Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Durian (Durio zibethinus

Murr)
Klasifikasi, Klasifikasi Tanaman, Morfologi Tanaman, Tanaman Obat-obatan, Tanaman
Perkebunan

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr)

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 - 40 m. Akar
tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar,
percabangan

simpodial,

bercabang

banyak,

arah

mendatar.

Daun

tunggal,

bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau
tua - bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 - 25 cm,
lebar 3 - 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan
menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram
(opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat
kemerahan.
Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, kelopak
berbentuk lonceng (campanulatus) - berwarna putih hingga cokelat keemasan,
berbunga sekitar bulan Januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 - 30 cm, kulit
dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 6 cm - berwarna cokelat, berbuah setelah berumur 5 - 12 tahun. Perbanyaan
Generatif (biji).

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Bombaceae
Genus: Durio
Spesies: Durio zibethinus Murr
Morfologi Tanaman Durian
Durian tumbuh dalam bentuk pohon, Batang jelas terlihat, berkayu (lignosus),
berbentuk

silindris.

Arah

tumbuh

batang

tegak

lurus

dengan

percabangan

monopodial. Arah tumbuh cabang condong keatas dan ada pula yang mendatar.
Pepagan (kulit batang) berwarna coklat, mengelupas tak beraturan.
Daun (folium) Tergolong daun tunggal yang tidak lengkap. Pada suatu daun tidak
lengkap terdiri atas beberapa bagian yaitu:
 Tangkai daun (petiolus)

Helaian daun (lamina).

Pertulangan daun menyirip. bagian ibu tulang daun (costa) memanjang dari pangkal
daun hingga ujung daun dan dari costa keluar kesamping tulang-tulang cabang
(nervus lateralis) sehingga mengingatkan kita pada sirip-sirip ikan. Daun Durio
zibethinus Murr berbentuk lanset, 10-15(-17) cm × 3-4,5(-12,5) cm; terletak
berseling;; berpangkal dan berujung runcing (acutus) , sisi atas berwarna hijau
terang. Tepi daun rata dengandaging daun tebal seperti kulit/belulang (coriaceus).
Tangkai daun berbentuk silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya.
Manfaat Durio zibbethinus Murr :
Arilus atau salut biji dari buah durian umumnya dimakan dalam keadaan segar.
Daging buah yang tebal ini dapat diolah menjadi beraneka makanan, misalnya dodol
durian, kolak durian, tempoyak, permen, es krim, dan lain-lain.
Bijinya

bisa

dimakan

sebagai

camilan

setelah

direbus

atau

dibakar,

atau

dicampurkan dalam kolak durian. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah

petanihebat.materipertanian. dicampur dengan jeringau (Acorus calamus). Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid. namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit. Biasa digunakan sebagai perabot rumah. berupa herba yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Meksico dan Coasta Rica. asalkan tidak bersentuhan dengan tanah http://www. permukaan batang pepaya terlihat bekas perlekatan daun. tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Pepaya (Carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah.html http://www.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologidurian/ Klasifikasi Tanaman Pepaya Tanaman pepaya (Carica pepaya) merupakan jenis tanaman yang diklasifikasikan kedalam famili Caricaceae. dan bahan konstruksi ringan di bawah atap.yang muda dapat dimasak sebagai sayuran. Ringan. Tepi daun bercangap menjari (palmatifidus). . Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan. Daunnya. peti-peti pengemas. merupakan daun tunggal bertulang daun menjari dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. digunakan untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku).com/2013/05/klasifikasi-dan-morfologitanaman_27. Daunnya berbentuk bulat/bundar (orbicularis). arah tumbuh batang tegak lurus. Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). batang tidak memiliki cabang. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional. daging seperti perkamen (perkamenteus).

tanaman pepaya diklasifikasikan ke dalam :  Kingdom: Plantae (Tumbuhan)  Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)  Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)  Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)  Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)  Sub Kelas: Dilleniidae  Ordo: Violales  Famili: Caricaceae  Genus: Carica  Spesies: Carica papaya L.5 cm. pepaya termasuk dalam famili Caricaceae. Batangnya berongga. Dalam klasifikasi tanaman. Jarilla. dan bercangkap. dan buahnya mengandung getah yang memiliki daya enzimatis. Batang. Tangkai daun panjang dan berongga. Jacaranta. Bentuk buah bulat sampai lonjong. salah satu diantaranya adalah pepaya. biasanya tidak beracun. Pepaya merupakan tanaman herba. Tanaman dari genus Carica banyak diusahakan petani karena buahnya enak dimakan. Genus lainnya hanya lazim untuk dinikmati keindahan habitusnya. Bunga termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah tangkai atau poros bunga (pedunculus). . dan tingginya dapat mencapai 10 m. Genus Carica memiliki 24 spesies. Ketiga geus petama merupakan tanaman asli Amerika tropis. yaitu Carica. bunga betina. yaitu bunga jantan. berukuran besar. yaitu dapat memecah protein. daun. Stamen (benag sari) berjumlah sepuluh yang tersusun menjadi dua lapis dan melekat pada leher tabung. Kelompok bunga majemuk tersebut disebut inflresensia yang duduk pada ketiak daun. Bunga jantan berbentuk tabung ramping dengan panjang kira-kira 2. Daunnya merupakan daun tunggal.Klasifikasi Tanaman Pepaya Dalam sistematika tumbuhan. Pertumbuhan tanaman papaya termasuk cepat karena antara 10-12 bulan setelah ditanam buahnya telah dapat dipanen. dan bunga semurna. Corolla (mahkota bunga) terdiri dari lima helai dan berukuran kecil-kecil. Bunganya terdiri dari tiga jenis. sedangkan genus ke empat merupakan tanaman yang beasal dari Afrika. Famili ini memiliki empat genus. dan Cylicomorph.

biasanya anak daun ini lebih besar dari pada anak daun yang berpasangan. Saat muncul sampai mekar berlangsung 45-47 hari. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Buah pepaya dimakan dagingnya. dan buah) mengandung enzimpapain. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan. baik ketika muda maupun masak.klasifikasitanaman. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. . Jenis bunga ini mempunyai lima buah pistillum (putik). Mahkota bunga terdiri dari lima helai daun mahkota yang melekat dibagian dasar bunga.com/2013/05/klasifikasi-tanamanpepaya. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil.Lapis sebelah dalam terdiri dari lima benang sari yang melekat antara daun mahkota. alur atau garis putik ini tampak memberi bekas juga. Bunga sempurna memiliki putik dengan bakal buah dan benang sari. 09 Juni 2014 Daun Mawar (Rosa sp) Daun mawar (Rosa sp) merupakan daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus) yang letak daunnya berpasang-pasangan pada ibu tangkai daun tetapi terdapat satu anak daun yang menutup ujung ibu tangkainya. daun. Daun mawar dilihat dari jumlah anak daunnya akan terlihat bahwa terdapat bilangan yang benar-benar gasal jika anak daun berpasangan. yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Bunga betina berukuran agak besar dan memiliki bakal buah yang berbentuk bulat sehingga akan menghasilkan buah yang berbentuk bulat juga. Adanya putik ini membentuk alur atau garis pada buah.[kt http://www. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang. Oleh orang Manado.html MORFOLOGI TUMBUHAN | Praktikum II | Daun Majemuk dan Bagianbagiannya Posted by : KIMMY Aulia N. Meskipun buah berbentuk bulat. Ovarium (bakal buah) menglami rudimenter sehingga tidak akan menghasilkan buah. FitraSenin. semacam protease.

dan terdapat anak daun yang lebih besar pada ujung ibu tangkai daun. 08 Juli 2011 morfologi Rosa. Tumbuhan ini mempunyai duri-duri yang tajam.Pada daun mawar ini juga terdapat bagian daun seperti halnya daun tunggal yaitu adanya daun penumpu.com/2013/05/07/bunga-mawar-2/ DAUN Tulang daun menyirip dan tepi daunnya bergerigi Evi kurnia Jumat. dan juga berfungsi sebagai tanaman hias http://kimmyaulia. Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait pada batang yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat .html BUNGA MAWAR | TANAMAN HIAS ( https://gacyah.blogspot. disusul dengan tumbuhnya akar-akar liar yang ukuranya sama besar dari pangkal batang. Bentuknya yang seperti serabut maka dinamakan akar serabut (radix adventicia).sp MORFOLOGI Rosa. Sp Mawar memiliki sistem akar serabut. yaitu akar lembaga yang mati.co. Daun ini memiliki tepi daun yang bergerigi dengan ujung daun yang runcing dan pangkal daun yang membulat.wordpress.id/2014/06/morfologi-tumbuhan-praktikum-iidaun.

Arah tumbuh batangnya serong ke atas atau condong.tumbuhan lain. 2008). tepi daun yang bertoreh merdeka adalah bergerigi. Back to Biology Site Deskripsi Morfologi Artocarpus integra (Nangka) . tetapi ada juga yang oval tumpul (Suhaeni. bentuknya bulat. pemukaan daun nya bagian depan : licin mengkilat. Bentuk daun sangat beragam. menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. Impinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. tetapi ada juga berselang-seling seperti citrus sinensis dan citrus paradisi.co. Susunan tulang daun nya menyirip.. Bentuk dasar daun membulat. meruncing. namun pada bunga mawar biasanya berupa helaian tipis. S. Tulang daunnya berbentuk menyirip beraturan. Lembaran daun kecil terletak dekat dengan tangkai daun. bagian belakang nya : licin suram. Tetapi ada juga daun yang tidak mempunyai lembaran kecil. Dan mempunyai tipe daun : daun majemuk menyirip gas al http://hmllampung. Mawar mempunyai batang yang berkayu.id/2011/07/morfologi-rosasp. Daun jeruk terdiri atas dua bagian.blogspot. dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Jika diremas akan mengeluarkan aroma harum sesuai jenis jeruknya. Pangkal daun nya tumpul.) Secara Vegetatif Dengan Teknik Okulasi Di Balai Benih Induk Hortikultura Pekanbaru Daun Daun jeruk berwarna hijau tua dan terkesan tebal. 09 Desember 2013 Perbanyakan Tanaman Jeruk (Citrus Sp. Bentuk fisik daun oval. mempunyai warna daun hijau kekuningan . yaitu lembaran daun besar dan kecil.P Senin.html Suheri. cabang pada batangnya termasuk tipe monopodial. Beberapa spesies mawar mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam. Bentuk ujung daun nya meruncing.

(Artocarpus integra) Klasifikasi : Nangka (Artocarpus integra) Kingdom : Plantae Divisio : spermatophyta Class : magnoliopsida Ordo : uricales Family : noraceae Genus : artocarpus Spesies : Artocarpus integra  Daun (Folium)   gambar daun     Daun Artocarpus integra mempunyai petiolus (tangkai daun) yang bentuknya silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Mengenai susunan daun yang tidak lengkap. dan lamina (helaian daun) yang berwarna hijau. yaitu daun yang hanya terdiri dari petiolus dan lamina saja. . Berdasarkan bagian-bagian Artocarpus integra yang telah disebutkan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan ini memiliki daun tidak lengkap. tumbuhan ini digolongkan dalam daun bertangkai.

gambar stipula pada Artocarpus integra Selain bagian-bagian tersebut di atas. ada dua bentuk yaitu tulang cabang tingkat 1 yaitu tulang cabang yang langsung berasal dari costa dan tulang cabang tingkat 2 yang merupakan cabang dari tulang tingkat 1. Stipula ini berupa dua helai lembaran serupa daun yang kecil. Daun Artocarpus integra memiliki bentuk daun (Circumscriptio) jorong (ovalis atau ellipticus) yaitu jika perbandingan panjang : lebar =1 ½ . Apex folii (ujung daun) pada integra memiliki bentuk acuminatus (meruncing). . (2) tulang-tulang cabang (nervus lateralis) merupakan cabang dari costa dan memiliki ukuran yang lebih keci dari pada costa. Daun penumpu ini mudah sekali gugur. daun Artocarpus gambar lamina yang menunjukkan Apex folli acuminatus Bentuk basis folii (Pangkal daun) pada daun Artocarpus integra yaitu obtusus (tumpul). yang terdapat dekat dengan pangkal tangkai daun dan berguna untuk melindungi kuncup yang masih muda.2 : 1. Bagian-bagian daun Artocarpus integra ada tiga yaitu : (1) ibu tulang daun (costa) yang merupakan terusan dari tangkai daun. daun pada tumbuhan ini mempunyai alat tambahan atau pelengkap yaitu berupa stipula (daun penumpu). memiliki ukuran paling besar dibandingkan dengan dua bagian tulang yang lain dan terletak di tengah sehingga membelah daun. gambar lamina yang menunjukkan basis folli obtusus Nervatio atau Vernatio merupakan susunan tulang-tulang daun.

dan bertemu dengan tulang cabang yang ada di atasnya. Bagian-bagian daun Artocarpus integra Nervus lateralis Costa . Daun ini mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang ini ke samping keluar tulangtulang cabang.(3) urat-urat daun (vena) merupakan tulang-tulang cabang yang kecil dan membentuk susunan seperti jala. Daun Artocarpus integra dapat digolongkan ke dalam daundaun yang bertulang menyirip (penninervis). demikian berturut-turut. Melihat arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun. Tulang-tulang cabang tingkat 1 memperlihatkan sifat tulang-tulang cabang tadi dekat tepi daun lalu membengkok ke atas. Oleh karena itu dinamakan daun bertulang menyirip. sehingga susunannya seperti sirip-sirip pada ikan.

Intervenium (Daging daun) pada Daun Artocarpus integrayaitu seperti kertas (papyraceus atau chartaceus). . Warna daun Artocarpus integra pada permukaan atas dan bawahnya berbeda. Pada permukaan atas warnanya hijau tua.Costa Tulang cabang tingkat 1 Vena Tulang cabang tingkat 2 Margo folii (tepi daun) pada Daun Artocarpus integra yaitu integer atau rata. tipis tetapi cukup tegar. Salah satu yang bisa menjadi tanda bahwa Daun Artocarpus integramemiliki Intervenium papyraceus jika daun ini disobek maka akan terdengar suara “krek”. sedangkan pada permukaan bawah warnanya lebih muda dari pada permukaan atas dan agak keputih-putihan.

 Tata Letak Daun Pada Batang (Phyllotaxis) . Sedangkan pada permukaan bawahnya jika diraba akan terasa berbulu halus dan rapat atau disebut villosus.Permukaan bawah hij au muda ag ak keputih-putihan Permukaan atas Hijau tua Kedaan permukaan atas pada daun Artocarpus integra ini licin (laevis) dan terlihat mengkilat (nitidus).

Seperti yang terlihat pada gambar di atas bahwa pada setiap buku-buku hanya terdapat satu daun saja. dan daun yang dilewati selama itu sebanyak 5 daun. Jika diamati untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun pertama. melalui garis spiral yang terbentuk akan mengelilingi batang sebanyak dua kali. Jika dilihat dari sudut bentuk penampang melintangnya. Sehingga sudut divergensinya diperoleh 2/5 x 360 0 = 1440. maka diperoleh rumus daun 2/5.  Batang (Caulis) Batang pada Artocarpus integra keras dan kuat sehingga disebut sebagai batang berkayu (lignosus). arah putaran garis spiralnya yaitu berlawanan dengan arah jarum jam. Permukaan batangnya memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu. oleh sebab itu tata letak daunArtocarpus integra ini dinamakan: tersebar (folia sparsa). maka batang Artocarpus integra ini dapat digolongkan ke dalam bentuk bulat atau teres. .

. cabang juga mengalami pertumbuhan. Jika dilihat cabang dengan batang pokok ini membentuk sudut kurang lebih 450. Arah tumbuh cabang pada tumbuhan ini adalah percabangan simpodial. sama halnya dengan batang. Batang ini memiliki percabangan.Gambar bekas daun penumpu Seiring dengan bertambahnya usia maka batang akan mengalami pertumbuhan. karena dalam perkembangnnya mungkin terhenti atau kalah besar atau pertumbuhannya kalah cepat dengan cabangnya. Arah tumbuh batang pada Artocarpus integraini adalah lurus ke atas maka disebut tegak lurus (erectus). dimana batang pokok sukar ditemukan. oleh sebab itulah disebut arah tumbuh cabang condong ke atas (patens).

 Akar (Radix) Sistem perakaran pada Artocarpus integra adalah akar tunggang (radix primaria). Gambar sketsa akar Artocarpus integra Leher (collum) lateralis akar Radix Fibrilla radicalis Batang akar .Menurut panjang atau pendeknya umur. bercabang-cabang banyak . Artocarpus integra ini dapat mencapai umur sampai bertahun-tahun belum juga mati. dan cabang – cabangnya bercabang lagi. Karena itulah disebut akar tunggang yang bercabang (ramosus). Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang. maka tumbuhanArtocarpus integra ini digolongkan ke dalam tumbuhan menahun atau tumbuhan keras. tumbuh lurus ke bawah.

.(Corpus radicis) Pilus radicalis Apex radicalis Calyptra  Bunga Bunga Artocarpus integra menurut letaknya digolongkan ke dalam flos lateralis atau flos axillaris yaitu bunga yang terletak di ketiak daun. Susunan bunganya berkumpul membentuk suatu rangkaian yang disebut bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescentia).

karena bunga ini memiliki ciri-ciri ujung ibu tangkai menebal. sedang bunga-bunganya terdapat meliputi seluruh bagian yang menebal tadi. Dalam golongan ini bunga Artocarpus integra masuk ke dalam bunga periuk (hypanthodium). memiliki susunan yaitu semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai. mempunyai bentuk seperti gada. Spatha Gambar bunga Artocarpus integra yang memiliki spatha . yaitu pelindung bunga yang besar. sehingga tercapai bentuk silinder. Memiliki seludang bunga (spatha). berdaging. mekarnya berturut-turut dari bawah ke atas.Gambar Artocarpus integra tergolong flos lateralis atau flos axillaris Bertalian dengan urut-urutan mekarnya bunga. maka bunga Artocarpus integra ini digolongkan ke dalam bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa). yang menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar. Pada bunga ini ibu tangkai dapat tumbuh terus dan tidak bercabang.

dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. hijau tua. babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong. sehingga seluruh perbungaan seakan-akan hanya hanya menjadi satu buah saja. Bunga nangka disebut babal. Pedunculus dan semua tepala akan tumbuh sedemikian rupa. silindris atau lonjong.Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious). Sedangkan dikatakan majemuk karena buah ini berasal dari bunga majemuk (banyak bunga) dan banyak bakal buah (ovarium). dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol. . dikatakan semu karena bagian dominan bukan berasal dari ovarium tapi dari pedunculus yang tebal dan berdaging serta tepala yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain. hijau tua. tetapi berasal dari tenda bunga (tepala) dan ibu tangkai (pedunculus). Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan. sebelum akhirnya terjatuh. perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus. ini karena bagian yang dominan dari buah tersebut bukan berasal dari bakal buah atau ovarium. yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Buah ini termasuk buah semu majemuk. Seperti yang telah disebutkan di atas. Setelah melewati umur masaknya. 1-3 × 3-8 cm.  Buah Buah pada Artocarpus integra tergolong dalam buah semu.

Pedunculus Tepala Biji  Biji (semen) Artocarpus integra tergolong tumbuhan Angiospermae yaitu tumbuhan berbiji tertutup. Hal ini di tandai dengan biji Artocarpus integra terbungkus oleh carpell (daun buah atau daging buah). .

Karena Artocarpus integra ini termasuk tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Tegmen Testa Hillus . Hilus merupakan bekas perlekatan dengan tali pusar. Jika dilihat pada kulit luar biji ini dapat ditemukan bagian yang kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Bagian ini disebut pusar biji (hilus). maka kulit biji atau spermodermisnya terdiri atas dua lapisan yaitu Lapisan kulit luar (testa) dan lapisan kulit dalam (tegmen).

(2) daun lembaga (cotyledo) merupakan tempat penimbun makanan. Batang lembaga beserta calon-calon daun disebut pucuk lembaga (plumula). (3) batang lembaga (cauliculus) yang dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu internodium epicotylum (ruas batang di atas daun lembaga) dan internodium hypocotylum (ruas batang di bawah daun lembaga). Pada lembaga memperlihatkan tiga bagian utama yaitu (1) radicula (akar lembaga atau calon akar) yang nantinya pada Artocarpus integra ini akan terus tumbuh menjadi akar tunggang. tempat melakukan asimilasi dan sebagai alat penghisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. .Arillus Inti biji (nucleus seminis) Inti biji (nucleus seminis) terdiri atas lembaga (embryo) yang merupakan calon individu baru dan putih lembaga (albumen) yang berisi cadangan makanan.

html  Bentuk Oval (Ovalate) Bentuk ini banyak dijumpai pada genus Nangka (Artocarpus heterophylla) dan perca (Ficus septica) dari famili Moracea .id/2014/03/deskripsi-morfologiartocarpus-integra. Oleh sebab itu tumbuhan ini dinamakan tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae). Perkecambahan pada biji Artocarpus integra ini adalah perkecambahan di bawah tanah (hypogaeis). Ini terjadi karena epikotil tumbuh lebih cepat daripada hipokotil.co.blogspot. http://backtobiologysite.cotyl edo hypocotylum plumula epicotylum Radicula (akar lembaga) Tumbuhan Artocarpus integra ini bijinya mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (cotyledo) yang tidak setangkup. Hal ini ditunjukkan oleh daun lembaga yang tidak terangkat ke atas dengan kata lain daun lembaga tetap tinggal di dalam kulit biji dan tetap di dalam tanah.

pertulangan daun menyirip (penninervis). tangkai daun dan helaian daun.) Klasifikasi Divisi Kelas Sub kelas Ordo Famili Genus Spesies : Magnoliophyta : Liliopsida : Zingiberidae : Zingiberales : Musaceae : Musa : Musaparadisiaca KARAKTERISTIK TUMBUHAN Seperti halnya daun tebu dan daun bambu. Daging daun pisang seperti kertas (papyraceus atau chartaceus). Umumnya daun daun yang berbentuk oval pada tumbuhan hutan helai daun dan tangkai daunnya agak keras http://www. pangkal daun (basis . Pada permukaan daun bagian atas terasa licin (laevis) karena berselaput lilin.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologipohon-akasia/ Daun pisang (Musa paradisiaca L.materipertanian. daun pisang jugamerupakan daun yang lengkap karena terdiri dari pelepah daun (vagina) yang saling membalut dengan daun yang lain. ujung daunnya tumpul. pangkal daun membulat. Daun pisang (Musa acuminata) merupakan jenis daun tunggal dan termasuk daun sempurna karena bagian daunnya lengkap terdiri dari pelepah dauh. tangkai daun (petiolus) dan helaian daunnya (lamina) lebar dengan bangun daun yang berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus). tepi daun rata. bangun daunnya jorong. dan tepi daunnya rata (integer). Daun pisang memiliki ujung daun (apex folli) yang membulat. Warna daun pisang pada bagian atas adalah hijau tua dan hijau pucat pada bagian bawah. ujung daun dan pangkal daunnya tumpul (obtusus).

daging daun (intervenium) seperti kertas.id/2013/10/bangundaun_7436. tepi daun (margo folli) yang rata. . 5okt. pertulangan daun (nervatio) yang menyirip.co. batang merupakan batang semu. pelepah daun pada tumbuhan ini menyelubungi batang. Daun pisang termasuk daun lengkap. batangnya basah dan tidak mengandung lignin. permukaan batang terihat bekas pelepah daun. warna daun pada bagian atas berwarna hijau tua dan bagian bawahnya berwarna hijau muda yang mengkilat. bangun daun (circumscroipto) berupa lanset.2013(messy Treebe) http://mortumklasifikasitumbuhan. tumbuhan ini tidak bercabang.html =mortum: BANGUN DAUN Gambar : Pohon Musa paradisiaca Pisang merupakan tumbuhan terna raksasa.blogspot. serta bagian bawahnya berselaput lilin.folli) yang berlekuk.

. yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar dibanding dengan bentuk lanset yaitu dengan perbandingan panjang dan lebarnya adalah 21/2-3 : 1.Gambar: Batang Musa paradisiaca Gambar: Bagian-bagian pada Musa paradisiaca Daun pisang memiliki bentuk daun yang memanjang.

. bahkan pada satu tumbuhan ukuran dan bentuknya dapat berbeda. Tangkai daun bila dipotong melintang bentuknya seperti bulan sabit. dan helaian daun. Daging daunnya tipis seperti kertas dengan pertulangan daun menyirip serta permukaan atas dan bawah daun yang licin berlapis lilin. February 25. 2015 with No comments Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun tadi pada posisi sedemikian rupa hingga dapat memperoleh cahaya matahari sebanyak-banyaknya. karena memiliki pelepah daun. Bentuk dan ukuran tangkai daun amat berbeda-beda menurut jenis tumbuhannya. daun pada tumbuhan ini merupakan daun lengkap. tangkai daun. Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi agak tegak pipih dan menebal pada pangkalnya.Gambar: Daun Musa paradisiaca yang berbentuk memanjang Pada pohon pisang untuk ujung daunnya biasanya berbentuk rompang. Tangkai Daun (Petiolus) Posted by NURSAPTIA PURWA ASMARA on Wednesday.

). misalnya pada jeruk (Citrus sp. Tangkai daun berbentuk bulat dan berongga pada tanaman pepaya . bersegi setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti pada tangkai daun pisang.Jika dilihat pada penampang melintangnya dapat dijumpai kemungkinan-kemungkinan berikut:     bulat dan berongga. pipih dan tepinya melebar (bersayap).). misalnya tangkai daun pepaya (Carica papaya L.

Tangkai daun berbentuk pipih dan tepinya melebar (bersayap) pada tanaman jeruk .

Tangkai daun berbentuk setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti pada tangkai daun pisang .