You are on page 1of 26

Latihan Soal 1

:
Seorang klien laki-laki 45 tahun mendapatkan terapi IV NaCl 2000 cc dalam 24 jam. Infus
diberikan dengan faktor tetesan 30/menit. Pada jam ke–10, infus tersisa 1200 cc.
Berapa tetes permenit sisa infus seharusnya diberikan?
A. 41 tetes per menit.
B. 42 tetes per menit.
C. 43 tetes per menit.
D. 44 tetes per menit.
E. 45 tetes per menit.
Jawab: C
Yang perlu anda ketahui adalah memahami kata kunci dari soaltersebut.
Cairan infus awal adalah 2000cc setelah 10 jam sisa cairan 1200 cc jadi yang
perlu anda hitung adalah sisanya yaitu 1200cc. Cara mencarinya yaitu 24
jam -10 jam = sisa waktu 14 jam. Cairan 1200 cc. Jadi : 1200×30 tetes/cc
dibagi(per) 14 jamx 60 = 42.8 tetes/menit = 43 tetes menit.
Latihan Soal 2:
Ny.M penderita DM type2 usia 42 tahun, dengan luka gangren pada bagian ekstremitas kanan
bawah daerah dorsal pedi. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam, dan akan dilakukan
tindakan perawatan luka. Ttv dalam batas normal. Pada perawatan luka, setelah dilakukan
pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP?
A. Memakai handscoon.
B. Melepaskan plester
C. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis.
D. Membersihkan luka.
E. Membalut kembali luka dengan rapi.
Jawab: A.
Perlu diingat, kadang-kadang soal ukom itu menyebabkan perbedaan intepretasi. Pada soal
diatas, kemungkinan jawaban D bisa juga dengan alasan melakukan tindakan perawat sudah
pakai handscoon so nekrotomi bila ada jar nekrosis. Namun jawaban paling tepat adalah A.
Memakai handschoon steril terlebih dulu baru membersihkan luka.

Latihan Soal 3:
Ner’s P sedang melakukan sebuah kegiatan berupa program-program kesehatan yang dirancang
untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam
organisasi dan lingkungannya.
Dari pernyataan di atas kegiatan Ners’ P berupa ?
A. Promosi kesehatan
B. Kesehatan lingkungan
C. Kesehatan kerja
D. PKPR
E. Wawancara
Jawab: A
Jawaban bisa A & B. Tapi Pilihan tepat A, karena promosi bukan hanya pencegahan tetapi juga
dapat mengubah mindset masyarakat untuk menuju suatu perubahan, kesling berdiri sendiri
sedangkan promosi mencakup semua kegiatan dimasyarakat.
Latihan Soal 4:
Seorang perempuan hamil 33 minggu, umur 36 tahun datang ke poli kebidanan untuk periksakan
kehamilan. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data kehamilan sekarang adalah kehamilan
yang ketiga, anak pertama keguguran, anak kedua lahir secara normal.
Bagaimana cara penulisan status obstetri pada kasus diatas..?
A. G3P1A0
B. G3P1A1
C. G3P2A0
D. G3P2A1
E. G3P2A2
Jawab: B. G3 = kehamilan yang ke-3, P1 = pernah melahirkan anak yg ke-2, dan A1 = pernah
keguguran anak yg ke-1.
Latihan Soal 5:
Ms X riwayat kecelakaan lalulintas. Saat Ms X di bawa ke IGD, Ms X telah terpasang penyangga
leher (collar neck), terlihat tidak sadar terdapat darah dalam mulut dan hidung Ms X dan napas
terdengar mengorok.
Manakah hal yang harus anda prioritaskan terlebih dahulu…?
A. Memasang jalan napas buatan lewat mulut (gudel)

Melakukan suction ke dalam hidung dan mulut D. infus kristaloid. Isolasi sosial.. tidak mau berkomunikasi. T dirawat di ruang tenang rawat inap kesehatan jiwamengeluh dirinya tidak mau berbicara dengan orang lain. suktion hati2 bl curiga fr. jelas sekali soalnya. psg OPA. Sepintas bisa jawaban B dengan alasan karena hanya terlihat tidak sadar maka perlu Pastikan respons dg AVPU. malas bercakap-cakap dengan orang lain. Gangguan komunikasi B. bl unrespons bebaskan jl nafas HT.B.O2. Berdasarkan rumus 9 (rule of 9) berapa persenkah luas luka bakar pada klien. klien ketika dan temanya ingin memasang teralis plafon rumah klien tersengat listrik. Apakah prioritas diagnosa keperawatan pada kasus tersebut. malas bergaul dengan orang lain. Ini termasuk mudah ditebak. terdapat luka bakar pada telapak tangan sampai ke siku sebelah kiri dan kanan.. 37% D. Memastikan GCS normal Jawab: A. kaki kanan sampai alat vital klien. Memastikan tingkat kesadaran klien dengan cara mamanggil C. Juga kata kunci soal adalah prioritas.? A.? A. Satu jam yang lalu. 19% C. 27% .basis cranii . Malu dengan orang lain C. Mencari sumber pendarahan dan membersihkan darahnya. E. Latihan Soal 6: Ny. 36% E. Isolasi diri D.cervikal. Isolasi sosial Jawab: E. Latihan Soal 7: Seorang klien berusia 45 tahun datang ke ruang UGD bersama teman kerjanya.CL/ Jaw trush bl curiga fr. kalo prioritas berarti yg paling utama tindakan yg perawat bisa lakukan. evaluasi GCS serta BHD lanjut. jadi jawaban nya A. Alasannya A karena pasien mengorok otomatis ujung lidah jatuh ke belakang jadi harus pasang gudel. hentikan perdarahan. Namun demikian jawaban paling tepat untuk latihan soal 5 diatas adalah A. 28% B. Isolasi sosial ditandai dengan pasien tidak mau bergaul dengan orang lain. Mengurung diri E.

Gangguan hubungan sosial 2. Mental organik D. Berusaha melindungi klien b. dibawa keluarganya ke Poli klinik RS jiwa karena . marah. Rencanakan aktivitas yang dapat dilakukan klien Jawab: B. Seorang laki-laki. Spiritual E. Emosional C. Beri kesempatan mengungkapkan perasan e. di rawat di ruang bedah selama 2 minggu karena mengalami fraktur tulang tibia. Fisik B. Pasien mengeluh nyeri dan sakit pada tulang tibia.Jawab: A. Yakinkan bahwa diri klien penting Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! 1. putus asa dan tidak berdaya. kesal. Apakah intervensi yang tepat pada pasien ? a.5 + 4. tanda-tanda vital dalam batas normal. kecewa dan marah terhadap kondisinya saat ini. Gangguan apakah yang dapat saudara kesimpulkan dari kasus di atas? A. Gangguan fisik B. sedih. Jiwa 3. Seorang laki-laki. Pastian obat diminum secara teratur d. Pasien merasa takut. Seorang wanita. usia 35 tahun. Saat pengkajian klien berkata: “Tolong jaga anak-anak saya.5 = 9 Kaki kanan sampai kelamin 18 + 1 = 19. Gangguan jiwa E. Jadi 19 + 9 = 28. Gangguan emosional C. Latihan Soal 8: Seorang perempuan usia 40 tahun. belakangan ini pasien mulai mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya. Klien mengungkapkan perasaan bersalah. Gangguan spiritual D. Selama dirawat pasien sering kesal dan marah-marah karena sakitnya belum sembuh juga. usia 26 tahun. Lengan sampai siku kiri kanan 4. dirawat di RS jiwa karena berusaha bunuh diri. saya akan pergi jauh”. usia 30 tahun. 28%. tanda-tanda vital dalam batas normal. datang ke IGD 1 jam yang lalu karena kecelakaan. Apakah masalah kesehatan yang sedang dialami pasien tersebut ? A. Yakinkan bahwa diri klien penting c.

BAB dan BAK sembarangan. Apakah Diagnosa keperawatan yang paling utama pada pasien tersebut? A. Hal ini sudah dirasakan sejak dua hari. Harga diri rendah D. tapi karena belum pernah sama sekali menggunakan KB. konjungtiva pucat. mual. Efektifitas mencegah kehamilan B. pasien jadi berencana untuk menggunakan kontrasepsi IUD. Pasien berencana akan menggunakan alat KB.sudah 1 minggu tidak mau mandi. Pasien masih memberikan ASI pada bayinya. RR 23x/menit. Apakah diagnosa keperawatan utama yang dapat saudara tegakkan pada kasus di atas? A. Tapi setelah berbicara dengan tetangganya dua hari yang lalu. Keuntungan suntik KB C. Efek samping metode suntik Seorang perempuan berusia 32 tahun. badan kotor dan bau. mata berkunang-kunang. Gangguan citra tubuh C. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi 4. cepat letih dan pusing dirasakan terutama setelah beraktifitas. Seorang perempuan usia 24 tahun. Seorang perempuan berusia 24 tahun G1P0A0. Datang ke Poli kebidanan dengan keluhan sering merasa pusing. Rencana Pemasangan IUD C. pasien menggunakan alat kontrasepsi pil. dan kondom. pasien ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan. Gangguan aktifitas C. Gangguan sistem penglihatan` . pemeriksaan fisik dalam batas normal. Gangguan personal higiene E. Kurang pengetahuan B. tidak mau makan bila makan berantakan. Gangguan rasa nyaman B. Defisit perawatan diri B. telah 1 minggu melahirkan anak pertama. Sebelumnya. Kontraindikasi Suntik KB E. Nyeri D. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal. telah memiliki 3 orang anak datang ke BPS untuk KB. Cemas D. datang bersama suami ke Poli kebidanan untuk berkonsultasi. Kerugian Suntik KB D. Anemia E. Pasien mengaku takut untuk menggunakan IUD. Apakah diagnosa yang paling utama pada pasien tersebut? A. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9gr%. Gangguan pola seksual 6. Gangguan Rasa nyaman E. usia kehamilan 20 minggu. Apakah yang paling utama disampaikan perawat pada sesi konsultasi tentang KB suntik tersebut? A. suntik. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg.

Gangguan istirahat dan tidur D. Ny. suhu badan. Sgpt. nyeri epigastrium. yang sudah dirasakan selama 1 minggu ini. D. menggigil. dengan keluhan utama sering BAB 3-4 x sehari. dengan luka gangrene pada bagian ekstremitas kanan bawah daerah dorsal pedi. Gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit E. Hb. LED. Dari hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan aseton dalam urin positif. dan ada darah berwarna merah marun. turgor kulit kembali lambat. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0. nafas berbau aseton. 9. Intoleransi aktivitas C. Demam berdarah. H. Dari hasil pemeriksaan fisik ada pembesaran hati dan nyeri tekan pada area hati. Diare. Hipertermi B. Disentri. Td: 100/70mmHg. nadi: 78x/i. Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas? A. hampir 6 kali sehari. Apakah diagnosa medis yang paling tepat pada kasus diatas? A. D. 38. tidak mau makan.C usia 34tahun. kepala pusing. . Dehidrasi. C. dirawat di rumah sakit dengan keluhan. 40 tahun.C terlihat pucat dan lemas. Gangguan pola aktifitas 8. Dehidrasi. Sgot. Ny. dan terlihat warna sklera dan kulit berwarna kuning. dan akan dilakukan tindakan perawatan luka. E. Ny. Gangguan intake output cairan 11. daatang kepuskesmas dengan keluhan demam. muntah sejak 3 hari lalu. pusing dan cepat letih. Dari pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit berkurang. Influenza . dan mual. Bilirubin. dengan konsistensi cair.50 C. Gangguan rasa nyaman nyeri B. Dari data tersebut pasien didiagnosa hepatitis. B. usia 2 tahun dibawa orangtuanya ke poliklinik anak. Gangguan nutrisi E. usia kehamilan 12 minggu datang ke UGD RS dengan keluhan mual muntah yang sering. RR: 24x/i. mual. Anak rewel. lesu.A. Apakah Diagnosa keperawatan yang utama pada pasien tersebut? A. 10.7. suhu tubuhnya 380 C. An. B.M penderita DM type2 usia 42 tahun. Klien mengatakan nyeri ulu hati. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam. Anoreksia D. mata cekung. Gangguan pemenuhan nutrisi C. E. Ttv dalam batas normal. C. Tn. Apakah pemeriksaan Lab yang paling menunjang untuk diagnosa kasus diatas? A.

Pada perawatan luka. umur 32 tahun dirawat di RS. B. abdomen tegang. Hasil USG abdomen dinyatakan terdapat batu didaerah vesika urinaria Apakah Diagnosa Keperawatan yang paling tepat kasus diatas ? A. MRI 14. USG abdomen E. Melakukan tindakan sesuai dengan SOP. Infeksi berhubungan penurunan daya tahan tubuh C. Speciment Urine C. C. Menjaga privacy klien. nyeri pada daerah suprapubik. Inform concernt yang disetujui oleh keluarga klien. setelah dilakukan pelepasan balutan luka/verban. umur 30 tahun datang ke UGD. Klien mengatakan sudah 5 jam sulit BAK. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan adanya obstruksi 15. tidak ada riwayat sebelumnya. Ekspresi wajah tampak kesakitan. Memasang sampiran B. Pagi ini akan dilakukan perawatan personal hygiene memandikan klien. nyeri saat buang air kecil. Seorang laki-laki. dengan GCS:5. E. Sebelum melakukan tindakan perawat melakukan komunikasi terlebih dahulu Apakah faktor penting yang harus dilakukan perawat dalam etika pelaksanaan asuhan ? A. Nyeri berhubungan ketidak mampuan melakukan menajemen nyeri B. TTV stabil dalam batas normal. sudah dirawat selama 1 minggu. dirawat di ICU dengan diagnose meningitis. Tanda vital dalam batas normal. Keluhan dirasakan secara tiba –tiba. Keadaan umum: lemah. Klien mengeluh nyeri pada daerah visika urinaria. Memakai handscoon. Salam pembuka dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis. Speciment Darah B. urin terus menetes setelah berkemih. Seorang laki – laki berusia 69 tahun dirawat di rumah sakit karena BPH. Seorang Wanita. Nadi: 80 kali permenit.B usia 38 tahun. klien mengatakan sering BAK.5°C. 12. pernafasan: 24 kali permenit. Apakah masalah keperawatan utama yang muncul pada klien? . Tekanan darah: 110/80 mmHg. 13. D. Melepaskan plester C. Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP ? A. Obstruksi berhubungan dengan diet yang tidak efektif D. Membersihkan luka. E. Apakah Pemeriksaan penunjang utama yang harus dikolaborasikan pada kasus diatas ? A. BAK tidak lancar. Gangguan eliminasi urin berhubungan kegagalan ginjal kronis E. Membalut kembali luka dengan rapi. Tn. merasa tidak puas setelah BAK. ekspresi tampak meringis kesakitan. S: 36. Foto rongxen D. D.

Tekanan darah 140/80 mmHg. Tekanan Darah: 130/80 mmHg. Kerusakan intergritas kulit D. Nadi 84 kali permenit. berumur 55 tahun. Apakah masalah keperawatan yang utama pada klien tersebut? A. Gangguan integritas kulit 18. datang ke UGD dengan keluhan sejak 1 minggu ini. gangguan eliminasi BAK D. Jalan nafas tidak efektif 19. Apakah prioritas masalah keperawatan pada klien tersebut? A. Hipertermi B. Nadi = 60 x/menit. Gangguan pola nafas E. penurunan nafsu makan. nyeri terjadi di sendi lutut dan ibu jari berwarna kemerahan. Defisit volume cairan D. SGOT: 300 u/L. usia 50 tahun. Seorang perempuan. Gangguan pola nafas E. Gula Darah Sesaat 180 mg/dl. Nyeri akut B. Gejala ini muncul karena udara yang sangat dingin.A. pernafasan: 28 x/menit. Gangguan volume cairan tubuh 17. Nadi: 110 x/menit. Intoleransi aktivitas C. wajah meringis. suhu badan : 38 ° C. suhu 37. sesak nafas. . mukosa mulut kering. Hasil pengkajian: terdapat penurunan berat badan. berumur 30 tahun. diare. Nyeri B. turgor kulit: kembali dalam waktu 5 detik.C. terasa nyeri bila digerakkan. Perubahan nutrisi E. datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak tadi malam. Gangguan nutrisi C. Keluhan yang dirasakan pasien adalah perut bagian kanan atas terasa penuh. nafsu makan meningkat. terdapat suara wheezing. Respiratory rate 16 kali permenit. Gangguan istirahat dan tidur E. Disfungsi seksual C. sering terjadi pada pagi hari. Resiko tinggi infeksi 16. Seorang laki – laki. sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis. mual dan muntah. Tekanan darah 130/80 mmHg. suhu: 36 ° C. Intoleransi aktivitas C. Skala nyeri 6. Seorang laki-laki. SGPT : 200 u/L. Klien mempunyai kebiasaan makan melinjo. pernafasan 28 kali permenit. usia 55 tahun. sering merasa haus dan sering kencing pada malam hari. kedua kaki bengkak. Ekspresi wajah meringis saat digerakkan. Hasil lab. Nyeri akut B. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut? A. nadi 60 kali permenit.5. Seorang laki-laki. Defisit volume cairan D. datang ke IGD karena keluhan badan lemas sejak 2 hari yang lalu.

klien disarankan untuk istirahat. dibawa oleh orangtuanya ke RS karena mengalami pembesaran kepala sejak 1 bulan yang lalu. DPT III Polio IV 22. Tekanan darah 140/80 mmHg. Severity D. Apakah tindakan yang tepat untuk pasien tersebut? A. aktifitas fisik hanya di tempat tidur atau digendong oleh orangtuanya. Anak perempuan umur 1 tahun. Imunisasi apa yang sekarang harus diberikan? A. usia 40 tahun di bawa ke IGD karena nyeri dada selama 10 menit setelah melakukan olah raga voly. DPT II Polio III B. DPT II Polio IV D. Resiko gangguan cairan dan elektrolit E. Resiko tinggi gangguan integritas kulit D. DPT IIPolio III C. Seorang anak laki-laki yang berusia 11 bulan dibawa oleh ibunya ke Poli Thalasemia dengan keluhan mudah sakit. Seorang wanita. Qualitatif E. Bayi laki-laki usia 8 bulan dibawa oleh ibunya ke Puskesmas untuk melakukan imunisasi. Time B. Hasil pemeriksaan laboratorium 3 gr/dl.Apakah data yang bisa melengkapi pengkajian nyeri pada kasus tersebut? A. terdapat sunset sign. Provokatif / paliatif 20. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan B. didapatkan hasil: lingkar kepala 59 cm. diagnosa medis Thalasemia Apakah implementasi utama yang dilakukan? . sklera anemis. DPT III Polio III E. Menganjurkan untuk tirah baring 21. kemudian perawat melakukan pemeriksaan fisik.8ºC. sebelumnya telah mendapatkan imunisasi BCG. tinggi badan 72 cm.C. berat badan 8 kg. wajah yang pucat. suhu tubuh 36. Oleh dokter. Pada pemeriksaan didapatkan hasil yaitu berat badan 9 kg. Region C. belum bisa berjalan. pernafasan 20x/menit. Memasang EKG B. Kurangnya pengetahuan orangtua 23. Memberikan oksigen C. Apa masalah keperawatan utama pada kasus diatas? A. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan C. Menganjurkan untuk nafas dalam E. Nadi 96 kali permenit. suhu 36 . Kolaborasi pemberian analgetik D. pernafasan 28 kali permenit. DPT I dan Polio 2.

disertai muntah. Berdasarkan data di atas. Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan sejak 2 minggu terakhir bayi BAB 4 – 5 x/hari dengan keluaran sisa makanan yang belum tercerna dengan baik. Fibroadenomama C. berumur 2 tahun mengalami diare sejak 2 hari yang lalu. susu buatan 3x/hari. Apakah anjuran yang paling tepat saudara berikan pada ibu bayi? . An. Hipoperfusi jaringan serebral karena penurunan volume vaskuler B. apakah diagnosa medis yang dapat ditegakkan pada pasien tersebut? A. Apa penyebab utama penurunan kesadaran An. memberikan asi 1 x selum bekerja dan 3 – 4 kali sepulang bekerja. Penekanan pada pusat vital dan kesadaran di otak D. Atresia ani D. Jika dibiarkan lebih lama.. Memberikan cairan infus B. Colok dubur C. Mekanisme diuresis pada kerusakan jaringan ginjal E. Apakah tindakan bedah sementara pada Bayi tesebut ? A. Tandatanda vital dalam batas normal. namun pada bayi yang menderita penyakit Hisprung (akibat dari kelumpuhan usus besar dalam menjalankan fungsinya). Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening axilla.C? A. Papilloma intraduktal 27. Kelainan fibrokistik mammae D. Selain itu perut bayi juga akan terlihat menggembung. Memberikan transfusi darah C. Seorang perempuan berusia 22 tahun berobat ke dokter 3 bulan setelah menemukan sebuah benjolan pada kuadran lateral bawah mammae dextra. maka tinja tidak dapat keluar. berbentuk oval.A. halus. Kolostomi B. C laki-laki. Penurunan fungsi hemodinamik dan kelelahan jantung C. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa berdiameter 2 cm. berat badan bayi tidak akan bertambah dan akan terjadi gangguan pertumbuhan. Kondisi dehidrasi 26. Memberikan nutrisi yang adekuat D. Sehari-hari bayi diurus oleh neneknya dengan pengaturan makan pemberian bubur susu 3x/hari dan sari jeruk peras 2 x/hari. Memberikan informasi yang benar E. Karsinoma intraduktal E. dan mobil pada mamae tersebut. Ibu bekerja sebagai guru. Bayi baru lahir akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) dalam 24 jam pertama. tinja akan keluar terlambat atau bahkan tidak dapat keluar sama sekali. Memberikan Penyuluhan kesehatan tentang penyakit Thalasemia. 24. Nekrosis lemak B. Operasi besar E. padat. Laparatomi 25. dibawa ke rumah sakit dalam kondisi dehidrasi dengan penurunan kesadaran.

terasa gatal dan berbau. Seorang perempuan. Pemberian bubur susu dihentikan B. Pemberian asi dihentikan karena tidak efektif 28. konjungtiva pucat. usia 25 tahun. agar efektif pasien diberikan abothyl melalui vagina. terasa gatal dan berbau. Pada pemeriksaan inspekulo vagina tampak kemerahan dan ada keputihan. Demam berdarah dengue B. usia 33 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sudah 3 hari mengalami keputihan. Topikal C. Diagnosa medis dinyatakan infeksi jamur. Oral B. Membersihkan vagina dengan menggunakan larutan betadin 30. pasien tampak apatis. makin lama demam makin tinggi terutama pada sore dan malam hari . Hepatitis E. Bagaimanakah cara pemberian obat yang efektif digunakan untuk pasien ? A. Suami diprogramkan untuk berobat D. Typhoid D. mula-mula panas tidak tinggi. usia 33 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sudah 3 hari mengalami keputihan.A. Tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan C.00 wib diruang IGD perawat sedang sibuk memasang infus klien dehidrasi berat dan memberikan injeksi Sulfas atropine tiap 15 menit kepada klien keracunan pestisida. Intra muskuler D. Pada pemeriksaan inspekulo vagina tampak kemerahan dan ada keputihan. suhu 39°C Apakah diagnosia medis yang tepat berdasarkan kasus di atas? A. Diagnosa medis dinyatakan infeksi jamur. Perawat harus meilih klien manakah tenaga dan pikirannya di fokuskan . Pemberian sari jeruk peras dihentikan C. Seorang pria. Tanda-tanda vital : TD 130/80 mmHg. Pasien sudah berobat ke klinik mendapat ampicillin dan paracetamol tapi tidak membaik. Obat harus dipakai sampai habis B. Pemeriksaan fisik ditemukan badan teraba panas. agar efektif pasien diberikan abothyl melalui vagina. Menggunakan pakaian dalam yang kering E. Pemberian susu buatan dihentikan D. Saat dinas malam jam 03. 3 hari pertama panas disertai mencret. Seorang perempuan. nadi 92x/menit. Gastroenteritis 29. datang ke puskesmas dengan keluhan sudah 8 hari demam. Intra vena 31. Apakah penyuluhan utama disampaikan pada pasien ? A. Pemberian asi dilanjutkan dengan frekuensi ditambah E. TB paru C. Suppositoria E. Saat bersamaan datang klien Ca mammae kesakitan dan klien serangan jantung. RR 24 x/menit.

Plasenta lahir spontan lengkap. Seorang perawat yang mendapati teman kerjanya menggunakan narkotika. yang telah koma selama 8 hari. Kebebasan Melawan Penanganan dan Pencegahan Bahaya B.Termasuk masalah etik yang bagaimanakah hal ini? A. informed consent 32. Allocation of Scarce Nursing resources E. Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba 35. Nilai-nilai moral. Berkata secara jujur melawan berkata bohong C. politik. karena diancam akan dibuka rahasia yang dimilikinya bila melaporkan hal tersebut pada orang lain. Paternalism. Dilema etik. perdarahan pervaginam berwarna merah dan nyeri . Confidentiality D. BB 3000 gram. PB 50 cm. Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah agama. Berkata secara jujur melawan berkata bohong C. satu jam yang lalu. Prinsip bioetik 33. ekonomi dan ideologi E. Keinginan terhadap pengetahuan yang bertentangan dengan falsafah agama. Masalah etik B. Seorang perempuan berusia 30 tahun meminta perawat untuk melepas semua selang yang dipasang pada anaknya yang berusia 14 tahun. kontraksi teraba keras. TFU 2 jari di bawah pusat. Klien mengeluh perut mules. politik. Deception C. C. Hasil pengkajian KU ibu baik. nadi : 76 x / mnt. Terapi ilmiah konvensional melawan terapi tidak ilmiah dan coba-coba 34. Kuantitas Melawan Kuantitas Hidup D. Kebebasan Melawan Penanganan dan Pencegahan Bahaya B. D. B. Prinsip Moral E. Seorang perempuan melahirkan anak pertama perempuan di RSIA. ekonomi dan ideologi E. Berada dalam msalah etik manakah perawat dalam kasus ini? A. Perawat menghadapi permasalahan tentang posisi apakah yang dimilikinya dalam menentukan keputusan secara moral. Berada dalam msalah etik manakah perawat dalam kasus ini? A. ia akan mengatakan hal ini secara terbuka atau diam. tetapi dilain pihak masyarakat berpendapat akan lebih adil bila pengobatan diberikan kepada bayi yang masih memungkinkan mempunyai harapan hidup yang besar Merupakan kasus apakah hal tersebut? A. Seorang ibu yang memerlukan biaya untuk pengobatan progresif bagi bayinya yang lahir tanpa otak dan secara medis dinyatakan tidak akan pernah menikmati kehidupan bahagia yang paling sederhana sekalipun. Di sini terlihat adanya kebutuhan untuk tetap menghargai otonomi si ibu akan pilihan pengobatan bayinya. Kuantitas Melawan Kuantitas Hidup D. TD: 110/70 mmHg.

TD : 90/60 mmHg. Intervensi D. lalu menangis. Menurut keuarga terjadi kira-kira 1 bulan setelah ditinggalkan oleh tunangannya. Klien terlihat diam dengan pandangan mata kosong. Nadi : 100 x/i. Ny. Terapy fisik C. Terapy psikologik E. pusing. Evaluasi 38. Perawat menelepon kebagian farmasi. Pengkajian B. Nn. Menurut keuarga terjadi kira-kira 1 bulan setelah ditinggalkan oleh tunangannya. Perdarahan pervaginam B.pada luka jahitan. Syok terapy D. Depresi neurotik B. dan sedang menunggu dokumentasi dan obat yang akan dibawa pulang. marah-marah dengan sebab tidak jelas. Klien terlihat diam dengan pandangan mata kosong. ternyata belum siap. lemas. Depresi endogenik D. tahap manakah terlebih dahulu yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah diatas? A. Termasuk jenis depresi apakah yang tepat pada klien diatas? A. Exhaustion depression C.Ia merasa cemas dengan keadaannya Apakah penyebab kecemasan pada pasien tersebut? A. pernah mencoba bunuh diri. lalu menangis. jika disapa menatap dengan sinis penuh dendam. dan menggigil. Pelaksanaan E. K 35 tahun post partum mengalami perdarahan akibat atonia uteri. Terapy musik 39. Terapy obat penenang B. Depresi simptomatik 37. Depresi somatogenik E. Apakah jenis terapy yang tepat pada kasus diatas? A. Staff farmasi mengatakan tidak bias seperti itu tetap harus menunggu giliran. perawt mengatakan tolong didahulukan karena untuk pasien yang akan dipulang kan. pernah mencoba bunuh diri. Perut mules C. Kontraksi teraba keras 36. Rumusan masalah C. G 20 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan keluhan utama klien suka berteriak-teriak. marah-marah dengan sebab tidak jelas. G 20 tahun dirawat di rumah sakit jiwa dengan keluhan utama klien suka berteriak-teriak. Seorang pasien akan pulang hari ini. TFU 2 jari dibawah pusat D. Nyeri pada luka jahitan E. Nn. suhu . Dalam penyelesaian manajaemen konflik. klien terlihat keringat dingin. jika disapa menatap dengan sinis penuh dendam.

urin protein positif.37. Anjurkan tidur miring ke sebelah kiri E. Anjurkan bedres total E. Hasil pemeriksaan: tekanan darah 130/80 mmHg. klien terlihat keringat dingin. Siapkan transfusi C. Periksa adanya robekan jalan lahir E. Penkes persiapan menyusui C. pusing. kaki edema dan terdapat varises. Anjurkan miring ke kanan –kiri setiap 2 jam 42. hamil 36 minggu. Keluhan kaki bengkak. dirawat di R dengan preeklamsi. hamil 25 minggu. Penkes persiapan menyusui C. Lakukan kateterisasi 41. Ny. Anjurkan Diet TKTP B. nadi 90x/menit. Kolaborasi pemberian volume cairan D. Hipotermi B. Apakah masalah keperawatan yang paling utama pada kasus diatas? . Syok D. nadi 90x/menit. kepala janin sudah masuk PAP. Hasil pemeriksaan Tanda vital dalam batas normal Apakah implementasi keperawatan yang paling utama pada kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0. Penanganan syok B. Berikan oksitoksin 10 unit D. datang ke poliklinik kebidanan untuk memeriksa kehamilan. didapat Hb : 6gr% Apakah prioritas masalah keperawatan dari kasus diatas? A.80C. Apakah implementasi keperawatan yang paling utama pada kasus diatas? A. suhu 37. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein 43. berat badan bertambah 28 kg. berat badan bertambah 28 kg. Kolaborasi pemberian volume cairan D. didapat Hb : 6gr% Apakah pnanganan utama pada kasus diatas ? A. Anemia E. hamil 36 minggu. lemas. Anjurkan Diet TKTP B. dirawat di R dengan perdarahan .80C. Keluhan kaki bengkak. K 35 tahun post partum mengalami perdarahan akibat atonia uteri. Keluhan perut terasa mulas. urin protein positif. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0. dan menggigil. Nadi : 100 x/i. RR : 26x/I. Seorang perempuan berusia 25 tahun G1P0A0. RR : 26x/I. kepala janin sudah masuk PAP. Intoleransi aktivitas 40. Resti terjadinya kejang C. kaki edema dan terdapat varises. TD : 90/60 mmHg. Hasil pemeriksaan: tekanan darah 130/80 mmHg.

Apakah yang harus segera dilakukan pada pasien tersebut? A. Hasil pengkajian: klien tampak lemas. lidah kotor. Sitostomi B. Bertambahnya usia kehamilan C. Tahanan vaskuler aliran balik vena di tungkai E. Risiko terjadi eklamsi D. tekanan darah: 120/80 mmHg. kolesterol C. Memberikan cairan melalui intravena E. tidak nafsu makan.5o C. Seorang perempuan usia 21 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri ulu hati sudah 2 minggu. hemoglobin D. Kurangnya asupan nutrisi yang mengandung protein 44. Suhu: 39°C dan pernapasan: 22 kali permenit. Kolostomi . Melakukan jaw trust manuver 45. pernapasan 32 kali permenit. Pasien tersedak biji bakso 3 menit yang lalu. Memasang oropharineal airway D. suhu 37°C Apakah penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan fisik: terdapat prolaps didaerah perianal yang tidak dapat dimasukkan dengan jari. Melakukan oral hygiene B. Warna bibir kebiruan. Apa pemeriksaan laboratorium yang tepat dilakukan untuk menegakkan masalah pada klien tersebut? A. abdominal trust B. Apakah implementasi yang tepat untuk masalah pasien tersebut? A. Memberikan diit lunak dan rendah serat 47. Suhu: 39°C . Melakukan hemlich manuver E. kadar albumin 46.A. mual. RR 20 x/menit. muntah dan lesu. Seorang perempuan usia 52 tahun dirawat di RS dengan keluhan keluar darah segar saat BAB sudah 3 hari dan terasa nyeri sekali. tekanan darah: 110/70 mmHg. mual. muntah dan klien juga merasa lemas. Urine rutin B. Tekanan darah 140/90 mmHg. Suhu : 36. tidak nafsu makan. nadi 88x/menit. Melakukan kompres hangat C. Nadi : 80 kali permenit. enzim hati E. Seorang Laki-laki umur 25 tahun dirawat di RS dengan keluhan perut terasa penuh sudah 2 minggu. Bertambahnya ukuran janin B. Mengajarkan teknik relaksasi D. tindakan back blow C. Seorang perempuan hamil berusia 24 tahun. Tes widal 1/200. datang ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sudah 5 menit dan batuk sambil memegangi leher. Hasil pengkajian: sclera dan kulit berwarna kuning.

Tekanan darah meningkat (mendekati normal 120/80 mmHg) 49. Seorang perempuan berusia 55 tahun di ruang rawat penyakit dalam mengeluh lemas sejak kemarin. tindakan back blow C. Suhu 37. Melakukan hemlich manuver E. Hemoroidektomi E. Kadar Hemoglobin dan rontgen thorak D. nadi 55x/menit. Pasien lebih berenergi D. RR 24 x/mnt. rahim teraba lembut.C. Pasien tersedak biji bakso 3 menit yang lalu. Hasil Pemeriksaan didapatkan data klien tampak sesak. tekanan darah: 120/80 mmHg. Apakah yang harus segera dilakukan pada pasien tersebut? A. Nadi : 80 kali permenit. Rontgen thorak dan Kadar gula darah E. abdominal trust B. terdapat lendir. Analisa Gas Darah dan rontgen thorak B. kondisi blader kosong. perineum tanpa luka episiotomi. darah keluar ± 100 cc. respirasi rate 16 kali per menit. nafas cepat dan dangkal. banyak keringat. Nadi 100kali permenit. Hemodialisa D. nafas cuping hidung. Analisa Urine Rutin dan rontgen thorak 51. Hasil pemeriksaan fisik diperoleh data tekanan darah 90/50 mmHg. Perawat melakukan tindakan kolaboratif memberikan rehidrasi cairan dengan cairan infuse NaCl 20 tetes per menit. dari hasil pengkajian didapatkan data ibu kelihatan letih. Seorang perempuanberusia 25 th P1A0 10 menit yang lalu melahirkan bayi normal. Seorang laki-laki berusia 40 tahun diantar ke IGD dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari. Pernafasan 30 kali permenit. Warna bibir kebiruan. BAB 10 kali per hari dengan konsitensi encer. Diare berkurang B. Rontgen thorak dan Kadar Trombosit C. Seorang perempuan hamil berusia 24 tahun. Apakah kriteria hasil evaluasi dari tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan perawat tersebut? A. pernapasan 32 kali permenit. dan memberikan oralit. balance cairan minus 600 cc per jam kerja. Memasang oropharineal airway D. pada auskultasi paru terdengar bunyi ronchi. Apakah Tindakan utama yang harus dilakukan pada kasus diatas? . Suhu : 36. suhu 38 derajat celcius. Tekanan darah 100/70. TD 110/70 mmHg. suhu 38. Cemas berkurang C. Manakah pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang diperlukan untuk melengkapi data tersebut ? A. Peritoneal dialisa 48. pasien cemas.30C. sianosis. Melakukan jaw trust manuver 50. Nadi 80 x/mnt. Balance cairan seimbang E. datang ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sudah 5 menit dan batuk sambil memegangi leher.5o C.9oC.

serviks. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan keterbatasan aktifitas D. Mengeluarkan plasenta.5 °C. C. mengeluh sudah lama mengalami gangguan genetalia. Perempuan berusia 32tahun. dan kandung kemih distensi E. Klien tidak mengeluh nyeri. Uterus tidak teraba. Membuat jalan lahir lebih lebar E. berada dibawah Prosesus Xiphoideus 53. S= 36. Suhu badan 36. Komplikasi operasi Seksio Caesaria E. Bonding attactment D. Seorang penderita Ca. Gangguan Body Image berhubungan dengan kehamilan 54. Ansietas berhubungan dengan efek pre eklampsi terhadap ibu & bayi B. B. Uterus berada diatas Prosesus Xiphoideus D. TD = 100/ 80 mmHg. Suhu 37°C. G1P0A0 dengan umur kehamilan 37 Minggu. post partum fisiologis 10 jam yang lalu. Nadi 84X/ menit.5 C. rencananya mau pulang sore nanti. Uterus teraba lunak. Apakah kemungkinan penyebab klien belum bisa BAB pada kasus diatas? A. R=20 X/menit. hanya miring kanan dan kiri. Keadaan umum tampak baik. Bagaimana kondisi Uterus yang diharapkan pada klien dalam kasus diatas. mual-mual disertai nyeri pada uluhati. Seorang perempuanP1A0. namun mengeluh belum BAB. disertai rasa tidak nyaman. Hasil pengkajian perawat :KU baik. TD 110/70 mmHg. serta pandangan mata kabur. Nadi 80 X/menit. Hasil pemeriksaan fisik : KU baik. E. Massage daerah rahim B. Pernafasan 24 x/menit. Dalam 2 bulan terakhir secret vagina disertai darah. N=80 X/ mnt. Klien belum duduk. Uterus teraba lunak dan berisi cairan B. Seorang ibu hamil Umur 32 Tahun. . Ditemukan data genetalia : discharge lendir banyak disertai darah. Respirasi 20 X/menit. dan bau menyengat. Mengeluh nyeri kepala berat. Kateterisasi urin 52. lokhea rubra jumlah sekitar 100 cc. kondisi luka post operasi : jahitan luka belum kering. Kurang pengetahuan C. Penurunan peristaltik usus karena anastesi. sehingga klien dibolehkan untuk pulang? A. Kurang pemasukan nutrisi D. Ketidakcukupan diet tinggi serat 55. Klien masih mengeluh mulas pada perut bagian bawah.A. TTV baik . Apa diagnosa keperawatan yang prioritas pada klien dalam kasus diatas? A. Hasil pengukuran Tekanan darah 180/110 mmHg N=80 X/menit. R=20 x/ mnt. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan vasospasme arterioral.50C. Frekuensi dan kualitas ambulasi yang tidak adekuat. Uterus teraba keras. S=36. TD 120/80 mmHg. Klien mau menghabiskan diet yang disajikan. berada tepat di umbilikus C. Keadaan ini telah berlangsung sekitar 4 jam sebelum dibawa ke rumah sakit. post SC hari ke-2 dengan indikasi Makrosomia. C.

Pasang infuse RL D. Masase punggung B. anak kedua lahir secara normal. Seorang perempuan hamil umur 23 tahun datang ke poli kebidanan dan kandungan untuk periksa hamil. Seorang perempuan hamil umur 25 tahun datang ke poli kebidanan dan kandungan untuk periksa hamil. Seorang perempuan usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan sirosis hepatis. nadi 80 x/menit.perut buncit.pernafasan 27 x/menit. G3P1A0 E. G3P1A1 C. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data usia kehamilan 36 minggu dengan keluhan utama sudah satu minggu ini susah buang air besar. G3P2A1 B. Meningkatkan asupan cairan secara adekuat C. nyeri daerah hepar. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut? A. Resiko infeksi C. suhu 37. Vulva Hygiene E. Persiapan program antikanker 56. Dari hasil pengkajian didapatkan nilai GCS : 4 dengan E : 1. Bagaimanakah cara penulisan status obstetri pada kasus diatas? A. muntah. Dimanakah tempat pemeriksaan area abdomen sirosis hepati dilakukan? . Lakukan olah raga ringan 58. V : 1. nadi 75 x/menit. Kurang volume cairan E. Manakah anjuran yang tidak tepat untuk mengatasi masalah pada ibu diatas? A. Pemakaian dulcolax D. Intoleran aktivitas D. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data kehamilan sekarang adalah kehamilan yang ketiga anak pertama keguguran. G3P2A0 D. Pasien terlihat gelisah.Hasil pemeriksaan tekanan darah 120/80 mmHg. Seorang laki-laki berusia 39 tahun datang ke IGD dengan keluarganya setelah terjatuh dari motor dan mengalami cedera di kepala. suhu 370C. M : 2.3 0C dan pernapasan 25 x/menit.. Kolaborasi pemeriksaan laborat C. G3P2A2 57. setiap buang buang air besar keras. tekanan darah 100/75 mmHg. Meningkatkan asupan makanan tinggi serat B. Nyeri B. Gangguan Perfusi jaringan serebral 59.Tindakan yang harus segera dilakukan pada saat itu terhadap klien pada kasus diatas? : A. Membiasakan BAB secara teratur setiap hari E. keluhan yang dirasakan mual.

Ibu bertanya: “apakah ia hamil? Dan kalau hamil berapa bulan?.9 % B. pernafasan 20x/menit. Seorang bayi baru dilahirkan di ruang bersalin RSU beberapa menit yang lalu dengan kondisi tidak menangis. nadi kurang dari 100 kali permenit. mengatakan sudah 7 bulan sejak kelahiran anak keduanya belum pernah menstruasi. Seorang ibu 19 tahun. Memberikan kompres air hangat B. Dextrose 5% selang seling dengan NaCl 0. RL dan NaCl 0. klien tampak lemas. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang penyakit bedah sejak tujuh hari yang lalu. Melakukan resusitasi C. Nadi 88 x/menit. Seorang ibu 30 tahun. tekanan darah 100/70 mmHg. badan lemas. Umbilical 60. aktifitas lemah dan tampak lemas. hasil pengkajian didapatkan data ekstremitas atas dan bawah tidak dapat digerakkan secara aktif. mengatakan hamil 3 bulan datang ke RS dengan keluhan sudah 1 minggu ini mual dan muntah 5-6 kali sehari. Mobilisasi tiap 2 jam D.7°C. Melakukan masage E. Melakukan pemotongan tali pusat D. Apakah tindakan yang dilakukan perawat untuk menentukan usia kehamilan pada kasus tersebut ? . Memonitor kulit klien C. Apa yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada klien ? A. Melakukan bonding attachment B. Melatih ROM 61. GI P0 A0. ia masih meneteki anaknya. Suhu 37. Epigastrium E. warna muntahan putih kadang kekuningan. Dextrose 5 % selang seling dengan RL D. dan nadi 80 kali /menit. Melakukan inisiasi menyusu dini E. Hipogastrium D.Hasil pengkajian Tekanan Darah 180/100 mmHg. Hipokondriak kanan B. Dokter meminta perawat melakukan pemasangan infus. Apakah kemungkinan jenis cairan yang diprogramkan ? A.9% 62. Dextrose 5 % selang seling dengan martos C. Ibu mengatakan perutnya bertambah besar dan agak merasa mual bila pagi hari. kulit disekitar area penonjolan tulang tampak kemerahan. Memberi rangsangan air dingin dan hangat 63. Apakah prioritas tindakan untuk menangani kasus diatas? A. tubuh berwarna merah muda ekstrimitas biru. Dextrose 5 % selang seling dengan aminofel E.A. Hipokondriak kiri C.

Lapor ke dokter B. postpartum 30 jam. Injeksi metergin 1 ampul 66. melakukan pemeriksaan palpasi Leopold IV E. posisi uterus disamping kiri.A. Seorang ibu primipara umur 25 th. turgor kembali lambat. Nadi 80 kali/menit. Apa kesimpulan perawat dari data tersebut ? A. Tinggi Fundus Uteri setinggi umbilicus. didapatkan data : Tinggi Fundus Uteri 1 jari diatas umbilicus. Infus RL 30 tts/menit E. Hari ini b. Hasil dari pengkajian didapatkan suhu 38 0 c. Diaphoresis postpartum D. melakukan pemeriksaan palpasi Leopold III D. mukosa kering Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut? A.a. 1232 cc D. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat pertama kali ? A. Gangguan istirahat E. Distensi Bladder C. dan agak rewel. Diuresis postpartum B. lochea rubra banyak. Massage uterus C.b cair sudah 5 kali. Seorang anak umur 2 tahun dibawa orang tuanya ke poli anak dengan keluhan BAB 4 kali dalam 1 hari. Gangguan rasan nyaman D. Pada saat ditimbang BB . 1344 cc . mengeluh buang air kecil sedikit-sedikit. Hasil pemeriksaan didapatkan : Anaknya tampak lemah. melakukan pemeriksaan palpasi Leopold II C. kontraksi lembek. Gangguan cairan dan elektrolit B. 12 Kg. mata cekung. Gangguan hospitalisasi 67. Pemeriksaan Denyut Jantung Janin 64. 1210 cc C. lochea rubra disertai bekuan darah. Berapakah kebutuhan cairan Anak tersebut ? A. Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 2 tahun periksa di UGD karena Diare sudah 2 hari. tidak ada napsu makan dan tidak bisa tidur. area symphisis menonjol dan ibu kesakitan saat dipalpasi. turgor jelek. Atonia uteri E. Gangguan Nutrisi C. TD: 100/60 mmHg. muntah 3 kali dalam satu hari. melakukan pemeriksaan palpasi Leopold I B. Distensi abdomen 65. Injeksi oksitosin 10 IU IM D. status obstetri G3P3A0 dan postpartum 30 jam. Seorang ibu 30 tahun. Perawat melakukan pemeriksaan fisik. mukosa bibir kering. 1100 cc B.

Seorang wanita berusia 34 tahun mendapatkan terapi obat antipsikotik. Ketidakefektifan koping E. Gangguan pola tidur D. Seorang perempuan berusia 45 tahun diantar keluarga ke poliklinik dengan keluhan gatal di sekitar ostoma. Posisikan bayi semi fowler E. Posisikan bayi trendelenburg D. Menekan daerah iritasi dengan lembut E.5 0C. Menganjurkan berkumur agar tidak meneteskan air liur terus menerus 70. Terdapat distensi pada . Suhu 38. Keletihan C. Seorang ibu sedang cemas melihat bayinya (8 bln) sesak dan nafas bunyi “grok-grok”. Sesaat setelah mengkonsumsi obat tersebut. Gangguan persepsi sensori : penglihatan 71. Menyuruh klien untuk banyak beristirahat B. Mencatat dalam catatan perkembangan klien C. Kondisi ini dialami sejak klien akan operasi katarak. Seorang perempuan usia 32 tahun datang ke Poli Puskesmas dengan keluhan sudah 2 malam ini sulit tidur. Pernapasan 52 kali/mnt. bangun lebih awal dan tidak bisa tidur kembali. riwayat post operasi kolostomi dua bulan yang lalu. Apakah tindakan keperawatan yang utama pada bayi tersebut ?. 1050 cc 68. Memberikan kompres NaCl 0. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan : Nadi 92 kali/mnt. tampak tarikan dinding dada kedalam dan pernapasan cuping hidung. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat untuk mengatasi gejala tersebut? A.9% di sekitar ostoma C. A. Hasil pegkajian didapatkan data : merah di sekitar ostoma. Apa masalah utama yang dihadapi oleh klien tersebut? A. Melarang pasien menyentuh daerah iritasi 72. Apakah yang dilakukan perawat selanjutnya? A. Lakukan physiotherapi dada B. Gunakan baju yang tipis dan longgar 69. Mengajurkan klien untuk banyak minum air putih D. Mengkolaborasikan pemberian obat Trihexyl Penidil (THP) E. tiba-tiba ia mengalami kekakuan dan tidak bisa menelan ludah. Seorang laki-laki berusia 58 tahun diantar keluarga ke rumah sakit dengan keluhan utama terasa nyeri saat buang air kecil dan aliran tidak lancar. Mengoleskan salep tipis-tipis pada daerah iritasi B. Cemas B. Segera mengganti kolostomi-bag dengan yang baru D. Beri oksigen 2 ltr/mnt C. Bangun tidur badannya terasa pegal-pegal dan tidak nyaman.E.

Memberi penyuluhan pada keluarga klien tentang TBC B. Memberikan diit tinggi serat D. Menganjurkan banyak minum C. kehamilan saya sebelumnya juga seperti ini. Mengingatkan klien agar menelan obat secara teratur sesuai dosis 75. Apakah tindakan pertolongan persalinan apa yang paling aman jika usia kehamilannya sudah matur?? A. Vacum ekstraksi C. Mengkaji lebih lanjut penyebab konstipasi E. Forcep ekstraksi D. Ibu mengatakan punya riwayat mengkonsumsi narkoba dengan suntik dan belum pernah mondok di rumah sakit. Pemasangan douwer cateter C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun. Menganjurkan banyak minum D. Normal B. teraba keras saat dipalpasi. bahkan masih suka mengkonsumsi makanan yang asin dan berlemak. tinggi badan 168 cm. Mengajarkan tehnik napas dalam E. Makanan apa saja yang boleh saya konsumsi?. Induksi persalinan 76. Umur kehamilan 28 minggu didiagnosa HIV positif. klien mengeluh nyeri pada saat berjalan terutama saat naik dan turun tangga. Apakah tindakan yang paling tepat untuk dilakukan selanjutnya? A. Seorang perempuan 26 tahun (G2A1P0). Memberikan obat pencahar oral 74. Menurut informasi keluarganya yang menjadi PMO orang tersebut tidak minum obatnya. Memberi dorongan kepada keluarga untuk mendapatkan biaya pengobatan HT E. Seorang perempuan 24 Tahun (G4 A1 P2) hamil 26 minggu dirawat di rumah sakit . Pemberian obat diuretik B. TTV dalam . Mengawasi penderita dalam berobat ke palayanan kesehatan (Puskesmas) D. Ibu bertanya apakah nanti bayi saya baik-baik saja? Apakah saya bisa melahirkan secara normal?. Secsio secaria E. Berat badan 58 Kg. Melakukan huknah pada pasien B.saat ini mengalami flek kehitaman. Apa yang seharusnya anda jelaskan mengenai tugas utama seorang PMO? A. Pemberian obat analgetik 73.simpisis pubis saat dipalpasi. diantar keluarga ke rumah sakit dengan keluhan : tidak buang air besar sejak 5 hari yang lalu. Seorang laki – laki berumur 55 tahun sejak tahun 2010 sudah terkena penyakit TBC dan mendapat pengobatan OAT yang diberikan oleh dokter puskesmas . Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan dengan segera? A. perut terasa sesek dan sakit. Mengingatkan penderita untuk pemeriksaan kesehatan setelah obatnya habis C. Kebiasaan minum pasien hanya ± 600 cc perhari dan jarang makan sayuran dan buah.

Latih relaksasi nafas dalam C.batas normal. Menganjurkan menghindari hubungan sexual E. Berikan terapi insulin sesuai advis E. Menganjurkan badrest total B. leukosit 12. gula darah 300 mg/dl. mudah cape. Suntik C. Kalender E. Seorang ibu umur 28 Tahun (G3A1P1). Plasenta previa C. Umur kehamilan 12 minggu. Hiperemesis gravidarum 78. Pre eklamsia B. nafsu makan menurun. aktifitas terbatas. Nadi 92x/mnt. Apakah tindakan yang tepat untuk mencegah perdarahan lanjutan? A. Abrusio plasenta D. Seorang perempuan berusia 40 Tahun (G6 P5 A0) hamil 32 minggu ke poliklinik untuk memeriksakan kehamilannya. Apakah metode keluarga berencana yang tepat untuk perempuan diatas? A. Menganjurkan menghindari latihan kegel C. Atur posisi tidur semi fowler B. Implant D. Apa diagnose keperawatan utama yang dapat ditegakkan dari kasus diatas? . Kolaborasi pemberian antibiotik 80. badan terasa lemah. hasil pengkajian ditemukan edeme dibagian wajah dan pergelangan kaki. Solusio plasenta E. nyeri epigastrium. TD 100/70 mmHg. Seorang perempuan usia 50 tahun dirawat di ruang plamboyan dengan keluhan nyeri luka di kaki. Pil B. bau. periksa ke BKIA dengan keluhan mual muntah terus menerus. Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke polikinik penyakit dalam dengan keluhan ada benjolan di leher. Menganjurkan untuk meminimalkan aktivitas D. Apakah yang saat ini sedang dialami oleh Ibu diatas? A. luka tampak hitam dan ada pus. Klien mengatakan tidak pernah ada keluhan selama kehamilan. Tubektomi 79. sudah tidak ingin punya anak lagi setelah melahirkan nanti. hasil pemeriksaan fisik ditemukan ada luka gangren dikaki sebelah kanan sejak 2 bulan yang lalu. Hasil USG plasenta menutupi jalan lahir. Lakukan perawatan luka (ganti balutan) D. Menganjurkan menghindari menahan kencing 77.000 ada riwayat orang tua pasien menderita DM Apa rencana tindakan mandiri yang paling tepat dari kasus diatas? A. setiap makan dan minum langsung muntah.

Gangguan pertukaran gas b/d obstruksi jalan nafas E. Melatih klien meyakinkan diri bahwa rasa itu hanya halusinasi klien B.datang ke IGD mengeluh kondisi fisik lemah dengan sedikit pembatasan aktivitas fisik. nadi 100/menit. dari kemarin mengalami demam dengan suhu badan mencapai 38. Menyarankan klien untuk banyak makanan berserat . ia mendapat beberapa obat yang tetap harus dikonsumsi di rumah nantinya. merupakan salah satu klien di RS jiwa yang sudah mendapatkan ijin untuk kembali ke rumah. obat tersebut juga menimbulkan efek samping. tekanan darah 160/100 mmHg. Inform consent E. mata exoptalmusan dan kelenjar tiroid membesar.9 O C. salah satu klien di RS jiwa. ada gangguan koordinasi/tremor. Kuranngnya pengetahuan tentang program pengobatan D. Laboratorium ABG 83. Seorang perempuan. Namun. Pemeriksaan laboratorium B. Berat badan ditimbang D. Laboratorium AGD E. Pasien dipuasakan C. palpitasi. Lama Keluhan dirasakan C. sekalipun belum didelegasikan E. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan B. Memasang infus. Riwayat penyakit Hipertensi B. Memberikan klien minuman dengan dicampur sirup D. murmur. Seorang laki-laki. Melakukan pemeriksaan tekanan darah secra teratur tiap shift B. Huknah 82. Perubahan pola berfikir b/d gangguan metabolisme C. Pasien pria usia 60 th. Seorang perempuan usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Bagaimanakah tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah klien tersebut? A. Ia menolak jika diberikan minum karena semua air yang ia minum terasa seperti air selokan.A. palpitasi. Apakah tindakan yang harus dilakukan mengatasi efek samping obat? A. Obat ini merupakan obat yang dapat membantu proses istirahat klien. dyspnea . Pemeriksaan EKG D. Data apayang paling penting untuk melengkapi pengkajian pasien tersebut? A. dari keluhan tersebut perawat dapat menyimpulkan pasien mengalami gagal jantung (CHF). Memaksa klien untuk tetap minum demi kesehatannya C. Minum air putih yang banyak untuk mengatasi mulut kering C. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan irama gallop. Rencana medis sito tindakan operasi Persiapan apakah yang menjadi prioritas pada kasus diatas ? A. nyaman pada waktu istirahat. Salah satunya adalah obat CPZ (Chlorpromazine). Untuk itu. Menyuapi klien sedikit demi sedikit 84. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b/d adanya edema 81.

ia menjalani ECT untuk pertama kali dengan didampingi oleh perawat. Halusinasi Lihat C. Pola nafas klien B. Seorang bayi laki-laki baru saja lahir di RSU. Halusinasi Raba D.D. Dari hasil observasi perawat didapatkan data bahwa klien sering berlaku seolah-olah melepaskan diri dari seseorang yang menyentuhnya. Halusinasi Kinestetik 88. Keseimbangan klien terutama ketika berdiri dan berjalan 86. Tidur 85. Menyuntikkan diazepam E. 5 C. Perawat menjawab bahwa ia percaya klien mengalami hal tersebut. Fase halusinasi klien C. mendapat terapi electro convulsive therapy (ECT) sebanyak 3 sesi. Halusinasi Bau B. Hari ini. Seorang wanita berusia 26 tahun yang tengah mendapat perawatan di RS jiwa karena sering mengalami halusinasi dengar. Seorang perempuan berumur 16 tahun dibawa ke RS jiwa karena sering berteriakteriak sendiri kemudian menangis dikamarnya. Ketika diajak diskusi tentang halusinasinya klien menanyakan apakah perawat percaya apa yang didengar klien (halusinasinya). Mengalihkan perhatian E. 7 . Keluarga mengatakan klien selalu merasa bahwa ada yang memperkosanya. Apakah hal yang harus di evaluasi oleh Perawat di akhir pelaksanaan terapi tersebut? A. 6 D. Persiapan premedikasi klien D. Kondisi bayi 5 menit setelah lahir setelah dilakukan penghisapan lendir adalah badan merah kaki biru. Tindakan apakah yang dilakukan perawat tersebut? A. Tingkat kecemasan klien terhadap tindakan ECT E. Menghardik B. ekstrimitas sedikit fleksi. 4 B. tonus otot kurang baik dan usaha bernafas lambat/lemah. Menyampaikan tujuan 87. detak jantung 88 x/mnt. namun ia tidak mendengarnya. Hal ini terjadi sejak 6 bulan yang lalu klien menjadi korban pemerkosaan. menangis lemah. Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut? A. Seorang laki-laki usia 25 tahun dirawat dengan halusinasi pendengaan. Berapa nilai APGAR Score pada bayi tersebut ? A. Menyudutkan D. Memvalidasi C. Halusinasi Dengar E.

Pengkajian kulit apa yang perlu di kaji pada kasus diatas ? A. mual muntah. Hasil pengkajian ditemukan anak panas sudah 4 hari yang lalu. 6.E. Berapa kilogram penambahan berat anak tersebut agar mencapai berat ideal ? A. 3 kg C. 5 kg E.50 c. ada perdarahan hidung.5 kg 90. Vesikula . Petekhie D.5 kg D. Ruam B.8 kg B. anak tidak mau makan dan minum. Seorang anak laki-laki berusia 24 bulan dirawat di rumah sakit dengan keluhan sering rewel. Bula E. bibir kering. Pada pemeriksaan fisik diketahui badan kurus dan perut buncit. badan panas suhu 39. 8 89. 3. Pemeriksaan antopometri menunjukkan berat badan 7 kg dan panjang badan 75 cm. Lesi C. 2. Seorang anak laki-laki umur 3 th dibawa ke UGD RS dengan keluhan demam.