You are on page 1of 8

ABSES PAYUDARA

DISUSUN OLEH :
IDHAYU ANGGIT WIDHASARI
09/282272/KU/13263

Etiologi
Sebagian besar penderita pada saat
laktasi
Jalannya infeksi : melalui permukaan
areola dan papilla, hematogen,
langsung dari kelainan sekitarnya.

Menurut Tempatnya
Subareola/abses submammaria
infeksi cyste sebacea/furunkel di
areola Pus tertimbun di bawah
areola di sekitar duktus utama
rusak jaringan sekitar kronis
fistula air susu kronis retraksi
papila.
Tx : tegakkan dx drainage
Kronis dieksisi/biarkan terbuka

Intramammaria
Sebagian besar terjadi pada waktu laktasi
pertama
Mikroorganisme masuk melalui mulut anak
melalui celah papilla pus terletak di
dalam substansi jaringan mammae
kerusakan jaringan banyak.
Retraksi papilla yang menjadi lingkungan
baik pertumbuhan bakteri dari kulit
(staphylococcus) yang masuk melalui celah
ductus/celah papilla.

Tx Intramammaria

Stadium cellulitis/mastitis
Analgetik
Penyokong payudara
Antibiotik
Menyapih bayinya
Penekanan ASI dengan stilbestrol
5mg 7hari atau injeksi mixogen
(kombinasi testosteron dan estrogen)

Retromammaria
Pus terkumpul di belakang payudara
atau di belakang fascia profunda,
disebabkan oleh :
Perluasan kebelakang dari abses
retromammaria
Suppurasi hematogen di dinding
dada
Perluasan dari abses dingin, setelah
caries costa/vertebra/empyema
Tx : eksisi ruang abses dan drainage

Patologi
Stadium selulitis/mastitis: Terlihat tanda radang
( merah, bengkak, sakit, panas) tx : antibiotik
Stadium abses : radang setempat, namun
necrotoxine staphylococcus merusak banyak
unit dan ditempati pus.
Membuat septa fibrous menjadi 1 ruang dan
bersih.
Bila abses tidak di drainage suatu waktu akan
menjadi abses kronis dengan sinus, discharge
pus, fistula air susu.

Abses Payudara Kronis


Abses akut yang tidak disembuhkan
kebocoran spontan
Maltreated antibiotik lama pus
menjadi steril terbentuk jaringan
granulasi berbatas tegas.
Dinding fibrous : perabaan keras,
menutup adanya fluktuasi disebut
antibioma (menyerupai carcinoma
karena gambaran peau dorange)