LAPORAN MANAJEMEN

Desember 2015

PROGRAM PENATALAKSANAAN KASUS MALARIA

DISUSUN OLEH:
NAMA

: OKTOVIANDRI SAPUTRA

STAMBUK

: N 111 13 037

PEMBIMBING : dr. SYAHRIAR
drg. HERMIYANTI, M. Kes

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2015

1

Hal ini tercermin dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor : 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004-2009 yang intinya malaria termasuk penyakit prioritas yang perlu ditanggulangi.BAB I PENDAHULUAN 1. preventif. Untuk mencapai hasil yang optimal upaya preventif dan kuratif tersebut harus dilakukan dengan berkualitas dan terintegrasi dengan program lainnya. Angka kesakitan dan kematian malaria di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan trend menurun. apabila tidak dilakukan penanganan yang memadai. Pemerintah memandang malaria masih sebagai ancaman terhadap status kesehatan masyarakat terutama pada rakyat miskin yang hidup di daerah terpencil. Penanggulangan malaria dilakikan secara komprehensif dengan upaya promotif. Latar Belakang Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. 2 . Walaupun demikian kemungkinan besar penyakit ini meningkat bahkan mewabah.1. dan kuratif hal ini bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah KLB.

Apa saja permasalahan yang menjadi kendala dalam mencapai target cakupan program penatalaksanaan kasus malaria di Puskesmas Donggala? 3 . Bagaimana pelaksanaan program penatalaksanaan kasus malaria di Pukesmas Donggala? 2. Bagaimana prosedur program penatalaksanaan kasus malaria di Pukesmas Donggala? 3.1. permasalahan terkait program penatalaksanaan kasus malaria yang akan dibahas antara lain : 1. Bagaimana pencapaian target cakupan program penatalaksanaan kasus malaria di Puskesmas donggala? 4. Identifikasi Masalah Pada laporan manajemen ini.2.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan 2. dengan kelompok masyarakat serta sebagian besar diselenggarakan bersama masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas 4 .1. Dalam sistem pemerintahan daerah. Terdapat tiga fungsi utama puskesmas. Pusat pelyanan kesehatan tingkat dasar Upaya pelayanan yang diselenggarakan meliputi:  Pelayanan kesehatan masyarakat yang mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. yaitu: 1. Fungsi pelayanan kesehatan tersebut dapat dikelompokkan dalam upaya kesehatan perorangan strata pertama yang bersifat private goods seperti penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan perorangan. Puskesmas Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ialah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pusat pemberdayaan masyarakan di bidang kesehatan 3. dan upaya kesehatan masyarakan yang bersifat public goods seperti promosi kesehatan dan penyehatan lingkungan. Kedudukan puskesmas dalam sistem kesehatan nasional merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health services). puskesmas merupakan organisasi struktural dan berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang bertanggung jawab langsung terhadap kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

keluarga.867 Jiwa. yang terdiri dari laki-laki 22.514 Jiwa dan perempuan 21. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan. letak UPT Puskesmas Donggala berbatasan dengan wilayah sebagai berikut : a. Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Palu c. Visi Puskesmas Donggala adalah “Menjadikan Puskesmas pilihan utama masyarakat Donggala ” Misi Puskesmas Donggala: a. rawat inap yang bermutu efektif. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Lembasada d. merata dan terjangkau bagi masyarakat Donggala dan sekitarnya. 5 .353 Jiwa. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar Jumlah Penduduk wilayah kerja UPT Puskesmas Donggala 43. b. efisien. masyarakat dan Lingkungan. Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayan kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluaga pada umunya melalui upaya rawat jalan dan rujukan Puskesmas Donggala Puskesmas Donggala merupakan salah satu Puskesmas di wilayah Kabupaten Donggala yang mempunyai wilayah kerja 22 Desa/Kelurahan. Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Palu b. Memelihara dan meningkatkan Kesehatan individu.

Meningkatkan kesejatraan karyawan dan staf sebagai aset yang berharga bagi Puskesmas. d. Mendorong kemandirian masyarakat Donggala untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan baik promotif. perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan.2. Kebijakan Nasional Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia Penentuan kebijakan dan metode pengendalian penyakit kusta sangat ditentukan oleh pengetahuan epidemiologi kusta. Motto : “ KEPUASAAN DAN KESEMBUHAN ANDA ADALAH HARAPAN KAMI “ 2. preventif maupun kuratif.c. Kemoprofilaksis malaria 2. Upaya pemutusan mata rantai penularan penyakit malaria dapat dilakukan melalui: 1. Terapi ACT 6 .

pengobatan cepat dan tepat. Upaya untuk menekan angka kesakitan dan kematian dilakukan melalui program pemberantasan malaria yang kegiatannya antara lain meliputi diagnosis dini.Berikut ini adalah mata rantai penularan malaria. 7 . Indikator lain yang perlu diperhatikan adalah target MDGs yaitu angka kematian malaria dan proporsi balita yang tidur dalam perlindungan kelambu berinsektisida dan proporsi balita yang diobati. surveilans dan pengendalian vektor yang kesemuanya ditujukan untuk memutus mata rantai penularan malaria. pada tahun 2015 menjadi 1 per 1. Indikator keberhasilan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 20102014 adalah menurunkan angka kesakitan malaria dan kematian penyakit malaria.000 penduduk dari baseline tahun 1990 sebesar 4.000 penduduk.7 per 1.

Pemakaian Kelambu Pemakaian kelambu adalah salah satu dari upaya pencegahan penularan penyakit malaria. Beberapa upaya pengendalian vektor yang dilakukan misalnya terhadap jentik dilakukan larviciding (tindakan pengendalian larva Anopheles sp secara kimiawi. Namun perlu ditekankan bahwa pengendalian vektor harus dilakukan secara REESAA (rational. suntainable. biological control ( menggunakan ikan pemakan jentik). pengendalian vektor. affective dan affordable) mengingat kondisi geografis Indonesia yang luas dan bionomik vektor yang beraneka ragam sehingga pemetaan breeding places dan perilaku nyamuk menjadi sangat penting. Pengendalian Vektor Untuk meminimalkan penularan malaria maka dilakukan upaya pengendalian terhadap Anopheles sp sebagai nyamuk penular malaria. Untuk itu diperlukan peran pemerintah daerah. Melalui bantuan Global Fund (GF) komponen malaria ronde 1 dan 6 telah dibagikan kelambu berinsektisida ke 16 provinsi. efisien. dan lain-lain. Pengendalian terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan penyemprotan dinding rumah dengan insektisida (IRS/ indoors residual spraying) atau menggunakan kelambu berinsektisida. a. menggunakan insektisida).Upaya pengendalian yang dilaporkan melalui Program Terdapat beberapa upaya yang dilakukan dalam program pencegahan malaria seperti pemakaian kelambu. 8 . seluruh stakeholders dan masyarakat dalam pengendalian vektor malaria. manajemen lingkungan. effective. b.

Pemeriksaan Sediaan Darah (SD) Untuk diagnosis malaria salah satu yang perlu dilihat adalah pemeriksaan sediaan darah. tahun 2010 sebesar 64. Diagnosis dan Pengobatan Selain pencegahan. Tahun 2009 dan 2010 malaria klinis yang diperiksa sedian darahnya sudah di atas 50% (tahun 2009 sebesar 75. 9 .698 malaria klinis diperiksa sediaan darahnya hanya 921. Pada tahun 2008 dari 1. jangkauan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat malaria. Cakupan Pengobatan ACT Pengendalian malaria selalu mengalami perkembangan.18%). Untuk pemeriksaan sediaan darah dari tahun 2008 sampai tahun 2010 terjadi peningkatan penderita malaria klinis yang diperiksa sediaan darahnya. Pencapaian ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan dukungan dari pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjaminan ketersediaan bahan/reagen lab/mikroskospis malaria. kemampuan petugas kesehatan.44%). diagnosis dan pengobatan malaria juga merupakan upaya pengendalian malaria yang penting. Dulu malaria diobati dengan klorokuin. saat ini telah dikembangkan pengobatan baru dengan tidak menggunakan obat tunggal saja tetapi dengan kombinasi yaitu dengan ACT (Artemisinin-based Combination Therapy). setelah ada laporan resistensi.Upaya pengendalian yang dilaporkan melalui Pasien a. salah satunya dalam hal pengobatan.61%.912.599 (48.

yang mendapatkan bahwa pengobatan efektif baru mencapai 33%. 10 . dari 1.Pada tahun 2010. sehingga perlu ada upaya baik dari pemerintah daerah dan pusat agar lebih yang memperhatikan aksesibilitas/jangkauan pelayanan penderita malaria dan ketersediaan obat dan tenaga kesehatan di daerah risiko tinggi malaria. dan dari yang positif malaria. Pencapaian ini jauh lebih tinggi daripada laporan Riskesdas tahun 2010.676 (89.394 kasus yang positif menderita malaria. 211.17%) mendapat pengobatan ACT.626 kasus malaria klinis yang diperiksa sediaan darahnya terdapat 237.191. Sebahagian besar pengobatan belum efektif.

Tatalaksana program 1.BAB III PEMBAHASAN Program penatalaksanaan kasus malaria di Puskesmas Donggala dikelola oleh seorang ahli analisis kesehatan. yang sesuai dengan pedoman penatalaksanaan malaria nasional. Diagnosis Diagnosis malaria di puskesmas Donggala ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sediaan apusan darah. Pengobatan Regimen yang saat ini digunakan di Puskesmas Donggala untuk mengobati malaria adalah regimen ACT. Adapun program kerja yang dilakukan di Puskesmas Donggala terkait dengan penanggulangan malaria antara lain: Tatalaksana pasien 1. 2.. Pemakaian kelambu Kegiatan ini berupa pembagian kelambu gratis dari pemerintah untuk mencegah gigitan nyamuk Anopheles sp. 2. namun kegiatan ini tidak dilakukan karena keterbatasan kelambu berinsektisida. Beberapa upaya 11 . pemeriksaan sediaan darah merupakan pemeriksaan baku emas untuk diagnosis malaria. dalam hal ini. Pengendalian vektor Untuk meminimalkan penularan malaria maka dilakukan upaya pengendalian terhadap Anopheles sp sebagai nyamuk penular malaria.

manajemen lingkungan.Kurangnya perhatian manusia program masyarakat satunya fasilitas layanan primer yang mengenai bahaya penyakit malaria ada di kota Donggala selain Puskesmas Lembasada Luasnya daerah cakupan Puskesmas Donggala 12 .pengendalian vektor yang dilakukan misalnya terhadap jentik dilakukan larviciding (tindakan pengendalian larva Anopheles sp secara kimiawi. menggunakan insektisida). biological control ( menggunakan ikan pemakan jentik). Pengendalian terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan penyemprotan dinding rumah dengan insektisida (IRS/ indoors residual spraying) atau menggunakan kelambu berinsektisida. Namun kegiatan ini tidak terlaksana karena keterbatasan sumber daya. dan lain-lain. Analisis SWOT Strength Weakness Adanya fasilitas sendiri untuk melakukan Kurangnya sumber pemeriksaan mengelola darah tepi untuk untuk daya mendiagnosis malaria penanggulangan malaria Opportunities Threat Puskesmas Donggala merupakan satu.

13 . Kesimpulan 1. Saran 1. 2. Permasalahan yang menjadi kendala dalam mencapai target cakupan program penatalaksanaan malaria di Puskesmas Donggala adalah sumber daya manusia yang masih kurang.BAB IV PENUTUP 4.1.1. Kegiatan program penatalaksanaan malaria secara umum dibagi menjadi 2 yaitu tatalaksana pasien dan tatalaksana program. 4. 2. 3. Program kerja penatalaksanaan malaria di Puskesmas Donggala yang telah dilakukan adalah tatalaksana pasien. Kegiatan penemuan pasien harus lebih sering dilakukan secara aktif untuk menjaring pasien-pasien yang tidak terdeteksi dengan penjaringan pasif. Jumlah sumber daya manusia dalam hal ini petugas program penatalaksanaan malaria harus ditambah agar dapat disebar ke seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Donggala sehingga akses pasien ke tenaga kesehatan tidak terlalu jauh.

Eliminasi. William.DAFTAR PUSTAKA 1. Pedoman Nasional Penatalaksanaan Kasus Malaria di Indonesia. Tim Penyusun. 2011.. Malaria.. Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Kasper dan Anthony S. dan Penatalaksanaan Malaria di Indonesia. 1st ed. Kemenkes. 2. Kemenkes. Dalam: Dennis L. Profil Kesehatan Puskesmas Donggala Tahun 2015. 2015. Harrison’s Infectious Diseases. Osler. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyalahgunaan Lingkungan. editors. 14 . 3. 2014. 4. New York: McGraw-Hill Companies. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyalahgunaan Lingkungan. 2007. Epidemiologi. Fauci.

Related Interests