BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1 Analisis Situasi
Kecamatan Leces terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo yang berada
di bagian Selatan dengan batas-batas :
Utara : Kota Probolinggo
Timur : Kecamatan Tegalsiwalan
Selatan: Kabupaten Lumajang
Barat : Kecamatan Bantaran
Ditinjau dari ketinggian di atas permukaan air laut, Kecamatan Leces
berada pada ketinggian 10 sampai 50 meter.
Iklim di kawasan Kecamatan Leces sebagaimana kecamatan lain di
kabupaten Probolinggo, Kecamatan Leces beriklim tropis yang terbagi menjadi
dua musim yakni musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan
terjadi pada bulan Oktober sampai April dan musim kemarau pada bulan April
sampai Oktober.
Sedangkan keadaan iklim umumnya ditinjau dengan indikator curah hujan
adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Keadaan iklim Kecamatan Leces
Uraian

Leces

Curah ujan terbesar (mm)

133

Curah hujan terkecil (mm)

2

Jumlah hari hujan

(hari)

135

Curah hujan setahun (mm)

3035

Temperatur udara di Kecamatan Leces seperti Kecamatan lainya yang
berketinggian 10 sampai 50 meter dan di dataran rendah pada umumnya, yaitu
antara 27° sampai 31° C.
Desa Clarak merupakan salah satu Desa di Kecamatan Leces Kabupaten
Probolinggo. Desa Clarak merupakan desa yang mempunyai sumberdaya alam

1

dan sumberdaya manusia yang sangat potensial. Hasil sumber daya alam utama
Desa Clarak adalah bawang merah, selain itu desa ini juga daerah penghasil padi,
jagung dan tebu. Potensi yang telah ada tersebut memerlukan adanya optimalisasi
untuk mengembangkan Desa Clarak menjadi desa yang lebih maju.
Sumberdaya manusia Desa Clarak masih tergolong modern meskipun
dengan kualitas sumberdaya manusia yang demikian masih menjadikan
sumberdaya alam di daerah tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pembangunan di daerah Desa Clarak masih dirasa masih sangat perlu. Hal ini
karena pembangunan daerah tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan
fisik semata, melainkan dengan pembangunan manusia (baik secara fisik maupun
psikis) juga wajib dilakukan untuk menyiapkan masyarakat yang mampu
menciptakan kondisi daerah dengan masyarakat yang sejahtera serta mampu dan
siap bersaing dengan daerah lain. Mengutip isi Human Development Report
(HDR) pertama tahun 1990, pembangunan manusia adalah suatu proses untuk
memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki oleh manusia. Diantara banyak
pilihan tersebut, pilihan yang terpenting adalah untuk berumur panjang dan sehat,
untuk berilmu pengetahuan, dan untuk mempunyai akses terhadap sumber daya
yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan
manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran
kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi
tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang
layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait
banyak faktor. Jika kondisi tersebut dapat terlaksanakan, maka pembangunan
daerah dapat berlangsung secara maksimal. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
merupakan angka yang menyajikan pemetaan pembangunan manusia baik dari
segi pencapaian, posisi, maupun disparitas antardaerah.
Komponen dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah angka
harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan daya beli
pengeluaran per kapita. Tujuannya adalah mengetahui dan membangun harapan
setiap daerah untuk dapat terpacu dalam upayapeningkatan kinerja pembangunan

2

melalui optimalisasi kapasitas komponen dasar kualitas hidup penduduk. Berikut
merupakan data Indeks Pembangunan Manusianya (IPM ) provinsi di
Indonesiadari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 menurut Badan Pusat
Statistik (BPS) Indonesia:
Tabel 2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia
Tahun 2010-2013
Provinsi
2010
2011
2012
2013
Aceh
71,7
72,16
72,51
73,05
Sumatera Utara
74,19
74,65
75,13
75,55
Sumatera Barat
73,78
74,28
74,7
75,01
Riau
76,07
76,53
76,9
77,25
Jambi
72,74
73,3
73,78
74,35
Sumatera Selatan
72,95
73,42
73,99
74,36
Bengkulu
72,92
73,4
73,93
74,41
Lampung
71,42
71,94
72,45
72,87
Kep. Bangka Belitung
72,86
73,37
73,78
74,29
Kepulauan Riau
75,07
75,78
76,2
76,56
DKI Jakarta
77,6
77,97
78,33
78,59
Jawa Barat
72,29
72,73
73,11
73,58
Jawa Tengah
72,49
72,94
73,36
74,11
Yogyakarta
75,77
76,32
76,75
67,73
Jawa Timur
71,62
72,18
72,83
68,77
Banten
70,48
70,95
71,49
70,93
Bali
72,28
72,84
73,49
75,68
Nusa Tenggara Barat
65,2
66,23
66,89
71,74
Nusa Tenggara Timur
67,26
67,75
68,28
77,33
Kalimantan Barat
69,15
69,66
70,31
74,72
Kalimantan Tengah
74,64
75,06
75,46
77,36
Kalimantan Selatan
69,92
70,44
71,08
72,54
Kalimantan Timur
75,56
76,22
76,71
73,28
Kalimantan Utara
74,72
Sulawesi Utara
76,09
76,54
76,95
77,36
Sulawesi Tengah
71,14
71,62
72,14
72,54
Sulawesi Selatan
71,62
72,14
72,7
73,28
Sulawesi Tenggara
70.00
70,55
71,05
71,73
Gorontalo
70,28
70,82
71,31
71,77
Sulawesi Barat
69,64
70,11
70,73
71,41
Maluku
71,42
71,87
72,42
72,70
Maluku Utara
69,03
69,47
69,98
70,63
Papua Barat
69,15
69,65
70,22
70,62
Papua
64,94
65,36
65,86
66,25
Sumber: Badan Pusat Statistik Tahun 2015
3

Berdasarkan data diatas, dapat diketahui bahwa Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) di Jawa Timur selama 4 tahun rata-rata di atas 70,00 dari standart
Nasional. Namun pada kenyataannya dilapangan masih ditemui kesenjangan antar
daerah.

Keberhasilan

suatu

daerah

untuk

meningkatkan

angka

Indeks

Pembangunan Manusia (IPM), tidak dapat dijadikan patokan yang ditiru dan
diaplikasikan kepada seluruh daerah secara merata, karena setiap daerah memiliki
potensi dan kekurangan masing-masing.
Tabel 3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur
Tahun 2009-2012
Kabupaten
Pacitan
Ponorogo
Trenggalek
Tulungagung
Blitar
Kediri
Malang
Lumajang
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk
Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban
Lamongan
Gresik
Bangkalan
Sampang
Pamekasan
Sumenep
Kota Kediri

2009
71.45
69.75
72.72
72.93
73.22
71.33
70.09
67.26
64.33
68.36
62.11
63.69
62.13
66.84
75.88
72.93
72.33
70.27
69.28
72.32
68.41
66.38
67.68
69.03
73.98
64.00
58.68
63.81
64.82
75.68

4

2010
72.07
70.29
73.24
73.34
73.67
71.75
70.54
67.82
64.95
68.89
62.94
64.26
62.99
67.61
76.35
73.39
72.70
70.76
70.18
72.72
68.82
66.92
68.31
69.63
74.47
64.51
59.70
64.60
65.60
76.28

2011
72.48
71.15
73.66
73.76
74.06
72.28
71.17
68.55
65.53
69.58
63.81
64.67
63.84
68.24
76.90
73.89
73.14
71.48
70.50
73.17
69.73
67.32
68.71
70.52
75.17
65.01
60.78
65.48
66.01
76.79

2012
72.88
71.91
74.09
74.45
74.43
72.72
71.94
69.00
65.99
70.53
64.98
65.06
64.35
69.17
77.36
74.42
73.86
71.96
70.88
73.85
70.20
67.74
69.18
71.05
75.97
65.69
61.67
66.51
66.41
77.20

Melalui KKN.33 78. pembangunan pada masyarakat dapat dilakukan pada 4 sektor pembangunan yaitu di bidang lingkungan.18 Sumber: Badan Pusat Statistik Tahun 2015 78.69 77.88 74.43 75. Krajan 2.50 Kota Madiun 76.20 77.06 71.50 78.83 Berdasarkan data di atas.31 78.dapat diketahui bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo masih jauh dibawah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional yaitu rata-rata 63.44 74.82 77.76 Kota Proling 73. masyarakat Dusun Krajan 1 rata-rata termasuk golongan keluarga sejahtera 2. 5 . Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo merupakan wilayah yang memiliki potensi yang perlu dikembangkan baik dari segi sumberdaya manusia maupun sumberdaya alamnya. kesehatan.02 77.33 75.3275.33 74.61 77.98 77.42 72. Dilihat dari datadata diatas menyebutkan bahwa diperlukannya peningkatan kualitas SDM guna meningkatkan pemanfaatan SDM dalam suatu wilayah.45 74.62 72. yakni Dusun Krajan 1.28 77. Hal ini juga menggambarkan bahwa pembangunan manusia di Inodnesia khususnya wilayah provinsi Jawa Timur masih belum terdistribusi dengan merata.45 73.93 Jawa Timur 71. Desa Clarak memiliki 4 dusun.07 Kota Surabaya 76.85 Kota Pasuruan 73. Berdasarkan penggolongan tingkat kesejahteraan.23 76. Bentuk pengabdian kepada masyaraat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Jember adalah dengan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya.Kota Blitar 76.43 77. dan ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang tertinggal dan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.89 Kota Mojokerto 76. pendidikan.73 74.42 77.85 Kota Batu 73. Sasaran mahasiswa KKN 42 A berfokus pada masyarakat Dusun Krajan 1.01 77.01 73.89 Kota Malang 76. Karang Tengah dan Dusun Karang Anyar.

Penggolongan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Dusun Krajan 1 Dusun Krajan 1 memiliki 5 RT dengan total kepala keluarga sebanyak 242 kepala keluarga. Segi kesehatan lainnya yang dapat dilihat yakni ibu hamil yang memeriksakan kesehatan saat kehamilan yakni sebanyak 39 orang dan yang tidak memeriksakan kesehatan sebanyak 146 orang. masyarakat Desa Clarak memiliki sarana dan prasarana yang tergolong masih minim. Di bidang kesehatan. Berikut data sarana dan prasarana kesehataan di Desa Clarak: Tabel 4. Sedangkan jika dilihat dari segi kesehatan berupa penggunaan KB.Gambar 1. Sarana dan Prasarana Kesehataan Desa Clarak 6 . Berdasarkan tingkat pendidikan. rata-rata masyarakat Dusun Krajan 1 lulus jenjang pendidikan SLTP yakni sebanyak 141 jiwa. Data-data yang telah terkumpul tersebut menunjukkan bahwa rata-rata masyarakan Dusun Krajan 1 masih memiliki kesadaran yang rendah terutama dari segi kesehatan. 119 keluarga telah menggunakan alat kontarsepsi dan 119 keluarga belum menggunakan alat kontrasepsi. dengan data statistik 202 kepala keluarga bekerja dan 40 kepala keluarga tidak bekerja.

No Jenis Jumlah 1 Rumah sakit umum - 2 Puskesmas pembantu (Polindes) 1 3 Posyandu 3 4 Apotek - 5 Dokter praktek - 6 Bidan Desa 1 7 Perawat 1 Minimnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Desa Clarak ini juga menjadi salah satu penyebab minimnya kesadaran masyarakat terkait masalah kesehatan. Minimnya kesadaran akan kesehatan di Dusun Krajan 1 inilah yang mendorong mahasiswa KKN 42 A untuk memilih fokus kerja di bidang kesehatan. Masalah lain yang perlu disoroti adalah masalah penggunaan jamban. Selain jamban. 7 . Berdasarkan data Kemetrian Kesehatan tahun 2015. adanya penyakit menular yang berbahaya seperti kusta dan HIV/AIDS juga menjadi salah satu masalah di Desa Clarak. sanitasi total termasuk akses jamban Desa Clarak menempati urutan terakhir dari total 10 desa di Kecamatan Leces Probolinggo (Gambar 2). mayoritas masyarakat Desa Clarak terutama masyarakat Dusun Krajan 1 BAB (buang air besar) di sungai. Data dari Kementrian Kesehatan tersebut juga menunjukkan bahwa hanya 30.73 % masyarakat Clarak yang menggunakan jamban. Dimana. dengan harapan dapat mendorong terbentuknya pola perilaku hidup sehat di lingkungan Dusun Krajan 1.

Gambar 2. Data Sanitasi Total Kecamatan Leces (Kementrian Kesehatan. Kesehatan: Kurangnya kesadaran terhadap perilaku hidup sehat dan mayoritas masyarakat Dusun Krajan 1 masih menggunakan sungai sebagai tempat untu buang air besar.2 Permasalahan Permasalahan-permasalahan yang ada di Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo yaitu meliputi: 1. 2. 3. Pendidikan: Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan kurangnya tenaga kerja pendidik khususnya pendidikan Bahasa Inggris. 8 . 2015) 1.. Lingkungan: Masih banyak masyarakat sekitar yang membuang sampah di sungai dan memiliki kesadaran yang rendah untuk merawat lingkungan.

4. atau kuliah yang diikutinya. Menerapkan ilmu dan teknologi yang dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori. 1. KB dan kesehatan. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnnya pendidikan dan tercukupinya tenaga pendidik khususnya pendidikan Bahasa Inggris guna meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu setara dengan pendidikan pada umumnya. 2. 1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo yaitu.4. Ekonomi: Kurangnya kesadaran pemanfaatan potensi sumberdaya alam untuk dijadikan sebuah peluang kerja atau usaha dalam peningkatan taraf hidup. pendidikan dan ketrampilan. 5. serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera 9 . Membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan menyatu bersama masyarakat. 3. Membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penerapan ilmu dan tehnologi dalam bidang wirausaha. Terbentuknya lingkungan yang bersih dan nyaman dan Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

00 . 2.00 WIB Kegiatan : Penyuluhan dan praktek cara mencuci tangan yang baik 3. tanggal : Minggu.00 WIB Kegiatan : Survei kondisi masyarakat untuk mengisi data borang dan pembuatan peta Dusun Krajan 1. Pendataan Keluarga Hari.00 .09.BAB 2.30 WIB Kegiatan : Pendampingan belajar bahasa inggris 4. 13 Agustus 2015 Tempat: SD Negeri Clarak Waktu : 09.15.1 Tempat dan Waktu Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik POSDAYA Gelombang II Tahun Ajaran 2014/2015 Universitas Jember Kelompok 42 A dilaksanakan di Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. 09 Agustus 2015 10 . Berikut tempat dan waktu pelaksanaan program kerja KKN 42 A: 1. Kegiatan yang dilaksanakan disesuaikan dengan jenis kegiatan dan lokasi yang telah direncanakan. PELAKSANAAN KEGIATAN 2. Kursus Komputer Hari. 08 Juli 2015 Tempat: Dusun Krajan 1 Desa Clarak Waktu : 08. 02 Agustus 2015 Minggu. Program Penyuluhan Cara Mencuci Tangan yang Baik Hari. tanggal : Kamis. 05 Agustus 2015 Kamis. 02 Juli 2015 s/d Rabu. tanggal : Rabu.00-10. 06 Agustus 2015 Kamis. Pelaksanaan kegiatan KKN kelompok 42 A dilaksanakan mulai tanggal 01 Juli 2015 sampai tanggal 11 Juli 2015 berlanjut tanggal 27 Juli 2015 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2015. tanggal : Kamis. 30 Juli 2015 Tempat: SD Negeri Clarak Waktu : 07. Pembelajaran Bahasa Inggris Hari.

00 WIB Kegiatan : Penyuluhan PHBS 6. tanggal : Senin. Sosialisasi Beasiswa Bidikmisi Hari. 11 Agustus 2015 Tempat : SMK Hidayatul Islam Waktu : 09. tanggal Tempat : Selasa.00 – 10. Penyuluhan Pemberian Pupuk Organik dan Prakteknya Hari. 04 Agustus 2015 Tempat : Rumah-rumah Warga RT 4 Dusun Krajan 1 (door to door) Waktu : 08.00 .00-10.00 WIB Kegiatan : Pendampingan belajar program Ms. Penyuluhan PHBS Hari. 04 Agustus 2015 : Rumah-rumah Warga RT 4 Dusun Krajan 1 (door to door) Waktu : 08. 11 .30 WIB Kegiatan : Sosialisasi beasiswa Bidik Misi ke siswa SMK.00 WIB Kegiatan : Penyuluhan pemberian pupuk organik dari ikan Sardinella lemuru untuk tanaman bawang merah pada petani bawang merah dan praktek pemberian pupuk pada tanaman bawang.09. 10.00 WIB Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang demam berdarah dan pembagian Abate 9.00-10.00-10. 03 Agustus 2015 Tempat : SD Negeri Clarak Waktu : 09. Penyuluhan tentang Demam Berdarah Hari. 03 Agustus 2015 Tempat : SD Negeri Clarak Waktu : 10. Word 5. tanggal : Selasa. 10 Agustus 2015 Tempat : Lahan pertanian milik warga Desa Clarak Waktu : 07.Tempat: SD Negeri Clarak Waktu : 08.00-10. tanggal : Senin.00-10. Penyuluhan Cara Meminum Obat yang Baik Hari. Pembagian Abate Hari.30 WIB Kegiatan : Penyuluhan Cara Meminum Obat yang Baik 7. tanggal : Selasa.00 WIB Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang demam berdarah dan pembagian Abate 8. tanggal : Senin.

daun sarap. Penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Hari. Penyuluhan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Hari.30 WIB Kegiatan : Membantu kegiatan posyandu Dusun Krajan 1 14. tanggal : Rabu. 16. tanggal Tempat : Kamis. 19 Agustus 2015 Tempat : Polindes Desa Clarak Waktu : 08. 13. Posyandu Lansia dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis 12 . tanggal : Jumat. dan mahkota dewa.00 WIB Kegiatan : Penyuluhan tentang Hipertensi. 15. 14 Agustus 2015 Tempat : Kebun Yayasan Hidayatul Islam Waktu : 07. daun sarap.00-10. Membantu Posyandu Balita Hari.30 WIB Kegiatan : Pemberian susu kepada balita anggota posyandu Dusun Krajan 1.11. 19 Agustus 2015 : Polindes Desa Clarak Waktu : 08. Serta pemeriksaan tekanan darah. 20 Agustus 2015 : Polindes Desa Clarak Waktu : 08. tanggal Tempat : Rabu.00-10. Penyuluhan Hipertensi dan Pengadaan Tensi Gratis Hari.00-10. 14 Agustus 2015 Tempat : Kebun Yayasan Hidayatul Islam Waktu : 07. pecut kuda.00-09. 12. pecut kuda.00-10. binahong merah. Pemberian makanan tambahan balita di posyandu Dusun Krajan 1 Hari.00 WIB Kegiatan : Penyuluhan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) seperti sambiloto. dan mahkota dewa. tanggal : Jumat. binahong merah.00 WIB Kegiatan : Penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) seperti sambiloto. langkah-untuk mencegahnya dan cara mengobati hipertensi.

00 . dengan rincian sebagai berikut : Siswa kelas 4 : 14 orang Siswa kelas 5 : 17 orang Siswa kelas 6 : 16 orang b) Penyuluhan PHBS Sasaran untuk program kerja ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Clarak. 20 Agustus 2015 : Polindes Desa Clarak Waktu : 09. lomba membawa kelereng dengan sendok. Berikut beberapa rincian khalayak dan sasaran dari program kegiatan kami: 1. Jumlah peserta kegiatan ini adalah sebanyak 47 siswa.2 Khalayak Sasaran Adapun khalayak dan sasaran dari program-program yang akan kami lakukan adalah masyarakat Desa Clarak terutama Dusun Krajan 1 Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Peringatan Hari Kemerdekaan RI ( Lomba dan Jalan Sehat) Hari. lomba memindahkan belut. 13 .selesai Kegiatan : Lomba tarik tambang. tanggal Tempat : Jumat. lomba memasukkan paku ke dalam botol. lomba estafet. c) Penyuluhan Cara Meminum Obat yang Baik Sasaran untuk program kerja ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Clarak. Kesehatan a) Program Penyuluhan Cara Mencuci Tangan yang Baik Sasaran peserta program ini adalah siswa kelas 4. Jumlah peserta untuk kegiatan ini adalah sebanyak 16 siswa.Hari. dan jalan sehat bersama. 5 dan 6 SD Negeri Clarak. tanggal Tempat : Kamis. 2. Jumlah peserta untuk kegiatan ini adalah sebanyak 16 siswa. lomba dandan ibu-ibu.30 WIB Kegiatan : Pemeriksaan asam urat dan konsultasi kesehatan 17. 14 Agustus 2015 s/d Minggu 16 Agustus 2015 : Balai Desa Clarak Waktu : 08. lomba makan kerupuk.00-12. lomba sepak bola sarung.

Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa. g) Membantu Posyandu Balita Sasaran program kerja ini adalah ibu-ibu anggota Posyandu Dusun Krajan 1. b) Kursus Komputer 14 . i) Penyuluhan Hipertensi dan Tensi Gratis Sasaran dari penyuluhan hipertensi ini adalah lansia anggota Posyandu Lansia Dusun Krajan 1. Jumlah lansia yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 40 lansia. f) Penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Sasaran penanaman TOGA adalah siswa kelas 4 dan 5 MI Hidayatul Islam. j) Posyandu Lansia dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sasaran dari pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah lansia anggota Posyandu Lansia Dusun Krajan 1. 2. Jumlah kepala keluarga yang terlibat adalah sebanyak 242 kepala keluarga. e) Penyuluhan manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Sasaran program kerja penyuluhan manfaat TOGA adalah siswa kelas 4 dan 5 MI Hidayatul Islam. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa. Lingkungan a) Penyuluhan Pemberian Pupuk Organik dan Prakteknya Sasaran untuk program ini adalah petani bawang di Desa Clarak. Jumlah petani yang terlibat dalam kegiatan ini adalah sebanyak 5 orang. h) Pemberian makanan tambahan balita di posyandu Dusun Krajan 1 Sasaran dari program kerja ini adalah ibu-ibu anggota Posyandu Dusun Krajan 1. Jumlah lansia yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 40 lansia. 3. Jumlah peserta dalam program kerja ini adalah sebanyak 58 balita. Jumlah peserta dalam program kerja ini adalah sebanyak 58 balita. Jumlah warga yang terlibat dalam program kerja ini adalah sebanyak 50 warga.d) Penyuluhan tentang Demam Berdarah dan Pembagian Abate Sasaran dari program kerja ini adalah warga RT 4 Dusun Krajan 1. Pendidikan a) Pendataan Keluarga Sasaran program pendataan keluarga ini adalah masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Clarak.

konsultasi. pelaksanaan program kerja kegiatan posdaya empat pilar yaitu di bidang kesehatan. dan pertemuan seminggu sekali (persuli) bersama Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dan seluruh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) kecamatan Leces. Jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah sebanyak 570 warga. e) Peringatan Hari Kemerdekaan RI ( Lomba dan Jalan Sehat) Sasaran untuk acara ini adalah masyarakat Desa Clarak. Jumlah siswa yang menjadi peserta kegiatan ini adalah sebanyak 20 siswa. pendidikan. Cuci 15 . Jumlah siswa yang menjadi peserta kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa. rapat koordinasi dan evaluasi. dan pembentukan Posdaya. Kegiatan wajib serah pamit meliputi: upacara pelepasan oleh Universitas Jember. pendidikan. Jumlah siswa yang menjadi peserta kegiatan ini adalah sebanyak 10 orang. dengan rincian sebagai berikut : Siswa kelas 4 : 14 orang Siswa kelas 6 : 16 orang d) Sosialisasi Beasiswa Bidikmisi Sasaran untuk program kerja ini adalah siswa kelas XII SMK Hidayatul Islam. kegiatan rutin intern Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 86. Program kerja yakni di bidang kesehatan.1 Jenis Kegiatan Jenis kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok KKN 42 A meliputi kegiatan serah pamit.3. dan lingkungan meliputi: penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah.3 Jenis Kegiatan dan Metode 2. posyandu. Kegiatan rutin intern Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 42 meliputi: survei dan observasi. dan upacara penarikan oleh pihak LPM Universitas Jember. dan ekonomi. lingkungan. sosialisasi dan pembentukan Posdaya. c) Pembelajaran Bahasa Inggris Sasaran untuk program kerja ini adalah siswa kelas 4 dan 6 SD Negeri Clarak. Dengan rincian sebagai berikut : Peserta lomba : 70 orang Peserta jalan sehat : 500 orang 2. upacara penyambutan oleh perangakat kecamatan Leces.Sasaran untuk program kerja ini adalah siswa kelas 6 SD Negeri Clarak. penyuluhan cara meminum obat yang baik. . Kegiatan sosialisasi di masyarakat meliputi: pengajian.

penyuluhan tentang hipertensi. penyuluhan. 16 .3. Metode kegiatan yang digunakan oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 42 meliputi: survei dan observasi. Metode ini digunakan untuk kegiatan penyuluhan cara Pola HidupBersih dan Sehat (PHBS). membantu Posyandu balita dan lansia. gotong royong. penyuluhan hipertensi. pelaksanaan kegiatan 17 Agustus yang melingkupi serangkaian lomba dan acara jalan sehat. dan pertemuan seminggu sekali (persuli) dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dan seluruh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) kecamatan Leces.2 Metode Kegiatan Metode kegiatan adalah cara yang digunakan untuk merealisasikan program kerja atau kegiatan yang telah disusun.Tangan Pakai Sabun (CTPS). diskusi. Metode ini digunakan dalam lingkup kegiatan penanaman TOGA. sekaligus mengetahui program yang dibutuhkan oleh masyarakat Dusun Krajan 1. Metode ini digunakan untuk kegiatan rapat evaluasi dan koordinasi. Cara Mencuci Tangan Pakai Sabun dengan Baik dan Benar. musyawarah dan bimbingan. Metode observasi merupakan kegiatan penggalian informasi dengan cara terjun langsung ataupun mengolah data-data terkait. praktek. penanaman TOGA dan penyuluhan manfaat TOGA. kursus komputer dan bahasa inggris. wawancara. Metode gotong royong adalah pelaksanaan suatu kegiatan secara bersama-sama dan saling membantu. Kedua metode ini digunakan untuk mendapatkan data penggolongan tingkat kesejahteraan masyarakat Dusun Krajan 1. 2. Metode diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran untuk mendapatkan kesepakatan ataupun kesepemahaman pemikiran antara satu orang dengan yang lain. Metode penyuluhan merupakan salah satu kegiatan penyampaian informasi dengan tujuan memberikan pemahaman baru mengenai suatu hal. pemberian makanan bernutrisi untuk balita. penyuluhan pemanfaatan TOGA. Sedangkan metode wawancara merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menggali informasi dengan cara tanya jawab. pemeriksaan kesehatan gratis. pembagian abate.

Metode ini digunakan untuk kegiatan Cara Mencuci Tangan Pakai Sabun dengan Baik dan Benar. 2 dan 3. 3. Solusi : a) Meminta bantuan kepada mahasiswa atau tetaangga yang mampu memahami bahasa Madura dan bahasa Indonesia. Penyuluhan dan Praktek Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar Kendala : a) Jadwal kegiatan bersamaan dengan jadwal acara mahasiswa KKN Universitas Airlangga. sedangkan mahasiswa KKN 42 A Universitas Jember mendapatkan sasaran siswa kelas 4. 5 dan 6. 2.Metode praktek merupakan kegiatan pengapliksian suatu rancangan kerja sesuai dengan teori dan hasil observasi yang dilaksanakan. Solusi : a) Koordinasi dengan mahasiswa KKN Universitas Airlangga dan didapatkan kesepakatan pembagian sasaran untuk program kerja ini. Metode pelatihan dan pembimbingan merupakan kegiatan pemberian ilmu dan informasi dengan cara didampingi.4 Kendala dan Solusi Kendala yang dialami dan Solusinya selama melaksanakan program KKN adalah sebagai berikut : 1. b) Membuat pipa dengan lubang-lubang untuk jalan keluarnya air sehingga mempermudah dan mempercepat kegiatan praktek cuci tangan. penanaman TOGA. b) Mencari waktu yang tepat untuk menemui warga tersebut. Program Pendataan Kendala : a) Tidak semua masyarakat dapat berbicara dalam bahasa Indonesia b) Adanya masyarakat yang sulit ditemui. Metode ini digunakan untuk kegiatan kursus komputer dan pengajaran bahasa inggris. pembagian abate. b) Hanya terdapat 2 kran di sekolah. sehingga membuat kegiatan praktek cuci tangan memakan banyak waktu. dan difasilitasi. Mahasiswa KKN Universitas Airlangga mendapatkan sasaran siswa kelas 1. Penyuluhan Cara Meminum Obat yang Baik 17 . kursus komputer dan pengajaran bahasa inggris . 2. diarahkan.

Mengajar Bahasa Inggris Kendala: a) Siswa belum pernah mendapatkan materi mata pelajaran bahasa inggris. b) Adanya kendala dalam hal peminjaman viewer. sehingga mempersulit dalam pemaparannya. masalah ini juga didukung tidak adanya viewer. b) Melakukan koordinasi dengan smeua anggota kelompok dan mahasiswa KKN Universitas Airlangga untk mendapatkan lahan yang tepat. Selain itu. c) Rencana awal materi pelajaran bahasa inggris diberikan kepada siswa kelas 4.Kendala : a) Sulitnya mendapatkan perhatian siswa SD ketika penjelasan mengenai DAGUSIBU (Dapatkan. pada akhir sesi acara dilakukan evaluasi berupa kuis untuk siswa. d) Adanya kegiatan latihan gerak jalan dalam rangka persiapan lomba 17 Agustus. 4. Solusi : a) Penjelasan mengenai DAGUSIBU Antibiotik dijelaskan dengan cara menarik dan tidak monoton. b) Siswa masih merasa canggung dan malu. b) Sulit menemukan lahan yang tepat sebagai median penanaman TOGA. 6. Tetapi jadwal untuk kelas 5 bersamaan dengan persuli. Gunakan. 5. b) Meminjam viewer dari kantor kecamatan. Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat dari Alam Kendala : a) Penyuluhan dilakukan di luar ruangan/langsung di kebun sekolah. 5 dan 6. Simpan dan Buang ) Antibiotik. Solusi : a) Melakukan pendampingan kepada siswa untuk menanam TOGA. Solusi : a) Penjelasan diberikan secara langsung dengan menunjukkan tanaman yang dimaksud. b) Mengulang penjelasan yang diberikan untuk memastikan siswa memahami dan menghafal manfaat tiap-tiap tanaman. Penanaman TOGA Kendala : a) Siswa sulit diatur pada saat menanam TOGA. b) Tanaman yang perlu dijelaskan terlalu banyak. 18 .

c) Materi bahasa inggris hanya diberikan kepada kelas 4 dan 6. b) Sulitnya mengarahkan fokus siswa untuk belajar komputer. d) Menggabungkan siswa kelas 4 dan 6 yang tidak mengikuti gerak jalan untuk mendapatkan materi bahasa inggris. b) Meminta bantuan kepada teman kelompok yang menguasai bahasa madura. 8. 10. b) Melakukan pendekatan secara individual kepada para siswa sehingga secara perlahan akan menumbuhkan keberanian mereka. karena terdapat petani yang tidak dapat mengerti bahasa Indonesia. Solusi : 19 . Sosialisasi DBD Kendala: a) Masyarakat ada yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Penyuluhan Pemberian Pupuk Organik Kendala : a) Jumlah pupuk yang diberikan terbatas b) Adanya kendala dalam hal bahasa. Kursus Komputer Kendala : a) Sulitnya mencari waktu untuk memberikan kursus komputer. Solusi: a) Memberikan sosialisasi dengan bahasa madura dengan meminta bantuan dari salah satu anggota kelompok yang memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa madura. 9. Pembagian Abate Kendala : a) Banyak warga yang tidak mendapatkan abate gratis. 7. hal ini disebabkan karena abate yang kami dapat hanya berjumlah 50 bungkus Solusi : a) Membagikan abate hanya dilingkungan RT 4 sesuai instruksi dari pihak perangkat desa. alfabet dan kata benda sederhana. Solusi : a) Membagi rata pupuk yang ada kepada petani lain.Solusi: a) Memberikan materi awal bahasa inggris. seperti pengenalan angka.

Sosialisasi Beasiswa Kendala : 20 .a) Mengambil waktu di luar jam pelajaran dengan terlebih dahulu konsultasi dengan kepala sekolah dan wali kelas. 12. b) Obat-obatan yang diberikan dari polindes terbatas. b) Memberikan saran kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga pasien dapat mendapatkan terapi farmakologi dengan tepat. 14. b) Memberikan saran kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga pasien dapat mendapatkan terapi farmakologi dengan tepat. Solusi : a) Meminta bantuan pada mahasiswa KKN yang mengerti bahasa madura untuk membantu komunikasi. sehingga tidak semua pasien mendapatkan terapi farmakologi yang tepat. Penyuluhan Hipertensi dan Pengadaan Tensi Gratis Kendala: a) Adanya kendala dalam bahasa sehingga mempersulit komunikasi dengan pasien. Posyandu Lansia dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kendala : a) Adanya kendala dalam bahasa sehingga mempersulit komunikasi dengan pasien. Pemberian Makanan Tambahan Balita di Posyandu Dusun Krajan 1 dan Edukasi Pentingnya Nutrisi Bagi Balita Kendala : a) Terdapat balita menangis karena tidak ingin diukur tinggi badannya dan berat badannya. Solusi : a) Meminta bantuan pada mahasiswa KKN yang mengerti bahasa madura untuk membantu komunikasi. b) Memberikan pengajaran dengan pendampingan langsung dan memberikan selingan game. 11. 13. b) Jika ada pasien dengan ketidaknormalan tekanan darah dan perlu pengobatan tidak dapat mendaptkan obat/terapi farkologi yang tepat. Solusi : a) Mahasiswa KKN 42 merayu balita tersebut untuk diukur tinggi badannya dan berat badannya.

KKN Universitas Airlangga dan kepala sekolah SMK Hidayatul Islam untuk menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan. namun waktu yang ada terbatas. d) Banyaknya peserta lomba (terutama lomba anak-anak) yang ingin ikut berpartisipasi. Solusi : a) Pemaparan materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak monoton. Solusi : a) Mencari sponsor untuk membantu berjalannya acara dan melakukan pengumpulan dana secara swadaya. b) Melakukan koordinasi dengan kelompok KKN 42 B . Peringatan Hari Kemerdekaan RI ( Lomba dan Jalan Sehat) Kendala : a) Tidak ada dukungan dana dari pihak desa. e) Peserta jalan sehat lebih sedikit dari yang ditargetkan.a) Sulitnya mendapatkan perhatian siswa SMK ketika melakukan sosialisasi. d) Membatasi jumlah peserta untuk efisiensi waktu. b) Adanya jadwal kegiatan dari kelompok KKN 42 B dan KKN Universitas Airlangga membuat penentuan waktu/jadwal untuk kegiatan ini sedikit rumit. 15. 21 . b) Sulitnya menentukan waktu untuk melakukan rapat koordinasi dengan pihak mahasiswa KKN Universitas Airlangga. e) Melakukan evaluasi untuk publikasi ke masyarakat. sehingga mahasiswa harus mengusahakan dana sendiri. b) Rapat dilakukan ketika malam hari atau melakukan koordinasi melalui media komunikasi handphone/online. c) Meminta bantuan Badan Keamanan Desa untuk menjaga keamanan selama lomba berlangsung. c) Adanya kericuhan selama kegiatan lomba tarik tambang berlangsung.

30.000.00 Rp. 60.00 Rp 80.000.00 Rp.Tisu . 50.Sabun cuci tangan .Hadiah Sub total Rp.00 Posyandu Balita .5.000.2.000.5 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya 2.Klip Sub total 3 Total biaya Rp 22.000. 100.00 Rp.000.00 22 .1 Rencana Biaya Rincian rencana biaya program kerja KKN 42 A yang dilakukan di Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo adalah sebagai berikut : Tabel 5.00 Rp.000.Pembuatan makanan tambahan Sub total 2 Rincian biaya Rp 150.000.00 Pilar Pendidikan Kursus Komputer .00 Rp 75.Pipa .000.000.00 Pilar Lingkungan Penanaman TOGA .00 Rp.000.00 TOTAL Rp 465.000 Rp 150. 50. 100. Jenis Kegiatan 1 Pilar kesehatan Penyuluhan dan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) . 10. 18.000. Rencana Biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 A No.00 Rp.Abate .000.000.00 Rp.00 Rp.Pembelian TOGA Sub total Rp.Konsumsi . 20.000.Kue untuk anak SD Sub total Abate . 15.

300.500 Rp 52.00 Rp.Fotocopy dan penjilidan Sub total Rincian biaya Total biaya Rp 22.00 Rp 40.300 Rp 173. 0 Rp 52.00 Rp 50.500.500.Sewa proyektor . 0 Rp. Jenis Kegiatan 1 Pilar kesehatan Penyuluhan dan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) . 13.Susu untuk balita Sub total 2 3 4 Pilar Lingkungan Penanaman TOGA .2 Realisasi Biaya Realisasi biaya program kerja KKN 42 A yang dilakukan di Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo adalah sebagai berikut : Tabel 6.00 Rp.Abate .Hadiah dan konsumsi Sub total Lain lain Sosialisasi POSDAYA . 41.00 Rp.00 Rp 16.000.00 Rp.000.Susu untuk anak SD . Realisasi Biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 A No.Hadiah Sub total Lomba 17 Agustus dan Jalan Sehat .00 Rp.00 Rp.500.Konsumsi untuk bidan Sub total Abate .2.500. 39.000.00 Rp 114.Sabun cuci tangan .00 Rp. 20.00 Rp 80.500.00 23 . 59.00 Rp 50.Konsumsi Sub total Kesekretariatan .Klip Sub total Posyandu Balita .Pembelian TOGA Sub total Pilar Pendidikan Kursus Komputer .000.500. 59.Pipa .000.500.00 Rp 40.Konsumsi .500/anak Rp 572.500.000.5.000.00 Rp 101. 0 Rp.

300.00 24 .028.TOTAL Rp 1.

Masyarakat di desa Clarak kurang mengerti akan perilaku hidup sehat dan bersih khususnya di dusun Krajan 1.BAB 3. dan membawa berbagai penyakit. Oleh sebab itu.Pengadaan Kredit Jamban ini menitikberatkan pada bidang kesehatan. program Kredit Jamban ini bekerja sama dengan pihak Puskesmas Leces. Jamban merupakan masalah utama di desa Clarak.A. 2014/2015 kelompok KKN 42 A membentuk POSDAYA yang belum terbentuk di Desa Clarak. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN 3. Peran masyarakat tersebut dapatdisalurkan melalui sebuah Posdaya. Kebiasaan membuang air besar di sungai merupakan kebiasaan yang buruk karena air sungai tersebut dapat tercemar. Pengadaan kredit jamban ini dapat bernilai dengan membutuhkan peran masyarakat. Salah satu solusi untuk menangani kebiasaan ini yang sudah turuntemurun yaitu dengan mengadakan kredit jamban. Pada pelaksanaannya. kotor. Perilaku membuang air besar di sungai sudah menjadi kebiasaan seharihari di dusun ini. Kelompok 42 A memfokuskan pada kegiatan Pengadaan Kredit Jamban yang ditinjau dari potensi dan kondisi lingkungan di Desa Clarak. Posdaya yang dibentuk ini bernama POSDAYA AMANAH yang bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Clarak. Struktur kepengurusan dari Posdaya adalah sebagai berikut: 25 .1 Hasil Kegiatan Program KKN Tematik Posdaya Gelombang II T. Desa Clarak merupakan desa yang letaknya di Kecamatan Leces dengan kondisi masyarakat yang minim akan kesadaran lingkungan sehingga masyarakat di Desa Clarak kurang memahami mengenali lingkungan yang bersih dan sehat. Desa Clarak memerlukan sebuah Posdaya untuk menstimulus masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Clarak. Hal ini dikarenakan rumah masyarakat yang dekat dengan sungai.

2 Pelaksanaan Kegiatan BidangKesehatan. yakni sebagai berikut: 1. 3.1 Bidang Kesehatan Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Posdaya oleh kelompok 42 A dalam bidang kesehatan. ligkungan dan ekonomi) beserta pengurus dan anggotanya. Pilar Kesehatan a.Struktur Kepengurusan Posdaya AMANAH Setelah terbentuk Posdaya yang menaungi empat pilar (kesehatan. 26 . Penyuluhan PHBS dan Cara Meminum Obat yang Baik Penyuluhan cara meminum obat yang baik dilaksanakan di SD Negeri Clarak. Sasaran program kerja ini adalah siswa kelas 6 SD Negeri Clarak. mahasiswa melakukan advokasi keberadaan Posdaya. Pendidikan dan Lingkungan 3.2. pendidikan.

5. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Manfaat diadakannya pengadaan penyuluhan PHBS dan cara minum obat yang baik adalah sebagai berikut: a. menyimpan antibiotik dan membuang antibiotik dengan benar.Program ini menjelaskan tentang bagaimana penggunaan antibiotik yang benar. c. PHBS ini penting dilakukan oleh kalangan masyarakat karena PHBS ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat tersebut. Menyadarkan siswa dan masyarakat akan pentingnya cara meminum obat yang baik. c. Meningkatkan semangat belajar dan prestasi siswa di sekolah. Dimulai dari bagaimana mendapatkan antibiotik. 2. Program kerja ini dilaksanakan bersamaan dengan penyuluhan PHBS. Obat juga merupakan kebutuhan penting hidup manusia karena tanpa adanya obat semua penyakit tidak akan cepat sembuh. Membantu menyadarkan siswa dan masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. b. tujuannya adalah efisiensi waktu sekaligus dana. Program ini perlu diberikan kepada siswa SD karena semakin meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan antibiotik yang sembarangan.00-10. Membantu meningkatkan semangat belajar dan prestasi siswa di sekolah. Menyadarkan siswa dan masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat. 4. meminum obat yang baik. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.00 di SDN Clarak khusunya siswa kelas 6. Pengadaan penyuluhan PHBS dan cara minum obat yang baik dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2015 pukul 09. Adapun yang termasuk PHBS di sekolah yaitu sebagai berikut: Mencuci tangan memakai sabun dan air bersih yang mengalir. PHBS merupakan singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan diadakannya pengadaan penyuluhan PHBS dan cara minum obat yang baik adalah sebagai berikut: a. bagaimana cara menggunakan antibiotik. d. Membuang dan memilah sampah pada tempatnya. 3. Membantu menyadarkan siswa dan masyarakat akan pentingnya cara 1. Jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat. Mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 27 . b. d. Semua masyarakat pasti mengenal namanya obat namun tidak semua masyarakat mengerti akan cara meminum obat yang baik. Olahraga secara rutin.

28 . Obat tidak boleh dibuang sembarangan. 2. Simpan dan Buang ) antibiotik serta adanya kendala dalam hal peminjaman viewer. Terdapat 4 macam bentuk-bentuk obat yaitu tablet. 3. Obat disimpan sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan. lihat tanggal kadaluarsanya. 7. Obat antibiotik harus dikonsumsi sampai habis. Antibiotik merupakan obat yang dapat membunuh bakteri. 4. Sebelum meminum obat. Obat yang digunakan dalam sosialisasi adalah antibiotik. Menghilangkan jentik-jentik nyamuk. Solusi untuk maslah yang ada yakni penjelasan mengenai DAGUSIBU Antibiotik dijelaskan dengan cara menarik dan tidak monoton serta meminjam viewer dari kantor kecamatan. 6. Kendala dari kegiatan ini adalah sulitnya mendapatkan perhatian siswa SD ketika penjelasan mengenai DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan.6. Tidak boleh meminum obat sekaligus 2 kali dari yang seharusnya. kapsul. Membuang air kecil dan air besar di jamban. 8. 5. Segera meminum obat setelah ingat. Adapun cara meminum obat yang baik yaitu sebagai berikut: 1. dan salep. sirup. Tidak menggunakan rokok. Kegiatan ini juga dilakukan dengan cara mengadakan kuis berhadiah setelah presentasi agar para siswa tidak jenuh dan senang akan adanya penyuluhan ini.

2) Ratakan sabun dengan kedua telapak tangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bantuan kerjasama dari pihak Puskesmas Jorongan dan mahasiswa KKN Universitas Airlangga. Untuk meningkatkan pemahaman siswa. Para siswa membuat barisan rapi dan secara bergantian setiap 6 siswa berjejer bersama diberikan sabun mempraktekkan cuci tangan sesuai dengan 7 langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar. dan kegiatan lainnya. 7) Gosokkan dengan memutar ujung jari – jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya. serta kapan waktu yang diperlukan untuk mencuci tangan. pada saat penyuluhan siswa diminta untuk mempraktekan langsung 7 langkah mencuci tangan di depan kelas. 5 dan 6. Setelah itu.. 5) Jari – jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci. setelah bermain. siswa ditunjukkan gambar serta video tentang 7 langkah mencuci tangan yang baik dan benar. para siswa diajak untuk praktek secara langsung diluar kelas untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun.b. begitu pula sebaliknya. 4) Gosok kedua telapak dan sela – sela jari tangan. Bahan yang digunakan adalah sabun. 3) Gosok punggung tangan dan sela – sela jari tangan kiri dan tangan kanan. Kegiatan ini berfokus pada siswa sekolah dasar karena kurangnya kesadaran dari para siswa tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. 6) Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya. 8) Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya. Langkah mencuci tangan yang baik dan benar adalah 1) Basuh tangan dengan air mengalir. air bersih. setelah buang air. Saat pelaksanaan penyuluhan siswa dijelaskan tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. seperti saat sebelum makan. Pada pelaksanaan kegiatan ini. Penyuluhan dan Praktek Cara Mencuci Tangan yang Baik Penyuluhan dan praktek program kerja ini dilaksanakan di SDN Clarak dengan sasaran siswa kelas 4. 29 .

Menyadarkan masyarakat akan pentingnnya kebersihan. c. b. Dengan dibantu Kader di bidang kesehaan Desa Clarak untuk menjaga kebersihan lingkungan d. dilakukan pembagian susu kotak kepada siswa SDN Clarak. Tujuan dari kegiatan pembagian abate ini. Manfaat sosialisasi tentang DBD adalah sebagai berikut : a. Membantu meningkatkan IPTEK dan kualitas hidup masyarakat. Teknis pelaksanaan program kerja ini diawali dengan pendekatan kepada warga Desa Clarak agar program tersebut mendapat dukungan dari warga sekitar. c. Setelah kegiatan praktek cuci tangan selesai. 30 . antara lain: 1) Membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti. Abate merupakan nama dagang dari temefos. Menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat. c. 10) Keringkan dengan lap tangan atau tissue atau dikibaskan sebanyak 15 sampai 20 kali. Publikasi dilakukan untuk memberikan informasi bagaimana perilaku yang benar menangani masalah penyakit DBD dan teknis pelaksanaan kegiatan. suatu insektisida golongan organofosfat yang efektif untuk membunuh larva nyamuk (terutama larva nyamuk Aedes aegypti) atau insekta air lainnya.9) Bilas kedua tangan dengan air. Meningkatkankesehatan dan kualitas hidup masyarakat. maka dilakukanlah sosialisasi dan publikasi. b. Menangani permasalahan lingkungan dalam bidang kesehatan . Membuat lingkungan menjadi lebih bersih. bersih dan rapi. Abate berbentuk bubuk kristal padat dan segera larut saat dimasukkan ke dalam air. Pembagian Abate Program kerja kesehatan yang kedua adalah pembagian abate yang dibagikan secara gratis. Sosialisasi dilakukan kepada warga dengan cara door to door diharapkan dapat membangun motivasi dan kesadaran warga untuk menangani jentik – jentik nyamuk dirumah masing-masing. Sosialisasi DBD Tujuan sosialisasi tentang DBD adalah sebagai berikut : a. Abate yang kami bagikan didapat dari Puskesmas Jorongan dan berjumlah 50 bungkus kecil abate.

Dalam melaksanakan program kerja pembagian abate ini terdapat permasalahan atau hambatan yang dialami.2) Mencegah terjadinya wabah DBD. Kecamatan Leces. Dari pencarian sponsor ini didapatkan bibit yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan untuk :  Memberikan pengetahuan akan manfaat tanaman sebagai obat  Meningkatkan kesadaran siswa akan besarnya potensi tanaman Indonesia. dilaksanakan mulai pukul 09. Program kerja pembagian abate berlangsung dengan lancar. Hambatan yang dialami yaitu masih banyak rumah warga yang tidak mendapatkan abate gratis. Pembagian abate ini. dan sirsak. mahkota dewa. binahong merah. Sasaran dari penyuluhan pemanfaatan TOGA ini adalah siswa kelas 4 dan 5 MI Hidayatul Islam. RT 3. kunyit. sehingga tidak semua rumah warga mendapatkan abate. Selain itu juga dilakukan swasembada bibit sebanyak 30 buah dengan 6 macam variasi tanaman. hal ini disebabkan karena abate yang kami dapat hanya berjumlah 50 bungkus kecil abate. kumis kucing. dilakukan kuis atau tanya 31 . Teknis pelaksanaan kegiatan ini yakni pencarian sponsor bibit tanaman TOGA. Kabupaten Probolinggo. dilaksanakan pada hari Rabu.00 WIB yang dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah warga. sambiloto. Dalam pelaksanaan program kerja ini. temulawak. dan RT 5. Pembagian abate di Desa Clarak. RT 2. Diakhir sesi. lidah buaya. 5 Agustus 2015. Penyuluhan dilakukan dengan menjelaskan nama tanaman dan manfaat tanaman tersebut. Penyuluhan diberikan dilapangan atau tempat tanaman akan ditanam. Tanaman yang disediakan yakni pecut kuda. RT 4. Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Kegiatan penyuluhan pemanfaatan TOGA ini merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan bersama dengan kegiatan penanaman TOGA diaman program kerja ini terselenggara dengan kerja sama bersama mahasiswa KKN Universitas Airlangga. jahe. dan langsung memberikan abate serta menjelaskan kegunaan abate itu dan cara penggunaannya di Dusun Krajan I yang terdiri dari RT 1. masyarakat juga memberikan respon yang positif yaitu dengan langsung meletakkan abate yang telah diberikan ke dalam bak mandi di rumah mereka masing-masing. e.

Untuk memberikan nutrisi tambahan yang baik untuk perkembangan balita. f. Susu aman dan baik diminum oleh balita sehingga mahasiswa KKN memberikan makanan tambahan yaitu susu.00 WIB di Balai Desa Clarak. Tujuan dilakukannya kegiatan pemberian makanan tambahan balita di posyandu dusun Krajan 1 dan edukasi pentingnya nutrisi bagi balita adalah sebagai berikut: a. Memberikan nutrisi tambahan yang baik untuk perkembangan balita. Siswa yang berhasil menjawab kuis dengan tepat akan mendapatkan hadiah dari panitia. Pemberian Makanan Tambahan Balita di Posyandu Dusun Krajan 1 dan Edukasi Pentingnya Nutrisi Bagi Balita Progam kerja ini dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2015 pukul 09. c. Manfaat dilakukannya kegiatan pemberian makanan tambahan balita di posyandu dusun Krajan 1 dan edukasi pentingnya nutrisi bagi balita adalah sebagai berikut: a. dan pemberian makanan tambahan balita oleh kader polindes dan mahasiswa KKN 42. Untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya makanan tambahan untuk nutrisi balita. 32 . Nutrisi tambahan yang diberikan mahasiswa KKN 42 adalah susu. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN 42. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya makanan tambahan untuk nutrisi balita.jawab untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Membantu kegiatan bidan dan para kader polindes dalam pemeriksaan balita dan pemberian makanan tambahan oleh polindes. Sebenarnya kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan oleh polindes sehingga mahasiswa KKN 42 hanya membantu dalam pemeriksaan balita dan memberi nutrisi bagi balita.0011. Untuk membantu kegiatan bidan dan para kader polindes dalam pemeriksaan balita dan pemberian makanan tambahan oleh polindes. Susu merupakan makanan tambahan yang baik buat balita karena mengandung berbagai nutrisi yang dapat membantu perkembangan balita. b. b. c. bidan dan para kader polindes di desa Clarak. Teknis pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan balita oleh kader polindes yang dibantu oleh mahasiswa KKN 42 kemudian pemberian imunisasi dan vitamin balita oleh bidan polindes.

Solusi untuk kendala yang ada adalah sebagai berikut : . Solusi untuk permasalahan ini adalah mahasiswa KKN 42 merayu balita tersebut untuk diukur tinggi badannya dan berat badannya. cara mencegah hipertensi. penyebab hipertensi. obat-obat herbal yang dapat 33 .Masalah yang terdapat pada kegiatan ini adalah terdapat balita menangis karena tidak ingin diukur tinggi badannya dan berat badannya. h. serta pemberian obat gratis kepada pasien.Adanya kendala dalam bahasa sehingga mempersulit komunikasi - dengan pasien. Obat-obatan yang diberikan dari polindes terbatas. g. Memberikan saran kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan ke dokter sehingga pasien dapat mendapatkan terapi farmakologi dengan tepat. Penyuluhan Hipertensi dan Pengadaan Tensi Gratis Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu lansia. untuk selanjutnta dapat diberikan terapi farmakologis maupun terapi nonfarmakologi. Kegiatan yang dilakukan pada posyandu ini meliputi pemeriksaan kadar asam urat dan glukosa (bagi pasien dengan riwayat diabetes). Sehingga dengan adanya pemeriksaan ini dapat diketahui pasien dengan kadar asam urat tinggi. Terapi nonfarmakologi yang diberikan mencakup perbaikan gaya hidup dari pasien sedangkan terapi farmakologi adalah dengan pemberian obatobatan. Posyandu Lansia dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Posyandu lansia di Dusun Krajan 1 merupakan satu-satunya posyandu lansia yang ada. Posyandu ini memiliki anggota sekitar 40 orang. Teknis kegiatan yaitu para lansia yang telah datang terlebih dahulu diberikan penyuluhan tentang pengertian hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2015. Pemeriksaan kadar asam urat dipilih karena asam urat merupakan salah satu penyakit yang paling sering mengganggu lansia. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah : . sehingga tidak semua pasien mendapatkan terapi farmakologi yang tepat.Meminta bantuan pada mahasiswa KKN yang mengerti bahasa madura - untuk membantu komunikasi. konsultasi kesehatan.

jika terdapat kelainan atau ketidaknormalan tekanan darah pada pasien. 3. Data yang didapat selanjutnya diolah dan dibuat dalam bentuk peta. maka dilakukan konsultasi dengan mahasiswa kedokteran dari Universitas Jember. Melalui data ini. disepakati bahwa pengajaran mata pelajaran bahasa inggris ini akan diberikan untuk kelas 4. dapat diketahui masyarakat Dusun Krajan 1 tergolong dalam kategori mana serta dapat memperoleh gambaran mengenai maslah utama yang terdapat dalam Dusun Krajan 1. Mengajar Bahasa Inggris Kegiatan mengajar bahasa inggris di SDN Clarak ini dilakukan karena tidak adanya mata pelajaran bahasa inggris di SDN Clarak. Berdasarkan keterangan kepala sekolah SDN Clarak. maka konsultan akan memberikan saran kepada pasien untuk memeriksakan diri ke dokter. mata pelajaran bahasa inggris ini telah lama kosong dan digantikan dengan mata pelajaran lainnya seperti seni dll. Sedangkan maslah yang paling utama pada masyarakat Dusun Krajan 1 adalah masalah kesehatan. 5 dan 6. Kelas 4 34 . Pendataan Keluarga pendataan keluarga dilakukan untuk melengkapi data borang yang berasal dari LPM Universitas Jember. Jika ketidaknormalan tekanan darah pasien termasuk kategori parah. Kekosongan ini terjadi akibat tidak adanya guru bahasa inggris di SDN Clarak. Pendataan keluarga ini dilakukan dengan wawancara dan survei langsung ke warga masyarakat Dusun Krajan 1. b.2 Bidang Pendidikan a.2. Hasil yang didapat adalah rata-rata masyarakat Dusun Krajan 1 termasuk dalam kategori Keluarga Sejahtera 2. Data borang yang perlu diisi berupa data tentang penggolongan kesejahteraan masyarakat. Setelah melakukan konsultasi dengan kepala sekolah serta sejumlah dewan guru. Jadwal masing-masing kelas adalah sebagai berikut : i.digunakan untuk membantu mengatasi hipertensi serta terapi nonfarmakologis yakni dengan perbaikan gaya hidup. Saran yang diberikan kepada pasien lebih menitikberatkan pada terapi nonfarmakologis mengingat keterbatasan obat-obatan yang tersedia di Polindes. Selanjutnya. serta dengan melihat data keluarga yang terdapat di Balai Desa. tekanan darah pasien lansia diperiksa.

Kamis.15 – 10. iii. d.30 WIB Akan tetapi. c. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada siswa SMK bahwa biaya bukanlah suatu masalah untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Pelatihan yang diberikan meliputi cara mengetik dan menjalankan program Microsoft Word.30 WIB Kelas 5 Sabtu. 09. 11. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2015 di SMK Hidayatul Islam dengan sasaran siswa kelas XII SMK. pukul 09. Diakhir sesi pertemuan.15 – 10.00 – 12. Sehingga. Manfaat pembelajaran/kursus komputer ini adalah membantu meningkatkan IPTEK dan kualitas hidup masyarakat. Kursus Komputer Pada program ini Kelompok KKN 42 A melakukan kegiatan pembelajaran komputer terhadap anak – anak SD Clarak kelas 6. Teknis pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada para siswa. jadwal menajar untuk kelas 5 terbentur ii. diputuskan mengajar untuk bahasa inggris hanya diberikan kepada siswa kelas 4 dan 6 saja. siswa diminta untuk mengerjakan tugas yang diberikan dan pembagian hadiah pada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan. Melalui sosialisasi ini diharapkan siswa termotivasi untuk melanjutkan studi sehingga secara tidak langsung dpaat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan pada masyarakat Desa Clarak. pada pelaksanaannya. Selanjutnya diberikan game untuk mengasah kreatifitas siswa sekaligus sarana untuk lebih mendekatkan diri pada siswa. Pembelajaran computer ini sangat penting karena siswa akan lebih mngerti dalam pengembangan IPTEK. Sosialisasi Beasiswa Program kerja sosialisasi beasiswa ini merupakan salah satu program kerja di bidang pendidikan. dengan jadwal untuk pertemuan seminggu sekali (Persuli) dengan Dosen Pembimbing Lapang. Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan kegiatan ini adalah sulitnya 35 .00 WIB Kelas 6 Rabu.

Rangakaian acara yang dilaksanakan adalah lomba-lomba seperti lomba tarik tambang.3 Bidang Lingkungan a. Maka. Perayaan Hari Kemerdekaan (Lomba dan Jalan Sehat) Perayaan hari kemerdekaan ini terselenggara berkat kerjasama antar mahasiswa KKN Universitas Jember dan Universitas Airlangga. Penyuluhan Pemberian Pupuk Organik Penyuluhan Pemberian Pupuk Organik dari Ikan Sardinella Lemuru untuk Tanaman Bawang Merah pada Petani Bawang Merah. g) Adanya kericuhan selama kegiatan lomba tarik tambang berlangsung. lomba lari estafet. Penyuluhan pemberian 36 . g) Rapat dilakukan ketika malam hari atau melakukan koordinasi melalui media komunikasi handphone/online. Sedangakan solusi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 42 adalah sebagai berikut : f) Mencari sponsor untuk membantu berjalannya acara dan melakukan pengumpulan dana secara swadaya. i) Membatasi jumlah peserta untuk efisiensi waktu. lomba makan kerupuk.mendapatkan perhatian siswa SMK ketika melakukan sosialisasi selain itu adanya jadwal kegiatan dari kelompok KKN 42 B dan KKN Universitas Airlangga membuat penentuan waktu/jadwal untuk kegiatan ini sedikit rumit. lomba dandan ibu-ibu dan puncak acara yakni jalan sehat bersama warga Desa Clarak. lomba memasukkan paku ke dalam botol. demi lancarnya acara dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan jadwal/waktu untuk kegiatan ini. i) Peserta jalan sehat lebih sedikit dari yang ditargetkan. e. lomba menangkap belut. Kendala yang dihadapi selama kegiatan berlangsung adalah : f) Sulitnya menentukan waktu untuk melakukan rapat koordinasi dengan pihak mahasiswa KKN Universitas Airlangga. h) Meminta bantuan Badan Keamanan Desa untuk menjaga keamanan selama lomba berlangsung. lomba sepak bola sarung. j) Melakukan evaluasi untuk publikasi ke masyarakat. namun waktu yang ada terbatas. 3. h) Banyaknya peserta lomba (terutama lomba anak-anak) yang ingin ikut berpartisipasi. Acara ini berlangsung selama 2 hari yakni dimulai pada 15 Agustus sampai 16 Agustus 2015. lomba membawa kelereng dengan sendok.

pupuk organik ini dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2015 pukul 07. Penyuluhan pemberian pupuk organik ini bertujuan agar petani lebih mengerti perbedaan pupuk organik dan pupuk kimia. Tanaman bawang merah yang diberi pupuk organik 37 .00-09.Kegiatan ini sangat menarik melihat antusias petani bawang merah yang banyak meminta pupuk organik (TSM) tersebut untuk tanaman bawang merahnya. Pupuk ini dapat digunakan di berbagai tanaman namun takaran pupuk yang digunakan tidak sama. Pupuk organik ini digunakan dengan dua cara yaitu penyemprotan langsung ke tanaman bawang merah dan pengocoran langsung ke tanah yang terdapat tanaman bawang merah. dan meningkatkan hasil tanaman bawang merah menjadi dua kali lipat dari biasanya. Pupuk organik (TSM) menunjukkan hasil yang sangat memuaskan dengan melihat perbedaan tanaman bawang merah yang telah diberi pupuk organik tersebut dengan tanaman bawang merah yang tidak diberi pupuk organik tersebut. Pupuk organik ini aman digunakan karena tidak berbahaya namun dapat menyuburkan tanaman dan menghasilkan tanaman yang lebih baik dari biasanya. menyadarkan petani akan bahayanya pupuk kimia bagi masyarakat. dan membantu petani untuk menghasilkan bawang merah yang lebih berkualitas. Tanaman yang diberi pupuk organik ini adalah bawang merah karena tanaman ini yang paling banyak ditanam para petani di desa Clarak.00 WIB langsung di sawah salah satu petani di desa Clarak. mengurangi pengeluaran petani karena pupuk organik ini harganya lebih murah. Mahasiswa KKN 42A memberikan praktek penyemprotan dan pengocoran pupuk organik (TSM) langsung ke sawah salah satu petani tersebut sehingga diharapkan petani lebih mengerti. Petani-petani bawang merah dikumpulkan di sawah untuk diberikan edukasi tentang pupuk organik (TSM) dan diberikan penjelasan tentang cara pemakaian pupuk tersebut pada tanaman bawang merah. Penyemprotan langsung ke tanaman bawang merah menggunakan setengah gelas aqua pupuk organik (TSM) ditambah air sebanyak 17 L karena menggunakan tangki 17 L sedangkan pengocoran langsung ke tananh yang terdapat tanaman bawang merah menggunakan 3 tutup botol pupuk organik (TSM) ditambahi air sebanyak 1 timba. Manfaat penyuluhan pemberian pupuk organik ini yaitu untuk menyadarkan petani akan bahayanya pupuk kimia.

Penanaman TOGA ini dilaksanakan pada hari Jumat. dan daun sarap. 3) Menambah nilai keasrian dan kesejukan halaman pekarangan rumah. antara lain: 1) Melengkapi obat-obatan keluarga yang bersifat tradisional.00 WIB sampai dengan pukul 11. akan menghasilkan pendapatan tambahan. Tujuan dilakukan penanaman TOGA ini. 4) Jika dapat dikelola dengan baik. TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Adanya TOGA dapat berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional. 14 Agustus 2015. yaitu pemberdayaan pembangunan untuk 38 . dilakukan oleh anak-anak MIS Hidayatul Islam kelas 4. Masalah yang terdapat pada kegiatan ini adalah terdapat petani yang ingin mendapatkan pupuk organik (TSM) dua botol karena lahnnya yang luas. Penanaman TOGA dimulai pukul 07. Penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Program kerja dalam bidang lingkungan adalah penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Hasil ini menunjukkan bahwa pupuk organik (TSM) tersebut cocok untuk tanaman bawang merah. Dalam melaksanakan program kerja penanaman TOGA. 5. Posdaya ini dibentuk bukan untuk mengganti pelayanan sosial ekonomi yang telah ada didalam masyarakat. Pelaksanaan program kerja ini. pecut kuda. Tanaman TOGA yang ditanam antara lain mahkota dewa. 5) Menambah nilai estetika bila ditata dengan apik dan rapi.terlihat daunnya lebih segar dan bawang yang masih muda di akarnya terlihat lebih besar. 3. melainkan dibangun sebagai forum untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan terpadu yang dinamis. kami bekerjasama dengan KKN kelompok 42B Universitas Jember dan KKN kelompok 52 Universitas Airlangga.00 WIB di Pondok Pesantren Hidayatul Islam Desa Clarak. binahong. 2) Memberi contoh cara pemanfaatan lingkungan pekarangan. b. Solusi untuk permasalahan ini adalah memberikan penjelasan terhadap petani tersebut bahwa jumlah pupuk yang diberikan oleh kampus terbatas dan dibagi rata ke petani lainnya. sambiloto. kumis kucing. dan 6.3 Pembahasan Posdaya yang berhasil dibentuk oleh kelompok KKN 42 A adalah Posdaya AMANAH dengan fokus bidnag adalah bidnag kesehatan.

Hal ini ditandai dengan datangnya seluruh kader yang telah ditunjuk dan yang telah diberi undangan secara resmi oleh pihak mahasiswa KKN 42 A. Pembentukan posdaya yang terlaksana di Dusun Krajan 1 Desa Clarak dapat dikatakan memuaskan karena partisipasi dari kader-kader yang antusias terhadap adanya posdaya baru di Dusun Krajan 1. Terbentuknya posdaya mencakup kegitan lain seperti terbentuknya struktur organisasi kepengurusan posdaya. dan untuk masyarakat. dari. Posdaya dalam melaksanakan tugasnya adalah merancang kegiatan sesuai dengan kemampuan masyarakat dan anggotanya sehingga pelaksanaan kegiatan itu bisa dilakukan oleh. RW. serta tempat sebagai Sekretariat di rumah Bapak Ja’far Shidiq RT.1 Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Selain itu posdaya “Amanah” ini telah diresmikan dengan dilengkapi SK (Surat Keputusan) dan Sertifikat dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNEJ kepada Posdaya Amanah.seluruh anggota keluarga dan masyarakat luas yang saling terkait. 39 .04. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).Kegiatan tersebut harus dilaksanakan atas kemampuan dan swadaya masyarakat sebagai upaya memberdayakan keluarga sejahtera dan membangun kesejahteraan masyarakat secara luas. Capaian dari pembentukan posdaya ini adalah terbentunya posdaya yang telah disepakati nama posdaya yaitu “Amanah”.

BAB 4. b. penguatan posyandu dan penyuluhan perilaku hidup sehat kepada siswa SD. hal ini dapat dibuktikan melalui pembentukan Posdaya yang merupakan salah satu upaya menguatkan pemberdayaan masyarakat. diselenggarakan juga lomba-lomba dan jalan sehat bersama warga Desa Clarak dalam rangkan memperingati Hari Kemerdekaan Nasional sekaligus sebagai salah satu meningkatkan rasa nasionalisme pada masyarakat Desa Clarak. pemeriksaan kesehatan gratis. Bidang Pendidikan Program kerja di bidang pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 42 A Dusun Krajan 1 Desa Clarak dilakukan dengan tujuan memperluas pengetahuan siswa SDN Clarak. Kegiatan dalam bidang kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 42 A di Dusun Krajan 1 Desa Clarak bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Krajan 1 Desa Clarak mengenai pentingnya perilaku hidup sehat. Bidang Lingkungan 40 upaya untuk . c. pembagian Abate. mahasisiwa KKN 42 A Universitas Jember berhasil membentuk Posdaya yakni Posdaya Amanah Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. PENUTUP 4.1 Kesimpulan KKN merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat membantu masyarakat untuk menjadi lebih mandiri. Bidang Kesehatan Bidang kesehatan merupakan bidang yang menjadi fokus Posdaya Amanah. Selain itu. Program ini bekerja sama dengan Puskesmas Leces. Word dan bahasa inggris. dengan program kerja sebagai berikut : a. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan akan pentingnya jamban melalui program sosialisasi “Kredt Jamban”. Hal ini dicapai dengan mengajarkan siswa SDN Clarak ketrampilan komputer program Ms. Pada pelaksanaanya. Kegiatan lain yang dilakukan antara lain penanaman TOGA.

4. pendidikan. Selain itu. Mahasiswa lebih memberdayakan masyarakat terutama anggota Posdaya untuk terlibat dalam pelaksanaan program kerja. LPM Universitas Jember terus memantau perkembangan Posdaya-Posdaya yang telah terbentuk. 4. ekonomi dan lingkungan.Kegiatan di bidang lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 42 A Dusun Krajan 1 Desa Clarak Kecamatan Leces adalah dengan menanam tanaman obat keluarga dan penyuluhan sekaligus praktek pemberian pupuk organik untuk tanaman bawang.2 Saran Saran yang dierikan oleh Kelompok 42 A adalah : 1. pilar mana yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Perlunya dukungan dari pihak-pihak lain seperti instansi pemerintahan. Mahasiswa KKN lebih peka terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga program kerja yang dijalankan maupun Posdaya yang terbentuk dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan dan kemajuan masyarakat. mahasiswa juga harus dapat mengetahui dari keempat pilar yang ada yakni kesehatan. LSM dan lembaga-lembaga lain yang terkait. 2. 5. Sehingga. 41 . Posdaya yang terbentuk akan terus bermanfaat bagi masyarakat. Posdaya yang terbentuk diharapkan mampu memberikan solusi/penyelesaian terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. 3.

id/Subjek/view/id/26 [12 Agustus 2015] Kementrian Kesehatan RI.org/movev. 2013. 2015. Panduan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Monitoring Data.bps. Badan Pusat Statistik.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jember : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember. 2015.go. Manusia. http://stbm- indonesia. Jakarta : Danamandiri. Indeks Pembangunan http://www. Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember. 2015. 42 . Pedoman Pendataan Dan Pemetaan Keluarga Dalam Rangka Pemberdayannn Masyarakat Melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). [12 Agustus 2015].