PERCOBAAN III

SINTESIS ASAM HIPURAT
I. Latar Belakang
Mempelajari sintesis asam hipurat melalui reaksi benzoilasi senyawa amina.
II. Tinjauan Pustaka
Dalam tubuh terdapat mekanisme detoksifikasi terhadap asam benzoat, sehingga
tidak terjadi penumpukan asam benzoat. Asam benzoat akan bereaksi dengan
glisin menjadi asam hipurat yang akan dibuang oleh tubuh. Asam benzoat secara
alami terdapat dalam rempah-rempah seperti cengkeh dan kayu manis (Winarno,
1992).
Toluen masuk ke dalam tubuh, terutama melalui inhalasi. Sebanyak + 20% toluen
yang terinhalasi akan dikeluarkan dari tubuh melalui udara pernapasan dalam
bentuk utuh, + 80% lainnya mengalami metabolisme menjadi asam benzoat, lalu
berkonyugasi dengan glisin dalam hati membentuk asam hipurat yang akan
diekskresikan dalam urin. Asam hipurat dengan cepat dieliminasi dalam urin
terutama diekskresikan melalui tubulus proksimal ginjal,

hampir seluruhnya

dalam 24 jam (ATSDR, 2000).
Natrium benzoat membentuk asam hipurat dengan glisin endogen; hipurat
dibersihkan dari ginjal dengan 5 kali kecepatan filtrasi glomeruler. Setiap mol
benzoat mengambil 1 mol amonia sebagai glisin (Behrman and Arvin, 1996).
Asam hipurat (berasal dari kata hippos, kuda, dan ouron, urine) adalah sejenis
asam karboksilat yang ditemukan dalam urin kuda dan herbivora lainnya. Asam
hipurat yang mengkristal memiliki struktur prisma rombik yang larut dalam air
panas, meleleh pada 187 °C, dan berdekomposisi pada 240 °C. Asam hipurat di
dalam tubuh terbentuk dari reaksi antara asam benzoat

(umumnya sebagai

pengawet pada produk makanan) dengan asam amino glisin (Tim Dosen Kimia
Organik Sintesis, 2016).

Metodologi . Hasil reaksi berupa senyawa amida dalam bentuk padatan kristal. Bila terdapat penghambat ACE. metode Cushman dan Cheung merupakan metode uji aktivitas penghambat ACE menggunakan hipuril-histidil-leusin atau HHL sebagai substrat. dimana HHL ini akan dihidrolisis oleh ACE menjadi asam hipurat. Reaksi sintesis asam hipurat: Gambar 1.Menurut Tim Dosen Kimia Organik Sintesis (2016). konsentrasi asam hipurat yang terbentuk akan berkurang. Reaksi dibantu dengan basa dan asam. asam hipurat dapat disintesis dari benzoil klorida dan asam amino glisin. Sintesis asam hipurat Menurut Ahmad (2016). Asam hipurat tersebut diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 228 nm untuk menggambarkan aktivitas ACE. III.

1. Waktu dan Tempat Praktikum percobaan dilakukan pada tanggal 22 Februari 2016 pukul 13. kaca arloji. batang pengaduk. glisin. gelas ukur 10 mL. Menambahkan 9 mL benzoil klorida dalam lima bagian penambahan. Menempatkan padatan dalam gelas dan menambahkan 20 mL CCl4. oven. lemari asam. dan kertas saring. dan melting point.3.Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini yakni gelas kimia 300 mL. hot plate. Selanjutnya. asam benzoat.00 WITA sampai selesai di Laboratorium Kimia Organik dan Biokimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako. Prosedur Kerja Melarutkan 5 gram glisin dalam NaOH 10% dalam erlenmeyer. Rekristalisasi dengan air mendidih (sekitar 100 mL). Mengumpulkan kristal asam hipurat .2. erlenmeyer 250 mL.III.Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yakni NaOH 10%. Memindahkan larutan ke gelas kimia sambil membilas erlenmeyer dengan sedikit aquadest pada akhir penuangan. Kemudian. HCl teknis. III. corong buchner. Mengocok setiap penambahan sampai semua klorida telah bereaksi.1.2. neraca analitik. pipa kapiler. Alat dan Bahan III. Mengumpulkan hasil endapan kristal asam hipurat yang masih mengandung pengotor asam benzoat dengan corong buchner dan mencuci dengan air dingin. tutup gelas kimia dengan cawan petri dan mendidihkan campuran dengan hati-hati selama 10 menit. benzoil klorida. mencuci asam hipurat dengan 3-4 mL CCl 4. pipet tetes. magnetik stirer.2. membiarkan campuran hingga agak dingin dan menyaring dengan penyaring buchner. Kemudian mengeringkan di udara bebas. es batu. CCl4. cawan petri. Menempatkan beberapa gram serpihan es dalam larutan dan tambahkan asam klorida secara perlahan dan stirer sampai campuran bersifat asam.2. gelas kimia 100 mL. gelas ukur 50 mL. pH universal. aquadest. III. III.

5 gr glisin + 50 mL NaOH 10% + 9 mL benzoil klorida + es batu Larutan bening. menggunakan corong Larutan berwarna terdapat endapan. Padatan berwarna putih. 2.dengan penyaring buchner dan mengeringkan dalam oven. 1. buchner + HCl teknis + 20 mL CCl4 5. Larutan bening terdapat sedikit 3. Hasil dan Pembahasan Hasil Pengamatan 4. 4. Menyaring kristal. IV. keruh . Rendemen yang mungkin didapatkan sekitar 9 gram dengan titik leleh 187oC. No Perlakuan Hasil .1.

Rendemen Asam Hipurat Sebelum Rekristalisasi Dik: Berat Kristal + Kertas Saring + Cawan Petri Berat Kertas Saring Berat Cawan Petri Berat Kristal Berat glisin Berat NaOH Berat CCl4 Berat benzoil klorida Dit: % Rendemen =.255 – 43.565 gr 185oC Keterangan : Berat kertas saring = 0.993 gr 7. Analisa Data a.197 gr Rekristalisasi sampel Berat kristal sebelum rekristalisasi Berat kristal sesudah rekristalisasi Titik lebur Berat cawan petri = 43..21 g/ml = 105 gr = 31.188 gr dan 0.188 gr = 43.255 gr = 0. 5857 % % Rendemen Asam Hipurat .065 gr = (50.253) gr = 7.21 g/mL = 10.89 ) gr % Rendemen Asam Hipurat = 4.065 gr 4.89 gr = Berat Kristal ×100 Berat total bahan % Rendemen Asam Hipurat = 7.002 gr × 100 ( 5+105+ 31..Menyaring corong buchner Padatan berwarna putih 6.. 4.2.002 gr = 5 gr = 50 mL x1.8+10.? Penyelesaian : = 50.8 gr = 9 mL x 1. Kristal berwarna putih 6. kekuningan.

89 gr % Rendemen Asam Hipurat = Berat Kristal ×100 Berat total bahan % Rendemen Asam Hipurat = 4.9897 % ...197 gr = 43.? Penyelesaian : = 47..8 gr = 9 mL x 1.262) gr = 4.827 gr = 0.8+10.827 – 43.21 g/ml = 105 gr = 31. Rendemen Asam Hipurat Setelah Rekristalisasi Dik: Berat Kristal + Kertas Saring + Cawan Petri Berat Kertas Saring Berat Cawan Petri Berat Kristal Berat glisin Berat NaOH Berat CCl4 Berat benzoil klorida Dit: % Rendemen =.565 gr × 100 ( 5+105+ 31.89 ) gr % Rendemen Asam Hipurat = 2.565 gr = 5 gr = 50 mL x1.b.065 gr = (47.21 g/mL = 10.

Kemudian. Sehingga atom Na mengalami pelepasan akibat terjadinya kelebihan elektron pada pengikatan atom O dan membentuk senyawa H2O. Pertama-tama. atom O yang memiliki elektron bebas pada senyawa NaOH menyerang atom H+. menambahkan larutan benzoil klorida yang berfungsi sebagai agen pensubstitusi untuk membentuk ester. . Kemudian. Pada percobaan ini memiliki tujuan yakni mempelajari sintesis asam hipurat melalui reaksi benzoilasi senyawa amina. Bahan pembuatan sintesis asam hipurat dapat dilakukan dengan mereaksikan antara senyawa glisin dengan senyawa benzoil klorida dengan katalis NaOH dan HCl.4. Pembahasan Asam hipurat merupakan senyawa ester yang berbentuk kristal memiliki struktur prisma rombik yang larut dalam air panas. Selanjutnya. Reaksi esterifikasi alkohol dengan klorida asam sangat dipengaruhi oleh faktor sterik dengan urutan reaktivitas alkohol: alkohol 10 > alkohol 20 > alkohol 30. memanaskan larutan sampel yang berfungsi mempercepat terjadinya pembentukan kristal asam hipurat.6. Hal ini dikarenakan pada senyawa glisin yang bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam maupun basa) namun senyawa glisin lebih besifat basa dan non polar sehingga cenderung mendenaturasi suatu gugus asam pada gugus asam karboksilat ketika bereaksi dengan senyawa basa NaOH. meleleh pada 187 °C. dan berdekomposisi pada 240 °C. melarutkan senyawa padatan glisin menggunakan katalis NaOH sehingga membentuk suatu larutan bening. atom O sebagai nukleofil pada senyawa glisin yang kekurangan elektron akan diserang oleh atom Na sebagai elektrofil akibat dari reaksi substitusi nukleofil dan akan membentuk NaC2O2NH4. Selanjutnya. Asam hipurat di dalam tubuh terbentuk dari reaksi antara asam benzoat (umumnya sebagai pengawet pada produk makanan) dengan asam amino glisin. Atom H gugus karboksil pada senyawa glisin mengalami pelepasan sehingga atom O yang mengikat atom H yang terlepas mengalami kekurangan elektron.

Menurut Tim Dosen Kimia Organik Sintesis (2016). Kemudian. Kemudian. Kemudian. Selanjutnya. Fungsi dari larutan CCl 4 yakni melarutkan zat pengotor yakni ion klorida yang akan mempengaruhi kristal asam hipurat. . Hasil yang diperoleh ini tidak sesuai literatur yang ada. menambahkan serpihan es yang berfungsi untuk membentuk kristal asam hipurat yang ditandai dengan terbentuknya kristal putih pada larutan sampel. menyaring endapan yang diperoleh dari reaksi glisin dan benzoil klorida mengggunakan corong buchner yang berfungsi untuk mempercepat waktu penyaringan dan endapannya lebih mudah mengering. Rendemen kristal yang tidak sesuai dengan literatur ini diindikasikan tidak banyaknya endapan pada pembentukan asam hipurat ketika penambahan serpihan es dan terjadinya pelarutan endapan asam hipurat yang dipengaruhi zat pengotor ion klorida. melakukan pencucian pada endapan dengan menggunakan akuadest yang bertujuan untuk menghilangkan sifat alkalinitas dari kristal yang diperoleh karena masih mengandung garam NaCl.Selanjutnya. Kemudian. Senyawa NaC2O2NH4 yang terbentuk mengalami pelepasan atom Na sehingga atom O yang mengikat kembali kekurangan elektron (membutuhkan elektron). Selanjutnya. merekristalisasi larutan sampel sehingga mendapatkan kristal asam hipurat yang murni. atom Na yang terlepas diserang atom Cl sebagai nukleofil pada senyawa katalis HCl sehingga membentuk senyawa samping NaCl. Prinsip dari alat vakum ini yaitu meminimalisir suatu tekanan di dalam sistem sehingga tekanan di luar sistem menjadi lebih besar. Selanjutnya. hal ini yang membuat proses penyaringan manjadi lebih cepat. menambahkan larutan HCl teknis yang berfungsi sebagai katalis asam yang akan mempercepat proses penyusunan kembali senyawa asam amino pada glisin sehingga membentuk senyawa ester. berat rendemen kristal asam hipurat dari percobaan yang dilakukan adalah 9 gram dan titik leleh asam hipurat 185oC. Hal ini akan mempengaruhi senyawa endapan asam hipurat yang terbentuk. Adapun rendemen kristal setelah rekristalisasi yakni 2.9897 % dan titik leleh asam hipurat yang dihasilkan yakni 185 oC. menambahkan larutan CCl4 pada hasil endapan asam hipurat dan memanaskan larutan sampel.

Kemudian.yang memiliki elektron bebas menyerang atom C karbokation sebagai elektrofil. atom N gugus amina sebagai nukleofil pada senyawa C2O2NH4. 1 atom H yang mengikat pada atom N gugus amina mengalami pelepasan akibat terjadinya kelebihan muatan pada atom N. Kemudian. Selanjutnya.atom Cl pada senyawa benzoil klorida mengalami pelepasan sehingga terbentuk karbokation pada atom C gugus karboksil. Penyerangan atom atom N gugus amina terhadap atom C karbokation akibat terjadinya proses substitusi elektrofil. . Sehingga terbentuk senyawa ester asam hipurat. atom O yang kekurangan elektron menyerang atom H sebagai elektrofil.

. rendemen berat kristal asam hipurat yang konstan yakni 28.V. Asam hipurat merupakan senyawa ester yang berbentuk kristal memiliki struktur prisma rombik. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan. dapat disimpulkan bahwa: 1. 2.89 % dan titik leleh asam hipurat yang dihasilkan yakni 185oC.

PT. Nelson Textbook Of Pediatrics. 1996.wordpress. Department of Health and Human Services. Kimia Pangan dan Gizi. Diakses pada tanggal 27 Februari 2016. Islamudin. Nelson. Palu ATSDR. Jurusan Kimia FMIPA UNTAD. Toxicological Profile for Toluene. Palu Winarno. Philadelphia Tim Dosen Kimia Organik Sintesis. Kliegman and Arvin. Penuntun Praktikum Kimia Organik Sintesis. 2016. Jakarta . U.S. (online). 1 Edisi 15.G. Atlanta – Georgia Behrman. 1992. https://islamudinahmad84. Gramedia Pustaka Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. F.com/tulisan/artikel1/metode-metode-uji-aktivitas-penghambat-ace/. 2016. 2000. Public Health Service. Ilmu Kesehatan Anak Vol. Metode-Metode Uji Aktivitas Penghambat ACE Secara In Vitro.