You are on page 1of 24

A.

Latar Belakang
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya dimulai ketika sebuah undang-undang
baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada
tanggal 17 Mei 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Republik Indonesia No. 6/ 2009. Undang-undang ini memberikan status dan
kedudukan

sebagai

suatu

lembaga

negara

yang

independen

dalam

melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah
dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam
undang-undang ini. Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu
mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Kestabilan nilai rupiah dan nilai tukar yang wajar merupakan sebagian
dari prasyarat bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya
kegagalan untuk memelihara kestabilan nilai Rupiah seperti tercermin pada
kenaikan harga–harga dapat merugikan karena berakibat menurunkan
pendapatan riil masyarakat dan melemahkan daya saing perekonomian
nasional dalam kancah perekonomian dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut
Bank Indonesia di dukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang
tugasnya. Salah satunya yaitu mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran.
Sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan,
lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan

1

dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan
ekonomi.
Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat
beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada
penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut
aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan
dalam Undang Undang Bank Indonesia.
Sementara itu dalam kaitannya sebagai lembaga yang melakukan
pengedaran uang, kelancaran sistem pembayaran diejawantahkan dengan
terjaganya jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat dan dalam kondisi
yang layak edar atau biasa disebut clean money policy.
Adapun ruang lingkup sistem pembayaran dalam nilai besar yang
diselenggarakan oleh Bank Indonesia adalah BI-RTGS (Bank Indonesia Real
Time Gross Settlement) dan BI-SSSS (Bank Indonesia Scripless Securities
Settlement System). Sedangkan dalam nilai kecil yang diselenggarakan oleh
Bank Indonesia adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).
Secara garis besar sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu
Sistem pembayaran tunai dan Sistem pembayaran non tunai. Perbedaan
mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen
yang digunakan. Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan
berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam,
sedangkan pada sistem pembayaran non tunai instrumen yang digunakan
berupa Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), Cek, Bilyet Giro, Nota
Debet, maupun uang elektronik.
2

Apakah hambatan yang di hadapi KPw Bank Indonesia Prov. Sumbar dalam mewujudkan Gerakan Nasional Non Tunai di Sumbar? 3 .Saat ini Bank Indonesia dalam proses melakukan sosialisasi elektronifikasi. Adapun tujuan elektronifikasi ini adalah untuk mendukung program anti pencucian uang dan pencegahan suap/korupsi serta meminimalisir shadow economy. Maka dalam penulisan laporan magang keahlian ini penulis memilih judul. Saat ini penggunaan kartu ATM dan Debit pada Maret 2015 sudah mencapai 103 juta kartu dengan 12. yaitu suatu upaya yang terpadu dan terintegrasi untuk mengubah pembayaran dari tunai menjadi non tunai. “Realisasi Gerakan Nasional Non Tunai Di Provinsi Sumatera Barat”. Hal ini menunjukkan respon positif dari masyarakat Indonesia dalam menggunakan pembayaran non tunai. Bank Indonesia dan lima lembaga di Indonesia telah bekerja sama dalam menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai (less cash society).6 juta transaksi/hari. B. penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang aspek Sistem Pembayaran Non Tunai di Bank Indonesia. Perumusan Masalah I. Terhitung mulai tanggal 14 Agustus 2014. Berdasarkan uraian di atas. Bagaimana realisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Sumatera Barat? II.

Pengertian Alat Pembayaran Non Tunai Pada tahun 1959-1966 transaksi pembayaran non tunai antar kantor Bank Indonesia dilakukan dengan menggunakan sarana telegram. Transaksi-transaksi antar kantor Bank Indonesia baik untuk keperluan biaya maupun untuk keperluan pendapatan menggunakan warkat antar kantor yaitu Nota Debet dengan Teleks (NDT) atau Nota Debet dengan Surat (NDS) untuk transaksi debet dan Nota Kredit dengan Teleks (NKT) atau Nota Kredit dengan Surat (NKS) untuk transaksi kredit. Secara umum. alat pembayaran non tunai adalah instrumen yang digunakan berupa alat pembayaran kartu (APMK). cek. atau telepon. teleks. nota debet maupun uang eletronik. Sistem pembayaran untuk transaksi luar negeri tidak mengalami perubahan. yaitu menggunakan letter of credit. Penerusannya ke kantor yang dituju dilakukan dengan telegram (kawat) atau telepon atau teleks. Sedangkan untuk sistem transfer tersedia sistem BI-RTGS dan sistem Kliring Nasional. Permintaan pengiriman uang oleh bank. 4 . bilyet giro.C. KAJIAN TEORI I. transfer dana dari atau ke luar negeri menggunakan surat (mail transfer) atau menggunakan telegram (telegraphic transfer). menggunakan formulir Permintaan Pengiriman Uang Dalam Negeri yang diisi berdasarkan bilyet giro dari bank.

Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya. tidak menutup kemungkinan nasabah individu menggunakan Cek dan Bilyet Giro dalam melakukan pembayaran. Cek telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD). Jenis-jenis Alat Pembayaran Non Tunai a. sementara Bilyet Giro pertama kali diatur tahun 1972 dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Nota Debet dan Nota Kredit . Penarikan cek dapat dilakukan baik "atas nama" maupun "atas unjuk" dan merupakan surat berharga yang dapat diperdagangkan (negotiable paper). Namun demikian. Cek dan Bilyet Giro merupakan alat pembayaran paling lama yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. 5 . Alat Pembayaran Berbasis Warkat (Paper Based) Instrumen berbasis warkat telah diatur dalam hukum dan dikenal dalam praktek perbankan di Indonesia seperti Alat Pembayaran Cek dan Bilyet Giro. 1) Alat Pembayaran Cek dan Bilyet Giro Cek adalah surat perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah dana yang tercantum dalam cek. Penggunaan Cek dan BG untuk pembayaran umumnya dilakukan oleh pelaku usaha dalam mendukung kelancaran transaksi bisnisnya.II.

2) Nota Debet Nota debet adalah warkat atau surat yang digunakan untuk menagih nasabah bank lain atau bank lain melalui kliring untuk dimasukkan ke rekening nasabah bank yang menyampaikan warkat tersebut. Nota debet dengan surat atau dengan telegram disampaikan melalui Kantor Pos. mendapat kredit berarti mendapat kepercayaan. Alat Pembayaran Menggunakan Kartu 1) Kartu Kredit Kredit adalah kepercayaan. 3) Nota Kredit Nota kredit adalah warkat atau surat yang digunakan untuk mengirimkan atau memindahkan dana bukan tunai kepada nasabah bank lain atau kepada bank lain melalui kliring. Nota kredit dengan surat atau dengan telegram disampaikan melalui Kantor Pos. Nota kredit juga digunakan untuk keperluan transaksi antar kantor baik nota kredit dengan surat maupun nota kredit dengan telegram. b. Jika 6 . Nota debet juga digunakan untuk keperluan transaksi antar kantor baik nota debet dengan surat maupun nota debet dengan telegram. Kredit adalah fasilitas yang disediakan oleh bank dimana seseorang atau badan usaha meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan.

artinya pada saat transaksi kewajiban membayar pemegang kartu ditalangi terlebih dahulu oleh penerbit kartu kredit. Media elektronik untuk menyimpan nilai uang elektronik dapat berupa chip atau server. Ketika digunakan. maka ia akan dikenakan bunga tagihan. 2) Kartu ATM dan Kartu Debet Salah satu instrumen pembayaran berbasis kartu yang penting dalam sistem pembayaran adalah kartu Debet dan Kartu ATM yang transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Pada saat kartu digunakan bertransaksi akan langsung mengurangi dana yang tersedia pada rekening. 7 . nilai uang elektronik yang tersimpan dalam media elektronik akan berkurang sebesar nilai transaksi dan setelahnya dapat mengisi kembali (top-up). yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas rekening tersebut. Prinsip kartu kredit adalah ”buy now pay later”. sedangkan pelunasannya dilakukan setelah jatuh tempo. Kartu Debet dan kartu ATM adalah kartu khusus yang diberikan oleh bank kepada pemilik rekening.seseorang menggunakan jasa kredit. 3) Uang Elektronik Uang elektronik didefinisikan sebagai alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya disimpan dalam media elektronik tertentu. Penggunanya harus menyetorkan uangnya terlebih dahulu kepada penerbit dan disimpan dalam media elektronik sebelum menggunakannya untuk keperluan bertransaksi.

BI-RTGS berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran. 3) Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan secara nasional. khususnya untuk memproses transaksi 8 . Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2005. 2) BI-SSSS (Bank Indonesia . Remittance 1) BI-RTGS (Bank Indonesia . khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk High Value Payment System (HVPS) atau transaksi bernilai besar yaitu transaksi Rp100 juta ke atas dan bersifat segera (urgent).c.Scripless Securities Settlement System) merupakan sarana transaksi dengan Bank Indonesia termasuk penatausahaannya dan penatausahaan Surat Berharga secara elektronik dan terhubung langsung antara Peserta.Real Time Gross Settlement) adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. SKNBI berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran. Penyelenggara dan Sistem BI-RTGS.

Sebagai informasi. Sedangkan transaksi non tunai dengan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan uang elektronik masing-masing nilai transaksinya hanya Rp8. pengertian realisasi secara nomina adalah proses mewujudkan sesuatu menjadi kenyataan.pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail) yaitu transaksi di bawah Rp. transaksi valuta asing (valas) serta settlement hasil kliring dilakukan melalui sistem BIRTGS. transaksi di bursa saham. sistem BI-RTGS adalah muara seluruh penyelesaian transaksi keuangan di Indonesia. Bisa dibayangkan. 9 . BI-RTGS melakukan transaksi sedikitnya Rp174. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pada tahun 2010. Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita bahwa jasa pembayaran non tunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank (LSB).100 juta.3 triliun per hari. baik dalam proses pengiriman dana. III. hampir 95 persen transaksi keuangan nasional bernilai besar dan bersifat mendesak (urgent) seperti transaksi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB). penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di Indonesia.8 triliun per hari yang dilakukan bank atau LSB. transaksi pemerintah. Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem BI-RTGS (Real Time Gross Settlement) dan Sistem Kliring. Perkembangan Alat Pembayaran Non Tunai Alat pembayaran non tunai sudah berkembang dan semakin lazim dipakai masyarakat.

Penyusunan komitmen (MoU) antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penerapan transaksi non tunai.IV. Memorandum of Understanding adalah perjanjian pendahuluan. memorandum of understanding berisikan hal-hal yang pokok saja. 2007). karena itu. 2. menurut Erman Rajagukguk. Focus Group Discussion merupakan suatu proses pengumpulan informasi mengenai suatu masalah tertentu yang sangat spesifik (Irwanto. Tahapan Realisasi Gerakan Nasional Non Tunai di Prov. Focus Group Discussion dengan Pemerintah Kota Padang dilakukan tanggal 18 Mei 2015 dan hasil yang diperoleh adalah berupa peluang transaksi non tunai di lingkungan Pemda dan persiapan serta kendala perbankan dalam penerapan transaksi non tunai. dalam arti nantinya akan diikuti dan dijabarkan dalam perjanjian lain yang mengaturnya secara detail. Sedangkan. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah dengan Pemerintah Daerah dan Perbankan. Henning dan Columbia (1990) menjelaskan bahwa diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin seorang narasumber atau moderator yang mendorong peserta untuk berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu. Menurut Munir Fuady. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan maksud dan tujuan dilakukannya Gerakan Nasional Non Tunai di Sumatera Barat. Sumbar 1. Memorandum of Understanding adalah dokumen yang memuat saling 10 .

Hal ini juga bermaksud untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mendukung program Bank Indonesia.pengertian di antara para pihak sebelum perjanjian dibuat. Pra-Implementasi Gerakan Nasional Non Tunai dengan mengadakan rapat teknis antara Perbankan dengan instansi daerah. Sumbar dalam membayar tagihan air. Rapat teknis ini dilakukan guna mendiskusikan lebih lanjut implementasi GNNT di Sumbar dan evaluasi pilot project. Koordinasi dengan Perbankan dan Pemda untuk merumuskan tahapan teknis dalam rangka penerapan transaksi non tunai yang dijadikan pilot project (proyek uji coba). 11 . Adapun tujuannya adalah untuk menerapkan transaksi non tunai pada masyarakat di Prov. sehingga ia mempunyai kekuatan mengikat. 4. seperti penerapan transaksi non tunai PDAM di Sumatera Barat yang di lakukan pada tanggal 13 Agustus 2015. Isi dari memorandum of understanding harus dimasukkan ke dalam kontrak. 3.

Transaksi HPVS saat ini mencapai 90% dari seluruh transaksi pembayaran di Indonesia sehingga dapat dikategorikan sebagai sistem pembayaran nasional yang memiliki peranan signifikan (Systemically Important Payment System). HASIL DAN PEMBAHASAN I) Realisasi Gerakan Nasional Non Tunai Di Provinsi Sumatera Barat a) BI-RTGS (Real Time Gross Settlement) di Prov. BI-RTGS adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk High Value Payment System (HVPS) atau transaksi bernilai besar yaitu transaksi Rp100 juta ke atas dan bersifat segera (urgent). BI-RTGS berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran. selain berfungsi meningkatkan kepastian penyelesaian akhir (settlement finality) setiap transaksi pembayaran. Sumbar Sejak tahun 2000. 12 . Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tanggal 17 November 2000. Sistem BI-RTGS memberikan banyak manfaat. yang berarti mengurangi risiko penyelesaian akhir (minimizing settlement risk). Bank Indonesia memperkenalkan kepada stakeholder yakni perbankan nasional yang disebut real time gross settlement (RTGS).D.

Disamping itu BI-RTGS yang dilengkapi dengan mekanisme sentralisasi rekening giro menjadi sarana yang dapat diandalkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dana (management fund) baik bagi peserta maupun pihak otoritas moneter dan perbankan. cepat. meliputi pembukuan hasil kliring yang diselenggarakan oleh BI (SKNBI) dan hasil kliring ATM/kartu debit/kartu kredit. Sebagai settlement processor. Sementara itu waktu penyelesaian akhir transaksi transfer nasabah pada rekeningnya tergantung dengan kondisi dan standar sistem pemrosesan pengiriman dan penerimaan transaksi di internal peserta. real time. transaksi perdagangan 13 . Penyelesaian real time terbatas pada proses pengiriman transaksi dari peserta pengirim kepada Bank Indonesia untuk diteruskan kepada peserta penerima. final dan irrevocable. aman dan handal. BI-RTGS didesain untuk memastikan penyelesaian akhir dapat dilakukan secara gross settlement. efisien. BI-RTGS juga merupakan Settlement Processor. Penyelesaian transaksi BI RTGS dilakukan per transaksi secara seketika dan tidak dapat dibatalkan. sehingga dapat saja terjadi perbedaan waktu antara penyelesaian akhir pada BI-RTGS dengan penerimaan transfer dana pada rekening nasabah. Bagi otoritas informasi mengenai pengelolaan dana perbankan menjadi informasi pendukung dalam menjalankan kegiatan operasi moneter dan early warning system pengawasan bank.BI-RTGS juga menjadi sarana transfer dana antar bank yang praktis. BI-RTGS juga menjadi sarana pelimpahan penyelesaian akhir transaksi serah dana dari perdagangan sekuritas. BI-RTGS menjadi sarana penyelesaian akhir bagi transaksi pembayaran ritel. Selain transaksi pembayaran ritel.

000 35.000 10. terdapat fluktuasi dalam perkembangan sistem BIRTGS seperti yang terlihat pada grafik 1. Sumbar 40.000 30. transaksi pembayaran pemerintah dan transaksi surat berharga.valas antar bank. Grafik Penggunaan RTGS Prov.000 0 Grafik 1.1 Di Sumatera Barat.000 Nominal 15.1.000 25. Transaksi terbanyak terjadi pada caturwulan II tahun 2015 sebanyak Rp 40 triliun disebabkan sebagian Bank Umum mengalihkan transaksinya ke RTGS dan transaksi terendah terjadi di caturwulan I tahun 2012. setelmen dana dari operasi moneter/operasi pasar terbuka (OPT).000 20. 14 .000 5.

Grafik di atas menggambarkan adanya perkembangan RTGS di Sumbar yang menunjukkan hasil positif setiap tahunnya dan sudah terlaksananya realisasi GNNT meskipun masih memerlukan sosialisasi dan edukasi. Untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien. aman dan andal yang mendukung stabilitas sistem keuangan maka sesuai Pasal 16 UU BI. Bank Indonesia menyelenggarakan sistem kliring antar bank yang dikenal dengan nama Sistem Kliring nasional Bank Indonesia atau dikenal dengan nama SKNBI. b) Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Prov. SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan 15 . cepat.Sumbar Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 (UU BI). Penyelenggaraan kliring oleh BI diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/18/PBI/2005 tanggal 22 Juli 2005 tentang Sistem Kliring Nasional sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/5/PBI/2010 tanggal 12 Maret 2010 (PBI SKNBI). menyebutkan bahwa tugas Bank Indonesia yaitu mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Terlihat pada bulan Desember 2014 sistem kliring mengalami peningkatan yang cukup besar dikarenakan pertumbuhan ekonomi 16 .000 400.000 Nilai nilai (juta Rp) (Juta Rp) 800.2. khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail) yaitu transaksi di bawah Rp.000 kanan Jumlah (Lembar) 15.000 40.000 5.000 10.000 35.000. Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2005. Grafik Penggunaan SKNBI di Prov.000 600.000 25.secara nasional.000 1.200. perkembangan sistem kliring di Sumbar selalu mengalami peningkatan.600.000 200.000 30.sisi20.2 Berdasarkan grafik 1.800. SKNBI berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran. Sumbar 1.000 1.000 1.000 0 0 Grafik 1.100 juta.400.000 volume .000 1.

Kartu ini dapat berfungsi sebagai pengganti pembayaran dengan uang tunai. ATM sendiri singkatannya adalah Automatic Teller Machine. manfaat lain kartu ATM bisa transfer. Saat mengambil uang tunai. Jadi kartu ATM adalah kartu yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin ATM. cek saldo. Kartu ini mengacu pada saldo 17 . bayar PLN dan lain sebagainya berdasarkan ketersediaan menu yang terdapat di mesin tersebut.terjadi pesat di akhir tahun. dan dalam bahasa Indonesia disebut Anjungan Tunai Mandiri. Namun terdapat anomali di bulan Juni 2015 disebabkan oleh penyesuaian sistem SKNBI generasi II sehingga Bank Umum mengalihkan sebagian besar transaksinya ke RTGS. Sedangkan kartu debit adalah sebuah kartu pembayaran secara elektronik yang diterbitkan oleh Bank. c) Penggunaan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) Kartu ATM+Debit Kartu ATM adalah kartu yang dikeluarkan oleh bank untuk layanan nasabahnya yang fungsinya untuk menarik/mengambil uang tunai di mesin atm. Selain untuk mengambil uang tunai. bayar pulsa. kartu ATM ada batasnya atau biasa yang disebut limit.

00 390. Kartu debit biasanya juga memungkinkan untuk penarikan uang tunai secara instan.00 340.00 Triliun Rp 370. Tidak seperti kartu kredit dan kartu bayar.00 320.00 350.00 400.00 310.00 380. Fungsi dari kartu debit adalah untuk memudahkan pembayaran ketika berbelanja tanpa harus membawa uang tunai.00 320.00 18 . Grafik Penggunan Kartu ATM+Debit Bulan Januari-Juni 2015 Nominal 420.00 Juta 340.00 350.00 Volume (Sisi Kanan) 390.00 360.00 360.00 330.tabungan bank anda di bank penerbit tersebut. nomor rekening primer diberikan secara eksklusif untuk digunakan di Internet dan tidak ada kartu fisik. Dalam beberapa kasus.00 410. penggunaan kartu debit telah menjadi begitu luas karena dapat menggantikan pembayaran melalui cek ataupun uang tunai. Penjual/pemilik usaha mungkin juga menawarkan fasilitas cashback untuk pelanggan.00 380. Di banyak negara. karena dapat bertindak sebagai kartu ATM untuk penarikan tunai.00 370. bukan mereka membayar kembali uang tersebut di kemudian hari. pembayaran menggunakan kartu debit langsung ditransfer dari rekening bank pemegang kartu.00 330. dimana pelanggan dapat menarik uang tunai bersama dengan pembelian mereka.

tapi kalau kartu kredit dengan cara hutang. Kartu Kredit Sistem kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit. Fungsinya hampir sama seperti kartu debit.Grafik 1. Grafik Penggunaan Kartu Kredit Bulan Januari-Juni 2015 19 . Dan transaksi terendah terjadi di bulan Februari 2015 sebanyak Rp 325 triliun dengan frekuensi sebesar 335 juta. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil uang dari rekening. Yang membedakannya adalah: Jika kartu debit sistem pembayarannya dengan cara mengambil/memotong saldo kita yang terdapat di rekening bank. untuk belanja dan membayar non tunai. yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut.3 Berdasarkan grafik penggunaan kartu ATM+Debit secara Nasional pada bulan Januari-Juni 2015 terus mengalami peningkatan. Transaksi terbanyak terjadi di bulan Mei 2015 sebanyak Rp 415 triliun dengan frekuensi sebesar 385 juta.

00 Triliun Rp 15.00 5. Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Sumbar sudah memberikan positif terhadap penggunaan kartu kredit.Nominal Volume (Sisi Kanan) 30.4 Grafik penggunaan kartu kredit secara Nasional juga mengalami peningkatan setiap bulannya dengan frekuensi yang terus meningkat.00 25.00 20.00 24. Hal ini termasuk tantangan besar dalam mewujudkan GNNT di Sumbar karena tidak semua masyarakat Sumbar yang paham dengan 20 . II) Hambatan yang di hadapi KPw Bank Indonesia Prov.00 20.00 0.00 25.00 19.00 Grafik 1.00 Juta 10.00 22.Sumbar dalam mewujudkan Gerakan Nasional Non-Tunai di Sumbar Terdapat dua hambatan dalam mewujudkan GNNT di Sumbar yaitu merubah mindset pelaku bisnis dan masyarakat dengan melakukan edukasi dan sosialisasi.00 23.00 21.

E. namun terdapat anomali di bulan Juni 2015 yang disebabkan oleh persiapan sistem SKNBI generasi II sehingga sebagian besar Bank Umum mengalihkan transaksinya ke RTGS. Sumbar tiap tahunnya terus meningkat.1. Hambatan lain yaitu penetapan biaya penggunaan jasa Perbankan terkadang membutuhkan negosiasi yang cukup panjang. dapat disimpulkan bahwa: (a) Penggunaan BI-RTGS di Prov. Seperti grafik 1. Bank Indonesia menjadi katalisator antara Bank Umum dan Pemerintah demi mewujudkan Gerakan Nasional Non Tunai. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Sama halnya dengan sistem kliring di Sumbar yang terus meningkat. KESIMPULAN DAN SARAN 1.penggunaan teknologi serta adanya prejudice tentang penggunaan kartu atm dan kartu debet. di satu sisi Bank sebagai pelaku industri dituntut untuk profit-oriented sementara Pemda juga ingin memperoleh keuntungan yang semestinya customer-oriented (mengutamakan pelayanan masyarakat). Sumbar mengalami 21 . Volume transaksi RTGS di pengaruhi oleh aktivitas ekonomi. Misalnya pada saat liburan sekolah dan hari raya besar keagamaan transaksi RTGS cenderung tinggi. setiap caturwulan IV transaksi RTGS selalu meningkat drastis. Dalam hal ini. Secara keseluruhan BI-RTGS dan Sistem Kliring di Prov.

(b) Berdasarkan data yang di dapat secara Nasional. Selain itu Bank Indonesia terus melakukan edukasi dan sosialisasi untuk mempengaruhi masyarakat tentang Gerakan Nasional Non-Tunai di Indonesia khususnya Sumbar. Sumbar berhasil melebihi target. 2. (b) Pelaku industri berperan besar dalam mewujudkan GNNT di Sumbar. Sumbar. Dimana target penandatanganan MoU hanya dengan satu Pemda namun KPw Bank Indonesia Prov. 22 .perkembangan positif setiap tahunnya dan realisasi GNNT untuk bagian RTGS dan Sistem Kliring telah terlaksana dengan baik. Saat ini KPw Bank Indonesia Prov. Untuk itu Bank Indonesia berperan dalam mendorong para pelaku industri demi memperlancar instrumen pembayaran non tunai di Sumbar. penggunaan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Indonesia termasuk Sumbar terus mengalami peningkatan. Saran (a) Bank Indonesia sebagai katalisator terus melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap penyuluh-penyuluh seperti guru untuk mempercepat perluasan pemahaman masyarakat terhadap instrumen pembayaran non tunai. Kota Padang dan Prov. Sumbar sudah menandatangani MoU dengan tiga Pemerintah Daerah yaitu Kota Pasaman Barat.

bi.F.id/id/sistem- pembayaran/Contents/Default.id/id/sistem- pembayaran/edukasi/Pages/edukasi_SIKILAT.go. Akses Online 23 . http://www. (2015). http://www. Akses Online Pengertian dan Penjelasan SKNBI.aspx pada 14 Agustus 2015.go. (2015). (2015).bi. DAFTAR PUSTAKA Fungsi Bank Indonesia.bi. http://www.id/id/tentang-bi/fungsi- bi/tujuan/Contents/Pendukung.bi. Akses Online Pengertian dan Penjelasan BI-RTGS.aspx pada 18 Agustus 2015.go.aspx pada 18 Agustus 2015. (2015).go.aspx pada 18 Agustus 2015. Akses Online Pengertian Sistem Pembayaran.id/id/sistempembayaran/sistem-setelmen/bi-rtgs/bi-rtgs/Contents/Default. http://www.

Pengertian Kartu Kredit. Materi Magang Bank Indonesia Padang 24 . Akses Online Tim Sistem Pembayaran.org/wiki/Kartu_kredit pada 20 Agustus 2015. Akses Online Pengertian Kartu Debit. Unit Operasional SP Non Tunai dan Keuangan Inklusif. (2015). https://id. (2015).wikipedia. https://id.org/wiki/Kartu_debit pada 20 Agustus 2015.wikipedia.