You are on page 1of 9

.BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Walaupun termokopel tersebut mantap, namunn ada penggunaan yang
tidak tepat di mana pengukuran temperatur lain lebih menguntungkan.
Termometer

tahanan

mempunyai

kepekaan

yang

lebih

besar,

yang

memungkinkan penggunaannya untuk mengukur fraksi derajat yang lebih
kecil, dan tidak memerlukan hubungan-acuan yang tepat. Dasar dari
pengukuran semacam itu adalah bahwa tahanan listrik dari berbagai bahan
berubah menurut temperatur. Ada dua kelas utama bahan tersebut:Penghantar
(logam)dan semikonduktor seperti akan dibahas kemudian. Teknik pengukuran
dapat merupakan jenis defleksi atau jenis potensiometer neraca nol. Dalam dua
peristiwa tersebut jembatan Wheatstone memudahkan pengukuran.
B. Perumusan Masalah
1. Apa itu pengindera tahanan listrik ?
2. Hubungan apa yang terjadi antara perubahan tahanan R menurut temperatur
T dan gambar rangkaiannya?
3. Apa prinsip kerja, bahan utama yang digunakan pada pengindera tahanan
listrik?
4. Apa itu Pengindera (Sensor) semikonduktor (Termistor) dan gambar bentukbentuk termistor ?
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Tujuan Penulisan
 Untuk memenuhi tugas mata kuliah metrologi industri.
 Agar kita memahami mata kuliah metrologi industri khususnya materi
pengindera tahanan listrik.

2. Manfaat Penulisan
Kita mengetahui apa itu pengindera tahanan listrik, hubungan apa yang
terjadi antara perubahan tahanan R menurut temperatur T dan gambar
rangkaiannya, prinsip kerja dan bahan utama yang digunakan pada

1

Teknik pengukuran dapat merupakan jenis 2 .pengindera tahanan listrik. Metodologi Penulisan Dalam pembuatan Makalah ini penulis menggunakan Teknik Pengumpulan dan analitis data dimana penulis memperoleh data dari buku atupun media internet sebagai sumber datanya yang dijabarkan atupun dianalisis menggunakan metode deskriptif. BAB 3 PEMBAHASAN A. Pengindera Tahanan Listrik Walaupun termokopel tersebut mantap. pengindera (Sensor) semikonduktor (Termistor) dan gambar bentuk-bentuk termistor dll. Termometer tahanan mempunyai kepekaan yang lebih besar. Ada dua kelas utama bahan tersebut: penghantar (logam) dan semikonduktor seperti akan dibahas kemudian. yang memungkinkan penggunaannya untuk mengukur fraksi derajat yang lebih kecil. BAB 2 METODOLOGI PENULISAN A. Dasar dari pengukuran semacam itu adalah bahwa tahanan listrik dari berbagai bahan berubah menurut temperatur. namun ada penggunaan yang tidak tepat di mana pengukuran temperatur lain lebih menguntungkan. dan tidak memerlukan hubungan-acuan yang tepat.

Jumlah suhu yang digunakan tergantung pada lahan bahan... an adalah konstanta.... Pengindera hantaran atau termometer tahanan tersedia di pasaran dalam berbagai bentuk...defleksi atau jenis potensiometer neraca nol. B... Berbagai kumpuran kisi-datar juga tersedia untuk 3 ..... ( 1+ a1 2 Rt t + a2 t + a3 t 3 .+ an t n ) Ro=¿ tahanan pada temperatur acuan. Kumparan dari kawat tahanan dapat dimasukkan ke dalam bola baja tahan-karat untuk pengukuran temperatur fluida untuk mmelindungi dari cairan atau gas korosif.. Ro = Rt = tahanan pada temperatur t.... Hubungan anatara perubahan tahanan R menurut temperatur T dapat dituliskan sebagai berikut : di mana. Tabel disediakan oleh pabrik yang memberikan harga pembanding untuk tahanan terhadap temperatur untuk elemen tahanan umum. rentang temperatur. Pengindera Hantaran atau Termometer Tahanan.. Untuk kebanyakan tujuan praktis hanya konstanta a1 a1 a1 = diperlukan dan didefinisikan sebagai: R 1−R2 Ro tiap derajat juga disebut koefisien temperatur dari tahanan. biasanya titik beku (es)... Dalam dua peristiwa tersebut jembatan Wheatstone memudahkan pengukuran.. dan a1 . . dan ketelitian yang diperlukan. a2 a3 ..

tahanan R4 dalam Gambar 5. Platinum digunakan dari – 260 hingga 1000 C. dapat dijadikan nol dengan menggunakan rangkaian-tiga-sambungan Siemens seperti ditunjukan dalam Gambar 5. tidak mempengaruhi resistansi lengan jembatan. Kekacauan keluaran merupakan salah satu di antaranya. Film endapan platina juga digunakan sebagai ganti kumparan kawat. Elemen-elemen pengiindera tahanan ini berkisar kira-kira 10 ohms hingga 25.mengukur temperatur permukaan benda padat.10 ( b ¿ disarankan di mana resistansi tetap dalam tahanan yang dapat diatur. perubahan resistansinya ditangguhkan. Tiga kawat sambungan mempunyai panjang yang sama dan bahan menunjukkan perubahan resistansi serupa dan karena salah satu sambungan ini dalam tiap lengan 2 dan 3. Semakin tinggi tahanan makin kurang dipengaruhi oleh kawat tembaga dan variasi tahanan kontak.10 ( a ¿ dapat diubah sampai diperoleh keseimbangan.10 ( c ¿ . 4 . susunan Gambar 5.000 ohms. Kalau digunakan metode-nol. Ganbaran dasar ukuran temperatur ratarata dan diferensial ditunjukkan pada Gambar 5. nikel dari – 200 hingga 4. Kalau kawatkawat timah digunakan yang terpengaruh kesalahan akibat perubahan resistansi. dilas atau disemen pada permukaan. Kumparan datar ini dapat dibuat pita. Kalau diinginkan ketelitian tertinggi. Pembenahan susunan atau perluasan diferensial dari permukaan dapat mengakibatkan beberapa masalah dalam transduser temperatur permukaan yang ditempelkan ke benda.0 C dan tungsten dari – 260 hingga 1100 C.11. Penggunaan jembatan Wheatstone mempermudah pengukuran. tembaga dari – 200 hingga 260 C.

termistor mempunyai koefisien negatif yang sangat 5 . Dibanding dengan pengindera tipe konduktor yang mempunyai koefisien suhu positif kecil.C. Pengindera (Sensor) Semikonduktor (Termistor) Sebagian besar termistor dibuatdari oksida-oksida logam mangan. nikel dan kobalt yang mempunyai tahanan menurun dengan meningkatnya temperatur.

Untuk β sama dengan 4000. koefisien temperatur ini naik pada 25 C adalah – 0. probe (penyelidik). ciri bahan. Rentang temperatur kerja adalah dari – 250 sampai 650 6 .0036 untuk platinum (pengindera tipe konduktor). R 1 T ( - 1 To ) = tahanan pada suhu absolut T . dibandinggkan dengan + 0. Tanggapan karakteristik diberikan oleh persamaan: Lo g R di mana R + K Lo g R B = A+ T adalah resistansi dalam temperatur Kelvin T. Karakteristik tanggapan temperatur/tahanan adalah nonlinear.To = temperatur absolut dan acuan. Konstanta β biasanya bernilai 4000.besar. β = konstanta.12 dan Lampiran 6). K. dan A. K merupakan konstanta yang ditentukan oleh kalibrasi dari tahanan individu. Hubungan antara temperatur dan tahanan digambarkan sebagai berikut : R Ro e β = di mana. Termistor tersebut tersebut ada yang dilapis gelas dan diameternya hanya sekecil beberapa perseratus sentimeter. B. Temperatur acuan biasanya ditetapkan 298 K (25 C). Bahan lain seperti kristal silikon dan germanium juga digunakan sebagai termistor. Ro = tahanan pada temperatur acuan T o . Dengan menentukan dR/dT/R. piringan dan batang (Gambar 5. Butiran (Bead) sangat luas digunakan untuk pengukuran temperatur.045. Waktu tanggapan sangat pendek sehingga cocok untuk pengukuran temperatur jenis titik. Tahanan sangat luas digunakan untuk pengukuran temperatur kriogenik dalam rentang suhu dari 1 sampai 20 K. K. e = basis logaritma natural T . Koefisien suhu tahanan diberikan dengan – β / T 2 ohms (ohm C). Termistor tersedia di pasar dalam bentuk butiran.

elemen penunda waktu. Salah satu cara untuk mengurangi sifat tak linear dari keluaran termistor dengan tahanan biasa seperti ditunjukkan dalam Ganbar 5. Penyilidik ini mempunyai diameter sekitar 2. termistor modern mempunyai stabilitas yang dapat diterima untuk berbagi penggunaan. namun termistor tunggal tidak dianjurkan untuk digunakan untuk daerah temperatur yang begitu besar.5 mm dan panjang berubah dari 6 mm sampai 50 mm. Kestabilan tanggapan merupakan masalh dengan tipe semikonduktor sebelumnya.C.13. Penyelidik (probe) gelas juga digunakan. dan pengendalian tegangan dan daya dalam rangkaian elektronika. Rangkaian untuk menggunakan termistor termistor ini pada hakikatnya dapat disamakan sebagai pengindera jenis penghantar. Piringan dan batang lebih digunakan sebagai alat kompensasi-temperatur. Namun. 7 .

DAFTAR PUSTAKA Srivastava. maka dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. 4. Teknik Intrumentasi. 3. 1987. Salah satu cara untuk mengurangi sifat tak linear dari keluaran termistor dengan tahanan biasa. Ada dua kelas utama bahan pengindera tahanan listrik yaitu: penghantar (logam) dan semikonduktor. Pengindera hantaran atau termometer tahanan tersedia di pasaran dalam berbagai bentuk.) Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Dari pemaparan makalah di atas. dan tidak memerlukan hubungan-acuan yang tepat. yang memungkinkan penggunaannya untuk mengukur fraksi derajat yang lebih kecil. A. sehingga siswa lebih paham dalam materi pngindera tahanan listrik ini. (Susanto. SARAN 1. 2. C. B. 8 . Perlu adanya praktek langsung ataupun memperlihatkan secara langsung bentuk pengindera tahanan listrik itu dan penggunaannya seperti apa. Termometer tahanan mempunyai kepekaan yang lebih besar. Penerj. & Suwito.

9 .