LAPORAN KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK SENIOR (KKS

)
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT/ILMU
KEDOKTERAN PENCEGAHAN/ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS
DI DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN
PERIODE 31 AGUSTUS-02 SEPTEMBER 2015

Disusun oleh
Qarina Hasyala Putri
Dian Primadia Putri
Aulia Suci Maurinda
Romulus P. Sianipar
Achmad Rifqy Rupawan
Maskur Ramadhan
Fitra Ali Alatas
Andri Winata Sitepu
Anggie Imaniah Sitompul
Josephine IML Tobing
Dewi Meilindatari Nst
Al Firman

080100367
100100013
100100034
100100180
100100225
100100083
080100397
090100300
100100021
100100227
100100253
100100324

DEPARTMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT/ILMU
KEDOKTERAN KOMUNITAS/ILMU KEDOKTERAN PENCEGAHAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D)
Dinas Kesehatan Kota Medan

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa atas
berkat dan hidayah-Nya sehingga laporan kegiatan ini dapat kami selesaikan tepat
pada waktunya. Pada laporan kegiatan ini, kami menyajikan mengenai rangkaian
kegiatan selama menjalani KKS di Dinas Kesehatan Kota Medan. Adapun tujuan
penulisan laporan kasus ini adalah untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik di
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu
Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan pula terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan beserta para staff
atas kesediaan beliau-beliau membimbing kami selama menjalani kegiatan
kepaniteraan klinik senior di Dinas Kesehatan Kota Medan. Demikian pula
kepada koordinator ko-asisten yang telah membimbing kami dalam penulisan
laporan kegiatan ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan kegiatan ini masih belum
sempurna, baik dari segi materi maupun tata cara penulisannya. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan laporan kegiatan ini. Atas bantuan dan segala
dukungan dari berbagai pihak baik secara moral maupun spiritual, penulis
ucapkan terima kasih. Semoga laporan kegiatan ini dapat memberikan sumbangan
bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya kesehatan.
Medan, September 2015
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...................................................................................
i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................

1

Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D)
Dinas Kesehatan Kota Medan

1.1. Latar Belakang......................................................................................
1.2.Tujuan.......................................................................................................
1.2.1 Tujuan Umum..............................................................................
1.2.2 Tujuan Khusus.............................................................................
1.3. Manfaat ................................................................................................

1
3
3
3
4

BAB 2 SITUASI KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN ...............
2.1. Keadaan Geografis................................................................................
2.2. Kependudukan.......................................................................................
2.2.1.Estimasi Jumlah Penduduk .........................................................
2.2.2. Rasio Jenis Kelamin ...................................................................
2.2.3. Umur ..........................................................................................
2.2.4. Jumlah Anggota Keluarga ..........................................................
2.3. Sosial Ekonomi......................................................................................
2.3.1. Pendidikan ..................................................................................
2.3.2. Ketenagakerjaan .........................................................................
2.3.3.Pendapatan dan Kemiskinan........................................................
2.4. Lingkungan Fisik dan Biologi...............................................................
2.4.1. Rumah Sehat ..............................................................................
2.4.2. Sumber Air Minum ....................................................................
2.4.3. Fasilitas Tempat Buang Air Besar ..............................................
2.4.4. Tempat Umum ...........................................................................
2.4.5.Pembuangan Sampah...................................................................
2.5. Pelayanan Kesehatan.............................................................................
2.5.1.Sarana Kesehatan ........................................................................
2.5.2.Tenaga Kesehatan .......................................................................
2.5.3.Daftar Puskesmas.........................................................................

5
5
5
6
6
6
6
7
7
7
8
9
9
9
10
10
10
11
11
11
12

BAB 3 PROGRAM KERJA DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN...
3.1. Visi dan Misi..........................................................................................
3.2. Tujuan…................................................................................................
3.3. Pembangunan Kesehatan.......................................................................
3.4. Organisasi..............................................................................................
3.5. Struktur Organisasi................................................................................

13
13
14
15
21
25

BAB 4 LAPORAN KEGIATAN ...............................................................
4.1. Pelaporan...............................................................................................
4.2. Kegiatan…............................................................................................
4.3. Laporan Kegiatan..................................................................................
4.3.1.Hari Pertama (Senin, 31 Agustus 2015).......................................
4.3.2.Hari Kedua (Selasa, 01 September 2015) ...................................
4.3.3.Hari Ketiga (Rabu, 02 September 2015)......................................

26
26
26
26
27
34
37

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... ...49
5.1. Kesimpulan ............................................................................................ ...49
5.2. Saran ......................................................................................................... 49

Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D)
Dinas Kesehatan Kota Medan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Daya saing suatu negara ditentukan oleh dua belas pilar, diantaranya

adalah kesehatan. Baik berdiri sendiri, kesehatan dapat mempengaruhi pilar-pilar
lainnya. Gambaran kesehaan yang ingin dicapai adalah sesuai dengan rumusan
Indonesia

Sehat

2015.

Oleh

karena

itu,

pemerintah

telah

berupaya

menyelenggarkan pembangunan kesehatan sesuai dengan UU No.23 tahun 1992
dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang
ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku
hidup sehat secara adil dan merata diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Pembangunan kesehatan ke depan diarahkan pada peningkatan upaya
promotif dan preventif, disamping peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, utamanya penduduk rentan antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia, dan
keluarga miskin. Peningkatan kesehatan masyarakat, meliputi upaya pencegahan
penyakit menular ataupun tidak menular, dengan cara memperbaiki kesehatan
lingkungan, gizi, perilaku dan kewaspadaan dini. Pembangunan kesehatan
dilaksanakan dengan peningkatan upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan,
sumber daya manusia kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan,

tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. masyarakat.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan manajemen dan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. dan lingkungan. terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk. perubahan ekologi dan lingkungan. serta memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. meningkatnya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat. kesejahteraan dan perlindungan anak. meningkatnya tumbuh kembang optimal. terciptanya sarana pendidikan. mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Diharapkan kondisi pembangunan kesehatan telah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan dengan membaiknya berbagai indikator pembangunan sumber daya manusia. industri dan perdagangan yang sehat. pariwisata dan sarana umum yang sehat. serta menurunnya . masalah serta berbagai kecenderungan pembangunan kesehatan ke depan serta dalam mencapai sasaran pembangunan kesehatan. memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta merata dan terjangkau. dan terpenuhinya pembiayaan operasional dinas kesehatan. disepakati suatu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) 2005-2025 dalam tahapan ke-2 (2010-2014). menggerakkan pembangunan kota berwawasan kesehatan. Strategi utama sebagai upaya pembangunan kesehatan dalam menuju Indonesia Sehat 2015 adalah dengan pemberdayaan masyarakat dan desentralisasi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan. keluarga. meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kesehatan. Di Dinas Kesehatan Kota Medan. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta globalisasi dan demokratisasi dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas sektoral. Tujuan yang ingin dicapai adalah terwujudnya lingkungan pemukiman. epidemiologi penyakit. seperti meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat. dicanangkan suatu visi ”Medan Sehat Harapan Kita bersama” dengan misi. meningkatnya kesetaraan gender. terwujudnya masyarakat yang mampu melakukan upaya kesehatan yang paripurna. Dengan mempertimbangkan perkembangan.

Untuk mengetahui program kegiatan pelayanan kesehatan di Kota Medan. Tujuan Khusus 1. Oleh karena itu.2.2. 3. 2. dalam rangka membentuk petugas kesehatan yang tidak hanya piawai dalam bidang kuratif dan rehabilitatif.2. antar kelompok masyarakat dan antar daerah sesuai dengan target minimal dalam Millenium Development Goals.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan kesenjangan antar individu. Untuk mengetahui program dan target puskesmas sebagai pembekalan kegiatan KKS di puskesmas. Untuk mengetahui kegiatan yang ditindaklanjuti Dinas Kesehatan Kota Medan. Untuk mengetahui keorganisasian Dinas Kesehatan Kota Medan. tetapi juga dalam bidang preventif dan promotif. dan rehabilitatif. Tujuan Umum Untuk mengetahui program kegiatan Dinas Kesehatan Kota Medan dan untuk memenuhi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran Pencegahan.1. Puskesmas berperan dalam upaya baik promotif. Tujuan 1. preventif. Salah satu ujung tombak suksesnya pelayanan kesehatan adalah sarana pelayanan kesehaan strata pertama yaitu puskesmas yang ditanggungjawabi Dinas Kesehatan Kota Medan. Manfaat . 1.3. 4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara menyelenggarkan kegiatan kepaniteraan senior klinik (KKS) di Dinas Kesehatan Kota Medan yang kemudian memberi pembekalan bagi peserta KKS untuk melakukan kegiatan KKS di puskesmas dan desa binaan yang ditentukan kemudian. Untuk mengetahui program kegiatan pengendalian wabah dan bencana di Kota Medan. 1. 1.2. kuratif. Universitas Sumatera Utara. 5.

BAB 2 SITUASI UMUM DAN KEADAAN LINGKUNGAN 2. Keadaan Geografis Provinsi Sumatera Utara secara geografis terletak pada 1 0-40 Lintang Utara dan 98°-100° Bujur Timur.1.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan Laporan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca khususnya pengetahuan mengenai program dan situasi kesehatan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara dalam peningkatan partisipasi mendukung strategi pemberdayaan masyarakat yang dicanangkan dalam program pembangunan kesehatan. Sebelah Utara perbatasan dengan Provinsi Nanggroe .

23 km2.31%.18 km2 dan luas daerah terkecil adalah Kota Sibolga dengan luas 10. 2. Provinsi Sumatera Utara tergolong ke dalam daerah beriklim tropis. dan di sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia. Berdasarkan luas daerah menurut kabupaten/kota di Sumatera Utara. Estimasi Jumlah Penduduk Estimasi jumlah penduduk pada tahun 2012 per Kabupaten/Kota menggunakan proporsi dari jumlah penduduk Kabuapten/Kota tahun 2010. mempunyai musim kemarau (Juni s.141.2°C.981.2. September) dan musim hujan (November s. Jawa Timur.d. Kota Medan memiliki luas daerah 265. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.d.5-37. di sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan hal tersebut jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kota Medan dan terendah di Kabupaten Pakpak Bharat. Proporsi penduduk di Kota Medan sebesar 16. kisaran suhu antara 13. Kota Medan merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi dengan kepadatan 2.637 penduduk.1% dan di Kabupaten Pakpak Bharat 0.2.254. dan Jawa Tengah. Maret). Luas daratan Provinsi Sumatera Utara adalah 72.4°C-34.1 km 2 dengan ketinggian 2.1. Kependudukan Sumatera Utara merupakan provinsi yang jumlah penduduknya terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa Barat. Secara administratif Sumatera Utara pada tahun 2012 memiliki 8 kota dan 25 kabupaten. sebelah Timur berbatasan dengan Negara Malaysia di selat Malaka.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan Aceh Darussalam. 2.682 penduduk.5 m dari permukaan laut. luas daerah terbesar adalah Kabupaten Labuhan Batu dengan luas 9. jumlah penduduk Sumatera Utara pada tahun 2012 tercatat sebesar 13.77 km2. .223.

29% dan yang berusia tua (>65 tahun) sebesar 3.93% yang menunjukkan jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan meningkat.90%.41 orang dan yang paling sedikit adalah Kabupaten Karo yaitu 3. angka seks rasio adalah 99. penduduk Sumatera Utara sampai saat ini masih didominasi oleh penduduk muda walaupun angka ini sudah menurun dibanding dekade yang lalu. Pendidikan Kondisi pendidikan merupakan salah satu indikator yang sering ditelaah dalam mengukur tingkat pembangunan manusia suatu negara. maka terdapat 98. Rasio seksnya adalah 98. Dengan demikian.2.9 laki-laki.38 yang berarti rata-rata pada setiap keluarga terdiri dari 4-5 anggota keluarga.3.556. ditunjukkan bahwa 60% penduduk 5 tahun keatas . angka beban tanggungan penduduk Sumatera Utara tahun 2008 sebesar 55. Pada tahun 2008.9% di mana setiap terdapat 100 perempuan. Sosial Ekonomi 2.1.3. yang berusia produktif (25-29 tahun) sebesar 64.369 dan laki-laki 6.3.490. menunjukkan bahwa penduduk yang berusia muda (0-14 tahun) sebesar 31.800 jiwa. Jadi. Sensus Penduduk tahun 2000.37%. jumlah penduduk berjenis kelamin perempuan sebanyak 6. Kabupaten yang rata-rata jumlah anggota keluarganya paling banyak adalah Kabupaten Nias yaitu 5. 2. 2.79%.53%.2.2.2. Umur Komposisi penduduk Sumatera Utara menurut kelompok umur.81 orang. 2. Rasio Jenis Kelamin Di Sumatera Utara. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2007 sebesar 56.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 2. salah satunya berperan dalam mempengaruhi keputusan seseorang untuk berperilaku sehat.4. Jumlah Anggota Keluarga Rata-rata anggota keluarga di Sumatera Utara pada tahun 2008 adalah sebesar 4.

215. dan hanya sekitar 6. setingkat SMTA (28.3.90% dan tahun 2007 naik menjadi 67. kemudian diikuti di sektor perdagangan. hotel.3. TPAK sebesar 57.3.8%). jasa (12. tamat SD 23. sedangkan sisanya 6.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan mempunyai pendidikan tertinggi sekolah dasar. tahun 2005 naik menjadi 71.16% mencapai perguruan tinggi. Pada tahun 2000.49%.63% yang mencapai tingkat pendidikan perguruan tinggi. 2.34%. Dari data diatas menggambarkan bahwa tingkat pendidikan di Sumatera Utara sampai tahun 2008 masih rendah walaupun telah menunjukkan peningkatan. ditunjukkan bahwa pada penduduk berumur 15 tahun keatas l. setingkat SMTP (23. Akan tetapi.94%). penduduk Sumatera Utara yang terbanyak adalah di sektor pertanian (47.42%). bila diukur atas dasar harga konstan mengalami kenaikan.9%).436 Atas Dasar Harga Konstanta 18.19% tamat.46 . dan hanya 2.47%). 2. 18. tidak tamat SD 31%.40% tamat SMA.42%. Pendapatan dan Kemiskinan Kemampuan ekonomi masyarakat yang diukur dengan angka pendapatan per kapita atas dasar harga yang berlaku tahun 1993. dan restoran (18. Ketenagakerjaan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara setiap tahunnya tampak berfluktuasi.93%. 18. tahun 2006 menjadi 66.6%). Perkembangan PDRB Sumatera Utara per kapita tahun 1993-1997 dapat dilihat pada tabel berikut: Tahun 1993 Atas Dasar Harga Berlaku 18.04%. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama. tidak pernah sekolah 9.42%.94%. Angkatan Kerja di Sumatera Utara sebagian besar masih berpendidikan SD kebawah (41.sedangkan penduduk yang bekerja di sektor industri hanya sekitar 7.2. tamat SMP 28. Dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional bulan Agustus 2007.215.17% berpendidikan diatas SMTA. tamat SMA.60%. angka buta huruf di Sumatera Utara mulai menurun yaitu tinggal sekitar 3% di kota dan 5% di desa.

678.686. yaitu menjadi l. Tahun 1996 jumlah penduduk Sumatera Utara yang tergolong miskin hanya 1.1.941.73 32. Pada tahun 2007 turun sedikit menjadi 1. 2.33 21.89%.76 juta jiwa (14. persentase rumah kotoran/tinja/BAB.93%) kemudian tahun 2005 penduduk miskin turun menjadi 1. persentase rumah tangga memiliki akses terhadap air minum.97 juta jiwa.802. persentase rumah tangga menurut sumber air minum.33 juta orang atau sebesar 12.842.414.81 24.92%).31% dari total seluruh penduduk Sumatera Utara.43 28.4.60 19.23 juta jiwa(10. 2.28%).4.173. Lingkungan Fisik dan Biologi Lingkungan merupakan salah satu variabel yang sering mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat dengan indikatorindikator yaitu persentase rumah sehat.89 juta jiwa atau sekitar 15.66%).86 Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara mengalami turun naik dari tahun 1993-2007.753. Rumah Sehat tangga yang memiliki sarana penampungan akhir . sedangkan tahun 2004 turun lagi menjadi 1. penduduk miskin di Sumatera Utara tahun 1999 meningkat menjadi 16. Pada tahun 2003 terjadi penurunan penduduk miskin baik secara absolut maupun secara persentase.74% dari total penduduk Sumatera Utara yaitu sebanyak 1.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 1994 1995 1996 1997 21.80 juta jiwa (14.77 juta jiwa atau 13. penduduk miskin tahun 2006 meningkat menjadi 1. Namun.51 21. Jumlah penduduk miskin tahun 1993 sebesar 1.98 juta jiwa (15.90% (SUDA 2008). namun akibat dampak kenaikan BBM pada Maret dan oktober 2005. karena krisis moneter.6 24.

yaitu memiliki jamban sehat.4. dan bakteriologis 76. sedang 36.48%. yang memenuhi syarat fisik 84.8%. tempat . dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Risiko pencemaran amat tinggi 2.699 rumah yang memenuhi syarat kesehatan (63. yang diperiksa sebanyak 197. sarana pembuangan limbah. Fasilitas Tempat Buang Air Besar Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan.13%. ventilasi rumah yang baik.8%. dari jumlah yang diperiksa diketahui bahwa 761.8%.062 unit. persentase rumah tangga yang memiliki sendiri fasilitas tempat buang air besar sebesar 71. Tempat Umum Tempat umum yang sehat adalah tempat umum dan pengelolaan makanan yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih.322 unit (44.49%.3. kepadatan hunian rumah yang sesuai (>8m2/kapita). Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2008. Dari hasil pengawasan air bersih.62%).2%. kimiawi 75. Sumber Air Minum Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007.4%.45%. 2. tempat pembuangan sampah.4. Selain itu. 2. umum sebesar 4% dan tidak ada/tidak memiliki sebesar 17. tinggi 33. jamban yang memenuhi syarat kesehatan hanya 42.37%. Parameter ini menunjukkan angka yang cukup baik dan perlu untuk terus ditingkatkan.82%. di Provinsi Sumatera Utara. sarana air bersih. sedangkan persentase rumah tangga yang memiliki sumber air minum tak terlindung sebesar 23. ketersediaan jamban di desa dan beberapa kabupaten masih minim dan terbatas.2.15%.63%). rumah tangga yang memiliki bersama 6. Dari hasil survei.83%.dari seluruh rumah yang ada yaitu 2. dan rendah 27.683.4.4. diperoleh bahwa persentase rumah tangga di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki sumber air minum terlindung sebesar 76. 2.

855 jiwa. Pelayanan Kesehatan 2. Pembuangan Sampah Persampahan di Kota Medan dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.710 m 3 sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 1. Puskesmas : 39 unit 7.5. Sarana Kesehatan 1. Rumah Sakit Jiwa : 5 unit 3. Puskesmas Non Rawat Inap : 26 unit 9.49 m3 timbunan sampah.66% sehingga perlu upaya dari program terkait dalam peningkatan cakupannya. Rumah Sakit Umum : 54 unit 2. Pada tahun 2008. Puskesmas Pembantu : 41 unit 10. Selain itu.5 liter/orang/hari. luas lantai yang sesuai dengan banyaknya pengunjung dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai.163. 2. menghasilkan 6.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan pembuangan sampah.5. yaitu tingkat timbunan sampah sebanyak 3. sekitar 66. ventilasi yang baik. Puskesmas Keliling : 27 unit .873.4. Rumah Bersalin : 298 unit 6. Puskesmas Rawat Inap : 13 unit 8.1.49 m3. Angka ini masih dibawah target Indonesia Sehat 2015 yaitu 80%. khususnya pada kawasan pusat pemerintahan dan jalan-jalan protokol. dari 18. 2. Angka pembinaan kesehatan tempat umum oleh pemerintah masih rendah yaitu hanya 54. Kota Medan dengan jumlah penduduk 1.436 tempat umum yang diperiksa.963. Namun Kota Medan baru dapat mengelola sebanyak 5. Rumah Sakit Ibu&Anak : 8 unit 4.15% memenuhi syarat kesehatan. Rumah Sakit Khusus Lainnya : 4 unit 5. pengelolaan persampahan di Kota Medan juga dilaksanakan oleh pihak swasta. sarana pembuangan air limbah.5. Sesuai dengan standar kota Metropolitan.

Bidan : 305 orang 10. Laboratorium Kesehatan Pemerintah : 1 unit 19.405 unit 12.2. S2 : 17 orang 5. Puskesmas Tuntungan 2. Laboratorium Kesehatan Swasta : 6 unit 2. Puskesmas Amplas 6. Balai Pengobatan/Klinik : 409 unit 13.378 unit 16. Posyandu : 1. Dokter Gigi : 107 orang 4.3. Praktek Dokter Spesialis : 791 unit 17. Dokter Spesialis : 9 orang 2. Tenaga Gizi : 44 orang 13. Tenaga Kesehatan 1. Praktek Bersama : 8 unit 15. AKFIS : 2 orang 15. Apoteker : 17 orang 8. Apotik : 624 unit 14. Asisten Apoteker : 131orang 9.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 11. Perawat Gigi : 75 orang 12. APRO : 3 orang 14. Perawat : 485 orang 11. Tenaga Non Medis : 85 orang 2. Puskesmas Medan Johor 5. Puskesmas Simalingkar 3.5. Daftar Puskesmas 1. Tenaga Kesehatan Masyarakat : 39 orang 6. Praktek Dokter Umum : 1. Puskesmas Kedai Durian 4. Dokter Umum : 139 orang 3.5. Tenaga Sanitasi : 62 orang 7. Analis : 60 orang 16. Praktek Dokter Gigi : 531 unit 18. Puskesmas Bromo .

Puskesmas Bestari 24. Visi dan Misi Visi Dinas Kesehatan Kota Medan adalah “Medan Sehat Harapan Kita Bersama”.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 7. Puskesmas Sukaramai 12. Puskesmas Pulo Brayan 28. Puskesmas Simpang Limun 16. Puskesmas Selayang 20. Sedangkan misi Dinas Kesehatan Kota Medan yaitu: 1. Puskesmas Desa Binjai 9. Sejahtera mengandung arti bahwa masyarakat kota Medan dengan cara berpikir yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai kesehatan. Puskesmas Tegal Sari 8. Puskesmas Kota Matsum 13. Puskesmas Sei Agul 29. Puskesmas Padang Bulan 19. Puskesmas Belawan Selatan 11. Sehat diartikan sebagai cara berpikir masyarakat kota Medan yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai kesehatan yang pada akhirnya mewujudkan lingkungan yang sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat. terutama dibidang kesehatan. Puskesmas Polonia 18. Puskesmas Sering 32. Puskesmas Darussalam 25. Puskesmas Medan Denai 10. Puskesmas Medan Sunggal 21. Puskesmas Pekan Labuhan 36. Puskesmas Kampung Baru 17. Puskesmas Helvetia BAB 3 PROGRAM KERJA DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN 3. akan memperoleh kesejahteraan. Puskesmas Rantang 26.1. Masyarakat Medan mengandung arti bahwa sasaran kerja dari Dinas Kesehatan Kota Medan adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja pemerintah kota Medan. Puskesmas Titi Papan 35. Menggerakkan Pembangunan Kota Berwawasan Kesehatan Para penanggungjawab program pembangunan di Pemerintahan Kota Medan harus memasukkan pertimbangan kesehatan dalam semua . Puskesmas Medan Labuhan 37. Puskesmas Sentosa Baru 31. Puskesmas Martubung 38. yang pada gilirannya akan mempengaruhi pencapaian derajat kesejahteraan secara umum. Puskesmas Teladan 14. Puskesmas Glugur Kota 27. Puskesmas Glugur Darat 30. Puskesmas Mandala 33. Puskesmas Pasar Merah 15. Puskesmas Desa Lalang 22. Puskesmas Desa Terjun 39. Puskesmas Medan Area 23. Puskesmas Medan Deli 34.

Perlu juga ditunjang dengan administrasi kesehatan dan peraturan perundangundangan yang memadai. 2. Madani. dan lingkungan 3. Dinas Kesehatan melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar dan rujukannya dengan memperluas jaringan yang efektif dan efisien. keluarga. 4. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai Dinas Kesehatan Kota Medan yaitu: 1. baik yang disebabkan karena penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu. sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan. maka seluruh elemen dari sistem pemerintahan kota harus berperan sebagai penggerak utama pembangunan Kota Medan menuju Kota Metropolitan yang Modern. harus dilakukan pula peningkatan jumlah dan kualitas sumber daya manusia kesehatan. serta peningkatan kualitas pelayanan sesuai standar yang ditetapkan. dan Relijius berwawasan kesehatan. 3.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan kebijaksanaan pembangunannya. maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.2. yaitu bahwa derajat kesehatan yang optimal akan dapat dicapai melalui investasi baik pemerintah maupun individu. serta pengembangan kesehatan. Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat Sehat merupakan hak asasi sehingga setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu serta merata dan terjangkau Sesuai dengan paradigma sehat. Dengan demikian diharapkan terciptanya suatu kondisi dimana masyarakat menyadari. Terwujudnya lingkungan pemukiman. mau dan mampu untuk mengenali. dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi. Disamping itu sehat juga merupakan investasi. yang terdistribusi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan. Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Untuk itu. masyarakat. mencegah. Dinas kesehatan harus mengutamakan pada upaya kesehatan masyarakat yang dipadukan secara serasi dan seimbang dengan upaya kesehatan perorangan. industri dan perdagangan yang sehat .

c.000 penduduk c. dengan: a.5% d.000 kelahiran hidup.3.000 penduduk b. PN) sebesar 90%. Menurunnya angka kematian bayi dari 34 menjadi 24 per 1. Persentase RS Kab/Kota yang melaksanakan PONEK sebesar 100%. Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 6. Menurunnya kasus malaria (Annual Paracite Index-API) dari 2 menjadi 1 per 1. Terpenuhinya pembiayaan operasional dinas kesehatan 3. yaitu: 1. Menurunnya prevalensi Tuberculosis dari 235 menjadi 224 per 100. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia kesehatan 5. Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh nakes terlatih (cakupan 2. h. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 228 menjadi 118 per 100. Pembangunan Kesehatan Sasaran strategis Dinas Kesehatan Kota Medan dalam pembangunan kesehatan tahun 2010. Persentase Puskesmas rawat inap yang mampu PONED sebesar 100%.8 persen menjadi kurang dari 32 persen.2 menjadi dibawah 0.7 tahun menjadi 72 tahun. dengan: a. Terciptanya sarana pendidikan.2014. pariwisata dan sarana umum yang sehat 3. i. Meningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap bayi usia 0-11 bulan dari 80% menjadi 90% e. Menurunnya prevalensi anak balita yang pendek (stunting) dari 36.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 2. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat. Terwujudnya masyarakat yang mampu melakukan upaya kesehatan yang paripurna 4. Meningkatnya umur harapan hidup dari 70. e. Menurunnya angka kematian neonatal dari 19 menjadi 15 per 1. Persentase Kelurahan yang mencapai UCI dari 80% menjadi 100% . Meningkatnya pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat 7. Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa dari 0. Cakupan kunjungan neonatal lengkap (KN lengkap) sebesar 90%. f. g. b.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup. d.

000 2. dengan menurunnya disparitas 4. balita. penduduk.000 penduduk Menurunnya disparitas status kesehatan dan status gizi antar wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 3. separuh dari tahun 2009. Seluruh Puskesmas melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM). yaitu: 1. penurunan tingkat kematian ibu saat melahirkan dari 228 per 100. dan akses terhadap sanitasi dasar berkualitas yang menjangkau 75% penduduk sebelum 2015. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh 5. Peningkatan kesehatan ibu. Prioritas Pembangunan Kesehatan pada tahun 2011-2015 difokuskan pada delapan fokus prioritas. Meningkatnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tingkat rumah 6. Sarana Kesehatan yang meliputi ketersediaan dan peningkatan kualitas layanan Puskesmas ISO minimal 5 puskesmas pada 2013 dan 10 puskesmas 4. Tema Prioritas Pembangunan Kesehatan pada tahun 2010-2014 adalah “Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan” melalui : 1. bayi. serta tingkat kematian bayi dari 34 per 1. kelahiran pada 2007 menjadi 24 pada 2015. 2015. tangga dari 50 persen menjadi 70 persen. f. pada 2015. Program Keluarga Berencana (KB) yang meliputi peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui klinik pemerintah dan swasta selama 2011- 3. Angka kesakitan DBD dari 55 menjadi 51 per 100. terutama penduduk miskin. Program Kesehatan Masyarakat Pelaksanaan Program Kesehatan Preventif Terpadu yang meliputi pemberian imunisasi dasar kepada 90% balita pada 2015. penyediaan akses sumber air bersih yang menjangkau 67% penduduk. Asuransi Kesehatan untuk seluruh keluarga miskin dengan cakupan 100% pada 2012 dan diperluas secara bertahap untuk warga Medan lainnya antara 2013-2015. dan Keluarga Berencana (KB) .000 kelahiran pada 2007 menjadi 118 pada 2014.

dan pemberdayaan SDM kesehatan Peningkatan ketersediaan. 3. hidup masyarakat Upaya pembangunan dan perbaikan gizi masyarakat dilaksanakan dengan 10. 7. 12. 5. mutu. terutama ditujukan pada penyakit-penyakit terutama target penurunan angka kesakitan yang 8. 5. pemerataan. 13. Perbaikan status gizi masyarakat Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular diikuti 4. dikembangkan lagi Pelayanan kesehatan geriatri mulai dikembangkan Penyediaan air minum dan sarana sanitasi dasar sudah makin meningkat Pembangunan berwawasan kesehatan sudah mulai dilaksanakan secara konsisten oleh semua bidang-bidang . kesehatan Peningkatan pelayanan kesehatan primer. lebih optimal Upaya penanggulangan pencemaran lingkungan lebih ditingkatkan dan 11. 3. sinergis sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kesehatan Kualitas pelayanan di rumah sakit dan sistem rujukan terus ditingkatkan Penanggulangan penyakit menular terus ditingkatkan. Pelayanan kesehatan ibu dan anak Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin Penanggulangan penyakit dan gizi buruk Penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana Revitalisasi puskesmas dilaksanakan agar dapat melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perorangan secara serasi dan 6. 7. keamanan. disepakati dalam MDGs Upaya penanggulangan penyakit tidak menular telah lebih berkembang sejalan dengan meningkatnya penduduk usia lanjut dan perubahan pola 9. keterjangkauan. 2. 6.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 2. pengembangan. 4. sekunder dan tersier Dalam upaya mencapai target MDGs di bidang kesehatan penyelenggaraan upaya kesehatan ditingkatkan intensitasnya dengan tetap memberikan perhatian khusus pada penyelenggaraan: 1. dan penggunaan obat Pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis 8. penyehatan lingkungan Pemenuhan.

mengatasi masalah kesehatan Pemenuhan kebutuhan SDM Kesehatan Kemampuan daya saing SDM Kesehatan meningkat Pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan dapat berkembang sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan . telah melembaga Pembiayaan untuk pelayanan kesehatan perorangan secara kelompok formal/penerima upah telah dilakukan dengan cara jaminan kesehatan sosial dan mulai melembaga. pemerintah untuk pelayanan kesehatan masyarakat Pembiayaan untuk pelayanan kesehatan perorangan penduduk miskin mulai dilakukan secara pra-upaya dengan prinsip asuransi kesehatan sosial yang 20. perorangan bagi seluruh masyarakat rentan dan keluarga miskin Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari masyarakat dan swasta telah 18. Penelitian dan pengembangan kesehatan yang mendasar telah berkembang 15. 26. efisien. transparan dan 22.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 14. 25. semakin meningkat serta telah ada upaya kemitraan pemerintah dan swasta Pembiayaan kesehatan bersumber pemerintah telah fokus pada pencapaian prioritas pembangunan kesehatan dengan sebagian besar pembiayaan 19. efisien. akuntabel dengan pelayanan terkendali Pembelanjaan dana kesehatan untuk pelayanan kesehatan masyarakat telah semakin mengarah kepada upaya peningkatan dan pencegahan untuk 24. 16. Pembiayaan untuk pelayanan kesehatan perorangan kelompok informal mulai melembaga dan menganut prinsip asuransi 21. transparan dan 23. akuntabel dengan pelayanan terkendali secara berkesinambungan Pembelanjaan dana kesehatan untuk pelayanan kesehatan bersumber dari pembiayaan swasta dan masyarakat semakin efektif. mendukung upaya pembangunan kesehatan Teknologi kesehatan lebih meningkat Pembiayaan kesehatan bersumber dari pemerintah lebih meningkat lagi dengan sustainabilitas pemenuhan pembiayaan untuk pelayanan kesehatan 17. kesehatan sosial Pembelanjaan dana kesehatan untuk pelayanan kesehatan perorangan bersumber dari pembiayaan pemerintah yang dilakukan melalui jaminan kesehatan sosial telah dilaksanakan secara efektif.

pendayagunaan dan pengadaan SDM Kesehatan makin meningkat. 37. berkembang. Dukungan sumber daya untuk pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan telah semakin 32. pengawasan. dengan baik Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah lebih meningkat. Sistem informasi kesehatan telah dapat dibangun dengan baik Sistem pencatatan dan pelaporan sudah makin berkembang Hukum dan perundang-undangan di bidang kesehatan telah mulai tertata 38. Kesehatan dilaksanakan sesuai rencana yang ditetapkan Organisasi profesi. komponen masyarakat dan sektor lain terkait makin 30. dalam upaya mewujudkan pengetahuan. farmasi. berperan dalam pembangunan kesehatan Pembinaan. lagi Kebijakan dan administrasi kesehatan dapat lebih mendukung terwujudnya sinergisme antar berbagai upaya pokok pembangunan kesehatan telah mulai 36. pemberdayaan SDM Kesehatan dapat semakin ditingkatkan Pendistribusian. pengawasan perencanaan. dan pemanfaatan sediaan farmasi dan alat kesehatan telah memenuhi kebutuhan.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 27. kelompok dan masyarakat yang mendukung kesehatan telah lebih berkembang dan dilaksanakan secara konsisten . 41. kemauan dan kemampuan bagi individu. alat kesehatan dan makanan lebih berkembang 35. yang menjamin ketersediaan sediaan 34. pendidikan tersebut Program distribusi dan rencana penguatan manajemen karier SDM 29. meningkat Dukungan peraturan perundang-undangan untuk pengembangan dan 33. Pengawasan sediaan farmasi. kelompok dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat Perilaku individu. pelayanan. sehingga peran dan kontribusi masyarakat dalam 39. Standar pelayanan kesehatan dan standar kompetensi SDM Kesehatan sebagai acuan dalam penerapan standar pendidikan dan pelaksanaan 28. berkembang Edukasi kesehatan terus ditingkatkan dengan berbagai inovasi. pembangunan kesehatan terus berkembang Pelibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan kesehatan makin 40. Kesehatan telah berjalan dengan efektif Sinergisme antara pembinaan. terutama obat generik di masyarakat. monitoring dan penilaian terhadap SDM 31.

penyiapan bahan pembinaan. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas dinas. Berbagai upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang ada telah 43. 43 tahun 2010 adalah: 1. Sekretariat a. pengembangan organisasi. sekretariat menyelenggarakan fungsi penyusunan rencana. Organisasi Organisasi Dinas Kesehatan Kota Medan menurut Perwal No. kesehatan telah lebih nyata Kemampuan masyarakat desa dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan. dan ketatalaksanaan. pelaksanaan dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kesekretariatan dinas yang meliputi administrasi umum. Sub Bagian Penyusunan Program Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup kesekretariatan meliputi pengelolaan administrasi umum. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan c. dan penyusunan program. program. kepegawaian. termasuk masalah kesehatan akibat bencana secara dini telah lebih berkembang 3. dan kerumahtanggaan dinas. pengawasan dan pengendalian. evaluasi dan .4. kembali mampu melakukan kegiatan dan fungsinya Penggerakkan kelompok-kelompok masyarakat yang tergabung dalam 44. keuangan. Kepala Dinas Kesehatan 2. keuangan.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan 42. organisasi kemasyarakatan terus ditingkatkan Peran aktif dan kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan 45. pelaksanaan monitoring. dan kegiatan kesekretariatan. pengkoordinasian penyusunan perencanaan program dinas. pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Dalam melaksanakan tugas pokok. Sub Bagian Umum b.

penyusunan petunjuk teknis lingkup pelayanan kesehatan dasar. kesehatan indera. penyelenggaraan upaya kesehatan khusus meliputi kesehatan jiwa. Dalam melaksanakan tugas pokok. Seksi Wabah dan Bencana c. pelaksanaan monitoring. penyelenggaraan upaya kesehatan rujukan meliputi kesehatan rujukan/ spesialistik. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. wabah. dan kesehatan lingkungan. Seksi Kesehatan Khusus Bidang Bina Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup pelayanan kesehatan dasar. dan kesehatan khusus. kesehatan mata. dan kesehatan khusus. dan sertifikasi sarana pelayanan kesehatan. kesehatan rujukan. penyelenggaraan upaya kesehatan perkotaan. kesehatan rujukan. pelaksanaan pembinaan. program. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan a. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan menyelenggarakan . kesehatan haji. kesehatan gigi dan mulut. dan kegiatan Bidang Bina Pelayanan Kesehatan. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan a. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit b. Seksi Kesehatan Lingkungan Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pengendalian dan pemberantasan penyakit. pembinaan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar. 4. pelaksanaan registrasi. pelaksanaan proses perizinan dan pelayanan lainnya lingkup pelayanan kesehatan. akreditasi. kesehatan kerja. dan usia lanjut. Seksi Kesehatan Rujukan c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan pelaporan kesekretariatan. 3. evaluasi dan pelaporan lingkup bidang bina pelayanan kesehatan. dan pengendalian lingkup pelayanan kesehatan. bencana. pengawasan. Dalam melaksanakan tugas pokok. Seksi Kesehatan Dasar b. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan fungsi penyusunan rencana. penyelenggaraan upaya kesehatan pada daerah perbatasan. dan sistem rujukan.

Seksi Pendidikan dan Pelatihan c. pendidikan dan pelatihan. pelatihan. penyehatan kawasan dan sanitasi darurat. pengawasan kualitas lingkungan. dan kegiatan Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan. evaluasi dan pelaporan lingkup bidang pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan menyelenggarakan fungsi kegiatan Bidang Pengembangan penyusunan rencana. pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan strategis. dan pemulihan. mitigasi dan kesiapsiagaan. program. pelaksanaan monitoring. pelaksanaan proses perijinan dan pelayanan lainnya lingkup tenaga medis. program. penyusunan petunjuk teknis lingkup pengendalian dan pemberantasan penyakit. penyusunan petunjuk teknis lingkup perencanaan. . tanggap darurat. dan Sumber Daya Manusia Kesehatan. pendayagunaan. kesehatan mata. pengendalian wabah dan bencana meliputi kesiapsiagaan. pengendalian penyakit menular langsung. 5. Seksi Registrasi dan Akreditasi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup perencanaan. wabah. sanitasi makanan. dan bahan pangan serta pengamanan limbah. pelaksanaan monitoring. pendayagunaan. tenaga para medis dan tenaga non-medis/tradisional terlatih sesuai urusan pemerintahan kota. pengendalian penyakit tidak menular.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan fungsi penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan lingkup bidang pengendalian masalah kesehatan. dan kesehatan lingkungan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan a. Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan b. pengendalian dan pemberantasan penyakit meliputi surveilans epidemiologi. penyelenggaraan penyehatan lingkungan meliputi penyehatan air. dan penyelidikan kejadian luar biasa (KLB). pendidikan. Dalam melaksanakan tugas. pengendalian penyakit bersumber binatang. registrasi dan akreditasi sumber daya manusia kesehatan. registrasi. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. bencana. imunisasi. dan akreditasi. pelaksanaan pelatihan teknis.

dan peralatan kesehatan. pelaksanaan monitoring. Dalam melaksanakan tugas pokok. Seksi Kefarmasian b. Unit Pelaksana Teknis (UPT) 8. sarana. penyelenggaraan jaminan kesehatan. jaminan. Seksi Jaminan Kesehatan c. evaluasi. sarana. jaminan. 6. jaminan. program. penyusunan petunjuk teknis lingkup kefarmasian. dan peralatan kesehatan sesuai urusan pemerintahan kota. dan peralatan kesehatan. Kelompok Jabatan Fungsional . pelaksanaan proses pelayanan perizinan dan pelayanan lainnya lingkup kefarmasian. dan kegiatan Bidang Kefarmasian Jaminan dan Sarana Kesehatan. pelayanan sarana dan peralatan kesehatan. 7. dan pelaporan lingkup bidang kefarmasian jaminan dan sarana kesehatan. Bidang Kefarmasian Jaminan dan Sarana Kesehatan a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. sarana. Bidang Kefarmasian Jaminan dan Sarana Kesehatan menyelenggarakan fungsi penyusunan rencana.Laporan Kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) Dinas Kesehatan Kota Medan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya. Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan Bidang Kefarmasian Jaminan dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas lingkup kefarmasian. penyelenggaraan kefarmasian.

.

09.3. Pelaporan Sebelum memulai KKS di Dinas Kesehatan Kota Medan. Zainal Rambe Materi Diberi Pada: Senin. Kegiatan Kegiatan dimulai pada pukul 08.00. Bimbingan pada hari ini terbagi menjadi tiga sesi. bidang pengembangan SDM kesehatan. Pembekalan Dinas Kesehatan Kota Medan.2. 4. 4. Senin.00 WIB di Dinas Kesehatan kota Medan. dan seksi pendidikan dan pelatihan.00 WIB di Dinas Kesehatan Kota Medan. Hari Pertama. 31 Agustus 2015 . dan Pelayanan Kesehatan.00-10.00. Laporan Kegiatan 4. yaitu sesi pertama pada pukul 08. selanjutnya para peserta KKS diberikan orientasi mengenai alur KKS di Dinas Kesehatan Kota Medan dan KKS di Puskesmas yang ditunjuk. sesi kedua 09. 31 Agustus 2015 Pada hari pertama KKS dimulai pada pukul 08. Isi materi pertama adalah sebagai berikut: PUSKESMAS PEMBIMBING: Dr. Adapun 4 materi yang diberikan dari tanggal 31 Agustus 2015 sampai tanggal 02 September 2015 yaitu materi Puskesmas.3. Pengendalian Masalah Kesehatan.1. para peserta KKS melapor terlebih dahulu pada tanggal 31 Agustus 2015 ke bagian penerima tamu.BAB 4 LAPORAN KEGIATAN 4.00.1.

imunisasi. program dan target sasaran KIA yaitu: 1. Visi puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat dengan indikator lingkungan sehat. KB. serta ikut aktif dalam perencanaan dan penyelenggaraan posyandu. dan balita serta anak usia pra-sekolah yang menjadi tanggung jawab puskesmas. Kegiatannya meliputi: 1. Pembinaan DPLS : 100% 7. dan derajat kesehatan yang optimal. Sarana air bersih : 90% 2. Penyehatan lingkungan : 90% 4. pelayanan kesehatan yang bermutu. Pembinaan sekolah sehat : 100% 3. dan sebagainya. perilaku sehat. kesehatan lingkungan. 2. Pemeriksaan TPS/TPA : 65% 5. Promosi kesehatan Tujuannya adalah agar individu dan kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan perilaku hidup sehat dan agar individu dan kelompok masyarakat berperan aktif dalam upaya-upaya kesehatan. Upaya kesehatan puskesmas dikelompokkan menjadi upaya kesehatan wajib dan upaya pengembangan kesehatan. pamflet. Kesehatan Ibu dan Anak Beserta KB KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil. K1 : 95% . Upaya kesehatan wajib terdiri dari: 1. Mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan pribadi. dan brosur.Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dalam suatu wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok. Sarana pembuangan kotoran : 90% 3. posyandu. 2. bayi. gizi keluarga. Mengadakan ceramah dan diskusi dengan bantuan poster. dalam rangka meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan bangsa pada umumnya. ibu bersalin. 3. Pembinaan generasi muda untuk hidup sehat di dalam kegiatan antara lain berupa gotong royong dan olahraga. Pemeriksaan sanitasi rumah sakit : 100% 6. Kesehatan Lingkungan Program dan target sasaran kesehatan lingkungan yaitu: 1.

Perbaikan Gizi Di Indonesia. Deteksi dini tumbuh kembang anak balita 8. Pembinaan GSI 4.2. Resti 4. K4 3. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang atau hewan yang sakit. Imunisasi  BCG 95%  Polio 1 91%  Polio 4 85%  Campak 90%  Hepatitis > 7 hari 75%  Hepatitis < 7 hari 75%  DPT Hb 1 95%  DPT Hb 2 90%  DPT Hb 3 85% 2. Program dan target sasaran peningkatan gizi yaitu: 1. defisiensi vitamin A dan defisiensi iodium. TB paru  TB Paru BTA (+) sembuh > 85%  Cakupan penderita TB Paru 70%  Konversi 80%  Error rate < 5% . Kunjungan Neonatus 5. 1. karena keadaan ekonomi yang kurang dan kurangnya pengetahuan tentang nilai gizi. Pemberian Tablet Fe: bumil 90% 5. dari reservoir ataupun benda-benda yang mengandung bibit penyakit lainnya ke manusia sehat. Persalinan Nakes 6. Permasalahan gizi di Indonesia adalah defisiensi protein kalori. masalah ini merupakan masalah : 95% : 20% : 90% : 90% : 100% : 90% : 100% yang cukup berat dan komplit. Pemberian Vit A  Bayi 90%  Balita 90%  Bufas 80% 2. KPKIA 7. dan anemia.

sehat fisik. Upaya kesehatan sekolah Dalam Pasal 45 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan disebutkan. Diare 7. Tujuan umum kegiatan UKS adalah meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat. Sistomiasis 11. HIV/AIDS 8. Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usiasekolah. Filariasis 10. maupun lingkungan masyarakat. ISPA 6. 2. mental. Pengobatan 7. Penyakit menular seksual 12. yang mencakup pengetahuan. sikap.3. sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat. Kusta 6. daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA. di rumah tangga. sehingga peserta didik dapat belajar. Upaya kesehatan olahraga . Malaria 9. kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat. Polio 5. Demam berdarah 4. dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah. tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. maupun sosial. Pencatatan dan Pelaporan Upaya kesehatan pengembangan terdiri dari: 1. Tujuan khusus adalah memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa.

ketidakmauan maupun ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Upaya perawatan kesehatan masyarakat Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 128/ Menkes/ SK/ II/ Tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas. dan sosial yang memungkinkan setiap pekerja dapat bekerja secara sehat dengan produktivitas yang optimal tanpa membahayakan diri. dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan. masyarakat. kegiatan pengobatan (kuratif). Upaya kesehatan gigi dan mulut Upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dalam pasal 46 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan disebutkan kesehatan olahraga diselenggarakan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan melalui kegiatan olahraga. kelompok. keluarga. 3. 4. upaya keperawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya kesehatan penunjang yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan. Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu. 5. merupakan salah satu kegiatan dari puskesmas dalam rangka melaksanakan salah satu program pokok puskesmas. Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah terkait dengan masalah kesehatan prioritas daerah yaitu belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan atau sudah memanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut. dan lingkungan sekitarnya.Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan atau olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. secara menyeluruh baik pelayanan promotif (peningkatan kesehatan/penyuluhan). dan kegiatan pemulihan kesehatan gigi dan mulut (rehabilitatif). Upaya kesehatan kerja Menurut kebijakan teknis Program Kesehatan Kerja (Depkes RI 2002) kesehatan kerja adalah keadaan sejahtera dari badan. jiwa. kegiatan pencegahan (preventif). Pelayanan kesehatan gigi dan mulut ditujukan kepada keluarga serta masyarakat di wilayah kerjanya. keluarga. Selain itu. puskesmas .

Secara khusus tujuannya adalah menurunkan angka kebutaan dari 1. meningkatkan kesadaran. kegiatan rujukan yang memadai (adequate referral). gangguan penggunaaan zat. Upaya kesehatan usia lanjut Tujuan umumnya adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya dalam strata kemasyarakatan. meningkatkan jangkauan pelayanan mulai pemerataan pelayanan termasuk pemenuhan sarana prasarana dan peningkatan kualitas pelayanan mata. retardasi mental. gangguan kecemasan. Upaya kesehatan mata Tujuan pelayanan kesehatan mata secara umum adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan mata dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat. gangguan pada anak dan remaja (gangguan tingkah laku. dengan kegiatan sesuai Pedoman Kerja Puskesmas adalah pengenalan dini kasus gangguan jiwa (early detection). Upaya kesehatan jiwa Upaya kesehatan jiwa di puskesmas telah mulai dikembangkan sejak lama baik secara khusus maupun terintegrasi dengan kegiatan pokok puskesmas lainnya.melaksanakan kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD). dan meningkatkan kerja sama lintas sektor dan peran swasta termasuk LSM dalam Upaya Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan dan Upaya Penanggulangan Kebutaan dan low vision. 6. sikap dan prilaku masyarakat terhadap kesehatan indera penglihatan. gangguan psikosomatik atau psikofisiologik. Tujuan khususnya adalah meningkatkan . gangguan depresi. gangguan pemusatan perhatian/sindrom hiperkinetik.5% pada tahun 2000 menjadi 1. dan melaksanakan terapi lanjutan (follow up) terhadap kasus jiwa yang sudah selesai perawatan di RSJ untuk meringankan beban pasien. meliputi: gangguan psikosis. memberikan upaya pertolongan pertama pada kasus-kasus gangguan jiwa (primary treatment). gangguan perkembangan spesifik) dan epilepsi. 7.5% pada tahun 2020.0% pada tahun 2010 dan 0. 8.

kesadaran pada usia lanjut untuk membina sendiri kesehatannya. dan masyarakat luas. Upaya pembinaan pengobatan tradisional Dalam Undang-Undang No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 47 memuat pengobatan tradisional. cacat. kelompok usia lanjut dalam masa prasenium (55-64 tahun) dalam keluarga. hidup dalam panti. organisasi sosial yang bergerak di dalam pembinaan kesehatan usia lanjut. 31 Agustus 2015 . kelompok usia lanjut dalam masa senescens (>65 tahun) dan usia lanjut dengan resiko tinggi (lebih dari 70 tahun) hidup sendiri. penderita penyakit berat. setiap upaya pengobatan atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Sasaran pembinaan tidak langsung adalah keluarga dimana usia lanjut berada. 9. dan lain-lain. Pengobatan tradisional yang dimaksud perlu dibina dan diawasi untuk diarahkan agar menjadi pengobatan dan atau perawatan cara lain yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya. Sasaran pembinaan secara langsung upaya kesehatan usia lanjut adalah kelompok usia menjelang usia lanjut (45-54 tahun) atau dalam virilitas dalam keluarga maupun masyarakat luas. terpencil. dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan usia lanjut. organisasi masyarakat usia lanjut dan masyarakat umumnya. PEMBEKALAN DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN PEMBIMBING: Parlin Manalu Materi Diberi Pada: Senin. meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam menghayati dan mengatasi kesehatan usia lanjut.

Sub Bagian Penyusunan Program Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup kesekretariatan meliputi pengelolaan administrasi umum. dan kesehatan khusus 4. 3. yang pada gilirannya akan mempengaruhi pencapaian derajat kesejahteraan secara umum. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit b. mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat. terutama dibidang kesehatan. Seksi Kesehatan Rujukan c. Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Medan Visi Dinas Kesehatan Kota Medan adalah “Masyarakat Medan Sejahtera”. Misi Dinas Kesehatan Kota Medan yaitu menggerakkan Pembangunan Kota Berwawasan Kesehatan. kesehatan rujukan. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan a. Sub Bagian Keuanganan dan Perlengkapan c. Masyarakat Medan mengandung arti bahwa sasaran kerja dari Dinas Kesehatan Kota Medan adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja pemerintah kota Medan. Seksi Wabah dan Bencana c.keuangan. akan memperoleh kesejahteraan. Seksi Khusus Bidang Bina Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pelayanan kesehatan dasar.Sehat diartikan sebagai cara berpikir masyarakat kota Medan yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai kesehatan yang pada akhirnya mewujudkan lingkungan yang sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat. Kepala Dinas Kesehatan 2.Sejahtera mengandung arti bahwa masyarakat kota Medan dengan cara berpikir yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai kesehatan. Sekretariat a. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan a. Memelihara dan Meningkatkan Profesionalisme Layanan Kesehatan b. Sub Bagian Umum b. Seksi Kesehatan Lingkungan . dan penyusunan program.a. Seksi Kesehatan Dasar b. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Medan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Medan adalah sebagai berikut: 1.

8. Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Dinas Kesehatan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. dan peralatan kesehatan 7. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan a. Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan b. jaminan.Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas yang mencakupi pengendalian dan pemberantasan penyakit. bencana. Seksi Jaminan Kesehatan c. pendayagunaan. Bidang Kefarmasian Jaminan dan Sarana Kesehatan a. Instalasi Farmasi Kabupaten. pendidikan. registrasi. pelatihan. sarana. wabah. Seksi Pendidikan dan Pelatihan c. Seksi Kefarmasian b. yang terdiri dari: Puskesmas. dan kesehatan lingkungan. 6. . Unit Pelaksana Teknis (UPT) Unit pelaksana teknis dinas (UPTD) adalah pelaksana teknis dinas yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan. 5. Balai Promosi dan Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota. dan akreditasi. Laboratorium Kesehatan Kabupaten/Kota. Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan Bidang kefarmasian dan Sarana Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup kefarmasian. Seksi Registrasi dan Akreditasi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup perencanaan.

Julanti Batubara Materi Diberi Pada : Selasa. Isi materi adalah sebagai berikut : PELAYANAN KESEHATAN PEMBIMBING: dr.00 – 16. yaitu sesi pertama pada pukul 08. 01 September 2015 1.00 WIB di Dinas Kesehatan Kota Medan.3.2.15 untuk sesi tanya jawab. Pelayanan kesehatan dasar Program pelayanan kesehatan dasar dibagi menjadi : - Gizi (contoh : gizi buruk.4. Bimbingan pada hari ini terbagi menjadi dua sesi. KKS kembali dimulai pada pukul 08. Hari Kedua (Selasa 01 September 2015) Pada hari kedua.00-12.00 dan sesi kedua 14. gizi kurang) KIA (kesehatan ibu dan anak) UKS (unit kesehatan sekolah) .

gizi kurang. iii. pengambilan obat peran dinkes (pemko medan) i. Program-program : i. 50. pelayanan kesehatan v. umtuk mengetahui perkembangan gizi di seluruh kota Medan . ii. Gizi a. penimbangan iii. Laporan gizi buruk. pendaftaran ii.- Deteksi tumbuh kembang anak Promosi kesehatan Sistem pelaporan pencatatan terpadu puskesmas (SP2JP) - Laporan penyakit Laporan kegiatan Laporan luar gedung Posyandu di kota medan berjumlah 1390 di 21 kecamatan 151 kelurahan. pencatatan hasil penimbangan iv. dilakukan 1 x / bulan Terdiri dari 5 kader Posyandu terdiri dari 5 meja : i . Memberi transpor kepada setiap kader sebesar Rp.000 Pemberian makanan tambahan Pelatihan ulang kader Yang bisa menjadi kader bisa siapa saja yang sukarela untuk menjadi kader tetapi lebih baik orang yang baik atau dihormati oleh masyarakat.

SMA c. Sekolah SD. SMP. teman temannya Promosi kesehatan a.iii. Pembinaan dan pengawasan 2. b. Biasa dilakukan oleh puskesmas UKS a. Promosi ke masyarakat dengan bernagai cara dan media dapat ii. berupa poster dan leaflet 2. Petugas dari puskesmas turun ke sekolah b. Perpanjangan izin Rumah Sakit Di kota Medan jumlah Rumah sakit sebanyak 72 Rumah Sakit diantara nya adalah:        Rumah Sakit Ibu dan Anak Rumah Sakit Jiwa Rumah Sakit Mata Rumah Sakit Ortopedi Rumah Sakit Bedah Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Pemerintah :8 :4 :2 :1 :1 : 56 :1 Setiap Rumah Sakit harus melaporkan   Pengunjung lama dan pengunjung baru 10 Penyakit besar rawat jalan . Setiap sekolah mempuntai dokter kecil sebagai motivator untuk iv. Pelayanan Kesehatan Rujukan Program Kerja 1. Gizi kurang dan gizi buruk harus ditangani KIA a.

5. 10 Penyakit besar rawat inap Laporan Rumah Sakit yang ditetapkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui Sirs Online yang terdiri dari: RL1. Rehabilitasi Medik 3. Kesehatan Jiwa 3.11.14.13.10.9. Pelayanan 3.8.I. Pembedahan 3.II. Perinatologi 3. Data dasar Rumah Sakit 1. Pelayanan Khusus 3. Kebidanan 3. Rawat Inap 3. Laboratorium 3. Keluarga Binaan 3.III Fasilitas tempat tidur rawat inap RL2.12.1.2 Rawat darurat 3. Ketenagaan RL3.4.6.7. Indikasi pelayanan Rumah sakit 1. Radiologi 3. Farmasi Rumah Sakit 3. Rujukan .3 Gigi dan mulut 3.

00 – 16.1.00-12. MARS Materi Diberi Pada : Rabu.2. Isi materi adalah sebagai berikut : PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN PEMBIMBING: dr.15. 10 Penyakit Rawat Jalan Tipe Rumah Sakit     A B C D Memiliki >200 Tempat Tidur Memiliki 200 Tempat Tidur Memiliki 100 Tempat Tidur Memiliki 50 Tempat Tidur 4. 02 September 2015 1.15 untuk sesi tanya jawab.A. Cara Bayar RL4. KKS kembali dimulai pada pukul 08. Pengunjung Rawat Inap 5.B.3. Pengunjung Rumah Sakit RL5. Pocut Fatimah Fitri. Penyakit Rawat Inap 4. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh.3. 10 Penyakit Rawat Inap 5. yaitu sesi pertama pada pukul 08. 02 September 2015) Pada hari ketiga.00 WIB di Dinas Kesehatan Kota Medan.4. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit  HIV / AIDS Pengertian HIV merupakan singkatan dari 'Human Immunodeficiency Virus'. Hari Ketiga (Rabu. Penyakit Rawat Jalan RL5.3. Dengan kata lain. Bimbingan pada hari ini terbagi menjadi dua sesi. Pengunjung Rawat Jalan 5. HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.00 dan sesi kedua 14.3. kehadiran virus .

cairan kelamin/mukosa. yaitu :  Exit : virus keluar melalui darah . yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Pemeriksaan HIV adalah : Aptt. yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. ASI.  Sum : jumlah virus yang keluar. Atau HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel).ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Definisi AIDS adalah singkatan dari 'Acquired Immunodeficiency Syndrome / Acquired Immune Deficiency Syndrome' yang menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. foto thorax. Sistem penularan HIV/AIDS menurut dinas kesehatan adalah “ESSE”. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi. Cara Penularan  Lewat cairan darah Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV . Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai "infeksi oportunistik" karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.  Enter : virus masuk melalui luka terbuka. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.  Space : hidup virus di suatu tempat atau tubuh. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus. dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. SGOT.

imunisasi. misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika Suntikan. Karena HIV – dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain. Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%. sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) . misalnya : peyuntikan obat. air mani dan cairan vagina Odha. Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV. keringat. • Lewat Air Susu Ibu : Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif. . jarum tato. dll) yang telah tercemar HIV karena baru dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV dan tidak disterilisasi terlebih dahulu. Melalui cairan-cairan tubuh yang lain. misalnya alat tindik. artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif. peralatan dokter. pemakaian alat tusuk yang menembus kulit. Secara langsung (transfusi darah. tidak pernah dilaporkan kasus penularan HIV (misalnya melalui: air mata. atau tercampurnya cairan sperma dengan darah. air liur/ludah. tindik. dan melahirkan lewat vagina.  Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain.ditemukan dalam darah. kemudian menyusui bayinya dengan ASI. tato. yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus. air kencing). yang dipakai bergantian tanpa disterilkan. dan alat facial wajah • Lewat cairan sperma dan cairan vagina : Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus). produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV) l Lewat alat-alat (jarum suntik. tanpa menggunakan kondom.

perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Kita tidak tertular HIV selama kita mencegah kontak darah dengan Odha dan jika berhubungan seks. sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. seperti telepon umum. atau pemakaian alat makan minum bersama. juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya. WC umum. . Dalam satu kali hubungan seks secara tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV dapat terjadi penularan. AIDS tidak ditularkan melalui:  Makan dan minum bersama. karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina.Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV tanpa memakai kondom l Melalui transfusi darah l Melalui alat-alat tajam yang telah tercemar HIV (jarum suntik. kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. Walaupun secara statistik kemungkinan ini antara 0. karena kegiatan sehari-hari Odha tidak memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh yang menularkan HIV. seperti halnya orang lain karena tidak menunjukkan gejala klinis. pisau cukur. Kondisi ini disebut “asimptomatik” yaitu tanpa gejala. tatto. kita melakukannya secara aman dengan memakai kondom. senggolan. Pada orang dewasa sesudah 5-10 tahun mulai tampak gejala-gejala AIDS. HIV di cairan vagina atau darah tersebut.  Ciuman. Seorang Odha kelihatan biasa. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina.  Pemakaian fasilitas umum bersama. Dalam berhubungan seks vaginal.1% hingga 1% (jauh dibawah risiko penularan HIV melalui transfusi darah) tetapi lebih dari 90% kasus penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman. pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya. dll) l Melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV. dan kolam renang.

lalu campurkan garam ¼ sendok teh kemudian campurkan kedalam air sebanyak 200ml kemudian aduk sampai larut benar. dan jaminan kesehatan serta tugas pembantuan. pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Yang disebabkan oleh bakteri virus. Cara pmbuatan larutan gula garam adalah masukkangula sat sendok teh penuh. maka dapat juga diberikan larutan gula dan garam. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Kesehatan di bidang pengendalian masalah kesehatan. Pada puskemas penatalaksaan diare diberikan larutan oralit. pelayanan kesehatan. atau gigitan nyamuk  Diare Diare meurut definisi adalah BAB dengan konsistensi encer yang berlangsung sebanyak lebih dari 7 kali perhari. dan jamur. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan merupakan program Dinas Kesehatan dengan tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah/kewenangan provinsi di bidang kebijakan teknis pembinaan pengendalian masalah kesehatan. Lewat keringat. Minum 2 gelas setiap kali BAB. Apabila tidak terdapat oralit. Seksi dalam Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan terdiri dari:  Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit  Seksi Wabah dan Bencana  Seksi Kesehatan lingkungan  TB .

jika terkena infeksi TB gejalanya tidak seberat orang yang tidak imunisasi. jadi dilakukan pemeriksaan dahak yang hasilnya mendekati kultur. pagi . ditetapkanlah strategi DOTS (directly observed treatment short course) yang dimaksud dengan pengobatan. pengamatan langsung dalam waktu singkat. sewaktu.Etiologi : Mycobacterium tuberculosis Untuk menurunkan angka kesakitan akibat TB. Pada 1 pasien dengan BTA (+) dapat menularkan 10 orang sehat. Cara mencegah penularan : - Beritahu pasien penyakit yang dideritanya apa Jelaskan cara penularan seperti apa Jangan merokok Pasien harus kembali kira-kira ± 1minggu/bulan atau ada peningkatan berat badan kalau pengobatan < 1 bulan bisa dilanjutkan. Pencegahan dilakukan dengan upaya imunisasi BCG . Untuk pemeriksaan dahak dapat dilakukan 3 kali pengambilan dahak. Dikarenakan hasil pemeriksaan kultur lama. TB01 : kartu pengobatan TB (status pasien) Pengobtan lengkap beda dengan sembuh Fase awal : setiap hari selama 2 minggu Fase lanjutan : 3x/minggu Periksa juga HIV TB02 : kartu identitas TB . yaitu sewaktu. TB MDR harus memiliki petugas PMO dari tenaga kesehatan karena harus disuntik Pengamatan untuk penderita TB bisa berlanjut danterus menerus.

Tanggal perjanjian ambil obat . Seksi Kesehatan Lingkungan Tugas Pokok dari bidang Kesehatan Lingkungan adalah: . pemeriksaan dahak TB03 : registrasi Dari TB01 Ini akan dikirim ke Dinkes TB04 laboratorium Pemeriksaan dahak puskesmas : PSM TB05 : formulir permohonan lab Dikasih poli klinik. kembali ke poliklinik TB06 tersangka (susp) TB dipaksa SPS Puskesmas mebuat fiksasi dahak : PRM (puskesms rujukan mikroskopis) TB07 : laporan triwulan penerimaan dan pengobatan TB dari SITC TB08 : kesembuhan TB09 : pindah / rujukan TB10 : formulir hasil akhir pengobatan Meninggal karena alas an apapun disebut meninggal TB11 pengamatan berkelanjutan TB12 : cross-check (pengiriman sediaan untuk diuji silang) Error-rate >5% harus dicari tahu Misalnya mikroskop jorok atau reagen sudah kadaluarsa 2. tanggal kembali.

Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas. contoh tempat yang di awasi seperti : - Bakery Tempat pembuatan minum Tempat pembuatan tahu dan tempe Restoran dan Rumah makan Cattering Warung dan jajanan tempat minum Dan lain-lain 3. minuman dan pabrik harus memiliki surat izin sehat.- Sebagai badan pengawasan Pengelolahan makanan dan minuman Syarat untuk pengelolahan makan dan minunan di lihat dari : - Inspeksi sanitasi Bangunan Pegawai Fasilitas sanitasi. pembuangan air limbah (memenuhi sarat atau tidak) Setiap Pengelolah makanan. Seksi Wabah dan Bencana • Menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan petunjuk teknis di • bidang wabah dan bencana. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. serta menjaga lingkungan dari limbah berbahaya. dimana tujuannya agar pemerintah dapat mengawasi tempat pengolahan makanan dan minuman layak produksi atau tidak layak produksi. Menyiapkan bahan pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di • bidang wabah dan bencana. . Khusus Fasilitas sanitasi perlu kita liat adalah tempat sampah (tertutup atau tidak). Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian bidang wabah dan • • bencana. Menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi • lain di bidang wabah dan bencana. kamar mandi (bersih atau tidak).

Kesimpulan Tanggung jawab Dinas Kesehatan Kota Medan yang paling penting yaitu dalam pengaturan puskesmas. Program kerja di Dinas Kesehatan Kota Medan ditanggung-jawabi oleh masing-masing bidang dan sub bidang. dimana puskesmas diwajibkan untuk melaporkan setiap program dan sasaran kegiatan yang telah direncanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja di puskesmas tersebut.BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. dimana penyusunan program kerja setiap bidang dilakukan pada saat rakerkesda yang diadakan setiap 5 tahun sekali. .1. Saran  Penyuluhan serta promosi kesehatan masyarakat harus terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat baik ditempat tinggal maupun diluar tempat  tinggal. Sehingga program tidak hanya sekedar baik disusun. tetapi juga baik dalam implementasinya. Program-progam yang sudah berjalan harus dievaluasi dan diawasi dengan ketat.2.

Related Interests