BAB 1

LAPORAN KASUS OBGYN
STATUS PASIEN
I.

II.

IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Agama
Pekerjaan
Pendidikan
Tanggal Masuk
Mondok di bangsal
Nomor CM
Nama suami
Pendidikan

: Ny. J
: perempuan
: 38 tahun
: PT. LTS/minamas
: Islam
: Ibu Rumah Tangga
:: 26 desember 2014
: khadijah no 325 kelas III
: 130900518
: Tn. R
: Lain-lain

ANAMNESIS
Keluhan Utama
:
Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada perut bagian bawah sejak satu hari yang
lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada perut bagian bawah sejak satu hari yang
lalu. Pasien mengeluhkan nyeri perut bagian bawah telah dirasakan sejak satu
tahun yang lalu. Pasien juga mengeluhkan perut terasa penuh, berat dan
kembung, , nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar
ke punggung bawah dan paha, nyeri senggama, mual, dan ingin muntah,
Selama satu tahun tersebut pasien mengaku hanya berobat ke pengobatan
alternatif, namun tidak ada perbaikan. Kemudian pasien berobat ke dokter 1
bulan yang lalu dan di USG, dari hasil USG didapatkan kista pada rahim.
Riwayat Penyakit Dahulu
:
 Tidak pernah mengalami operasi pengangkatan kista sebelumnya.
 Tidak pernah menderita penyakit mioma uteri, kelainan serviks , jantung,
ginjal, DM dan hipertensi.
Riwayat penyakit Keluarga
:
 Riwayat keluarga menderita kista ovarium disangkal
 Riwayat keluarga menderita Ca ovarium disangkal

1

Riwayat perkawinan Kawin Umur waktu kawin Umur suami waktu kawin Lama perkawinan ::::- Riwayat Menstruasi Menarche Menstruasi Jumlah darah menstruasi Rasa sakit saat menstruasi Perdarahan diluar siklus HPM Riwayat fertilitas Riwayat kehamilan sekarang HPM HPL Mual-mualan Sesak nafas Gangguan BAK/BAB Hipertensi Kejang Riwayat keluarga berencana : usia 14 tahun : siklus teratur 1 x 28 hari : 2-3 kali ganti duk/ hari :::::::::::::- PEMERIKSAAN FISIK Status generalis KU Kesadaran Vital sign Berat badan Gizi Kepala Leher Dada Abdomen Extremitas : tampak sakit sedang : Composmentis : TD : 134/82 mmHg Suhu : 370C Nadi : 80x/menit Respirasi : 20x/menit :: Baik : DBN : DBN : rhonki (-/-) wheezing (-/-) : Status obstetrik : DBN Status obstetri Inspeksi : perut tampak datar .Riwayat Psikososial dan ekonomi :  Penggunaan obat pelangsing disangkal  Pengguan bedak tabur di vagina disangkal III. distensi (-/-) Palpasi :  Teraba massa abnormal (-/-) 2 . flat (-/-).

serviks tidak berdilatasi.71 % trombosit : 707 106/mm6 Bilirubin Total : DBN Bilirubin Direk : DBN Bilirubin Indirek : DBN Protein Total : DBN Albumin 3 : DBN . OUE tertutup. Pembesaran organ (-/-)  Nyeri tekan (+/+) Leopold I :Leopold II :Leopold III :Leopold IV :Perkusi : timpani Auskultasi : bising usus (+/+). tumor (-) Portio : ukuran normal. metallic sound (-/-) Lain-lain his :TBJ :- Umur kehamilan (minggu) TFU Presentasi Letak anak dan turunnya bagian bawah Punggung DJJ Edema Tekanan darah (mmHg) Berat badan (kg) Periksa I 134/82 mmHg - Status Genitalia Inspeksi :V/U : tenang Inspekulo :vagina: tidak ditemukan laserasi. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Hb : 11. IV. fluor (-).0 gr/dL leukosit : 7. OUE tertutup. nyeri goyang portio (-). VT bimanual Vagina : tidak teraba atau ditemukan tumor Portio : portio ukuran normal.0 103/mm3 Hmt : 34.6 % eritrosit : 4.

VII. Masa pendarahan (duke) Masa pembekuan HJL Eosinophyl Staf Segmen Lymphocyte Monocyte :3 menit :8 menit : DBN : DBN : DBN : DBN : DBN Malaria Golongan darah Rhesus :::- Globulin SGOT SGPT Alkali phosphatase Ureum Creatinin Uric Urin pH Albumin Gula sewaktu Urobilin BJ Keton Darah samar Epithel Leucocyte Erythrocyte : DBN : DBN : DBN : 137 : DBN : DBN : DBN : DBN : DBN : DBN : DBN USG Radiologi : terdapat cystoma ovarii :- DIAGNOSIS Kista Ovarium DIAGNOSA BANDING  Endometriosis  Pelvic Inflammatorry disease  Ca Ovarium  Kehamilan Ektopik Terganggu TERAPI Non farmakologis :  Bedrest total Farmakologi   VIII.V. VI. infus RL 20 tpm Kistektomi kiri EDUKASI  Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan 4 : DBN : 18 :9 : DBN : DBN : DBN : DBN .

1 DEFINISI 1. jika terjadi gangguan pada proses siklus ini. Ovarium terletak antara rahim dan dinding panggul. Apabila sel telur yang matang ini dibuahi. PROGNOSIS Quo ad vitam : Ad bonam Quo ad fungtionam : Ad bonam Quo ad sanationam : Ad bonam BAB II PEMBAHASAN 2. sehingga mempunyai dampak kewanitaan dalam pengatur proses menstruasi.3 Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri yang ukuran normalnya sebesar biji kenari. follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. dan digantung ke rahim oleh ligamentum ovari propium dan ke 5 . Ovarium merupakan sumber hormonal wanita yang paling utama. Pada peristiwa ovulasi telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Namun. maka kista pun akan terjadi.2. Setiap indung telur tersebut berisi ribuan telur yang masih muda atau follicle yang setiap bulannya akan membesar dan satu diantaranya membesar sangat cepat sehingga menjadi telur yang matang.IX.

Faktor lingkungan (polutan zat radio aktif) Gaya hidup yang tidak sehat Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Kista ovarium yaitu suatu kantong abnormal yang berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur. yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi. Kista ovarium neoplastik jinak diantaranya: a) Kistoma Ovarii Simpleks Kistoma ovarii simpleks merupakan kista yang permukaannya rata dan halus. Namun ada salah satu pencetusnya yaitu faktor hormonal.3 Berdasarkan tingkat keganasannya. Kebiasaan menggunakan bedak tabur di daerah vagina 2. kista ini tumbuh lambat dan ditemukan selama proses pembedahan yang mengandung material sebasea kental berwarna kuning yang timbul dari lapisan kulit.dinding panggul oleh ligamentum infudibulo-pelvikum. menghasilkan dan mensekresi estrogen dan progesteron. dan dapat menjadi besar. 2. biasanya bertangkai. Dinding kista tipis 6 .3 KLASIFIKASI 1.2. Beberapa dari literatur menyebutrkan bahwa penyebab terbentuknya kista adalah gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi.3 Penyebabnya saat ini belum diketahui secara pasti. seringkali bilateral. kemungkinan faktor resiko yaitu:     Faktor genetik/ mempunyai riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan payudara. asalnya tidak teridentifikasi dan terdiri atas sel-sel embrional yang tidak berdiferensiasi. Salah satu penyakit yang dapat terjadi adalah kista ovarium. Fungsi ovarium dapat terganggu oleh penyakit akut dan kronis. tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan balik ovariumhipotalamus.Fungsinya sebagai tempat folikel. namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya. misalnya akibat penggunaan obat-obatan yang merangsang ovulasi dan obat pelangsing tubuh yang bersifat  diuretik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Kista ovarium adalah tumor jinak yang diduga timbul dari bagian ovum yang normalnya menghilang saat menstruasi. kista terbagi dua.2 ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO 1.

d) Kista Dermoid Kista dermoid adalah teratoma kistik jinak dengan struktur ektodermal berdiferensiasi sempurna dan lebih menonjol dari pada mesoderm dan entoderm.berisi cairan jernih yang serosa dan berwarna kuning. c) Kistadenoma Ovarii Serosum Kista ini berasal dari epitel germinativum. Selain itu. Gambaran klinis terdapat perdarahan dalam kista dan perubahan degeneratif sehingga timbul perleketan kista dengan omentum. Dinding kista keabu-abuan dan agak tipis. Penatalaksanaan umumnya sama dengan kistadenoma ovarii musinosum. b) Kistadenoma Ovarii Musinosum Bentuk kista multilokular dan biasanya unilateral. Bentuk kista umumnya unilokular. dan peritoneum parietale. gigi. Kista Folikel Kista ini berasal dari Folikel de Graaf yang tidak sampai berovulasi. namun tumbuh terus menjadi kista folikel. Kista ini dapat membesar. Selain teraba massa intraabdominal juga dapat timbul asites. Penatalaksanaan dengan pengangkatan kista dermoid bersama seluruh ovarium. Kista ini diduga berasal dari sel telur melalui proses parthenogenesis. Penatalaksanaan dengan pengangkatan kista in tito tanpa pungsi terlebih dulu dengan atau tanpa salpingo-ooforektomi tergantung besarnya kista. tulang. usus-usus. Kista non-neoplastik terdiri dari: a). seperti karsinoma epidermoid. tapi jika multilokular perlu dicurigai adanya keganasan. dapat tumbuh menjadi sangat besar. tetapi tidak sebesar kista musinosum. Dapat menjadi ganas. Dinding kista dapat ruptur sehingga isi kista keluar di rongga peritoneum. Bentuk cairan kista ini seperti mentega. Kandungannya tidak hanya berupa cairan tapi juga ada partikel lain seperti rambut. konsistensi sebagian kistik kenyal dan sebagian lagi padat. Penatalaksanaan dengan pengangkatan kista dengan reseksi ovarium. bisa terjadi ileus karena perleketan dan produksi musin yang terus bertambah akibat pseudomiksoma peritonei. Gambaran klinis adalah nyeri mendadak di perut bagian bawah karena torsi tangkai kista dermoid. atau sisa-sisa kulit. atau dari beberapa folikel primer yang setelah 7 .

Rasa nyeri di dalam perut yang mendadak dengan adanya amenorea sering menimbulkan kesulitan dalam diagnosis diferensial dengan kehamilan ektopik yang terganggu. b). Kista biasanya bilateral dan bisa menjadi sebesar ukuran tinju. Pada pemeriksaan mikroskopik 8 . Oleh sebab itu. dan kadang-kadang tanpa adanya kelainan tersebut. c). berisi cairan yang berwarna merah coklat karena darah tua. gambaran yang khas kista korpus luteum memudahkan pembuatan diagnosis.tumbuh di bawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang lazim. Penanganan kista korpus luteum ialah menunggu sampai kista hilang sendiri. Kista folikel ini bisa menjadi sebesar jeruk nipis. dan besarnya biasanya dengan diameter 1 – 1. Umumnya. Kista Korpus Luteum Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus albikans. Cairan dalam kista berwarna jernih dan sering kali mengandung estrogen. jika diameter kista tidak lebih dari 5 cm. Adanya kista dapat pula menyebabkan rasa berat di perut bagian bawah dan perdarahan yang berulang dalam kista dapat menyebabkan ruptur. ovarium dapat membesar dan menjadi kistik. maka dapat ditunggu dahulu karena kista folikel biasanya dalam waktu 2 bulan akan menghilang sendiri. Bisa didapati satu kista atau lebih. Kista Lutein Pada mola hidatidosa. akan tetapi karena tekanan di dalam kista. Kadang-kadang korpus luteum mempertahankan diri (korpus luteum persistens). Kista korpus luteum dapat menimbulkan gangguan haid. berupa amenorea diikuti oleh perdarahan tidak teratur. kista korpus luteum diangkat tanpa mengorbankan ovarium. melainkan membesar menjadi kista. Frekuensi kista korpus luteum lebih jarang dari pada kista folikel. koriokarsinoma. Bagian dalam dinding kista yang tipis yang terdiri atas beberapa lapisan sel granulosa.5 cm. atau bisa terjadi ruptur dan kista pun menghilang. Dalam hal dilakukan operasi atas dugaan kehamilan ektopik terganggu. kista kadang-kadang dapat menyebabkan gangguan haid. Kista folikel lambat laun dapat mengecil dan menghilang spontan. Dinding kista terdiri atas lapisan berwarna kuning. perdarahan yang sering terjadi di dalamnya menyebabkan terjadinya kista. Jika dilakukan operasi. terdiri atas sel-sel luteum yang berasal dari sel-sel teka. maka terjadilah atrofi pada lapisan ini.

Karena sifat penyusupannya yang perlahan. Infeksi tersebut melemahkan daya tahan selaput perut. ovarium mengecil spontan. Kondisi ini merangsang sel-sel rusak yang ada di selaput perut mengidap penyakit baru yang dikenal dengan endometriosis. Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. membesar 2 sampai 3 kali. dan isinya cairan jernih dan serus. dindingnya terdiri atas satu lapisan epitel kubik atau torak rendah. akan tetapi seringkali sel-sel menghilang karena atresia. Tumbuhnya kista ini ialah akibat pengaruh hormon koriogonadotropin yang berlebihan. dan permukaannya licin. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah coklat-kemerahan. Seperti diketahui. Kista Endometriosis Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. dan besarnya jarang melebihi diameter 1 cm. Kista ini berasal dari sel-sel selaput perut yang disebut peritoneum. Kista Stein-Leventhal Ovarium tampak pucat. Kista terletak di bawah permukaan ovarium. d). misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk kedalam selaput perut melalui saluran indung telur. f). Kista ini lebih banyak terdapat pada wanita yang lanjut umurnya. Sel-sel granulosa dapat pula menunjukkan luteinisasi. endometriosis sering disebut kanker jinak. Penyebabnya bisa karena infeksi kandungan menahun. Kista ini berhubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri senggama. tapi ada yang memercik ke rongga perut. Kista ini biasanya secara kebetulan ditemukan pada pemeriksaan histologik ovarium yang diangkat waktu operasi. Kista Inklusi Germinal Kista ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian kecil dari epitel germinativum pada permukaan ovarium. Kelainan ini terkenal dengan nama 9 . dan dengan hilangnya mola atau koriokarsinoma. saat haid tidak semua darah akan tumpah dari rongga rahim ke liang vagina. sehingga mudah terserang penyakit. polikistik. e). Kapsul ovarium menebal.terlihat luteinisasi sel-sel teka.

4 PATOFISIOLOGI 2 Banyak tumor tidak menunjukkan gejala dan tanda. terutama tumor ovarium yang kecil. Umumnya pada penderita terhadap gangguan ovulasi. oleh karena endometrium hanya dipengaruhi oleh estrogen. aktivitas endokrin dan komplikasi tumor. SKEMA PATOGENESIS 10 . 2. Sebagian besar gejala dan tanda yaitu akibat dari pertumbuhan.sindrom Stein-Leventhal dan kiranya disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. hiperplasia endometrii sering ditemukan.

Asalnya tidak teridentifikasi dan terdiri atas sel – sel embrional yang tidak berdiferensiasi. Akan tetapi kalau perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak akan  menimbulkan nyeri di perut. Putaran Tangkai Terjadi pada tumor bertangkai dengan diameter 5 cm atau lebih. Adanya putaran tangkai menimbulkan tarikan melalui ligamentum infundibulopelvikum terhadap peritoneum parietal dan ini menimbulkan rasa  sakit. Tekanan terhadap alat – alat disekitarnya disebabkan oleh besarnya tumor atau posisinya dalam perut. Robek dinding Kista Terjadi pada torsi tangkai. 3.1. Akibat Komplikasi  Perdarahan ke dalam kista Biasanya terjadi sedikit – sedikit sehingga berangsur – angsur menyebabkan pembesaran luka dan hanya menimbulkan gejala – gejala klinik yang minimal. sedangkan kista yang lebih besar tetapi terletak bebas di rongga perut kadang – kadang hanya menimbulkan rasa berat dalam perut serta dapat juga mengakibatkan obstipasi edema pada tungkai. Kista dermoid  cenderung mengalami peradangan disusul penanahan. akan tetapi dapat pula sebagai akibat trauma. maka perdarahan bebas berlangsung ke uterus ke dalam rongga peritoneum dan menimbulkan  rasa nyeri terus menerus disertai tanda – tanda abdomen akut. 2. Akibat aktivitas hormonal Tumor ovarium tidak mengubah pola haid kecuali jika tumor itu sendiri mengeluarkan hormon. Perubahan keganasan Setelah tumor diangkat perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopis yang seksama terhadap kemungkinn perubahan keganasan. Adanya tumor di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan pembenjolan perut. Kista dermoid adalah tumor yang diduga berasal dari bagian ovum yang normalnya menghilang saat maturasi. Apabila tumor mendesak kandung kemih dan dapat menimbulkan gangguan miksi. seperti jatuh atau pukulan pada perut dan lebih sering pada saat persetubuhan. 11 . Jika robekan kista disertai hemoragi yang timbul secara akut. Akibat pertumbuhan. Infeksi pada tumor Terjadi jika di dekat tumor ada sumber kuman pathogen. Adanya asites dalam hal ini mencurigakan.

Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus. ingin muntah. nyeri senggama. haid tidak teratur. Meski demikian. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis. dan untuk menentukan sifat-sifat tumor itu. berat dan kembung. radang panggul. dan   dapatkah dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak. yang timbul dari lapisan kulit. Foto Rontgen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya. ovarium.6 PEMERIKSAAN PENUNJANG 3. terutama bila ukuran kistanya masih kecil. Kista yang jinak baru memberikan rasa tidak nyaman apabila kista semakin membesar. pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat gigi dalam tumor. atau kandung kencing.3 Kista ovarium seringkali tanpa gejala. Gejala-gejalanya antara lain: perut terasa penuh. nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha. Kadang-kadang kista dapat memutar pada pangkalnya. 2. Parasentesis 12 . kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. apakah tumor kistik atau solid. penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh untuk mengetahui gejala mana yang serius. 2. Banyak tipe lainnya dapat terjadi dan pengobatannya tergantung pada tipenya. sehingga menyebabkan nyeri tekan perut bagian bawah yang akut sehingga memerlukan penanganan kesehatan segera.4 Metoda-metoda yang selanjutnya dapat membantu menegakkan diagnosis antara lain:   Laparaskopi Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak. Kista dermoid hanya merupakan satu tipe lesi yang dapat terjadi.Kista ini tumbuh dengan lambat dan ditemukan selama pembedahan yang mengandung material sebasea kental. berwarna kuning. mual. atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil. tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil).5 MANIFESTASI KLINIS 2. mengalami infark dan robek. sedangkan pada kista yang ganas kadangkala memberikan keluhan sebagai hasil infiltrasi atau metastasis kejaringan sekitar.

atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tidak menyebabkan nyeri. kegemukan.7 DIAGNOSIS 1. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan skening ultrason abdomen atau transvagina. maka perlu ditentukan jenis kista tersebut. Kista nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam anamnesis menunjukkan gejala-gejala ke arah peradangan genital. maka perlu diketahui apakah kista itu bersifat neoplastik atau nonneoplastik.Telah disebut bahwa fungsi pada asites berguna menentukan sebab asites. sehingga pada anamnesis perlu lebih cermat dan disertai pemeriksaan tambahan. Pemastian gejala tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti : 13 . Kista tanpa nyeri atau massa padat di cul-de-sac. maka setelah diteliti sifat-sifatnya (besarnya. pseudosiesis. yang dapat membedakannya dari kehamilan. 2. dan pada pemeriksaan kista-kista akibat peradangan tidak dapat digerakkan karena perleketan. Pada kista ovarium biasanya uterus dapat diraba tersendiri.8 DIAGNOSIS BANDING1 Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala. perlu dipikirkan adanya kehamilan atau kandung kemih penuh. Jika kista ovarium itu bersifat neoplastik. Jika kista ovarium terletak di garis tengah dalam rongga perut bagian bawah dan kista itu konsistensinya kistik. permukaan. apakah dapat digerakkan atau tidak). konsistensi. memberi tanda kista ovarium. atau di tempat ovarium. kandung kemih penuh atau degenerasi kistik dari mioma. Kista nonneoplastik umumnya tidak menjadi besar. Apabila sudah ditentukan bahwa kista yang ditemukan ialah kista ovarium. yang dengan palpasi bersifat kistik sampai padat.3 Kista ovarium jinak tumbuh secara tersembunyi dan sering tidak dapat dideteksi selama beberapa tahun. atau meluas ke abdomen. terpisah dari kista. tetapi jika membesar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan jarang menimbulkan gangguan menstruasi. maka pemeriksaan yang cermat dan analisis yang tajam dari gejala-gejala yang ditemukan dapat membantu dalam pembuatan diagnosis diferensial. Pemeriksaan abdomen dan vagina secara periodik akan dapat mendeteksi kista ini.2. lokalisasi. Apabila pada pemeriksaan ditemukan kista di rongga perut bagian bawah dan atau di rongga panggul. dan diantaranya pada suatu waktu biasanya menghilang sendiri. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemari cavum peritonei dengan isi kista bila dinding kista tertusuk 2.

untuk mengetahui apakah ada keganasan atau tidak. dan dapat dipertimbangkan satu pengobatan operatif. Tidak ada pembuahan intrauterine.9 PENATALAKSANAAN1.2. dengan dinding yang tebal disertai cairan yang bebas disekitarnya. Jika selama waktu observasi dilihat peningkatan dalam pertumbuhan kista tersebut. Endometriosis Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus. memperlihatkan secara relative pembesaran ovarium kiri ( pada pasien dengan keluhan nyeri). Jika keadaan meragukan. maka dapat mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar kista itu bersifat neoplastik.4 Kista ovarium neoplastik memerlukan operasi dan kista nonneoplastik tidak. perlu dilakukan pengangkatan ovarium. Tidak jarang kista-kista tersebut mengalami pengecilan secara spontan dan menghilang. Jika menghadapi kista yang tidak memberi gejala atau keluhan pada penderita dan yang besar kistanya tidak melebihi jeruk nipis dengan diameter kurang dari 5 cm.  kehamilan ektopik terganggu Pada pemeriksaan endovaginal sonogram memperlihatkan ring sign pada tuba. perlu pada waktu operasi 14 . Pada operasi kista ovarium yang diangkat harus segera dibuka. jika kistanya besar atau ada komplikasi. Pada saat operasi kedua ovarium harus diperiksa untuk mengetahui apakah ditemukan pada satu atau pada dua ovarium. echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat. Tindakan operasi pada kista ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan kista dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung kista. dalam hal ini perlu menunggu selama 2 sampai 3 bulan. biasanya disertai dengan pengangkatan tuba (salpingo-ooforektomi). jadi merupakan kista nonneoplastik. sementara mengadakan pemeriksaan ginekologik berulang. 2.3.  Kanker Ovarium Pada pemeriksaan transvaginal ultrasound didapatkan dinding tebal dan irreguler. kemungkinan besar kista tersebut adalah kista folikel atau kista korpus luteum. Oleh sebab itu. Akan tetapi. sehingga pada pemeriksaan ulangan setelah beberapa minggu dapat ditemukan ovarium yang kira-kira besarnya normal.  Pelvic Inflamatorry Disease Pada pemeriksaan endivaginal so ogram.

wanita muda yang masih ingin mendapat keturunan dan tingkat keganasan kista yang rendah (misalnya kista sel granulosa). sedangkan sebagian besar penderita 60-70% ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. dapat dilakukan aspirasi kista atau kistektomi ovarium. Kista yang dideteksi setelah kehamilan minggu ke 30 mungkin sulit dikeluarkan lewat pembedahan dan dapat terjadi persalinan prematur. pemeriksaan petanda tumor (tumor marker). dan skening diulang untuk melihat apakah kista membesar. harus dilakukan seksio sesaria dan kistektomi ovarium. Kista yang terdapat pada wanita hamil. operasi yang tepat ialah histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral. setelah kehamilan minggu ke 12. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi: pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya. 2. Upaya yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberi hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Mungkin dapat diamati kista ovarium berdiameter kurang dari 80 mm. dapat dipertanggung-jawabkan untuk mengambil resiko dengan melakukan operasi yang tidak seberapa radikal. 15 . Jika terdapat keganasan.11 PROGNOSIS 2 Prognosis untuk jinak baik. yang berukuran >80 mm dengan dinding tebal atau semisolid memerlukan pembedahan. Keputusan untuk melakukan operasi hanya dapat dibuat setelah mendapatkan pertimbangan yang cermat dengan melibatkan pasien dan pasangannya. Jika diputuskan untuk dilakukan terapi. pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu. 2. Namun untuk kista yang dapat berkembang menjadi kanker ovarium angka kelangsungan hisup 5 tahun ( 5 year survival rate) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira20-30%. Akan tetapi.dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan (frozen section) oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapatkan kepastian apakah kista ganas atau tidak. pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah. Terapi bergantung pada ukuran dan konsistensi kista dan penampakannya pada pemeriksaan ultrasonografi. Jika kista menimbulkan obstruksi jalan lahir dan tidak dapat digerakkan secara digital.10 PENCEGAHAN 2 Tidak ada upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini.

16 .

Related Interests