KARYA TULIS ILMIAH

“HIDUP SEHAT DAN BAHAGIA TANPA NARKOBA “
(HISBATAN)

Disusun Oleh :

XI IPS 1

SMA NEGERI 7 KEDIRI
Jalan Penanggungan No 04
No Telp. (0354) 771171
Web : www.smaptakediri.sch.id

ABSTRAKS
Pengertian hidup sehat, secara umum hidup sehat diartikan sebagai hidup yang terbebas
dari segala problem baik masalah rohani (mental) maupun jasmani (fisik).
Gangguan rohani meliputi apa saja yang mengganggu kesehatan kondisi pikiran, hati dan
jiwa kita. Problem jasmani bisa berupa penyakit-penyakit yang mengganggu berfungsinya
anggota badan kita. Jadi pengertian hidup sehat itu sehat secara utuh tak terpisahkan antara
Rohani dan jasmani. Kita sering menjumpai di sekitar kita orang-orang yang sehat dan bugar
badannya, tapi mentalnya menyedihkan, jiwanya tidak terurus sehingga hidupnya carut marut.
Pengertian hidup sehat dapat didefinisikan sebagai hidup tanpa ganguan masalah yang bersifat
fisik maupun non fisik. Gangguan fisik berupa penyakit-penyakit yang menyerang tubuh dan
fisik seseorang. Sementara non fisik menyangkut kesehatan kondisi jiwa, hati dan pikiran
seseorang. Artinya, kesehatan meliputi unsur jasmani dan rohani.
Narkotika dan Obat-obatan terlarang (NARKOBA) atau Narkotik, Psikotropika, dan Zat
Aditif (NAPZA) adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi
seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan
psikologi.

Dampak negative dari penggunaan narkoba
 Emosi yang tidak terkendali
 Kecenderungan berbohong
 Tidak memiliki tanggung jawab Hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta
lingkungannya terganggu
 Cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain
 Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan
 Tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada
 Cenderung melakukan tindak pidana kekerasan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Hidup sehat diartikan sebagai hidup yang terbebas dari segala masalah, baik
masalah rohani maupun jasmani. Masalah rohani meliputi apa saja yang mengganggu
kesehatan kondisi pikiran, hati dan jiwa sedangkan masalah jasmani berupa penyakitpenyakit yang mengganggu berfungsinya anggota badan.
Dewasa ini, beberapa media komunikasi seperti televisi, radio, internet, koran dan
lainnya gempar membahas peredaran narkoba di Indonesia. Narkoba sendiri merupakan
singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Narkotika adalah zat atau obat yang
berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
Masyarakat sering sekali menyalah gunakan narkoba sehingga menyebabkan
kerugian yang sangat besar terhadap pemakai bahkan lingkungan sekitar. Pengguna
narkoba tidaklah jauh dari generasi-generasi mudah seperti kita yang masih duduk di
bangku sekolah. Oleh karena itu, kami merasa terdorong untuk menyusun karya tulis ini
dengan judul “Hidup Sehat dan Bahagia Tanpa Narkoba”. Karya tulis ini kami susun
dengan harapan generasi muda Indonesia dapat memperdalam tentang pemahaman
naroba dan hidup sehat dan bahagia bersama narkoba.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dalam karya tulis ini dirumuskan
sebagai berikut.
1.

Apa sajakah jenis-jenis, faktor pendorong, ciri-ciri, dan bahaya narkoba?

2.

Bagaimana cara mengendalikan penggunaan narkoba?

1.3

Tujuan
Sesuai dengan rumusan masalah tersebut, tujuan yang dicapai dalam penulisan
karya tulis sebagai berikut.
1.

Memperdalam pemahaman dari jenis-jenis, faktor pendorong, ciri-ciri, dan
bahaya narkoba.

2.

Memperdalam cara mengendalikan penggunaan narkoba.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Jenis-Jenis, Faktor Pendorong, Ciri-Ciri, dan Bahaya Narkoba
Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai

kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari
ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan
narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
1. Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat
dampak sebagai berikut:
1. Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
2. Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
3. Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa
lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di
luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan
kematian.
4. Adiktif
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus
bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada
pada kondisi kritis (sakaw).

2. Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
1. Opioid:
2. Kokain
3. Ganja
4. Ectasy
5. Shabu-shabu

6. Benzodiazepin

3. Bahayanya Narkoba Untuk Pelajar
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa
dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk
perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja
rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja,
justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang
besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga
memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa
jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular
dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba
melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak
akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan
kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

4. Dampak
Dampak Fisik :
1.Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran,
kerusakan saraf tepi.
2.Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut otot jantung,
gangguan peredaran darah.
3.Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan alergi.
4.Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas,
penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
5.Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis :

Berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk
menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat.

Dampak sosial dan ekonomi :
Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.

Ciri-ciri penyalahguna Narkoba :
1. Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan; penampilan dunguk;
bicara tidakjelas; mata merah; kurus dan nyeri tulang.
2. Perubahan psikologis :gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung.
3. Perubahan prilaku sosial :menghindari kontak mata langsung; suka melawan; mudah
tersinggung; ditemukan obat2an, jarum suntik dalam kamar/ tas; suka berbohong; suka bolos
sekolah; malas belajar, suka mengurung diri di kamar.

Faktor narkoba berbicara tentang farmalogi zat, yaitu jenis dosis, cara pakai, pengaruhnya
pada tubuh, serta ketersediaan dan pengendalian peredarannya.

Dari sudut individu, penyalahgunaan narkoba harus dipahami dari masalah perilaku yang
kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Lingkungan berbicara tentang
keluarga, kelompok sebaya, kehidupan sekolah, dan masyarakat.

Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus bertanggung
jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung
jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai
apa yang baik dan buruk.

5. Faktor utama seorang menjadi rawan terhadap narkoba yaitu :
 Faktor kepribadian
Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal,
kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja
terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba :

1.

Kurangnya Pengendalian Diri
Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit
pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang
melarang penyalahgunaan narkoba.

2. Konflik Individu/Emosi Yang Belum Stabil
Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak
biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba,
karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut
dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.
3. Terbiasa Hidup Senang / Mewah
Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang
lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan,
praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara
yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba
yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan.
 Faktor Keluarga
1. Kurangnya kontrol keluarga
Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota
keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari
perhatian diluar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama teman-temanya.
2. Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab
Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimuali dari
keluarga yang broken home, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk
terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab
kepada anak akan mengurangi resiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan
narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua dan
masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba
menggunakan narkoba.
 Faktor Lingkungan
1. Masyarakat Yang Individualis
Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang

peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan
dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banayak individu dalam
masayarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan narkoba yang semakin meluas di
kalangan remaja dan anak-anak.
2. Pengaruh Teman Sebaya
Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba.
Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat
diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau Genk mempunyai kebiasaan
perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul
ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba.
 Faktor Pendidikan
Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan
salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengetahuan
yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil
terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
 Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial
Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja antara lain
hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian
dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik (bisa dikatakan merasa seperti
alien, diasingkan)
 Faktor Populasi Yang Rentan
Remaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada
dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba. Banyak
remaja mulai mencoba-coba narkoba, seperti amphetamine-type stimulants ( termasuk
didalamnya alkohol, tembakau dan obat-obatan yang diminum tanpa resep atau petunjuk
dari dokter, serta obat psikoaktif ) sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada
akhirnya.

6. Akibat penyalahgunaan narkoba bagi pelajar.
1. Bagi Diri Sendiri
a. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja :
1) Daya ingat sehinnga mudah lupa
2) Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi
3) Persepsi sehingga memberi perasaan semu.
b. Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup,
berpengaruh pada tubuh dan perilakunya.
c. Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi dengan dosis
yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena terhentinya
pernapasan atau peredaran otak.
d. Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan
pemakaianya.
e.

Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving (rasa rindu pada
narkoba) walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan berulang kali
kambuh.

f. Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri
dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu. Terjadi perubahan mental,
gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar lemah.
g. Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti, hati,
jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain,
h. Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama, sosialbudaya, seperti seks bebas dengan akibat(penyakit kelamin, kehamilan tak
diinginkan). Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri sendiri, dan
tidak mempedulikan kepentingan orang lain.
i. Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha
memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual barang-barang
milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk
membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan di tahan polisi atau bahkan
di penjara.

7. Dampak Psikologi & Sosial Lain Secara Umum
 Emosi yang tidak terkendali
- Kecenderungan berbohong
- Tidak memiliki tanggung jawab
- Hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu
- Cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain
- Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan
- Tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada
- Cenderung melakukan tindak pidana kekerasan

2.2

Cara Pengendalian Penggunaan Narkoba
Penggunaan narkoba tidak sesuai dengan ketentuan disebut penyalahgunaan
narkoba. Sangat memprihatinkan penyalahgunaan narkoba ini yang telah menimpa
generasi muda, mulai dari anak SD sampai perguran tinggi. Mereka yang terkena
penyalahgunaan narkoba akan mengalami ketidak seimbangan emosi, kemauan. Pola
penyalahgunaan narkoba mula mula di mulai dengan bujukan, penawaran, ataupun
tekanan dari seseorang atau kelompok yang bersangkutan. Dorongan rasa ingin tahu,
ingin mencoba dan atau ingin merasakan maka anak mau menerima tawaran tersebut.
Dan hal ini makin lama makin ketagihan, sulit untuk menolak tawaran tersebut.
Korban-korban penyalahgunaan narkoba mulai sejak SD, SMP, SMA dan bahkan ke
perguruan tinggi, untuk itu perlu ada usaha pencegahan sedini mungkin.
cara cara pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.
Dengan basis sekolah sebagai salah satu aspek masyarakat yang menyiapkan warganya
untuk masa depan. seperti bersikap dan berperilaku positip, mengenal situasi
penawaran/ajakan dan terampil menolak tawaran/ajakan tersebut. Penyalahgunaan
narkoba merupakan masalah perilaku manusia bukan semata-mata masalah zat atau
narkoba itu sendiri. Maka dalam usaha pencegahan meluasnya pengaruh penyalahgunaan
narkoba itu perlu pendekatan tingkah laku.
Tentu saja hal ini perlu selektif, jangan sampai terjadi sebaliknya. Karena
dorongan rasa ingin tahu justru terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Maka

dikembangkanlah cara belajar hidup bertanggung jawab. Dan menangkal terjadinya
kekerasan akibat penyualahgunaan narkoba.
Cara yang harus dilakukan adalah DARE (Drug Abuse Resisstance Education
Program ), yang populer di Amerika Serikat pada sekarang ini.
1. Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba
2. Penanggulangan Narkoba

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kita harus bersikap selektif dalam mengikuti perkembangan globalisasi. Ambilah sisi
positif dari proses globalisasi. Dengan ini kami mengerti bahwa NARKOBA memang harus
dihindari. Kita mengenal NARKOBA bukan untuk di coba melainkan untuk dihindari. Hal
tersebut dapat membantu generasi muda kita untuk menjadi tunas – tunas emas yang lebih
baik daripada generasi sebelumnya.
3.2 Saran
Dengan begitu, kami menyarankan agar kalian jangan sampai terbawa hal – hal
buruk dalam pergaulan. Kalian generasi muda Indonesia harus mengerti akan bahaya yang
ditimbulkan. Bukan hanya dari segi kesehatan melainkan psikologi dan ekonomi. Semua
pilihan berada di tangan kalian. Jadilah generasi muda yang pandai dalam mengambil
keputusan.
Dan untuk para orang tua hindari konflik berlebih dengan anak. Karena kurangnya
kasih sayang akan berdampak pada pertumbuhan psikologis anak tersebut hingga
menjerumus pada hal – hal yang tidak diinginkan seperti mengkonsumsi NARKOBA.

DAFTAR PUSTAKA
http://halosehat.com/farmasi/aditif/20-jenis-jenis-narkoba-gambar-efek-dampak-danpengertiannya
http://dedihumas.bnn.go.id/read/section/artikel/2014/03/10/929/pengertian-narkoba
https://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba
https://afni03.wordpress.com/2011/07/13/ciri-ciri-seseorang-yang-mengkonsumsi-narkoba/

Related Interests