You are on page 1of 15

PENGARUH FILM KOREA TERHADAP PELAJAR

Diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Bahasa Indonesia

Oleh:
Nama : Auliah Wildani Anwar
Nis
: 9955778352
Kelas : X1.IPA.1

SMA Negeri 22 Makassar
2011

1.1
1.2
1.3
1.4
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6

DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………................................…. i
Daftar Isi………………………………………………………………………………….. ii
BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang……………………………………..……………………. 1
Rumusan Masalah……………………………………………….….…… 2
Tujuan Penelitian………………………………………………………... 2
Metode Penelitian………………………………………………………… 2
BAB II. LANDASAN TEORI
Sejarah Film Korea…………………..…………………………………… 4
Masa Pendudukan Jepang………………………………………………… 4
Era Emas Industri Film Korea……………………………………………. 5
Era Baru Sinema Korea…………………………………………………... 7
Hakikat dan Keberadaan Film Asing……………………………………... 8
Pengertian Pelajar………………………………………………………… 9
BAB III. Pembahasan

dan kami berharap kepada berbagai pihak untuk memberikan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan Karya Tulis ini ke depannya..……………………….3.. tidak ada kata permulaan yang paling tepat kecuali memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. karena dengan seizin-Nya lah. sesuai kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak”..1 4.. sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul “PENGARUH FILM KOREA TERHADAP PELAJAR”.…………………………… 14 Saran……………………………………………. Akhirnya. 14 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………… 15 KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirahim. Semoga karya Tulis ini dapat . 10 BAB IV. PENUTUP Simpulan…………………………………….. Ucapan terima kasih tak terhingga kami haturkan kepada Ibu Guru pengajar yang tak hentihentinya memberikan arahan dan motivasi sehingga Karya Tulis ini dapat terselesaikan dengan baik.2 Pengaruh Film Korea Terhadap Pelajar……………………………………. kami menyadari kekurangan kami.1 4.

1 Latar Belakang Seperti yang telah kita ketahui bersama. Sayangnya. seperti film Korea. perkembangan film ini terlihat mengalami kemunduran dan ada kecenderungan para penikmat film terhadap film-film asli luar negeri. sehingga mendorong globalisasi ini menimbulkan kesadaran bagi beberapa pihak untuk lebih melestarikan dan memperkuat jati diri bangsa. Oleh karena itu. Terima Kasih Makassar. sebelum globalisasi ini mulai menguasai keseluruhan aspek. tua. Semua orang. senang menonton film. belakangan ini pergerakan komunitas film yang telah menyusup hingga ke pelosok Indonesia makin terasa kuat dan tak terpatahkan. kata “Film” merupakan sesuatu yang tidak asing lagi terdengar di telinga kita. hingga dalam kancah perfilman juga mendapat pengaruh. termasuk teknologi informasi dan komunikasi dan bahkan transportasi yang sangat berpeluang untuk menjadi bagian dari arus globalisasi tersebut. mulai dari anak-anak . Meskipun demikian. era globalisasi adalah suatu realitas baru yang mau tidak mau harus dihadapi . Oktober 2011 Penulis Auliah Wildani Anwar BAB I PENDAHULUAN 1. remaja.bermanfaat dan digunakan oleh berbagai pihak terkhusus dari para teman-teman sepelajar sekalian. bahkan lanjut usia . Terlebih lagi dengan adanya arus globalisasi yang menyatu dalam berbagai aspek kehidupan.

Bila diperhatikan. penelitian yang kami lakukan kali ini akan mengkaji mengenai pengaruh film Korea terhadap pelajar.Di Makassar khususnya. Seperti adanya unsur pornografi dan pornoaksi.oleh semua pihak. sebagian besar dari mereka pasti mengetahuinya dikarenakan rasa gemar dan minat mereka yang begitu besar. rasa gemar mereka terhadap film Korea tersebut memang timbul dikarenakan efek yang luar biasa dari film yang mereka tonton. Oleh karena itu.Maka dari itu. untuk lebih mengetahui mengenai apa saja pengaruh masuknya film Korea di Indonesia terhadap pelajar. kaum remaja adalah kaum yang selalu mengikuti arus zaman sehingga berbagai pengaruh dari luar sangat mudah untuk mereka serap. Kemampuan dalam memproduksi film Korea tersebut dapat menimbulkan kesan berupa imajinasi yang sungguh luar biasa. Olehnya. dan seluruh lapisan masyarakatpun harus dipersiapkan sebaik-baiknya untuk menghadapi realitas tersebut. hal yang dapat kita soroti adalah dengan mengutamakan kualitas dari pada kuantitas . terdapat siswa dan siswi yang khusus membuka internet hanya untuk melihat tayangan film Korea terbaru. Sayangnya. sehingga tidak terjadi kecondongan para penikmat film ke arah film-film non buatan Indonesia. Tidak hanya itu. Acap kali. khususnya film-film asli buatan Indonesia. Oleh karena itu. Olehnya. maka penulis memutuskan untuk mengadakan suatu penelitian mengenai “Pengaruh Film Korea terhadap Pelajar. sehingga penikmat film menjadi menyukainya. sebagai pihak terbanyak sekaligus konsumer film terbesar merupakan aset yang paling penting dalam mengukur sesuatu hasil produksi seperti film Korea. yang apabila ditanyakan kepada siswasiswi Makassar . Meskipun memang terkadang terdapat hal-hal tertentu yang berasal dari film Indonesia itu sendiri yang menjadi pendorong bagi para peminatnya hingga menjadi enggan untuk menonton film tersebut. diperlukan adanya suatu kajian yang lebih mendalam tentang aspek-aspek perfilman. untuk mengetahui seberapa besar minat mereka terhadap . film-film Korea tersebut menjadi populer dikarenakan kualitas produksinya yang memang sangat baik. kemajuan teknologi informasi dan komunikasi semakin mendorong para siswa dan siswi untuk selalu mengikuti arah perkembangan zaman. dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat umum. yang tidak jarang merupakan film-film asing.” Remaja. Sebut saja film Asia seperti ‘Boys Before Flowers” yang merupakan contoh-contoh film Asing.

Apa pengaruh film Korea terhadap pelajar? 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sejarah perkembangan film Korea? 2.3 Manfaat a. metode dengan mengambil data dari bahan pustaka yang relevan dengan bahan penelitian. d. Selain itu metode yang digunakan adalah metode observasi yaitu. Setiap pembaca dapat berfikir positif dan mengambil manfaat dari setiap tayangan film yang ditonton. 1. Dapat dijadikan sebagai sumber atau referensi bagi pihak-pihak lain yang sedang melakukan penelitian. 1. c. Menambah pengetahuan / wawasan setiap pembaca mengenai berbagai tayangan film di layar kaca. metode dengan pengumpulan data dengan menggunakan indra . Dapat menjadi acuan bagi orang tua agar lebih mengawasi lagi anaknya dalam menonton berbagai tayangan di televisi sehingga tidak mendapat pengaruh negatif yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap anak mereka. .film Korea dan apa sajakah yang dapat mempengaruhi minat mereka tersebut yang kemudian akan kami jadikan sebagai bahan dan dasar untuk mengetahui “Pengaruh Film Korea Terhadap Pelajar”. b.4 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode kepustakaan yaitu.

berjudul Oath Under the Moon. Korean Film Council serta Pusan International Film Festival untuk terus melakukan pencarian film-film yang dianggap hilang. .BAB II LANDASAN TEORI 2. Industri film Asia secara umum bergerak dinamis dalam perkembangannya. disaat perfilman mereka kini dipandang mentereng dalam peta persaingan filmfilm Asia. Pada tahun 1926. Berbicara mengenai sejarah film Korea. namun keberadaan sejarah dari perkembangan film-film mereka boleh dibilang nyaris musnah lantaran masa pendudukan Jepang serta perang sipil. Film ini mendapat respon yang besar dari masyarakat dan menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan Jepang Berbicara mengenai perfilman Asia pada dekade ini tak luput dari pembicaraan film dari negeri Ginseng. Film layar lebar pertama Korea dirilis pada tahun 1923. seorang sutradara bernama Na Un-gyu memproduksi film bisu berjudul Arirang. khususnya Korea selatan. Berbagai usaha dilakukan Korean Film Archieve. Film ini merupakan kombinasi drama dan pertunjukkan panggung. Sinema Korea adalah salah satu industri film Asia yang bergerak sangat pesat dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. sungguh ironi.1 Sejarah Perkembangan Film Korea Film Korea adalah jenis film yang diproduksi di Korea Film pertama yang dirilis di Korea adalah film berjudul Righteous Revenge pada tahun 1919.

seluruh film-film Korea yang diproduksi harus melewati otoritas pengawasan badan sensor Jepang. Selama tiga tahun ini tercatat hanya sedikit film Korea diproduksi dan nyaris semua film-film warisan masa silam musnah selama perang. Setelah gencatan senjata tahun 1953. tercatat film bicara pertama adalah Chunhyang-Jeon (1935) arahan Lee Myeong-woo yang produksinya dibantu pemerintah Jepang. Memasuki era film bicara. Film-film barat yang dirilis mulai berkurang dan digantikan oleh film-film Jepang. industri film Korea berubah sepenuhnya menjadi mesin propaganda Jepang.2 Masa Pendudukan Jepang The Righteous Revenge (Uirijeok Guto/1919) tercatat sebagai “film” Korea pertama yang diproduksi di masa pendudukan Jepang. Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945. Salah satu sutradara paling berpengaruh pada masa ini adalah Na Un-kyu melalui film pentingnya. kelak menjadi cerita rakyat yang paling sering difilmkan. Namun kembali industri film Korea mengalami masa-masa sulit setelah pemisahan wilayah UtaraSelatan dan pecah perang sipil selama tahun 1950-1953. dan puncaknya tahun 1942. seperti film-film melodrama dan sejarah.Lembaga-lembaga tersebut juga melakukan restorasi film-film yang rusak karena termakan oleh waktu maupun terbengkalai masa perang. Film ini diistilahkan “kino drama” karena film hanya berfungsi sebagai latar dalam pertunjukan. film berbahasa Korea dilarang diproduksi sama sekali. Arirang (1926). Pada masa pendudukan Jepang. selama sesaat industri film Korea bersuka cita dalam era kebebasan. serta filmfilm propaganda Jepang.1946). Film-film yang dirasakan mengancam akan dicekal dan dimusnahkan. Rhee . Un-kyu pada era ini memproduksi beberapa film penting seperti Kanggeonneo maeul (1935). dan Oh Mong-nyeo (1937). film-film Korea diproduksi langsung oleh pihak Jepang. Setelah Jepang menginvasi Cina pada tahun 1937. Selama periode ini produksi film-film Korea meningkat demikian pesat. Film-film yang bertema “aman” yang mampu lulus sensor. 2. 2. Film ini merupakan bentuk sikap penolakannya terhadap pendudukan Jepang yang menginspirasi para pembuat film lainnya hingga otoritas Jepang kelak semakin memperkuat sensornya. Presiden Korea Selatan. Bahkan mulai tahun 1938. Salah satu film yang dianggap sebagai film panjang Korea pertama adalah Chunhyang-Jeon (1922).3 Era Emas Industi Film Korea Perang sipil melumpuhkan industri film di Korea dan sebagian besar peralatan produksi yang mereka miliki musnah. seperti tercermin dalam film Chayu Manse! (Viva Freedom!.

pemerintah Korea juga mulai berusaha mengontrol industri film. Kemudian Shin Sang-ok dikenal melalui film-filmnya seperti A Flower in Hell (1958) dan The Houseguest and My Mother (1961). Sekalipun begitu pada periode kelam ini muncul . Film-film yang diproduksi dan diimpor dibatasi melalui sistem kuota yang berakibat mengurangi jumlah studio produksi. Sejak tahun 1973. Aimless Bullet (1961) dan The Coachman (1961). Popularitas televisi yang meningkat sejak akhir dekade lalu ditambah munculnya film-film pro-pemerintah yang kurang disukai publik mengakibatkan jumlah penonton menurun drastis hingga akhir 70-an. Sekalipun begitu tekanan dari kebijakan pemerintah tidak mengurangi minat penonton untuk membanjiri bioskop-bioskop dan film-film berkualitas pun secara kontinu semakin banyak diproduksi setidaknya hingga pertengahan dekade 70-an. Produksi film pun meningkat sangat tajam pada periode pertengahan 50-an hingga akhir 60-an. Pihak asing pun turut mempercepat pulihnya industri dengan memberikan bantuan teknologi serta peralatan produksi. terutama halhal yang terkait paham komunisme serta amoral. Kim Ki-young memproduksi salah satu film Korea berpengaruh. Sutradara seperti Yu Hyon-mok dan Kang Dae-jin terpengaruh oleh gerakan neorealisme dan mengangkat tema sosial pasca perang serta modernisasi melalui film-film mereka. Kontrol dan sensor pemerintah Korea Selatan terhadap industri film mencapai titik puncaknya pada pertengahan dekade 70-an. The Coachman tercatat sebagai film Korea pertama yang meraih penghargaan bergengsi dalam festival film internasional. yang dianggap sebagai era kejayaan industri perfilman Korea. Sensor film mulai bertambah ketat. Kebangkitan sinema Korea ditandai melalui sukses film remake. Film yang terakhir memenangkan penghargaan Film Terbaik dalam Asian Film Festival tahun 1962 dan memantapkan reputasi Sang-ong sebagai salah satu sutradara papan atas Korea. pemerintah bahkan mulai campur tangan dengan memaksa para pembuat film untuk memasukkan ideologi pemerintah ke dalam film-film mereka. Chunhyang-jeon (1955) arahan Lee Kyu-hwan yang ditonton lebih dari 200 ribu orang. dan film-film Korea mulai mendapat perhatian internasional.Syngman membebaskan pajak film-film Korea yang akan diproduksi dengan harapan industri dapat kembali pulih. Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membatasi produksi film secara kuantitatif maupun substansial. Sejak pertengahan dekade 50-an pada masa yang mulai kondusif ini bermunculan beberapa talenta berbakat. Sejak tahun 1962. yaitu Housemaid (1960).

Satu sutradara yang dianggap paling berpengaruh pada dekade ini adalah Im Kwon-taek. 1974). . Setelah film ini meraih penghargaan di Hawaii Film Festival. ketika Samsung mendanai produksi film aksi thriller. Film-film mulai diproduksi dengan bujet dan promosi yang lebih besar serta peralatan studio produksi yang lebih memadai. Samsung. hingga Pembantaian Gwangju yang kelak mengarahkan rakyat Korea ke era demokrasi yang lebih terbuka. film-film Korea mulai bersaing dengan film-film luar. Sebesar 80% lebih film-film yang diputar di bioskop-bioskop adalah film-film asal Hollywood dan Hongkong. Im menjadi sineas Korea pertama yang filmfilmnya selalu dipertontonkan di festival-festival film di Eropa. seperti The Gingko Bed (1996) arahan Kang Je-gyu. Shiri (1999) arahan Kang yang memecahkan rekor sebagai film terlaris Korea pada masanya. ia baru dikenal sebagai salah satu sutradara terbaik Korea. 1975). Pada tahun 1979-1980 terjadi beberapa peristiwa penting di Korea Selatan.4 Era Baru Sinema Korea Awal hingga pertengahan dekade 90-an. Kebijakan penting dibuat oleh Presiden Roh Tae-Woo pada tahun 1988 yang menghilangkan campur tangan pemerintah terhadap tema politik di film. serta Ha Kil-jong (March of Fools.1973). sekalipun kondisi mulai membaik bagi industri film namun film-film Korea masih belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. hingga puncaknya tahun 1999. Kudeta Duabelas Desember. Pemerintah sedikit demi sedikit mulai mengurangi sensor serta kontrol terhadap industri film. Satu momen penting pada dekade ini adalah pada tahun 1992 melalui film Marriage Story yang mendapat sponsor dari perusahaan elektronik terkemuka. Ketika terbukti sukses. Sekalipun Im telah memproduksi puluhan judul film sebelum dekade ini namun setelah filmnya Mandala (1981). perusahaan besar lainnya mengikuti jejak yang sama. Perlahan tapi pasti. Kim Ki-young (Insect Woman). Para pembuat film mulai berani mengeksplorasi tema sosial dan politik dalam film-film mereka. Le Jang-ho (Hometown Stars.beberapa sineas muda berbakat seperti Im Kwon-taek (Deserted Widows. Mandala berkisah tentang dua orang biksu yang mencari makna dan status ajaran Budhisme di masyarakat Korea. yakni pembunuhan presiden Park Cung-he. 2. Im mencoba menggali budaya tradisional Korea yang telah lama dilupakan. Film ini pun juga laris di luar Korea sehingga para produser lokal mulai melirik pasar internasional. salah satunya adalah Chilsu and Mansu (1988) arahan Park Kwang-soo yang memperlihatkan demonstrasi di jalanan pada klimaksnya.

and spring (2002). Tak bisa dipungkiri. Samaritan Girl (2004). Tae Guk Gi (2004). JSA. Park Chan-wook dikenal melalui trilogi Vengeancenya yang berjudul. hingga film horor psikologis. Di sisi lain juga bermunculan sineas-sineas berbakat yang film-film mereka sukses di berbagai ajang kompetisi internasional. Film-film domestik silih berganti menempati posisi pemuncak box office. disusul lagi oleh film perang Korea garapan Kang Je-gyu. dan Pusan International Film Festival yang terus merestorasi film-film klasik Korea hingga para sejarawan dan pengamat film mampu mengapresiasi karya-karya terbaik di era silam. fall. serta 3-Iron (2004). seperti Chunhyang (2000) dan Chihwaseon (Painted Fire. Vengeance (2002).5 Hakikat dan Keberadaan Film Asing . Hingga kini sineas-sineas berbakat dan film-film Korea berkualitas terus bermunculan yang berangkat dari pahit getir zaman dan tensi perpolitikan negaranya. The Host (2006) menjadi film terlaris sepanjang masa (sejauh ini) dengan rekor mencapai 13 juta penonton lebih! Beberapa film. kini Korea menjadi salah satu industri perfilman terdepan dalam kancah perfilman Asia. hingga terakhir film monster unik. Friend garapan Kwak Kyung-taek memecahkan rekor Shiri di tahun 2001. Symphati for Mrs. Film-film laris lainnya yang telah dibeli hak remake-nya oleh Hollwood antara lain. Film tentang persahabatan empat anak. Dipelopori oleh Oasis (2002) karya Lee Chang-dong yang sukses di Venice Film Festival. lalu Silmido (2003) garapan Kang Woo-suk. 2. Im Kwon-taek. Penghargaan tinggi atas usaha yang dilakukan Korean film Council. Old Boy selain sukses komersil juga sukses dalam Festival film Cannes serta mendapatkan banyak pujian dari kritikus dimana-dimana. summer. Berlanjut film garapan Park Chanwook berjudul Joint Security Area (JSA.Fenomena Shiri ternyata hanyalah awal dari segalanya. Film Kontroversial. 2000). My Wife is a Gangster. Old Boy (2003). Beberapa film-film populer mulai dibeli (hak remake) beberapa studio besar Hollywood untuk dibuat versi Amerikanya. 2002) keduanya garapan sineas kawakan. seperti drama komedi remaja. winter. Kim Ki-duk dengan film-filmnya yang kontroversial mendapatkan perhatian internasional melalui Spring. Korean Film Archive. A Tale of Two Sister yang konon dibeli Dreamworks sebesar $2 juta. Oldboy. Sukses-sukses tersebut rupanya juga menarik perhatian Hollywood. Film-film Korea bahkan juga mulai dirilis di Amerika. dan Lady Vegeance (2005). My Sassy Girl (2001) selain sukses domestik merupakan film Korea yang paling sukses di pasar internasional... Film-film Korea seperti Il Mare (The Lake House/AS) serta My Sassy Girl beberapa waktu lalu remake-nya telah dirilis.

seperti Ilmu Pengetahuan Alam. selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Agama. film Barat ataupun Asia umumnya memang hanya sebatas pada tujuan atau dorongan dari faktor ekonomi. Pendidikan Kewarganegaraan. tujuan pembuatan film asing ini adalah untuk mengejar keuntungan ekonomi. Peserta didik dalam arti sempit inilah yang disebut sebagai pelajar. dan masih banyak lagi. film barat biasanya dibuat dengan tujuan untuk bersaing dengan film-film asing lainnya sehingga film yang mampu bertahan yang akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pada film-film lainnya. tidak jarang juga tujuan penciptaan sebuah film itu adalah untuk mempromosikan nilai-nilai budaya suatu bangsa. siswa mampu mengembangkan dirinya . Diharapkan.Film asing yang terdiri atas film Barat atau Asia merupakan film buatan luar negeri yang tujuan pembuatannya tidak jauh beda dengan film-film buatan dalam negeri. Dikatakan pelajar sebab mereka mengikuti pembelajaran dalam konteks pendidikan formal . Sosial. Setiap film Barat atau Asia yang diputar di Indonesia haruslah dikenakan pungutan yang berarti dapat menambah kas bagi negara yang bersangkutan. film Barat atau Asia juga tidak berarti dapat dicekal penayangannya di masyarakat sebab film Barat atau Asia juga berperan dalam memberikan sumbangan pajak bagi bangsa. 2. Sayangnya. jenjang dan jenis pendidikan. meskipun film Barat atau Asia mengandung banyak pengaruh negatif. Hal tersebutlah yang menjadikan film Barat atau Asia juga agak ditentang oleh sebagian orang yang merasa bahwa film Barat atau Asia tersebut sudah tidak pantas untuk ditonton oleh masyarakat. Pada umumnya. Film Asing khususnya film Barat atau Asia umumnya banyak mengandung adegan-adegan yang tak senonoh dan tidak bermoral. yakni pendidikan di sekolah. Hal tersebutlah yang juga menjadi salah satu faktor sehingga film Barat atau Asia juga tidak dapat dengan seenaknya dihentikan penayangannya sebab dapat memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian bangsa. Olehnya. Namun. 1997). Tidak hanya itu.6 Pengertian Pelajar Sebutan “Pelajar” diberikan kepada peserta didik yang sedang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk mengembangkan dirinya melalui jalur. sedangkan dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar di sekolah (Sinolungan. Melalui pendidikan formal inilah pelajar diajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Peserta didik dalam arti luas. Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat.

Adakalanya beberapa pelajar justru menunjukkan perkembangan ke arah negatif. intelektual. Wow. Tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar. seseru dan seperti apa film ini hingga membuat semua kalangan remaja membicarakan dan menjadikan film ini sebagai topik hangat untuk diperbincangkan. moral dan kepribadian ke arah positif yang diinginkan semua orang.baik secara social. Sangat disayangkan. . bahasa. Salah satu virus ini adalah BBF yang biasa kita sebut juga dengan Boys Before Flowers. salah satunya aksi premanisme yang marak dilakukan oleh pelajar di berbagai daerah saat ini.1 Pengaruh Film Korea terhadap Pelajar Remaja seluruh Indonesia heboh. Kini virus film drama korea sudah menyebar dan menjadi berita terhangat dikalangan para remaja diseluruh Indonesia. yang membuat semua orang bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Perkembangan yang dialami pelajar berbeda-beda. seolah-olah ada berita besar yang sangat serius yang sedang menimpa. sebab hakikat seorang pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu. Tidak selamanya perkembangan pada diri pelajar menuju pada hal positif. film drama ini telah ditayangkan sejak dua bulan yang lalu. emosi. BAB III PEMBAHASAN 3. sangat pesat sekali perkembangannya hingga membuat para remaja Indonesia berteriak histeris.

Melihat orang Korea berakting di berbagai macam tema film. Dari film Korea bertema kekerasan dapat kita saksikan kekerasan sosial dalam masyarakat Korea sebagai akibat negara mereka dijajah Jepang selama 35 tahun. Dalam film bertema gangter atau mafia. Film juga dapat menjadi media untuk peningkatan pemahaman budaya antar negara dan alat diplomasi. Apresiasi tentang budaya Korea yang mencukupi tentunya sangat bermanfaat agar lebih memahami suatu permasalahan yang disuguhkan lewat film. atau karakter orang yang memerlukan apresiasi sebelum kita memetik suatu nilai darinya. adat istiadat dan karakter orang Korea. diskriminasi gender. orang Korea mencoba menyusun suatu keluarga artifisial dimana laki-laki tetap dominan dalam masyarakat (Kim Sohee. 2002). jika bahagia juga menangis. periode diktator militer. Selama ini budaya pop Korea telah mendukung keberhasilan Korea dalam . mantan Menteri Kebudayaan Korea. Namun tanpa tahu menahu tentang Korea sebelumnya.Adakah sesuatu yang bermanfaat dari gelombang budaya pop Korea ini? Masyarakat Indonesia setidaknya punya alternatif baru jenis tontonan. Tak heran jika aktor dan artis Korea bisa berakting menangis dengan sangat piawai dan membuat perasaan penonton ikut sentimentil. Hanya saja mungkin sebaiknya kita meniru orang Cina yang pilih-pilih apa yang ditonton. menonton film Korea bertema gangster atau mafia seperti Guns and Talks atau Friend (keduanya produksi tahun 2001) lebih asyik jika tahu bahwa masyarakat Korea adalah masyarakat patriarkal dengan hubungan antar lapisan sosial yang ketat. Suatu film bercerita tentang isu. Tema gangster dan mafia yang menjadi genre sinema Korea akhir-akhir ini muncul akibat frustasi masyarakat atas tergerusnya nilai-nilai tradisional. kadang-kadang muncul pertanyaan: mengapa sering ada adegan orang Korea menangis atau adegan yang sentimentil? Dari adegan menangis ini ternyata kita bisa mengenal karakter orang Korea. mengatakan bukan orang Korea kalau tidak bisa menangis. perang dan kediktatoran. budaya. perang saudara pada periode 1950-1953. Sebagai contoh. sistem sosial. Sambil menonton kita mulai mengenal kehidupan bangsa. Lee O-Young. tak ada yang menandingi orang Korea dalam hal menangis akibat lamanya mereka hidup dalam penderitaan karena keterbatasan sumber daya alam. Jika sedih orang Korea menangis. dan ketidakpastian politik. dan periode perang dingin dengan Korea Utara yang tak kunjung berakhir. tidak disalahkan jika menonton sinema Korea. iklim yang keras. Meskipun suku Indian Sioux di Amerika terkenal sebagai suku yang paling mudah menangis.

Bagi orang awam juga sulit membedakan film Korea dari film Jepang. dae jang geum. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari Bahasa Korea dan kebudayaan Korea. begitu juga Hanbok. Tsunami Korea sepertinya adalah julukan yang lebih sesuai. tentunya akan dapat menimbulkan krisis identitas budaya. Cara mudah untuk mengenali film Korea adalah bahasanya (jika tanpa dubbing) atau dari nama pemainnya karena nama mereka berbeda dengan nama Jepang atau Cina. Di Indonesia sinema maupun musik Korea belum begitu sepopuler di Vietnam. dan standar kemakmuran. Hongkong atau Taiwan karena aktor atau artisnya mempunyai ciri-ciri fisik yang hampir sama. Drama televisi yang memicu Hallyu antara lain. Akibat dari adanya fenomena Hallyu menimbulkan efek negatif yang kian menjalar dan secara kontinyu akan” mengikis” minat untuk mempelajari kultur budaya di negeri sendiri.bahkan fesyen menjadikan segala sesuatu yang berbau korea menjadi populer dikalangan masyarakat terutama para kawula muda. Drama Korea merupakan penyebab dari mulainya Hallyu di berbagai negara. pakaian tradisional Korea. mode.bahasa.hubungan diplomasinya dengan negara-negara di ASEAN. Banyak generasi muda Vietnam kini juga menjadikan Korea sebagai kiblat budaya pop. Perasaan benci berubah menjadi hubungan romantis dan sentimentil generasi muda Vietnam dengan artis dan musisi Korea. setelah sebelumnya didominasi oleh Jepang dan Mandarin. Jika hal ini berlangsung secara terus-menerus.Hal ini dibuktikan dengan maraknya animo terhadap produk Korea Selatan seperti film. Menu-menu masakan Korea juga mulai dicari. Mungkin Julukan “gelombang” kurang bisa menggambarkan dahsyatnya fenomena ini. winter sonata. stairway to heaven. Beautiful day dan hotelier. juga mulai terlihat peningkatan minat mempelajari budaya korea lebih jauh dengan bertebarnya kursus-kursus dan minat dalam bahasa Korea yang ditandai dengan menjamurnya kursus-kursus korea. Warga Korea Selatan suka menonton drama dan film dan mendengar musik. Di Indonesia. Perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama dan beberapa diantaranya yang mencetak kesuksesan.drama. Ini karena masih sedikitnya pemutaran film Korea di teve atau di bioskop serta sedikitnya resensi tentang sinema dan musik Korea.musik. karena gelombang kedatangan artis-artis . Film dan musik Korea telah mengubah persepsi orang Vietnam terhadap Korea yang menjadi sekutu Amerika Serikat waktu perang Vietnam. Hallyu atau Korean Wave ("Gelombang Korea") adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. diekspor ke luar negeri.

Iljimae hingga Jumong. Winter Sonata. Namun. My Girl. memberikan efek yang berkepanjangan bagi yang terkena “seret arusnya” . Stairway to Heaven. giliran Trans 7 mulai menayangkan Personal Taste . seperti TVXQ dan Super Junior. Taiwan dan Asia Tenggara. Sejak saat itu istilah "Hallyu" atau "demam Korea" muncul. dan Coffee Prince. Hello Miss!. Sassy Girl Chun Hyang. Genre drama berlatar belakang sejarah ikut mencetak rating tinggi.Para sineas drama di Korea mulai menyadari daya jual drama Korea sangat tinggi di negara-negara tetangganya sehingga produksi serial mereka menjadi komoditas ekspor. Hotelier. Memories in Bali. Populernya drama Korea di stasiun televisi Indonesia terjadi setelah drama negara Asia lain seperti TaiwanJepang diputar. Love Story from Harvard. antara lain Full House. Queen Seon Deok. dan setelah Dari tahun 2002-2005 drama-drama Korea yang populer di Asia termasuk Indonesia antara lain Endless Love. muncul pula kegemaran akan grup musik pria (boyband) Korea. Princess Hours.Korea itu begitu tiba-tiba. Drama komedi romantis muncul berikutnya. penyanyi Rain juga mulai dikenal karena serial drama Full House yang dibintanginya diputar di stasiun televisi Indonesia. di Korea juga baru saja terbentuk grup musik dari SM Entertainment. Seiring dengan drama Korea yang semakin diterima publik Indonesia. drama Korea yang banyak mendapatkan perhatian adalah Boys Before Flowers Tahun 2010. Tahun 20082009. Cina. Lovers in Paris. dan Sorry I Love You yang merupakan serial drama melankolis. Sejak itu. My name is Kim Sam-soon.Di samping itu.Berbagai stasiun televisi Indonesia mulai menayangkan drama produksi Korea SelatanRCTI yang mempelopori pemutaran drama Endless Love (Autumn in My Heart). Glass Shoes. Hwang Jini. Puncaknya terjadi saat serial Winter Sonata diputar di Jepang. Pada tahun itu. antara lain drama Dae Jang Geum. penggemar K-pop dan drama Korea mulai umum dijumpai. All In.