You are on page 1of 47

Vicky Lumalessil, S.

Ked
406151039
Ilmu Penyakit THT
RSUD CIAWI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
TARUMANAGARA

Hidung :
◦ Lubang saluran nafas dan pembauan
◦ Paling menonjol di bagian tengah wajah
◦ Mudah mendapat trauma

Hidung  piramid yang berongga,
yang mempunyai rangka:
◦ Tulang
◦ Tulang rawan

Pembagian hidung :
 Hidung luar / Nasus eksternus
 Rongga Hidung / Cavum nasi

.

dan beberapa otot kecil. . jaringan ikat. Terbentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit.

.

 Jaringan lunak yang terdapat pada Nasus externus dapat mengalami : ◦ Luka terbuka ◦ Hematoma ◦ Infeksi kulit .

.  Lokasi yang terkena trauma tergantung dari arah & kekuatan trauma. begitu juga dengan septum nasi  Obstruksi ◦ Fraktur os Nasalis & Proc. Frontalis Maxillae di sisi datangnya trauma.  Trauma dari Lateral :  ◦ Dislokasi hidung ke arah kontralateral dari sisi datangnya trauma.Dapat terjadi pada seluruh penyusun rangka hidung.

Tingkat 3 Proc.Frontalis Maxillae masuk ke sinus Maxilaris. Frontalis Maxillae. Frontalis Maxillae juga fratur + dislokasi ke lateral. dibagi dalam 3 tingkatan : 1.Tingkat 1 Os Nasales ‘amblas’ di atas Proc. 2. .Tingkat 2 Proc. dislokasi celulae ethmoidalis ant & os lacrimalis ke lateral. Hidung menjadi datar. 3. Kadang-kadang terdapat cerebrospinal rhinnorrhea. Os nasalis masuk ke bawah os frontalis. Trauma dari Frontal Akibatnya lebih hebat. Septum Nasi fraktur dgn fragmen yg tumpang tindih.

Epistaxis kanan & kiri.  .  Hematome kulit hidung  Obstruksi nasi  Hipoanosmia / Anosmia  Deformitas Nasi  Krepitasi pada palpasi.

Depresor Nasi . Quadratus Labii Superior 2. Otot-otot konstriktor yaitu : a. Procerus c. M. Caput angulare dari M. Nasalis b.Terdapat 2 kelompok otot pada ala nasi : 1. M. M. Dilator Nasi anterior et posterior b. Otot-otot dilator yaitu : a. M.

Carotis Externa et Interna :  A. Dorsalis nasi Aliran darah balik : V.Berasal dari A. Carotis Externa  A. Angularis  ramus lateralis nasi et alaris nasi.  A. Maxillaris Externa  A. Carotis Interna  A. Ophtalmica  A. Facialis Anterior .

Trigeminus.Berasal dari cabang N. N. Infraorbitalis . Intratrochealis Maxillaris. yaitu : a. Ophtalmicus. Nasociliaris N. N. N. cabangnya :   b. melalui cabang dari N.

Cavum nasi dibagi jadi 2 rongga dan dipisahkan oleh Septum nasi.Cavum nasi merupakan suatu ruangan dalam nasus yang memiliki lubang keluar (nares) dan lubang ke dalam (choane). .Cavum nasi akan berlanjut ke nasofaring. .. .

merupakan rongga yang mempunyai 4 dinding:  Dinding Inferior(Dasar Cavum Nasi) : ◦ Proc.olfactoria ◦ Os Frontalis (anterior) ◦ Os Sphenoid (posterior)  Dinding Lateral Cavum Nasi : ◦ Concha Nasi ◦ Meatus nasi  Dinding Medial Cavum Nasi : Septum Nasi . Palatinus ossis Maxillae ◦ Proc. Horizontalis ossis Palatinae  Dinding Superior(Atap Cavum Nasi) : ◦ Lamina Cribrosa ossis Ethmoidalis  n.

.

.

Hidung tersumbat / Obstruksi Nasi  Keluar ingus / Rinorea  Hidung berdarah / Epistaksis  Gangguan Penghidu  Gangguan Kosmetik  .

neoplasma . ◦ Ala-nasi yang lembek ◦ Peradangan (Rhinitis) ◦ Gangguan alergi ◦ Benda asing ◦ Tumor/Massa : polip. papiloma.  Yang berasal dari dalam hidung :  ◦ Kelainan bentuk septum karena kelainan kongenital.Bisa berasal dari dalam dan luar hidung. trauma & peradangan.

 Berdasarkan jenis cairannya :  ◦ Serosa : rhinitis. benda asing. ◦ Muko-purulen : rhinitis. sinusitis. rhinitis alergi. . LCS paska trauma.Dapat terjadi unilateral / bilateral nasi.

tekanan vena yang tinggi & hormonal Lokalisasi perdarahan : a.  Sebagai suatu gejala dari suatu penyebab :  ◦ Lokal : trauma. Sphenopalatina di setengah posterior concha inferior. radang dan tumor. ◦ Umum : penyakit darah. .Anterior  Plexus Kiesselbach di area Little b.Posterior  A. infeksi+febris tinggi. pembuluh darah.Adalah keluarnya darah dari cavum nasi. tekanan udara yang rendah.

Dapat terjadi oleh penyebab lokal hidung dan neurogen. Sinusitis Deviasi septum hidung .  Penyebab lokal yaitu :  ◦ ◦ ◦ ◦ Polip hidung Pembengkakan selaput lendir.

Sering terjadi terutama karena masalah kerangka hidung. kelainan kongenital.  Dapat disebabkan karena keturunan. trauma dan tumor.  .

 Septum Nasi dibentuk oleh : ◦ Superior : Lamina Perpendicularis Ossis Ethmoidalis. Septum nasi adalah penyekat antara 2 rongga hidung. ◦ Anterior : Cartilago Septi Nasi / Cartilago Quadrangularis ◦ Posterior : Vomer .

.

. ◦ Abcesus Septi Nasi Komplikasi dari infeksi ataupun haematom. Ada beberapa masalah pada Septum Nasi : ◦ Haematoma Septi Nasi Perdarahan di bawah perikondrium. ◦ Deviatio Septi Nasi Abnormalitas bentuk septum nasi yang berdampak gangguan fungsional & kosmetik.

Konka adalah penonjolan memanjang dari anterior ke posterior dan memiliki rangka tulang dari os Ethmoidalis.  Konka nasi :  -  Inferior (terbesar) Medius Superior Suprema (terkecil) Meatus Nasi : .Superior .Medius .Inferior .  Meatus nasi terletak di bawah dari konka nasi.

sinus ethmoidalis anterior) tepatnya pada hiatus semilunaris : celah sempit melengkung → mudah terjadi sumbatan  Meatus nasi Inferior muara duktus nasolakrimalis . sinus maxilaris. Meatus nasi Superior Muara sinus paranasalis kelompok posterior (sinus ethmoidalis posterior)  Meatus nasi Media Muara sinus paranasalis kelompok anterior (sinus frontalis.

.

A. Etmoidalis anterior dan posterior A.   A.palatina mayor Pleksus Kiesselbach di area Little di bag depan → sering terkena trauma → epistaksis . Sfenopalatina.

Opthalmicus melalui N. Nasalis posterior superior ramus lateralis et medialis ◦ N. Maxillaris melalui ganglion sphenopalatina ◦ N. Nasalis posterior inferior . Nasalis interna lateralis ◦ N. Nasalis interna medialis ◦ N. Ethmoidalis anterior ◦ N. Trigeminus :  N. Nasalis Externa  N.Cabang – cabang dari N.

 Dibagi 2 : 1. . Mukosa Respiratori (pernapasan) Ciliated pseudostratified columnar epitelium yang terdapat pada sebagian besar rongga hidung. mendorong lendir ke nasopharynx dan mengeluarkan benda asing. N : merah muda dan selalu basah karena diliputi lendir (sel goblet). Silia bergerak teratur.

atap rongga hidung .sepertiga bagian atas septum . Mukosa Olfaktorius (penghidu) Pseudostratified columnar non ciliated epitelhium Mukosa penghidu berwarna putih kekuningan terdapat pada : .konka nasi superior .2.

.

.

ingus encer.o o o o o gg silia : sekret terkumpul → hidung tersumbat (radang. atrofi. nyeri kepala rhinitis atrof : mukosa tipis. ingus kental berwarna hijau. panas. gangguan penghidu. sekret kental) rhinitis sika : mukosa kering (srg pd pekerja di lingk berdebu. sakit kepala . sekret mukopurulen >>. gizi buruk) gejala : rasa kering di hidung kadang epistaksis rhinitis akut : mukosa hidung hiperemi dan edema gejala : panas. gatal pada hidung. edema pada mukosa dan konka gejala : sumbatan hidung. kering. bersin rhinitis hipertrof (kelanjutan dr rhinitis alergi dan vasomotor) : mukosa hidung hiperemi. silia menghilang gejala : nafas berbau.

polip) .hiposmia → obstr hidung (rhinitis.kakosmia → epilepsi.Gangguan mukosa olfaktorius : . deviasi septum. kelainan psikiatrik .parosmia → trauma .anosmia → trauma .

. sinus ini berasal dari invaginasi mukosa rongga hidung dengan masa kematuran yang berbeda-beda. Terdapat 4 pasang sinus paranasal pada manusia : ◦ ◦ ◦ ◦  Sinus Sinus Sinus Sinus Maxilaris Frontalis Etmoidalis Sphenoidalis Secara embriologik.

 S. Drainase ke meatus nasi media Posterior  S. Sphenoidalis Drainase ke meatus nasi superior .  S. Ethmoidalis Ant.Anterior  S. Ethmoidalis Post. Frontalis. Maxilaris  S.

 Dinding medialnya merupakan dinding lateral bagi cavum nasi. .  Paling Besar → paling sering infeksi  Dasar sinus berbatasan dengan akar dari molar atas → infeksi gigi dapat menyebabkan sinusitis maxillaris  Atap merupakan dasar bagi cavum orbita.  Pembentukan pada janin trimester II. Sinus frontalis  Berada di Os Frontale berbatasan dengan fossa cranii anterior dan orbita.  Terbentuk sempurna pada umur 8 tahun.Sinus maxillaris  Terletak di Os Maxila.

.

 Superior berbatasan dengan fossa cranii anterior. . Medial dengan Choncha Nasalis. berbatasan dengan hipofise (fossa cranii media).  Pembentukan pada janin trimester II Sinus sphenoidalis  Berada di Os Sphenoidale.Sinus ethmoidalis  Merupakan kumpulan cellulae dalam Os Sphenoidale → Anterior dan Posterior.  Terbentuk sempurna pada umur 10 tahun.

lesu.  Sinusitis dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor internal & eksternal.Dapat terjadi infeksi pada mukosa sinus paranasal yang disebut SINUSITIS.  Keluhan :  ◦ ◦ ◦ ◦ Hidung tersumbat & nyeri pada wajah Ingus purulen + post nasal drip Gejala sistemik : demam. sakit kepala Batuk dan sesak (terutama pada anak) .

 struktur pembentuk KOM: .Infundibulum ethmoid .Bula ethmoid  .Merupakan unit fungsional sebagai tempat ventilasi dan drainase dari sinus-sinus yang letaknya di anterior (sinus maxilla.Proc.ethmoid anterior.dan frontalis).Hiatus semilunaris . Unsinatus .