MAKALAH KEPERAWATAN JIWA

KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA
& KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 1
1.
2.
3.
4.
5.
6.

SISMI
ONA SUTRA
MAY SULASTRI
YELIA ASNINDA
SASRI IRNA
VERO ANDI SAPUTRA

UNIVERSITAS RATU SAMBAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN ( FIK )
PRODI D -3 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2012 – 2013

1

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. Demikian atas perhatianya kami ucapkan terima kasih. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.wb Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah kami yang akan datang. Makalah ini kami disusun guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah keperawatan komunitas. karena berkat rahmat. pebruari 2013 2 . hidayahNYA. Dengan segenap kerendahan hati tidak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi kita semua Amiin……… Wassalamu’alaikum wr.wb Penyusun. serta karunianya kami dapat menyelesaikan Makalah ini tentang “MAKALAH KEPERAWATAN JIWA KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA & KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA. maka dari itu.

.................. Hak-hak Pasien Jiwa.................................................. 2........................... 2......................................... 11 11 3 3 5 5 Daftar pustaka BAB I 3 .. 2................ 2.....................8.....................................................................2 Tujuan.......................... Upaya Kesehatan Jiwa............................2 saran.............................. 2......................................................................... 6 2................................ Kriteria Sehat Jiwa...........................1 Latar belakang............................6 Pengertian keperawatan jiwa...........2.................10..... Rentang Sehat Jiwa...................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1............................................................ Peran Perawat dalam Kesehatan Jiwa... i Daftar isi.... Fungsi Perawat Kesehatan Jiwa..................................................Daftar isi Halaman judul Kata pengantar..... 2 2.. Prinsip Dasar Upaya Pencegahan ........................................ 1 BAB II PEMBAHASAN 2....... 1 1.......................... Ciri-ciri Sehat Jiwa..................................11........ 2................. 2...........5.................7.....3................4.....................................................1 Definisi Kesehatan Jiwa .1 kesimpulan...............................9......................... 3........ Prinsip keperawatan jiwa .......................................................................... 7 8 9 10 BAB III PENUTUP 3........................... 2.........................................................

Kondisi kritis ini membawa dampak terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas penyakit mental-emosional manusia Kondisi diatas dapat menimbulkan gangguan jiwa dalam tingkat ringan amaupun berat yang memerlukan penanganan di rumah sakit. baik itu di rumahs akit jiwa atau di unit pelayanan keperawatan jiwa di rumah sakit umum dan unit pelayanan lainnya. 1. Untuk merawat klien/pasien dengan baik seorang perawat harus mengetahui konsep dasar keperawatan dan juga harus memahami serta mengaplikasikan proses keperawatan.1 Latar belakang Kehidupan manusia dewasa ini semakin sulit dan komplek. Kondisi tersebut diperparah dengan bertambahnya stressor psikososial akibat budaya masyarakat modern yang cenderung sekuler.2 Tujuan Agar kita sebagai mahasiswa memahami mengenai masalah kesehatan jiwa dan bagaimana cara kita sebagai tenaga kesehatan memberikan asuhan keperawatan kesehatan jiwa dalam menanggulangi masalah kesehatan jiwa itu sendiri. Pelayanan di rumah sakit tidak mungkin dapat berjalan dengan baik tanpa adanya pelayanan keperawatan. 4 . Hal tersebut menyebabkan manusia tidak dapat menghindari tekanan-tekanan hidup yang dialami.PENDAHULUAN 1. Pelayanan Keperawatan sangat diperlukan karena merupakan bagian integral dari proses penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

intelektual emosional secara optimal dari seseorang dan perkebangan ini selaras dgn orang lain. setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang sama melalui perawatan yang adekuat. Keperawatan jiwa adalah pelayanan keperawatan profesional didasarkan pada ilmu perilaku.BAB II PEMBAHASAN 2. ilmu keperawatan jiwa pada manusia sepanjang siklus kehidupan dengan respons psiko-sosial yang maladaptif yang disebabkan oleh gangguan bio-psiko-sosial. Kesehatan Jiwa adalah Perasaan Sehat dan Bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup. dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. komunikasi dan management.13 Tahun 1966 Kondisi yg memungkinkan perkembangan fisik. oleh karena itu. Ada beberapa pengertian kesehatan jiwa : 1) WHO Kesehatan Jiwa bukan hanya suatu keadaan tdk ganguan jiwa. dengan menggunakan 5 . bersifat positif yg menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yg mencerminkan kedewasaa n kepribadian yg bersangkutan. 2) UU Kesehatan Jiwa No. melainkan mengandung berbagai karakteristik yg adalah perawatan langsung.1 Definisi Kesehatan Jiwa Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang menunjukkan salah satu segi kualitas hidup manusia.

Dimulai dari sehat optimal-mati 3. Dinamis 2. yg dapat dilihat dari adanya kenormalan tingkalaku. Kesehatan jiwa meliputi - Bagaimana perasaan anda terhadap diri sendiri Bagaimana perasaan anda terhadap orang lain Bagaimana kemampuan anda mengatasi persoalan hidup anda Sehari . akal. 3.4. 3) Yohada Kesehata Jiwa adalah keadaan yg dinamis yg mengandung pengertian positif. pengenalan yg benar dari realitas dan bukan hanya merupakan nkeadaan tanpa adanya penyakit. Otonomi (mampu mengambil keputusan sendiri) 5.diri sendiri dan terapi keperawatan jiwa ( komunikasi terapeutik dan terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa ) melalui pendekatan proses keperawatan untuk meningkatkan. Menggambarkan kemampuan adaptasi 5. super ego/ moralitas-prinsip moralitas (Teori Freud ). Ciri-ciri Sehat Jiwa a.3. Bervariasi 4. 2002) 6 . Persefsi realitas (persefsi sesuai dengan kenyataan) 6. Integrasi (keseimbangan dan keutuhan) 4. 2. 2. Ciri Sehat Jiwa Menurut WHO (Hawari. Tumbuh kembang dan aktualisasi diri.  Terdiri dari komponen jasmani. keutuhan kepribadian. 2. kelompok komunitas ).2. jiwa dan qalbu (ruh)  Struktur jiwa manusia terdiri dari id (insting-prinsip kepuasan). Rentang Sehat Jiwa 1. Kriteria Sehat Jiwa Ada 6 kriteria sehat jiwa: 1.hari. gangguan jiwa dan kelainan jiwa. Beberapa pengertian manusia:  Individu yang holistik: terdiri dari jasmani dan ‘rohani’. keluarga. mencegah. ego (kesadaran realitas-prinsip realitas). Environmental mastery (kecakapan dalam adaptasi dengan lingkungannya). mempertahankan dan memulihkan masalah kesehatan jiwa klien (individu. 2. Sikap positif terhadap diri sendiri. Berfungsi secara efektif: sehat.

perasaan rendah diri b) penilaian yang realistis terhadap milik dan kekuarangan. social dan keluarganya 2) Kemampuan menilai diri sendiri yang memadai yang mencakup: a) harga diri yang memadai.1. Merasa lebih puas memberi daripada menerima 4. Secara relative bebas dari rasa tegang (stress) 5. kompensasi. cinta. Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan. Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran di kemudian hari 7. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan 6. 7) Kepribadian yang utuh dan konsisten maknanya: a) cukup baik perkembangannya. hambatan. social dan diri sendiri/internal. tujuan. Mempunyai rasa kasih sayang yang besar. ambisi. 6) Mempunyai pengetahuan yang wajar termasuk didalamnya: a) cukup mengetahui tentang: motif. kemampuan menyenangi diri sendiri dan tertawa 4) Mempunyai kontak yang efisien dengan realitas sedikitnya mencakup 3 aspek: fisik. 2005): 1. Memeperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya 3. berekspresi yang cukup pada ketidaksukaan tanpa kehilangan control. kemampuan memahami dan membagi rasa kepada orang lain. Mengarahkan rasa permusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif 8. berminat dalam berbagai aktifitas. Ditandai dengan: a) tiadanya fantasi yang belebihan b) mempunyai pandangan yang realistis dan pandangan yang luas c) kemampuan untuk berubah jika situasi eksternal tidak dapat dimodifikasi 5) Keinginan-keinginan jasmani yang memadai dan kemampuan untuk memuaskannya ditandai dengan: a) sikap yang sehat terhadap fungsi jasmani b) kemampuan meperoleh kenikmatan kebahagiaan dari dunia fisik dalam kehidupan c) kehidupan seksual yang waja d) kemampuan bekerja e) tidak adanya kebutuhan yang berlebihan. ada nilai yang sebanding pada diri sendiri dan prestasinya. b. Rasa aman yang memadai perasaan aman dalam hubungannya dengan pekerjaan. b) memiliki perasaan yang berguna 3) Memiliki spontanitas dan perasaan yang memadai dengan orang lain seperti hubungan persahabatan. 7 . kepandaiannya. meskipun kenyataan itu buruk baginya 2. keinginan. Ciri Sehat Jiwa Menurut Maslow-Mittlemenn (Notosoedirdjo.

memulihkan 8 . Terdiri atas peningkatan. termasuk akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Menurut American Nurses Associations (ANA) Keperawatan jiwa adalah area khusus dalam praktek keperawatan yang menggunakan ilmu tingkah laku manusia sebagai dasar dan menggunakan diri sendiri secara teraupetik dalam meningkatkan. pencegahan. Bina Pelayanan Keperawatan Depkes RI) 1. tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa 2. Upaya Kesehatan Jiwa (Dir. Pemerintah berkewajiban untuk mengembangkan upaya kesehatan jiwa keseluruhan. Menjadi tanggungjawab bersama pemerintah dan masyarakat 4.6 Pengertian keperawatan jiwa a. 2. c) mampu berkonsentrasi: d) tidak ada konflik besar dalam kepribadiannya 8) Memiliki tujuan hidup yang wajar . Mempunyai emansipasi yang memadai dari kelompok atau budaya Hal ini mencakup: a) kemampuan menganggap sesuatu itu baik dan yang lain jelek b) dalam beberapa hal tergantung dari pandangan kelompok c) menghargai perbedaan budaya 2. pengobatan dan pemulihan pasien gangguan jiwa dan masalah psikososial 3. Pemerintah dan masyarakat bertanggungjawab menciptakan kondisi kesehatan jiwa yang optimal dan menjamin ketersediaan. mutu dan pemerataan upaya kesehatan jiwa 5. 11. Ditujukan untuk menjamin setiap orang dapat menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat. bebas dari ketakutan.b) memiliki prinsip moral dan kata hati yang tidak berbeda dengan pandangan kelompok. mempertahankan. aksesibilitas.5. menerima cara yang berlaku dikelompoknya c) kemauan dan dapat menghambat dorongan dan hasrat yang dilarang kelompoknya.Hal ini berarti: a) memiliki tujuan yang sesuai dan dapat dicapai b) mempunyai usaha yang cukup dan tekun mencapai tujuan c) tujuan bersifat baik untuk diri sendiri dan masyarakat. 9) Kemampuan untuk belajar dari pengalaman Tidak hanya mengumpulkan pengetahuan dan kemahiran ketrampilan. tetapi juga kemauan menerima hal baru yang baik 10) Kemampuan memuaskan tuntutan kelompik Individu harus: a) tidak terlalu menyerupai anggota kelompok yang lain b) terinformasi secara memadai.

Dalam berhubungan dengan lingkungan. Keperawatan 9 . Tujuan individu adalah untuk tumbuh.kesehatan mental klien dan kesehatan mental masyarakat dimana klien berada (American Nurses Associations). kelompok komunitas). 2. Setiap individu mempunyai kapasitas koping yang bervariasi. 4. mempertahankan dan memulihkan masalah kesehatan jiwa klien (individu. Manusia Fungsi seseorang sebagai makhluk holistik yaitu bertindak. setiap individu mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang sama melalui perawatan yang adekuat. manusia harus mengembangkan strategi koping yang efektif agar dapat beradaptasi. baik keluarga. berinteraksi dan bereaksi dengan lingkungan secara keseluruhan. ilmu keperawatan jiwa pada manusia sepanjang siklus kehidupan dengan respons psiko-sosial yang maladaptif yang disebabkan oleh gangguan bio-psikososial. perasaan dan tindakan. Setiap individu mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputuasan. Prinsip keperawatan jiwa terdiri dari empat komponen yaitu 1. sehat. 2. Keperawatan jiwa adalah pelayanan keperawatan profesional didasarkan pada ilmu perilaku. c. mencegah. 3. oleh karena itu.7. Lingkungan Manusia sebagai makhluk holistik dipengaruhi oleh lingkungan dari dalam dirinya dan lingkungan luar. mandiri dan tercapai aktualisasi diri. komunitas. Semua perilaku individu bermakna dimana perilaku tersebut meliputi persepsi. Keperawatan jiwa adalah proses interpersonal yang berusaha untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku sehingga klien dapat berfungsi utuh sebagai manusia. Setiap individu mempunyai kemampuan untuk berubah dan keinginan untuk mengejar tujuan personal. dengan menggunakan diri sendiri dan terapi keperawatan jiwa ( komunikasi terapeutik dan terapi modalitas keperawatan kesehatan jiwa ) melalui pendekatan proses keperawatan untuk meningkatkan. pikiran. keluarga. kelompok. Hubungan interpersonal yang dikembangkan dapat menghasilkan perubahan diri individu. Setiap individu mempunyai harga diri dan martabat. Setiap individu mempunyai kebutuhan dasar yang sama dan penting. b. Kesehatan Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang menunjukkan salah satu segi kualitas hidup manusia.

intuisis. Proses keperawatan bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan dan masalah klien sehingga mutu pelayanan keperawatan menjadi optimal. Perawat memerlukan metode ilmiah dalam melakukan proses terapeutik tersebut. dan terbuka. diprioritaskan untuk dipenuhi. siklik. dan interaksinya dengan lingkungan. Kebutuhan dan masalah klien dapat diidentifikasi. logis. Proses keperawatan mempunyai ciri dinamis. Diagnosis keperawatan tidak mungkin dapat dirumuskan jika data pengkajian belum ada. Mekanisme utama yang mendorong sistem social (Parson. social ayau okupasi 3. Peran Perawat dalam Kesehatan Jiwa 1. dan terorganisasi. pada tahap awal peran perawat lebih besar dari peran klien.1991). lingkungan. Klien bertambah sadar akan diri dan situasinya. Umumnya. perawat dapat terhindar dari tindakan keperawatan yang bersifat rutin. 2001) 2. Pola perilaku tersebut dimanifestasikan ke dalam penampilan melaksanakan tugas dan kewajiban 10 . saling bergantung. menyelesaikan masalah keperawatan klien. 2. Setiap tahap dapat diperbaharui jika keadaan klien klien berubah. Perawat memberi stimulus yang konstruktif sehingga akhirnya klien belajar cara penanganan masalah yang merupakan modal dasar dalam menghadapi berbagai masalah. 1951. luwes. dan tidak unik bagi individu klien. atau memenuhi kebutuhan klien secara ilmiah. dalam The Bride to Profesional Nursing Practice. Metodologi dalam keperawatan jiwa adalah menggunakan diri sendiri secara terapeutik dan interaksinya interpersonal dengan menyadari diri sendiri. namun pada proses sampai akhir diharapkan sebaliknya peran klien lebih besar daripada perawat sehingga kemandirian klien dapat tercapai. Set perilaku unik menggambarkan posisi yang merefleksikan domain personal.Dalam keperawatan jiwa. Cresia. sehingga lebih akurat mengidentifikasi kebutuhan dan masalah serta memilih cara yang sehat untuk mengatasinya. serta diselesaikan. Tahap demi tahap merupakan siklus dan saling bergantung. Kesadaran ini merupakan dasar untuk perubahan. Dengan menggunakan proses keperawatan. proses keperawatan merupakan salah satu teknik penyelesaian masalah (Problem solving). Proses keperawatan merupakan sarana / wahana kerja sama perawat dan klien. Penggunaan proses keperawatan membantu perawat dalam melakukan praktik keperawatan. Pada dasarnya. perawat memandang manusia secara holistik dan menggunakan diri sendiri secara terapeutik. sistematis. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerja sama antara perawat dengan klien. Kemandirian klien merawat diri dapat pula digunakan sebagai kriteria kebutuhan terpenuhi dan / atau masalah teratasi. 1989 dikutip oleh Keliat. yaitu proses keperawatan.8. dan masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal ( Carpenito.

keluarga dan komunitas yang mencakup pendidikan kesehatan jiwa. Perawat dalam membantu pasien mengadakan kolaborasi dengan petugas lain yaitu dokter jiwa. dan lain-lain. Kolaborasi dengan tim lain. Memperhatikan aspek fisik dari masalah kesehatan klien merupakan hal yang penting. Untuk melaksanakan perasn tersebut dipersiapkan perawat yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk melaksanakannya (registrasi. Memberi pendidikan kesehatan yang ditujukan kepada pasien. 5. cirri-ciri sehat jiwa. 3. perawat kesehatan masyarakat (perawat komunitas). 4. 2.4. Peran professional unik karena dipengaruhi oleh kode etik yang membantu memperlihatkan secara tajam perilaku professional dan sebagai kerangka dari harapan peran tersebut. penyebab gangguan jiwa. Fungsi Perawat Kesehatan Jiwa dalam Upaya Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa Fungsi perawat kesehatan jiwa adalah memberikan asuhan keperawatan secara langsung dan asuhan keperawatan secara tiak langsung. Semua peran perawat tersebut dapat dilaksanakan dalam memberikan pelayanan keperawatan jiwa. Fungsi ini dapat dicapai dengan aktifitas perawat kesehatan jiwa yaitu : 1. Puskesmas maupun praktik mandiri/swasta. gangguan jiwa.9. Sebagai perantara social yaitu perawat dapat menjadi perantara dari pihak pasien. 6. 2. Sebagai model peran yaitu paerawat dalam memberikan bantuan kepada pasien menggunakan dir sendiri sebagai alat melalui contoh perilaku yang ditampilkan oleh perawat. nyaman baik fisik. 7. Pembentukan peran perawat dipengaruhi oleh karakteristik organisasi. 11 . psikolog. keluarga dan masyarakat alam memfasilitasi pemecahan masalah pasien. dan upaya perawatan pasien gangguan jiwa. sertifikasi dan lisensi). individu perawat dan interaksi perawat dengan yang terlibat dalam set peran tersebut 5. Memberikan lingkungan terapeutik yaitu lingkungan yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat memberikan perasaan aman. pekerja social. Bekerja untuk mengatasi masalah klien “here and now” yaitu dalam membantu mengatasi segera dan tiak itunda sehingga tidak terjai penumpukan masalah. fungsi dan ugas keluarga. mental dan social sehingga dapat membentu penyembuhan pasien. baik pada institusi sarana kesehatan RS. cirri-ciri gangguan jiwa. dalam hal ini perawat perlu memasukkan pengkajian biologis secara menyeluruh dalam mengevaluasi pasien kelainan jiwa untuk meneteksi adanya penyakit fisik sedini mungkin sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat.

Upaya kuratif (pencegahan sekunder) Usaha yang meliputi pengurangan.  Usaha-usaha untuk meningkatkan kondisi kehidupan. keluarga.  Supervisi pada pasien yang mendapatkan pengobatan. bebas dari kemiskinan dan peningkatan pendidikan kesehatan. dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:  Menyelenggarakan skrining test dan mengevaluasi hasil.  Pelayanan psikoterapi kepada individu.  Pengkajian terhadap stres-stres yang potensial dari perubahan-perubahan kehidupan dimana dapat menimbulkan gangguan mental serta merujuk ke unit pelayanan yang sesuai.  Pelayanan pencegahan bunuh diri. 2. kelompok dari berbagai tingkatan umur.  Pelayanan pengobatan gawat darurat dan pelayanan psikiatri di rumah sakit umum.10. Hal ini penting untuk diketahui perawat bahwa sumber-sumber di masyarakat perlu iidentifikasi untuk digunakan sebagai factor penukung dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa yang ada di masyarakat.  Menyelenggarakan intervensi krisis.  Menyelenggrakan milieu therapy. 3.  Membantu pasien-pasien di rumah sakit umum untuk usaha-usaha pencegahan masalah psikiatrik. Menggunakan sumber di masyarakat sehubungan dengan kesehatan mental.  Berintegrasi dengan organisasi-organisasi dan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan jiwa.  Berperan serta dalam kegiatan masyarakat dan politik yang ada kaitannya dalam bidang kesehatan jiwa 2. Sebagai pemimpin diharapkan dapat mengelola asuhan keperawatan jiwa an membantu perawat yang menjadi bawahannya. Upaya promotif/preventif (pencegahan primer) Usaha-usaha ini meliputi usaha promosi dan pencegahan terjadinya gangguan mental dengan kegiatan-kegiatan berikut:  Pendidikan kesehatan tentang prinsip-prinsip kesehatan mental.  Memberikan konseling terbatas/sederhana. 9. jumlah angka kesakitan dengan deteksi dini dan pengobatan. Memimpin dan membantu tenaga perawatan dalam pelaksanaan pemberian asuhan keperawatan jiwa didasarkan pada management keperawatan kesehatan jiwa. Upaya rehabilitatif (pencegahan tertier) 12 .8.  Bekerjasama dengan keluarga/kelompok untuk mendorong anggota-anggota keluarga/kelompok dapat berfungsi dengan baik.  Kunjungan rumah untuk persiapan perawatan dan pemberian pengobatan. Prinsip Dasar Upaya Pencegahan Dalam Keperawatan Jiwa 1.

pendidikan pekerjaan perumahan. agama dan jenis kelamin 10) Hak untuk hidup.  Penyelenggaraan program latihan (after care) bagi pasien setelah pulang dirawat ke masyarakat. bekerja dan berpartisipasi dlm masyarakat tanpa diskriminasi 13 . khususnya dlm pengambilan keputusan sehubungan dgn tretment. pendidikan dan training ttg G. transportasi dan hokum 4) Hak untuk mendapatkan informasi. pengobatan perawatan dan pelayanan yg tersedia 5) Hak untuk bekerja atau berinteraksi dgn tenaga kesehatan.  Menyelenggarakan ”partial hospitalization” 2.Yaitu usaha untuk mengurangi gejala sisa dan atau bahaya akibat adanya penyakit/gangguan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:  Peningkatan latihan vokasional dan rehabilitas.11. perawatan dan rehabilitasi 6) Hak untuk complain 7) Hak untuk mendapatkan advocacy 8) Hak untuk menghubungi teman dan saudara 9) Hak mendapatkan pelayanan yg mempertimbangkan budaya.jiwa. Hak-hak Pasien Jiwa 1) Hak untuk dihormati sebagai manusia 2) Hak memperoleh privacy 3) Hak untuk mempunyai kesempatan yg sama dan warga negara lainnya dlm pelayanan kesehatan pendapatan.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesehatan Jiwa adalah Perasaan Sehat dan Bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup.2 . Secara umum diketahui bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh adanya gangguan pada otak tapi tidak diketahui secara pasti apa yang mencetuskannya. 14 . Fungsi ini dapat icapai dengan aktifitas perawat kesehatan jiwa yang membantu upaya penanggulangan maslah kesehatan jiwa. Fungsi perawat kesehatan jiwa adalah memberikan asuhan keperawatan secara langsung dan asuhan keperawatan secara tiak langsung. Stress diduga sebagai pencetus dari gangguan jiwa tapi stress dapat juga merupakan hasil dari berkembangnya mental illness pd diri seseorang. dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. 3.Saran Diharapkan perawat lebih mempelajari mengenai fungsi dan perannya dalam penanganan masalah kesehatan jiwa dengan memahami masalah kesehatan jiwa yang ada serta upaya penanganannya dengan baik.

Helena. 2005.DAFTAR PUSTAKA Keliat. Stuart. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.Buku Saku Keperawatan Jiwa. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Suliswati. Jakarta: EGC. 15 . Jakarta : EGC. Budi Anna.Panjaitan. Ed.2. Gail W. Jakarta : EGC Yosep.Iyus. Refika Aditama. Keperawatan Jiwa. 2005.2007. Jakarta: PT.2007.