You are on page 1of 33

A.

DEFINISI SKIZOFRENIA
Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang bersifat kronis atau kambuh
ditandai dengan terdapatnya perpecahan (schism) antara pikiran, emosi dan
perilaku pasien yang terkena. Perpecahan pada pasien digambarkan dengan
adanya gejala fundamental (atau primer) spesifik, yaitu gangguan pikiran yang
ditandai dengan gangguan asosiasi, khususnya kelonggaran asosiasi. Gejala
fundamental lainnya adalah gangguan afektif, autisme, dan ambivalensi.
Sedangkan gejala sekundernya adalah waham dan halusinasi.
Berdasarkan DSM-IV, skizofrenia merupakan gangguan yang terjadi
dalam durasi paling sedikit selama 6 bulan, dengan 1 bulan fase aktif gejala (atau
lebih) yang diikuti munculnya delusi, halusinasi, pembicaraan yang tidak
terorganisir, dan adanya perilaku yang katatonik serta adanya gejala negative.
B. ETIOLOGI
a. Diatesis-Stres Model
Teori ini menggabungkan antara faktor biologis, psikososial, dan
lingkungan yang secara khusus mempengaruhi diri seseorang sehingga
dapat menyebabkan berkembangnya gejala skizofrenia. Dimana ketiga
faktor tersebut saling berpengaruh secara dinamis
b. Faktor Biologis
Dari faktor biologis dikenal suatu hipotesis dopamin yang
menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan oleh aktivitas dopaminergik
yang berlebihan di bagian kortikal otak, dan berkaitan dengan gejala positif
dari

skizofrenia.

Penelitian

terbaru

juga

menunjukkan

pentingnya

neurotransmiter lain termasuk serotonin, norepinefrin, glutamat dan GABA.
Selain perubahan yang sifatnya neurokimiawi, penelitian menggunakan CT
Scan ternyata ditemukan perubahan anatomi otak seperti pelebaran lateral
ventrikel, atropi koteks atau atropi otak kecil (cerebellum), terutama pada
penderita kronis skizofrenia

c. Genetika
Faktor genetika telah dibuktikan secara meyakinkan. Resiko
masyarakat umum 1%, pada orang tua resiko 5%, pada saudara kandung
8% dan pada anak 12% apabila salah satu orang tua menderita skizofrenia,
walaupun anak telah dipisahkan dari orang tua sejak lahir, anak dari kedua
orang tua skizofrenia 40%. Pada kembar monozigot 47%, sedangkan untuk
kembar dizigot sebesar 12%
d. Faktor Psikososial
 Teori perkembangan
Ahli teori Sullivan dan Erikson mengemukakan bahwa kurangnya
perhatian yang hangat dan penuh kasih sayang di tahun-tahun awal
kehidupan berperan dalam menyebabkan kurangnya identitas diri, salah
interpretasi terhadap realitas dan menarik diri dari hubungan sosial
pada penderita skizofrenia.
 Teori belajar
Menurut ahli teori belajar (learning theory), anak-anak yang menderita
skizofrenia mempelajari reaksi dan cara berfikir irasional orang tua yang
mungkin

memiliki

masalah

emosional

yang

bermakna.

Hubungan

interpersonal yang buruk dari penderita skizofrenia akan berkembang karena
mempelajari model yang buruk selama anak-anak

Teori keluarga
Tidak ada teori yang terkait dengan peran keluarga dalam
menimbulkan skizofrenia. Namun beberapa penderita skizofrenia
berasal dari keluarga yang disfungsional .

C. KLASIFIKASI SKIZOFRENIA
Skizofrenia paranoid
Skizofrenia paranoid agak berlainan dari jenis-jenis yang lain dalam
jalannya penyakit. Skizofrenia hebefrenik dan katatonik sering lama kelamaan
menunjukkan gejala-gejala skizofrenia simplex, atau gejala-gejala hebefrenik dan
katatonik bercampuran. Skizofrenia paranoid memiliki perkembangan gejala yang
konstan. Gejala-gejala yang mencolok adalah waham primer, disertai dengan
waham-waham sekunder dan halusinasi. Pemeriksaan secara lebih teliti juga
didapatkan gangguan proses pikir, gangguan afek, dan emosi.
Jenis skizofrenia ini sering mulai sesudah umur 30 tahun. Permulaannya
mungkin subakut, tetapi mungkin juga akut. Kepribadian penderita sebelum sakit
sering dapat digolongkan skizoid, mudah tersinggung, suka menyendiri dan kurang
percaya pada orang lain.Berdasarkan PPDGJ III, maka skizofrenia paranoid dapat
didiganosis apabila terdapat butir-butir berikut :

Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia
Sebagai tambahan :
o Halusinasi dan atau waham harus menonjol :
 Suara-suara halusinasi satu atau lebih yang saling
berkomentar tentang diri pasien, yang mengancam pasien
atau memberi perintah, atau tanpa bentuk verbal berupa

bunyi pluit, mendengung, atau bunyi tawa.
Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat
seksual, atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual

mungkin ada tetapi jarang menonjol.
Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham
dikendalikan (delusion of control), dipengaruhi (delusion
of influence), atau “Passivity” (delusion of passivity), dan
keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah

yang paling khas.
o Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta
gejalakatatonik secara relatif tidak nyata / tidak menonjol.
Pasien skizofrenik paranoid memiliki karakteristik berupa preokupasi satu
atau lebih delusi atau sering berhalusinasi. Biasanya gejala pertama kali muncul

serta mannerisme. Untuk diagnosis hebefrenik yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. tinggi hati (lofty manner). untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : o Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan.. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). atau oleh sikap. o Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases).Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif. Pasien skizofrenik paranoid biasanya bersikap tegang. Kekuatan ego pada pasien skizofrenia paranoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan hebefrenik. maka skizofrenia hebefrenik dapat didiganosis apabila terdapat butir-butir berikut Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia  Diagnosis hebefrenikbiasanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda  (onset biasanya mulai 15-25 tahun). senyum sendirir (self-absorbed smiling). respon emosional. Berdasarkan PPDGJ III. dan perilakunya dibandingkan tipe skizofrenik lain. tertawa menyeringai (grimaces). mannerisme.Pasien skizofrenik paranoid kadang-kadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi sosial. Pasien skizofrenik paranoid menunjukkan regresi yang lambat dari kemampuan mentalnya. . berhatihati. Waham dan halusinasi banyak sekali. neologisme atau perilaku kekanakkanakan sering terdapat pada skizofrenia heberfenik. dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. pencuriga. Gangguan psikomotor seperti mannerism.Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh gangguan psikosis mereka dan cenderung tetap intak. dan tak ramah. Skizofrenia Hebefrenik Permulaannya perlahan-lahan atau subakut dan sering timbul pada masa remaja atau antara 15-25 tahun. Gejala yang mencolok adalah gangguan proses berpikir.pada usia lebih tua daripada pasien skizofrenik hebefrenik atau katatonik. gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). keluhan hipokondrial.

manerisme. dan biasanya akut serta sering didahului oleh stres emosional. Stupor. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. bahkan kadang sampai beberapa bulan. air seni dan feses ditahan 6. filsafat dan tema abstrak lainnya. kadang-kadang dengan mata tertutup 2. o Gangguan afektif dan dorongan kehendak. tidak makan dan minum sehingga mungkin terjadi dehidrasi atau kolaps dan kadang-kadang kematian (karena kehabisan tenaga dan terlebih bila terdapat juga penyakit lain seperti jantung.o Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. penderita tidak bergerak sama sekali untuk waktu yang lama. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. seperti topeng 3. grimas dan neologisme. Gejala paling penting adalah gejala psikomotor seperti: 1. Penderita terus berbicara atau bergerak saja. tidak dapat tidur. Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. Muka tanpa mimik. beberapa hari. Bila diganti posisinya penderita menentang : negativisme 5. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. tetapi tidak disertai dengan emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhi rangsangan dari luar. Stupor katatonik yaitu penderita tidak menunjukkan perhatian sama sekali terhadap lingkungannya. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). 4. Mutisme. dan . Mungkin terjadi gaduh-gelisah katatonik atau stupor katatonik. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). paru. air ludah tidak ditelan sehingga berkumpul dalam mulut dan meleleh keluar. Makanan ditolak. Gaduh gelisah katatonik adalah terdapat hiperaktivitas motorik. menunjukan stereotipi. Terdapat grimas dan katalepsi Secara tiba-tiba atau pelan-pelan penderita keluar dari keadaan stupor ini dan mulai berbicara dan bergerak. Skizofrenia Katatonik Timbulnya pertama kali antara umur 15-30 tahun.

yaitu stupor katatonik dan excited katatatonik. o Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. bila diberi makan melalui mulut akan tetap berada di rongga mulut karena . dan o Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. tidak melakukan gerakan spontan. membentuk bola). Pada katatonik stupor.sebagainya) Berdasarkan PPDGJ III. pasien akan terlihat diam dalam postur tertentu (postur berdoa. o Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). o Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). dan pengulangan kata-kata serta kalimatkalimat. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. maka skizofrenia katatonik dapat didiganosis apabila terdapat butir-butir berikut :   Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. o Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal) o Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). hampir tidak bereaksi sama sekali dengan lingkungan sekitar bahkan pada saat defekasi maupun buang air kecil. air liur biasanya mengalir dari ujung mulut pasien karena tidak ada gerakan mulut. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. gangguan metabolik. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). atau alkohol dan obat-obatan. Pasien dengan skizofrenia katatonik biasanya bermanifestasi salah satu dari dua bentuk skizofrenia katatonik. o Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : o Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): o Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan.

dan akhirnya dalam waktu kurang dari satu jam kemudian kembali lagi ke posisi stupornya. kemudian secara perlahan kembali lagi ke posisi awal. Walaupun pasien skizofrenia katatonik hanya memunculkan salah satu dari kedua diatas. Selama stupor atau excited katatonik.Pasien dapat menyerang orang disekitarnya secara tiba-tiba tanpa alasan lalu kembali ke sudut ruangan. melakukan gerakan yang tanpa tujuan.Pasien hampir tidak pernah berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. meraung. membenturkan sisi badannya berulang ulang. atau berceramah seperti pemuka agama atau pejabat. atau di kolong tempat tidurnya. Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. biasanya asik sendiri dengan kegiatannya di sudut ruangan. Bisa juga didapati pasien menyendiri di sudut ruangan dalam posisi berdoa dan berguman sangat halus berulang-ulang. mondar mandir maju mundur. Gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Skizofrenia Simplex Sering timbul pertama kali pada masa pubertas. meraung.tidak adanya gerakan mengunyah. kelelahan. pasien biasanya meneriakka kata atau frase yang aneh berulang-ulang dengan suara yang keras. stereotipik dengan impulsivitas yang ekstrim. pasien tidak berbicara berhari-hari. pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. Pasien berteriak.Seorang pasien dengan stupor katatonik dapat secara tiba-tiba berteriak. bila anggota badan pasien dicoba digerakkan pasien seperti lilin mengikuti posisi yang dibentuk. melompat. hiperpireksia. Pasien dengan excited katatonik. pada kebanyakan kasus gejala tersebut bisa bergantian pada pasien yang dalam waktu dan frekuensi yang tidak dapat diprediksi. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. lalu membantingkan badannya ke dinding. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. Gangguan proses berpikir biasanya sulit ditemukan. meloncat dari tempat tidurnya. Permulaan gejala mungkin penderita .

persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua : .Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. ekspresi nonverbal yang menurun. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. serta buruknya perawatan diri dan fungsi sosial. pasif dan tidak ada inisiatif.Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. pelacur. Gangguan proses berpikir biasanya sukar ditemukan. atau penjahat. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. maka skizofrenia katatonik dapat didiganosis apabila terdapat butir-butir berikut :  Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : o Gejala negatif yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. Skizofrenia residual Jenis ini adalah keadaan kronis dari skizofrenia dengan riwayat sedikitnya satu episode psikotik yang jelas dan gejala-gejala berkembang ke arah gejala negatif yang lebuh menonjol. tanpa tujuan hidup. penumpula afek.Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. o Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya.mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. penurunan aktivitas. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. tidak berbuat sesuatu. atau manifestasi lain dari episode psikotik. Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. waham. dan penarikan diri secara sosial. Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. Berdasarkan PPDGJ III. dandisertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. kemiskinan pembicaraan. Gejala negatif terdiri dari kelambatan psikomotor.

Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. perilaku eksentrik.  atau katatonik. kontak mata.PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. hebefrenik. Skizofrenia Tak Terinci (Undifferentiated). aktivitas menurun. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. Seringkali pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang  memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. afek yang menumpul. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu:   Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. dan posisi tubuh. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : . Menurut DSM IV.  modulasi suara.Penumpulan emosional.Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. depresi  kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. pikiran yang tidak logis. penarikan social. Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia.

klinisi harus berhati-hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit  2 minggu. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi  gambaran klinisnya). Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum  skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini. Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. kriteria diagnosisnya sama dengan DSM-IV-TR. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai.  Pseudoneurotik. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti . dan Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagi pasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”.  Parafrenia. Skizofrenia lainnya  Bouffe Delirante (acute delusional psychosis) Konsep diagnosis skizofrenia dengan gejala akut yang kurang dari 3 bulan. Kadang-kadang. Arti ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi. 40% dari pasien yang didiagnosa dengan bouffe delirante akan progresif dan akhirnya diklasifikasikan sebagai pasien skizofren  Oneiroid Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. Jika terdapat keadaan oneiroid.

Lebih sering terjadi pada wanita dan pasien-pasien dengan gejala paranoid. panambivalensi dan kadang-kadang seksualitas yang kacau. Komplikasi kelahiran . Namun sampai kini belum diketahui bagaimana hubungan antara kerusakan pada bagian otak tertentu dengan munculnya simptom skizofrenia.kecemasan. Biologik Faktor Neurobiologi Penelitian menunjukkan bahwa pada pasien skizofrenia ditemukan adanya kerusakan pada bagian otak tertentu. Terdapat beberapa area tertentu dalam otak yang berperan dalam membuat seseorang menjadi patologis. Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan. Dua hal yang menjadi sasaran penelitian adalah waktu dimana kerusakan neuropatologis muncul pada otak. D. Keempat area tersebut saling berhubungan. dan interaksi antara kerusakan tersebut dengan stressor lingkungan dan sosial. fobia. cerebellum dan ganglia basalis. panfobia. korteks frontal. Perlu dibedakan dengan retardasi mental dan autisme  Late onset schizophrenia Skizofrenia yang terjadi pada usia lanjut (>45 tahun). yaitu sitem limbik. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah. mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (free-floating) dan yang sering sulit menghilang. Didalam penjelasan klinis pasien. Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas. PATOFISIOLOGI A. sehingga disfungsi pada satu area mungkin melibatkan proses patologis primer pada area yang lain. obsesi. dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis.  Early onset schizophrenia Skizofrenia yang gejalanya muncul pada usia anak-anak.

dinyatakan mempunyai khasiat dan potensi anti psikotik serta berhubungan dengan kemampuannya untuk bertidak sebagai antagonis reseptor dopaminergik tipe 2 (D2). Hipotesis Dopamin Dopamin merupakan neurotransmiter pertama yang berkontribusi terhadap gejala skizofrenia. Pertama. Teori tersebut timbul dari dua pengamatan. Penelitian mengatakan bahwa terpapar infeksi virus pada trimester kedua kehamilan akan meningkatkan seseorang menjadi skizofrenia. Hampir semua obat antipsikotik baik tipikal maupun antipikal menyekat reseptor dopamin D2. beberapa . yang merupakan salah satu psikotomimetik. Berdasarkan pengamatan diatas dikemukakan bahwa gejala gejala skizofrenia disebabkan oleh hiperaktivitas sistem dopaminergik. Clozapine. Pertama. dengan terhalangnya transmisi sinyal di sistem dopaminergik maka gejala psikotik diredakan. Kedua. antagonis dopamin efektif dalam mengobati hampir semua pasien psikotik dan pasien yang teragitasi berat. Hipotesis tersebut memiliki dua masalah. tidak tergantung pada diagnosis. Hipotesis Serotonin Rumusan yang paling sederhana dari hipotesis dopamin untuk skizofrenia menyatakan bahwa skizofrenia disebabkan karena terlalu banyaknya aktivitas dopaminergik. Sebagai contohnya antagonis dopamin digunakan juga untuk mengobati mania akut.Bayi laki laki yang mengalami komplikasi saat dilahirkan sering mengalami skizofrenia. Kedua. Infeksi Perubahan anatomi pada susunan syaraf pusat akibat infeksi virus pernah dilaporkan pada orang orang dengan skizofrenia. Dengan demikian tidak mungkin menyimpulkan bahwa terjadi hiperaktivitas dopaminergik. yang paling jelas adalah amfetamin. hipoksia perinatal akan meningkatkan kerentanan seseorang terhadap skizofrenia. obat-obatan yang meningkatkan dopaminergik.

penurunan massa abu abu dan beberapa area terjadi peningkatan maupun penurunan aktifitas metabolik. Anak dan kedua orang tua yang skizofrenia berpeluang 40%. kerusakan ego (ego defect) memberikan kontribusi . Kembar identik 40% sampai 65% berpeluang menderita skizofrenia sedangkan kembar dizigotik 12%. Menurut Freud. Masyarakat yang mempunyai hubungan derajat ke dua seperti paman. kakak laki laki ataupun perempuan dengan skizofrenia. ventrikel terlihat melebar. 4 B. Otak pada penderita skizofrenia terlihat sedikit berbeda dengan orang normal. bibi. Struktur Otak Daerah otak yang mendapatkan banyak perhatian adalah sistem limbik dan ganglia basalis. 1% dari populasi umum tetapi 10% pada masyarakat yang mempunyai hubungan derajat pertama seperti orang tua. Data tersebut menyatakan bahwa abnormalitas awal pada pasien ini mungkin melibatkan keadaan hipodominergik. biasa timbul pada trauma otak setelah lahir Genetika Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa skizofrenia diturunkan. Psikologik Teori Tentang Individu Pasien 1) Teori Psikoanalitik Freud beranggapan bahwa skizofrenia adalah hasil dari fiksasi perkembangan. satu orang tua 12%. Pemeriksaan mikroskopis dan jaringan otak ditemukan sedikit perubahan dalam distribusi sel otak yang timbul pada masa prenatal karena tidak ditemukannya sel glia. Jika neurosis merupakan konflik antara id dan ego. kakek / nenek dan sepupu dikatakan lebih sering dibandingkan populasi umum. yang muncul lebih awal daripada gangguan neurosis. maka psikosis merupakan konflik antara ego dan dunia luar.data elektrofisiologis menyatakan bahwa neuron dopaminergik mungkin meningkatkan kecepatan pembakarannya sebagai respon dari pemaparan jangka panjang dengan obat anti psikotik.

Sedangkan gangguan dalam hubungan interpersonal mungkin timbul akibat konflik intrapsikis. Harry Stack Sullivan mengatakan bahwa gangguan skizofrenia disebabkan oleh kesulitan interpersonal yangyang terjadi sebelumnya. Konflik intrapsikis yang berasal dari fiksasi pada masa awal serta kerusakan ego yang mungkin merupakan hasil dari relasi obyek yang buruk turut memperparah symptom skizofrenia. Hambatan dalam membatasi stimulus menyebabkan kesulitan dalam setiap fase perkembangan selama masa kanak-kanak dan mengakibatkan stress dalam hubungan interpersonal. dan karakteristiknya adalah absennya perilaku/fungsi tertentu. Hal utama dari teori Freud tentang skizofrenia adalah dekateksis obyek dan regresi sebagai respon terhadap frustasi dan konflik dengan orang lain. yaitu cemas berlebihan. Misalnya fantasi tentang hari kiamat mungkin mengindikasikan persepsi individu bahwa dunia dalamnya telah hancur. pandangan psikodinamik setelahnya lebih mementingkan hipersensitivitas terhadap berbagai stimulus. dalam pandangan psikoanalitik tentang skizofrenia. Gangguan tersebut terjadi akibat distorsi dalam hubungan timbal balik ibu dan anak. seperti seks dan agresi. namun . Secara umum. Berbagai simptom dalam skizofrenia memiliki makna simbolis bagi masingmasing pasien. 2) Teori Psikodinamik Berbeda dengan model yang kompleks dari Freud. simptom positif diasosiasikan dengan onset akut sebagai respon terhadap faktor pemicu/pencetus. Menurut pendekatan psikodinamik. terutama yang berhubungan dengan apa yang disebutnya pengasuhan ibu yang salah. Disintegrasi ego yang terjadi pada pasien skizofrenia merepresentasikan waktu dimana ego belum atau masih baru terbentuk. kerusakan ego mempengaruhi interprestasi terhadap realitas dan kontrol terhadap dorongan dari dalam. Halusinasi mungkin merupakan substitusi dari ketidakmampuan pasien untuk menghadapi realitas yang obyektif dan mungkin juga merepresentasikan ketakutan atau harapan terdalam yang dimilikinya. Simptom negatif berkaitan erat dengan faktor biologis. dan erat kaitannya dengan adanya konflik.terhadap munculnya simptom skizofrenia.

semua pendekatan psikodinamik dibangun berdasarkan pemikiran bahwa symptom-simptom psikotik memiliki makna dalam skizofrenia. menurut pendekatan ini. Ia mempelajari reaksi dan cara pikir yang tidak rasional dengan meniru dari orangtuanya. Misalnya waham kebesaran pada pasien mungkin timbul setelah harga dirinya terluka. salah satu orang tua akan menjadi sangat dekat dengan anak yang berbeda jenis kelaminnya. Double Bind Konsep yang dikembangkan oleh Gregory Bateson untuk menjelaskan keadaan keluarga dimana anak menerima pesan yang bertolak belakang dari orangtua berkaitan dengan perilaku. Sedangkan pada pola keluarga skewed. pada pola pertama. Teori Tentang Keluarga Beberapa pasien skizofrenia-sebagaimana orang yang mengalami nonpsikiatrik-berasal dari keluarga dengan disfungsi. sikap maupun perasaannya. Selain itu. 3) Teori Belajar Menurut teori ini. terjadi hubungan yang tidak seimbang antara anak dengan salah satu . Schims and Skewed Families Menurut Theodore Lidz. yang sebenarnya juga memiliki masalah emosional. Akibatnya anak menjadi bingung menentukan mana pesan yang benar. Tanpa memandang model teoritisnya.mungkin juga berhubungan dengan kerusakan ego yang mendasar. yaitu perilaku keluarga yang patologis. hubungan dengan manusia dianggap merupakan hal yang menakutkan bagi pengidap skizofrenia. dimana terdapat perpecahan yang jelas antara orangtua. orang menjadi skizofrenia karena pada masa kanak-kanak ia belajar pada model yang buruk. 2. sehingga kemudian ia menarik diri kedalam keadaan psikotik untuk melarikan diri dari rasa konfliknya itu. yang secara signifikan meningkatkan stress emosional yang harus dihadapi oleh pasien skizofrenia. Antara lain: 1.

yang mungkin tidak sesuai dan menimbulkan masalah jika anak berhubungan dengan orang lain di luar rumah.orangtua yang melibatkan perebutan kekuasaan antara kedua orangtua. Pseudomutual and Pseudohostile Families Dijelaskan oleh Lyman Wynne. 3. Banyak penelitian menunjukkan keluarga dengan ekspresi emosi yang tinggi (dalam hal apa yang dikatakan maupun maksud perkataan) meningkatkan tingkat relapse pada pasien skizofrenia Teori Sosial Beberapa teori menyebutkan bahwa industrialisasi dan urbanisasi banyak berpengaruh dalam menyebabkan skizofrenia. 4. Pada keluarga tersebut terdapat pola komunikasi yang unik. Meskipun ada data pendukung. Ekspresi Emosi Orang tua atau pengasuh mungkin memperlihatkan sikap kritis. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan . dan menghasilkan dominasi dari salah satu orang tua. kejam dan sangat ingin ikut campur urusan pasien skizofrenia. beberapa keluarga men-suppress ekspresi emosi dengan menggunakan komunikasi verbal yang pseudomutual atau pseudohostile secara konsisten. namun penekanan saat ini adalah dalam mengetahui pengaruhnya terhadap waktu timbulnya onset dan keparahan penyakit E. PENATALAKSANAAN Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama Newer atypical antipsycoic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja.

untuk itu.obat lain. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. Pasien yang menderita Skizofrenia lebih dari satu episode. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. Apabila hal ini terjadi. --Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. bahwa penghentian pengobatan kekambuhan dan makin beratnya penyakit. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain.4 minggu. merupakan penyebab tersering . sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) Biasanya timbul bila penderita berhenti minum obat. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Perlu diingat. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. diberikan tiap 2. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang berhenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. Pengobatan Selama fase Penyembuhan Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. --- Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain.

antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Prolixin (fluphenazine) -- --Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. Trilafon (perphenazine) 4. Stelazine ( trifluoperazine) 2. Navane (thiothixene) 7. dan Clozaril (Clozapine). delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. yaitu : Antipsikotik konvensional. Terdapat 3 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini. newer atypical antipsycotics.Walaupun sangat efektif. Haldol (haloperidol) 5. Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien.Terapi Psikofarmaka ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan . Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efektif untuk mengobati Skizofrenia. Antipsikotik Konvensional --- -Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Mellaril (thioridazine) 6. Pertama. Thorazine ( chlorpromazine) 3. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. --- -Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Kedua. a. bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler.

Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasienpasien dengan Skizofrenia. Seroquel (quetiapine) iii. Risperdal (risperidone) ii. antara lain : i. Newer Atypcal Antipsycotic -- --Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. mg/hari Perfenazin 5mg/ml Tablet 2.5 5-15 mg. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia.5 mg.5 mg/hari 10-15 . serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. 4. b. Sediaan Obat Anti Psikosis dan Dosis Anjuran N Nama Generik Sediaan 1 Klorpromazin Tablet Dosis o 25 dan 100 mg 2 150-600 mg/hari Injeksi 25 mg/ml Tablet 0. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahanlahan.interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). Dengan depot formulation. 8 12-24 Flufenazin mg Tablet Haloperidol 5mg Injeksi 3 4 2. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic.1.

100 mg Tablet 200 mg/hari 300-600 mg mg/hari 9 Injeksi 10 11 Pimozid 50mg/ml Tablet 1 mg. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. 8 Tioridazin 5 mg Tablet 50 mg/hari 150-600 Sulpirid mg. dan facial . 5 mg Injeksi 25 mg/ml mg/hari 25 mg/2-4 Tablet 25 mg minggu 25-50 Injeksi 25 mg/hari 10-15 7 Trifluperazin mg/ml Tablet 1 mg. 3 mg mg/hari Efek Samping Obat-obat Antipsikotik --- -Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. mg/hari 2-6 2 mg. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. protruding tongue.5 Flufenazin Dekanoat 6 Levomeprazin mg. 1-4 Risperidon 4 mg Tablet 1 mg. sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu.

Gejalagejala ini membutuhkan penanganan yang segera. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. penyakit-penyakit lain. ---- Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome. --- -Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. --- Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obatobatan tersebut. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. ekstrapiramidal Chlorpromazine 150-1600 ++ Thioridazine 100-900 + Perphenazine 8-48 +++ . Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini.grimace. Obat Antipsikosis yang Mempunyai Efek Samping Gejala Ekstrapiramidal Obat antispikosis dengan efek samping gejala ekstrapiramidalnya sebagai berikut: Antipsikosis Dosis (mg/hr) Gej.

. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. perbedaan terutama pada efek samping sekunder. SA 0.trifluoperazine 5-60 +++ Fluphenazine 5-60 +++ Haloperidol 2-100 ++++ Pimozide 2-6 ++ Clozapine 25-100 - Zotepine 75-100 + Sulpride 200-1600 + Risperidon 2-9 + Quetapine 50-400 + Olanzapine 10-20 + Aripiprazole 10-20 + Haloperidol sering menimbulkan sindroma parkinson.5-0. Mengatasinya dengan tablet trihexyphenidyl 3-4x2 mg/hari.75 mg/hari Cara penggunaan Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai.

Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: a) Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu b) Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam c) Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) d) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama.Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali. Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun waktu 2 minggu . Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu) stop Untuk pasien dengan serangan sindroma psikosis multi episode terapi pemeliharaan dapat diberikan palong sedikit selama 5 tahun.2bulan. sampai beberapa hari setelah dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis. sehingga potensi ketergantungan obat kecil . dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang.

25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari). Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu gangguan lambung. Dosis dimulai dengan 0. pusing. Terapi perilaku Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. gemetar dan lain-lain. Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). anggota keluarga. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. Terapi berorintasi-keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. khususnya lama dan kecepatannya. Seringkali. Penggunaan CPZ (Chlorpromazine) injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). Setelah periode pemulangan segera. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM) Terapi Non Psikofarmaka a. kemampuan memenuhi diri sendiri. Rencana yang . latihan praktis.5 cc setiap 2 minggu pada bulan pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi danpemeliharaan terhadap kasus skizofrenia. Dengan demikian.sekali. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. mual muntah. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. b. berbicara sendirian di masyarakat. dan komunikasi interpersonal. diare. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan.

Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. perintah sederhana. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. meningkatkan rasa persatuan.terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. bermusuhan. Terapi kelompok Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. atau suportif. penurunan angka relaps adalah dramatik. cemas. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. bukannya dalam cara interpretatif. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalitas yang prematur dan penggunaan nama pertama . dan hubungan dalam kehidupan nyata. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . ketulusan hati. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. Psikoterapi individual Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. c. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. atau teregresi jika seseorang mendekati. Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik.-Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. kesabaran. masalah.10 % dengan terapi keluarga. Didalam penelitian terkontrol. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. d. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan.

Pertama hanya sebagian kecil pasien (kemungkinan 25%) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal. Karena orang yang mempunyai inteligensi tinggi biasanya mudah diberi pemahaman. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis skizofrenia 1. jangan membedabedakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal (sebelum munculnya gangguan tersebut). Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya cenderung memburuk. tapi juga bagi orang-orang terdekat kepadanya. 2. keluarganyalah yang paling terkena dampak dari hadirnya skizofrenia. . mudah mengerti akan pentingnya pengobatan. atau eksploitasi F. Biasanya. Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utama. Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat.yang merendahkan diri. Inteligensi Pada umumnya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang inteligensinya rendah. ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung. 3. PROGNOSIS Prognosis untuk skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. Sekitar 50% berada diantaranya. terutama dari keluarganya. Keluarga Skizofrenia tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi individu penderitanya. Namun pasien skkizofrenia perlu di beri obat Risperidone serta Clozapine. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. manipulasi. Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius.

4. Stressor Psikososial Dengan semakin bertambah meningkatnya perkembangan teknologi. 7. Biasanya negara berkembang. Prognosis untuk orang yang mempunyai gangguan kepribadian akan sulit disembuhkan. Apabila stressor dari skizofrenia ini berasal dari luar. tidak mengenal tetangga. karena tekanan dari luar diri individu dapat diminimalisir atau dihilangkan. Besar kecilnya pengalaman akan memiliki peran yang sangat besar terhadap kesembuhan. Gangguan Kepribadian Pada gangguan kepribadian ini. maka akan mempunayi dampak yang positif. Dengan seringnya penderita skizofrenia kambuh maka akan semakin lemah pula system yang ada pada dirinya. dan tidak perdui terhadap lingkungan sekitar. Begitu pula sebaliknya apabila stressor datangnya dari luar individu dan bertubi-tubi atau tidak dapat diminimalisir maka prosgnosisnya adalah negatif atau akan bertambah parah 6. penderita skizofrenia bisa lebih cepat disembuhkan karena adanya dukungan dari masyarakat sekitar. Kekambuhan Penderita skizofrenia yang sering kambuh prognosisnya lebih buruk. 5. biasanya pada Negara-negara maju masyarakatnya cenderung individual. akan mempengaruhi juga pada proses penyembuhan penyakit skizofrenia. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan daripada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. Sedangkan pada Negara-negara maju. orang yang mempunyai tipe introvert lebih susah dideteksi apakah ia mempunyai gejala skizofrenia karena orang tersebut cenderung menutup diri. Reaksi Pengobatan Dalam proses penyembuhan skizofrenia. . prognosis lebih susah dikarenakan.

Kesadaran Kesadaran orang yang mengalami gangguan skizofrenia adalah jernih. Perjalanan penyakit Pada penderita skizofrenia yang masih dalam fase prodromal prognosisnya lebih baik dari pada orang yang sudah pada fase aktif dan fase residual. bercerai atau janda/ Gejala gangguan mood duda (terutama gangguan Sistem pendukung yang buruk depresif) Gejala negatif Menikah Tanda dan gejala neurologist Riwayat keluarga Riwayat trauma perinatal gangguan mood Tidak ada remisi dalam 3 tahun Sistem pendukung yang Banyak relaps baik Riwayat penyerangan Gejala positif . seksual premorbid yang buruk dan pekerjaan Prilaku menarik diri atau autistic premorbid yang baik Tidak menikah. Proporsi Orang yang mempunyai bentuk tubuh normal (proporsional) mempunyai prognosis yang lebih baik dari pada penderita yang bentuk tubuhnya tidak proporsional. Onset Jenis onset yang mengarah ke prognosis yang baik berupa onset yang lambat dan akut. Hal inilah yang menunjukkan prognosisnya baik nantinya. 11. 10. Prognosis Baik 3 Prognosis Buruk 3 Onset lambat Onset muda Faktor pencetus yang Tidak ada factor pencetus jelas Onset tidak jelas Onset akut Riwayat social dan pekerjaan Riwayat sosial. sedangkan onset yang tidak jelas memiliki prognosis yang lebih baik.8. 9.

tindakan. b. 2003). Halusinasi auditorik yang didefinisikan dalam 3 kondisi dibawah ini:  Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus  terhadap perilaku pasien. adalah waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar atau “delusion of passivitiy” merupaka waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. walaupun isinya sama. KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOFRENIA Pedoman Diagnostik Skizofrenia menurut PPDGJ-III. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil.G. atau berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain). atau “delusional perception”yang merupakan pengalaman indrawi yang tidak wajar. atau penginderaan khusus). atau Mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri  (diantara berbagai suara yang berbicara).: - Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. dan “thought broadcasting”. dan isi pikiran ulangan. (tentang ”dirinya” diartikan secara jelas merujuk kepergerakan tubuh/anggota gerak atau ke pikiran. “delusion of control”. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. yaitu isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). f. “thought echo”. e. yaitu isi pikiranya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas : . Waham-waham menetap jenis lainnya. c. biasanya bersifat mistik atau mukjizat. atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dan salah satu bagian tubuh. adalah sebagai berikut (Maslim. namun kualitasnya berbeda atau “thought insertion or withdrawal” yang merupakan isi yang asing dan luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal).

bermanifestasi sebagai hilangnya minat. dan fungsi dalam mendukung diri sendiri  Pernah mengalami psikotik aktif dalam bentuk yang khas selama berlangsungnya sebagian dari periode tersebut  Tidak ditemui dengan gejala-gejala yang sesuai dengan skizoafektif. dan penarikan diri secara sosial. Adapun kriteria diagnosis skizofrenia menurut DSM IV adalah (Tomb. dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). Adanya gejala-gejala khas di atas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik (prodromal) f. negativisme. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. . sikap larut dalam diri sendiri (self-absorbed attitude). tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. atau gangguan organik. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. 2003):  Berlangsung minimal dalam enam bulan  Penurunan fungsi yang cukup bermakna di bidang pekerjaan. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan  terus menerus. atau neologisme.  mutisme. seperti sikap sangat apatis. e. Halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja. tidak berbuat sesuatu. autisme. dan stupor. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dan beberapa aspek perilaku pribadi (personal behaviour). Perilaku katatonik. gangguan mood mayor. posisi tubuh tertentu (posturing). Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation). atau fleksibilitas cerea. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang  tidak relevan. hidup tak bertujuan. Gejala-gejala “negatif”. bicara yang jarang. hubungan interpersonal.

atau pekerjaan yang diharapkan). . yaitu adanya afek yang datar. prestasi akademik. bila berhasil ditangani): a. Perilaku yang tidak terorganisasi secara luas atau munculnya perilaku katatonik yang jelas. Gejala negatif. Halusinasi c. Karakteristik gejala Terdapat dua (atau lebih) dari kriteria di bawah ini. hubungan interpersonal. atau perawatan diri.Menurut Kaplan & Sadock. atau dua atau lebih suara yang saling berbincang antara satu dengan yang lainnya. seperti pekerjaan. d. Catatan : Hanya diperlukan satu gejala dari kriteria A. e. terdapat beberapa kriteria diagnostik skizofrenia di dalam DSM-IV antara lain : 1. Pembicaraan yang tidak terorganisasi (misalnya. adanya kegagalan untuk mencapai beberapa tingkatan hubungan interpersonal. topiknya sering menyimpang atau tidak berhubungan). alogia atau avolisi (tidak adanya kemauan). jika delusi yang muncul bersifat kacau (bizzare) atau halusinasi terdiri dari beberapa suara yang terus menerus mengomentari perilaku atau pikiran pasien. 2. yang jelas di bawah tingkat yang dicapai sebelum onset (atau jika onset pada masa anak-anak atau remaja. ketidakberfungsian ini meliputi satu atau lebih fungsi utama. Disfungsi sosial atau pekerjaan Untuk kurun waktu yang signifikan sejak munculnya onset gangguan. masing-masing ditemukan secara signifikan selama periode satu bulan (atau kurang. Delusi (waham) b.

2) Jika episode mood terjadi selama gejala fase aktif. 4.kurangnya selama satu bulan (atau kurang jika berhasil ditangani). tanda-tanda dari gangguan mungkin hanya dimanifestasikan oleh gejala negatif atau dua atau lebih gejala yang dituliskan dalam kriteria A dalam bentuk yang lemah. pengaruh medikasi) atau kondisi medis umum. maka durasi totalnya akan relatif lebih singkat bila dibandingkan dengan durasi periode aktif atau residualnya. 6. 5. Pada periode enam bulan ini. karena : 1) Tidak ada episode depresif mayor. Selama periode prodromal atau residual ini. harus termasuk sekurangnya satu bulan gejala (atau kurang. diagnosis tambahan skizofrenia dibuat hanya jika muncul delusi atau halusinasi secara menonjol untuk sekurang. manik atau episode campuran yang terjadi secara bersamaan yang terjadi bersama dengan gejala fase aktif.3. Di luar gangguan Skizoafektif dan gangguan Mood Gangguan-gangguan lain dengan ciri psikotik tidak dimasukkan. Durasi Adanya tanda-tanda gangguan yang terus menerus menetap selama sekurangnya enam bulan. bila berhasil ditangani) yang memenuhi kriteria A (yaitu fase aktif gejala) dan mungkin termasuk pula periode gejala prodromal atau residual. . Hubungan dengan perkembangan pervasive Jika ada riwayat gangguan autistik atau gangguan perkembangan pervasive lainnya. Di luar kondisi di bawah pengaruh zat atau kondisi medis umum Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (penyalahgunaan obat.

DAFTAR PUSTAKA Kaplan Harold J. et al. Jakarta : PT Nuh Jaya 1 . Buku Saku Diagnosis Jiwa Rujukan Ringkasan dari PPDGJ III. Synopsis Psychiatric 10th Edition Lippincott Williams & Wilkins Masalim Rusdi. 2003. 2007.