You are on page 1of 10

2015

KERANGKA ACUAN KERJA PENYUSUNAN DED PERMUKIMAN
NELYAN

KAB. BARRU
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN
Jl. Pattimura No.20 Kebayoran Baru. Jakarta Selatan. 12110. Telp. 72797427

1. LATAR BELAKANG
Lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan, tertata serta aman dan
nyaman adalah menjadi dambaan setiap orang. Namun kenyataan yang ada
tidak mudah untuk mewujudkan kebutuhan/keinginan ini. Hal ini ada banyak
sebab yang mempengaruhi, diantaranya pendapatan per kapita yang
rendah, ketergantungan anggota keluarga terhadap keluarga yang bekerja
sangat tinggi.
Dengan demikian baik waktu, tenaga apalagi dana yang yang diharapkan
untuk menata lingkungannya menjadi baik, tertata dan memenuhi standart
kesehatan semakin jauh dari kenyataan. Bahkan lingkungan akan semakin
kumuh.
Disamping faktor/sebab kenyataan kehidupan diatas, ada beberapa faktor
lain yang ikut mempengaruhi terciptanya kekumuhan. Faktor faktor tersebut
diantaranya adalah:
1) Tingkat pendidikan yang rendah.
2) Berpenghasilan rendah.
3) Kelengkapan fakta untuk berusaha
4) Sarana dan prasarana yang tidak memadai
5) Jumlah penduduk yang terlalu padat
6) Lahan / kawasan / aareal yang tersedia terlalu sempit

Berdasarkan Pasal 97 UU Nomor 1 Tahun 2011 disebutkan ruang lingkup
upaya penanganan permukiman kumuh, yaitu:
1) Pencegahan, yang meliputi:
-

Pengawasan dan Pengendalian.

-

Kesesuaian terhadap perizinan, standar teknis dan pemerikasaan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

-

Pemberdayaan Masyarakat, yaitu pelaksanaan melalui pendampingan
dan pelayanan informasi.

2) Peningkatan Kualitas, yang meliputi:
-

Pemugaran,
yaitu
perbaikan/pembangunan
permukiman layak huni.

kembali

menjadi

-

Peremajaan, yaitu mewujudkan permukiman yang lebih baik guna
melindungi keselamatan dan keamanan masyarakat sekitar dengan
terlebih dahulu menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat.

2

-

Pemukiman kembali, yaitu pemindahan masyarakat dari lokasi yang
tidak mungkin dibangun kembali/tidak sesuai dengan rencana tata
ruang dan/atau rawan bencana serta menimbulkan bahaya bagi
barang atau manusia.

Melalui penanganan peningkatan kualitas lingkungan diharapkan kawasan
kumuh Nelayan. Untuk meningkatan kawasan kumuh Nelayan diperlukan
beberapa pendekatan program penanganan seperti :
1) Program dan kegiatan ketersediaan sarana dan prasarana dalam
peningkatan kualitas lingkungan perbaikan dan peningkatan infrastruktur
di
lingkungan
permukiman
kumuh
Nelayan.
Misalnya:
pembuatan/rehabilitasi jalan lingkungan dengan mempergunakan
keberadaan material lokal di lingkungan perumahan / permukiman,
pembangunan air bersih, pembangunan/rehabilitasi saluran drainase
lingkungan, pembuatan sarana persampahan komunal.
2) Pendekatan penanganan kumuh Nelayan dalam cakupan wilayah
administratif perkotaan dengan cakupan kegiatan skala kawasan dan
skala lingkungan.
3) Pendetilan dari kebijakan dan strategi penanganan kumuh perkotaan
yang tercantum pada RP2KP/ SPPIP atau RKP (Rencana Kawasan
Permukiman) kumuh nelayan atau dokumen teknis penanganan kumuh
lainnya.
4) Strategi Penanganan kumuh Nelayan untuk jangka waktu menengah 3 –
5 tahun yang dilaksanakan dalam program dan kegiatan tahunan.
5) Penanganan yang bersifat partisipatif dengan berbasis pemberdayaan
masyarakat di kawasan kumuh nelayan.
Kementeriaan PU melalui Ditjen Cipta Karya melakukan fasilitasi pemerintah
daerah dalam upaya Penanganan kawasan permukiman kumuh Nelayan
dengan menitikberatkan kepada konsep tribina (aspek sosial, aspek ekonomi
dan aspek lingkungan). Hal tersebut menjadi landasan sinergitas antar level
pemerintah dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan kota
untuk merumuskan bentuk kegiatan fisik atau kegiatan non fisik dalam
konsep penanganan kumuh secara komprehensif.
Terkait pola pendekatan penanganan fisik dalam hal peningkatan kualitas
permukiman di kawasan kumuh, strategi penanganan mencakup beberapa
kompenen infrastruktur utama yang diatur sebagai indikator pelayanan
infrastruktur permukiman seperti:
1. Keteraturan bangunan
2. Aksesibilitas/ jaringan jalan
3. Drainase
4. Air Minum
5. Air Limbah

3

6. Persampahan
7. Pengamanan kebakaran
Melalui tahap perencanaan yang tepat dan hasil output yang terukur
diharapkan proses penanganan kawasan permukiman di kawasan kumuh dan
Kawasan permukiman perdesaan dapat berjalan secara terpadu dan
terintegrasi sehingga masyarakat pemukim dapat merasakan kehidupan
yang sehat dan tinggal di lingkungan yang layak.

2. MAKSUD DAN TUJUAN
Pelaksanaan pekerjaan ini dimaksudkan untuk menghasilkan suatu dokumen
perencanaan teknis rinci sebagai bagian dari peningkatan kualitas
lingkungan permukiman bagi kawasan permukiman kumuh nelayan.
Sedangkan yang menjadi tujuan dari dilaksanakannya pekerjaan ini adalah:
1. Melakukan pemutakhiran data terkait identifikasi potensi dan
permasalahan kawasan permukiman dalam penyajian suatu profil
kawasan mengacu kepada hasil penetapan SK Bupati/Walikota terkait
kawasan kumuh nelayan.
2. Melakukan pendampingan terhadap pemutakhiran data Dokumen Detail
Engineering Design (DED) Kawasan Permukiman Kumuh nelayan melalui
keterpaduan program semua sektor ke-Cipta Karya-an, sebagai acuan
pelaksanaan penanganan kawasan kumuh nelayan bagi seluruh pelaku
(stakeholders) yang bersifat menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan
(konsep delivery system).
3. Melakukan pemutakhiran data terhadap Detail Engineering Design (DED)
Kawasan Permukiman Kumuh nelayan sesuai dengan identifikasi potensi,
masalah, strategi kawasan, tipologi, indikasi program serta kegiatan
penanganan kawasan permukiman kumuh.

3. SASARAN
1.
2.

3.
4.

Sasaran dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
Tersedianya landasan
pemahaman konsepsi Penanganan Kawasan Kumuh
Nelayan dan berdasarkan identifikasi potensi dan permasalahan kawasan.
Tersedianya acuan teknis bagi penyelenggaraan Penanganan Kawasan Kumuh
Nelayan tertutama infrastruktur permukiman.
Tercapainya standar mutu dari produk kegiatan yang dihasilkan.
Tersedianya Dokumen DED Kawasan Permukiman Kumuh Nelayan sebagai acuan
pelaksanaan penanganan kawasan kumuh perkotaan bagi seluruh pelaku
(stakeholders) pelaksanaan penyelenggaran penanganan kawasan permukiman
kumuh nelayan yang menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan (konsep delivery
system).

4

4. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Pemberi Tugas kegiatan ini adalah Satuan Kerja Pengembangan Kawasan
Permukiman dan Penataan Bangunan Sulawesi Selatan, PPK. Pengembangan
Kawasan Permukiman Direktorat Pengembangan Permukiman, Ditjen Cipta
Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya sebesar Rp. 95.500.000,00
(Sembilan puluh lima juta lima ratus ribu rupiah), termasuk PPN dibiayai
APBN murni DIPA Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan
Penataan Bangunan Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2015.

6. LINGKUP KEGIATAN, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS
PENUNJANG, SERTA ALIH PENGETAHUAN

a. Lingkup Kegiatan
Lingkup Kegiatan yang ditetapkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini dibagi
menjadi beberapa tahap, yaitu:
1) Pengembangan kerangka pendekatan pelaksanaan pekerjaan.
Kerangka pendekatan merupakan konsep dasar pelaksanaan
pekerjaan, mencakup:
-

Konsep pemikiran proses kegiatan seluruhnya dari awal sampai
akhir.

-

Lingkup data yang diperlukan.

-

Jadual kerja dan alokasi tugas tenaga ahli.

-

Penajaman materi acuan kerja yang bersifat penting.

-

Kendala – kendala yang ditemui.

2) Kegiatan survey
Adalah kegiatan pengumpulan data di lapangan terutama data
sekunder di wilayah studi, termasuk indentifikasi lokasi dan geografi
kawasan (termasuk pengukuran dan penyelidikan tanah), termasuk
sejauh mana pemerintah daerah peduli terhadap penanganan
lingkungan permukiman kumuh.
3) Metode yang digunakan
4) Pengkajian data
-

Merupakan analisa dari data yang diperoleh, diawali dari review
kebijakan yang ada, kajian data mungkin belum dapat dilakukan
sebagaimana tertulis dalam kerangka kebijakan penanganan
kumuh.

5

-

Data sekunder harus lengkap, sedangkan data primer difokuskan
pada sasaran
sasaran yang dibutuhkan untuk proses lanjut.

-

Peta – peta harus lengkap dan informatif (site plan dan masterplan
kawasan)

-

pengolahan hasil pengukuran dan perhitungan analisa komponen
infrastruktur.

-

Penyusunan rencana teknis penanganan melalui gambar teknis
penanganan (termasuk rencana tapak, pra rencana prasarana dan
sarana serta utilitas kawasan)

-

Perkiraan biaya dan rencana wujud kawasan

5) Kesimpulan dan perumusan hasil
Hasil dari kajian digunakan untuk menyusun rumusan sebagai berikut:
-

Study dukungan terhadap tata ruang.

-

Strategi penanganan kawasan kumuh dan kawasan desa potensial.

-

Indikasi kebijakan pembangunan permukiman kawasan kumuh
nelayan.

-

DED Infrastruktur Permukiman (rencana arsitektur kawasan terkait
prasarana dan sarana serta utilitas kawasan, dan konsep
perhitungan strukturnya)

-

menyusun petunjuk teknis pola kelembagaan lokal yang akan terjadi
yang mampu mendukung penanganan masyarakat hingga
keberlanjutan prasarana dan sarananya/ pemeliharaan .

6) Konsultasi dan pembahasan
Dilakukan dalam upaya menggali masukan untuk tujuan mencapai
kesepakatan pihak – pihak yang terkait, baik sektor maupun natar
pemerintah daerah.

Dalam melakukan pengkajian data, beberapa analisis dan indikator yang
dapat dipakai antara lain sebagai berikut:
1)

Analisis Sosial Ekonomi, berdasarkan analisis pola pertumbuhan
dan penyebaran penduduk dikaitkan dengan proyeksi pertumbuhan
dan pergeseran struktur perekonomian. Analisis yang diperlukan
antara lain analisis sumberdaya wilayah, kependudukan, ekonomi dan
kemanfaatan infrastruktur dalam meningkatkan tingkat ekonomi
pemukim.
2) Analisis Pola Pemanfaatan ruang, berdasarkan pada asas
kesesuaian yang dibedakan menurut kesesuaian fisik, kesesuaian
ekonomi dan teknologi dengan memfokuskan kepada rencana tata
ruang yang ada (kesesuaian dengan RTRW dan RDTR )

6

3)

Analisis
Struktur
Ruang
Kota,
dengan
tujuan
untuk
menemukenali pengembangan kawasan agar hasilnya memberikan
gambaran yang menyeluruh tentang keadaan ( hirarki ) pusat – pusat
pelayanan serta jangkauan atau interaksi antar pusat – pusat
pelayanan yang dimaksud.
4) Analisis Teknis Komprehensif, secara khusus menjelaskan
perhitungan teknis komponen infrastruktur (analisa biaya upah, alat,
material) berdasarkan basis data lapangan untuk mendapatkan
rencana rinci teknis komponen, volume, dan dimensi sebagai bagian
konsep peningkatan kualitas permukiman.
b. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan kajian, penyusunan,
dilaksanakan di Kabupaten Barru.

dan

pembahasan

laporan

c. Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pemberi Tugas
Data dan informasi yang terkait dengan pekerjaan yang dimiliki Pemberi
Tugas dapat digunakan dan dipelihara oleh penyedia jasa sebagai
referensi atau masukan awal dalam penyiapan pelaksanaan pekerjaan,
atas seizin Pemberi Tugas. Data tersebut harus dipelihara oleh penyedia
jasa dan harus dikembalikan.
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Data dan informasi yang disediakan oleh penyedia jasa mencakup
materi yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan pekerjaan ini.
d. Alih Pengetahuan
Dalam proses penyusunan pekerjaan ini, beberapa hal yang perlu
diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam tahapan alih pengetahuan adalah
sebagai berikut:
1) Penyedia Jasa diharapkan dapat melakukan asistensi/diskusi secara
berkala dan intensif (sebelum dan sesudah melakukan survei lapangan)
bersama tim teknis sehingga dapat diperoleh kerangka kerja, metode
pendekatan, desain survei, dan hasil rumusan pekerjaan ini.
2) Asistensi/diskusi yang dilakukan oleh pihak Penyedia Jasa dilakukan
sebelum pelaksanaan survei instansional, sebelum, dan setelah
pelaksanaan presentasi setiap tahapan pelaporan.
3) Penyedia Jasa setelah menerima pengarahan penugasan dan semua
bahan masukan dalam proses asistensi/diskusi, hendaknya memeriksa
dan memproses semua bahan yang ada serta mencari bahan masukan
lain yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini.
4) Untuk kesempurnaan pekerjaan tersebut diatas Penyedia Jasa diminta
mempelajari dan menganalisis lebih lanjut segala informasi dan
ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan pekerjaan dimaksud.
7. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

7

Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:
a. Sosialisasi dan konsultasi dengan pemerintah daerah kabupaten sasaran.
b. Pengumpulan data sekunder untuk mendapatkan nama – nama lokasi
kawasan permukiman kumuh nelayan.
c. Rapat konsultasi untuk melakukan pembahasan bersama penentuan
lokasi baik dengan masyarakat (community actiion plan) dan
kesepakatan bersama dengan pemerintah kabupaten/ kota
d. Melengkapi data pendukung bagi lokasi yang disepakati sebagi lokasi
kawasan permukiman kumuh nelayan.
e. Penyesuaian dengan garis besar arahan dalam rencana penanganan
kawasan permukiman kumuh nelayan.
f.

Melakukan penetapan konsep penataan kawasan permukiman kumuh
dan kawasan permukiman desa potensial melalui penyediaan
infrastruktur

g. Melakukan penyusunan rencana rinci teknis (DED) terkait pembangunan
infrastruktur kawasan permukiman.

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Untuk menyelesaikan pekerjaan ini dibutuhkan waktu 1,5 (satu koma lima)
bulan sejak SPMK ditandatangani dan dilaksanakan dengan cara kontraktual.
9. KELUARAN
a.
b.

c.

d.
e.
f.
g.

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
Masterplan/ Desain umum penanganan kawasan beserta jadwal, skenario
pelaksanaan dan rumusan tahapan kegiatan.
Metode setiap kegiatan, jadwal persiapan personil, peralatan dan biaya yang
diperlukan berdasarkan survey berupa data dan informasi lapangan termasuk
penyelidikan tanah
DED Penataan kawasan permukiman kumuh perkotaan dan kawasan
permukiman desa potensial dengan desain/rancangan rinci tiap komponen
infrastruktur (1:200, 1:100, 1:50), spesifikasi teknis serta RAB untuk kegiatan
yang siap dilelangkan.
Gambar pra rencana/ denah, tampak dan potongan
Perhitungan struktur, mekanikal dan elektrikal (sistem permukiman)
informasi tentang perizinan prasarana dan sarana serta utilitas kawasan dengan
instansi terkait
Penjelasan jenis kegiatan, volume dan perkiraan sementara biaya
- Rencana Anggaran Biaya (RAB/EE)
- Rincian Volume Pekerjaan (BQ)
- Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS)
- Dokumen persyaratan umum dan dokumen persyaratan administrasi
10.

TENAGA AHLI

8

Untuk melaksanakan tugas ini Penyedia Jasa harus menyediakan Tenaga Ahli
yang kompeten dan dapat memenuhi kebutuhan pekerjaan yang terikat
selama pelaksanaan pekerjaan. Tenaga ahli yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan ini adalah:
1) Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim (Team Leader) yang dibutuhkan adalah seorang seorang
lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta
yang telah terakreditasi dengan latar belakang minimal pendidikan
Sarjana Strata Satu (S-1) Arsitektur/ sipil yang memiliki pengalaman
kerja di bidangnya minimal 5 tahun dibidang Urban design atau
perencanaan teknis infrastruktur , serta memiliki Sertifikat Keahlian
Tenaga Ahli.
2) Tenaga Ahli Infrastruktur
Tenaga ahli yang dibutuhkan adalah minimal Sarjana Strata Satu (S-1)
Jurusan Teknik Arsitektur/Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan mempunyai
pengalaman profesional minimal 3 tahun di bidang yang sejenis, serta
memiliki Sertifikat Keahlian Tenaga Ahli. Pengalaman yang bersangkutan
di bidang jalan, jembatan dan drainsae.
3) Tenaga Ahli Permukiman
Tenaga ahli yang dibutuhkan adalah minimal Sarjana Strata Satu (S-1)
Jurusan Teknik Arsitektur/Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri
atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan mempunyai
pengalaman profesional minimal 3 tahun di bidang yang sejenis, serta
memiliki Sertifikat Keahlian Tenaga Ahli. Pengalaman yang bersangkutan
di bidang pembangunan perumahan dan permukiman, desain kawasan
dan rancang bangun bidang perumahan dan permukiman serta
penanganan permukiman akan lebih diperhatikan.
4) Estimator/ Quantity Surveyor
Estimator yang dibutuhkan adalah Sarjana Strata Satu (S-1) Jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah terakreditasi, sebanyak 1 orang, dengan jumlah
Orang Bulan sebesar 1 (satu) OB. Tugasnya adalah melakukan survei,
pengukuran dan pendataan sesuai dengan arahan dari Team Leader

Adapun Tenaga Pendukung yang dilibatkan dalam pekerjaan ini
meliputi :
a) Surveyor
Surveyor yang dibutuhkan adalah Sarjana Strata Satu (S-1) Jurusan
Teknik Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah terakreditasi, sebanyak 1 orang, dengan jumlah

9

Orang Bulan sebesar 1 (satu) OB. Tugasnya adalah melakukan survei,
pengukuran dan pendataan sesuai dengan arahan dari Team Leader.
b) Tenaga Pendukung Lainnya
Tenaga pendukung lainnya merupakan tenaga administrasi dan
pelayanan untuk mendukung kinerja tenaga ahli dan asisten dalam
kelancaran pelaksanaan tugasnya. Tenaga pendukung lainnya meliputi:
Administrasi/Operator Kantor, dengan kebutuhan orang bulan
sebanyak 1,5 OB, dan Drafter/Animasi 3D, dengan kebutuhan orang
bulan sebanyak 1 OB.
11.

LAPORAN DAN SISTEM PEMBAHASAN

Laporan yang diserahkan kepada Pemberi Tugas adalah:
1.

Laporan Pendahuluan, diserahkan pada akhir bulan pertama dari
masa pelaksanaan pekerjaan sebanyak 3 (tiga) eksemplar. Isi dari laporan
ini adalah uraian ringkas mengenai kerangka pikir, rencana kerja, juga
dimasukkan metodologi serta pendekatan teknis pelaksanaan pekerjaan,
mobilisasi tenaga ahli dan jadwal penyelesaian pekerjaan.

2.

Laporan Antara, dibuat sebanyak 3 (tiga) eksemplar. Laporan ini
berisikan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang mencakup hasil kompilasi
data yang telah didapatkan dari pelaksanaan survei lapangan, hasil
analisis sesuai dengan tujuan dan sasaran pekerjaan, rumusan rencana
aksi program dan kegiatan serta draft awal pemutakhiran DED
penanganan kawasan permukiman.

3.

Laporan Akhir, berisikan bentuk akhir dari keseluruhan rangkaian
pelaksanaan pekerjaan. Laporan ini dibuat sebanyak 10 (sepuluh)
eksemplar dan diserahkan pada akhir pelaksanaan pekerjaan. Laporan
akhir ini mencakup laporan utama, executive summary dan dokumen
penting lainnya.

Seluruh data dan laporan termasuk Dokumen DED dimuat kedalam CD
sebanyak
10
(sepuluh)
buah
diserahkan
bersamaan
dengan
penyerahan Laporan Akhir.
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagai
acuan pelaksanaan pekerjaan.
Pejabat Pembuat Komitmen
Pengembangan Kawasan Permukiman

Ir. H. Iskandar, SE., MT
Nip. 19621110 199403 1 012

10