ETIOLOGI

Bakteri gram negatif lebih sering menyebabkan ISK dibandingkan bakteri gram
positif, dimana Escherichia coli (50-90%) lebih dominan dibanding bakteri gram
negatif yang lainnya (seperti Klebsiella/Enterobacter (10-40%), Proteus sp (510%)

,

Pseudomonas

aeroginosa

(2-10%)).

Enterococci

(2-10%)

dan

Stahylococcus aureus merupakan jenis bakteri gram positif yang sering
ditemukan pada pasien dengan batu saluran kemih, pria lanjut usia dengan
hiperplasia

prostat

atau

pada

pasien

yang

menggunakan

kateter

urin.

Pseudomonas aeroginosa, Brusella, Nocardia, Actinomises, dan Mycobacterium
tuberculosa dapat menginfeksi saluran kemih melalui jalur hematogen. Candida
sp merupakan jamur yang paling sering menyebabkan ISK terutama pada pasienpasien yang menggunakan kateter urin, pasien DM, atau pasien yang mendapat
pengobatan antibiotik berspektrum luas. Jenis Candida sp yang paling sering
ditemukan adalah Candida albican (1-2%) dan Candida tropicalis. Semua jamur
sistemik dapat menulari saluran kemih secara hematogen.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Analisa Urin (urinalisis)
Pemeriksaan urinalisis meliputi:

Leukosuria (ditemukannya leukosit dalam urin)
Dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebih leukosit (sel darah putih) per
lapangan pandang dalam sedimen urin.

Hematuria (ditemukannya eritrosit dalam urin).
Merupakan petunjuk adanya infeksi saluran kemih jika ditemukan eritrosit
(sel darah merah) 5-10 per lapangan pandang sedimen urin. Hematuria bisa
juga karena adanya kelainan atau penyakit lain, misalnya batu ginjal dan

penyakit ginjal lainnya.
2. Pemeriksaan bakteri (bakteriologis)
Pemeriksaan bakteriologis meliputi:

Mikroskopis.
Bahan: urin segar (tanpa diputar, tanpa pewarnaan).
Positif jika ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang.

Biakan bakteri.
Untuk memastikan diagnosa infeksi saluran kemih.

Related Interests