You are on page 1of 25

Vektor

Pertemuan 8
By : Lia Ayu Ivanjelita, S.Kom

Pengertian Vektor
Banyak besaran terukur yang dijumpai di dalam
penerapan dapat dinyatakan oleh suatu skalar. Di
antara besaran-besaran tersebut adalah suhu, massa,
tinggi, dan waktu.
Besaran-besaran lain misalnya gaya, kecepatan,
percepatan, angin dan ukuran matriks tidak dapat
dinyatakan oleh suatu bilangan; gaya, percepatan,
kecepatan, dan angin memerlukan spesifikasi besar
dan arahnya, sedangkan ukuran matriks memerlukan
dua bilangan.
Besaran yang memerlukan lebih dari satu skalar untuk
mendefinisikannya dinamakan BESARAN VEKTOR.

Ruang Vektor
Vektor-vektor dapat dinyatakan secara geometris
sebagai segmen – segmen garis terarah ataupun
panah-panah di ruang-2 atau ruang-3; arah
panah menentukan arah vektor dan panjang
panah menyatakan besarnya.
Ekor panah disebut titik awal (initial point) dari
vektor, dan ujung panah dinamakan titik terminal
(terminal point).

Contoh Gambar
B

B

v
A

v
A

u

D
x1

x2

C

Pada gambar pertama, titik awal vektor v adalah A dan titik terminalnya

adalah B, maka dituliskan
v = AB
Dua vektor dikatakan SAMA jika keduanya mempunyai arah dan besar yang
sama, bahkan meskipun tanda panah yang melambangkannya mempunyai
titik awal (ekor) dan titik ujung (kepala) yang berbeda.

Vektor – vektor yang mempunyai panjang dan arah yang sama, seperti pada
gambar kedua dan ketiga disebut ekivalen.
Untuk menuliskan panjang vektor v digunakan notasi |v|

Operasi-Operasi Pada Vektor
1. Penjumlahan Vektor
Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk
menjumlahkan 2 buah vektor.
a) Metode Jajaran Genjang

Vektor hasil (resultant) yaitu a + b diperoleh dari
diagonal jajaran genjang yang dibentuk oleh vektor
a dan b setelah titik awal dan titik akhir ditempatkan
berimpit.

Operasi-Operasi Pada Vektor
b) Metode Segitiga

Resultan diperoleh dengan menempatkan titik
awal salah satu vektor pada titik ujung vektor
yang lain, maka resultannya adalah vektor bertitik
awal di titik awal a dan bertitik ujung di titik ujung
b.

Catatan :
1. Penjumlahan vektor bersifat komutatif, a + b = b
+a
2. Metode Segitiga baik sekali digunakan untuk
menjumlahkan lebih dari 2 vektor.
Misalnya a + b + c + d + e , maka resultannya
adalah vektor dengan titik awal di titik awal
vektor a dan bertitik ujung di titik ujung vektor e
3. Pengurangan vektor a dan b adalah
a – b = a + (-b)
4. Dua buah vektor bisa dijumlahkan dan dikurang
dengan vektor yang sejenis

Operasi-Operasi Pada Vektor
2. Perkalian Skalar
Jika k adalah suatu skalar bilangan riil, a suatu
vektor, maka perkalian skalar ka menghasilkan
suatu vektor yang panjangnya |k| kali panjang a
dan arahnya sama dengan arah a bila k positif
atau berlawanan arah bila k negatif. Bila k = 0
maka ka =0 disebut vektor nol, yaitu vektor yang titik
awal dan titik ujungnya berimpit.

Operasi-Operasi Pada Vektor
v

-v

1
2v

2v

-3
2v

Susunan Koordinat Ruang -n
1. Ruang dimensi satu (R1)

• Titik O mewakili bilangan nol, titik E mewakili bilangan 1. Ditulis
O(0), E(1), P( ) artinya P mewkili bilangan dan kita letakkan P
sehingga OP = satuan ke arah E (arah positif).

Susunan Koordinat Ruang -n
2. Ruang dimensi dua (R2)
• Setiap pasangan bilangan riil (koordinat titik) dapat diwakili oleh
sebuah titik pada suatu bidang rata, yang membentuk susunan
koordinat di dalam ruang dimensi dua, ditulis R2.

Susunan Koordinat Ruang -n
3. Ruang dimensi tiga (R3)

Susunan Koordinat Ruang -n
4. Ruang dimensi n (Rn)
• Secara umum untuk Rn dimana n adalah bilangan bulat positif,
suatu titik di dalam Rn dinyatakan sebagai n-tupel bilangan riil.
Misalnya titik X(x1, x2, ...,xn).
• Vektor ada pada dimensi ruang ke berapa dinyatakan dengan
elemennya.

• Contoh : Elemen 2  Vektor ada pada dimensi ruang 2.
• v = 2i + 3j

Vektor di dalam Ruang Rn
Lebih dahulu kita pandang suatu susunan koordinat di
R2. Suatu vektor disebut satuan bila panjangnya = 1.
Kita ambil sekarang vektor satuan :
e1 = OE1 yang titik awalnya O(0,0) dan titik ujungnya
adalah E1(1,0)
e2 = OE2 yang titik awalnya O(0,0) dan titik ujungnya
adalah E2(0,1)
Kemudian kita tulis

e1 = 1e1 + 0 e2
e2 = 0e1 + 1 e2

Yang selanjutnya penulisan itu disingkat dengan
e1 = [1,0]
e2 = [0,1]

• Sekarang pandang vektor a yang titik awalnya O(0,0) dan titik ujungnya titik
A(a1, a2). Vektor a disebut vektor posisi dari titik A.

• Bilangan – bilangan a1, a2 disebut komponen – komponen dari a

• Panjang vektor a adalah
• Secara umum untuk vektor p yang titik awalnya P(p1, p2) dan titik ujungnya di
Q(q1, q2) :
PQ

=

(q1 – p1) e1 + (q2 – p2) e2

=

[(q1 – p1), (q2 – p2)]

Kesimpulan (untuk Rn):
1. Vektor posisi dari titik A(a1, a2, …, an) adalah OA = [a1, a2, …, an]
2. Vektor bertitik awal di P(p1, p2, …, pn) dan bertitik ujung di Q(q1, q2, …, qn)
adalah PQ = [q1 – p1, q2 – p2, … , qn – pn ]
3. Panjang vektor a = [a1, a2, …, an] adalah |a| =

a12  a22  ....  an2

• Jarak 2 titik P(p1, p2, …, pn) dan Q(q1, q2, …, qn) adalah panjang vektor PQ
yaitu:
|PQ| =

(q1  p1 ) 2  ( p2  q2 ) 2  ....  ( pn  qn ) 2

Vektor – vektor satuan dari susunan koordinat adalah
e1 = [1,0,0,…,0],
e2 = [0,1,0,…,0],
e3 = [0,0,1,0…,0], dst.

Rumus-Rumus
• Panjang Vektor
• |a| =

a12  a22  ....  an2

• Contoh :
• a = 2i + 3j
=

22  32

Rumus-Rumus
• Perkalian 2 Vektor  Dot Vektor
• a.b = (ia*ib) + (ja*jb)

• Contoh :
• a = 2i + 3j

b = 4i + 3j

• a.b = (2*4) + (3*3)
=8+9
= 17

Rumus-Rumus
• Sudut oleh 2 Vektor
b
alfa
a

• Cos Alfa = a * b
|a| * |b|

a * b = |a|*|b|*cos Alfa
a * a = |a|*|a|*cos 0
= |a|2 (kuadrat)
Bila dikalikan diri sendiri maka

a * a = |a|2

Proyeksi Vektor
• Proyeksi pada bidang maka akan dijatuhkan tegak lurus.
1. Proyeksi a pada b
Artinya yang diproyeksi a pada bidang b.

Proyeksi a pada b = c

a
90 derajat

c

b

c=a*b *b
|b|2(kuadrat)

Proyeksi Vektor
• Proyeksi pada bidang maka akan dijatuhkan tegak lurus.
2. Proyeksi b pada a
Artinya yang diproyeksi b pada bidang a. Vektor boleh
diperpanjang.
Proyeksi b pada a = d
d
a

90 derajat

b

d=a*b *a
|a|2(kuadrat)

Latihan Soal :
1. Carilah komponen – komponen vektor yang bertitik awal di P
dan terminal di Q

a.

P(3,5) dan Q(2,8)

b.

P(6,5,8) dan Q(8, -7, -3)

2. Carilah vektor yang bertitik awal P(2, -1, 4) yang mempunyai
arah seperti v = [7, 6, -3]

3. Carilah vektor yang bertitik terminal Q(2, 0, -7) yang mempunyai
arah berlawanan dengan v = [-2, 4, -1]

Latihan Soal :
4. Misalkan P adalah titik (2, 3, -2) dan Q adalah titik (7, -4, 1)
a. Carilah titik tengah dari segmen garis yang menghubungkan P dan Q

b. Carilah titik pada segmen garis yang menghubungkan P dan Q yang 3
4
dari P ke Q.
5. Hitunglah panjang v bila
a. v = [3, 4]

b. v = [-8, 7, 4]

6. Hitunglah jarak antara P dan Q bila
a. P(2,3) dan Q(7,8)

b. P(1, 1, 1) dan Q(6, -7, 3)

Referensi
Charles G Cullen. 1993. Aljabar Linear dengan Penerapannya. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ho Kwak dan Sungpyo Hong. Linear Algebra. Boston : Birkhauser.
Wono Setyo Budi. Aljabar Linear. Jakarta : Gramedia.
Seymour Lipschutz, Theory and Problems of Linear Algebra. Singapore :Mc-Graw-Hill Inc.
Anton, H., Aljabar Linear Elementer, Penerbit Erlangga Jakarta.
Barnett Rich dan Philip A. Achmidt. 2003. Teori dan Soal-Soal Aljabar Elementer. Jakarta : Erlangga.
Anton Rorres. 2004. Aljabar Linear Elementer. Jakarta : Erlangga.
Sri Mulyatun. 2015. Modul Aljabar Linear dan Matriks. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
http://www.ibumei.wordpress.com

Terima kasih . . .