E.

Periode Neogen
Neogen adalah suatu periode bagian dari eraKenozoikum pada skala waktu geologi yang
dimulai sejak 23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan
proposal terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri
dari kalaMiosen, Pliosen, Pleistosen, danHolosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem
Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang
terbentuk pada periode ini.
Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode
ini,mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada
periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua,
dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnyaAmerika Utara dan Selatan pada
akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi
kontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala
waktu).
F. Periode Miosen
Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga
5,332 juta tahun yang lalu. Seperti halnya periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan
batuan yang membedakan awal dan akhir kala ini dapat teridentifikasi, tapi waktu tepat awal
dan akhirnya tidak dapat terlalu dipastikan. Miosen dinamai oleh Sir Charles Lyell dan
berasal dari kata bahasa Yunani μείων (meioon, “kurang”) dan καινός (kainos, “baru”) dan
kurang lebih merujuk pada “kurang baru” karena hanya memiliki 18% (kurang
dari Pliosen) invertebrata laut modern. Miosen mengikuti Oligosen dan diikuti
oleh Pliosen dan merupakan kala pertama pada periodeNeogen.

G. Periode Pliosen
Pliosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung 5,332 hingga 1,806
juta tahun yang lalu. Kala ini merupakan kala kedua padaperiodeNeogen di eraKenozoikum.
Pliosen berlangsung setelah Miosen dan diikuti oleh kala Pleistosen.
Namanya diberikan oleh Sir Charles Lyell dan berasal dari kata bahasa Yunaniπλεῖον (pleion,
“lebih”) dan καινός (kainos, “baru”) dan kurang lebih berarti “kelanjutan dari sekarang”,
merujuk pada fauna laut moluska yang relatif modern yang hidup pada zaman ini.

.Gunung tengah atlantik masih terus mekar dengan kecepatan 2 cm pertahun pada jama ini. dan timnya mengajukan teori bahwa suatu supernova mungkin merupakan penyebab kepunahan hewan laut yang menandai batas Pliosen-Pleistosen. Narciso Benítez. Jawa. tapi belakangan dianggap terlalu lama. Hal ini mengakibatkan munculnya Dataran Sunda dan Dataran Dahul di Indonesia.Seperti periode geologi lain yang lebih tua. dan Malysia Barat bergabung menjadi satu dengan Benua Asia. Zaman Glasial dan Zaman Interglasia a. tapi waktu pasti awal dan akhir kala ini agak tak pasti.000 hingga 11.000 tahun lalu. Pulau Sumatra. Kalimantan. Keadaan alam masih labil karena silih bergantinya 2 zaman. Kondisi Alam Pada Jaman Pleistosen. Pada tahun 1839. Jaman ini dimulai dari awal kuarter hingga kira-kira 11. Jaman Pleistosen berlangsung sekitar 600. seorang astronom dari Universitas Johns Hopkins. H.500 tahun yang lalu. “baru”).808. Banyak geologis berpendapat bahwa pembagian yang lebih luas antara Paleogen dan Neogen lebih berguna. tektonik yang terjadi belum banyak merubah morfologi dan struktur bumi. Pleistosen Pleistosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 1. charles lyell memberikan nama pleistosen untuk jaman geologi yang mengikuti jaman pliosen. Karena pendeknya waktu pleistosen. Namanya berasal dari bahasa Yunaniπλεῖστος (pleistos. Batas akhir awalnya ditentukan pada awal glasiasi Pleistosen. Zaman Glasial Zaman Glasial adalah meluasnya lapisan es kutub utara sehingga eropa dan Amerika bagian utara tertutup es.000 tahun yang lalu. dengan menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada lapisan ozon. Batas yang menentukan kemunculan Pliosen tidak ditentukan oleh suatu peristiwa tertentu melainkan hanya berupa batas semu antara Miosen yang lebih hangat dan Pliosen yang relatif lebih sejuk. Jaman pleitosen didefinisikan dengan dasar bahwa lapisan sedimen mengandung90% hingga 100% dari fauna yang masih hidup. Akhir Pleistosen berhubungan dengan akhir Zaman Paleolitikumyang dikenal dalam arkeologi. Pleistosen mengikutiPliosen dan diikuti oleh Holosen dan merupakan kala ketiga padaperiodeNeogen. “paling”) dan καινός (kainos. stratum geologi yang menentukan awal dan akhir teridentifikasi.

temperature meningkat sehingga permukaan air laut naik dan terjadi banjir yang menyebabkan daratan terpisah-pisah. Pleistosen Bawah ialah subdivisi awal atau terendah dari periode Kwarter. o Pleistosen Tengah Zaman ini juga dikenal sebagai Lapisan atau Fauna Trinil. Pleistosen Tengah. banyak hewan-hewan besar yang mengalami kepunahan. Zaman Pleistosen Tengah ialah subdivisi peralihan dari Lapisan / Fauna Jetis ke Lapisan Ngandong pada periodeKwarter. seperti : Homo Soloensis dan Homo Wajakensis hidup.Padazaman ini. Secara lebih mengkhusus. atau makhluk peralihan dari kera ke manusia.b. tumbuh dan berkembang. Zaman Interglasial Zaman Interglasial adalah zaman mencairnya lapisan es di kutub utara. Selanjutnya Tahap ini diikuti oleh Tahap Holosen atau Zaman Alluvium. Pithecanthropus Modjokertensis dan Robustus ditemukan. Para ilmuan menghubungkan makhluk ini sebagai missing link. terjadi perpindahan manusia purba dari wilayah Asia ke Indonesia. Jenis-jenis manusia : Lapisan Jenis Manusia Purba . dan Pleistosen Akhir. Zaman PListosen dapat dibagi menjadi 3 yaitu : Pleistosen Awal. Dilapisan ini Homo Sapiens. o Pleistosen Awal Zaman ini juga dikenal sebagai Pleistosen Bawah (Lapisan dan Fauna Jetis). Pleistosen Tengah secara lebih khusus disebut sebagai tahap Ionia. Pleistosen Akhir ini disebut sebagai tahap Tarantian). Zaman ini merupakan subdivisi akhir atau teratas dari periode Kwarter.Di lapisan inilah Pithecanthropus Erectus ditemukan. o Pleistosen Akhir Zaman ini juga dikenal sebagai Pleistosen Atas ( Lapisan atau Fauna Ngandong ). Di lapisan inilah Meganthropus Palaeojavanicus. Pleistosen Awal terdiri dari tahap Gelasius dan Calabria. Pada Zaman ini. Demikianlah tahap akhir dari periode Kwarter. Pada zaman pleistosen.

dan merupakan tengkorak dari anak Pithecanthropus. tetapi tidak setegap meganthropus o Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat o Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat o Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi o Bentuk hidung tebal . lembah sungai Bengawan Solo berasal dari pleistosen tengah. Memiliki tulang rahang yang kuat 2. Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut: 1. Meganthropus Paleojavanicus Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu. Berbadan besar dan tegap 3.Pleistosin bawah (Lapisan fauna Pithecantropus Mojokertensis Jetis) Meganthropus Palaeojavanicus Pleistosin tengah (Lapisan fauna Trinil) Pithecantropus Erectus Pleistosin awal/atas (Lapisan Pithecantropus Soloensis fauna Ngandong) Homo Wajakensis 1. Terutama dari tempat – tempat giginya dapat diperkirakan bahwa fosil itu umurnya belum melewati 5 tahun. 4. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera. Tidak memiliki dagu 3. Koenigswald menemukan fosil tengkorak kanak-kanak di dekat Mojokerto. Ciri-ciri Pithecanthropus erectus : o Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm o Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc o Bentuk tubuh & anggota badan tegap. Pithecanthropus Mojokertensis Manusia purba ini ditemukan pertama kali oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah lembah kali Solo. Pithecanthropus Erectus Fosil manusia jenis Pithecanthropus erectus ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahuan 1890 di Trinil. Diperkirakan manusia purba ini hidup di zaman Pleistosen bawah. 2.

Ia menyimpulkan bahwa kerangka yang ditelitinya termasuk dalam bangsa Austroloid. di tepi Sungai Bengawan Solo padasekitar tahun 1931-1934. dahi miring ke belakang 4. Homo Wajakenesis Fosil ini pertama kali ditemukan di daerah Campurdarat (Wajak). Neozoikum Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu. 5.wordpress.com/2014/04/14/pembagian-waktu-geologi/ 4. Temuan ini diselidiki pertama kali oleh Eugene Dubois. bernenek moyang Homo Soloensis dan nantinya menurun langsung bangsa-bangsa asli di Australia itu. Pithecanthropus soloensis Pithecanthropus soloensis merupakan pithecanthropus yang bertahan hidup samapi akhir pleistiosen tengah. Tetapi berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Koenigswald. Fosil ini merupakan fosil manusia pertama yang dilaporkan dari Indonesia.o Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde o Muka menonjol ke depan. Tulung Agung (Jawa Timur) oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. dan berasal dari lapisan Pleistosen atas. Diposkan oleh Nadya Gratia https://khairinamufida. Oppernoorth. Para peneliti Pithcanthropus soloensis di anataranya Von Koenigswald. Ciri-ciri zaman neozoikum: Merupakan puncak dari hewan mamalia Hewan reptil besar telah punah Iklim bumi sudah mulai stabil Terbagi menjadi dua zaman yaitu zaman tersier dan zaman kuarter . sejenis kera dan monyet. Fosil pertama ditemukan di Ngandong. Saat itu keadaan bumi sudah semakin memungkinkan untuk mendorong munculnya makhluk hidup lainnya seperti binatang menyusui. fosil ini termasuk dalam Homo Sapiens. dan Ter Haar.

Giganthropus akhirnya punah karena sebab yang tidak jelas. yaitu zaman tersier dan kuarter. Dareah hutan di Afrika Timur berubah menjadi sabana. Oligosen.Berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu Zaman Neozoikum dibagi menjadi dua zaman. Benua Afrika lepas dari benua Asia sehingga muncul Laut Merah. Berikut adalah penjelasannya: 4. Mereka kemudian berpindah ke Asia Tenggara yang masih memiliki hutan yang lebat. Selain Giganthropus. Arab. Sisasisanya masih dapat kita temukan di Kalimantan Tengah. Orangutan tidak menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan lingkungannya. Hewan ini ditemukan di Bukit Siwalik di kaki Pegununggan Himalaya dan Selat Himla (sebelah utara India). Beberapa bagian Jazirah Arab menjadi gurun dan hutan di India juga berkurang. hidup hewan yang lebih besar daripada gorilla yang disebut dengan Giganthropus (kera manusia raksasa). Daerah Afrika Timur belum gersang seperti sekarang. Eosen. Sedangkan jenis reptil raksasa lambat laun lenyap. Makanannya terutama buah dan daun-daunan. Saat itu Benua Afrika. Pada zaman Pliosen.1. sehingga mereka dapat berkembang biak dan menyebar dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Ada sekitar 65 fosil Australopithecus telah ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika Timur. dari masa yang sama hidup makhluk lain yang disebut dengan Australopithecus (manusia kera dari selatan). Daerah asalnya mungkin dari Afrika. Sedangkan di Kalimantan Barat dari kala Eosen . dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di akhir masa Moisen terjadi perubahan besar pada kulit bumi dan lingkungan alamnya. Zaman tersier terbagi menjadi zaman Pliosen. dan Kalimantan Barat. Orangutan merupakan kera yang tinggal di pucuk-pucuk pohon besar. Orangutan mulai muncul pada masa Miosen. yaitu sekitar 10 juta tahun yang lalu. Mereka menyebar ke hutan di Asia Barat Daya. Saat itu benua Afrika masih bersatu dengan Jazirah. Giganthropus hidup berkelompok. Zaman Tersier Zaman Tersier adalah zaman yang berlangsung sekitar 60 juta tahun yang ditandai dengan munculnya beragam jenis binatang menyusui (mamalia) termasuk primata seperti kera. Paleosen. Miosen. Asia Selatan.

Akhir ditemukan fosil vertebrata yaitu Anthrcotherium dan Choeromus (sejenis babi hutan purba) yang juga ditemukan di Asia Daratan. Penemuan fosil ini membuktikan bahwa kala Eosen terakhir. Kalimantan Barat bergabung dengan Daratan Asia. Ciri-ciri zaman tersier: Berlangsung sekitar 60 juta tahun Telah muncul berbagai jenis manusia purba Terdapat banyak migrasi hewan ke seluruh bagian dunia untuk menyesuaikan iklim .