You are on page 1of 6

1.

DEFINISI DAN KARAKTERISTIK RESTORASI PLASTIS
a. Amalgam :
i. Definisi : Amalgam adalah campuran dari dua atau beberapa
logam, salah satunya adalah merkuri (Sesungguhnya, air
raksa dalam amalgam terikat dalam ikatan yang stabil
dengan logam lainnya sehingga aman untuk dipakai). Dental
amalgam dihasilkan dengan mencampur Merkuri(Hg) dengan
partikel padat beberapa logam seperti Perak(Ag), Timah(Sn),
Tembaga(Cu), dan kadangkala Zink(Zn), Palladium(Pd),
Indium(In), dan Selenium. Menurut American Dental
Association (ADA) amalgam adalah logam campuran dari
Merkuri, Perak, Timah dan Tembaga serta logam lainnya
untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanikal. (Baum L,
Phillips RW, Lund MR. Buku ajar ilmu konservasi gigi.
Edisi 3. Alih bahasa: Tarigan R. Jakarta: EGC; 1997 //
Schmalz G, Bindslev DA. Biocompatibilty of dental
materials. Verlag Berlin Heidelberg: Springer; 2009.)
ii. Macam :
1. Low Copper Alloy : Alloy konvensional mengandung
konstitusi dasar sebagai berikut : perak (67-74%),
timah (25-27%), tembaga (0-6%), zinc (0-2%).
2. High Copper Amalgam : Alloy ini mengandung 12%
-30% tembaga. Komposisi dasarnya adalah sebagai
berikut :Ag (Perak) 60%; Sn (Timah) 27%; Cu
(Tembaga) 13%; Zn (Zink) 0-1%.
Jika kandungan merkuri agak rendah, campuran amalgamnya
bisa kering dan kasar serta tidak ada cukup matriks untuk
mengikat keseluruhan massa.
Penggunaan merkuri yang terlalu banyak, daya tahan
terhadap korosinya juga menurun (Anusavice KJ. Phillips’
science of dental materials. 11th ed. Philadelphia:
Saunders Elsevier; 2003)
iii. Karakteristik :
1. Komprsif
strength
:
ketahanan
suatu
benda
ditempatkan di bawah beban yang cenderung
menekan atau memendekkannya. Amalgam terkuat di
kompresi dan jauh lebih lemah pada regangan dan
pergeseran. Compressive strength amalgam setelah
tujuh hari adalah 350Mpa. (Anusavice KJ. Phillips’
science
of
dental
materials.
11th
ed.
Philadelphia: Saunders Elsevier; 2003. // Craig
RG, Powers JM. Restorative dental material. 11th
ed. St Louis: Mosby; 2002.)
2. Tensile strength terjadi jika, ketahanan suatau material
jika diberi kekuatan yang saling menjauh satu sama
lain. Amalgam mempunyai tensile strength yang lebih
kecil dari compressive strength-nya. sekitar 1/8 ( 12,5
%) dari compressive strength-nya. (Craig RG, Powers

Karakteristik : 1. Komposit : (Anusavice KJ. 2002. GI : i. Powers JM. Purwoko S.) 3.) b. Resistensi terhadap plak (fluoride release) . Tekanan kompresi (tipe 2) : 220 Mpa 5. sedangkan pada high copper adalah sekitar 90110MPa.mencegah pertumbuhan bakteri S. bubuk semen ionomer kaca (Calcium fluoraluminosilicate glass) dan cairannya adalah larutan dari asam polokrilik (polyacrylic acidte / Kompolimer acrylic-aciditaconic acid) yang adhesif kepermukaan enamel dan dentin. Restorative dental material. 11th ed. Flexural strength pada low copper amalgam adalah sekitar 120-130 MPa. Alih Bahasa. 2002. GIC terdiri dari campuran bubuk dan liquid . INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI RESTORASI PLASTIS . 2003) 2. 11th ed. St Louis: Mosby. Definisi : Glass ionomer cement adalah salah satu bahan restorasi di kedokteran gigi yang pertama kali diperkenalkan oleh oleh Wilson dan Kent (1972). Flexural (transverse) strength dapat diartikan sebagai kekuatan untuk menahan beban transversal yang terjadi selama pengunyahan. St Louis: Mosby. Transverse (tipe 2) : 40 Mpa c. Phillips’ Science of Dental Materials. edisi 10.Mutans 2.JM. (Craig RG. Jakarta: EGC. Lebih rentan terhadap fraktur dibandingkan hybrid composite resin dan amalgam 3. Budiman JA. ii. Lebih tidak resisten dibandingkan resin komposit 4. Tensile strength (tipe 2) : 20 MPa 6. Restorative dental material. melepaskan fluor ke jaringan gigi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mencegah terjadinya karies.

Tidak mempertimbangkan estetis 4. The art and science of operative dentistry. GI : ? c. Garg Amit. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN a. Kontraindikasi restorasi amalgam. Lesi proksimal yang sulit dilakukan penumpatan 5. Jumlah karies dalam rongga mulut yang kompleks 2. Kontraindikasi 1. Daerah yang akan direstorasi tidak memiliki kontak oklusal yang berat 3. Daerah yang akan direstorasi memiliki tekanan oklusal berat sehingga restorasi mudah pecah 3. Jaypee) i. OH buruk 4. Amalgam : (Studevant CM. Karies yang luas dan melibatkan cusp 3. restorasi kelas I. Adanya kebutuhan estetik b. yaitu:: 1. isolasi daerah kerja sulit dilakukan 2. 2. Insidensi karies tinggi 8. 5th ed.IV. Textbook of Operative Dentistry. Barton RE. 3. Strickland WD.a.V dan VI serta diindikasikan sebagai tambalan sementara. Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi. Pasien dengan insidensi karies tinggi ii. Karies pit dan fisur gigi posterior. Kavitas klas I. karies proksimal gigi posterior. Jaringan gigi yang tersisa tidak mendukung restorasi 7.III. Sockwell CL. 2006. Komposit : i. Missouri : Mosby Company. di mana sedikit kesalahan dalam salah satu tahapannya akan sangat . Amalgam : i. karies permukaan halus (sisi bukal atau lingual) 5. Indikasi : 1. Indikasi : 1.II. Pasien alergi terhadap komposit 6. Penambalan dengan amalgam relatif lebih simpel dan mudah dan tidak terlalu “technique sensitive” bila dibandingkan dengan resin komposit. sehingga amalgam dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama di dalam mulut 2. II. bahan tambal yang paling kuat dibandingkan dengan bahan tambal lain dalam melawan tekanan kunyah. Kelebihan : 1. Pasien dengan kebiasaan buruk seperti bruxism 3. Pada daerah yang memiliki beban kunyah yang besar 3. tidak seperti bahan lain yang pada umumnya lama kelamaan akan mengalami aus karena faktor-faktor dalam mulut yang saling berinteraksi seperti gaya kunyah dan cairan mulut. Pasien yang alergi terhadap logam ii. dan V 2. // Garg Nisha.

11th ed. Biokompatibel 4. Ikatan antara resin komposit dan gigi mendukung struktur gigi yang tersisa 3. Kekurangan : 1. kelebihan: 1. Kelebihan : 1.) i. Pencapaian estetik yang bagus merupakan kelebihan utama dari resin komposit 2. Komposit : (Powers JM. sensitif terhadap rangsang panas atau dingin. St Louis: Mosby. sehingga dapat dibedakan secara jelas antara tambalan dengan gigi asli c. b. 4. Resistensi terhadap abrasi kurang baik 3. Tidak membuang banyak jaringan . GI : (Craig RG. Namun umumnya keluhan tersebut tidak berlangsung lama dan berangsur hilang setelah pasien dapat beradaptasi. Estetik kurang baik karena lebih opaque. Pada beberapa kasus ada sejumlah pasien yang ternyata alergi dengan logam yang terkandung dalam bahan tambal amalgam. Kekurangan : 1. Dental Materials: Properties and Manipulation. 5. biokompatibel terhadap jaringan 5. Powers JM. Louis: MOSBY. Material ini melekat dengan baik ke struktur gigi karena mekanisme perlekatannya adalah secara kimia yaitu dengan pertukaran ion antara tambalan dan gigi 6. Dalam jangka waktu lama ada beberapa kasus di mana tepi-tepi tambalan yang berbatasan langsung dengan gigi dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi sehingga tampak membayang kehitaman 3. ketahanan terhadap abrasi. Biayanya relatif lebih rendah ii. Restorative dental material. dapat ditambah bahan pengisi untuk meningkatkan sifat mekanik resin komposit seperti: kekuatan. St. 2008) i.mempengaruhi ketahanan dan kekuatan bahan tambal resin komposit. 4. 2. Translusen 3. Compressive strenght kurang baik 2. Mengakibatkan rasa nyeri bila menimbulkan arus galvanis bersama dengan tumpatan logam. Mudah dimanipulasi ii. dan estetik 4. 2002. sehingga tidak dapat diindikasikan untuk gigi depan atau di mana pertimbangan estetis sangat diutamakan. Secara estetis kurang baik karena warnanya yang kontras dengan warna gigi. Potensi antikariogenik 2. Melekat secara kimia dengan struktur gigi 5. Sifat fisik yang stabil 6.

Pemberian Liner : lapisan tipis yang diletakkan antara dentin dan atau pulpa dengan restorasi (Perbedaan antara basis dan liner adalah ketebalan dan hal yang mampu ditahannya. Bisa terjadi shrinkage apabila material di set 5. 6. Gulungan Kapas atau Cotton Roll. dan isolator karet atau rubber dam (Baum. Retensi : kemampuan bahan tumpatan agar tidak lepas. plak. atau undercut iv. stain. Pembersihan Gigi : dari kalkulus. Harald. V) untuk ditumpat komposit dengan memperhatikan prinsip-prinsip preparasi seperti i. Konvinien : yang artinya adalah akses yang mudah pada kavitas dalam melakukan prosedur ii. 1997). 2001. Pada restorasi resin komposit. Tahapan Isolasi (Roberson. bentukan box. dovetail. VI. Menggunakan : Saliva Ejector. perlu diplikasikan basis atau liner karena sifat dari resin yang iritan terhadap pulpa sehingga perlu adanya perlindungan agar tidak secara langsung mengenai struktur gigi. listrik dan kimiawi. Tidak bisa digunakan untuk tambalan yang besar. 4.jJika basis dengan ketebalan yang lebih daripada liner mampu menahan tekanan mekanik dari bahan restorasi) sebagai penahan termal. V Swift. Gingiva yang berdarah adalah masalah yang harus diatasi sebelum melakukan preparasi. pasien dapat mengalami sensitif 2. Resistensi : resistensi adalah kemampuan jaringan dan bahan tumpatan dalam menerima beban kunyah sehingga tidak pecah. Theodore M. gulungan kapas atau cotton roll. c. Lebih cepat aus dibanding amalgam. warna resin komposit dapat berubah secara perlahan 4. Isolator karet atau Rubber Dam b. Library of Congress Cataloging in Publication Data: United States of America) Isolasi daerah kerja merupakan suatu keharusan. Tahap etsa asam : tujuan dari etsa asam adalah untuk membuat mikroporositas pada enamel dan dentin sehingga terdapat resin tag . IV Heymann. Edward J. Dapat diperoleh dari pembuatan bevel. Clifford M.ii. Tahap preparasi : tahap mempersiapkan kavitas sesuai desain dan outline form (kavitas klas I. Bahan basis atau liner yang biasanya digunakan adalah kalsium hidroksida e. Sturdefante's Art and Science of Operative Dentistry-4th ed. II. III. Sturdevant. Kekurangan : 1. TAHAP PREPARASI a. Extension for prevention : melebarkan sedikit kavitas pada jaringan yang sehat untuk menghindari adanya karies sekunder d. Beberapa metode tepat digunakan untuk mengisolasi daerah kerja yaitu saliva ejector. IV. didapatkan melalui bentuk dan ukuran kavitas iii. adanya celah mikro / microleakage 3. Gigi yang dibasahi saliva dan lidah akan menggangu penglihatan.

Discs : Digunakan untuk menghaluskan permukaan restorasi 3. Tahap bonding : untuk meningkatkan daya adhesif g.antara tumpatan dan jaringan gigi. f. Alat untuk finishing dan polishing 1. Bahan yang digunakan adalah asam fosfat. Tahap polishing : i. Tahap penumpatan h. rubber points dan cups : Untuk jenis yang paling kasar digunakan untuk mengurangi ekses-ekses yang yang besar sedangkan yang halus efektif untuk membuat permukaan menjadi halus dan berkilau . Alat untuk shaping : sharp amalgam carvers ii. 2. Diamond : Digunakan untuk menghaluskan eksesekses yang besar pada resin komposit dan dapat digunakan untuk membentuk anatomi pada permukaan restorasi.