EDUKASI PASIEN OPERASI

No. Dokumen
01/YANMED.KSM.ANS/AD

RSUD
KAB. JOMBANG

M /00001

No.Revisi
02

Halaman
1
1/1

5

Tanggal Terbit

Disahkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

SPO
01 September
2014vember

Pengertian

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP
Memberikan penjelasan kepada pasien dan atau keluarga tentang
penyakit, tindakan operasi, dan resiko dari tindakan operasi

Tujuan

Pasien dan keluarga mengerti perihal tindakan dan akibat dari
tindakan,sehingga tidak ada salah faham.

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor
188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.

Prosedur

1. Berikan penyuluhan sebelum, selama dan sesudah operasi
terhadap pasien dan atau keluarganya. Penyuluhan ini dilakukan
oleh petugas kamar operasi baik dokter bedah, dokter anestesi,
maupun paramedis sesuai dengan tupoksinya masing-masing
2. Dokumentasikan Semua penyuluhan / konseling dan ditanda
tangani oleh dokter bedah dan dokter anestesi, keluarga dan
saksi / paramedis sesuai dengan format yang tersedia.

Unit Terkait

-

IBS
IRNA
IRJA
IGD
ICU

PELAKSANAAN SEDASI MODERAT
DAN DALAM

RSUD
KAB. JOMBANG

No. Dokumen

No.Revisi

09/YANMED.KSM.ANS/PP

02

Tanggal Terbit

Halaman
1
1/2

Disahkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

SPO
01 September 2014vember

Pengertian
Tujuan

Kebijakan
Prosedur

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP
Prosedur sedasi tingkat sedang dan bius umum ataupun regional
yang harus dikerjakan dan dalam pengawasan petugas anestesi.
1. Mencegah terjadi komplikasi anestesi
2. Agar semua tindakan anestesi dapat dilakukan dengan aman pada
setiap penderita.
Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor
188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.
1. Evaluasi kolom pra anestesi pada status anestesi Sebelum
melakukan induksi.
2. Catat rencana anestesi yang akan dilakukan pada penderita
tersebut apakah anestesi regional ataukah anestesi general.
3. Lakukan evaluasi pra induksi melupiti makan minum terakhir,
pencatatan vital sign, analisa pra induksi, pencatatan perubahan
perencanaan anestesi bila ada.
4. Lakukan Pemberian pre medikasi, pre medikasi diberikan oleh
petugas yang kompeten dengan membubuhkan tanda tangan dan
tanggal serta jam pemberian.
5. Evaluasi daftar tilik keselamatan pasien dengan memberi tanda
pada kolom yang telah disediakan pada dokumen medis sesuai
yang ada di kartu anestesi.
6. Catat tekhnik intubasi dan tekhnik induksi pada kolom induksi.
7. Persiapkan posisi penderita selama operasi dan peralatan bantu
untuk patensi jalan napas meliputi ETT atau LMA yang
digunakan juga harus dicatat meliputi nomor, pemakaian cuff dan
tampon.

PELAKSANAAN SEDASI MODERAT
DAN DALAM

No. Dokumen

RSUD
KAB. JOMBANG

09/YANMED.KSM.ANS/PP 5

No.Revisi
02

Halaman
1
/2/2

8. Catat lokasi infus atau tipe canula meliputi lokasi dan nomor
yang digunakan.
9. Selanjutnya lakukan observasi vital sign tiap 5 menit pada
masing-masing penderita.
10. Catat balance cairan pre anestesi dan intra anestesi meliputi
penggunaan cairan kristaloid, koloid dan darah.
Unit Terkait

-

OK IBS
OK IGD

ANS/PP 5 02 Tanggal Terbit Halaman 1 /1/4 Disahkan Direktur RSUD Kab. Memilih jenis/teknik anestesi yang sesuai 4.4/45/415. Lakukan Anamnesis Meliputi Identitas pasien atau biodata Anamnesis khusus yang berkaitan dengan penyakit bedah yang mungkin menimbulkan gangguan fungsi system organ. 1. 1. Dokumen No. Jombang.Revisi 07/YANMED. Mengetahui status fisik pasien prabedah 2. Riwayat operasi/anestesi terdahulu .KP Evaluasi pra anestesi adalah langkah awal dari rangkaian tindakan anestesi yang dilakukan terhadap pasien yang direncanakan untuk menjalani tindakan pembedahan. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita/sedang diderita b. SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. PUDJI UMBARAN. Riwayat pemakaian obat yang telah/sedang digunakan yang mungkin berinteraksi dengan obat anestesi c.KSM. Mempersiapkan obat/alat guna menanggulangi penyakit yang diramalkan. M.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. JOMBANG No. a.PRA INDUKSI RSUD KAB. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Mengetahui dan menganalisis jenis operasi 3. Anamnesis Umum yang meliputi. Meramalkan penyulit yang mungkin akan terjadi selama operasi dan atau pasca bedah 5.

Riwayat alergi terhadap obat yang lain 2. masa perdarahan. Kebiasaan buruk antara lain: merokok. meliputi fungsi hati. Pemeriksaan khusus 1. Lakukan Pemeriksaan Laboratorium. Hemodinamik f. 2. e. kesadaran. takut. . pemakaian obat terlarang. Urogenital dan saluran kencing b. JOMBANG 07/YANMED. faal haemostasis lengkap sesuai dengan indikasi.SPO PRA INDUKSI No. Susunan saraf pusat d. Ditujukan kepada pasien yang dipersiapkan untuk operasi besar dan pasien yang menderita penyakit sistemik tertentu dengan indikasi tegas. Respirasi e. 2. Pemeriksaan fisik umum: a. minim-minuman keras. nadi. Lakukan Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan/pengukuran tentang. antara lain: darah lengkap. kesakitan b. Gizi: malnutrisi/kegemukan c.Revisi 02 Halaman 1 2/4 d. fungsi ginjal. Darah. masa pembekuan. frekuensi nafas. Radiologi dan yang lainnya a.ANS/PP 5 No. Pemeriksaan rutin 1. Psikis: gelisah. Otot rangka dan saraf tepi 3. elektrolit . Penyakit darah Gastrointestinal dan hepato bilier a. suhu tubuh. Urine b.KSM. Dokumen RSUD KAB. berat badan dan evaluasi skor nyeri. AGD. tekanan darah. Pemeriksaan laboratorium Lengkap.

KSM. Konsultasikan dan koreksi terhadap kelainan fungsi organ vital 5. Tentukan prognosis pasien pra anestesi menurut: Amerikan Society of Anesthesiologist (ASA).P. JOMBANG 507/YANMED. dan sebutkan jika ada. ASA 5 : Pasien penyakit bedah yang disertai dengan penyakit sistemik berat yang sudah tidak mungkin ditolong lagi. Lakukan evaluasi makan terakhir dan minum terakhir.Revisi 02 1 Halaman 1 3/4 3. dioperasi ataupun tidak dalam 24 jam pasien akan meninggal. Dokumen RSUD KAB. 2. foto toraks. dan yang lainnya sesuai indikasi 4. . missal ASA1. yaitu: a.E. Pemeriksaan kardiologi terutama untuk pasien yang berumur diatas 35 tahun 5.ANS/PP No. Pemeriksaan radiology.V. ASA 4 : Pasien penyakit bedah disertai dengan penyakit sistemuk berat yangsecara langsung mengancam kehidupannya. e. I. Lakukan evaluasi masalah saat induksi ada atau tidak. Pemeriksaan spirometri pada penderita PPOM 4. d.PRA INDUKSI No. ASA 1 : Pasien penyakit bedah tanpa disertai penyakit sistemik b. 1. membuat klasifikasi status fisik pra anestesi menjadi 5 (lima) kelas. ASA 3 : Pasien penyakit bedah disertai dengan penyakit sistemik berat yangdisebabkan karena berbagai penyebab tetapi tidak mengancam nyawa. Apabila tindakan pembedahan dilakukan secara darurat dicantumkan tanda E (emergency) dibelakang angka. ASA 2 :Pasien penyakit bedah disertai dengan sistemik ringan sampai sedang c.

Dokumen No. 5. 4. Sebutkan ada tidaknya perubahan rencana anestesi.OK IBS . JOMBANG Unit Terkait No.PRA INDUKSI RSUD KAB. . diberikan oleh siapa.KSM. pada tanggal/jam berapa. Bubuhkan tanda tangan Dokter anestesi pada kolom evaluasi pra induksi.Revisi 507/YANMED.ANS/PP 5 02 Halaman 1 4/4 3.OK IGD . serta petugas anestesi harus membubuhkan tanda tangan pada kolom yang telah disediakan. Sebutkan Pemberian pre medikasi meliputi agen/ obat yang digunakan.

KSM.Lakukan Tekhnik induksi.KP Tekhnik anestesi yang digunakan pada pasien yang dibius bisa anestesi general atau anestesi regional meliputi anestesi spinal (SAB) anestesi peridural (blok saraf perifer) Untuk mendapatkan tekhnik anestesi yang paling aman. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. .Posisikan pasien dengan tidur miring ataupun dengan posisi pasien duduk. PUDJI UMBARAN.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. Dokumen No.General anestesi inhalasi bisa dipilih masker untuk operasi maksimal 1 jam dan posisi terlentang atau supine. SPO tekhnik anestesi general (Umum) . 1. tanpa/ minimal komplikasi dan dengan biaya yang efektif dan efisien. . M. .General anestesi inhalasi bisa juga dipilih intubasi ataupun laryngeal mask sesuai pilihan dokter anestesi.Lakukan check daftar tilik keselamatan pasien dengan lengkap lanjutkan dengan pre oksigenasi selama 2 menit.Lakukan check daftar tilik keselamatan pasien dengan lengkap lanjutkan pembiusan dengan regional spinal anestesi. .ANS/PP 02 Tanggal Terbit Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. JOMBANG No.Revisi 5 08/YANMED.4/45/415. Total Control Infution (TCI) . .Tekhnik anestesi general yang dipilih bisa digunakan general inhalasi ataupun Total Intravenus Anesthesia (TIVA). bisa dengan intravena atau inhalasi. Jombang. 2.TEKNIK PEMBERIAN ANESTESI RSUD KAB. SPO tekhnik anestesi regional spinal anestesi . SPO 01 September 2014v Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr.

.OK IGD . 4.Berikan dosis sesuai dengan standart pelayanan anestesi dan dokter anestesi yang bersangkutan.ANS/PP 02 - Halaman 1 /2/2 Gunakan Jarum spinal nomor 25.TEKNIK PEMBERIAN ANESTESI RSUD KAB.Mulai dengan pemberian anestesi local lidocain 2%.25-0. .5%. .Gunakan obat lidodex 5% ataupun Bupivacain 0.Sebelumnya lakukan injeksi infiltrasi dengan lidocain 2% untuk anestesi lokal.Lakukan check daftar tilik keselamatan pasien dengan lengkap lanjutkan pembiusan dengan regional peridural. .Gunakan lidocain 0.25% plain. SPO tekhnik anestesi regional blok syaraf perifer.KSM. 26 atau 27 sesuai pilihan dokter anestesi.25%.5% atau bupivacain 0.Revisi 5 508/YANMED. Alat yang dibutuhkan adalah nerve stimulator dan USG. . Heavy atau kombinasi keduanya. .Posisikan pasien dengan tidur miring ataupun duduk. .Lakukan Tekhnik meliputi blok pleksus brachialis ataupun blok pleksus ischiadicus atau blok syaraf perifer yang lain. JOMBANG No. SPO tekhnik anestesi regional peridural .Gunakan jarum khusus dari paket nerve stimulator.OK IBS . Dokumen No.Gunakan jarum touhy nomor 18G dengan atau tanpa peridural kateter.5% atau bupivacain 0. . . .Berikan dosis yang disesuai dengan standart terapi dan dokter anestesi yang bersangkutan.Gunakan tekhnik peridural ini untuk mengatasi nyeri pasca bedah dengan pemberian morfin peridural ataupun dengan PCA peridural.Lakukan check daftar tilik keselamatan pasien dengan lengkap lanjutkan dengan blok syaraf perifer. . Unit Terkait . .Gunakan lidocain 0. . 3.

JOMBANG No. PUDJI UMBARAN. 4.4/45/415. Dokumen No. Cantumkan Prosedur ini dalam kolom monitoring intra anestesi pada status anestesi. SPO 01 September 2014vember 2HGG012 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr.MONITORING ANESTESI SELAMA PEMBEDAHAN RSUD KAB. Catat semua jenis obat-obatan dan dosis yang diberikan pada pasien pada kolom Obat-Obatan.ANS/PP 5 02 Tanggal Terbit Halaman 1 1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. Catat hal-hal yang meliputi vital sign. Temperatur. Catat juga SpO2. Monitoring selama anestesi dilakukan minimal tiap 5 menit sejak mulai pembiusan sampai operasi selesai. Input dan Output dari menit ke MONITORING ANESTESI SELAMA PEMBEDAHAN . 5. tekanan darah dan Nadi.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. Catat Gas Flow yang diberikan seluruhnya. 6. 7. Catat ventilasi yang diberikan pada kolom yang ada. M. 2.KSM.Revisi 511/YANMED.KP Hal-hal yang perlu dimonitor selama pembiusan dan atau pembedahan berlangsung Untuk keselamatan pasien selama pembiusan secara maksimal Mencegah terjadinya kecelakaan selama pembiusan Untuk mendapatkan kondisi pembedahan yang ideal dengan tekhnik anestesi yang efektif dan efisien Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 1. RR. 3. Jombang.

ANS/PP 02 Halaman 1 /2/2 menit pada kolom yang ada bila memang dilakukan monitoring. dan jam keluar OK. jam selesai operasi. Darah) 11.Revisi 5511/YANMED.RSUD KAB. 9. 10. Pada operasi SC catat Bayi lahir jam. Apgar Score. jam masuk OK.Bubuhkan tanda tangan DPJP anestesi pada kolom yang telah ditentukan. . Catat Pada kolom keterangan tanggal. Kolloid. jam insisi serta tanggal. jam selesai anestesi. BB dan TB Bayi.OK IGD .OK IBS .Catat Waktu dimulai dan di akhirinya pemulihan dalam status anestesi pasien. 8. JOMBANG Unit Terkait No. keluar dan jenis cairan yang diberikan (Kristaliod. jam induksi. Dokumen No.Catat cairan pra anestesi yang diberikan meliputi cairan masuk.KSM. 12.

Catat Ada tidaknya EKG pada tanggal dan hasil EKG 6. Dokumen No. Catat pada kolom atas Nomor Kamar Operasi. cairan preparasi yang digunakan. JOMBANG No. Jombang. 4. 3. 7.KSM. penggunaan alat . dan suhu tubuh. M. Catat Pada kolom intra operatif yaitu posisi pasien selama operasi. Hal-hal lain yang belum tercantum bisa dicatat dibawahnya.Revisi 5510/YANMED. Catat pada kolom samping kanan atas nama dokter bedah.MONITORING BEDAH SELAMA PEMBEDAHAN RSUD KAB.ANS/PP 5 02 Tanggal Terbit Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. Catat lembar foto rontgen yang ada. 5.KP Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Hal-hal yang perlu dimonitor selama pembiusan dan atau pembedahan berlangsung Untuk keselamatan pasien selama pembiusan secara maksimal Mencegah terjadinya kecelakaan selama pembiusan Untuk mendapatkan kondisi pembedahan yang ideal dengan tekhnik anestesi yang efektif dan efisien Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. asisten bedah I dan II. perawat Scrub. dan kelas dirawat. perawat sirkuler. 1. Catat pada kolom pengkajian awal keadaan fungsi vital awal pada jam berapa meliputi tensi.4/45/415. hari dan tanggal operasi. diagnose pra operasi dan tindakan operasi yang dilakukan 2. nadi.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. SPO 01 September 2014vember 2H dr. PUDJI UMBARAN. jam mulai dan selesai operasi. tanggal dan hasil rontgen tersebut. respirasi.

Unit Terkait - OK IBS OK IGD . Catat jenis luka (bersih. Traksi Cathether beserta ukurannya. dan Lensa beserta jumlahnya. Catat jumlah perdarahan selama operasi.MONITORING BEDAH SELAMA PEMBEDAHAN RSUD KAB. kejadian-kejadian penting selama operasi. 11. Drainage (NGT) serta ukurannya. terkontaminasi. Sufratulle) 12. infeksi) dan penutup luka yang di gunakan (Bethadine. Gambarlah Pada kolom diagram preparasi skema preparasi yang telah dilakukan. Screw. 14. Steriestrips. dan Artheriline. 9. JOMBANG No. IV Line beserta tempatnya. Urin cathether serta ukurannya. 8. Dokumen No. Nail. 13. Catat alat yang ditanam saat operasi meliputi. Plate.KSM. Bubuhkan tanda tangan dokter Operator dan Perawat Scrub atau perawat Instrumen pada kolom yang telah disediakan. Wire. 10.Revisi 5510/YANMED. Tampon beserta tempat dan jumlahnya. Catat alat-alat yang dipasang selama operasi meliputi. Protesisi beserta ukurannya.ANS/PP 5 02 Halaman 1 /2/2 electro surgery dan suction pump dan Thermal Blanket. Tambahkan pada kolom Catatan jika ada hal yang lain yang belum tercantum.

Cantumkan nomor RM pada kolom kanan atas Form laporan operasi atau tindakan operasi 2. PUDJI UMBARAN. Kelas berapa. M. Jombang. 4. Cantumkan Pada kolom kiri atas nama dokter penanggung jawab bedah. Cantumkan pada kolom di bawah DPJP Bedah nama ahli anestesi dan jenis anestesi yang dilakukan. Disampingnya dicatat nama operator-operator. Catat jaringan yang dilakukan eksisi atau insisi. dikirim untuk pemeriksaan Pathology Anathomy atau tidak. 8. jaringan atau bentuk lain-lain. Catat juga nama macam jaringan yang dikirim apakah berupa cairan. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. 7.4/45/415. Tanggal Lahir Penderita. Tulis Identitas pasien meliputi Nama Penderita. SPO 01 September 2014vember 2H Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. . Cantumkan tanggal operasi dan nama tindakannya. JOMBANG 55 13/YANMED/ADM 55 Tanggal Terbit No.KP Pencatatan hal-hal dalam form rekamedis hasil dari tindakan operasi tersebut Untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat terhadap suatu hal mengenai tindakan operasi yang telah dilakukan. 3.PEMBUATAN LAPORAN OPERASI No. 1.. 6.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. Cantumkan pada kolom kanan atas nama-nama perawat bedah dan juga perawat anestesi 5. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dari Ruangan apa.

13. JOMBANG 5 55 No. Catat diagnosis pra bedah dan diagnosis pasca bedah. 18. Unit Terkait - IBS OK IGD ICU HCU IRNA . canggi 14.PEMBUATAN LAPORAN OPERASI RSUD KAB. jenis antibiotic dan waktu pemberian. besar.Revisi 13/YANMED/ADM 02 Halaman 1 2/2 9. Catat jumlah perdarahan saat operasi dan ada tidaknya Komplikasi 17. Bubuhkan tanda tangan dokter penanggung jawab operasi atau DPJP. khusus. tercemar atau kotor) 12. 15. bersi tercemar. Catat juga jam mulai dan selesai operasi. 16. Cantumkan klasifikasi operasia (kecil. Cantumkan Pada kolom tindakan pembedahan dicantumkan jenis operasi (bersih. 11. eletktif atau poliklinik. Catat Laporan operasi secara detail mulai dari insisi kulit sampai luka tertutup kembali. Catat Bila ada konsultasi intra operatif pada kolom di bawah laporan operasi. Dokumen No. Catat jenis tindakan apakah emergency. Dan dokter yang mengerjakan operasi tersebut. 10. Catat juga Antibiotic pra operasi apakah diberikan atau tidak. sedang.

Jaga jalan napas tetap bebas sejak obat inhalasi atau obat anestesi intravena di stop pemberiannya.KP Pasien setelah dilakukan sedasi sedang dan dalam harus dijaga jalan napas tetap bebas dan pemberian oksigenasi sampai pasien sadar kembali. Monitor tanda tanda vital pasien tiap 5 menit selama anestesi berlangsung . M.PEMULIHAN PASCA ANESTESI RSUD KAB.KSM. . Teruskan Tindakan ini selama di ruang recovery sampai sadar kembali dengan dimonitor tiap 10 menit meliputi semua tanda tanda vital dan SpO2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 5. JOMBANG No. Jombang.OK IGD . 3. 6. 1.Revisi 5515/YANMED.4/45/415.ROI . Supaya pasien aman atau selamat melewati masa pemulihan dari pembiusan dan sadar kembali.OK IBS . 4.RR . Catat Waktu dimulai dan di akhirinya pemulihan dalam rekam medis pasien. Teruskan monitoring ini sampai pasien memasuki masa pemulihan di ruang recovery room. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. SPO 01 September 2014ember HG Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr. 2.ANS/PP 5 02 Tanggal Terbit Halaman 1 1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. Berikan Oksigenasi 100% sesaat sebelum pasien dipindahkan ke ruang pulih sadar. Dokumen No. PUDJI UMBARAN.

JOMBANG No. 2. Berikan analgetik dan sedatif sesuai dengan kondisi pasien.ANS/PP 02 Tanggal Terbit Halaman 1 1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab.4/45/415. Menjaga fungsi vital pasien dalam batas normal setelah pembedahan / anestesi berakhir. Memberikan oksigenasi yang baik agar tidak sampai terjadi hipoksia karena pasien masih mengalami depresi pasca pemberian obat-obat anestesi.POST SEDASI (PEMULIHAN DAN DISCHARGE) RSUD KAB. M. 5. 3. Pindahkan pasien ke ruangan atas perintah dokter spesialis anastesi.KP Mengoptimalkan kondisi pasien pasca anestesi untuk dipindahkan ke ruangan perawatan 1. 1. SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. Berikan oksigenasi dengan oksigen masker 6 s/d 8 Lpm untuk pasien pasca bius umum atau sedasi dalam dan pemberian oksigen nasal canul/ nasal kateter 2 s/d 3 Lpm untuk pasca sedasi sedang atau bius regional. Pindahkan pasien ke HCU/ICU dengan konsultasi sebelumnya dengan dokter spesialis anestesi Bila pasien belum stabil atau belum memenuhi kriteria pemindahan pasien kebangsal rawatn inap. Dokumen No. PUDJI UMBARAN. 4. 2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.Revisi 14/YANMED. Jombang. 6. 3. Pindah ke bangsal bila telah memenuhi kriteria. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Menjaga jalan napas tetap bebas sampai pasien sadar dari bius. Kirim pasien ke kamar pulih sadar dengan pengamanan jalan napas sampai penderita sadar. .KSM.

ANS/PP 5 - Kamar Operasi IBS Kamar Operasi IGD RR ROI/Edelways Rawat inap HCU ICU Sentral No.KSM.POST SEDASI (PEMULIHAN DAN DISCHARGE) No.Revisi 02 Halaman 1 2/2 . JOMBANG Unit Terkait 14/YANMED. Dokumen RSUD KAB.

10. M.4/45/415. dan gerakan yang sama 5. petugas RR dan petugas ruangan pada kolom yang telah disediakan. Pindahkan Pasien setelah dilakukan evaluasi nyeri pasca anestesi dengan hasil skor ringan (skor 1-3) 8. Pindahkan pasien dengan hitungan. Pindahkan pasien dan pastikan roda brancart dan meja operasi dalam keadaan terkunci. Pindahkan Pasien fraktur dengan fiksasi daerah fraktur 6. Pindahkan Pasien pasca anestesi dengan regional anestesi SAB dengan skor bromage dengan jumlah skor minimal 2. atau terjadi komplikasi. Pindahkan Pasien setelah skor aldrette  10 7. . Pindahkan pasien minimal dengan 3 orang dalam pengawasan satu orang perawat. SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. Bubuhkan tanda tangan dokter anestesi. Jombang. 4. 1. 2. 9. JOMBANG 18/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. PUDJI UMBARAN. Pada waktu pemindahan pasien di kamar operasi Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB. Persilahkan Pasien pindah sendiri jika kesadaran penuh dan tanpa fraktur dengan syarat dalam pengawasan perawat 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.KP Adalah langkah langkah yang harus dilakukan ketika memindahkan pasien dari brancart dalam ke brancart luar Mencegah pasien terjatuh.Revisi 02 Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab.PINDAH RUANGAN PASCA ANESTESI No. Pindahkan pasien dengan serah terima antara petugas RR dengan petugas ruangan dengan ditulis tanggal dan jam pindah serta disetujui oleh dokter anestesi.

PINDAH RUANGAN PASCA ANESTESI No. JOMBANG Unit Terkait 18/YANMED/ADM - OK IBS OK IGD IRNA No. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman 1 /2/2 .

Revisi 17/YANMED. Lakukan Serah terima antara perawat bedah dan perawat RR. Unit Terkait - OK IBS OK IGD RR ROI . Catat semua tindakan ini dalam lembar RM dengan judul verifikasi pasien post operasi. jumlah perdarahan selama di OK dan di RR. 2. Dokumen No. Jombang. Lengkapi berkas RM.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 4. jenis operasi. 6.4/45/415.ASUHAN PASCA BEDAH RSUD KAB. PUDJI UMBARAN. Catat lokasi tempat infuse dan drain dipasang. Lengkapi pada kolom tengah atas tercantum yaitu identitas pasien dan tempat perawatan pasien. M.KSK/PP 02 Tanggal Terbit Halaman 1 1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 5. Prosedur 1. 7.KP Meliputi asuhan medis dan keperawatan yang dibutuhkan oleh pasien pasca bedah Untuk keselamatan pasien yang baru saja menjalani pembedahan. SPO 01 Sptember 2014 Pengertian Tujuan dr. JOMBANG No. ada tidaknya jaringan PA yang diperiksakan. Cantumkan diagnosis pasca bedah. Catat juga instruksi dokter bedah atau operator. jam operasi dimulai dan selesai. jenis anestesi. 3.

Buat resep dan alat kesehatan sesuai rencana anastesi yang dilakukan oleh dokter jaga anastesi pre operasi. SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr. Bawalah obat dan alkes yang telah disiapkan menuju ruang tindakan anastesi.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 1. 6. 3. 2.Revisi 02 Halaman 1 /1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. (pelaporan dilakukan oleh perawat ruangan).KP Memberikan penjelasan kepada pasien dan atau keluarga tentang penyakit.ANASTESI No.sehingga tidak ada salah faham Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB.PERSIAPAN OBAT PRE.FAR/ADM Tanggal Terbit No. Laporkan kepada dr. 5. JOMBANG 02/YANMED. Periksa pasien sebelum dilakukan tindakan anastesi sedative sedang dalam pemeriksaan dilakukan oleh dokter jaga anastesi. 4. dan resiko dari tindakan operasi Pasien dan keluarga mengerti perihal tindakan dan akibat dari tindakan. Buatkan resep baru sesuai yang dibutuhkan Bila terjadi perubahan anastesi Semua Ruangan . Serahkan resep kebagian farmasi yang ditunjuk. M. jaga Anastesi tentang pasien yang akan dilakukan anastesi sedative sedang dan dalam. yang dilakukan oleh perawat ruangan. Jombang. PUDJI UMBARAN.4/45/415. tindakan operasi.

PUDJI UMBARAN. Masukkan butiran soda lime kedalam tabung (ada dua macam. SPO 01 September 2014vember 2 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr. Jombang.PENGGANTIAN SODA LIME (CO2 ASORBSABLE) No. Buka tutup tabung soda lime dan lepaskan dari mesin anastesi. 4. Dokumen RSUD KAB. JOMBANG 03/YANMED. Meminimalisir terjadi kesalahan dalam pembiusan terutama dalam proses penyerapan gas co2 pada mesin anastesi. Bila warna dasar warna merah akan berubah putih kekuningan 2. M. Ketahui warna dasar dari soda lime tersebut sebelum digunakan dan sesudah digunakan bila warna dasar putih akan berubah kebiruan. bisa warna merah atau warna putih) 5. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. warna dasar butiran soda lime dan warna sesudah pemakaian - OK IBS OK IGD .4/45/415. Untuk mengetahui kapan butiran soda lime tersebut waktunya diganti 2. Pakai sarung tangan disposable untuk membuang butiran soda lime kemudian membersihkannya. Lepaskan sarung tangan kemudian masukkan tabung kedalam mesin anastesi dan tutup kembali tabung tersebut 6.ANS/PP Tanggal Terbit No.Revisi 02 Halaman 1 1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. 3. 1.KP Adalah cara penggantian maupun kapan butiran soda lime tersebut diganti pada mesin anastesi di RSUD Kabupaten Jombang 1.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.KSM. Beri lebel pada tabung yang berisi tulisan tanggal penggantian.

Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Prosedur 2.Revisi 02 Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. SPO 01 September 2014vember dr.4/45/415.KP Pengertian Adalah langkah – langkah yang dilakukan oleh dokter anestesi maupun penata anestesi dan petugas ruang pulih sadar dalam mengisi status anestesi Tujuan Memudahkan petugas anestesi dalam melakukan tindakan pembiusan dan apabila terjadi keadaan yang fatal akan memudahkan untuk melakukan penelusuran tentang kejadian tersebut. Dokumen RSUD KAB. JOMBANG 12/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. M. umur .nomor register. 1. Siapkan status anestesi ditiap ruang perawatan Penulisan Status Anestesi dimulai pada saat preop visite atau sebelum pasien dilakukan pembiusan sampai pasien selesai pembedahan.yang perlu ditulis adalah : Identitas pasien ( nama. dll ) Diagnosa dan rencana tindakan Evaluasi Pra Anestesi Evaluasi Pra Induksi Daftar tilik (cek list ) keselamatan pasien Induksi Monitoring Intra Anestesi Monitoring Pasca Anestesi Pesanan Pasca Anestesi .PENULISAN STATUS ANESTESI No. dan dilanjutkan di ruang pulih sadar sampai pasien keluar dari ruang bedah atau ruang lain yang memerlukan pembiusan . Jombang.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. PUDJI UMBARAN.

penata anestesi dan petugas ruang pulih sadar Penanggung jawab penulisan status anestesi adalah dokter anestesi 4.PENULISAN STATUS ANESTESI No. JOMBANG 12/YANMED/ADM 5 3. Unit Terkait No. Dokumen RSUD KAB.Revisi - R Bedah Sentral R Operasi IGD Ruangan lain yang melibatkan anestesi . 02 Halaman 1 2/2 Penulis Status Anestesi adalah dokter anestesi.

JOMBANG 04/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. 4. Selesai membaca.Revisi 02 Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. Apabila semua sudah jelas maka semua yang terkait harus mengisi dan menandatangani form yang ada. . M. penata dan perawat mengetahui bahwa pasien sudah mengerti tentang pembiusan dan resikonya Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 1. 5.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. penata anestesi dan petugas ruang perawatan dalam mengisi form Informasi dan persetujuan tindakan anestesi Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. 3. Siapkan form Informasi dan Persetujuan Tindakan Anestesi ditiap ruangan Perawatan Setiap pasien yang akan dilakukan pembiusan. SPO 01 September 2014vember Adalah langkah – langkah yang dilakukan oleh dokter anestesi . sehari sebelumnya ( kecuali darurat ) harus diberikan informasi tindakan anestesi oleh petugas ruangan dengan cara petugas tersebut memberikan form tersebut kepada pasien atau keluarganya untuk dibaca dan dimengerti. Dokumen RSUD KAB. Jombang.KP . pasien dan keluarganya menandatangani form yang telah disediakan .apabila kurang jelas pasien dan keluarganya disarankan oleh petugas ruangan untuk menanyakan langsung pada waktu petugas ruangan berkonsultasi ke dokter anestesi ( bertanya dan berdiskusi dengan dokter anestesi ) Petugas ruangan mengisi form persetujuan tindakan anestesi dan menandatangani padakolom saksi pihak rumah sakit. 2.PENULISAN INFORMASI DAN PERSETUJUAN TINDAKAN ANESTESI No.Dokter anestesi.4/45/415.Pasien dan keluarganya mengerti tindakan anestesi yang akan dilakukan dan resiko yang mungkin terjadi . PUDJI UMBARAN.

PENULISAN INFORMASI DAN PERSETUJUAN TINDAKAN ANESTESI No. Dokumen RSUD KAB. JOMBANG Unit Terkait 04/YANMED/ADM - No.Revisi 02 R Bedah Sentral R Operasi IGD Ruangan lain yang melibatkan anestesi Halaman 1 2/2 .

M. Unit Terkait dr.Dokter dan perawat mudah melakukan pengecekan kelengkapan persiapan operasi. .KP - Siapkan form ceklist verifikasi pre operasi ditiap ruangan Perawatan Petugas ruang perawatan menuliskan data yg ada di status pasien pada ceklist tersebut kemudian memberikan tanda tangan. Apabila pada status pasien tidak ada data maka pada ceklist juga disebutkan tidak ada data Petugas ruangan menyerahkan form ceklist kepada perawat bedah pada waktu serah terima pasien kemudian keduanya menandatangani pada kolom yang sudah disediakan Pada waktu menandatangani . JOMBANG 05/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. PUDJI UMBARAN. 2. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.PENULISAN CEKLIST VERIFIKASI PRE OPERASI No. kedua petugas harus tau kondisi pasien dan isi dari status pasien tersebut R Bedah Sentral R Operasi IGD Ruangan lain yang melibatkan anestesi dan pembedahan PENULISAN CEKLIST VERIFIKASI POST OPERASI . SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Adalah langkah – langkah yang dilakukan oleh petugas ruang perawatan dalam menuliskan form ceklist verifiksi pre operasi. 5. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman 1 1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. 1. 4.4/45/415. Jombang.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 3.Agar kelengkapan dari persiapan pasien operasi tidak ada yang terlewat .

M. Pada waktu serah terima dengan perawat ruangan . SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr. Jombang. perawat RR menandatangani pada kolom penyerahan dan perawat Ruangan menandatangani pada kolom penerimaan sekaligus memeriksa kondisi pasien dan kelengkapan status pasien 5. Dokumen 16/YANMED/ADM RSUD KAB. 1. 3.Revisi 02 Halaman 1 /1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. Petugas / perawat ruang pulih sadar memberikan tandatangan pada kolom penerimaan sekaligus memeriksa kondisi pasien.Dokter dan perawat mudah melakukan pengecekan kondisi pasien post operasi tersebut Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Siapkan form ceklist verifikasi post operasi diruang pembedahan atau kamar operasi. 4. .KP Adalah langkah – langkah yang dilakukan oleh petugas kamar bedah dan ruang pulih sadar dalam menuliskan form ceklist verifiksi post operasi. PUDJI UMBARAN.No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.4/45/415.Agar kelengkapan dari persiapan pasien operasi tidak ada yang terlewat . Pada waktu menandatangani . Setelah operasi petugas ruang bedah menuliskan data yg ada pada ceklist tersebut kemudian memberikan tanda tangan. kedua petugas harus tau kondisi pasien dan isi dari status pasien tersebut - R Bedah Sentral R Operasi IGD Ruangan lain yang melibatkan anestesi dan pembedahan . JOMBANG Tanggal Terbit No. 2.

5. SPO 01 September 2014vember Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Adalah langkah – langkah yang dilakukan oleh petugas kamar bedah dalam menuliskan form ceklist keselamatan pasien operasi.Dokter dan perawat mudah melakukan pengecekan kondisi pasien menjelang pembiusan . Dokumen No.Agar kelengkapan dari persiapan pasien operasi tidak ada yang terlewat . 2. 6. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. JOMBANG No. Pada waktu menandatangani . Jombang. petugas Omloop / perawat sirkuler membacakan form Time Out dan direspon oleh seluruh petugas yang terlibat dalam operasi tersebut .4/45/415. petugas Omloop / perawat sirkuler membacakan form Sign Out kemudian menuliskan pada kolom yang sudah disediakan Dokter anestesi . dokter bedah maupun perawat bedah menandatangani pada kolom masing-masing.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. semua petugas harus tau kondisi pasien dan isi dari status pasien tersebut R Bedah Sentral R Operasi IGD . 3. 4. 1.PENULISAN CEKLIST KESELAMATAN PASIEN OPERASI RSUD KAB. Sebelum pembiusan petugas Omloop / perawat sirkuler membacakan form Sign In dan mengisinya pada kolom yang sudah disediakan Sebelum dilakukan incisi . sebelum operasi maupun sesudah operasi. PUDJI UMBARAN.Revisi 06/KPRS/ADM 02 5 Tanggal Terbit Halaman 1 /1/1 Disahkan Direktur RSUD Kab. . M.KP - Siapkan form ceklist keselamatan pasien operasi diruang pembedahan atau kamar operasi. kemudian menuliskan pada kolom yang sudah disediakan Sebelum melakukan penutupan lapisan kulit. Unit Terkait dr.

SPO 01 September 2014vember dr.KP Pengertian Suatu proses pembuatan tanda lokasi operasi yang dilakukan oleh dokter operator sebelum dilakukan tindakan operasi yang melibatkan pasien Tujuan Mencegah terjadinya salah sisi atau salah lokasi operasi Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB. M. Kebijakan Prosedur 1) Penandaan dilakukan pada kasus khususnya dengan dua sisi(laterality). jari kaki. d) Semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi. penandaan wajib dilakukan pada formulir penandaan lokasi operasi yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga/Orang tua pasien dengan menggunakan tanda panah dan tulisan “ya”.KSM.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.PENANDAAN IDENTIFIKASI LOKASI OPERASI No. JOMBANG 19/YANMED.ANS/ADM Tanggal Terbit No. Jombang. dengan tinta yang tidak mudah luntur . multipel struktur (jari tangan.atau multipel level (tulang belakang) 2) Penandaan dengan menggunakan tanda Panah ( ) dan dituliskan “ Ya “ menuju kearah yang akan dilakukan tindakan operasi 3) Waktu dan tempat penandaan : a) Pasien Rawat Inap : dilakukan di ruang rawat inap.Revisi 02 Halaman 1 /1/2 Disahkan Direktur RSUD Kab. b) Pasien One Day Care dan Lokal Anestesi : dilakukan di ruang penerimaan/ ruang persiapan pasien paling lambat 1 jam sebelum tindakan operasi c) Penandaan dilakukan sebelum pasien dilakukan induksi anestesi. PUDJI UMBARAN.IGD. sebelum pasien di kirim ke kamar operasi atau diruang Timbang terima IBS.4/45/415. lesi).

Seluruh Ruangan Rawat Inap . JOMBANG Prosedur Unit Terkait 19/KPRS/ADM No.IGD . Dokumen RSUD KAB. penandaan dilakukan pada dental chard/foto gigi b) Neonatus/ bayi Premature c) Pasien dengan fraktur/cedera extremitas pada satu sisi. menggunakan spidol warna hitam.IBS .ICU . dengan menggunakan tanda panah. . dan menandatangani formulir penandaan lokasi operasi 5) Untuk Pasien anak dan pasien yang tidak kooperatif.Revisi 9 02 Halaman 1 /2/2 4) Pada waktu melakukan penandaan Perlu melibatkan pasien ( menanyakan kepada pasien bagian tubuh manakah yang akan dilakukan operasi ). atau dua sisi dan dipasang spalk/gips. penandaan Lokasi operasi harus melibatkan orang tua/wali sahnya.daerah yang fraktur/cedera penandaan dilakukan di spalk/gips.PENANDAAN IDENTIFIKASI LOKASI OPERASI No. dan menandatangani formulir penandaan lokasi operasi 6) Bahan penandaan yang digunakan Tak mudah luntur terkena air dengan menggunakan spidol khusus skin marker 7) Pengecualian penandaan a) Tindakan operasi gigi.Kamar operasi IGD .

44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. Lakukan secara berurutan: .Revisi 02 Halaman1 /1/2 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.CUCI TANGAN SEBELUM PEMBEDAHAN MENGGUNAKAN LARUTAN BERBASIS ALKOHOL RSUD KAB. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. PUDJI UMBARAN. dan 2 Prosedur 1. harga obat t . Dokumen 11/PPIRS/ADM Tanggal Terbit No.Gulung lengan baju > 2 inchi diatas siku 2. Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikrorganisme sementara (transient) sehingga dapat mencegah dipindahkannya agen atau kuman penyebab infeksi melalui tangan. Jombang. JOMBANG No. Mencegah terjadinya Infeksi Luka Operasi 2.4/45/415. Ambil ± 5 ml handrub berbasis alkohol pada cekungan telapak tangan kiri 3. pastikan seluruh area kulit tergosok dengan gerakan memutari lengan bawah sampai dengan handrub betul betul kering ( dalam waktu 15 detik ) 5. Ambil ± 5 ml handrub berbasis alkohol pada cekungan telapak tangan kanan m Formularium 2010 dat dipasaran.KP Adalah teknik melakukan cuci tangan sebelum melakukan tindakan pembedahan di kamar operasi dengan menggunakan Larutan berbasis Alkohol yang dilakukan setelah cuci tangan dengan menggunakan clorhexidine 4% dengan prosedur tertentu agar tangan dan lengan bagian bawah bebas dari mikroorganisme 1. Gosok handrub pada tangan kanan sampai dengan siku. Gosokkan jari tangan kanan dalam handrub di tangan kiri untuk dekontaminasi bagian bawah kuku ( dalam waktu 5 detik ) 4.Lepas semua perhiasan di tangan . SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. M.

Telapak kanan diatas punggung tangan kiri dan jari-jari tangan kanan berada disela-sela jari tangan kiri sambil digosokkan kearah luar dan sebaliknya ( dalam waktu 20-30 detik ) 10. Cuci tangan bukan berarti tangan anda steril 4.Guyur dengan menggunakan air mengalir dengan sekali guyur mulai ujung jari sampai siku ( dalam waktu 20-30 detik )F 15. ( dalam waktu 20-30 detik ) 13.Revisi 02 Halaman1 /2/2 6. Lanjutkan dengan memakai jas operasi dan sarung tangan steri dipasaran. Ketentuan Tambahan 1.Posisi tangan kembali menghadap dan jari-jari kedua telapak tangan saling bersilang disela-sela jari sambil digosokkan kearah luar ( dalam waktu 20-30 detik ) 11. JOMBANG Prosedur 11/PPIRS/ADM No. Hadapkan kedua telapak tangan sambil gerakkan berputar kearah dalam/kearah ibu jari ( dalam waktu 20-30 detik ) 9. jari-jari kedua telapak saling mengunci jari masing-masing dan digosok-gosokkan (gerakan ini untuk membersihkan punggung ujung Jari ) ( dalam waktu 20-30 detik ) 12. Pastikan kuku tangan anda pendek 2. Gosok handrub pada tangan kiri sampai dengan siku.Posisi tangan menggenggam pergelangan tangan dan digerakkan memutar hingga siku masing-masing tangan secara bergantian 14. tangan kita menyentuh kontaminan 3. Cuci tangan ulang bila setelah cuci tangan.CUCI TANGAN SEBELUM PEMBEDAHAN MENGGUNAKAN LARUTAN BERBASIS ALKOHOL No. harga obat t Unit Terkait PPI-RS . pastikan seluruh area kulit tergosok dengan gerakan memutari lengan bawah sampai dengan handrub betul betul kering ( dalam waktu 15 detik ) 8. Dokumen RSUD KAB. Gosokkan jari tangan kiri dalam handrub di tangan kanan untuk dekontaminasi bagian bawah kuku ( dalam waktu 5 detik ) 7.Posisikan tangan lebih tinggi dan siku. begitu juga sebaliknya ibu jari kanan.Genggam ibu jari tangan kiri dengan kelima jari tangan kanan dan digosok-gosokkan dengan gerakan putaran.Telapak tangan tetap berhadapan .

Lepas semua perhiasan di tangan . nama ge Prosedur 1.Gulung lengan baju > 2 inchi diatas siku . langsung pada point . buka sikat kuku steril.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. a.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah teknik melakukan cuci tangan sebelum melakukan tindakan pembedahan di kamar operasi dengan menggunakan sabun antiseptic dibawah air mengalir dengan prosedur tertentu agar tangan dan lengan bagian bawah bebas dari mikroorganisme 1.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. PUDJI UMBARAN.Buka Kran .Cucitangan dengan sabun antiseptic golongan Chlorhexidine 4% dan air mengalir dilakukan dalam waktu 3 sampai 5 menit. kemudian sikat kuku secara bergantian sisi kanan dan kiri b. 2.CUCI TANGAN SEBELUM PEMBEDAHAN DENGAN MENGGUNAKAN CLORHEXIDINE 4% No. Jombang. Lakukan secara berurutan: . Mencegah terjadinya Infeksi Luka Operasi 2. 1 September 2014 dr. Bila tidak memakai sikat kuku. M. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. JOMBANG 12/PPIRS/ADM No.4/45/415. Dokumen RSUD KAB.Alirkan air kran dan jangan ditutup sampai selesai melakukan cuci tangan . Bila memakai sikat kuku. Untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikrorganisme sementara (transient) sehingga dapat mencegah dipindahkannya agen atau kuman penyebab infeksi melalui tangan.Basahi jari-jari hingga siku .

Ambil ± 5 ml Cairan clorhexidine 4% pada cekungan telapak tangan kirimularium 2010 dan usulan obat baru CUCI TANGAN SEBELUM PEMBEDAHAN DENGAN MENGGUNAKAN CLORHEXIDINE 4% No. JOMBANG Prosedur 12/PPIRS/ADM No. Gosok Cairan clorhexidine 4% pada tangan kanan sampai dengan siku. Hadapkan kedua telapak tangan sambil gerakkan berputar kearah dalam/kearah ibu jari (dalam waktu 20-30 detik ) 10. jari-jari kedua telapak saling mengunci jari masing-masing dan digosok-gosokkan (gerakan ini untuk membersihkan punggung ujung Jari ) (dalam waktu 20-30 detik ) . Posisi tangan kembali menghadap dan jari-jari kedua telapak tangan saling bersilang disela-sela jari sambil digosokkan kearah luar (dalam waktu 20-30 detik ) 12. Dokumen RSUD KAB. Gosok Cairan clorhexidine 4% pada tangan kiri sampai dengan siku.Revisi 02 Halaman1 /2/3 4.ke-3 3. Telapak kanan diatas punggung tangan kiri dan jari-jari tangan kanan berada disela-sela jari tangan kiri sambil digosokkan kearah luar dan sebaliknya (dalam waktu 20-30 detik ) 11. Gosokkan jari tangan kanan dalam Cairan clorhexidine 4% di tangan kiri untuk dekontaminasi bagian bawah kuku ( dalam waktu 5 detik ) 5. Gosokkan jari tangan kiri dalam Cairan clorhexidine 4% di tangan kanan untuk dekontaminasi bagian bawah kuku ( dalam waktu 5 detik ) 8. pastikan seluruh area kulit tergosok dengan gerakan memutari lengan bawah ( dalam waktu 15 detik ) 9. pastikan seluruh area kulit tergosok dengan gerakan memutari lengan bawah ( dalam waktu 15 detik ) 6. Telapak tangan tetap berhadapan . Ambil ± 5 ml Cairan clorhexidine 4% berbasis pada cekungan telapak tangan kanan 7.

JOMBANG Prosedur 12/PPIRS/ADM No. (dalam waktu 20-30 detik ) 14. Cuci tangan ulang bila setelah cuci tangan. Keringkan tangan dengan handuk kecil /wash lap steril Ketentuan Tambahan 1. Pastikan kuku tangan anda pendek 2.Revisi 02 Halaman1 /3/3 13.CUCI TANGAN SEBELUM PEMBEDAHAN DENGAN MENGGUNAKAN CLORHEXIDINE 4% No. tangan kita menyentuh kontaminan 3. Posisikan tangan lebih tinggi dan siku. 18. Dokumen RSUD KAB. Posisi tangan menggenggam pergelangan tangan dan digerakkan memutar hingga siku masing-masing tangan secara bergantian (dalam waktu 20-30 detik ) 15. Cuci tangan bukan berarti tangan anda steril 4. Genggam ibu jari tangan kiri dengan kelima jari tangan kanan dan digosok-gosokkan dengan gerakan putaran. Guyur dengan menggunakan air mengalir dengan sekali guyur mulai ujung jari sampai siku 16. begitu juga sebaliknya ibu jari kanan. Tutup kran dengan menggunakan siku 17. agar air jatuh kearah siku. Lanjutkan dengan memakai jas operasi dan sarung tangan sterila obat t Unit Terkait PPI-RS .

Perawat kamar bedah menanyakan kepada perawat ruangan pasien tentang : Nama pasien Nomer Register Ruang Diagnosa dll Perawat pengantar pasien menyerahkan status pasien kepada perawat kamar operasi kemudian bersama – sama meneliti lembar cek list persiapan operasi (lembar terlampir).4/45/415. Jombang. salah / tertukar hasil pemeriksaan penunjang dan kehilangan barang pasien.KP SPO Adalah langkah – langkah yang harus dilaksanakan pada saat pasien yang akan dilakukan tindakan operasi tiba dikamar operasi Menghindari kesalahan identitas pasien. JOMBANG No. 6. PUDJI UMBARAN. Dokumen 113/YANMED/ADM RSUD KAB. Pasien dipindahkan dari brankart ruangan ke brankart dalam kamar operasi. diagnosa.Timbang terima dilakukan di ruang penerimaan pasien. 3. M. Bila sudah sesuai perawat kamar operasi menandatangani lembar cek list yang sudah ditandatangani oleh perawat pengantar pasien. Timbang terima pasien dilakukan oleh tim operasi (perawat . Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. salah sisi. nama Fo 2.TIMBANG TERIMA PASIEN DI KAMAR OPERASI No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 1. 4. 1 September 2014 dr. 5.

PUDJI UMBARAN. Dokumen 114/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. Rawat Jalan 3.Unit Terkait anesthesia. diagnosa. pasien dipanggil ke ruang operasi untuk disiapkan di meja operasi 5. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat harga obat t Tidak ada . dll.Perawat Bedah). monitor. harga obat t 1. 4. Timbang terima pasien post operasi dengan RR dilakukan oleh perawat anesthesia. Lakukan pengecekan pada lampu operasi. Setelah semua siap. Meja operasi sudah ditata/dibersihkan dengan rapi. 7. Jombang. Alat-alat/instrument disesuaikan dengan kebutuhannya dan diletakkan pada tempatnya sesuai dengan jenis operasinya.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. jenis kelamin. Keadaan siap pakai. pasaran. Pengaturan kamar operasi di bawah tanggung jawab perawat jaga 1. Rawat Inap 2. 1.4/45/415. 2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. suction.KP Persiapan kamar operasi adalah upaya persiapan dengan cara meletakkan alat-alat di kamar operasi sesuai tempatnya yang akan membantu lancarnya operasi Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pembedahan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. diathermi. IGD PERSIAPAN KAMAR OPERASI RSUD KAB. 3. M. Kamar operasi disiapkan sesuai jenis kasus pasien (umur. rencana pembedahan). SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr. alat-alat anastesi. JOMBANG No.

Pasien ditidurkan diatas meja operasi 5. Petugas IRD/ instalasi rawat jalan melakukan serah terima dengan perawat kamar operasi sesuai dengan SPO Penerimaan Pasien di Kamar Operasi 4. keadaan luka operasi. JOMBANG No. instrument. pasien diobservasi (Kesadaran. dokter anestesi dan perawat anestesi) 2. Selesai dilakukan tindakan. Jombang. nadi. tensi. 1 September 2014 dr. tanpa memerlukan rawat inap. pernapasan.KP SPO Pengertian Tujuan Day care surgery adalah suatu tindakan pembedahan yang dilakukan di kamar operasi.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. keluhan) .4/45/415. PUDJI UMBARAN. 6.Fnama ge Prosedur 1. Perawat kamar operasi menyiapkan alat-alat yang diperlukan dan menghubungi team operasi (Asisten. Dokumen 115/YANMED/ADM No. Perawat kamar operasi memanggil pasien dari IRD/instalasi rawat jalan yang diantar oleh petugas yang bersangkutan 3. Setelah semua siap. Pasien mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. M.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. kemudian pasien dilakukan tindakan sesuai dengan diagnosanya.ONE DAY CARE SURGERY RSUD KAB.

Jombang.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. JOMBANG No.KP Serah terima pasien dari kamar operasi adalah proses pengalihan pasien dari petugas kamar operasi Recovery Room ke petugas ruangan dengan jelas dan tercatat. vital sign. PUDJI UMBARAN.1 Sesuai dengan komunikasi efektif menggunakan tekhnik SBAR 2.5 Laporan pembedahan 2. Dokumen 116/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.3 Instruksi pasca bedah 2. untuk penjemputan pasien dilakukan sesuai SPO Serah Terima Pasien dari Kamar Operasi menuju ruang rawat inap Unit Terkait Tidak ada SERAH TERIMA PASIEN DARI KAMAR OPERASI RSUD KAB. Untuk mencegah terjadinya kekeliruan pasien dan pemberian therapy setelah operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. 8. misalnya darah dan lainlain .6 Perlengkapan yang harus dibawa. Lakukan serah terima secara teliti sesuai dengan formulir dan meliputi: 2. Bila ada keluhan dan memerlukan rawat inap.4/45/415. Apabila pasien di kamar operasi tidak ada keluhan dan layak dipulangkan sesuai dengan hasil observasi.F Prosedur Hubungi petugas rawat inap/ruangan 2. episode pasca bedah 2. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. perawat recovery room kamar operasi memanggil petugas ruangan asal / instalasi rawat jalan dan melakukan serah terima pasien. M.2 Keadaan umum pasien.7.4 Hal-hal yang harus diperhatikan (monitor) 2.

Revisi 02 Halaman1 /1/2 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Pemeliharaan Lampu Operasi 2. Menghindari kerusakan alat Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Bila pasien masuk ruang ICU. Dokumen RSUD KAB. PUDJI UMBARAN. pasien langsung diantar ke ruang ICU oleh perawat kamar operasi dan bersama perawat ICU dan diserah terimakan F harga obat t Unit Terkait IRNA ICU IBS PEMELIHARAAN ALAT DI KAMAR OPERASI No. JOMBANG 150/PENOMED/IPS/ADM Tanggal Terbit No. M. Agar alat-alat yang digunakan saat operasi siap pakai 2.KP Pemeliharaan alat di kamar operasi adalah suatu proses melakukan perawatan semua alat di kamar operasi 1.3.1 Pastikan setiap lampu sudah dilengkapi dengan travo .1 Koordinasikan dengan bagian sarana untuk General ceck up sesuai dengan SPO Pemeliharaan Alat Medis dan Non Medis 1. SPO 1 September 2014 10 November 2HGG01 Pengertian Tujuan dr. AC dihidupkan sesuai dengan kebutuhan ruangan dengan suhu paling rendah 180C 1. Jombang.2 Dalam kondisi normal sebaiknya AC hanya dihidupkan satu saja secara bergilir dengan suhu 220C 1.3 Dalam kondisi ada tindakan operasi.4/45/415.4 Sehabis pembedahan fungsi AC diturunkan 2.Formular Prosedur Pemeliharaan Kamar Operasi 1.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.

Selesai dipakai sumber gas (O2. N20) dilepas.1 Sirkuit/urogated dilepaskan. atau tangkai lampu tidak bisa diputar/belokan segera lapor ke bagian sarana untuk dilakukan perbaikan atau pergantian sesuai dengan SPO Alur Laporan Kerusakan dari bagian-bagian Pemeliharaan mesin anestesi. Dokumen RSUD KAB. harga obat t PEMELIHARAAN ALAT DI KAMAR OPERASI No.2. Bila ada pasien yang terinfeksi/menular. Kemudian selang aliran gas digulung dan digantung pada belakang mesin anestesi/tempatnya Usulan obat dari SMF berdasarkan odipasaran. sodaline diganti tiap minggu atau bila warnanya sudah berubah 3.2 Hidupkan lampu setiap akan dipakai untuk pembedahan 2. buram. sirkuitnya direndam dulu dengan cairan baycline selama 1015 menit. Usulan obat dari SMF b Unit Terkait Halaman1 /2/2 IPSRS .3 Bersihkan lampu setiap kali akan dipakai 2.4 Untuk CO2 Absorben.5 Dilakukan pembersihan/cek up setiap seminggu sekali dan ditulis dalam Buku pemeliharaan Prosedur F 2.Revisi 02 3. JOMBANG 150/PENOMED/IPS/ADM No.4 Bila ada lampu mati. kemudian dibersihkan/dicuci dan dikeringkan. baru dicuci dan dikeringkan 3.

Untuk memudahkan petugas mengatur persiapan operasi Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.Formular 1. Pada hari yang ditentukan. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr. 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. JOMBANG No. kamar bersalin atau operator yang bersangkutan dengan menulis tanggal.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. jam. Petugas kamar operasi menerima pesanan pertelepon dari perawat IRD. penundaan atau penambahan pasien pada jadwal operasi yang sudah ada adalah suatu penjadwalan operasi penundaan atau penambahan operasi yang dilakukan sehari sebelum operasi atau pada hari yang bersangkutan. operator tindakan yang akan dilakukan 2. Dokumen 117/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.PENJADWALAN OPERASI. persiapan dari semua team operasi . PUDJI UMBARAN. nama pasien. umur. Jombang.4/45/415. Petugas kamar operasi menulis pada papan penjadwalan operasi. PENUNDAAN ATAU PENAMBAHAN PASIEN PADA JADWAL OPERASI YANG SUDAH ADA RSUD KAB. M. Ruangan.KP 10 November 2HG Penjadwalan operasi.

PUDJI UMBARAN. dokter anestesi dan perawat anestesi) 4. Apabila ada alat instrumen yang rusak dan tidak layak pakai maka segera dilakukan penggantian. Jombang. 2. petugas timbang terima menghubungi kembali team operasi bahwa operasi ditunda sesuai dengan alasan yang diberikan. M. Dokumen RSUD KAB. Bila terjadi penundaan jadwal. petugas Timbang terima memberitahukan kepada dokter anestesi. menghubungi team dan menyiapkan persiapan operasi serta menulis pada papan penjadwalan operasi IRD IRNA PEMELIHARAAN INSTRUMEN OPERASI No. . Dilakukan setiap kali selesai operasi. instrument. 5.Formular Prosedur 1. Bila ada penambahan operasi dan saat bersangkutan ada operasi.KSM. JOMBANG 19/YANMED. Kelengkapan set tromol instrumen diperiksa dengan cermat dan teliti. 3.Unit Terkait (Asisten. 5. Disesuaikan dengan buku instrumen yang ada. Pengecekan setiap minggu sekali.ANS/ADM Tanggal Terbit No. 4. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.4/45/415.KP Adalah langkah-langkah yang harus dilakukan memelihara alat-alat instrumen operasi Alat terpelihara dan dapat digunakan setiap waktu Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.

khusus untuk anestesi dilihat juga pada Formulir Pemakaian Obat Anestesi 2. Jombang. 7.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.FAR/ADM Tanggal Terbit No. JOMBANG 51/PENMED. PUDJI UMBARAN. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. alkes dan anestesi pada kertas resep buram.4/45/415. F 3.6. Rencana kebutuhan diajukan setiap satu tahun sekali. Dokumen RSUD KAB. Mencatat pada Buku Salinan Resep . alkes dan anestesi yang dipakai penderita saat operasi Untuk memenuhi kebutuhan stok kamar operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Petugas kamar operasi/om loop mencatat pemakaian obat. Apabila sudah tidak ada maka bersamaan dengan rencana kebutuhan tahunan perlu di usahakan. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obataran. harga obat t Unit Terkait CSSD PELAPORAN PEMAKAIAN OBAT DAN ALKES BEDAH DAN ANESTESI No.Formul Prosedur 1. M.KP Pelaporan pemakaian obat dan alkes bedah dan anestesi adalah suatu tindakan mencatat obat.

ditulis pada Buku Salinan Resep. Formulir Laporan Operasi dalam Rekam Medis Pasien Rawat Inap dan dioperkan pada petugas berikutnya. Agar tidak terjadi kekeliruan pada bahan pemeriksaan antar penderita Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Jombang. Pemakaian obat. PUDJI UMBARAN. MENYIAPKAN BAHAN PEMERIKSAAN PATOLOGI ANATOMI.3. alkes dan anestesi dibawa oleh petugas kamar operasi ke farmasi 6. petugas kamar operasi mengecek kembali di bagian obat/farmasi serta kwitansinya 7. memberi etiket dan surat pengantar.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Menyiapkan bahan pemeriksaan adalah bahan/spesiment/jaringan. Petugas kamar operasi kemudian mengembalikan pemakaian obat. DAN LABORATORIUM No.4/45/415. alkes dan anestesi pada tempatnya dan menulis pada salinan resep. 1 September 2014 dr.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien. Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah untuk menyiapkan bahan pemeriksaan 2. Unit Terkait 1. Mengecek kembali jumlah pemakaian sebelum dibawa ke bagian obat/farmasi 5. 1.PK/ADM No.Formul F . Bila pasien menggunakan obat anestesi jenis narkotika/psikotropika dimintakan Formulir Resep asli pada dokter anestesi 4. JOMBANG 28/YANMED. KULTUR. Apabila ada obat yang tidak ada atau kurang. M. Setelah obat dan alkes dibawa oleh petugas obat. Dokumen RSUD KAB. 8.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.

4. banyaknya cairan adalah 3 kali besarnya jaringan 5. 6. dan kultur diisi oleh operator dan ditandatangani 3. Bila diperlukan. Siapkan dan isi Formulir Permintaan Pemeriksaan Patologi Anatomi. Formulir Permintaan Pemeriksan Patologi Anatomi. Menyerahkan bahan pemeriksaan kepada bagian Laboratorium .Laboratorium. .Laboratorium. dan kultur. 2.Prosedur Unit Terkait 1. Catat setiap penyerahan atau pengiriman dalam Buku Ekspedisi 1. Masukkan jaringan yang akan diperiksa ke dalam botol/kantong plastik/Spuit yang bersih/steril dan berikan etiket pada tempat bahan tersebut. beri cairan fixasi sesuai dengan penggunaan. 2.

Hal ini dilakukan apabila ada kesulitan atau ada kelainan bidang lain yang berhubungan dengan operasi utama. Tunggu sampai team konsultan datangerang 2. Menghubungi team konsultan 5. JOMBANG No. 2.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Konsultasi pasien yang sedang dioperasi adalah konsultasi kepada teman sejawat yang lain saat operasi berlangsung untuk menentukan keputusan yang akan diambil saat operasi (konsultasi diatas meja operasi).4/45/415. Perawat sirkulasi /on loop melaporkan kepada konsultan/spesialis yang ditunjuk oleh operator. 3. Menyiapkan keperluan operasi dokter konsultan 6. Sampaikan hasil jawaban konsul ke operator 4. .44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien For 1. 1 September 2014 dr. M. Supaya pasien mendapatkan penanganan/operasi dari petugas yang professional Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Operator menyampaikan bahwasannya harus konsultasi kepada sejawat saat operasi sedang berlangsung. Jombang. PUDJI UMBARAN.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.KONSULTASI PASIEN YANG SEDANG DIOPERASI RSUD KAB. Dokumen 118/YANMED/ADM No.

PUDJI UMBARAN.MENANGGALKAN JAS OPERASI DAN SARUNG TANGAN RSUD KAB. Jas dan sarung tangan yang sudah lepas diletakkan pada tempat keranjang linen kotorF 4. 3. JOMBANG No.KP SPO Pengertian Tujuan Meninggalkan jas dan sarung tangan adalah melepaskan jas operasi dan sarung tangan setelah selesai operasi Memudahkan tim bedah untuk melepaskan jas operasi dan sarung tangan. 4. Lepaskan sarung tangan 5.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien For Prosedur 1.4/45/415. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Tarik jas dari arah depan oleh perawat sirkulasi/dilepaskan sendiri. M. 1 September 2014 dr. Cuci terlebih dahulu sarung tangan dengan cairan desinfektan sebelum dilepas pada kran cuci tangan. Lepaskan tali-tali jas operasi dari arah belakang tubuh anggota tim bedah oleh perawat om loop/sirkulasi 2. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dala Unit Terkait 3. Dokumen 119/YANMED/ADM No. . Jombang.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.

2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien nama gen 1. JOMBANG 64/PENOMED. 1 September 2014 dr. harga obat t CSSD . kemudian di cek nama alatnya. alat plastik/karet diletakkan paling atasbat dipasaran. Dokumen RSUD KAB.CSSD/ADM No. jenis bahannya 3.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.MENYIMPAN ALAT BARU SELESAI DISTERILISASI DI IBS No. Alat yang paling berat/ besar di letakkan di paling bawah. M.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Teknik penyimpanan instrumen/ alat yang baru selesai disterilisasi kedalam tempatnya 1. PUDJI UMBARAN.4/45/415. Setelah instrument selesai di sterilkan. Alat/Instrument di letakkan di tempatnya berdasarkan berat/ besarnya. Memudahkan dalam pengambilan instrument sebelum operasi Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Jombang. Untuk menjaga sterilitas instrument/alat 2.

3 bln setelah Operasi pasien menular petugas anestesi cek darah di laboratorium. Jombang. . Sistem gas buang anestesi harus berfungsi baik. M. 3. suction pump. mesin anestesi. laringoskop. disterilkan.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien nama Fo 1. Disiapkan tempat buang / kantong plastik untuk bekas alat-alat dispossable anestesi. 2.PELAKSANAAN ANESTESI PADA PASIEN MENULAR BERBAHAYA RSUD KAB. Menjaga agar petugas anestesi dan alat anestesi yang ada di kamar operasi terhindar dari penularan dan tidak terkontaminasi terhadap pasien berikutnya.KSM.ANS/ADM No. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.4/45/415. Hindari petugas anestesi keluar/masuk kamar operasi. 5. 1 September 2014 dr. 4.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Dokumen 20/YANMED. Selesai Operasi. Semua petugas anestesi memakai baju dan alat proteksi diri. JOMBANG No.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Merupakan tindakan anestesi pada pasien menular berbahaya untuk meminimalkan penularan terhadap petugas di kamar operasi. PUDJI UMBARAN. 6.

3.4/45/415.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Memperlancar pelaksanaan operasi 2. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan Unit Terkait Rekam medis IBS CSSD PERSIAPAN PRE OPERASI No. Menyiapkan larutan dekontaminasi dalam bak rendam dan meletakkan pada tempatnya .44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien F Prosedur 1.ANS/ADM No. Dokumen RSUD KAB. PUDJI UMBARAN. 1.KSM. Jombang. set tenun. JOMBANG 21/YANMED. peralatan tambahan dan Bahan Habis Pakai sesuai jenis operasi dan kamar operasinya 3. Petugas (perawat instrument yang akan ikut pembedahan) melihat jadwal operasi dan dilakukan di kamar operasi mana. Untuk memperlancar pelaksanaan operasi diperlukan prosedur persiapan Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah persiapan yang harus dilakukan dalam kamar operasi sebelum operasi dilakukan. Petugas menyiapkan Instrumen bedah. 2.F 5. Semua peralatan di letakkan pada tempatnya dengan rapi 4. Mencegah ketidaksiapan alat ketika digunakan. M. 1 September 2014 dr.

1 September 2014 dr. Melapisi tempat sampah medis dengan plastic warna kuning. Dokumen RSUD KAB. ESU. Menghitung jumlah kassa yang akan digunakan dengan saksi 5. Memperlancar pelaksanaan operasi 2.4/45/415. Cek jumlah instrument yang akan digunakan lengkap/tidak 6. 2. JOMBANG 22/YANMED. Menempatkan peralatan elektromedik (lampu operasi.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. dan tempat sampah rumah tangga dengan plastic warna hitam 6.5. 8.ANS/ADM No. Tata instrument diatas meja mayo sesuai operasi yang dilakukan . Pastikan berfungsi baik 7. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. hal hal umum/dasar yang dilakukan untuk melakukan instrumentasi. duk dan lap bekas pakai. Siapkan penampung tali.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah persiapan. PERSIAPAN INSTRUMENTASI UMUM No. Petugas (perawat instrument yang akan ikut pembedahan) membuka lapis kedua bungkus instrument dan tenun steril. Memasang sarung meja mayo 3. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan Unit Terkait 4. 1. PUDJI UMBARAN.KSM. Lapisi meja operasi dengan alas 6. Mesin Suction.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien Form Prosedur 1. elektrik drill dll) yang diperlukan sesuai ketentuan (sesuai pedoman pelayanan) dan cek fungsi. M. Jombang. Mencegah ketidaksiapan alat ketika digunakan. Melapisi meja mayo dengan duk steril sedemikian rupa dengan mencegah duk terkontaminasi 4.

Sarungi cabel cauter ESU. PT C. PT C. Siapkan BHP yang akan dipakai agar siap pakai 9. Bila ada yang lain (slang suction. PUDJI UMBARAN. Drapping 10. ikay dan jepit dengan duk klem. 11.7.ANS/ADM No. Hubungkan kabel ESU atau kabel suction dll pada mesin.KSM. Untuk mempertahankan sterilitas Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Tali bagian belakang jas di talikan oleh perawat sirkuler / . Memakai jas operasi secara aseptic (sesuai SPO no. Jombang. M. Unit Terkait Depo Farmasi IBS PERSIAPAN TIM PEMBEDAHAN No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama gen Prosedur 1. 8. Pasien siap insisi.4/45/415.2-38 tentang memakai jas operasi ) 4.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah prosedur bagi anggota tim yang akan akan ikut dalam tindakan pembedahan atau operasi sebagai operator.2-37 tentang cuci tangan di IBS) 2. asisten bedah dan instrument bedah. Mengeringkan dengan handuk steril yang telah disediakan 3. 1 September 2014 10 November 2H dr. Melakukan cuci tangan secara aseptic (sesuai SPO no. elektrik bor atau yang lain) dapat ditali bersama sama. Dokumen RSUD KAB. JOMBANG 23/YANMED.

Sebelum membuka pembungkus periksa tanggal sterilisasi. M.ANS/ADM No.4/45/415.omloop 5. 7.PT C.KSM.KP SPO Pengertian Tujuan Langkah langkah dalam memakai jas operasi sebelum masuk dalam tim pembedahan Sebagai pedoman agar langkah yang dilakukan dalam pemakaian jas operasi benar dan dapat mempertahankan sterilitas Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. pastikan belum kadaluarsa.(sesuai SPO no. MEMAKAI JAS OPERASI No.2-39 tentang memakai sarung tangan steril). Dokumen RSUD KAB. Tim siap untuk memasuki area aseptic nol Usulan obat dari SMF berdasarkan o Unit Terkait 5. Memakai hansdcoen dengan cara aseptic. Buka duk pembungkus dengan teknik aseptic (pembungkus sebelah .44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama Fog Prosedur Memakai Sendiri. 1. Tali bagian depan ditalikan secara steril / mempertahankan sterilitasnya.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Jombang. JOMBANG 24/YANMED. 2. PUDJI UMBARAN.Kemudian memakai handscoen 6.

JOMBANG Prosedur Unit Terkait 24/YANMED. Biarkan lipatan lepas ke bawah. Petugas yang akan memakaikan harus sudah memakai jas dan sarung tangan steril 2. 4.dalam tidak terkontaminasi oleh sebelah luar atau barang yang tidak steril) 3. diputar dan ditali didepan. Orang yang dipakaikan memasukkan tangan kelengan jas operasi 5. perawat sirkulasi yang akan menalikan tali bagian belakang 7. Orang yang akan dipakaikan sudah cuci tangan dan lap sterilF 7. Setelah pelakukan prosedur cuci tangan. Jaga agar bagian yang steril menghadap ke meja jas operasi yang tertutup kain. Bagian dalam jas menghadap ke pemakai.Revisi 02 Halaman1 /2/2 3. Angkat jas setinggi bahu menghadap ke orang yang akan dipakaikan. 5. Petugas yang memakaian mengambil tali depan. Posisi tangan menggenggam pergelangan tangan dan digerakkan memutar bolak balik hingga 1/3 diatas siku masing-masing tangan. 6.KSM. . Lakukan hal yang sama pada tangan yang lain.ANS/ADM No. Perawat sirkulasi menalikan tali belakang 6. B. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan d MEMAKAI JAS OPERASI No. 6. Angkat jas setinggi bahu dengan memegang bagian leher. Dokumen RSUD KAB. dengan memakai sisi lain lap. Dengan hati hati masukkan kedua telapak tangan ke dalam lubang lengan. ambil lap steril dan lap tangan dari ujung ke pangkal. 4. Memakaikan Ke Orang Lain 1.

KP Langkah langkah dalam memakai sarung tangan operasi sebelum masuk dalam tim pembedahan Sebagai pedoman agar langkah yang dilakukan dalam pemakaian sarung tangan operasi benar dan dapat mempertahankan sterilitas. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr.PEMAKAIAN SARUNG TANGAN STERIL RSUD KAB.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.4/45/415. . JOMBANG No. M. Jombang. Dokumen 13/PPIRS/ADM No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama F Prosedur Memakai Sendiri. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. PUDJI UMBARAN.

. Prosedur selesaiat t 7. 2. F PEMAKAIAN SARUNG TANGAN STERIL RSUD KAB. 4. Dengan cara yang sma lakukan pada tangan yang lain. Ambil bagian dalam sarung tangan dengan tangan kanan (jangan menyentuh bagian luar yang harus steril) masukkan jari jari tangan kiri.1. Rapikan bagian pangkal sarung tangan. Orang yang dipakaian merapikan pangkal sarung tangan agar rapi. 5. Sebelum memakai sarung tangan harus sudah pakai jas operasi umtuk tim pembedahan. Prosedur selesai B. 5. Dokumen 13/PPIRS/ADM No. Dengan hati hati pakaikan pada tangan kanan. Dengan jemari tangan yang telah memakai sarung tangan ambil sisa sarung tangan dengan menyelipkan jari tangan kiri pada lipatan sarung tangan sehingga tangan kiri kita hanya kontak dengan bagian luar sarung tangan. Orang yang akan dipakaikan sudah memakai jas operasi 3. Untuk yang kidal sebaliknya. 7.Revisi 02 Halaman1 /2/2 4. 6. 6. Petugas yang akan memakaikan harus sudah memakai jas dan sarung tangan steril 2. JOMBANG Prosedur Unit Terkait No. Memakaikan Ke Orang Lain 1. Petugas yang akan memakaikan mengambil sarung tangan dan dibuka dengan cara menarik denhan dua tangan bagian lipatannya.F Usahakan tangan yang memakaikan tidak bersentuhan dengan yang dipakaikan. 3.

KP Pengertian Adalah proses penyempitan lapangan operasi dengan tenun steril Tujuan Sekitar lapangan operasi tertutup tenun steril dan mempersempit lapangan operasi. SPO 1 September 2014 dr.ANS/PP Tanggal Terbit No.4/45/415.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama gen .DRAPPING No. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. M. JOMBANG 25/YANMED. PUDJI UMBARAN. Jombang.KSM. Dokumen RSUD KAB.

3. 2. jepit dengan duk klem. 4. Dokumen RSUD KAB. 4. 1 September 2014 dr. Selain Extremitas 1.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Menekan angka infeksi luka operasi (ILO) Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang .KSM.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Adalah prosedur pra pembedahan dengan mengoleskan larutan anti septic ke lapangan operasi dan sekitarnya. Tutup sisi samping. 5. Tutup sisi alas dan bawah lapangan operasi yang sudah didesinfeksi. 2. JOMBANG 26/YANMED. Satukan ketiga sisi tenun (pertemuan atas dan bawah) jepit dengan duk klem. Lilitkan tenun kecil segitiga pada pangkal extremitas yang akan dioperasi. B. Angkat extremitas yang sudah didesinfeksi. 2. M. DESINFEKSI PRE OPERASI No. Unit Terkait 8. 1. 3. Ietakkan tenun steril rangkap 2 di bawahnya. Tenun yang keluar harus menutupi sekurang-kurangnya setengah tinggi meja operasi. Letakkan extremitas pada tenun.ANS/PP No. Pada Extremitas 1. PUDJI UMBARAN.Prosedur A. Jombang. Lapisi bagian alas dengan tenun sleril. Untuk mensuci hamakan daerah yang akan di lakukan incisi. Fixsasi dengan duk klem.

Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasiennama Fo
Prosedur

Unit Terkait

1. Petugas yang akan melakukan desinfeksi memakai jas operasi
terlebih dahulu
2. Sebelum dilakukan desinfekasi dilakukan scrubing dengan larutan
aqua savlon 1:30
3. Bahan desinfektan antara lain :
 Larutan Povidon iodine
 Aqua savlon 1 : 30 (untuk mukosa dan wajah)
 Alkohol 70% sebagai pembilas (khusus larutan povidon iodine)
4. Menggunakan klem panjang mengoleskan depper dengan
desinfektan memutar dari pusat ke pinggir.
5. Saat melakukan desinfeksi petugas harus memperhatikan prinsip
aseptic.
6. Pelebaran desinfeksi + 10 cm melingkari daerah yang akan di
incise
7. Ulangi minimal 2x

9.

PENUTUPAN LUKA POST OPERASI

No. Dokumen
RSUD
KAB. JOMBANG

27/YANMED.KSM.ANS/PP

No.Revisi
02

Halaman1
/1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

1 September 2014

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

SPO

Pengertian

Adalah perawatan luka pada post operasi.

Tujuan

Menekan terjadinya infeksi luka operasi.

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasiennama F

Prosedur

Bersihkan luka operasi dengan normal salin, keringkan
Tutup dengan kasa steril 3 lapis
Tahan dengan tangan, dan perlahan lepaskan kain/duk .
Lekatkan plester dengan menutup seluruh balutan.
Sersihkan daerah sekitar balutanarga obat t

Unit Terkait

10.

MEKANISME KONSULTASI DURANTE OPERASI
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

RSUD
KAB. JOMBANG

No. Dokumen
120/YANMED/ADM

No.Revisi
02

Halaman1
/1/1

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

1 September 2014
10 Novemb

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

SPO

Pengertian

Adalah kerjasama antar dan lintas disiplin ilmu kedokteran selama

berlangsungnya suatu proses pembedahan.
Tujuan

Untuk mendapatkan hasil akhir akhir pembedahan secara maksimal

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennk
dan 2

Prosedur

1. Konsultasi dapat dilakukan oleh operator antar disiplin ilmu
kedokteran yang sama dan juga dapat dilakukan lintas disiplin
ilmu kedokteran.
2. Konsultasi lintas disiplin ilmu kedokteran dilakukan oleh dokter
spesialis penangggung jawab operasi kepada dokter spesialis
disiplin kedokteran lain yang berhubungan dengan kasus operasi
dan jika operasi dilakukan oleh residen, konsultasi dilakukan oleh
dokter spesialis yang bertanggung jawab kepada dokter spesialis
yang berhubungan
3. Jika dokter spesialis tersebut tidak ada di tempat atau tidak bisa
dihubungi atau sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan,
maka konsultasi tersebut dilimpahkan kepada dokter spesialis yang
lain dibidang disiplin tersebut melalui koordinator yang
bersangkutan
4. Jika konsultasi sudah selesai dan tidak memerlukan tindak lanjut
dari dokter konsultasi tersebut maka penderita dan operasi nya
telah menjadi tanggung jawab dokter yang konsul sebelumnya.
5. Jika ternyata harus ditangani selanjutnya oleh dokter konsultan
yang bersangkutan maka penderita dan operasi nya menjadi
tanggung jawab dokter konsultan tersebut.F

Unit Terkait

11.
PENJADWALAN ACARA OPERASI ELEKTIF

RSUD
KAB. JOMBANG

No. Dokumen
121/YANMED/ADM

No.Revisi
02

Halaman1
/1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

1 September 2014

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

SPO

7. Dokumen 121/YANMED/ADM No. Pasien siap operasi di ruang rawat inap didaftarkan oleh petugas ruangan ke daftar antri IBS. 5. Untuk rencana operasi dengan GA dikonsulkan dulu ke bagian anestesi dan disiapkan puasa 6 jam sebelumnya tulis dalam kartu control. Kartu kontrol diserahkan ke pasien. Masing masing operator menuliskan ke papan acara kapan . Pasien Instalasi Rawat Jalan 1. 6. Kartu control harus diserahkan pada petugas IBS pada hari operasi yang telah ditentukan. untuk menentukan hari 4. Dapat merencanakan peralatan dengan baik. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. dengan menjelaskan isinya. 1. 8. dengan menuliskan nama pasien. 3. Mencatat ke kartu control hari dan tanggal pelaksanaan operasi. Pasien dari instalasi rawat jalan dengan hasil pemeriksaan penunjang. JOMBANG Prosedur No.Pengertian Tujuan Adalah ketentuan cara penjadwalan acara operasi yang direncanakan.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama gen Prosedur A. Pasien Dari Ruang Rawat. Menghindari perpanjangan masa tunggu 3. Petugas IBS menerima dan melihat daftar (dalam buku daftar pasien instalasi rawat jalan). 2. Acara operasi terjadwal sesuai dengan urutan tanggal masuk.Revisi 02 Halaman1 /2/2 B. diagnose.4/45/415. Datang sendiri/diantar petugas ke IBS 3. 2. Dituliskan pada kolom masing masing ruangan. 2. 1. tgl siap dan register. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat b PENJADWALAN ACARA OPERASI ELEKTIF RSUD KAB.

maksimal jam 13.acara akan dikerjakan dengan konfirmasi kepada petugas IBS. harga obat t Unit Terkait IRNA PENUNDAAAN DAN PEMBATALAN OPERASI RSUD KAB.Revisi 02 Halaman1 /1/2 . Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi merangkum usulan obat dan mengelompokkan berdasarkan kelas terapi obat 9.00 4. JOMBANG No. Petugas ruang rawat melihat daftar acara untuk besok. Dokumen 122/YANMED/ADM No. Subkomite Farmasi dan Terapi mengk.

2 Tim mengisi format pembatalan/penundaan operasi dengan alasannya rangkap dua dan ditandatangani oleh ketua tim (bedah/anestesi) 3 Ketua tim memberikan penjelasan dengan baik kepada pasien dan keluarganya tentang penyebab pembatalan/penundaan.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama For Prosedur Ketentuan: 1 Yang melakukan pembatalan operasi adalah dokter operator atau ahli anestesi atau coordinator bedah sentral.Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. 4 Petugas IBS mendokumentasikan format pembatalan ke dalam file pasien dan arsip IBS\ 5 Petugas IBS menginformasikan kepada petugas ruang perawatan tentang pembatalan/penundaan dan menjemput pasien PENUNDAAAN DAN PEMBATALAN OPERASI . Jombang. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 3 Telah melewati jam yang telah ditentukan dengan tenggang waktu 15 menit Langkah langkah: 1 Tim pembedahan karena alasan tertentu (sesuai kebijakan yang berlaku) membuat keputusan bahwa operasi dibatalkan/ditunda. 2 Ada indikasi medis pada kondisi pasien yang mana bila operasi dilakukan operasi.4/45/415.KP SPO Pengertian Tujuan Langkah langkah dalam melakukan pembatalan/penundaan operasi yang telah dijadwalkan 1 Untuk mengkomunikasikan dengan baik hal hal yang berkaitan dengan pembatalan/penundaan kepada pasien dan keluarganya 2 Menghindari kesalah fahaman. PUDJI UMBARAN. M.

Revisi 02 Halaman1 /2/2 .No. Dokumen 122/YANMED/ADM RSUD KAB. JOMBANG Unit Terkait IRNA No.

IRNA .PENAMBAHAN JADWAL PEMBEDAHAN RSUD KAB. Petugas IBS memeriksa: a. PUDJI UMBARAN. 4. Penjadwalan.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Adalah langkah langkah yang dilakukan bila ada peambahan operasi diluar yang telah direncanakan. 10. Patugas IBS merencanakan kembali penjadwalan operasi hari itu. penambahan dan penundaan pasien elektif dan emergency dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.IRJA . Petugas IBS memanggil pasien. 3. M. operator memberitahukan kepada IBS adanya penambahan. 2.4/45/415. Bila semua masih memungkinkan petugas IBS menghubungi petugas/operator yang meminta penambahan bahwa operasi dapat ditambahkan atau sebaliknya. 1 September 2014 dr. Jombang. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digun .Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Peralatan mencukupi atau tidak c. 5.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama Fo 1. Petugas ruang rawat asal pasien. Jumlah acara hari itu apakah masih dapat ditambahkan dengan tidak melebihi kapasitas atau tidak b. Konfirmasi ke petugas anestesi. JOMBANG No. Dokumen 123/YANMED/ADM No.

Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Petugas OK memanggil pasien bila persiapan sudah selesai.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama ang Prosedur 1.PENJADWALAN PASIEN OPERASI EMERGENSI RSUD KAB. Persiapan pre op 7. Unit Terkait . dikerjakan sesegera mungkin 11. Konsultasi dokter anestesi 8. Operator siap 9.IRNA Petugas ruangan (asal pasien) memberitahu tentang calon operasi emergensi. Untuk kasus label merah. 3.IGD . 1 September 2014 dr. Petugas ruangan menyiapkan persiapan operasi 5. PUDJI UMBARAN. Dokumen 124/YANMED/ADM No. Jombang.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah langkah langkan yang harus dilaksanakan bila membutuhkan pelayanan kamar operasi emergens Mencegah adanya salah informasi atau ketidaksiapan petugas kamar operasi atau pasien. 2. M. 10.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat ya . Petugas OK menulis dipapan acara 4. Timbang terima sesuai prosedur. JOMBANG No.IRJA .F 11. Petugas OK menyiapkan peralatan operasi sesuai kasus.4/45/415. Pemeriksaan penunjang 6. dengan menerangkan kasus dan waktu.

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 1 September 2014 dr. Petugas IBS melakukan klasifikasi kasus yang lebih mengancam jiwa lebih diutamakan 2.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait Adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan bila terjadi kasus operasi Emergency dimana lebih dari satu kasus yang sama-sama mengancam jiwa.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. M. Jombang. Bila kasus yang ada sama-sama mengancam jiwa maka Ka Tim jaga segera menghubungi petugas jaga lapis (on Call ) untuk datang 4. petugas jaga Emergency melakukan persiapan pelaksanaan operasi - IRNA IRJA IRD ICU/ICCU . JOMBANG No.ICU BILA ADA LEBIH DARI SATU KASUS OPERASI EMERGENCY RSUD KAB. Koordinator dengan dokter operator dalam klasifikasi kasus 3. Dokumen 125/YANMED/ADM No. PUDJI UMBARAN.4/45/415.. Memberikan kelancaran pelayanan di IBS dan menghindari terjadinya error.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennama Fo 1. Sementara menunggu petugas lapis (on Call ) datang.

3. M. Bila KLB tidak membutuhkan pelayanan kamar operasi. 1 September 2014 dr. Apabila pada saat tertentu terjadi kejadian Iuar biasa.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. petugas IGD menghubungi petugas IBS untuk mempersiapkan kamar operasi untuk mengerjakan kasus KLB 2. Instalasi bedah sentral telah siap siaga menjalankan fungsinya. Bila kamar operasi yang dibutuhkan Iebih dan satu. 4. PUDJI UMBARAN. Pelaksanaan dipimpin Iangsung oleh Ka keperawatan lBS di bawah koordinasi Ka lBS. Petugas IBS mempersiapkan kamar operasi yang diperlukan.4/45/415. Bila terjadi KLB yang memerlukan pelayanan kamar operasi. . Bila KLB tidak memungkinkan hanya dilayani di IGD maka petugas IBS meghubungi ka Keperawatan lBS.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Persiapan Instatasi bedah sentral dalam rangka siaga bila ada Kejadian Luar Biasa. petugas IGD bisa meminta bantuan kepada petugas IBS untuk melakukan tindakan di IGD. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Jombang. JOMBANG No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennam 1. bila di IBS tidak ada tindakan operasi.PERAN IBS BILA TERJADI KEJADIAN LUAR BIASA RSUD KAB. Dokumen 126/YANMED/ADM No. berlaku prosedur on call (SPO bila lebih dari satu operasi) 5.

ANS/PP No. 1 September 2014 dr.KSM. Mencegah tertinggalnya peralatan dalam kamar operasi. JOMBANG 28/YANMED. 7. 4. M.IGD . Siap untuk prosedur pencucian. Rapikan semua peralatan yang dipakai dalam operasi.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.PATIENT SAVETY MERAPIKAN PERALATAN POST OPERASI No. PUDJI UMBARAN. Dokumen RSUD KAB.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiennadagang 1. Semua instrument habis pakai yang telah dihitung dimasukkan ke dalam larutan dekontaminasi yang telah disiapkan.IRNA . Gulung duk diatas pasien.4/45/415. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Angkat semua duk klem dan kabel ESU dll. pastikan sesuai jumlah semula 3.IRJA . kasus operasi elektif yang belum terlaksana ditunda . Kembalikan BHP yang belum dipakai.Bidang pelayanan Medik Dan Keperawatan . .Unit Terkait 6. 2. 5. Menjaga ketertiban dan kerapian 2. Bila KLB terjadi pada jam kerja. Setelah pasien dilakukan balutan sesuai SPO yang berlaku semua duk yang ada di buka.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Adalah hal hal yang dilakukan pada saat setelah selesai prosedur operasi 1.K3RS . Masukkan pada tempat perendaman tenun. 6. Jombang.

ANS/PP No. M. Memakai sandal yang khusus disediakan untuk masuk kamar operasi. Memakai kap/topi kepala 4. Memakai masker 5.KSM. . Untuk keperluan cyto dapat memakai skort khusus dalam kamar operasi yang telah disediakan. untuk memasuki daerah/ Zona septik Untuk mempertahankan sterilitas daerah/ zona aseptik. PUDJI UMBARAN. Memakai baju maupun celana yang telah di sediakan khusus di kamar operasi. MASUK DAERAH ASEPTIK No. 2. Jombang.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah prosedur bagi seluruh pengguna kamar operasi baik itu staf kamar operasi maupun tamu/pengunjung. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. JOMBANG 29/YANMED. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.Unit Terkait 12.4/45/415. 1 September 2014 dr. 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan PasiennadaF Prosedur Staf maupun tamu yang akan masuk ke daerah aseptic harus: 1.

Membatasi bicara didalam kamar operasi.6. JOMBANG 30/YANMED. PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS DAN HIV No. M. SPO Pengertian Tujuan 1 September 2014 dr. Dokumen RSUD KAB. 3. Jombang.ANS/PP Tanggal Terbit No. Tim operasi harus menjamin kerahasiaan status pasien. sepatu bot. jas operasi disposibel dan plastik. masker dan kacamata. Membatasi jumlah orang yang masuk kamar operasi (lalu lintas terlalu padat dapat meningkatkan angka kuman di udara) 7.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.KSM. 2. . Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. PUDJI UMBARAN. Menyiapkan alat pelindung tubuh untuk tim operasi sarung tangan. 4.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan PasiennadaF Prosedur Persiapan Pra Bedah 1. Unit Terkait 13. Tim operasi diberitahu mengenai status pasien. Perawat ruangan pra bedah menginformasikan kepada perawat kamar operasi tentang status pasien.4/45/415.KP 10 November Adalah langkah-iangkah yang harus dilaksanakan untuk mencegah penularan penyakit Hepatitis dan HIV Menghindari penularan penyakit Hepatitis dan HIV. topi operasi.

tiang infus.5. dam memakai jas operasi dispossible 2. 9. 4. 10. meja anestesi.KSM. Dokumen RSUD KAB.5% 6. Menyediakan plastik penampung (kantong plastik) untuk kain kasa. Menggunakan pinset untuk memegang alat-alat tajam 11. 5. Melapisi meja operasi. 7. Semua alat tenun dan jas operasi. 10. Tim operasi dilarang keluar dan kamar operasi sebelum melepas alat pelindung tubuh 7. JOMBANG Prosedur 30/YANMED. sarung tangan dimasukkan dalam plastik besar yang disediakan untuk dimusnahkan. Hati-hati dan selalu hindari luka tusuk oleh benda tajam 9. dan peralatan yang harus dicuci ulang didesinfeksi dalam larutan klorin 0. menyiapakan set tenun khusus untuk tindakan pembedahan pasien HIV dan Hepatitis (disposibel). lampu operasi meja mayo. bahan tenun dan sampah tercemar. mesin diatermi. Seluruh plastik yang digunakan untuk melapisi semua permukaan direndam dalam larutan clorin 0.5%). Semua benda tajam dispossible dimasukkan dalam wadah tang tidak dapat tembus dan dimusnahkan. 8. 8. Menyiapkan alat pelindung untuk petugas kebersihan Kegiatan Selama Operasi 1. Instrumen. 6. Menyediakan alat-alat kedokteran sekali pakai. Cairan tubuh pasien yang melekat harus segera dibersihkan. Instrumentator memberikan instrumen tajam dengan menggunakan nampan/wadah 3. brankard. Tim operasi memakai alat pelindung tubuh dan sarung tangan rangkap.ANS/PP No. Mesin aneslesi dengan fentilator dipasang filter disposible untuk anestesi umum. Menyiapkan wadah tertutup untuk benda tajam yang telah dipakai tidak tembus dan berisi zat suci hama (Natrium Hipokrid 0. PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS DAN HIV No. meja instrumen. Memasang jarum ke needle holder harus menggunakan pinset .Revisi 02 Halaman1 /2/3 Menyiapkan larutan desinfektan chlorine 12. masker. lantai dan lain-lain dengan plastik transparan.5% baru dicuci.

datam kantong plastik yang sudah disediakan. Memasukkan alat-alat atau benda tajam yang sudah dipakai ke wadah yang sudah disediakan PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS DAN HIV No. a!at tenun yang sudah tercemar he. 4. 13. mata pisau. 1. 5. Alat kedokteran disposible bahan tenun dan baju yang tercemar. ampul. dan berwama khusus lain diikat dan diberi label “menular” kemudian dibakar 7. Instrumen logam den kaca seteleh selesai direndam dalam larutan klorin 0. dan benda tajam lainnya yang telah dipakai dimasukkan ke dalam kantong yang berisi desinfektan lalu ditutup dan selanjutnya dibakar. kedap air. masker. cairan tubuh kain kasa plester. 2. laryngoscope dan alat bantu nafas !ain harus segera disterilkan setelah dipakai yang sebelumnya direndam dengan larutan klorin 0. Memasukkan kasa. Memasang mata pisau ke scaple handle dengan menggunakan klem. tahan tusukan berlapis ganda. gergaji.anatomis. Benda dan alat-alat tajam yang terkumpul dalam wadah ditutup dan dimusnahkan. dibilas dikeringkan dan baru disterilkan 3. 14. sarung tangan. 6. kertas plastik . Masker anestesi. kapas dan lain-lain ditempatkan dalam kantong plastik tebal. 12.5% selama 10 menit.ANS/PP No.5% selama minimal 20 menit kemudian dicuci. Sampan lain seperti tisu.Revisi 02 Halaman1 /3/3 Kegiatan sesudah operasi. Dokumen RSUD KAB.KSM. kasa sampah dll dimasukkan ke dalam kantong plastik dan dimusnahkan. JOMBANG Prosedur 30/YANMED. Semua sisa jaringan. darah. Jarum. 4.

Kamar operasi dibersihkan dengan natrium hipok!orida 05%. mata pisau. Jombang. M.KSM. 5. PUDJI UMBARAN.4/45/415. Menjaga instrument tetap awet dan bersih. 6. JOMBANG 31/YANMED. Tempatan dalam wadah dan direndam dengan air panas e. ampul.ANS/PP No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan PasiennadaF For Prosedur A. Dekontaminasi selama 10 menit dengan cairan desinfektan b. Jarum.dan lain-lain dimasukkan ke dalam kantong plastik diikat dan diberi label “menular” selanjutnya dibakar. gergaji.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Dokumen RSUD KAB. 1 September 2014 dr.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah langkah langkah yang dilakukan ketika melakukan pencucian instrumen habis pakai dan pengepakan. Sikat dibawah air mengalir c. Keringkan . Unit Terkait KPPI-RS PENCUCIAN DAN PENGEPAKAN INSTRUMEN No. 7. Pencucian instrument a. Lantai kamar operasi dibersihkari dengan larutan natrium hipokiorida 4% dan disuciharna sesuai prosedur. dan benda tajam lainnya yang telah dipakai dimasukkan ke dalam kantong yang berisi desinfektan lalu ditutup dan selanjutnya dibakar. Menjaga keamanan petugas dari kontaminasi kuman Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Bilas dengaJNn air mengalir d.

KSM. Dekontaminasi selama 10 menit dengan cairan desinfektan b. Catat dalam buku daftar pemakaian instrument Unit Terkait CSSD KPPI-RS . Cek sesuai daftar pada masing masing tromol d. Siap pakai kembali C. Slang suction a. Keringkan g. Packing instrument a.f. Bila sudah sesuai tutup dua lapis e. B. Keringkan PENCUCIAN DAN PENGEPAKAN INSTRUMEN No. Ulangi sampai sisa darah bersih e. Instrumen yang sudah dibersihkan b.ANS/PP No. Beri air panas f. Bilas dengan air mengalir d. F Siap di pack kembali D. Tungi dengan cairan desinfektan sampai penuh c. Sikat dan bilas dalam air mengalir e. Botol suction a. hindari darah terpercik b. Siap di pack.Revisi 02 Halaman1 /2/2 Prosedur f. Pasang kembali pada mesin suction h. Bersihkan bagian dalam dengan mandarin c. Hitung dan bendel sesuai jenis dan jumlahnya c. Untuk instrument tambahan di w pack yang dilakukan oleh CSSD berdasarkan daftar permintaan dari IBS g. Cara penutupan harus mendukung prinsip aseptic f. Dokumen RSUD KAB. JOMBANG 31/YANMED. Buang darah. Biarkan selama 10 menit d.

Memudahkan pengecekan. JOMBANG 32/YANMED. instrumen tambahan .Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Dokumen RSUD KAB.PENYIMPANAN ALAT STERIL No. Efisiensi sterilisasi alat. PUDJI UMBARAN. set instrumen.ANS/PP No.KSM. 1 September 2014 dr. Jombang.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama daga Prosedur 1. Sterilitas alat terjaga. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Seluruh kebutuhan alat tenun.KP SPO Pengertian Tujuan Pengaturan dan cara penataan alat-alat steril (sterilisasi dengan autoclave) di ruang penyimpan Memudahkan pengambilan.4/45/415. M.

5. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang .Unit Terkait dan bahan tenun tambahan tersedia di Ruang Penyimpanan. 1 September 2014 10 November 2HG dr.ISL/ADM No. dan diakukan penyinaran selama 60 menit dan pintu selalu dalam keadaan tertutup. Disusun sedemikian rupa sehingga tanggal penyeterilan yang lebih lama dapat terpakai lebih dahulu. JOMBANG 75/PENOMED. Kecuali barang-barang tersebut tidak boleh ada barang lain yang tersimpan di ruang penyimpanan alat steril CSSD PENANGANAN LIMBAH INFEKSIUS DAN NON INFEKSIUS No. Untuk peralatan dan tenun yang masa sterilitasnya sudah kadaluarsa. Setiap tenun atau instrumen yang ada harus dilengkapi label sehingga mudah dalam pencariannya. dilakukan sterilisasi ulang. 4. Pembersihan ruangan penyimpanan alat dilakukan setiap hari. 6. Setiap akhir pekan. Limbah infeksius dan non infeksius tidak bercampur aduk 3. semua alat dan tenun dicek kembali. Bungkus kain dan tromol1 minggu dan dengan W Pack 3 bulan. jas. dan intrumen bedah) 3. Masing-masing kebutuhan tersebut dikelompokkan sesuai macamnya (set duk. Jombang. Dokumen RSUD KAB. Tidak terjadi infeksi silang terhadap petugas maupun alat-alat 4. M.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Adalah suatu metode pengumpulan sampai dengan pembuangan limbah medis padat dan cair pasca operasi baik yang terkontaminasi (infeksius) maupun yang tidak terkontaminasi. untuk memastikan tanggal kadaluarsanya. 7. Pemusnahan limbah infeksius lebih optimal. 1.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. 2. Sebagai pedoman opreasional penanganan limbah dikamar operasi 2. 8. PUDJI UMBARAN.

JOMBANG No. limbah infeksi kering dan basah ditempatkan pada tempat tertutup dan tidak mudah bertebaran dan diberi label kuning B.KP SPO Pengertian Tujuan Adalah tindakan-tindakan yang telah di rencanakan untuk melindungi staf kamar operasi dari kecelakaan kerja dan tertular/terkena penyakit.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. terkena sakit dan tertular penyakit yang berakibat pada penurunan produktivitas. Jenis Limbah Cair limbah cair infeksius di buang di tempat khusus yang berisi larutan desinfektan yang selanjutnya mengalir ke tempat pengolahan limbah cair RSF 12. Agar seluruh staf kamar operasi terhindar dari kecelakaan kerja. Dokumen 127/YANMED/ADM No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama Fo Prosedur Limbah infeksius dan non infeksius baik cair maupun padat dimasukkan kedalam tempat sampah yang berbeda… A. M.4/45/415. Jenis Limbah Padat 1. . Usulan obat dari SMF berdasa Unit Terkait KPPI-RS PENGAMANAN STAF KAMAR OPERASI RSUD KAB. 1 September 2014 10 November 2HG dr. PUDJI UMBARAN. Limbah anggota tubuh ditempatkan dalam kantong/tempat tertutup untuk dibakar/dilebur di RS atau diserahkan kepada keluarga penderita sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2. Jombang. limbah non infeksi kering dan basah ditempatkan pada tempat tertutup dan tidak mudah bertebaran yang selanjutnya dibuang ditempat pembuangan RS dan diberi label hitam 3.Nomor 188.

Jombang. jas operasi. General check up dilakukan secara berkala sesuai dengan waktu yang telah di jadwalkan oleh RS Dilakukan vaksinasi sesuai dengan jenis dan jadwal vaksinasi dari RS Pemakaian handscoen setiap kali kontak dengan bahan infeksius Pakaian operasi harus lengkap dan memakai sandal/sepatu. M. 1 September 2014 dr. 4. Unit Terkait PEMINDAHAN PASIEN DI KAMAR OPERASI RSUD KAB. 6. 8. scort plastic.Kebijakan Prosedur Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Beban kerja tidak melebihi kemampuan kerja (jumlah acara operasi < 12 operasi per hari) Pembuangan gas anestesi harus lancar sehingga tidak mencemari udara didalam kamar operasi. 5. 7. 3.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.4/45/415. handscoen. (ada tabung pemadam api) Pemakaian baju pelindung radiasi (APRON) bila ada cyto foto roentgen di kamar operasi. System pemadam kebakaran darurat. JOMBANG No. Dokumen 128/YANMED/ADM No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For 1. PUDJI UMBARAN. 2. dan kacamata.KP SPO .

atau terjadi komplikasi. dan gerahan yang sama 5. JOMBANG No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For Prosedur 1. Pasien fraktur dipindahkan dengan fiksasi daerah fraktur 6. harus dipasang pengaman pada brancart 7. Bila pasien harus menunggu di ruang tunggu kamar operasi. Memindahkan pasien dengan hitungan. Pada waktu pemindahan pasien di kamar operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Pasien dengan kesadaran penuh dan tanpa fraktur dipersilahkan pindah sendiri dengan pengawasan perawat 3.Revisi 02 Halaman1 /1/1 . Dokumen 129/YANMED/ADM No. Unit Terkait PENGATURAN POSISI PASIEN UNTUK OPERASI RSUD KAB. 4. Pasien dengan kesadaran menurun harus dipasang tali pengaman dan diposisikan pada tempat yang mudah diamati.Pengertian Tujuan Adalah langkah langkah yang harus dilakukan ketika memindahkan pasien dari brancart luar ke brancart dalam ke meja operasi dan sebaliknya Mencegah pasien terjatuh. Ketika memindahkan pasien pastikan roda brancart dan meja operasi dalam keadaan terkunci 2.4/45/415. Memindahkan pasien minimal dengan 3 orang dalam pengawasan satu oaring perawat.

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

SPO
1 September 2014
Pengertian

Tujuan

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

Adalah
memposisikan
pasien
untuk
operasi
dengan
mempertimbangkan anatomi fisiologi pasien sehingga tidak
menimbulkan cidera.
Memperkecil kemungkinan cidera pasien akibat posisi operasi.

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasienama Form

Prosedur

1. Posisi ekstremitas harus aman untuk persendian , bebas tekanan
pada pembuluh darah dan syaraf.
2. Operasi dengan posisi tengkurap harus mempertimbangkan
fungsi pernafasan, dan bola mata dalam keadaan aman dengan
memberikan bantalan yang cukup.
3. Pengangkatan ekstremitas dengan fraktur (sewaktu melakukan
desinfeksi) dengan pencegahan timbulnya cidera tambahan.
4. Posisi pasien diobservasi tiap 2 jam
5. Pemasangan pneumatik tourniquet, dengan memakai alas, dan
pemasangan maksimal 2 jam.

Unit Terkait

PEMANTAUAN ANAFILAKTIK SYOK

No. Dokumen
33/YANMED.KSM.ANS/PP

No.Revisi
02

Halaman1
/1/1

RSUD
KAB. JOMBANG
Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

1 September 2014

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

SPO

Pengertian

Tujuan

Adalah persiapan dan tindakan yang harus dilakukan ketika
memasukkan obat premedikasi dan obat obatan yang lain di kamar
bedah.
Anafilaktik syok segera diketahui sehingga penanganan dini dapat
dilakukan

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasienama For

Prosedur

1.

Unit Terkait

ICU

Ketika melakukan premedikasi harus juga dengan persiapan
obat dan alat resusitasi
2.
melakukan pemantauan TTV minimal sampai 10 menit
sesudahnya
3.
Melakukan induksi dengan persiapan alat resusitasi dengan
pemantauan TTV

PENGELOLAAN PERSIAPAN KEBUTUHAN OPERASI
SETIAP HARI

RSUD
KAB. JOMBANG

No. Dokumen
130/YANMED/ADM

Tanggal Terbit

No.Revisi
02

Halaman1
/1/1

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

SPO
1 September 2014

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

Pengertian

Pengaturan pemenuhan kebutuhan operasi setiap hari.

Tujuan

Kebutuhan alat dan obat operasi setiap hari dapat terpenuhi sesuai
jenis operasi.

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasienama Form

Prosedur

1.

Unit Terkait

Farmasi IBS

Sehari sebelumnya semua acara
operasi harus sudah diketahui sehingga kebutuhan dan persiapan
apa yang diperlukan dapat dipersiapkan.
2.
Pengambilan tenun dan instrumen
disesuaikan dengan macam kasus pembedahan.
3.
Pengambilan harus yang tertanggal
lebih lama.
4.
Pengambilan merapikan tenun dan
instrumen yang tidak terambil.
Untuk kebutuhan : mess, cairan desinfektan. benang dan jelly
sudah tersedia di masing-masing ruangan operasi, atau kebutuhan
yang kurang dapat diajukan kepada petugas Depo Farmasi yang
ada di dalam Instalasi Bedah Sentral.

Jombang. tenun. Surat keluar atas nama ka Instansi kepada direktur melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For Prosedur 1. bersifat darurat/kurang darurat 5. JOMBANG No. Inventarisasi kebutuhan Rapat kelompok keperawatan di Intem IBS membahas barang yang diperlukan 3. DLL) MENDADAK DILUAR PROGRAM YANG TELAH DITENTUKAN RSUD KAB. Dokumen 131/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.BILA ADA KEBUTUHAN (ALAT MEDIS. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. Agar kebutuhan dapat terpenuhi dan kegiatan dapat berjalan lancar.KP Adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan bila IBS membutuhkan barang (alat kesehatan. M. ALAT RT.4/45/415. PUDJI UMBARAN. Unit Terkait 14. alat rumah tangga. Hasil rapat (pembicaraan) dilaporkan kepada ka IBS melalui kepala keperawatan 4. Bila darurat didahului telepon Hasil jawaban diberlakukan di IBS . BHP dll) secara mendadak diluar perencanaan yang telah ditentukan. 2.

KP Pengertian Tata cara peminjaman peralatan steril dari IBS ke Ruangan lain Tujuan 1. Tidak ada tumpang tindih penggunaan peralatan di Kamar Operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. JOMBANG No. Macam dan jumlah peralatan yang diserahkan peminjam harus didokumentasikan pada buku peminjarnan alat. SPO 1 September 2014 dr. lBS dapat meminjamkan alat ke ruangan lain dengan pertimbangan kebutuhan peralatan di lBS sendiri. 2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiena dagang Prosedur 1. 4. 5. Dokumen 132/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. Pada saat penyerahan peralatan harus dicek ulang baik macam dan jumlahnya disesuaikan pada saat perninjarnan. peralatan yang dipinjamkan baik jumlah dan jenisnya.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. . Jombang. Pelayanan pembedahan di RSUD Kabupaten Jombang berjalan lancar. Peralatan yang telah selesai dipakai harus segera dikembailkan. 7. 2.PEMINJAMAN ALAT RSUD KAB. 6. 3. Untuk acara operasi elektif peminjam harus sudah mengajukan pemintaan pinjam sehari sebelumnya. M.4/45/415. Pada kasus-kasus darurat peminjam dapat melakukan bon cyto. Peminjam harus menuliskan pada buku ekspedisi. PUDJI UMBARAN.

maka bersamaan dengan Rencana Kebutuhan Tahunan perlu diusahakan. Jombang. 6. 4.KP Tata Iaksana pemeriksaan dan evaluasi kelengkapan dan kelayakan instrumen Mengetahui kelengkapan dan kelayakan instrumen operasi pada tiap tromol. Rencana kebutuhan diajukan setiap satu tahun sekali .44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiena nama gg Prosedur 1. 5. Apabila ada instrumen atau alat yang rusak dan tidak Iayak pakai.IRNA. Kelengkapan set tromol instrumen diperiksa dengan cermat dan teliti.IRD PENGECEKAN DAN PEREMAJAAN INSTRUMEN No.4/45/415.ICU. Disesuaikan dengan buku instrumen yang ada 3. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. Diketahui setiap tiga bulan sekali bersamaan dengan perawatan instrumen paripurna. 2. Apabila terjadi kekurangan maka Ruangan peminjam harus berusaha mencari kekurangan alat tersebut. M. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.8. rnaka segera dilakukan penggantian (apabita persediaan alat masih ada). PUDJI UMBARAN. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Apabila sudah tidak ada. Bila tetap tidak ditemukan harus dibuatkan berita acara yang ditanda tangani kepala ruangan peminjam Unit Terkait IRJA. JOMBANG 151/PENOMED/IPS/ADM Tanggal Terbit No.

1 September 2014 dr. JOMBANG 152/PENOMED/IPS/ADM No. Diadakan pemeriksaan. Alat-alat yang beroda. besi dan stainless.4/45/415.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Alat-alat dari kayu dibersihkan dengan air sabun dan diguyur dengan air mengalir 4.KP SPO Pengertian Tujuan Tata laksana pengolahan alat (rumah tangga) kayu. Dilakukan seminggu sekali bersamaan dengan bongkar besar 2. PUDJI UMBARAN. Jombang. dibersihkan dan diberi pelumas 5. Memelihara peralatan agar tahan lama dan berfungsi dengan baik Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Usulan obat dari SMF berdasarkan obga obat t Unit Terkait PENGELOLAAN ALAT (RUMAH TANGGA) DARI BESI. Alat-alat dari besi dan stainless dilap dengan lap yang telah dibasahi dengan parafin/white oil 3. M.13. Dokumen RSUD KAB.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiena nama gg Prosedur 1. STAINLESS DAN KAYU No. apabila ada yang rusak segera laporkan ke bagian IPS non medis atau Rumah Tangga untuk diperbaiki atau mendapat penggantian F .

Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi merangkum usulan obat dan mengelompokkan be Unit Terkait 15. Dokumen 133/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. TUGAS PERAWAT ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KAB. PUDJI UMBARAN.KP Adalah Perawat Anestesi yang merupakan bagian Integral Struktur Organisasi IPI yang ditugaskan di IBS untuk melaksanakan pelayanan Anestesi 1. Pelayanan pebedahan berjalan dengan baik dan sesuai yang direncanakan.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasiena nama F Prosedur 1. Menyiapkan. 2. 2.14. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru 15. Bertanggung jawab terhadap Kepala Instalasi Perawatan Intesif melalui Kepala Perawat Anestesi. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Peralatan. membersihkan dan menyimpan alat alat . M. JOMBANG No. Jombang. merawat.4/45/415. obat obatan yang menunjang tugas anestesi di IBS tersedia cukup dan siap pakai.

Memonitor TTV pasien pre. 3. Subkomite Farmasi dan Terapi mengkarga obat t Unit Terkait Tim Anestesi . 9. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan da TUGAS PERAWAT ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KAB. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi merangkum usulan obat dan mengelompokkan berdasarkan kelas terapi obat 18. Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di IBS yang berhubungan dengan masalah anestesi.perlengkapan anestesi setiap hari. Mengukuti tata tertib IBS 13. Mengisi kartu anestesi 10.Revisi 02 Halaman1 /2/2 11. Dokumen 133/YANMED/ADM No. Memindahkan pasien post op ke IPI/ICU 8. Memeriksa persiapan pasien pada waktu timbang terima terutama post op dengan perawat IBS dan perawat IPI. JOMBANG Prosedur No. 5. Membuat laporan keadaan alat alat anestesi dan membuat trencana /pengajuan permintaan barang. Ikut bekerjasama dalam tim dalam mempersiapkan pasien pre op di IBS. 16.mencatat dan menyimpan obat obatan anestesi dari pasien maupun dari farmasi. 4. intra dan pasca op sampai diserahkan ke perawat IPI/ICU 7. F 17. 12. 6. Sebagai anggota tim anestesi dalam pelayan anestesi. Membuat laporan pemakaian obat obatan anestesi yang digunakan oleh tiap tiap pasien. Menyiapkan.

TUGAS PETUGAS FARMASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KAB. 1. Pelayanan pebedahan berjalan dengan baik dan sesuai yang direncanakan. M. Bahan Habis Pakai adalah: Alat. SPO 1 September 2014 dr. Tugas minimal yang harus dipenuhi/dilaksanakan di IBS.ang disetujui masuk dalam Formularium. Depo Farmasi: menyediakan logistic Bahan Habis Pakai Operasi di dalam wilayah IBS. Adalah Petugas Instalasi Farmasi yang bertugas di Farmasi yang ada di Instalasi Bedah Sentral 2.Uang diadakan dan digunakan di R . Jombang. PUDJI UMBARAN. obat obatan yang menunjang tugas anestesi di IBS tersedia cukup dan siap pakai.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Obat obatan yang digunakan untuk keperluan pembedahan dan tidak dapat di daur ulang. Peralatan. 4.KP Pengertian Tujuan 1. 3. JOMBANG No. Dokumen 134/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. 2.

4.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan dr. Bertanggung jawab terhadap Kepala Instalasi Farmasi dan dalam pelaksanaan pelayanan pembedahan bertanggung jawab terhadap ka IBS dan Ka Anestesi. Instalasi Farmasi OPERATOR TIDAK BISA MELANJUTKAN PEMBEDAHAN RSUD KAB. Bertanggung jawab terhadap pemenuhan dan administrasi Bahan Habis Pakai yang diperlukan di IBS 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienadagang . PUDJI UMBARAN. Sebagai pedoman sehingga langkah yang diambil tidak memperburuk keadaan 2. Dokumen 135/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di IBS yang berhubungan dengan masalah farmasi.KP Adalah langkah-langkah yang harus dilakukan bila operator sakit/pingsan sehingga tidak dapat melanjutkan proses tindakan operasi. Mengikuti tata tertib IBS 6. Menyiapkan dan membuat laporan BHP yang diperlukan di IBS (untuk bedah dan anestesi) 5.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama gen 1.4/45/415. 1. M. Jombang. 2. pasien dan tenaga yang terlibat dalam pembedahan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Membuat laporan administrasi (tagihan) untuk tiap pasien sesuai dengan pemakaian. Untuk keamanan operator. JOMBANG No.Kebijakan Prosedur Unit Terkait Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.

sehingga tidak ada salah faham Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. dokter anestesi. IRD PENYULUHAN / KONSELING PRE OPERASI. PUDJI UMBARAN. Operator diamankan sedemikian rupa sehingga tidak membuat lebih buruk keadaannya 2. tindakan operasi. Jombang. Petugas kamar operasi baik dokter bedah. JOMBANG No.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien dan 2 n Prosedur 1. Segera hubungi petugas emergency tentang keadaan operator atau segera lakukan tindakan bila keadaan sangat darurat 4. DURANTE OPERASI. & POST OPERASI RSUD KAB. maupun paramedis memberikan penyuluhan sesuai dengan . Dokumen 136/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.4/45/415.KP Memberikan penjelasan kepada pasien dan atau keluarga tentang penyakit. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. M. Pasien dipertahankan dalam keadaan seaman mungkin (terbebas dari perdarahan dan keadaan yang membuat KU pasien memburuk) 3. Menghubungi dokter kepala Instansi/ ka Unit Pelayaan Fungsional/Dokter bedah lain 5. dan resiko dari tindakan operasi Pasien dan keluarga mengerti perihal tindakan dan akibat dari tindakan. Dokter kepala /yang dilapori mencari dokter pengganti untuk menggantikan proses operasi tersebut ICU/ICCU.Prosedur Unit Terkait 1.

44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan .KP Suatu tindakan yang dilakukan oleh operator atau dokter residen yang mengalami kegagalan dalam melaksanakan proses pembedahan karena menyangkut faktor dan bidang lain Diusahakan agar pasien dapat kembali ke ruang perawatan dengan selamat. Semua penyuluhan / konseling didokumentasikan dan ditanda tangani oleh dokter bedah dan dokter anestesi. JOMBANG No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. 2. selama dan sesudah operasi terhadap pasien dan atau keluarganya. M.tupoksinya masing-masing sebelum. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. keluarga dan saksi / paramedis sesuai dengan format yang tersediarga obat t Unit Terkait - IRNA IRJA IGD ICU KECELAKAAN/KEGAGALAN DALAM MEKANISME KERJA OPERASI RSUD KAB. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan dr. PUDJI UMBARAN.4/45/415. Dokumen 137/YANMED/ADM Tanggal Terbit No. Jombang.

jenazah dirawat. Keluarga diberitahu.Pasienama daga Prosedur Unit Terkait 1. PUDJI UMBARAN.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.KP SPO Pengertian Tujuan Mengoptimalkan kondisi pasien pasca anestesi untuk dipindahkan dari RR ke Ruangan Menjaga fungsi Vital dalam batas normal selama pindah dari RR ke Ruangan . e.  Direktur  Komite Medik dan Keperawatan. 2. Bila terjadi kesulitan atau kegagalan dalam pembedahan. d. Jombang.maka dokter konsultasi kebidang lain setelah ada persetujuan ahlinya. Pembedahan yang mengalami kegagalan yang tidak dapat diatasi secara keseluruhan maka a. Bila menyangkut bidang lain dapat langsung ke dokter ahli bidang lain yang bersangkutan. Bila terjadi kematian.bila mengalami kesulitan dapat bertukar pikiran kepada dokter ahli yang lain. Harus ada catatan operasi disesuai penyebab kematiannya. M. b. 3. Harus ada laporan tertulis kepada Direktur melalui Komite Medik. 1 September 2014 10 Novemb dr. 4. Dilakukan tindakan paliatif saja. c. PEMINDAHAN PASIEN DARI RECOVERY ROOM KE RUANG PERAWATAN/ ICU SENTRAL RSUD KAB. Dokumen 138/YANMED/ADM No. JOMBANG No. Bila tindakan pembedahan dilakukan oleh dokter ahlinya.

d. Pasien pindah keruangan tanpa kebagian manapun ( radiologi. JOMBANG Prosedur No. Petugas RR Melaporkan kondisi pasien kepada dokter Anestesi. 2. Atas persetujuan Dokter Anestesi pasien boleh dipindah ke Ruang Perawatan /ICU. peralatan Emergency ( Oksigen transport. Selama Transportasi pasien tetap diobservasi. Petugas RR melakukan serah terima dengan Petugas ICU. Laboratorium. dengan membawa F c. Dokumen 138/YANMED/ADM No. infuse tidak boleh dimatikan.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For Prosedur 1. Bila ada perubahan kondisi pasien ( menurun ) segera menghubungi Dokter Anestesi. Cairan Infus. A. Petugas RR Menghubungi ICU akan mengirim pasien sesuai dengan Kondisi pasien atas persetujuan dokter Anestesi. Petugas RR menghubungi petugas Ruang Perawatan bahwa pasien sudah bisa dipindahkan b. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formula obat t .dipasharga obat t PEMINDAHAN PASIEN DARI RECOVERY ROOM KE RUANG PERAWATAN/ ICU SENTRAL RSUD KAB.dll). b. 24 jam pertama pasien tidak boleh pindah keruangan lain kecuali atas Ijin dokter Anestesi 19. 4.Revisi 02 Halaman1 /2/2 e. Selama Di ruang Perawatan. Petugas RR ( 2 Orang ) mengantar pasien ke ICU dengan tetap melakukan observasi selama transportasi. Masuk Ruang Perawatan a.dll ) d. Masuk ICU a. Petugas RR melakukan observasi tanda-tanda Vital pasien. B.4/45/415. 3. langsung ke ruang Perawatan f. Petugas ruangan yang mengambil pasien adalah paramedis (Perawat/Bidan). Jika serah terima pasien sudah selesai petugas RR boleh kembali ke Ruang IBS. c.Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.

PUDJI UMBARAN. JOMBANG No.Unit Terkait IRNA ICU IGD PELIMPAHAN TUGAS TINDAKAN MEDIS ANAK DALAM KEADAAN DARURAT RSUD KAB. SPO 1 September 2014 dr. Jombang.KP .Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. M. Dokumen 139/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.

Pengertian
Tujuan

Prosedur yang harus dilaksanakan dalam tindakan medis anak dalam
keadan daruat
Untuk melaksanakan tindakan medis anak dalam keadaan darurat
secara benar dan aman

Kebijakan

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasienama For F

Prosedur

2. Perawat anak melaporkan keadaan pasien kepada dokter
spesialis anak untuk melakukan langkah-langkah tindakan medis
anak.
3. Dokter
spesialis
anak
dalam
keadaan
darurat
memberikan/melimpahkan tugas kepada perawat anak untuk
mengambil langkah-langkah tindakan medis anak sesuai dengan
perintah dokter spesialis anak sambil menunggu dokter spesialis
anak datang.
3 Perawat anak melaporkan setiap perkembangan pasien untuk
mengambil langkah-langkah tindakan medis anak selanjutnya.
4 Dokter spesialis anak bertanggung jawab atas tindakan medis
anak yang dilakukan oleh perawat anak atas perintah dokter
spesialis anak sesuai hasil konsultasi sebelumnya.
20. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan
dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru
21. Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi merang

Unit Terkait

Tidak ada

KERJASAMA ANTAR DISIPLIN

RSUD
KAB. JOMBANG

No. Dokumen
140/YANMED/ADM

No.Revisi
02

Halaman1
/1/2

Tanggal Terbit
SPO

Pengertian
Tujuan

1 September 2014
10 November
2HGG012

Ditetapkan
Direktur RSUD Kab. Jombang,

dr. PUDJI UMBARAN, M.KP

Kerja sama yang dilakukan antar disiplin Ilmu Kedokteran guna
memperlancar tindakan pembedahan di kamar operasi
1. Untuk menentukan kelayakan pelaksanaan pembedahan bagi
pasien
2. Memudahkan dan Memperlancar Tindakan Pembedahan

Kebijakan

Prosedur

Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang
Nomor 188.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan
Pasienama For F
a. Tata Hubungan kerja di IBS adalah hubungan kerja antar profesi,
merupakan mitra yang saling menghormati dan menjunjung tinggi
etika
b. Bentuk kerjasamanya adalah TIM yang terdiri dari Operator
Bedah, Asisten Bedah, Instrumentator, Perawat Sirkulasi Ahli
anestesi, dan perawat Anestesi yang saling melengkapi dan
meringankan kerja.
c. Pelayanan pembedahan terutama dilayani dua disiplin ilmu yaitu
bedah dan anestesi
d. Menentukan kelayakan pelaksanaan pembedahan bagi pasien,
sebelumnya ditentukan oleh beberapa disiplin ilmumedis dan
penunjangn medis yang bekerja secara koordinasi dan konsultasi
sehingga mendukung kelancaran pelayanan Pra, Durante, dan
pasca Operasi
e. Pertemuan antar disiplin ilmu diatur dan dilaksanakan
22. Usulan obat dari SMF be010 dan usulan obat bar

KERJASAMA ANTAR DISIPLIN

No. Dokumen
140/YANMED/ADM

No.Revisi
02

Halaman1
/2/2

RSUD
KAB. JOMBANG
Prosedur

komite Medik.
f. Mekanisme konsultasi durante op diatur dengan prosedur
g. Kerjasama yang bersifat non medis dilakukan di IBS berupa
Koordinasi FF ga obat t

Unit Terkait

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

SMF BEDAH
SMF ANESTESI
SMF OBGYN
SMF PENYAKIT DALAM
SMF JANTUNG
IPS
LABORATORIUM
RADIOLOGI
GIZI
ICU SENTRAL

diserahkan kepada pengawas Rumah Sakit 4. Sehingga Pasien harus dirujuk ke Rumah sakit yang lebih Tinggi tingkat kemampuannya 2. Bila Keluarga belum bisa menyelesaikan administrasi.ICU sentral). maka keluarga menyelesaikan administrasi.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Jombang. Dokumen 141/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.Durante. Alat-Alat Emergency 4. Blanko Rujukan lengkap 2. atau Post Operasi yang tidak dapat dikerjakan di IBS. 5. Dokter Bedah atau dokter Anestesi Menjelaskan Kepada Pasien dan Atau Keluarga pasien bahwa pasien harus mendapat penanganan lebih lanjut dikarenakan ditemukannya masalah ketika Pra. IRNA 2. Bila Tidak memungkinkan dapat menghubungi 118. Mobil Ambulance Pelaksanaan 1. 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For F Prosedur Persiapan Alat : 1. Hasil Pemeriksaan Radiologi dan Laboratorium 3. IRJA 3.IGD. Petugas yang mengantar Merujuk pasien adalah petugas Ruangan Asal ( IRNA. 1.4/45/415. M. ICU Sentral Unit Terkait .KP Pengertian Tujuan Suatu tindakan Merujuk Pasien ke Rumah Sakit yang lebih tinggi tingkat kemampuannya Supaya Pasien mendapatkan penanganan Lebih Lanjut Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. PUDJI UMBARAN. Bila pasien dan atau keluarga setuju.MERUJUK PASIEN KE RUMAH SAKIT YANG LEBIH TINGGI TINGKAT KEMAMPUANNYA RSUD KAB. SPO 1 September 2014 dr. JOMBANG No.

JOMBANG No.IRJA. Jombang. IRJA 3. ICU Sentral 4. 1 September 2014 10 November 2HGG dr.KP SPO Pengertian Tujuan Suatu Tindakan menerima pasien guna dilakukan tindakan pembedahan di IBS RSUD Kabupaten Jombang Pasien dapat dilayani sesuai indikasi medis Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen 142/YANMED/ADM No. IGD . Pasien dengan emergency dan elektif yang memungkinkan untuk dilakukan tindakan pembedahan di IBS RSUD Kab.IGD Unit Terkait 1.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. PUDJI UMBARAN. Seleksi Pasien dilakukan di Ruangan Asal IRNA. M. IGD INDIKASI MENERIMA PASIEN UNTUK PERSIAPAN PEMBEDAHAN RSUD KAB. IRNA 2.4/45/415.4. Jombang 2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For F Prosedur 1.

44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama For 1.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. PUDJI UMBARAN.KP Tindakan yang harus dilakukan dalam pemeliharaan dan operasional Gen Set sentral RSUD Kabupaten Jombang secara Baik dan Benar Menyiapkan Gen-set selalu siap pakai apabila otomatis Genset rusak Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. JOMBANG 153/PENOMED. Dokumen RSUD KAB. Jombang. SPO 1 September 2014 10 November 2HG Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Unit Terkait dr.4/45/415.IPS/ADM Tanggal Terbit No. Petugas IPS-RS selalu standby dilokasi sekitar Genset jika terjadi Pemadaman Listrik IPS-RS Instalasi Peralatan dan Kelistrikan .BILA OTOMATIS GENSET RUSAK No. M. Genset Otomatis akan hidup jika ada pemadaman listrik PLN selama 5-10 detik 3. Pastikan genset telah di Set secara Otomatis 2. Bila dalam waktu 5-10 detik listrik Gen Set tidak menyala segera lapor/ telpon ke petugas IPS-RS yang jaga 4.

Alat-alat yang tidak diperlukan harus dikeluarkan atau disimpan dalam ruang penyimpanan alat. JOMBANG No.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.4/45/415. 1. Jombang. Dokumen 143/YANMED/ADM Tanggal Terbit No.2 Setiap operasi selesai.1 Alat-alat yang terdapat di dalam kamar bedah hanyalah alatalat yang dipakai pembedahan tersebut. Lampu operasi . Meja operasi b. Mencegah terjadinya infeksi silang Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.1 Pembersihan dilaksanakan setiap pagi sebelum kamar operasi dipergunakan. Agar kamar operasi siap pakai 2. Standar alat-alat yang umumnya diperlukan : a.PEMELIHARAAN KAMAR BEDAH RSUD KAB. M. Pembersihan umum/bongkar besar Pembersihan umum dilaksanakan seminggu sekali yaitu setiap hari jumat dan ditulis dalam Buku Pemeliharaan Kamar Operasi 2. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama Prosedur 1. PUDJI UMBARAN. Pembersihan harian 1.KP Pemeliharaan kamar operasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh petugas kamar operasi untuk menjaga kebersihan dan kestrerilannya 1.3 Bila kamar operasi tidak dipergunakan lagi 2. 1.

Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang PEMELIHARAAN KAMAR BEDAH RSUD KAB. Dokumen 143/YANMED/ADM No.c. Standar infus 23. harga obat t Unit Terkait Tidak ada .Revisi 02 Halaman1 /2/2 2. Alat diathermi f. kamar operasi dibersihkan dengan jalan : a. Meja instrumen g. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi merangkum usulan obat dan mengelompokkan berdasarkan kelas terapi obat 25.3 Selama dilakukan pembedahan. maka setiap bahan yang tercecer di lantai harus segera diambil dan dibuang ke ember sampah Keluar masuknya orang-orang harus dibatasi pada yang berkepentingan saja 2. Alat-alat anestesi d. JOMBANG Prosedur No. Alat penghisap e. Mencuci lantai dengan desinfektan yang dikeluarkan dibersihkan dan desinfektan 2. Subkomite Farmasaran. maka ruangan harus ditutup dengan system ventilasi terus berjalan 24.4 Pertukaran hawa/udara harus tetap baik dengan suhu kamar yang cukup menyenangkan (sejuk) Setelah kamar bedah dibersihkan. Mengeluarkan alat-alat yang sudah dipakai b.2 Setiap selesai satu pembedahan.

Pemasangan lampu ultraviolet dengan kekuatan 1-2 watt/m 2 setiap hari. steril dan siap pakai 2. 1.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. 4. Jombang. 2. Pintu masuk pasien dan petugas berbeda. SPO 1 September 2014 dr. 3. Setiap hari/setiap selesai melakukan pembedahan. Personel yang masuk kamar operasi diwajibkan mengganti dan menggunakan pakaian kamar operasi seperti topi. M. baju.MENJAGA STERILITAS KAMAR OPERASI No. Mencegah terjadinya infeksi pasca operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB. kamar operasi dibersihkan sesuai dengan SPO Pemeliharaan Kamar Operasi 5.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienama ormu Prosedur 1.4/45/415. masker.KP Pengertian Tujuan Menjaga sterilitas kamar operasi adalah suatu usaha untuk menjaga kamar operasi bebas dari bakteri maupun spora.ANS/PP Tanggal Terbit No. celana dan alas kaki. Setiap satu minggu melakukan bongkar besar sesuai dengan SPO Pemeliharaan Kamar Operasi 6. PUDJI UMBARAN. . Agar kamar operasi senantiasa bersih. JOMBANG 34/YANMED/KSM. Untuk penderita yang akan dilakukan operasi memakai pakaian dari ruangan.

diantara dua operasi dan setelah operasi hari itu selesai.7. bila perlu lap dulu dengan cairan desinfektan hipoklorid Dressing dan depper kotor dibuang Noda-noda darah/nanah/betadine dan lain-lain di lantai segera dibersihkan dengan kain pel dan cairan hipoclorid Botol suction di bersihkan kemudian diisi cairan dekontaminasi selama 5 menit . Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Sebagai pedoman operasional pembersihan dan penyiapan kamar operasi aseptic sebelum operasi. Setiap 6 bulan dilakukan swab sesuai dengan SPO Persiapan Swab Operasi 8. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digu Unit Terkait 16.ANS/PP Tanggal Terbit No. diantara dua operasi dan setelah operasi hari itu selesai. 2.KP Adalah proses pembersihan kamar operasi dengan tehnik septic aseptic sebelum operasi. 3. Menghindari kontaminasi dan infeksi silang dengan mengurangi sebanyak mungkin sumber infeksi.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam 1. 2. M. Dokumen RSUD KAB. Pengolahan Limbah cair sesuai dengan SPO Penanganan Limbah F 26. 1. Di Antara Dua Operasi Alas meja operasi di ganti. JOMBANG 35/YANMED/KSM. 1. Jombang. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur dr.4/45/415. PUDJI UMBARAN. 4. PEMBERSIHAN KAMAR OPERASI HARIAN No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.

5. Dibersihkan / disapu sehingga kotoran besar/kasar tidak masuk ke dalam saluran air b. Jombang. Guyur seluruh permukaan dengan air c.Setelah Operasi Hari Itu Selesai Keluarkan instrument bedah dan tenun yang kotor Simpan kembali ke tempatnya instrument dan BBA yang tidak terpakai Rapikan semua peralatan dalam kamar operasi pada tempatnya. lantai maupun di peralatan yang berada didalam kamar operasi. Semua peralatan yang ada di dalam kamar operasi di keluarkan. Kamar Operasi: a. PUDJI UMBARAN. Mengendalikan jumlah kuman didalam kamar operasi baik di udara. 2. M. Kamar operasi mulai dibersihkan atau disapu dan dipel dengan larutan lisol Kamar operasi disinari dengan sinar UV + 20 menitrga ob at KPPI-RS BONGKAR BESAR No. Perciki lantai dengan air dan sapu sampai bersih. 3.KP Adalah pembersihan secara menyeluruh semua yang ada didalam kamar operasi dengan desinfektan dan atau air mengalir. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB. SPO 1 September 2014 10 November Pengertian Tujuan dr. 4. .Revisi 02 Halaman1 /1/3 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.1. . Beri desinfektan dan ratakan ke seluruh permukaan lantai dan dinding. JOMBANG 36/YANMED/KSM. 2. Unit Terkait 2. dan dilakukan setiap akhir minggu.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam Foang Prosedur 1. 6.ANS/PP Tanggal Terbit No.4/45/415.

Keringkan. Setelah dikeluarkan dari ok bersihkan dari barang barang yang bukan termasuk aksesoris/ perlengkapannya b. 5. Gulung dan rapikan kabel. Cek kelengkapan c.ANS/PP No. 3. Meja dan penutupnya Guyur dengan air Beri larutan dekontaminasi Sikat dan guyur dengan air Keringkan Peralatan elektromedikFipasaran. bakteri dan jamur yang tidak merusak permukaan alat.Revisi 02 Halaman1 /2/3 a. Aqua savlon. Hand tool dan kabel ESU dan persediaan benang roll (harus selalu siap dalam keadaan steril. a. dengan tablet formalin) Keluarkan dari wadah Lap dengan hipoklorid Bersihkan bila ada sisa darah Rapikan kembali pada tempatnya Tiga minggu sekali ganti tablet formalin 6.d. Cairan desinfektan yang ada didalam kamar operasi adalah Alkohol. Lap seluruh permukaan dengan larutan desinfekran (hipoclorid. Tempat sampah medis. dan Perhidrol. larutan yang dapat membunuh virus . 7. Rendam dalam larutan cairan dekontaminasi Biarkan 10 menit Sikat dan bilas dengan air mengalir Keringkan. Dokumen RSUD KAB. harga obat t BONGKAR BESAR No. Isi . Alkohol savlon. Cairan desinfektan. dan botol penampung suction. 4. bakteri dan jamur yang tidak merusak permukaan alat) d. Guyur dengan air mengalir e. JOMBANG Prosedur 36/YANMED/KSM. Lampu dan meja operasi Lap seluruh permukaan dengan hipoklorid/ larutan yang dapat membunuh virus .

.ANS/PP No. Dokumen RSUD KAB. Buat untuk persediaan pemakaian satu minggu. JOMBANG Prosedur 36/YANMED/KSM. bingkai jendela dan seluruh permukaan meja dan lemari dibersihkan dan didesinfeksi dengan hipoclororid/ larutan yang dapat membunuh virus .kembali tiap 2 minggu b. e. 27. harga obat t BONGKAR BESAR No. Seluruh kaca. an obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan ob dipasaran. dinding luar kamar operasi. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan Unit Terkait 17. bakteri dan jamur yang tidak merusak permukaan alat. Taruh di trolly Jarum bedah a. Ganti dengan yang baru c. Instrumen steril dengan bungkus kain dan di cek tanggal kadaluwarsa dan di resterilisasi.Revisi 02 Halaman1 /3/3 10. 11. Masukkan dalam tromol dan siap desterilkan 10. Evaluasi dan dibuang yang tidak layak pakai b. Persediaan BBA untuk operasi kecil dicek dan di isi kembali. Siapkan dengan lengkap satu set d. Lap bagian luar dengan hipoklorid c.

4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam Foang Prosedur Pisahkan limbah cair dan limbah padat .KP Penanganan limbah di kamar operasi adalah suatu proses pembuangan limbah untuk mencegah terjadinya kontaminasi dan mencegah infeksi nosokomial terhadap yang lainnya. JOMBANG 76/PENOMED.ISL/ADM Tanggal Terbit No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Jombang. PUDJI UMBARAN. M. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penanganan limbah bagi setiap petugas kamar operasi Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Dokumen RSUD KAB. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr.PENANGANAN LIMBAH DI KAMAR OPERASI No.

Agar alat-alat dalam keadaan bersih 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan . JOMBANG 37/YANMED/KSM. Agar alat-alat dalam keadaan siap pakai Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188.ANS/PP Tanggal Terbit No.Pengelolaan limbah padat : 2.4 Ikat rapat kantong plastik kemudian diletakkan di tempat penampungan sementara.2 Buang limbah Cair ke saluran limbah (spoel hock) 3.1 Petugas menggunakan sarung tangan 3.2 Pisahkan sampah medis dan non medis 2. Pengelolaan limbah cair : 3.KP Membersihkan dan meyiapkan alat untuk disterilkan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memelihara alat agar tetap terjaga dengan baik dan dapat bertahan lama 1. cuci botol penampungan dengan air mengalir. Agar alat-alat tidak cepat rusak 2. Jombang. 2.3 Masukkan limbah ke dalam kantong plastik berwarna Kuning 2.4/45/415.1 Petugas menggunakan sarung tangan 2. M. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan dr. 3. PUDJI UMBARAN. Dokumen RSUD KAB.4 Setelah + 10 menit.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.5 % terlebih dahulu dalam botol penampungan (botol saction) sebelum dibersihkan dan didiamkan selama + 10 menit 3.5 Sampah tersebut akan dikelola oleh petugas Kebersihan kamar operasi sesuai dengan SPO Pembuangan Sampah 3.3 Beri desinfektan dengan larutan clorine 0.5 Keringkan dan kembalikan pada tempatnya Unit Terkait IPSRS MEMBERSIHKAN DAN MENYIAPKAN ALAT UNTUK DISTERILKAN No.

Dokumen RSUD KAB. digosok dengan paraffin dan disimpan sesuai dengan SPO Penyimpanan Alat atau bahan Steril 1. 2.1 Alat-alat sarung tangan sebelum dilepas dicuci terlebih dahulu kemudian direndam dengan clorine 0. direndam dalam larutan desinfektan selama 10-15 menit 1. Membersihkan alat-alat dari karet/plastic 2. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan Kebijakan dr. kemudian dikeringkan.5% 2.KP Swab Operasi adalah suatu proses atau tindakan yang dialakukan dalam persiapan pemeriksaan terhadap preparat/media yang akan diperiksa Untuk mengetahui alat dan barang yang digunakan di ruang operasi bebas hama Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang . PUDJI UMBARAN.2 Kemudian dicuci dan dikeringkan 2.ANS/PP Tanggal Terbit No.3 Setelah bersih disterilkan sesuai dengan SPO Sterilisasi Instrumen 1.Pasienam Foang Prosedur 1.4 Bila alat-alat tersebut tidak dipakai. M. Membersihkan Instrumen dari metal 1. Jombang.2 Kemudian dicuci satu persatu di bawah air mengalir dengan mempergunakan sikat dan dalam keadaan terbuka 1. JOMBANG 38/YANMED/KSM.5 Setelah selesai disimpan atau di pak kembali kemudian disterilkan.3 Setelah kering diberi talk dan disterilkan sesuai dengan SPO Sterilisasi Kering Unit Terkait CSSD SWAB KAMAR OPERASI No.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab.1 Instrumen yang kotor.

Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan yang didampingi petugas kamar operasi setiap 6 bulan 5. . JOMBANG 39/YANMED/KSM. 1 September 2014 10 November 2HGG0 dr. Memanggil petugas laboratorium 4. PUDJI UMBARAN.ANS/PP No. 3. 18.KP SPO Pengertian Tujuan Persiapan operasi laparascopy adalah suatu tindakan operasi dengan menggunakan alat laparascopy Untuk mendapatkan sayatan minimal/kecil dan dapat mendeteksi kelainan-kelainan serta mempercepat proses pemulihan. PERSIAPAN OPERASI LAPARASCOPY No. Petugas laboratorium melakukan pembiakan kuman 6. Laporan Hasil Swab disimpan sebagai Catatan Mutu. Hasil pemeriksaan selesai + 1 minggu setelah dikerjakan dan disimpan di Bagian IBS 7.4/45/415.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam Foang Prosedur Unit Terkait 1.Nomor 188.Revisi 02 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Jombang. M. Preparat/media yang akan diperiksa dibersihkan/disterilkan terlebih dahulu. Jika hasil menunjukkan adanya mikrobiologi maka jalankan SPO Tindakan Koreksi dan Pencegahan 8. Memberitahukan kepada petugas laboratorium daerah bagian microbiologi 2. Dokumen RSUD KAB.

Dokumen RSUD KAB.2 Instrumen di meja alat : a. Instrumen-instrumen laparoscopy : 2.7 Insulatid hook 3. Peres needle : 1 Trocar dan kanula B/K : 2 Reducer : 1 Laparoscop : 1 Forcep : 2 f. JOMBANG Prosedur 39/YANMED/KSM.4 Laparoscop 3.7 Video Printer 3.3 Light source 2.1 Monitor 2. Ruang operasi disiapkan sesuai dengan SPO Persiapan Kamar Operasi (PT B.10 Endoloop dan introducedalam Formularium 2010 dan usulan obat PERSIAPAN OPERASI LAPARASCOPY No.8 Extraction forcep 3. Instrumen di meja alat : 3.6 Gunting 3.6 Section Irigation 2.2-1) 2.1 Peres needle 3.Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Instrumen-instrumen Appendix : 4. Gunting : 1 Halaman1 /2/2 .ANS/PP No.1 Instrumen Penunjang 4.2 Trocard dan kanula B/K 3.5 Electro surgical 2.9 Klip dengan tangkai klip 3.4/45/415.2 Kamera system 2.3 Reducer 3.4 Insuflator / CO2 2.Revisi 02 4.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam Foang Prosedur 1.5 Forcep 3.

ANS/PP Tanggal Terbit No.KP Menyiapkan pasien untuk operasi Sectio Caesaria. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru Se Unit Terkait Bidang Sarana PERSIAPAN OPERASI SECTIO CAESARIA No. M. Klip dengan tangkai klip : + 6 28. .Extraction Forcep : 1 Endoloop dan Introduces : + 2 Instrumen-instrumen laparoscopy Cholelitiasis : 5. Peres needle : 1 b. SPO 1 September 2014 Pengertian Tujuan dr. Jombang. mulai dari Pemberitahuan dari Ruang Bersalin (PONEK ) sampai dilakukan Incisi 1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna. 1 e. Dokumen RSUD KAB. Gunting : 1 g. Extraction Forcep : 1 h. Laparoscop . Tracar dan kanula B/K : 2/1 c. Reducer : 2 d.2 Instrumen di meja alat : a. JOMBANG 40/YANMED/KSM.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Forcep : 2 f. PUDJI UMBARAN.1 Instrumen Penunjang 5.

Jombang.4/45/415.Perawat Instrumen dan Crew Lain ) yang bertugas. Dokumen RSUD KAB.Revisi 02 Halaman1 /1/1 Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Perawat Instrumen menyiapkan Instrumen dan peralatan lain yang akan digunakan untuk tindakan operasi.2. Petugas IBS Melakukan Timbang Terima dengan petugas Ruang Bersalin. Ruang Bersalin Memberitahukan Ke IBS untuk Operasi Sectio Caesaria (lengkap dengan Indikasinya ). 2. Bersamaan dengan pemberitahuan Petugas Ruang Bersalin mengirim pasien ke kamar Operasi IBS. Perawat yang menerima pemberitahuan langsung menyampaikan kepada semua TIM kamar operasi ( Perawat Anestesi. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. b. 4. M. SPO 1 September 2014 dr. Pasien siap masuk kamar operasi dan siap dilakukan pembiusan untuk tindakan sectio caesaria dalam jangka waktu kurang dari 30 menit mulai dari pemberitahuan dari ruang bersalin ( PONEK ) sampai dilakukan Incisi Unit Terkait 19. Petugas IBS Memberi tahu petugas Ruang Perinatologi bahwa ada pasien kiriman dari Ruang Bersalin yang akan dilakukan sectio Caesaria dengan indikasi sesuai indikasi Medis yang ditentukan. Setelah pasien datang di IBS a. dan menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk pembiusan. 3. PUDJI UMBARAN. c.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasienam Foang Prosedur 1. JOMBANG 65/PENOMED.CSSD/ADM Tanggal Terbit No.KP . Menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi. 5. Perawat Anestesi Melaporkan kepada dokter anestesi. ALUR PENGIRIMAN INSTRUMEN ON STERIL DAN PENGAMBILAN INSTRUMENT DAN PERALATAN OPERASI No.

IBS CSSD . 7.Pengertian Tujuan Adalah jalan yang harus dilalui untuk mengirim atau mengambil alat yang akan digunakan dan atau alat yang harus dipakai operasi untuk dikirim/ diambil dari CSSD Menjaga kesterilan alat. Petugas IBS (perawat atau PP) menelpon CSSD untuk mengambil alat. pengiriman alat/ instrument yang harus dipakai operasi dikirim ke CSSD mulai jam 12. Petugas kamar operasi (perawat atau PP). 2.4/45/415. alat atau instrument dan duk steril masuk digudang steril atau dipakai untuk hari ini juga 6. 5. JOMBANG No. alat dikerek (dinaikkan) dan dalam keadaan tertutup. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. alat diturunkan ke CSSD 10. dicuci. 8. dan dipacking oleh petugas ibs. Alat disteril oleh petugas CSSD . Pengambilan alat harus ditulis atau ditanda tangani dan nama terang oleh pengambil alat beserta jam pengambilan dibuku yang disediakan oleh CSSD. di dekontaminasi. oleh pengirim alat. Dokumen 144/YANMED/ADM No.CSSD Unit Terkait MENGGANTI BAJU PASIEN DENGAN BAJU KAMAR OPERASI RSUD KAB.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien Prosedur 1. 9. mengambil alat atau instrument mulai jam 07. 4. pengiriman alat harus ditanda tangani dan nama terang beserta jam.30 pagi dari CSSD. alat yang dipakai setalah operasi.00 sampai selesai melalui jalaur infeksi.Revisi 02 Halaman1 /1/1 . 3.

Petugas cuci tangan 2. penggantian dapat dilakukan di temapat tidur pasien/ brantcar pasien. dengan tetap menjaga privasi pasien yaitu dengan memasang penutup/ sketsel 5.ANS/PP No. PUDJI UMBARAN.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien For Prosedur 1. 4. Bantu pasien untuk pindah ke brancart yang disediakan oleh kamar operasi. Perawat/Petugas mencuci tangan OK IGD. M. Bantu pasien mengganti baju yang digunakan dengan baju operasi diruang ganti pasien. IRNA Unit Terkait PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS SEBELUM TINDAKAN PEMBEDAHAN RSUD KAB. Bila pasien tidak dapat mobilisasi secara mandiri. Jombang.Revisi 02 Halaman1 /1/2 . poli.Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. IBS. petugas memperkenalkan diri. Ucapkan salam. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. Jelaskan tentang perlunya penggantian baju kamar operasi dan dan pemakaiaan topi pasien. 3. Jelaskan tindakan telah selesai dilakukan 7.KP SPO Pengertian Tujuan Yaitu mengganti baju pasien yang akan dioperasi dari unit rawat inap. pasang pagar pengaman pada brancart untuk mencegah resiko jatuh 6. JOMBANG No. 8. Dokumen 41/YANMED/KSM. Ucapkan salam. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. atau dari unit lain dengan baju yang disediakan untuk operasi di RSUD Kabupaten Jombang Mengganti baju pasien yang akan dioperasi untuk mencegah dan dan mengurangi kontaminasi dari luar serta pencegahan resiko infeksi di RSUD Kabupaten Jombang.4/45/415.

Jombang. Mencegah terjadinya mortalitas dan morbiditas pada infeksi bedah Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. dipasaran. Tujuan 1. 4. 10. Benar Obat. Siapkan obat antibiotic profilaksis sesuai instruksi dokter.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien Prosedur 1. Stop aliran Infus 9.Revisi 02 Halaman1 /1/2 . Identifikasi gelang yang akan diberikan antibiotik profilaksis. M. JOMBANG No.4/45/415.ANS/PP RSUD KAB. Lakukan identifikasi antibiotika profilaksis dengan cara 6 Benar ( Benar Pasien. 5. Larutkan antibiotic dengan Water For Injection dalam spuit 5cc atau 10 cc 7. Mengurangi insidensi infeksi luka pasca bedah 2. 13. harga obat t PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS SEBELUM TINDAKAN PEMBEDAHAN No. Observasi reaksi obat 12. Dokumen 41/YANMED/KSM. 11. Dokumentasikan pemberian obat antibiotic profilaksis yang telah berikan dan dosisnya ke status pasien. Ucapkan salam dan perkenalkan nama 2. Benar Pendokumentasian ) 6. Cuci tangan. Benar Rute pemberian. serta kegunaannya. Benar Waktu.KP Pemberian antibiotik sebelum dilakukan tindakan pembedahan. Jelaskan prosedur tentang pemberian antibiotik profilaksis sebelum pembedahan dimulai. Mencegah perkembangan infeksi pada daerah yang dibedah 3. Benar dosis. Lakukan penyuntikan dengan memasukan jarum spuit hingga menembus bagian dalam dan masukan obat secara berlahan lahan kedalam selang infus intravena cateter. 3. tarik spuit dan periksa kecepatan infus.Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. SPO 1 September 2014 Pengertian dr. Setelah selesai. PUDJI UMBARAN. Lakukan Desinfeksi pada tempat suntikan dengan kapas alkohol 8.

Prosedur Perhatikan : pemberian antibiotic profilaksis dilakukan 30 menit sebelum pembedahanat F 29. Usulan obat dari SMF berdasarkan obat yang digunakan dalam Formularium 2010 dan usulan obat baru Sekretaris Subkomite Farmasi dan Terapi Unit Terkait 20. .

1 September 2014 10 November 2HGG dr. Catat tindakan kedokteran yang akan dilakukan. Untuk memberikan informasi yang selengkapnya kepada pasien dan keluarganya tentang manfaat dan efek samping serta komplikasi tindakan pemberian tranfusi darah dan produk darah. Kebijakan Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Pemberian informasi meliputi:  Diagonosis. Untuk mendapatkan legalitas tindakan tranfusi darah dan produk darah 2.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien For Prosedur 1. Jombang. 2. M.PERSETUJUAN TINDAKAN TRANFUSI DARAH DAN PRODUK DARAH RSUD KAB.4/45/415. Siapkan form persetujuan tindakan kedokteran dan pemberian informasi tindakan kedokteran.KP SPO Pengertian Tujuan Yaitu persetujuan tindakan pemberian tranfusi darah dan produk darah 1. Catat tanggal dan jam pada pemberian informasi 3. Dokumen 42/YANMED/KSM. beserta nama dokter pemberi informasi dan nama pasien atau keluarga yang diberikan informasi.Revisi 01 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. JOMBANG No. PUDJI UMBARAN.ANS/PP No.  Tindakan yang akan dilakukan  Indikasi tindakan  Cara pemberian  Tujuan  Resiko  Komplikasi  Progniosis  Alternative lain bila ada .

Bubuhkan tanda tangan dan nama terang dokter pemberi informasi dan pasien atau keluarga yang menerima informasi. OK IGD.Revisi 01 Halaman1 /2/2 5. JOMBANG Prosedur Unit Terkait No. Bubuhkan tanda tangan pasien/ keluarga dekat inti yang memberikan persetujuan. Catat juga identitas pasien yang akan diberikan tindakan tranfusi 7. PERSETUJUAN TINDAKAN TRANFUSI DARAH DAN PRODUK DARAH RSUD KAB.ANS/PP No. Catat identititas keluarga pasien yang memberikan persetujuan tindakan tranfusi. IRNA . saksi keluarga yang lain. 6. IBS. dokter DPJP . Dokumen 42/YANMED/KSM. Tulis tanggal dan jam persetujuan 8. dan saksi dari pihak rumah sakit (perawat).4.

Pilih anastesi jackson rees dengan respiratory bag 1 liter pada pasien dengan berat 10 – 20 kg dengan system semi open 9.KP SPO Pengertian Suatu tindakan pemberian anastesi umum pada bayi dan anak anak Tujuan Untuk memberikan pelayanan anestesi yang aman pada bayi dan anak baik pada operasi elektif maupun operasi emergency Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. Pilih alat anestesi T-piece untuk berat badan pasien < dari 4 kg dan gunakan system open. Dokumen RSUD KAB. Pilih endotracheal tube yang sesuai dan bila digunakan tidak sampai menimbulkan komplikasi odema atau kerusakan kapiler di trachea 5.5 pediatric pada pasien dengan berat badan > 20 kg Kebijakan Prosedur . PUDJI UMBARAN. Jombang. 3 atau 3.ANS/PP No. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. M.5 dan pilih yang CUFF bila digunakan nomer 4 ke atas 6. 4.5 pada pasien dengan berat badan 4 – 10 kg dengan system semi open.Revisi 01 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab.5 liter atau respiratory tubing kecil atau menggunakan mesin anastesi dengan respiratory bag 1.4/45/415. Pilih anastesi jackson rees dengan respiratory bag 1. Pilih masker yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran sehingga tidak menimbulkan kerugian pada deathspace yang terlalu banyak ataupun berakibat komplikasi penekanan pada bola mata. Pilih anastesi jackson rees dengan respiratory bag 0.5. Gunakan system anastesi open/ semi open ataupun semi colse 3.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien 1. 7. 2. 8. Berikan anestesi umum pada bayi dan anak dengan teknik inhalasi baik menggunakan masker/ sungkup ataupun intubasi.ANESTESI GENERAL PADA PEDIATRIC No. Pilih ETT NON CUFF bila digunakan no 2. JOMBANG 43/YANMED/KSM. 2.

isofluran. JOMBANG 43/YANMED/KSM. ketamin ataupun propofol 11. Berikan premedikasi setengah jam sampai satu jam sebelum operasi dengan menggunakan petidin atau midazolam. atau sejenisnya sesuai indikasi 13.ANESTESI GENERAL PADA PEDIATRIC No. Unit Terkait - IBS Ok IGD . Untuk induksi anastesi bisa dipilih inhalasi atau intra vena dengan menggunakan tiopenthothal sodiom. Suplemen bisa diberikan fentanyl obat inhalasi bisa digunakan halotan. Dokumen RSUD KAB. Untuk intubasi bisa digunakan masker relaxsan non depolarisasi 12.Revisi 01 Halaman1 /2/2 Prosedur 10.ANS/PP No.

Bila dipih singel bolus dosis tidak lebih dari 20 ml dari 0. M. Jombang. Pilih anastesi sub arachnoid block pediatric.KP SPO Pengertian Suatu tindakan pemberian anastesi regional pada bayi dan anak anak Tujuan Untuk memberikan pelayanan anatesi yang aman pada bayi dan anak dengan anastesi regional pada operasi elektif dan emergency. bisa singel shot atau bisa menggunakan continous chateter. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. PUDJI UMBARAN. Lakukan fungsi lumbal pada L5/ S1 atau L4/L5 bisa dilakukan pada posisi duduk atau miring. Pilih jarum short bevel 22 G straight needle atau jelco iv chateter. Pilih jarum spinal yang sesuai panjang nya 3 cm atau 5 cm dengan diameter 26 – 29 G dan pilihlah jarum yang sedikit trauma (pencil point/ modifikasi touhy) yang shot bhevel 3. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. 6.ANS/PP No. Obat adjuvan dapat digunakan ephineprin ataupun morfin dan fentanyl. Pilih obat anastesi bupivacain atau levo buvipacain atau ropivacain 4.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien 1.Revisi 01 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. Dokumen RSUD KAB. Step tips. kingking 3. Kebijakan Prosedur UNTUK ANASTESI CAUDAL EPIDURAL 1. JOMBANG 44/YANMED/KSM.ANASTESI REGIONAL PADA PEDIATRIC No. 2. Gunakan dosis yang dihitung sesuai dengan berat badan 5.25% levobupivacain . epidural ataupun peripheral nerve block 2. Untuk anastesi Caudal Epidural bisa dipilih dengan teknik caudal epidural ataupun lumbal dan thoracal peridural.4/45/415.

Dengan dosis sesuai dengan ketinggian blok yang diharapkan. Unit Terkait - IBS Ok IGD . JOMBANG Prosedur 44/YANMED/KSM.ANASTESI REGIONAL PADA PEDIATRIC No.Revisi 01 Halaman1 /2/2 UNTUK ANASTESI LUMBAL EPIDURAL 1. Pilih jarum touhy nomer 18 G standart 10 cm 2. Dokumen RSUD KAB.ANS/PP No.25%. Pilih obat levobupivacain atau ropivacain dengan konsentrasi 0.

Bila pasien dan keluarganya bisa membaca dan menulis. persiapan anastesi yang harus dilakukan dan bahaya dan komplikasi yang mungkin terjadi. radiologi dan EKG sesuai indikasi. Form dapat diisikan oleh petugas para medis yang menyiapkan operasi tersebut dan memberikan informasi secara umum tentang persiapan yang harus dilakukan oleh pasien yang akan operasi. melepas perhiasan dan gigi palsu bila ada. serta membersihkan make up untuk menghindari penyamaran pada gawat darurat.ANS/PP No. Bila pasien tidak dapat membaca dan menulis petugas dapat ruangan membacakan dan menjelaskan secara umum tentang persiapan anastesi.FORM PEMBERIAN INFORMASI DAN FORM PERSETUJUAN TINDAKAN ANASTESI No. untuk mendapatkan legalitas formal secara hukum bila dibelakang hari terjadi tuntutan pada pasien. Informasi yang diberikan pada anastesi umum dan efek samping anastesi umum. Dokumen RSUD KAB.44/2014 tentang Kebijakan Pelayanan Pasien 1. untuk anestesi regional informasi meliputi block spinal dan epidural serta block peripheral meliputi informasi umum dan komplikasi atau efek samping.KP SPO Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur Yaitu prosedur pemberian informasi dan persetujuan tindakan anastesi untuk mendapatkan tanda tangan pada pasien dan keluarga 1. 2. evaluasi oleh dokter anastesi dan konsultasi kebidang lain bila diperlukan. 1 September 2014 10 November 2HGG dr. Jombang.Revisi 01 Halaman1 /1/2 Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RSUD Kab. 3. 4. Berikan informasi tindakan anastesi meliputi persiapan secara umum yaitu puasa. Untuk memberikan penjelasan yang sejalas jelasnya tentang tindakan anastesi yang akan dilakukan. M. JOMBANG 45/YANMED/KSM. PUDJI UMBARAN. 2. Sesuai dengan Peraturan Direktur RSUD Kabupaten Jombang Nomor 188. pemeriksaan penunjang seperti laboratorium.4/45/415. . form tersebut dapat dibaca secara langsung untuk dibaca dan dipelajari.

ANS/PP Halaman1 /2/2 5. Dokumen RSUD KAB. 4.FORM PEMBERIAN INFORMASI DAN FORM PERSETUJUAN TINDAKAN ANASTESI No. 3. Form pemberian informasi tindakan anastesi ditanda tangani oleh pemberi informasi. saksi pihak keluarga dan saksi pihak rumah sakit. Form ini di tanda tangani oleh dokter. Prosedur Unit Terkait No.Revisi 01 1. pasien/ wali/ keluarga. pasien. OK IBS IRJA IRNA OK IGD . 2. 6. Persetujuan tindakan anastesi identitas dan pasien dan dokter dapat diisikan oleh petugas ruangan yang menyiapkan operasi 7. JOMBANG 45/YANMED/KSM.