805 (1) Di lingkungan Kementerian Perindustrian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Perindustrian.309 - Pasal 804 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional dan terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Perindustrian setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Perindustrian wajib menerapkan prinsip . (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan seorang tenaga fungsional yang dipilih oleh kelompok pejabat fungsional yang bersangkutan.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain hubungan kerja. Pasal 811 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. yang secara fungsional mempunyai . Pasal 807 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan masingmasing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. integrasi. Pasal 808 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian Perindustrian.. dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Pasal 810 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan.310 - koordinasi. Pasal 809 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

PENGANGKATAN. DAN PEMBERHENTIAN Pasal 813 (1) Sekretaris Jenderal. Direktur. Pasal 815 (1) Sekretaris Jenderal. dan diberhentikan Direktur Kepala oleh Jenderal.b. Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Perindustrian.311 - Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas.a. Inspektur Jenderal. Inspektur. (3) Kepala Biro. dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian. Kepala Seksi. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Perindustrian. Sekretaris Inspektorat Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal.a. Sekretaris Badan. . dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a.a.a.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Direktur Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Pasal 814 Pejabat struktural eselon I. Badan Presiden atas Inspektur diangkat usul dan Menteri Perindustrian. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. BAB XVIII ESELON..

seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Perindustrian tetap . seluruh peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 105/M-IND/PER/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diubah dan/atau diganti dengan peraturan baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.312 - BAB XIX KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 816 Perubahan terhadap organisasi dan tata kerja ditetapkan oleh Menteri Perindustrian setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara. Pasal 818 Bagan struktur organisasi Kementerian Perindustrian tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. pengelola dana dekonsentrasi dan/atau pengelola tugas pembantuan diatur dengan Peraturan Menteri Perindustrian. Pasal 817 Pembagian cakupan tugas pengawasan unit pelaksana teknis. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 819 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku.. Pasal 820 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku.

ini mulai berlaku pada tanggal . Pasal 823 Peraturan Menteri diundangkan. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 105/M-IND/PER/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.. tetap berlaku sebelum diubah atau diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan yang berlaku. BAB XXI KETENTUAN PENUTUP Pasal 822 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Pasal 821 Unit Pelaksana Perindustrian Teknis yang di telah lingkungan ada pada Kementerian saat berlakunya Peraturan Menteri ini.313 - melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan dibentuknya jabatan baru dan diangkat pejabat baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.

WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 1806 .. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Nopember 2015 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA. ttd. Peraturan Menteri memerintahkan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. SALEH HUSIN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 2015 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. ttd.314 - Agar setiap pengundangan orang mengetahuinya.

2. Biro Hukum dan Organisasi 2. dan Aneka DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI LOGAM. DAN ANEKA 4. Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan 3. Direktorat Industri Tekstil. Sekretariat Direktorat Jenderal 4. Direktorat Industri Logam 5. Direktorat Industri Makanan.5. Sekretariat Direktorat Jenderal 5.3.2. Alas Kaki. TEKSTIL.2.1. Kulit. dan Perikanan 3. SEKRETARIAT JENDERAL 3.315 - LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 107/M-IND/PER/11/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN BAGAN STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 1. ALAT TRANSPORTASI.3.4. Hasil Laut. Direktorat Industri Kimia Hulu 4. 5. Direktorat Industri Kimia Hilir 4.3. Biro Perencanaan 2. dan Bahan Penyegar 4.6. Biro Umum DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO 3. MESIN.2.1.4. Biro Keuangan 2.. Biro Kepegawaian 2.4. Biro Hubungan Masyarakat 2. Direktorat Industri Minuman. Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian .3. Sekretariat Direktorat Jenderal 3. Direktorat Industri Bahan Galian Nonlogam 4.2.1.1.5. DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KIMIA. DAN ELEKTRONIKA 5. Hasil Tembakau. KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 2.

Sekretariat Badan 10.3. dan Kerajinan 6. Elektronika.316 - 5.1.2. Inspektorat I 9. Sekretariat Direktorat Jenderal 7. dan Alat Angkut 7. 7. Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup . INSPEKTORAT JENDERAL 9.4. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri III DIREKTORAT JENDERAL KETAHANAN DAN PENGEMBANGAN AKSES INDUSTRI INTERNASIONAL 8. Mesin..1. 6. Inspektorat II 9.1. Sekretariat Direktorat Jenderal 8. Sekretariat Direktorat Jenderal 6.1. Inspektorat IV 10. Inspektorat III 9. Direktorat Ketahanan Industri 8.4.2. Direktorat Industri Elektronika dan Telematika DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH 6.5.3. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Logam. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri II 7. DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI 8. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kimia.2.5. Sandang. Direktorat Industri Kecil dan Menengah Pangan.4. Direktorat Akses Pasar Industri Internasional 8.2. Direktorat Pengembangan Wilayah Industri I 7.4. Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional 9.1. Barang Dari Kayu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual 10. Direktorat Industri Maritim. Aneka.2. Sekretariat Inspektorat Jenderal 9. Alat Transportasi.3. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI 10.4. dan Furnitur 6. dan Alat Pertahanan 5.3.3.

ttd.5.. PUSAT DATA DAN INFORMASI MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA.317 - 10. SALEH HUSIN . Pusat Standardisasi Industri 11. PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI 12. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Iklim Usaha Industri 10.4.

TEKSTIL. DAN ELEKTRONIKA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI PUSAT DATA DAN INFORMASI DIREKTORAT JENDERAL KETAHANAN DAN PENGEMBANGAN AKSES INDUSTRI INTERNASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI .. ALAT TRANSPORTASI. DAN ANEKA SEKRETARIAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI LOGAM. MESIN.318 - MENTERI PERINDUSTRIAN STAF AHLI INSPEKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KIMIA.

319 - SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT BIRO UMUM ..

DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERENCANAAN SEKTORAL SUBBAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN DUKUNGAN SUMBER DAYA INDUSTRI SUBBAGIAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SUBBAGIAN PERENCANAAN WILAYAH SUBBAGIAN PENYUSUNAN ANGGARAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DUKUNGAN INVESTASI INDUSTRI SUBBAGIAN EVALUASI KINERJA INDUSTRI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN SEKRETARIAT JENDERAL SUBBAGIAN PERENCANAAN DUKUNGAN SARANA DAN PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM SEKRETARIAT JENDERAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .320 - BIRO PERENCANAAN BAGIAN PERENCANAAN LINTAS SEKTORAL DAN WILAYAH BAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN BAGIAN PERENCANAAN DUKUNGAN SUMBER DAYA.. INVESTASI.

.321 - BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI BAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN MANAJEMEN KINERJA PEGAWAI SUBBAGIAN FORMASI DAN PENGADAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN PERATURAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI PEGAWAI SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KARIR SUBBAGIAN PENATAAN DAN PENEMPATAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENILAIAN KINERJA SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBBAGIAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PEMENSIUNAN DAN URUSAN KEPEGAWAIAN LAINNYA SUBBAGIAN PENGHARGAAN DAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

.322 - BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN PEMANTAUAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN BMN SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN PERTANGGUNGJAWABAN ANGGARAN SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBBAGIAN EVALUASI LAPORAN KEUANGAN DAN PENYELESAIAN TP DAN TGR SUBBAGIAN ADMINISTRASI PEMINDAHTANGANAN DAN PENGHAPUSAN BMN SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DAN BADAN LAYANAN UMUM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

.323 - BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I BAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II BAGIAN ADVOKASI DAN PELAYANAN HUKUM BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERATURAN SUMBER DAYA INDUSTRI SUBBAGIAN PERATURAN ADMINISTRASI SUBBAGIAN ADVOKASI HUKUM SUBBAGIAN ORGANISASI SUBBAGIAN PERATURAN SARANA DAN PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN PERATURAN LINTAS SEKTORAL SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI HUKUM SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERATURAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBBAGIAN PERJANJIAN SUBBAGIAN INFORMASI DAN DISEMINASI PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

324 - BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT BAGIAN HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA DAN KERJA SAMA BAGIAN PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BAGIAN INFORMASI PUBLIK SUBBAGIAN HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBAGIAN HUBUNGAN MEDIA MASSA SUBBAGIAN PENGELOLAAN INFORMASI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN PUBLIKASI SUBBAGIAN PELAYANAN INFORMASI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROMOSI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

325 - BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN ADMINISTRASI BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN DAN LAYANAN PENGADAAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PERSURATAN DAN TATA NASKAH DINAS SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN ANALISIS DAN PERENCANAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN ANGKUTAN DAN PERJALANAN DINAS SUBBAGIAN LAYANAN PENGADAAN SUBBAGIAN TATA USAHA STAFF AHLI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBBAGIAN LAYANAN KESEHATAN DAN UMUM LAINNYA SUBBAGIAN PENGELOLAAN BMN SUBBAGIAN PROTOKOL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

. DAN BAHAN PENYEGAR .326 - DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT INDUSTRI HASIL HUTAN DAN PERKEBUNAN DIREKTORAT INDUSTRI MAKANAN. HASIL TEMBAKAU. HASIL LAUT. DAN PERIKANAN DIREKTORAT INDUSTRI MINUMAN.

327 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM. DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERATURAN SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERATURAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA .. EVALUASI.

ROTAN. DAN BAHAN ALAM LAINNYA SUBDIREKTORAT INDUSTRI SELULOSA DAN KARET HULU SUBDIREKTORAT INDUSTRI HASIL PERKEBUNAN NONPANGAN SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .328 - DIREKTORAT INDUSTRI HASIL HUTAN DAN PERKEBUNAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI HASIL HUTAN DAN PERKEBUNAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KAYU..

.329 - DIREKTORAT INDUSTRI MAKANAN. DAN PETERNAKAN SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PERIKANAN. HASIL LAUT DAN PERIKANAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI MAKANAN. HASIL LAUT DAN PERIKANAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL TANAMAN PANGAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL LAUT.

330 - DIREKTORAT INDUSTRI MINUMAN. HASIL TEMBAKAU. DAN BAHAN PENYEGAR SUBDIREKTORAT INDUSTRI MINUMAN RINGAN DAN PENGOLAHAN HASIL HORTIKULTURA SUBDIREKTORAT INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU DAN MINUMAN LAINNYA SUBDIREKTORAT INDUSTRI HASIL TEMBAKAU DAN BAHAN PENYEGAR SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HASIL TEMBAKAU. DAN BAHAN PENYEGAR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN MINUMAN..

. DAN ANEKA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HULU DIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HILIR DIREKTORAT INDUSTRI BAHAN GALIAN NONLOGAM DIREKTORAT INDUSTRI TEKSTIL. KULIT.331 - DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KIMIA. TEKSTIL. DAN ANEKA . ALAS KAKI.

332 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM.. EVALUASI. DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERATURAN SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERATURAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA .

.333 - DIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HULU SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA HULU SUBDIREKTORAT INDUSTRI KIMIA ANORGANIK SUBDIREKTORAT INDUSTRI KIMIA ORGANIK SUBDIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HULU LAINNYA SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

334 - DIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HILIR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA HILIR SUBDIREKTORAT INDUSTRI PLASTIK DAN KARET HILIR SUBDIREKTORAT INDUSTRI FARMASI DAN KOSMETIK SUBDIREKTORAT INDUSTRI KIMIA HILIR LAINNYA SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

335 - DIREKTORAT INDUSTRI BAHAN GALIAN NONLOGAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI BAHAN GALIAN NONLOGAM SUBDIREKTORAT INDUSTRI SEMEN DAN BARANG DARI SEMEN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KACA DAN KERAMIK SUBDIREKTORAT INDUSTRI BAHAN GALIAN NONLOGAM LAINNYA SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

DAN ANEKA SUBDIREKTORAT INDUSTRI PAKAIAN JADI DAN PRODUK TEKSTIL LAINNYA SUBDIREKTORAT INDUSTRI TEKSTIL SUBDIREKTORAT INDUSTRI KULIT. KULIT. ALAS KAKI. DAN ANEKA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI TEKSTIL.. ALAS KAKI. KULIT. ALAS KAKI DAN ANEKA SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .336 - DIREKTORAT INDUSTRI TEKSTIL.

ALAT TRANSPORTASI. DAN ELEKTRONIKA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT INDUSTRI LOGAM DIREKTORAT INDUSTRI PERMESINAN DAN ALAT MESIN PERTANIAN DIREKTORAT INDUSTRI MARITIM. MESIN.337 - DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI LOGAM. DAN ALAT PERTAHANAN DIREKTORAT INDUSTRI ELEKTRONIKA DAN TELEMATIKA . ALAT TRANSPORTASI..

EVALUASI.. DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERATURAN SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERATURAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA .338 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM.

.339 - DIREKTORAT INDUSTRI LOGAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI LOGAM SUBDIREKTORAT INDUSTRI LOGAM BESI SUBDIREKTORAT INDUSTRI LOGAM BUKAN BESI SUBDIREKTORAT INDUSTRI LOGAM HILIR SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

ALAT BERAT.340 - DIREKTORAT INDUSTRI PERMESINAN DAN ALAT MESIN PERTANIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PERMESINAN DAN ALAT MESIN PERTANIAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI MESIN PERALATAN LISTRIK DAN ALAT KESEHATAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI PERALATAN PABRIK. DAN MESIN PELESTARI LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI MESIN PERKAKAS DAN ALAT MESIN PERTANIAN SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

. ALAT TRANSPORTASI. DAN ALAT PERTAHANAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI MARITIM. DAN ALAT PERTAHANAN SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . ALAT TRANSPORTASI. DAN ALAT PERTAHANAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI ALAT TRANSPORTASI DARAT SUBDIREKTORAT INDUSTRI MARITIM SUBDIREKTORAT INDUSTRI KERETA API. ALAT TRANSPORTASI UDARA.341 - DIREKTORAT INDUSTRI MARITIM.

PERKANTORAN.342 - DIREKTORAT INDUSTRI ELEKTRONIKA DAN TELEMATIKA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INDUSTRI SOFTWARE DAN KONTEN SUBDIREKTORAT INDUSTRI PERALATAN TIK.. DAN ELEKTRONIKA PROFESIONAL SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI ELEKTRONIKA DAN TELEMATIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBDIREKTORAT INDUSTRI ELEKTRONIKA KONSUMSI DAN KOMPONEN .

SANDANG. DAN ALAT ANGKUT . BARANG DARI KAYU.343 - DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PANGAN. ELEKTRONIKA. DAN FURNITUR DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KIMIA.. MESIN. ANEKA DAN KERAJINAN DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH LOGAM.

DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERATURAN SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERATURAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN TENAGA PENYULUH SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN UMUM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .344 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM. EVALUASI..

BARANG DARI KAYU..345 - DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PANGAN. DAN FURNITUR SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MAKANAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MINUMAN DAN BAHAN PENYEGAR SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BARANG DARI KAYU DAN FURNITUR SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BARANG DARI KAYU. DAN FURNITUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PANGAN.

ANEKA DAN KERAJINAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KIMIA DAN BAHAN BANGUNAN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SANDANG DAN KULIT SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH ANEKA DAN KERAJINAN SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . SANDANG. SANDANG. ANEKA DAN KERAJINAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KIMIA.346 - DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KIMIA..

ELEKTRONIKA .347 - DIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH LOGAM. ELEKTRONIKA DAN ALAT ANGKUT SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH LOGAM DAN MESIN SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH ELEKTRONIKA DAN TELEMATIKA SUBDIREKTORAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH ALAT ANGKUT SEKSI PROGRAM SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI SUMBER DAYA INDUSTRI DAN SARANA PRASARANA INDUSTRI SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI SEKSI PEMBERDAYAAN INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ALAT ANGKUT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH LOGAM. MESIN.. MESIN.

348 - DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN PERWILAYAHAN INDUSTRI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI I DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI II DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI III ..

DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN UMUM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..349 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM. EVALUASI.

.350 - DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI I SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI KAWASAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI FASILITASI PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

351 - DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI II SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI KAWASAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI FASILITASI PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

352 - DIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH INDUSTRI III SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI KAWASAN INDUSTRI SEKSI PERENCANAAN DAN PROMOSI SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH SEKSI FASILITASI PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI SEKSI FASILITASI DAN PEMBANGUNAN SENTRA INDUSTRI KECIL DAN INDUSTRI MENENGAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

353 - DIREKTORAT JENDERAL KETAHANAN DAN PENGEMBANGAN AKSES INDUSTRI INTERNASIONAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT KETAHANAN INDUSTRI DIREKTORAT AKSES PASAR INDUSTRI INTERNASIONAL DIREKTORAT AKSES SUMBER DAYA INDUSTRI DAN PROMOSI INTERNASIONAL ..

EVALUASI. EVALUASI.354 - SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KERJA SAMA INTERNASIONAL SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PENGELOLAAN BMN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN UMUM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN PELAPORAN BAGIAN HUKUM DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN DATA..

REGULASI DAN IKLIM USAHA LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT PENGAMANAN PERSAINGAN GLOBAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INFORMASI PENGAMANAN DAN PENYELAMATAN INDUSTRI SEKSI INDUSTRI AGRO DAN INDUSTRI KIMIA. TEKSTIL. ALAT TRANSPORTASI DAN ELEKTRONIKA DAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SEKSI INDUSTRI LOGAM. DAN ANEKA SEKSI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SEKSI INDUSTRI LOGAM.355 - DIREKTORAT KETAHANAN INDUSTRI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGAMANAN KEBIJAKAN. TEKSTIL.. MESIN. DAN ANEKA SEKSI INDUSTRI AGRO DAN INDUSTRI KIMIA. MESIN. ALAT TRANSPORTASI DAN ELEKTRONIKA DAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SEKSI ANALISIS DAN MONITORING INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

PASIFIK. DAN AFRIKA SEKSI ASEAN DAN MITRA DIALOG SEKSI WTO DAN ORGANISASI KOMODITAS SEKSI UNIDO DAN FORA MULTILATERAL LAINNYA SEKSI APEC DAN REGIONAL LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..356 - DIREKTORAT AKSES PASAR INDUSTRI INTERNASIONAL SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FORA INTERNASIONAL I SUBDIREKTORAT FORA INTERNASIONAL II SUBDIREKTORAT FORA INTERNASIONAL III SEKSI AMERIKA DAN EROPA SEKSI ASIA.

ALAT TRANSPORTASI DAN ELEKTRONIKA DAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SEKSI INDUSTRI LOGAM.357 - DIREKTORAT AKSES SUMBER DAYA INDUSTRI DAN PROMOSI INTERNASIONAL SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT AKSES SUMBER DAYA INDUSTRI SUBDIREKTORAT AKSES RANTAI SUPLAI GLOBAL DAN PROMOSI INDUSTRI SUBDIREKTORAT PROMOSI INVESTASI INDUSTRI SEKSI INDUSTRI AGRO DAN INDUSTRI KIMIA. ALAT TRANSPORTASI DAN ELEKTRONIKA DAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH SEKSI INDUSTRI LOGAM. PERWILAYAHAN INDUSTRI DAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH. MESIN. TEKSTIL. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TEKSTIL. TEKSTIL. MESIN. DAN ANEKA SEKSI INDUSTRI LOGAM. DAN ANEKA SEKSI INDUSTRI AGRO DAN INDUSTRI KIMIA. DAN ANEKA SEKSI INDUSTRI AGRO DAN INDUSTRI KIMIA. ALAT TRANSPORTASI DAN ELEKTRONIKA. MESIN..

.358 - INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL INSPEKTORAT I INSPEKTORAT II INSPEKTORAT III INSPEKTORAT IV .

DAN PELAPORAN BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT DAN EVALUASI HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN ANALISIS. EVALUASI.. EVALUASI.359 - SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PROGRAM. DAN PELAPORAN HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN UMUM SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

.360 - INSPEKTORAT I SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

.361 - INSPEKTORAT II SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

362 - INSPEKTORAT III SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

363 - INSPEKTORAT IV SUB BAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ..

364 - BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI DAN KEKAYAAN INTELEKTUAL PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU DAN LINGKUNGAN HIDUP PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN IKLIM USAHA INDUSTRI PUSAT STANDARDISASI INDUSTRI ..

. DAN PELAPORAN BAGIAN KEUANGAN BAGIAN KEPEGAWAIAN BAGIAN KERJA SAMA DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN AKUNTANSI SUBBAGIAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN KINERJA PEGAWAI SUBBAGIAN TATA LAKSANA DAN KERASIPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . EVALUASI.365 - SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PROGRAM.

.366 - PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI DAN KEKAYAAN INTELEKTUAL SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA BIDANG PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI INDUSTRI SUBBIDANG PENGKAJIAN TEKNOLOGI INDUSTRI SUBBIDANG PENERAPAN TEKNOLOGI INDUSTRI BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI SUBBIDANG INOVASI TEKNOLOGI INDUSTRI SUBBIDANG PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KEKAYAAN INTELEKTUAL SUBBIDANG PENGEMBANGAN KEKAYAAN INTELEKTUAL SUBBIDANG KOMERSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL .

367 - PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI HIJAU DAN LINGKUNGAN HIDUP SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA BIDANG INDUSTRI HIJAU SUBBIDANG STANDARDISASI INDUSTRI HIJAU SUBBIDANG PROMOSI DAN KERJA SAMA BIDANG MANAJEMEN ENERGI DAN AIR BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUBBIDANG HARMONISASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN HIDUP SUBBIDANG PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI SUBBIDANG KONSERVASI AIR ..

.368 - PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN IKLIM USAHA INDUSTRI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA BIDANG KEBIJAKAN FISKAL SUBBIDANG PERPAJAKAN SUBBIDANG TARIF BIDANG KEBIJAKAN NONFISKAL DAN PENGUATAN STRUKTUR INDUSTRI BIDANG KEBIJAKAN SEKTORAL DAN PERWILAYAHAN SUBBIDANG KEBIJAKAN SEKTORAL SUBBIDANG NONFISKAL SUBBIDANG PENGUATAN STRUKTUR INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KEBIJAKAN PERWILAYAHAN .

369 - PUSAT STANDARDISASI INDUSTRI SUBBAGIAN PROGRAM DAN TATA USAHA BIDANG PERUMUSAN DAN PENGKAJIAN STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG PERUMUSAN STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG PENGKAJIAN STANDARDISASI INDUSTRI BIDANG PENERAPAN. DAN KERJA SAMA STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG PENERAPAN DAN PEMBERLAKUKAN STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG KERJA SAMA STANDARDISASI INDUSTRI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGUATAN DAN PENGAWASAN STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG PENGUATAN STANDARDISASI INDUSTRI SUBBIDANG PENGAWASAN STANDARDISASI INDUSTRI . PEMBERLAKUAN..

370 - PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM DAN KEUANGAN BIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM APARATUR BIDANG PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN DAN VOKASI INDUSTRI SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG FASILITASI INFRASTRUKTUR KOMPETENSI SUBBIDANG PENDIDIKAN KEJURUAN INDUSTRI SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM INDUSTRI SUBBIDANG PENDIDIKAN TINGGI VOKASI INDUSTRI SUBBIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SDM APARATUR SUBBIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI SUBBIDANG KERJA SAMA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN DAN VOKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN UMUM ..

DAN PELAPORAN BIDANG SISTEM INFORMASI BIDANG ANALISIS DATA DAN PENYAJIAN INFORMASI BIDANG SISTEM BASIS DATA SUBBIDANG PERANGKAT KERAS DAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SUBBIDANG BASIS DATA DAN INFORMASI INDUSTRI SUBBIDANG ANALISIS DATA SUBBIDANG PERANGKAT LUNAK DAN PROGRAM APLIKASI SUBBIDANG BASIS DATA DAN INFORMASI PASAR DAN TEKNOLOGI INDUSTRI SUBBIDANG PENYAJIAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN UMUM . EVALUASI.371 - PUSAT DATA DAN INFORMASI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ..