You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN
Pengendalian (control ) merupakan bagian dari fungsi manajemen. Fungsi manajemen
meliputi: Planning, Organizing, Staffing, Leading, and Controlling

berperan untuk

mendeteksi deviasi atau kelemahan yang perbaikan terhadapnya menjadi umpan balik dari
suatu kegiatan yang dimulai dari tahap perencanaan hingga tahap pelaksanaan. Hal-hal yang
dicakup dalam fungsi controlling adalah menciptakan standar atau kriteria, membandingkan
hasil monitoring dengan standar, melakukan perbaikan atas deviasi atau penyimpangan,
merevisi dan menyesuaikan metode pengendalian sebagai respon atas hasil pengendalian dan
perubahan kondisi, serta mengkomunikasikan revisi dan penyesuaian tersebut ke seluruh
proses manajemen.
Istilah pengendalian acapkali dipertukarkan dengan istilah pengawasan, terutama di
lingkungan sektor publik (pemerintah). Pengawasan adalah proses kegiatan pimpinan untuk
memastikan dan menjamin bahwa tujuan dan tugas-tugas organisasi akan dan telah terlaksana
dengan baik sesuai dengan kebijaksanaan, instruksi, rencana dan ketentuan-ketentuan yang
telah ditetapkan dan yang berlaku. Hakikat pengawasan adalah mencegah sedini mungkin
terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan dan kegagalan
dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas-tugas organisasi Menurut buku Sistem
Administrasi Negara Republik Indonesia pengawasan dibagi dalam 4 (empat) jenis, yaitu:
pengawasan melekat (waskat), pengawasan fungsional (wasnal), pengawasan legislatif
(wasleg), dan pengawasan masyarakat (wasmas).
Pengawasan melekat adalah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian
yang terus menerus dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya secara preventif
atau represif agar pelaksanaan tugas bawahan berjalan secara efektif dan efisien sesuai
dengan rencana kegiatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pengawasan
masyarakat adalah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat melalui saluran khusus yang
disediakan atau pun mediamedia lainnya yang tersedia seperti melalui media massa.
Umumnya dalam setiap kebijakan pemerintah, pengawasan masyarakat selalu dimungkinkan
untuk dilaksanakan.
Sistem

pengendalian

dan

pengawasan

manajemen

merupakan

alat

untuk

mengimplementasikan strategi. Strategi adalah rencana-rencana untuk mencapai tujuan
organisasi. Dalam bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang
1

paling penting. Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menunjukkan besarnya laba yang
diperoleh sebuah perusahaan dalam periode tertentu. Rasio ini digunakan untuk menilai
seberapa efisien pengelola perusahaan dapat mencari keuntungan atau laba untuk setiap
penjualan yang dilakukan.
Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
melakukan peningkatan penjualan dan menekan biaya-biaya yang terjadi. Selain itu, rasio ini
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh dana yang dimilikinya
untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Profitabilitas dinyatakan dalam arti dan konsep yang paling luas melalui persamaan
yang merupakan hasil dari dua rasio, Rasio pertama dalam perhitungan ini disebut persentase
margin laba (profit margin percentage) dan Rasio kedua merupakan perputaran investasi
(investment turnover –ITO).
Istilah ‘investasi’ mengacu pada investasi para pemegang saham, yang terdiri dari
penerbitan saham dan laba ditahan. Salah satu tanggung jawab manajemen adalah menjaga
keseimbangan diantara dua sumber utama pendanaan : utang dan ekuitas. Investasi pemegang
saham (yaitu ekuitas) merupakan jumlah pendanaan yang diperoleh bukan melalui utang,
yaitu dengan cara meminjam. Profitabilitas mengacu pada laba dalam jangka panjang, bukan
laba kuartal atau tahun berjalan. Banyak pengeluaran pada periode berjalan mengurangi laba
saat ini namun meningkatkan laba jangka panjang.

2

a. dengan saling membantu dan saling menguntungkan setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama. Konsep Koperasi Barat Koperasi merupakan organisasi swasta.BAB II PENDEKATAN TEORI 2. Hal ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya. yang dibentuk secara sukarela oleh orangorang yang mempunyai persamaan kepentingan.1. koperasi dibedakan atas dua konsep. Konsep Koperasi Negara Berkembang Adalah Koperasi yang sudah berkembang dengan ciri tersendiri.1. Konsep umum koperasi Konsep koperasi adalah suatu bentuk dan susunan dari koperasi itu sendiri. koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis. yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. kita mengambil pengertian dari seorang yang bernama Munkner dari Univerity Of Mueburg Jerman. dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Hasil berupa surplus/ keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati. Menurut konsep ini. perkembangan konsep-konsep yang berasal dari negara-negara barat dan negara-negara berpaham sosialis sedangkan konsep yang berkembang di negara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut. Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya. 1. konsep koperasi barat dan konsep koperasi sosialis. Secara umum. Perbedaan dengan Konsep Sosialis: Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif. 3. Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota. 2. Konsep Koperasi Sosialis Adalah koperasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi. 2.b Konsep MSDM dalam Koperasi 3 .

Pengurus Koperasi Pengurus ialah anggota koperasi yang memperoleh kepercayaan dalam rapat anggota untuk memimpin jalannya organisasi dan usaha koperasi. Apabila orang-orang dalam manajemen ini memiliki kejujuran. apabila orang-orang ini tidak cakap. 1. Istilah manajemen sumber daya manusia satu ahli dengan ahli lainnya sangatlah bervariasi. 4 . Berhasil tidaknya suatu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang manajemennya. Pengurus menentukan apakah program-program kerja yang telah disepakati dalam rapat anggota benar-benar dapat dijalankan. Tetapi sebaliknya. Pengurus dalam koperasi mempunyai kedudukan yang sangat menentukan bagi keberhasilan koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan meliputi perencanaan. oleh dan untuk anggota.Manajemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi. Bagi koperasi yang beranggotakan badan-badan hukum koperasi. Pengurus juga menentukan apakah koperasi itu dapat diterima sebagai rekanan usaha yang terpercaya di dalam lingkungan bisnis. curang atau tidak berwibawa tentulah koperasi pun akan mundur atau tidak semaju seperti diharapkan. pengorganisasian. pengurus. Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada rapat anggota atau rapat anggota luar biasa. masa jabatan pengurus paling lama 5 (lima) tahun. mempunyai tatanan manajemen yang berbeda dengan badan usaha non-koperasi. Memanajemen Sumber Daya Pengurus Koperasi a. pengawas dan manajer. Karena itu dalam tatanan manajemen koperasi Indonesia mempunyai unsur-unsur: Rapat anggota. Adanya manajemen pada sumber daya manusia pengurus koperasi ini menjadi penting karena bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia pengurus koperasi itu sendiri agar dapat bekerja secara efektif dan professional guna mencapai tujuan yang optimal melalui fungsi-fungsi manajemen yang dapat dipertanggung jawabkan. tentang persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar. kecakapan dan giat dalam bekerja maka besarlah kemungkinannya koperasi akan maju pesat atau setidak-tidaknya tendensi untuk terjadinya kebangkrutan dapat ditanggulangi. pengarahan dan pengawasan semua unsur yang menjadi kekuatan atau daya manusia dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan. Perbedaan tersebut terletak pada asas koperasi yang bersifat demokratis dimana pengelolaan koperasi adalah dari. Koperasi sebagai bentuk badan usaha yang bergerak di bidang perekonomian.

c. memilih manajermanajer tingkat atas. Bersamaan dengan itu. b. pengurus koperasi harus mengelola organisasi dengan tertib. menentukan rencana sasaran serta program-program dari organisasi. Memelihara Buku Daftar Anggota. sehingga koperasi mampu memperoleh hasil sebagaimana diharapkan. dan karenanya pengurus mempunyai fungsi yang luas. yaitu: a) Sebagai pengambil keputusan tertinggi. mereka juga berkewajiban mengembangkan usaha koperasi. Mengelola Organisasi dan Usaha Koperasi Sebagai pihak yang dipercaya oleh rapat anggota untuk mengelola organisasi dan usaha koperasi. Pengurus merupakan simbol kekuatan. serta mengawasi tindakan-tindakannya. kepemimpinan dan sebagai motivator bagi tercapainya tujuan organisasi.Jumlah Pengurus sekurang-kurangnya 3 orang yang terdiri dari unsur ketua. Pengurus sebagai pusat pengambilan keputusan tertinggi merupakan perangkat organisasi yang bisa membawa perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan sumber segala inisiatif. merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi. Yang dimaksud dengan fungsi sebagai pengawas disini adalah bahwa pengurus memiliki kepercayaan dari anggota untuk mengatasi. sesuai dengan perkembangan permintaan pasar dengan memperhatikan profitabilitas usaha. karyawan maupun para anggota. Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk: menentukan tujuan organisasi. Fungsi Pengurus Koperasi Pengurus mempunyai fungsi idiil (ideal function). c) Sebagai pengawas. d) Mengusahakan adanya pengurus yang terdiri dari orang-orang yang mampu mengarahkan kegiatan organisasi. Pada prinsipnya. sekretaris dan bendahara. e) Mengikuti perkembangan pasar. pengurus koperasi harus berusaha menjalankan semua kebijakan dan rencana kerja yang telah disepakati oleh rapat anggota. 2. Pengurus dan Pengawas 5 . Pengurus koperasi biasanya bertugas selama tiga tahun. Tugas dan Wewenang Pengurus Koperasi Sebagai pihak yang dipercaya untuk mengurus koperasi. sehingga organisasi koperasi dapat berkembang menjadi sebuah organisasi yang maju dan profesional. Dengan demikian mereka bisa dengan tepat mengarah jenis barang-barang atau jasa-jasa apa yang akan dihasilkan oleh koperasi tersebut. b) Sebagai penasehat. f) Sebagai simbol. cakupan tugas pengurus koperasi meliputi baik pengelolaan organisasi koperasi maupun pengelola usaha koperasi. menertibkan dan melindungi semua kekayaan organisasi. Fungsi sebagai penasehat ini berlaku baik terhadap para manajer. Adapun tugas pengurus koperasi dalam garis besarnya adalah sebagai berikut: 1.

Berbekal wawasan bisnis tersebut. Sedangkan pertanggungjawaban keuangan koperasi harus dilakukan dengan menyajikan laporan keuangan koperasi. pengurus koperasi harus memiliki wawasan bisnis yang cukup. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa anggota koperasi yang bukan pengurus biasanya kurang berpengalaman dalam menyelenggarakan rapat. pengurus koperasi antara lain harus mampu menyelenggarakan rapat anggota koperasi dengan sebaik-baiknya. 4. maupun kinerja keuangan koperasi. termasuk rapat rutin koperasi. pengurus koperasi diberikan wewenang yang mendukung tugas dan tanggung jawabnya sebagai administrator pelaksanaan kegiatan d. yaitu agar mereka dapat menentukan strategi pengelolaan usaha koperasi yang tepat. pengurus dan pengawas koperasi. Mengajukan Rencana Kerja dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Sebagai pengelola usaha koperasi. 5. 3. Selain memenuhi kewajibannya sebagai pengurus koperasi. Mengajukan Laporan Pelaksanaan Tugas dan Laporan Keuangan Koperasi Sebagai pengelola organisasi dan usaha koperasi. Termasuk dalam hal ini adalah menyelenggarakan catatan mengenai anggota. Yang dimaksud dengan kepengurusan dalam hal ini mencakup baik kinerja usaha dan organisasi koperasi secara umum. Hal-hal yang penting untuk dibicarakan adalah: 6 . Pertanggungjawaban kinerja usaha dan organisasi koperasi harus dilakukan dengan membuat laporan secara terinci mengenai perkembangan usaha dan organisasi koperasi. Rapat-Rapat Pengurus Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh pengurus koperasi adalah menyelenggarakan rapat pengurus secara rutin. pengurus memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kepengurusannya dalam rapat anggota. serta mengetahui kekuatan dan kelemahan koperasi.Salah satu ukuran organisasi yang sehat adalah terselenggaranya administrasi organisasi yang teratur dan sistematis. maka para pengurus koperasi seharusnya memiliki bekal yang cukup untuk menyelenggarakan rapat anggota. pengurus koperasi harus dapat memetakan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh koperasi. Berbekal pengalaman selama menjadi pengurus. pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan administrasi yang teratur dan sistematis mengenai segala hal yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh koperasi. Sebab. Menyelenggarakan Rapat Anggota Sebagai pengelola organisasi koperasi.

maka koperasi harus melakukan perencanaan kaderisasi calon pengurus koperasi sebagai media pendidikan dan pelatihan anggota. b) Organizing (pengorganisasian) Fungsi pengorganisasian dalam manajemen perekrutan pengurus dapat dilakukan dengan membentuk kepanitian pendaftaran calon pengurus koperasi. e. Jika usaha koperasi mengalami peningkatan maka tidak tertutup bagi koperasi untuk memiliki organisasi perusahaan yang cukup besar dengan jumlah pegawai yang tidak sedikit jumlahnya.  Merencanakan terselenggaranya pendidikan manajemen. Manajemen Perekrutan Pengurus Koperasi Cara memanajemen perekrutan pengurus koperasi dengan menggunakan fungsifungsi manajemen adalah: a) Planning (perencanaan) Untuk mendapatkan pengurus-pengurus yang berkualitas. tetapi juga pada tingkat pegawai yang paling rendah. Cara Memanajemen Sumber Daya Manusia Pengurus Koperasi Konsep manajemen sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi dibagi menjadi dua sudut pandang.  Menerima petunjuk dan bimbingan dari pejabat instansi terkait. sehingga keputusan tersebut dapat ditindak lanjuti dengan cara sebaik-baiknya.  Menetapkan pekerjaan yang perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan untuk memudahkan seleksi kandidat terbaik yang nantinya akan memimpin koperasi dan menentukan jalannya koperasi.  Membicarakan pembagian tugas antara sesama anggota pengurus. Membicarakan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan pelaksanaan keputusan Rapat Anggota. Adapun 3 alur kaderisasi yang dapat dilakukan oleh koperasi guna mencari bibit-bibit unggul calon pengurus koperasi adalah:  Merencanakan terselenggaranya pendidikan dasar perkoperasian kepada anggota. Dengan demikian akan tercipta tata kerja pengurus yang baik dan serasi. c) Actuatting (penggerakan) Fungsi penggerakan dalam manajemen perekrutan pengurus koperasi dapat dilakukan dengan melaksanakan apa yang sudah direncanakan pengurus koperasi sebelumnya. pembagian pekerjaan secara jelas tidak hanya pada tingkat pengurus. yaitu: 1.  Merencanakan terselenggaranya pendidikan keorganisasian. sehingga setiap anggota pengurus mengetahui batas-batas wewenang dan tanggung jawabnya masingmasing. oleh pegawai dan koperasi lainnya. Yaitu: 7 . Dalam hal ini.

 Menetapkan pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya. Fungsi perencanaan pengurus koperasi di antaranya meliputi:  Menentukan tujuan organisasi. pengurus maupun pengawas. yaitu mencapai kesejahteraan.  Membuat perencanaan rapat anggota.  Menentukan rencana. 8 .seperti memilih manajer. Dalam materi-materi tersebut tidak hanya fokus pada materi terkait pengelolaan organisasi namun juga diberikan pemahaman mengenai aplikasi bisnis didalam setiap materi sehingga anggota tidak hanya handal dalam mengelola suatu organisasi namun juga memiliki jiwa kewirakoperasian maupun enterpreneurship. leadership dan manajemen konflik.  Menentukan strategi guna mengembangkan usaha koperasi. 2. Manajemen Kinerja Pengurus Koperasi Cara memanajemen SDM pengurus koperasi dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen adalah: a) Planning (perencanaan). Pendidikan keorganisaasian merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mencetak kader koperasi yang dapat menjalankan organisasi dengan baik. Hal ini penting. Didalam pendidikan manajemen harus dibungkus semenarik mungkin untuk dapat memotivasi anggota supaya tertarik dan termotivasi untuk menjadi staf-pengurus sebagai bentuk kaderisasi yang ada di dalam koperasi d) Controlling (pengawasan) Pengawasan dalam manajemen perekrutan pengurus koperasi ini dapat dilakukan oleh semua perangkat organisasi.  Melaksanakan pendidikan keorganisasian. komunikasi organisasi. Pendidikan manajemen merupakan suatu pendidikan yang bertujuan untuk persiapan kader-kader koperasi dan sekaligus sebagai pembekalan anggota potensial untuk calon kepengurusan. sasaran serta program-program dari organisasi. Materi yang disampaikan di dalam pendidikan keorganisasian ini adalah sebagai berikut : manajemen organisasi.  Melaksanakan pendidikan manajemen.  Menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi. sebab jika para anggota koperasi ini nantinya mencalonkan diri menjadi pengurus maka mereka sudah memiliki wawasan tentang perkoperasian dan memiliki jiwa koperasi. Sehingga nantinya diharapkan dapat memajukan cita-cita anggota dan cita-cita koperasi koperasi. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mereka tentang perkoperasian dan membentuk jiwa koperasi pada anggota. Memberikan pendidikan dasar perkoperasian kepada anggota koperasi. Baik itu anggota.

Menyelenggarakan rapat anggota dengan baik. ketua mengawasi kinerja bendahara. Hal ini penting. seperti pengurus itu sendiri. Fungsi pengawasan dilakukan oleh pengurus dengan cara pengurus saling mengawasi pengurus. kesepakatan kontrak usaha dengan pengelola unit bidang usaha koperasi. pengurus koperasi harus memiliki wawasan bisnis yang cukup. badan pemeriksa dan pengawas koperasi.  Dalam MSDM pengurus koperasi. Mencatat mulai dari sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan pengawasan dan     pengurus. Mencatat masuk dan keluarnya anggota. Dengan demikian akan tercipta suatu tata kerja pengurus yang baik dan serasi. Meningkatkan penyuluhan dan pendidikan kepada anggota. 9 . Contohnya. sekertaris dan bendahara untuk dapat memudahkan dalam pengurusan koperasi. b) Organizing (pengorganisasian) : Fungsi pengorganisasian pengurus koperasi di antaranya meliputi:  Membagi pengurus kedalam tiga bagian yaitu. Begitu pula dengan anggota mengawasi pengurus.  Membagi pekerjaan secara jelas tidak hanya pada tingkat pengurus melainkan hingga ke tingkat yang lebih rendah. sebab jika usaha koperasi mengalami peningkatan maka tidak menutup kemungkinan bagi koperasi untuk memiliki organisasi perusahaan yang cukup besar dengan jumlah pegawai yang tidak sedikit jumlahnya. Pembagian kerja dalam hal ini diharapkan agar pengurus mengetahui batas-batas wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. fungsi pengawasan dapat dilakukan oleh semua alatalat perlengkapan koperasi. Mendelegasikan tugas kepada manajer. c) Actuating (Penggerakkan) : Fungsi penggerakan pengurus koperasi di antaranya meliputi:     Melaksanakan pendidikan dan penyuluhan bidang usaha. ketua. d) Controlling (Pengawasan) : Fungsi pengawasan pengurus koperasi di antaranya meliputi:  Pengawasan adalah fungsi manajemen untuk mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa sumber daya pengurus mempergunakan sumber daya yang ada dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi. para anggota. dan sekertaris mengawasi kinerja ketua. Membuat Rancangan Program Kerja serta Rencana Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK). Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib. bendahara mengawasi kinerja sekertaris. sebab sebagai pengelola usaha.

Hal ini juga berlaku bagi koperasi. koperasi dapat berfungsi sebagai koordinator pembelian. terutama produsen kecil. Kelemahan Pemasaran Koperasi Secara umum penjualan bagi perusahaan merupakan kunci keberhasilan untuk maju. seperti: a) Pelayanan sepenuhnya hanya kepada anggotanya saja. Pelayanan tersebut dapat diberikan dengan beraneka ragam. Manajemen pemasaran merupakan analisis.C. dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan. baik secara langsung ataupun tidak langsung. yaitu anggota koperasi adalah sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. pelaksanaan. b) Pelayanan terutama diberikan kepada anggota. maka pemberian pelayanan kepada anggotanya harus benar-benar memuaskan. disamping kepada anggota maupun non anggota. Dalam hal ini. b. c) Memberikan pelayanan yang sama. d) Kombinasi dari ketiga alternative tersebut. 1. menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Berdasarkan prinsip identitas dari koperasi. terutama yang bergerak di bidang perdagangan atau yang 10 . Koperasi Produsen merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari para produsen. agar tujuan organisasi tercapai. dan mempertahankan pertukaran yang menyenangkan dengan pasar. 2. Koperasi Sebagai Lembaga Pemasaran Lembaga pemasaran adalah lembaga yang mengadakan kegiatan pemasaran. c. perencanaan. Pendekatan Komoditi Mempelajari teknik pemasaran yang lebih baik dengan cara menyelediki seluk beluk barang yang dapat dirasa oleh pembeli. membangun. Pendekatan Fungsional Pendekatan dari aktivitas pokok atau fungsi pokok pemasaran yang telah dilaksanakan oleh system pemasaran. Pendekatan Kelembagaan Pendekatan yang membahas peran lembaga atau badan yang memindahkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. serta mempunyai hubungan organisasi. yaitu membelikan bahan baku kebutuhan mereka secara bersamasama serta kebutuhan alat-alat produksi dan bahan-bahan lain yang diperlukan oleh para anggotanya. Konsep Manajemen Pemasaran Dalam Koperasi Manajemen Pemasaran Koperasi Secara Umum Menurut Philip Kotler. Terdapat 3 (Tiga) pendekataan dasar yang biasanya digunakan dalam menguraikan system pemasaran (pendekatan pemasaran) yaitu : a.

Efisiensi Pemasaran Kegiatan pemasaran selalu diusahakan agar dapat memenuhi preferensi konsumen. 3. promosi. dan inisiatif perbaikan produk. Bila pelaksanaan terhadap tiga fungsi tersebut sudah tepat maka akan mempunyai dampak yang kuat terhadap manfaat dan kepuasan yang dihasilkan oleh koperasi bagi anggotanya.memproduksi jenis barang tertentu. Berikut adalah beberapa factor yang menyebabkan tertinggalnya badan usaha koperasi dibandingkan perusahaan lainnya yang dilihat dari aspek pemasaran: 1. 3. peternak dan nelayan kecil. Kualitas barang yang di hasilkan (Produksi) Masih kurang baik sehingga para pelanggan banyak yang kurag puas. 2. pelayanan. Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan para anggota terhadap pemasaran serta pemahaman pasar. 8. yaitu:  Memantapkan loyalitas anggota dalam hal jual beli barang yang dibutuhkan oleh anggota melalui koperasi. Daerah pemasarannya masih bersifat lokal dan belum mampu menembus pasaran yang lebih luas lagi. jika koperasi di indonesia dinilai belum maju. Kualitas koperasi banyak ditentukan oleh manfaat yang dapat diperoleh bagi anggotanya maupun pemiliknya. 4. 7. harga dan biaya. 1) Fungsi penjualan 11 . informasi pasar. Manfaat yang langsung yang diterima anggota dapat berwujud atau tercermin dari produksi. penjualan. untuk mencapai efisiensi pemasaran harus memperhatikan dua hal pokok. dll.  Memantapkan partisipasi anggota dalam akumulasi modal. Pihak koperasi sendiri belum memiliki tenaga pemasaran yang profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai koordinator pemasaran. Barang hasil produksi kurang dikenal karena belum banyak dipromosikan. maka salah satu penyebabnya adalah belum lancarnya pemasaran. Kurangnya informasi pasar bagi koperasi . Lemahnya permodalan dalam membiayai pemasaran yang lebih luas dan intensif. harga. 6. d. termasuk non anggota. pedagang kecil. pelayanan. Biaya pengolahan input relatif tinggi sedangkan harga penjualan output kurang memadai. dan promosi. Fungsi Pemasaran Koperasi Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh koperasi mencakup fungsi pembelian. karena sebagian besar anggota koperasi adalah para petani kecil. Menurut Saleh Safrandji. penghasilan.

Koperasi sangat besar manfaatnya bagi anggota jika dapat mengkoordinir pembelian barang yang sangat dibutuhkan. Harga barang dapat lebih murah jika mereka mampu memperpendek saluran distribusinya. 2) Fungsi pembelian Fungsi ini banyak dilakukan oleh jenis koperasi produsen dalam rangka membeli bahan baku di mana para pengrajin atau pengusaha kecil sering melakukannya secara sendirisendiri dan dalam jumlah yang tidak terlalu besar. dan menghubungi perusahaan yg lebih besar sbg bapak angkat atau mitra kerjasama. 3) Fungsi promosi Jika pasar semakin dipenuhi dengan persaingan. Jika anggota tidak mempunyai modal . mereka dpt mengambil dulu barangnya. 2. pengrajin kecil.menghubungi pemerintah. Kualitas bahan baku dapat dipercaya memenuhi syarat yang diperlukan anggotanya. dengan harga yang lebih pantas. baru pada kondisi yg baik dijual ke pasar. maka dituntut usaha-usaha dari para penjual untuk secara lebih intensif menghubungi para pembeli atau calon pembeli. 4.  Menghemat biaya-biaya Dalam membantu mengembangkan penjualan. Manfaat koperasi dalam fungsi penjualan:  Dapat menolong nasib petani kecil. Kondisi sekarang menuntut pasar koperasi untuk mulai mengadakan promosi. misalnya bahan baku diproduksi atau disediakan bersama. Dengan adanya fungsi pembelian ini keuntungan yang diperoleh koperasi dan anggotanya antara lain: 1. 3. tetapi manfaat yang akan diperoleh bagi keberhasilan penjualan juga sangat besar. Promosi bisa dilihat dari segi biaya memang mahal. salah satu caranya adlah dengan mengumpulkan atau menampung hasil produksi mereka.kalau perlu menyimpannya dulu atau mengolahnya. dan nelayan yang lemah. sedangkan pembayarannya belakangan (bearti koperasi melayani kredit). artinya dapat mencari sumber bahan baku (langsung ke produsen) jadi banyak pedagang perantara yang dilewatkan. Salah satu cara promosi yang murah adalah dengan mengadakan 12 . koperasi diharuskan memiliki tenaga pemasaran yang professional sehingga mampu untuk mencari terobosan dalam melakukan penjualan.Fungsi ini banyak dilakukan oleh koperasi produsen dimana anggotanya adalah para produsen yang memproduksi barang yang sejenis dan mereka dapat menjualnya secara sendiri-sendiri ke pasar. Kebutuhan akan bahan baku dapat disediakan sepanjang waktu karena pengadaanya ditangani koperasi sekaligus mendistribusikannya.

baik itu meliputi kualias. peralatan. Dimana terdapat manajer operasi yang memiliki tanggung jawab terhadap proses input (material/energi/tenaga kerja) menjadi output (produk/jasa). mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi. Yang dimana ada tanggung jawab dari manajer operasional terhadap menghasilkan produk atau jasa. harga 13 . dan menelaah pengambilan keputusan dari fungsi operasi. mesin. Informasiinformasi ini dapat berwujud:  Harga jual yang lebih baik  Kualitas dan jenis barang yang disenangi konsumen  Lokasi daerah calon pelanggan  Informasi cara menghemat biaya pemasaran  Informasi sumber bahan baku. Perancangan atau perencanaan sistem produksi dan operasi Perencanaan adalah proses perumusan program beserta anggarannya yang harus dilakukan oleh sebuah koperasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan strategi yang hendak dilaksanakan. Tujuan dari perencanaan sistem produksi ini adalah untuk menghasilkan produk atupun jasa yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh konsumen nantinya. Konsep manajemen operasional dalam koperasi Operasi dapat diartikan sebagai segala aktivitas dalam mentransformasikan input menjadi output yang bisa menambah nilai pada suatu barang maupun jasa. Jadi definisi menajemen operasional adalah area bisnis yang berfokus kepada proses produksi produk ataupun jasa. ada beberapa peranan koperasi yang lain yaitu:  Memperpendek/mempersingkat saluran pemasaran. diantaranya seperti di bawah ini.promosi bersama. D. baik pasar pembelian maupun pasar penjualan. 1. baik pasar input maupun pasar output/produk jadi. harga dan kualitas yang baik dan murah. atau produk apapun yang dapat dijadikan sebuah barang atau jasa yang tentunya dapat di perjualbelikan. Disamping tiga fungsi yang telah diuraikan sebelumnya. Atau arti manajemen operasional yang lainnya adalah sebuah bentuk dari pengelolahan yang menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja. bahan baku. barang. sehingga marjin yang dikeluarkan oleh barang tersebut bagi penyalurnya dapat dihemat. Perencanaan sistem produksi diawali dari proses perencanan produksi.  Mengembangkan diversifikasi produk agar para produsen anggota koperasi tidak hanya menguntungkan pada sutu usaha/komoditi  Informasi pasar. Adapun ruang lingkup dari manajemen operasional.

selain harus mengacu pada tujuan dan misi koperasi. konsentrasi pada pasar tertentu. Proses produksi yang dijalankan manajeman operasi yaitu pengendalian berdasarkan pada perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya.  Seleksi maupun perancangan proses dan peralatan. Fungsi Perencanaan Koperasi dalam melaksanakan sebuah perencanaan. Pelaksanaan Pelaksanaan ialah proses penerapan rencana-rencana koperasi oleh masing. Berbagai kelemahan internal yang dimilikinya c. Aspek terpenting pada tahap ini adalah aspek koordinasi dan monitoring. Tingkat Korporat Usaha tunggal. Tingkat Unit Usaha Minimasi biaya. diantaranya meliputi:  Seleksi dan perancangan desain dari produk. 2. dan diversifikasi usaha tidak terkait atau konglomerasi. Kesempatan/peluang bisnis yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan koperasi d. atau diserahkan kepada manajer koperasi.  Perencanaan lingkungan kerja  Persoalan standar. Tanggungjawab fungsi ini berada pada pengurus. untuk mengukur tingkat kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan hasil yang telah dicapai. Pengawasan dan Pengendalian produksi Pengawasan ialah upaya yang dilakukan oleh kewenangan yang lebih tinggi. Perencanaan produksi adalah dasar dalam 14 . Dalam perencanaan sistem produksi ini ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. atau gabungan ketiganya.25/1992 pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha koperasi dilakukan oleh pengawas. differensiasi produk.Hambatan/kendala bisnis yang diperkirakan akan mengganggu pencapaian tujuan koperasi. Jenis Strategi Yang dapat Dipilih : 1. 3.  Tataletak dari fasilitas Koperasi.dan waktu. Berbagai ketentuan internal koperasi b. penentuan strategi harus mempertimbangkan secara cermat : a.masing fungsi atau unsur dalam organisasi koperasi. 2. diversifikasi usaha terkait.  Pemilihan lokasi Koperasi. Sesuai dg UU No.

2. dan struktur matrik (gab fungsional dan unit usaha). Koperasi yg masih kecil dan hanya menyelenggrakan 1 unit usaha biasanya cukup menggunakan struktur fungsional. Pengorganisasian adalah pembagian tugas dan wewenang dalam koperasi di antara para pelaku yang bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana-rencana koperasi itu. pengusaha. bahwa semua langkah pengendalian bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan dengan cara mengurangi kesalah yang dapat merugikan perusahaan. yang diantaranya meliputi:  Struktur organisasi yaitu proses dalam menjalin hubungan antar komponenkomponen organisasi dengan tujuan organisasi supaya aktivitas dari organisasi tersebut dapat diarahkan untuk mencapai target atau tujuan organisasi. Struktur Organisasi dibedakan atas : struktur fungsional. Efisiensi struktur organisasi dapat dilihat dari segi biaya penyelenggaraannya.  Produksi atas dasar pesanan yaitu biasanya para konsumen ingin diperlakukan secara berbeda antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya. Produksi untuk pasar. pekerja terdidik/tidak terdidik.Prestasi2 kerja. teknisi. Bentuk Konkret Faktor Produksi Alat-alat produksi dari tenaga kerja : . Sistem informasi produksi Sistem informasi produksi terdiri dari 3 (tiga) bagian. Akan tetapi. biasanya perusahaan atau produsen yang telah memiliki basis pasar yang cukup baik akan melakukan kegiatan produksi secara reguler. Fungsi Pengorganisasian. Efektivitas struktur organisasi tersebut dapat dilihat dari segi pencapaian tujuan koperasi. 4.melakukan pengendalian produksi yang di dalamnya terdapat berbagai kebijakan yang harus di penuhi. pegawai. 15 . Produksi unuk pasar umumnya ditentukan oleh permintaan konsumen. Meskipun produsen telah menproduksi dan menghasilkan barang secara reguluer. Dan harus di ingat juga. Dua hal penting yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan struktur organisasi : 1. Jadi ini adalah tugas bagi manajemen operasional apalagi kalau sampai kualitas produksi yang dimiliki masih jauh dari apa yang di  inginkan konsumen. struktur unit usaha. namun kenyetaannya masih banyak permintaan dari konsumen yang berbeda-beda dan ingin dilayani secara berbeda pula. maupun itu konsumen  yang sudah ada dan konsumen yang baru. proses produksi yang sedang dijalankan harus diawasi agar tidak keluar jalur dari perencanaan yang telah disususn sebelumnya dan dapat terkendali.

saluran air. Fungsi pemenuhan dana (rising of funds) menunjukkan keputusan perusahaan dalam menarik atau mencari dana untuk membiayai usahanya. Pengertian Dan Fungsi Manajemen Keuangan Menurut James Van Horne. dengan melihat pada kemudahan mendapatkannya dan keringana dalam biaya . Konsep manajemen Keuangan dalam koperasi 1. pengelola perusahaan harus memperhatikan prinsip-prinsip dari kedua aktivitas dan fungsi manajemen keuangan tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa manajamen keuangan merupakan suatu aktivitas yang berpegang teguh dalam upaya memperoleh dana/modal dan penggunaan dana/modal dengan berpegang pada rule of thumb perusahaan. Disamping itu pengelola perusahaan harus pandai dalam mengalokasikan dana atau modal yang dimiliki. Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan. Dari pengertian ini maka diketahui bahwa dalam manajamen keuangan terdapat dua aktivitas utama. dan kedua fungsi tersebut menjadi tanggung jawab para pengelola peusahaan. hutan2. yaitu : 1. Di mana pengelola perusahaan harus dapat mencari alternatif sumber modal yang tidak memberatkan perusahaan.. karena 16 . E. Lebih jelas Bambang Riyanto mendefinisikan manajemen keuangan sebagai keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin. baik dari segi administrasi maupun ekonomi. Oleh karena itu. Karenanya pengelola perusahaan harus dapat menilai alternatif sumber modal. yaitu memilih berbagai alternatif sumber dana yang tersedia. alat transport. Aktivitas penggunaan atau pengalokasian dana/modal atau yang disebut dengan penggunaan dana. tambang. Artinya harus dapat menentukan sumber modal mana yang dapat dipilh dan yang memberi manfaat bagi perusahaan. karena apabila salah dalam mengalokasikan akan membawa dampak kerugian yang berkepanjangan bagi perusahaan. tanah untuk bangunan Alat produksi dari modal : Mesin. 2.Alat-alat Produksi Alam : Tanah berumput. Aktivitas memperoleh sumber dana/modal atau yang disebut dengan pemenuhan kebutuhan dana. gedung. Kedua aktivitas di atas menunjukkan dua fungsi manajemen keuangan. Pemilihan alternatif sumber dana harus berpegang teguh pada prinsip efisiensi. bahan dasar dan pembantu. pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh. yaitu prinsip yang menguntungkan dalam arti mudah untuk mendapatkannya dan ringan biayanya.

25 Tahun 1992 menunjukkan bahwa mengelola keuangan sangat terkait dengan keseluruhan aktivitas yang ada dalam koperasi.yang utama bukan semata-mata pada besarnya dana/modal yang akan diperoleh. Sedangkan penggunaan dana berhubungan dengan keputusan investasi dana. yaitu menyangkut masalah pengalokasian dana pada berbagai kebutuhan perusahaan. akan tetapi lebih kepada kemudahan memperolehnya dan pada biayanya (cost of capital). yaitu sebagai pemilik koperasi sekaligus juga sebagai pengguna layanan koperasi. namun yang diinginkan adalah bukan sekedar perusahaan dapat memperoleh laba. Kondisi seperti ini menunujukkan perusahaan memperoleh keuntungan. Hal itu sejalan dengan tujuan normatif manajemen keuangan yaitu meningkatkan kemakmuran para pemilik. yang dalam prakteknya dijalankan oleh pengurus dan diawasi oleh badan pengawas dan anggota. hal ini dikarenakan identitas ganda yang dimiliki oleh anggota. Pengawasan oleh anggota dipandang sebagai pengawasan yang paling efektif. Dengan kata lain. maka cadangan modal akan semakin besar sehingga dapat digunakan sebagai tambahan modal pada periode berikutnya. Manajemen keuangan sebagai bagian dari manajemen koperasi Keempat tugas pengurus yang terkait dengan manajemen keuangan sebagaimana dijelaskan dalam UU No. baik kebutuhan operasional maupun kebutuhan program tertentu yang diharapkan dapat memberi manfaat (benefit) dan keuntungan (profit) bagi perusahaan. karena anggotalah yang merasakan pelayanan yang diberikan Koperasi sehingga dapat langsung merasakan bagaimana jalannya usaha Koperasi. Dalam hal ini. melainkan bagaimana agar laba tersebut dapat terus meningkat dan berkelanjutan. a. Sebagai pemilik. anggota memiliki keterikatan dan kewajiban untuk mengawasi jalannya usaha Koperasi. 17 . Anggota dapat merasakan apakah kinerja pengurus sudah sesuai dengan amanah rapat anggota atau justru menyimpang dari amanah. 2. Manajemen keuangan Koperasi sebagai bagian dari manajemen Koperasi sangat terkait dengan masalah kesejahteraan anggota. Oleh karena itu pengawasan dari anggota akan lebih efektif dibandingkan pengawasan oleh badan pengawas. Tujuan Manajemen Keuangan Melalui manajemen keuangan yang tepat diharapkan terdapat efisiensi sehingga biaya yang dikeluarkan (misalnya untuk periode tertentu )lebih kecil dari hasil (pendapatan) yang diperoleh. manajemen keuangan Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota yang juga merupakan tujuan utama dari pendirian organisasi Koperasi. Dalam hal ini manajemen keuangan koperasi merupakan bagian dari manajemen koperasi. Apabila kondisi ini tercapai.

agar jalannya usaha Koperasi sesuai dengan tujuan Koperasi maka diperlukan kerjasama semua unsur yang ada dalam Koperasi. 2. Rasio keuntungan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan. yaitu mengelola Koperasi dan usahanya sangat terkait dengan masalah manajemen keuangan dalam Koperasi. karena laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bagi perusahaan tersebut telah bekerja dengan efisien. Efektifitas manajemen dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan serta investasi perusahaan. jumlah karyawan. Bagi perusahaan umumnya mempunyai tujuan paling utama adalah mendapatkan keuntungan yang optimal.2 KONSEP RASIO KEUANGAN Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas ialah rasio yang bertujuan untuk dapat mengetahui kemampuan perusahaan didalam menghasilkan laba selama periode tertentu serta memberikan gambaran mengenai tingkat efektifitas manajemen didalam melaksanakan kegiatan operasinya. “Profitabilitas adalah hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen. Meskipun demikian masalah profitabilitas adalah lebih penting daripada masalah laba. Ini dikarenakan unsur-unsur perangkat organisasi Koperasi merupakan satu kesatuan yang akan menentukan kemajuan Koperasi. kas. karena dalam menjalankan Koperasi dan usahanya diperlukan permodalan atau pembiayaan yang akan mendukung pelaksanaan tugas tersebut. Rasio tersebut disebut juga dengan rasio rentabilitas. Menurut Sutrisno (2009:222).” Menurut Munawir (2007:240).manajemen keuangan koperasi berperan andil dalam mewujudkan tujuan kesejahteraan anggota koperasi. Salah satu tugas pengurus. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba usaha perusahaan tersebut atau dengan kata lain adalah menghitung profitabilitasnya. “Rasio Profitabilitas yang mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan atau mungkin sekelompok aktiva perusahaan. “menjelaskan pula bahwa Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Kesalahan yang dibuat pengurus dalam menjalankan usaha akan berakibat fatal dan bahkan berkepanjangan. 2008 Rasio profitabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan didalam mendapat kalaba melalui semua kemampuan dan juga sumber yang ada seperti kegiatan penjualan. Oleh karena itu. jumlah cabang dan lain-lain.” 18 .” Menurut Husnan dan Pujiastuty (2002:73). modal. Menurut Syafri.

2009 Gross profit margin ialah persentase laba kotor dibandingkan dengan sales. demikian juga sebaliknya. Net profit margin tersebut dihitung dengan rumus: X 100% 3. disebabkan karena hal tersebut menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relatif lebih rendah dibandingkan dengan sales. profitabilitas merupakan pencerminan efisiensi suatu perusahaan di dalam menggunakan modal kerja. Syamsuddin. Return on investment ialah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan suatu keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam suatu perusahaan. GrossProfit Margin (PM) Sawir. Return on Investment Syamsuddin.Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas suatu perusahaan merupakan pencerminan kemampuan modal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) Rasio ini ialah mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan. Semakin besar gross profit margin akan semakin baik keadaan operasi pada perusahaan. Syafri. Gross profit margin tersebutdihitung dengan formula: X 100% 2. mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien. 2009 Gross profit margin ialah rasio yang mengukur efisiensi pengendalian harga pokok maupun biaya produksinya. maka cara menggunakan tingkat profitabilitas untuk ukuran efisiensi suatu perusahaan merupakan cara yang baik. JENIS-JENIS RASIO PROFITABILITAS 1. semakin rendah gross profit margin akan semakin kurang baik operasi pada perusahaan. Semakin tinggi Net profit margin tersebut maka semakin baik operasi suatu perusahaan. 2008 Return on investment adalah rasio yang menunjukkan berapa besar laba bersih yang diperoleh perusahaan jika di ukur dari nilai aktiva Return on Investment dihitung dengan rumus: 19 . Semakin tinggi rasio tersebut akan semakin baik keadaan pada suatu perusahaan. 2009 Return on investment ini ialah perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan total aktiva.

2009 Return on equity ialah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan tersebut mengelola modal sendiri (net worth) dengan secara efektif. Return on equity ialah suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik itu pemegang saham biasa ataupun pemegang saham preferen) atas modal yang mereka investasikan di dalam suatu perusahaan Sawir. mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri ataupun pemegang saham suatu perusahaan. ROE tersebut menunjukkan rentabilitas modal sendiri atau yang sering disebut dengan rentabilitas usaha. Return on Equity Syafri. Return on equity dapat dihitung dengan formula: X 100% BAB III ANALISIS DATA KOPERASI KELUARGA BESAR (KKB) IKOPIN NERACA 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 (Dinyatakan dalam rupiah) AKTIVA 31-Des-14 20 31-Des-13 .X 100% 4. 2008 Return on equity ialah perbandingan antara laba bersih sesudah pajak dengan total ekuitas.

082 Perlengkapan 683.171 61.529.459.929.745 7.000 Aktiva Tak Berwujud 16.609.751.370.332 Biaya Dibayar Dimuka 389.000.785 Pend YMH diterima 246.900 Bank 683.960) (430.000) PAD Bunga Pinjaman 128.113 102.111 9.037.728.488 7.912.480.977) Akumulasi Peny.500) (30.033 PK Pinjaman Flexibel (1.804. Bangunan (106.189.610 429.800.600.000.579.614) (105.000 2000.788.554.242.920 INVESTASI JANGKA PANJANG Aktiva yang Dijaminkan 2.983.536.000) (1.721.424 Akumulasi peny.000 Kendaraan 129.AKTIVA LANCAR Kas 51.641.500) Akumulasi Peny.696.554. Peralatan (411.285.809.996.740.868 668.911.866 425.610 Jumlah Investasi Jangka Panjang 427.260.000 129.380 Bangunan 125.424 465.625.000 Tambahan Bangunan 468.867.702.012.614) AKTIVA TIDAK LANCAR Kantor 21 .000 125.289 Jumlah Aktiva Lancar 11.800.000 PENYERTAAN Swamitra 460.560 479.600.969.318.025 311. Kendaraan (52.695.800.952 Piutang Usaha 10.560 Peralatan Kantor 478.100 525.320 Persediaan 399.000.845 131.

072 7.971 Modal Disetor 410.199 1.956) 288.837 Modal Donasi 104.530 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang Jangka Panjang Jumlah Hutang Jangka Panjang EKUITAS Simpanan Pokok 78.965) (293.037.486.444.679.023.575.144.285.786.029 Simpanan Sukarela 861.388.008.065 Penghasilan Diterima Dimuka 65.285.092.979.729 674.518.530.583 385.355 7.124.647.509.159 2.856.512.294 Dana-dana lain - Biaya Yang Masih Harus Dibayar 191.491 Simpanan Wajib 152.486.062 22 315.550.766 662.544.531.864 134.522 Dana-dana Pembagian SHU 33.941.464 Cadangan Jumlah Ekuitas Rugi Laba Tahun Sebelumnya 336.397.037.254.683.155.757 10.003.045.355 Titipan Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 25.931) .791 71.118.955.534.743.181 14.092.072 1. (339.171 140.485 12.893 (47.328 9.908.052.Akumulasi Peny.464 104.334 174.806.847 1.732.789 377.755.361 1.237 Tambahan Bangunan Jumlah Aktiva Tidak Lancar TOTAL AKTIVA NERACA 31 Desember 2014 dan Desember 2013 (Dinyatakan dalam rupiah) KEWAJIBAN DAN EKUITAS 31-Des-14 31-Des-13 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Hutang Usaha 152.130 1.314.827 153.616.081.979.662.

785.867.236 *Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan keseluruhan Analisis Profitabilitas Pada KKB IKOPIN 1.155.806.27 % 23 .215.927.132 X 100% 1.578 127.SHU Tahun lalu 42.99 % 3.105 SHU Tahun Berjalam 186.329.318 = 12. Net Profit Margin X 100% 186.081.578 X 100 % 12. Return On Equity X 100% 186.518.318 = 67.683 80.867. Gross Profit Margin X 100% 1.329.867.679.318 – 466.438.54 % 2. Return On Invesment ( ROI ) X 100% 186.438.590 Jumlah 229.679.959.583 10.438.062 = 17.659 TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 12.867.47 % 4.583 = 1.794.531.329.578 X 100 % 1.578 X 100 % 1.531.

BAB IV PEMBAHASAN 24 .

1 KESIMPULAN  Kesimpulan yang dapat dirumuskan adalah Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi.  Laporan keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya. dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha. yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi. serta hasil yang dicapai selama periode tertentu laporan keuangan mencerminkan semua transaksi usaha sepanjang waktu yang menghasilkan baik peningkatan maupun penurunan bersih nilai ekonomi 25 . dan Budaya Sesuai Dengan Nilai Dan Prinsif Koperasi. (UU No 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian). sosial.BAB V PENUTUP 1.

dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Badan Pembina dan Dewan Penasehat. Kankop. Manajemen SDM dalam Koperasi mencakup pengaturan Anggota Koperasi. Agar laporan keuangan yang disajikan dalam angka-angka dapar diartikan. hasil usaha kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan.  MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia bukan mesin . Karyawan Koperasi. Laporan keuangan disusun memiliki tujuan untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomi. Analisis ini digunakan untuk mengkaji. mengukur dan memahami hal-hal yang tertulis dalam laporan.  Analisis laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui apakah keadaan keuangan. 1. Dekopin.  Unsur MSDM adalah manusia. Dari analisis ini dapat diketahui kondisi dan keadaan perusahaan. dll. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi. Pengurus Koperasi. Koperasi sekunder.2 SARAN 26 . Manajer Koperasi. sosiologi.bagi pemilik modal. Pengawas (BP). perlu dilakukan analisis yang mendalam. Oleh karena itu laporan keuangan merupakan mediya yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan.

com/2010/04/manajemen-koperasi. http://www.html Indra. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Ninik. 2007.com/deputi7/file_infokop. MANAJEMEN KOPERASI.smecda. Nurhayat.pdf. 2010.sbm.id/wp-content/uploads/2010/01/Bagaimana-koperasi-MBA-review2007.com/Files/Dep_SDM/Buku_Saku_Koperasi/3_MANAJEMEN_KOPERAS I. Diakses 19 Maret 2013.Sc. Yogyakarta: Graha Ilmu Subandi. Ignatius Sukamdiyo. “Manajemen Koperasi”. Diakses 22 Februari 2013. 2009.gudangmateri. http://www.pdf.html http://www.smecda. Konsultasi Manajemen Untuk Koperasi Dan UKM. M. 1991. Manajemen Koperasi: Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Yusuf. 2003. Jatinangor : IKOPIN PRESS 27 . “Bagaimana Mengelola Koperasi agar Berstandar Nasional”.DAFTAR PUSTAKA Sumarsono. Sonny. Erlangga. 1996 http://www. Firdaus M.itb. Manajemen Koperasi.net/?s=manajemen+pemasaran+koperasi http://www.ac. Ir. Ekonomi Koperasi: Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta Widiyanti.makalah.