BAB I

PENDAHULUAN

Batu Saluran Kemih (BSK) adalah penyakit dimana didapatkan masa keras seperti batu
yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran kemih atas (ginjal dan ureter) dan
saluran kemih bawah (kandung kemih dan uretra), yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan,
penyumbatan aliran kemih dan infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal)
maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ini terbentuk dari pengendapan
garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein.18 BSK dapat berukuran dari sekecil pasir
hingga sebesar buah anggur. Batu yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan
biasanya dapat keluar bersama dengan urine ketika berkemih. Batu yang berada di saluran kemih
atas (ginjal dan ureter) menimbulkan kolik dan jika batu berada di saluran kemih bagian bawah
(kandung kemih dan uretra) dapat menghambat buang air kecil. Batu yang menyumbat ureter,
pelvis renalis maupun tubulus renalis dapat menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis
(nyeri kolik yang hebat di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke
perut juga daerah kemaluan dan paha sebelah dalam). Hal ini disebabkan karena adanya respon
ureter terhadap batu tersebut, dimana ureter akan berkontraksi yang dapat menimbulkan rasa
nyeri kram yang hebat.

BAB II
1

 Pars prostatika (3-4 cm).5 cm. Diliputi 2 . Bagian ini disuplai oleh persarafan simpatis. sphincter urethrae internal yang berlanjut dengan kapsul kelenjar prostat. Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m. sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3. merupakan bagian dari collum vesicae dan aspek superior kelenjar prostat. Pars pre-prostatika dikelilingi otot m. merupakan bagian yang terpendek dan tersempit. Pada pria.detrusor dan bersifat involunter) dan m. bersifat volunter). selain itu. merupakan bagian yang melewati/menembus kelenjar prostat.sphincter externa (di uretra pars membranosa.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter). Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat).  Pars membranosa (12-19 mm).  Pars pre-prostatika (1-1. sedangkan pada wanita hanya memiliki m.TINJAUAN PUSTAKA ANATOMI Anatomi Uretra  Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar. pars prostatika. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Bagian ini menghubungkan dari prostat menuju bulbus penis melintasi diafragma urogenital.5 cm). uretra dapat dibagi atas pars pre-prostatika. Bagian ini dapat lebih dapat berdilatasi/melebar dibanding bagian lainnya.sphincter interna (otot polos terusan dari m. pars membranosa dan pars spongiosa.

spchinter urethrae yang bersifat volunter di bawah kendali somatis.otot polos dan di luarnya oleh m. Setelah melewati diafragma urogenital.  Pars spongiosa (15 cm). 3 . membentang dari pars membranosa sampai orifisium di ujung kelenjar penis. Terdapat m. merupakan bagian uretra paling panjang. uretra akan bermuara pada orifisiumnya di antara klitoris dan vagina (vagina opening). namun tidak seperti uretra pria.5 cm) dibanding uretra pada pria. Sedangkan uretra pada wanita berukuran lebih pendek (3. Bagian ini dilapisi oleh korpus spongiosum di bagian luarnya.sphincter urethrae eksternal yang berada di bawah kendali volunter (somatis). uretra pada wanita tidak memiliki fungsi reproduktif.

b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis. fospat dan beberapa ion bikarbonat. bikarbonat dll. 4 . yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus. klorida. sodium. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. dan d) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum. 2. diteruskan ke tubulus ginjal. Tahap pembentukan urin adalah : 1. Di glomerulus terjadi penyerapan darah. c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh. air. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa. klorida. Proses Reabsorbsi Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa.Fisiologi Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun. sulfat. kreatinin dan amoniak. sodium. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. Proses Filtrasi.

Batu uretra dapat berasal dari batu kandung kemih yang terbentuk akibat obstruksi infravesika. Di Amerika Serikat 5 -10 persen penduduknya menderita penyakit ini sedangkan di seluruh dunia rata rata terdapat 1 – 12 persenpenduduk yang menderita batu saluran kemih. hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari hari. Proses sekresi. atau batu endemic yang kemudian turun ke uretra. terbentuk karena adanya benda asing yang berada di kandung kemih sebagai inti batu. Sebagai salah satu buktinya adalah diketemukan batu pada kandung kemih seorang mumi. Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di Negara kita. Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar EPIDEMIOLOGI Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan zaman Mesir kuno.3. Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Di Negara Negara berkembang banyak dijumpai pasien batu buli buli sedangkan di Negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih bagian atas. DEFINISI Uretrolitiasis merupakan gangguan saluran kemih yang ditandai dengan adanya batu di uretra. 5 .

sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hamper tidak dijumpai penyakit batu saluran   kemih Iklim dan temperature Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang  dikonsumsi. Factor factor itu adalah factor intrinsic yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan factor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan disekitarnya. dehidrasi. Dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih Diet : diet banyak purin.ETIOLOGI Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu  saluran kemih Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life 6 . gangguan metabolic.(idiopatik) Secara epidemiologis terdapat beberapa factor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. infeksi saluran kemih. dan keadaan lain yang masih belum terungkap.laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan Factor ekstrinsik diantaranya adalah :  Geografi : pada beberapa daerah menunjukan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenalsebagai daerah stone belt (sabuk batu). Faktor intrinsic itu antara lain adalah :    Herediter (keturunan) : penyakit ini di duga diturunkan dari orang tuanya Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30 -50 tahun Jenis kelamin : jumlah pasien laki.

7 . Inti batu dapat berupa Kristal atau benda asing di saluran kemih. antara lain . Teori matrik : matrik organic terdiri atas serum atau protein urine (albumin. Teori nukleasi : batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu (nukleus). asam urat. magnesim. dan sistin. mukoprotein dan beberapa peptide. pirofosfat. Komposisi Batu Batu saluran kemih umunya mengandung unsur : kalsium oksalat atau kalsium fosfat. 2. 3. xanthyn. Jika kadar salah satu atau beberapa zat itu berkurang. sitrat. Partikel partikel yang berada dalam larutan yang terlalu jenuh (supersaturated) akan mengendap di dalam nucleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. dan mukoprotein) merupakan kerangka tempat diendapkannya Kristal Kristal batu. akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. tetapi hingga kini masih belum jelas teori mana yang paling benar.Teori terbentuknya batu saluran kemih Banyak teori yang menerangkan proses terbentuknya batu di saluran kemih . magnesium-amonium-fosfat (MAP). Penghambat kristalisasi : urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk Kristal. globulin. Data mengenai kandungan zat yang terdapat pada batu sangat penting untuk usaha pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya batu residif. Beberpa teori pembentukan batu adalah : 1.

jeruk sitrun. 3. jenis batu ini paling banyak dijumpai . kalsium fosfat atau campuran dari kedua unsur itu. Hiperoksaluria : adalah eksresi oksalat urine yang melebihi 45 gram per hari. Batu Kalsium. antara lain:  Hiperkalsiuria absorbtif yang terjadi karena adanya peningkatan absorbs  kalsium melalui usus. yaitu kurang lebih 70 -80 persen dari seluruh batu saluran kemih. kokoa. Kandungan batu jenis ini terdiri dari kalsium oksalat. Hiperurikosuri : adalah kadar asam urat di dalam urine yang melebihi 850 mg/24 jam. diantaranya adalah : teh. arbei. Asam urat yang berlebihan dalam urine bertindak sebagai inti batu untuk terbentuknya batu kalsium oksalat. Faktor terjadinya batu kalsium adalah : 1. yang banyak terjadi pada hiperparatiroidisme primer atau pada tumor paratiroid 2. minuman soft drink . Hiperkalsiuri : adalah kadar kalsium di dalam urine lebih besar dari 250 -300 mg/24 jam. Menurut pak (1976) terdapat 3 macam penyebab terjadinya hiperkalsiuria. Hiperkalsiuria renal terjadi karena adanya gangguan kemampuan  reabsorbsi kalsium melalui tubulus ginjal Hiperkalsiuria resortiptif karena adanya peningkatan resorpsi kalsium tulang. Keadaan ini banyak dijumpai pada pasien yang mengalami gangguan pada usus sehabis menjalani pembedahan usus dan pasien yang banyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan oksalat. Sumber asam urat di dalam urine berasal dari makanan yang mengandung banyak purin atau asam urat maupun berasal dari metabolisme endogen. 8 . dan sayuran berwarna hijau terutama bayam. kopi instan.

 Batu struvit. Meskipum E-coli banyak menimbulkan infeksi saluran kemih tetapi kuman ini bukan termasuk pemecah urea. penyakit mieloproliferatife. NH4+) batu ini dikenal sebagai batu triple fosfat .kuman penyebab infeksi ini adalah kuman golongan pemecah urea atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. Klebsiella. karena di dalam urine magnesium akan bereaksi dengan oksalat menjadi magnesium oksalat sehingga mencegah ikatan kalsium dengan oksalat.fosfat. Enterobacter. Mg++. magnesium bertindak sebagai penghambat terbentuknya batu kalsium. Hipositraturi dapat terjadi karena : penyakit asidosis tubuli ginjal atau renaltubular acidosis. ammonium. atau pemakaian diuretic golongan thiazide dalam jangka waktu lama. sehingga menghalangi ikatan kalsium dengan oksalat atau fosfat. disebut juga sebagai batu infeksi karena terbentuk batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Pseudomonas dan Stafilokokus. CO(NH2)2 + H2O 2NH3 + CO2 Suasana basa ini yang memudahkan garam garam magnesium. Hipositraturi : di dalam urin sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat. 5. sindrom malabsobsi. Karena itu sitrat dapat bertindak sebagai penghambat pembentukan batu kalsium. Karena terdiri atas 3 kation (Ca++. Serratia.4. Kuman kuman yang pemecah urea adalah : proteus spp. batu asam urat merupakan 5 -10 persen dari seluruh batu saluran kemih .  Batu urat. pasien 9 . batu ini banyak diderita oleh pasien-pasien penyakit gout. dan karbonat membentuk batu magnesiumamonium fosfat (MAP) dan karbonat apatit. Hipomagnesiuri : seperti halnya pada sitrat.

Pasien sering mengaku gross hematuri kadang-kadang urin berwarna seperti teh (darah tua). 10 . dan yang banyak mempergunakan obat urikosurik diantaranya adalah sulfinpirarazone. thiazide. batu xanthin. batu triamteran dan batu silikat sangat jarang dijumpai di Indonesia. Karakter rasa sakit tergantung lokasinya. dan salisilat. Factor yang menyebabkan terbentuknya batu asam urat adalah :  o Urine yang terlalu asam (Ph urine < 6) o Volume urine yang jumlahnya sedikit (< 2 liter/ hari) atau dehidrasi o hiperurikosuri Batu jenis lain.yang mendapatkan terapi anti kanker. seperti batu sistin. Nyeri Batu saluran kemih biasanya menyebabkan rasa sakit. kegemukan. dan diet tinggi protein mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan penyakit ini. GAMBARAN KLINIK A. Hematuri Urinalisis lengkap membatu mengkonfirmasi diagnosis dari batu saluran kemih dengan nilai hematuria dan kristaluria dan hasil pH urin. Untuk vesikolitiasis gejala khas berupa gejala iritasi:  Nyeri saat berkemih  Perasaan tidak enak sewaktu berkemih  Berkemih tiba-tiba berhenti dan lancar kembali dengan perubahan posisi tubuh B. Kebanyakan pasien microhematuria minimal. peminum alcohol.

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Jarang berhubungan dengan infeksi E. hematuria dan di jumpai Kristal pembentuk batu 2. batu kalsium fosfat dengan pH urine < 6. E. Urgensi Gejala ini mungkin dapat menggambarkan ketika batu berada di lower ureter dan kandung kemih. Klebsiella.6 jarang. Sedangkan pH > 6.coli. D. Pseudomonas.C. Batu jenis kalsium oksalat dan kalsium fosfat bersifat 11 . Pemeriksaan sedimen urine Pada pemeriksaan ini menunjukan adanaya lekosituria. Batu kalsium fosfat adalah variasi kedua batu yang terkait dengan infeksi . Foto polos abdomen Pembuatan foto polos abdomen bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya batu radiopak di saluran kemih. Infeksi Batu magnesium amonium fosfat (struvite) identik dengan batu infeksi. dan staphylococcus. Demam Asosiasi batu saluran kemih merupakan keadaan darurat yang relative. Umumnya terkait dengan Proteus.6 sering disebut batu brushite.

4. 12 . atau pembedahan terbuka. pionefrosis atau pengerutan ginjal. Pielografi intra vena Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal. sebagai penggantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograde. Ultrasonografi USG dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP. Jika IVP belum menjelaskan keadaan system saluran kemih akibat adanya penurunan fungsi ginjal.radiopak dan paling sering dijumpai diantara batu jenis lain. faal ginjal yang menurun. dipecahkan dengan ESWL. Selain itu IVP dapat mendeteksi adanya batu semi opak ataupun batu non opak yang tidak dapat terlihat oleh poto polos abdomen. Sedangkan batu jenis asam urat bersifat non opak (radio lusen) 3. Batu dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa. PENATALAKSANAAN Batu yang sudah menimbulkan masalah pada saluran kemih secepatnya harus dikeluarkan agar tidak menimbulkan penyulit yang lebih berat. hidronefrosis. Pemeriksaan USG dapat menilai adanya batu di ginjal atau di buli buli (yang ditunjukan sebagai echoic shadaw). melalui tindakan endourologi. yaitu pada keadaan keadaan: allergi terhadap bahan kontras. Indikasi untuk melakukan tindakan atau terapi pada batu saluran kemih adalah batu yang telah menimbulkan : obstruksi. infeksi atau indikasi social. bedah laparoskopi. dan pada wanita yang sedang hamil.

energy gelombang suara. Medikamentosa Terapi ini ditujukan untuk batu yang ukurannya kurang dari 5 mm. 13 . memperlancar aliran urine dengan pemberian diuretikum dan banyak minum supaya dapat mendorong batu keluar. Terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri. Endourologi Ini merupakan tindakan invasive minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas memecah batu. dan kemudian mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukan langsung ke dalam saluran kemih. Alat ini dimasukan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu.  ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) Alat ini adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980. Alat ini dapat memecah batu ginjal. dengan memakai energy hidraulik. karena diharapkan batu dapat keluar spontan. atau dengan energi laser. sedangkan pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik. Batu dipecah menjadi fragment  fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. atau batu buli buli tanpa melalui tindakan invasive dan tanpa pembiusan. batu ureter proksimal. Beberapa tindakan endourologi itu adalah: o PNL (percutaneous nephro litholapaxy) : yaitu mengeluarkan batu yang berada disaluran ginjal dengan cara memasukan alat endoskopi ke system kalik melalui insisi pada kulit.

Pada umumnya pencegahan itu berupa : 1) Menghindari dehidrasi dengan minum cukup dan diusahakan produksi urine sebanyak 23 liter perhari 2) Diet untuk mengurangi kadar zat zat komponen pembentuk batu 3) Aktivitas harian yang cukup 4) Medikamentosa Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah: 14 . Cara ini banyak di pakai untuk mengambil batu ureter.o Litotripsi : yaitu memecah batu buli buli atau batu uretra dengan memasukan alat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli buli. Pencegahan yang dilakukan adalah berdasarkan atas kandungan unsur yang menyusun batu saluran kemih penyebab timbulnya batu. o Ureteroskopi atau uretero-renoskopi o Ekstraksi Dormia Bedah laparoskopi Pembedahan ini untuk mengambil batu saluran kemih saat ini yang sedang berkembang. Pecahan batu dikeluarkan  dengan evakuator Ellik. tindakan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah upaya menghindari timbulnya kekambuhan. Angka kekambuhan batu saluran kemih rata rata 7 % pertahun atau kurang lebih 50% dalam 10 tahun.  Bedah terbuka Uretrolithotomy PENCEGAHAN Setelah batu dikeluarkan dari saluran kemih.

karena protein akan memacu ekresi kalsium urine dan menyebabkan 2) 3) 4) 5) suasana urine menjadi lebih asam.1) Rendah protein.S. 2003. edisi keenam. Smith’s General Urology. Dasar –Dasar Urologi.chapter 16. Rendah oksalat Rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri Rendah purin Rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada hiperkalsiuri absorbtif tipe 2 DAFTAR PUSTAKA Emil A. Anatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran.2006 Purnomo.Richard. B Basuki. MD . McAninch. Jack W. 16th Edition. Tanagho. Malang. 2000 15 . MD. Fakultas Kedokteran Univ.EGC. Snell. Brawijaya.