Bab 10 Modal Kerja

Bambang P Rachmadi, ST

KONSEP MODAL KERJA
.Terdapat tiga konsep definisi modal kerja yaitu : Konsep kuantitatif: Konsep ini menunjukan jumlah dana ( fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar ( gross working capital ). Konsep kualitatif: Menitik beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep ini modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhdap hutang lancar ( net working capital ). Sehingga menunjukan margin of protection ( tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek ) Konsep fungsional: Menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan yaitu current income dan future income.

3 MACAM PENGERTIAN MODAL
Non working Capital
( dana yang tidak menghasilkan current income atau jika menghasilkan current income tdk sesui dgn maksut utama didirikannya perusahaan tsb)

Potential working Capital ( Modal Kerja Potensial ) Modal Kerja

Jenis Modal Kerja ( W. B Taylor )
A.

1.

2. B.

1. 2. 3.

Modal Kerja Permanent (Permanent working Capital ) yaitu modal kerja yg harus tetap ada dlm perusahaan untuk menjalankan fungsinya. Modal Kerja Primer (Primary Working Capital ) : jml modal kerja minimun yg harus ada perusahaan utk menjamin kontinuitas usahanya Modal kerja Normal ( Norma Working Capital) : jml modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi normal Modal kerja Variabel ( Variable Working Capital ) yaitu modal kerja yg jumlahnya berubah-ubah sesuai dgn perubahan keadaan. Modal kerja musiman (seasonal working capital ) berubah karena fluktuasi musim Modal kerja siklis (cyclical working capital ) : berubah karena fluktuasi konjugtor Modal kerja darurat ( emergency working capital ):berubah karena keadaan darurat

TUJUAN DAN SUMBER MODAL KERJA
Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya. Dimana sumber- sumber modal kerja berasal dari : Hasil operasi perusahaan. Keuntungan dari pernjualan surat-surat berharga ( investasi jangka pendek ) Penjualan aktiva tidak lancar Penjualan saham atau obligasi

Faktor-Faktor Yang Menentukan Besarnya Kebutuhan Modal Kerja
II Lama Terikatnya Dana (Siklus Operasi)
Dua perusahaan A dan B mempunyai tingkat penjualan yang sama yaitu Rp 100 juta/tahun. Jika hanya memperhatikan faktor volume kegiatan mestinya kedua perusahaan membutuhkan modal kerja yang sama besarnya. Ternyata perusahaan A hanya membutuhkan modal kerja Rp 10 juta, sedangkan perusahaan B memerlukan Rp 50 juta. Apa sebabnya? Ternyata perusahaan A berbeda jenis kegiatannya dengan perusahaan B. Perusahaan A adalah perusahaan dagang dimana lama terikatnya dana pada unsur modal kerja, yang dihitung dengan rata-rata jangka waktu pembelian barang sampai barang terjual secara tunai adalah 36 hari Perusahaan B adalah perusahaan industri dimana lama terikatnya dana, yang dihitung dari saat pembelian bahan, proses produksi, penyimpanan, dampai porduk dijual dan diterima hasil penjualannya, rata-rata adalah 180 hari

Faktor-Faktor Yang Menentukan Besarnya Kebutuhan Modal Kerja
Perusahaan A B Tingkat Perputaran Modal Kerja 360/36 = 10x/tahun 360/180 = 2x/tahun

Bila dihubungkan dengan rumus perputaran modal kerja: Perputaran Modal Kerja = Penjualan : Modal Kerja Maka Modal Kerja yang dibutuhkan perusahaan A dan B: Perusahaan A Perusahaan B = 100/10 = 100/2 = 10 juta = 50 juta

Untuk melayani tingkat penjualan yang sama semakin lama dana terikat pada unsur-unsur modal kerja, semakin besar kebutuhan modal kerjanya

Perhitungan Modal Kerja
1. Menentukan Rencana Penjualan: Prod A = 1.000 unit/minggu 2. Membagi biaya menjadi 3 unsur dan menentukan ketiga unsur biaya misalnya: 1. Biaya Bahan Rp X/unit 2. Biaya Tenaga Kerja Rp Y/unit 3. Biaya Umum Rp Z/minggu 3. Menentukan lama terikatnya dana pada masing-masing unsur biaya Siklus dana

Kas

Persediaan Persediaan a minggu

Proses Prod. Barang ½ jadi b minggu

Barang Jadi Barang Jadi c minggu

Piutang Piutang d minggu

Kas

SEBAB PERUBAHAN MODAL KERJA
—> Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan maka modal kerja akan bertambah —> Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi,modal kerja kan bertambah —> Ada penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar, maka modal kerja akan bertambah —> Karena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik kerugian normal maupun kerugian exidentil.maka akan mengurangi modal kerja. —> Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuantujuan tertentu dalam jangka panjang.maka akan mengurangi modal kerja —> Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan mengurangi modal kerja —> Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
Perusahaan Sepatu Awet pada suatu saat mendapat pesanan khusus membuat sepatu untuk keperluan pelajar dalam jumlah yang cukup besar, yaitu 5.000 pasang sepatu setiap bulan. • Harga per pasang diperkirakan Rp 10.000 • Bahan baku Rp 2.500 tiap pasang • Biaya tenaga kerja Rp 2.000,tiap pasang • Biaya umum Rp 2.000.000/bulan • Untuk menjamin kelangsungan produksi, perusahaan menetapkan adanya bahan baku untuk produksi 1/2 bulan. • Untuk membuat 5.000 pasang sepatu, diperlukan waktu 1 bulan • Pembekal/ pemasok bahan baku biasanya memberikan kredit selama 1,5 bulan • Pembayaran untuk sepatu yang diserahkan dilakukan 2 bulan setelah setiap 5.000 pasang sepatu diserahkan • Barang jadi sebelum dikirim disimpan dulu selama 1/2 bulan di gudang Berapa Modal Kerja yang diperlukan untuk membiayai kegiatan ini?

MANFAAT MANAJEMEN MODAL KERJA
• Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar. • Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajibankewajiban tepat pada waktunya. • Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi. • Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen • Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya. • Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan. • Laporan modal kerja akan sangat berguna bagi management untuk mengadakan pengawasan terhadap modal kerja

Contoh Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
1. Menentukan Rencana Kegiatan = 5.000 pasang/bulan 2. Membagi biaya menjadi 3 unsur biaya: 1. Biaya bahan Rp 2.500/pasang 2. Biaya tenaga kerja Rp 2.000/pasang 3. Biaya umum Rp 2.000.000/bulan 3. Menentukan lama terikatnya dana pada masing-masing unsur biaya bahan baku dibayarkan 1,5 bln setelah diterima
Kas Persediaan Persediaan 0,5 bulan Proses Prod. Barang ½ jadi 1 bulan Barang Jadi Barang Jadi 0,5 bulan Piutang Piutang 2 bulan Kas

Jadi lama terikatnya dana pada: • Biaya bahan = 0,5 + 1 + 0,5 + 2 – 1,5 = 2,5 bulan • Biaya tenaga kerja = 1 + 0,5 + 2 = 3,5 bulan • Biaya umum = 1 + 0,5 + 2 = 3,5 bulan Catatan : Biaya tenaga kerja dan biaya umum diperhitungkan pada saat proses produksi dimulai

LAPORAN MODAL KERJA
Laporan perubahan modal kerja merupakan ringkasan tentang hasil-hasil aktivitas keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu dan menyajikan sebabsebab perubahan-perubahan perusahaan tersebut posisi keuangan

Langkah-Langkah Perhitungan Modal Kerja PT. Awet
1. Menentukan besarnya dana untuk masing-masing unsur biaya: • Biaya Bahan = 5.000 x Rp 2.500 x 2,5 = Rp 31.250.000 • Biaya Tenaga Kerja = 5.000 x Rp 2.000 x 3,5 = Rp 35.000.000 • Biaya Umum = Rp 2.000.000 x 3,5 = Rp 7.000.000 2. Menentukan Modal Kerja yang diperlukan. Dengan menjumlahkan dana untuk masing-masing unsur biaya: = Rp 31.250.000 + Rp 35.000.000 + Rp 7.000.000 = Rp 73.250.000

Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja PT Awet
Unsur Biaya Periode (Bulan) Persediaan Bahan Baku Persediaan Brg ½ Jadi Persediaan Barang Jadi Piutang Kredit Jumlah

BAHAN Bahan Baku Barang ½ jadi Barang jadi Piutang Kredit TENAGA KERJA Barang ½ jadi Barang jadi Piutang UMUM Barang ½ jadi Barang jadi Piutang

0,5 1,0 0,5 2,0 1,5 1,0 0,5 2,0 1,0 0,5 2,0

6,25 6,25

12.500 10.000 2.000 24.500

6.250 5.000 1.000 12.500

25.000 20.000 4.000 49.000

(18.750) (18.750)

31.250

35.000

7.000 73.250

MODAL KERJA DIBUTUHKAN

Pentingnya Manajemen Modal Kerja
manajemen modal kerja adalah pengaturan total dan jumlah masing-masing komponen modal kerja dan pembelanjaan yg di butuhkan untuk mendukung aktiva lancar

Beberapa alasan pentingya manajemen modal kerja
1.

2.

Sebagian waktu manajer keuanagan banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah modal kerja. Misal : agar perushaan beroperasi efisien, persediaan perlu dikelola secara hati-hati Keputusan modal kerja dapat berpengaruh secara berti terhadap resiko, return dan harga saham.

Manajemen modal kerja yg sehat memperhatikan 2 masalah keputusan mendasar yaitu :
1. 2.

Masalah penentuan jml optimal investasi dalam aktiva lancar Penentuan kombinasi yang tepat antara pembelanjaan dengan utang jangka pendek dan utang jangka panjang untuk mendukung investasi modal kerja

Kesimpulan
• Kebutuhan Modal Kerja sangat ditentukan oleh volume kegiatan yang direncanakan dan lama terikatnya dana pada unsur-unsur Modal Kerja • Lama terikatnya dana pada unsur-unsur Modal Kerja selain ditentukan oleh lamanya proses produksi, juga ditentukan oleh penentuan kebijakan dalam persediaan, piutang dan lamanya kredit yang didapat dari pembekal

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful