Status Asmatikus

Pengertian Status Asmatikus
Status asmatikus adalah suatu keadaan darurat medik yang lain, bila tidak diatasi dengan
secara cepat dan tepat kemungkinan besar akan terjadi kegawatan medik yakni kegagalan
pernafasan. Pada status asmatikus selain spasme otot-otot broncus terdapat pula sumbatan
oleh lendir yang kental dan peradangan. Faktor-faktor ini yang terutam menyebabkan
refrakternya serangan asma ini terhadap obat-obatan bronkodilator.
Etiologi Status Asmatikus
Mekanisme pemacu serangan akut terjadi bermacam-macam : alergen, kerja fisik, insfeksi
virus pada jalan nafas, ketegangan emosional, perubahan iklim dan beberapa janis obat seperti
aspirin.
Ketidak seimbangan modulasi adenergic dan kolinergic dari broncus.
Sering terdapat riwayat penyakit dalam keluarga, anak laki-laki sering terkena dari pada anak
perempuan.
Biasanya mempunyai alergi dengan kadar IgE meninggi (asma atopic/aksentrik berkaitan
dengan keadaan alergi lain sperti eksema fifer).
Asma instrinsik terjadi pada penderita non atopic yang lebih tua.
Patofisiologi Status Asmatikus
Banyak faktor pencetus status asmatikus yakni asma berat. Status asmatikus diawali
serangan asam biasa, yang dalam perjalannya kemudian resisten terhadap bronkudilator jadi
kebanyakan status asmatikus ditimbulkan oleh faktor-faktor pencetus yang biasa seperti :
1.
Infeksi alat pertnafasan
Bakterial
Nonbakterial
2.
Alergen
Inhalan : debu rumah, tungau, tepung sari, serpihan binatang, bulu,jamur.
Ingestan : susu sapi, telur, ikan, buah-buahan, biji-bijian dan sebagainya.
3.
Kegiatan Jasmani
Terutam lari : diperberat bila cuaca dingin
4.
Keadaan emosi
Emosi yang meluap
Marah, takut
Tertawa/menagis
5.
Konflik dalam keluarga
Ketegangan di rumah
Proteksi yang berlebihan
6.
Cuaca
Perubahan cuaca
Kabut, angin
Cuaca dingin
7.
Lain-lain.
Aspirin

setelah 30 menit dilakukan evaluasi. Kortikosteroid Kortikosteroid dosis tinggi. Chesnutt. 2. Nadi cepat Penatalaksanaan 1. Aminofilin injeksi Diberikan dengan dosis 5-6 mg/kg berat badan diencerkan dalam larutan deksrose 5% sama banyak secara i. usaha bernafas dengan keras. Prendergast. terhadap penderita dilakukan pemantauan mengenai klinis dan nilai APE setiap 15 menit. hidrokortison 200mg intravena atau metilprednison injeksi atau tablet 30-60 mg atau keduanya. 2015. yang timbul intermiten dan wheezing pada waktu inspirasi. Gejala yang menonjol.Anti biotik dan sebagainya Tanda dan gejala Status Asmatikus 1. Thomas J.5-5 mg secara nebulisasi. ATLS American College of Surgeon 9th. Injeksi agonis β2 atau simpatomimetik lainnya. 4.5-5 mg atau terbutalin 2. 3. 2. Setelah dilakukan pengobatan awal dengan bronkodilator dan steroid. baik dengan kanula hidung atau sungkup unuk mencegah dan mengatasi hipoksemia. Gelisah. b. Inhalasi agonis β2 dosis tinggi Diberikan salbutamol 2. 2012 Mark S. atau kombinasi agonis β2 melalui inhalasi dengan nebulasi. Antikolinergik Ipraropin bromid.sukar bernafas. lebih sering terutama pada malam hari. Bernafas melalui sela-sela bibir 5. Steroid pilihan adalah yang bekerja cepat. Mc Graw Hill Education. c. . dapat diulang setiap 20 menit dalam 1 jam. Oksigen Selalu diberikan. salbutamol. Sianosis 6. Batuk-batuk dengan lendir yang lengket : kesulitan pada ekspektoransi 3. d. Takipnea 7.5-1 ml subkutan diulang setelah 30 menit.v 10-15 menit. Asthma dalam Current Medical Diagnosis and Treatment 2015. terbutalin atau orsiprenalin dapat diberikan 0. Skill Station VII : Chest Trauma Management. Bronkodilator: a.