ALAT KONTRASEPSI BAGI PRIA DAN WANITA

MENURUT HUKUM ISLAM

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Agama yang Diampu oleh bapak Nur Ahsin,
S.Ag,M.Si
Oleh Kelompok A3/4 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

KARTIKA HAPSARI D.P
LUTFAH AYU MAULIDA
NAWANG PRATIWI ANITAPA
NOVIE MEIRDHANIA
NUR RAMAWATI
RENI LIA RIANTIKA
SOFRI WAHYUNING YULIANTI
SULATIP
UTEH WULANSARI

PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2012/2013

HALAMAN PENGESAHAN
i

Makalah yang berjudul “ALAT KONTRASEPSI BAGI PRIA DAN
WANITA MENURUT HUKUM ISLAM” ini telah diterima dan disetujui sebagai
syarat memenuhi tugas kuliah pendidikan agama islam pada semester ganjil tahun
akademik 2012/2013

Disahkan pada
Hari

:

Tanggal

:

Tempat

:

Oleh:

Dosen Pengampu

Nur Akhsin, S.Ag, MSI

MOTTO
ii

siapa yang tidak bersiap-siap dia akan kalah. 2. Kembangkan potensimu untuk meraih prestasi. Di dunia penuh persaingan. 6. 5. Hargailah karya orang lain. karena dengan menghargai karya orang lain berarti menghargai diri sendiri. iii . Selagi umur masih panjang ciptakan karya sebanyakbanyaknya. 4. Mungkin orang dapat lupa akan sesuatu. Membaca adalah sumber kehidupan. tetapi janganlah lupa akan jasa-jasa guru.1. Selagi masih muda banyak-banyaklah menggali ilmu supaya berguna dikelak nanti. 7. 3.

Dalam pembuatan makalah ini penulis mendapatkan data-data melalui internet dan buku-buku sebagai bahan referensi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi penulis sendiri.Sc selaku Direktur Politekhnik Kesehatan Kemenkes Semarang. Amin. Semarang. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Nur Ahsin. Penyusunan makalah ini penulis mendapat bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah ini. Bpk.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena dengan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ALAT KONTRASEPSI BAGI PRIA DAN WANITA MENURUT HUKUM ISLAM” ini. 2. S. dukungan baik moral maupun materiil.M.Si selaku dosen pengampu “AGAMA” dan semua pihak yang telah ikut membantu penyusunan karya tulis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu bentuk tugas mata kuliah “AGAMA”. 3.M.Pd.App. yang telah memberikan penulis doa. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Sugiyanto.S. Bapak dan Ibu selaku kedua orang tua kami. Oktober 2012 Penyusun iv .Ag.

....................................................................................................7 D..........................….....15 DAFTAR PUSTAKA v ...................1 C.................. Tujuan Penulisan............. Ruang Lingkup Masalah.....................................2 D.........3 B..i HALAMAN PENGESAHAN................. Pembahasan Hukum Halal Haram Alat Kontrasepsi............................... Hukum Pengesahan Alat Kontrasepsi............................................................ Pengertian Kontrasepsi......................iv DAFTAR ISI...............................................................……..........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................. Simpulan…………………………………………………….....………………….................2 BAB II PEMBAHASAN A.............................................. Saran..................... Metode Kontrasepsi……………......................................15 B........3 C........................1 B....…..............iii KATA PENGANTAR...........…………………................. Latar Belakang.....................................................................v BAB I PENDAHULUAN A...............…..ii MOTTO........14 BAB III PENUTUP A.. Rumusan Masalah...........................................................................................................................................

2. B. 4. . Apakah definisi dari kontrasepsi? Beberapa metode kontrasepsi Bagaimana hukum penggunaan alat kontrasepsi? Mengetahui hukum halal / haramnya alat kontrasepsi ? (1) C.Mengapa kita membutuhkan Kontrasepsi? Ada bermacam-macam alasan pribadi: untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. sehingga belum ditetapkan hukumnya. Tujuan a. Pemakaian alat kontrasepsi dalam masyarakat bukan merupakan hal yang baru. Menjelaskan pengertian alat kontrasepsi. Secara internasional. Oleh karena itu.Adanya program KB yang ditetapkan pemerintah berkaitan erat dengan pemakaian kontrasepsi. kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia. 3. mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual.Alat-alat kontrasepsi yang sekarang banyak digunakan belum ada pada zaman Rasul. Latar Belakang Kontrasepsi merupakan sebuah keharusan bagi seseorang yang tidak menginginkan kehamilan. Rumusan Masalah Berikut ini merupakan rumusan masalah mengenai alat kontrasepsi bagi pria dan wanita menurut hukum islam: 1.BAB I PENDAHULUAN A. kami termotivasi untuk menulis makalah tentang alat kontrasepsi bagi pria dan wanita menurut hukum islam agar para pembaca dapat mengetahui sejauh mana hubungan tersebut diperbolehkan dalam agama islam.

(2) BAB II ALAT KONTRASEPSI BAGI PRIA DAN WANITA MENURUT HUKUM ISLAM A. Ruang Lingkup Masalah a. d. c. Pandangan islam mengenai alat kontrasepsi. Hukum penggunaan alat kontrasepsi. Menjelaskan metode kontrasepsi. b. c.b.Cara kontrasepsi sifatnya tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan kembali anak apabila di inginkan (Suzilawati. Menjelaskan hukum penggunaan alat kontrasepsi menurut islam. Alat dan metode kontrasepsi. Menjelaskan hukum halal dan haram penggunaan alat kontrasepasi. Pengertian Kontrasepsi Konrtasepsi adalah alat untuk mencegah kahamilan setelah melakukan hubungan intim. . D.

Kondom Efektif 75-80%. Kontrasepsi Teknik . Efektivitasnya 75-80%. c. perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri (3) (4) karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Kontrasepsi Mekanik 1. Kontrasepsi Sterilisasi Sterilisasi yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). bisa berakibat kemandulan.Menurut Wiknjosastro (2006: 534) kontrasepsi adalah usaha untuk mencegah kehamilan.2009). Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur.Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. B. Efektivitasnya 75-80%. orgasme - berulang atau terlambat menarik penis keluar.Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi. Sterilisasi berbeda dengan alat kontrasepsi lain yang pada umumnya hanya bertujuan menghindarkan kehamilan untuk sementara.Terbuat dari latex.Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat. sehingga yang bersangkutan tidak bisa mempunyai keturunan. ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma.Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat . Sterilisasi baik vasektomi maupun tubektomi sama dengan abortus. Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). b. Pemerintah Indonesia secara resmi tidak menganjurkan untuk melaksanakan sterilisasi sebagai cara kontrasepsi dalam program KB. Metode Kontrasepsi a.

krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah senggama.Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. (5) Efektivitasnya 92-94%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas. Efektivitasnya sangat kecil.Efektivitasnya 70%. metode IUD ini dikembangkan dan disempurnakan.Karena banyak terjadi infeksi pada waktu. yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. Nama populernya adalah spiral. Bentuknya seperti cincin dari logam dan dikelilingi dengan benang sutera. maka metode ini ditinggalkan. 2.Kemudian akhir-akhir ini dengan memakai plastik seperti polithelene. 3. 4. karena itu harus digunakan bersama spermatisidauntuk mencapai efektivitas 80%. Hanifa Wiknyosastro hanya 1-1. tergeser saat senggama. Dari hasil percobaan IUD sebagai alat kontrasepsi sangat efektif (Kegagalan menurut Prof.5 %). Spermatisida Bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma. pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. . IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. baik mengenai bentuknya maupun bahannya dengan kemajuan teknologi. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral Merupakan alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim.Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut. berbentuk cairan. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup. Vaginal diafragma Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama.menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. infeksi panggul.

tetapi lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil dan menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat. 5. Macam kontrasepsi hormonal : 1. baik tingkat nasional maupun internasional. d. IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. OC merupakan metode yang paling reversibel.IUD dipasang 2 atau 3 hari sesudah haid atau 3 bulan setelah melahirkan dan pemasangannya harus dilakukan oleh tenaga yang telah terlatih. artinya . bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb: (6) Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur) - Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi - masuknya sperma Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan Bila pasien disiplin minum OC-nya. mekanisme kerja IUD hingga kini belum jelas 100%. namun secara ilmiah. serta perlu adanya kontrol setelah pemasangan. Meskipun diakui sangat efektif dan efek samping yang tidak bahaya. Kontrasepsi Hormonal Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi). Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception) Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Hampir sama dengan IUD tembaga.Banyak teori dari para ahli kedokteran yang berbeda-beda mengenai mekanisme alat ini.Selain itu.

Suntik Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. bukan pembatasan kelahiran dengan hanya memiliki dua anak. pemakaiannya yang praktis. Koyo KB (Patch) Ditempelkan di kulit setiap minggu. maka Islam membolehkan jika alasannya logis dan rasional. termasuk penggunaan cara KB hormonal selama maksimal 5 tahun. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif. 4. kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. 3. Umumnya pemakai suntikan KB mempunyai persyaratan sama dengan pemakai pil.Suntikan diberikan saat ibu dalam keadaan tidak hamil. (7) C. harganya relatif murah dan aman. Hukum Penggunaan Alat Kontrasepsi Jika yang dimaksud dengan KB adalah pengaturan kelahiran. Di antara alasan bolehnya KB atau mengatur kelahiran adalah: .Sebelum disuntik.bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan. 2. Susuk KB (Implan) Depot progesteron. pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil. sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi. begitu pula bagi orang yang tidak boleh memakai suntikan KB.

bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat dipasang sendiri oleh yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram memandang auratnya (suami) atau oleh orang lain yang pada dasarnya tidak boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat (8) ia dibolehkan. Sifatnya. ada lima persoalan yang terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi. Pemasangannya. Menamai senggama yang dilakukan di masa menyusui dengan ghilah karena bisa mengakibatkan kehamilan yang merusak ASI dan memperlemah anak. Cara kerjanya. apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen (ta’qim)? 3. Pasalnya. kondom termasuk yang diperbolehkan.” - kekhawatiran terhadap anak yang masih menyusui jika ada kandungan baru. Selain itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal. Alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara kerjanya mengatur kehamilan. Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut? (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain). yaitu : 1. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut. Hukum Sterilisasi . 1. apakah mengatur kehamilan atau menggugurkan kehamilan (isqat al-haml)? 2. 5. serta tidak menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan. Nabi saw.- kekhawatiran akan kesehatan ibu jika ia hamil atau melahirkan dalam waktu tertentu berdasarkan pengalaman atau keterangan dokter yang bisa dipercaya. Adapun terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi. Allah befirman “Janganlah kalian mencampakkan diri kalian dalam kebinasaan. 4. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya.

c. d. berdasarkan hadist berikut: “Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki lain dan janganlah bersentuhan seorang laki-laki dengan laki-laki lain dibawah sehelai selimut. Sterilisasi berakibat pemandulan tetap. Tetapi apabila suami istri dalam keadaan terpaksa (darurat). keadaan darurat membolehkan halhal yang dilarang (Zuhdi. Hal ini sesuai dengan pengakuan IPPF (International Planned Parenthood Federation) bahwa dengan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel telur. karena: a. dan tidak pula seorang wanita dengan wanita lain dengan wanita lain di bawah satu kain (selimut)”. M.Sterilisasi menurut Islam pada dasarnya dilarang. (HR. Hukum IUD Prof. Abu Daud. Pada prinsipnya Islam melarang orang melihat aurat orang lain meskipun satu jenis kelamin. seperti untuk menghindari penurunan penyakit dari bapak/ ibu terhadap anak keturunannya. . Toha (dalam Zuhdi: 72) membuat kesimpulan sebagai berikut: - IUD dalam rahim tidak menghalangi pembuahan sel-sel telur. Mengubah ciptaan Allah SWT dengan jalan memotong dan menghilangkan sebagian tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/ telur). Muslim. yaitu selain mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat juga untuk mendapat keturunan yang sah. Ahmad. (9) 2. dan Tirmidzi). kelengkapan anggota tubuh. 1997: 67-71). atau terancamnya jiwa si ibu bila mengandung atau melahirkan. Melihat aurat orang lain. Sterilisasi adalah tindakan menyiksa diri sendiri dengan memotong bagian dari tubuhnya yang bisa menyebabkan bahaya bagi pelakunya. Hal ini berdasar kaidah fiqih. serta merupakan bentuk pengingkaran terhadap nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah berupa b. Hal ini bertantangan dengan tujuan pokok perkawinan. maka sterilisasi diperbolehkan.

Musyawarah Ulama Terbatas mengenai KB dipandang dari segi hukum syari’at Islam pada tanggal 26-29 Juni 1972 memutuskan antara (10) lain bahwa: “Pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dapat dibenarkan selama masih ada obat-obat dan alat-alat lain. Djuwari tidak menerima pendapat bahwa IUD ini berarti pengguguran terus-menerus karena : - Kontranidasi karena IUD tidak sama dengan abortus provocatus. Kesehatan. Ali Akbar yang dikenal mempunyai keahlian dalam bidang agama dan kedokteran berpihak kepada yang mengharamkan pengguguran. August 1968 yang berbunyi: “ a Doctor must always bear in mind obligation of preserving human life. Toha. M. dan Pembangunan pada tanggal 17-20 Oktober 1983 memutuskan antara lain bahwa. Telur (fertilized ovum) itu adalah permulaan hidup manusia (human life) - yang harus dihormati. Pemcegahan meneruskan hidup dari telur sama dengan pengguguran atau menggagalkan kelahiran yang normal dari janin yang dapat hidup terus di luar kandungan. Dr. M. Sydney. juga mengharamkan spiral karena bersifat abortive bukancontraceptive. Sumpah dokter yang disitir oleh Orof. H.- 94% dari wanita pemakai IUD tidak menjadi hamil melalui mekanisme kontradiksi (menghalang-halangi bersarangnya telur yang telah dibuahi pada - dinding rahim). kecuali dalam keadaan darurat”. Teks lafal sumpah dokter yang baru adalah teks lama yang diamandir oleh22nd Medical Assembly. yakni menghormati setiap hidup insani mulai dari pembuahan sudah dirubah. karena untuk pemasangan/ pengontrolannya harus dilakukan dengan melihat aurat besar wanita. Namun Prof. Kemudian Musyawarah Nasional Ulama tentang Kependudukan. “Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dalam pelaksanaan KB dapat .” (Seorang dokter harus selalu mengingat kewajiban melindungi hidup manusia). hal ini diharamkan oleh Syari’at Islam. Australia.

Alat ini masih dipersoalkan apakah contraceptive atau abortive. Ahmad. Hadits ini tampaknya dapat dijadikan dalil oleh pendapat pertama ini. Abu Daud. Muslim. sehingga IDI pada tahun 1969 . bukan alat contraceptive. (HR. dan keadaan. IUD dipandang sebagai alat yang bersifat abortive. bahwa pemasangan dan pengontrolan IUD itu tidak boleh ( 11) dilakukan oleh seseorang yang bukan mahramnya. atau karena zaman dan situasi kondisinya telah berubah. Hukum-hukum itu bisa berubah karena perubahan zaman. jika pemasangan dan pengontrolannya dilakukan oleh tenaga medis wanita. Perubahan fatwa hukum suatu masalah memang bisa dimungkinkan. b. kecuali darurat. antara lain ialah: a. Menurut Masjfuk Zuhdi pendapat yang mengharamkan pemakaian IUD kecuali dalam keadaan darurat mempunyai landasan dalil yang syar’i yang lebih kuat. atau jika terpaksa dapat dilakukan 0leh tenaga medis pria didampingi oleh suami atau wanita lain. 2. Hadits Nabi : “Janganlah laki-laki melihat aurat laki-laki lain dan janganlah bersentuhan seorang laki-laki dengan laki-laki lain dibawah sehelai selimut. dan Tirmidzi). tempat. Hukum itu berputar di atas illatnya (alasan yang menyebabkan adanya hukum) ada/ tidaknya.dibenarkan. selain itu termasuk dalam kategori syubhat karena mekanisme alat ini hingga kini masih belum jelas dikalangan dunia kedokteran. karena illat hukum yang menjadi alasan hukum ijtihad itu telah berubah.” Namun kedua keputusan itu tidak disertai dengan dalil-dalil syar’i secara rinci. dan tidak pula seorang wanita dengan wanita lain dengan wanita lain di bawah satu kain (selimut)”. sekalipun oleh tenaga medis. Hal ini sesuai kaidah fiqih: 1.

kita harus berhati-hati dengan cara menghindari atau menjauhinya... Selama cara kerja IUD belum jelas.. maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Hadis ini mengingatkan kita agar kita menghindari dan menjauhi hal-hal yang syubhat... dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya.‫كوال كتلقفف كم ا لكليكس لككك عبعه ععللمم‬ “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.. barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat. Menghadapi hal-hal yang masih syubhat. 2.. kecuali dalam keadaan darurat.. demi menjaga agama dan kehormatan kita..... maka IUD sebagai alat kontrasepsi tidak dibenarkan oleh Islam. Hadits Nabi Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya..” Ayat ini dengan jelas mengingatkan kita agar tidak ikut-ikutan melakukan sesuatu yang kita tidak/ belum tahu benar tentang hukum yang sebenarnya. Kesimpulan diatas di dasarkan pada dalil-dalil syar’i sebagai berikut: 1. . Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan.. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat... tidak jelas halalharamnya). maka ia seperti penggembala di sekitar tanah (12) larangan.memandang perlu mengusulkan perubahan sumpah dokter untuk Indonesia dengan maksud untuk membolehkan pemakaian IUD... yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia.. Firman Allah dalam Surat Al Isra’ ayat 36 . demi menjaga kemurnian jiwa dalam pengabdian kita kepada Allah SWT. Dan. dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar.

Diantara sebab-sebab yang membolehkan seseorang menggunakan alat kontrasepsi yang bersifat temporer—menurut Syeikh Yusuf al Qaradhawi—adalah : a.” (QS. An Nisaa : 29) (13) b. Karena khawatir terjatuh ke dalam kesulitan duniawi yang kadang-kadang bisa membawa kepada kesulitan dalam agamanya. firman Allah swt : ‫كوال فتللفقاوا عبكألكيعدكيفكلم إعكل ى التلهفلكعة‬ “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.Jika penggunaan alat kontrasepsi adalah untuk pengaturan kelahiran yang bersifat temporer (tidak permanen) telah dikonsultasikan oleh dokter dan adanya sebabsebab yang dibenarkan syariah untuk itu serta merupakan hasil musyawarah antara suami istri maka hal itu diperbolehkan selama tidak membahayakan atau memberikan mudharat kepada si ibu. sehingga dia mau menerima yang haram atau melakukan yang dilarang ‫فكيعركيفد اللف عبفكفم اللفيلسكر كو ك‬ ‫ال فكيعركيفد عبفكفم اللفعلسكر‬ . Al Baqoroh : 195) ‫كوال كتلقفتفلاوا أكلنف كسفكلم إعتن اتلك كك اكن عبفكلم كرعحيمم ا‬ “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. Karena takut akan keselamatan hidup si ibu apabila mengandung atau melahirkan lagi setelah dilakukan penelitian atau pemeriksaan oleh dokter yang dapat dipercaya.

nisacaya akan membahayakan bangsa Persia dan Romawi.”Wahai Rasulullah. Pembahasan Hukum Halal Haram Alat Kontrasepsi Ada 3 macam penggunan alat pencegah kehamilan: 1. Khawatir terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anaknya.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda.’Anak-anak. Hukumnya tidak boleh.’ Maka Rasulullah saw bertanya kepadanya.’Seandainya hal (menyetubuhi isteri yang hamil) itu berbahaya (terhadap kesehatan anak).’Mengapa kamu lakukan hal itu?’ dia menjawab. saya melakukan azal terhadap isteri saya. padahal pada waktu itu merupakan bangsa terkuat di dunia. Khawatir terhadap isteri yang menyusui apabila dia hamil lagi dan melahirkan anak yang baru . dengan dasar bahwa tindakan semacam itu tidak membahayakan bangsa Persia dan Romawi. Al Baqoroh : 185 c. Hal ini jelas bertentangan dengan anjuran Rasulullah untuk . d. sebab menghentikan kehamilan berarti mengakibatkan berkurangnya jumlah keturunan.” (QS. Penggunaan alat yang dapat mencegah kehamilan untuk selamanya. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Usamah bin Zaid bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw seraya berkata. Muslim) Seolah-olah Nabi saw mengetahui bahwa kondisi individual itu tidak membahayakan bangsa secara keseluruhan.“Allah menghendaki kemudahan bagimu. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (HR. (14) D.’Saya kasihan kepada anaknya—atau ia berkata.

” (Hud:6) Dan juga firman-Nya: ‫كو ك كأيكيلن عملن كداتب ٍةة ك‬ ‫ الف ككيلرفزفقكه ا كوإعتكي افكلم‬،‫ال كتلحعمفل عرلزكقكه ا‬ “Berapa banyak hewan yang tidak dapat membawa (mengurus) sendiri rizkinya tapi Allah lah yang memberikan rizkinya dan juga memberikan rizki kepada kalian. Penggunaan alat yang berfungsi membunuh embrio manusia maka hukumnya haram atau tidak boleh. Kesimpulan Dari pembahasan makalah diatas dapat disipulkan bahwa alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara kerjanya mengatur kehamilan. Misalnya seorang wanita ingin mengatur jarak kehamilannya menjadi dua tahun sekali untuk meringankan dirinya dalam mengasuh anak-anak dan atau anggota keluarganya yang lain. 3. maka ia benar-benar telah keliru. Penggunaan alat yang dapat mencegah kehamilan. Adapun jiika seseorang membatasi kelahiran karena alasan duniawi . Karena Rabbul ‘Izzah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: ‫كو كم ا عملن كداتب ٍةة عف ي لا ك‬ ‫ض إع ت‬ ‫ال كعكل ى الع عرلزفقكه ا‬ ‫للر ع‬ “Dan tidak ada satu makhluk melata pun di bumi ini kecuali Allah-lah yang menanggung rizkinya. takut rizki misalnya. akibatnya akan lebih parah dengan hidup tanpa keturunan. Contoh: IUD/spiral BAB III PENUTUP A. Dengan syarat atas izin suami dan penggunaan alat itu tidak membahayakan dirinya.memperbanyak jumlah umat islam. Dalilnya adalah para sahabat dulu melakukan 'azl terhadap istrinya untuk menghindari kehamilan dan Nabi tidak melarang perbuatan tersebut. selain itu bisa saja anak-anak yang sudah ada meninggal dunia. maka hal ini diperbolehkan. . namun sifatnya hanya sementara.” (Al-Ankabut:60) 2.

Majalah Ar-risalah edisi 99 Vol. Sifatnya 3. Penggunaan alat kontrasepsi harus memperhatikan : 1. Jakarta: PT Toko Gunug Agung. Pemasangannya 4. maka sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu segalaaspek yang menyangkut kelancaran penggunaannya. Masjfuk. 3 . (15) Daftar Pustaka Zuhdu. Saran Apabila seseorang hendak menggunakan alat kontrasepsi dalam programkeluarga berencana. Keuangan keluarga. 1X No. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya. 5. Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut. Selain itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal. serta tidak menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan.bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat dipasang sendiri oleh yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram memandang auratnya (suami) atau oleh orang lain yang pada dasarnya tidak boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat ia dibolehkan. B. apakah aman untuk digunakan atau tidak B. bila memiliki keuangan yang cukup mengapa anda harus KB. Cara kerjanya 2. Beberapa aspek yang bharusdiperhatikan di antaranya sebagai berikut: A. Alat kontrasepsi yang boleh digunakan di antaranya adalah kondom dan oral pill.Sterilisasi dan IUD sebaiknya tidak dilakukan kecuali karena alasan medis yang dipandang darurat. 1997 . Alat kontrasepsi. Masail Fiqhiyah.

Suzanne Everet. Siswosudarmo et al. 2007. 2007.Buku Saku Kontrasepsi dan Kesehatan Seksual Reproduksi. . Jakarta: EGC Teknologi Kontrasepsi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.