You are on page 1of 33

7

2.1 Pengertian ELCB

Gambar 1. ELCB
ELCB adalah sebuah alat pemutus ketika terjadi kontak antara arus positif,
arus negatif dan grounding pada instalasi listrik. Dan yang lebih penting lagi
ELCB bisa memutuskan arus listrik ketika terjadi kontak antara listrik dan tubuh
manusia.
Komponen ELCB tidak dilengkapi dengan pengaman thermal dan
magnetis, sehingga ELCB harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB
sisi atasnya. Biasanya ELCB dapat dipadukan dengan alat Bantu ( auxiliary )
seperti OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip
jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat
dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus
bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit.

Politeknik Negeri Sriwijaya

8

Earth Leakaque Circuit Breaker atau alat pengaman arus bocor tanah atau
juga disebut saklar pengaman arus sisa (SPAS) bekerja dengan sistim differential,
saklar ini memiliki sebuah transformator arus dengan inti berbentuk gelang, inti
ini melingkari semua hantaran suplay ke mesin atau peralatan yang diamankan,
termasuk hantaran netral, ini berlaku untuk semua sambungan satu-phasa,
sambungan tiga-phasa tanpa netral maupun sambungan tiga-phasa dengan netral.
Dalam keadaan normal, jumlah arus yang dilingkari oleh inti trafo adalah sama
dengan nol, kalau terjadi arus bocor ketanah, misalkan 0,5 ampere, maka keadaan
setimbang ini akan terganggu, karena itu dalam inti trafo akan timbul medan
magnet yang membangkitkan suatu tegangan dalam kumparan sekunder, Arus
defferntial terkecil yang masih menyebabkan saklar ini bekerja disebut arus jatuh
nominal (If) dari saklar. Saklar ini direncanakan untuk suatu arus jatuh nominal
tertentu. Prinsip kerja ELCB :
Pada saat terjadi gangguan arus yang mengalir dipenghantar phasa tidak sama lagi
dengan arus yang mengalir pada netral ( IL = IN + If ) atau sistim dikatatakan
dalam keadaan tidak seimbang, arus differensial ini dibandingkan dalam sebuat
sistim trafo toroida. Ketidak seimbangan antara arus phasa dengan arus netral
menandakan adanya arus bocor ketanah akibat kegagalan isolasi, ketidak
seimbangan arus ini akan menyebabkan fluks magnet pada toroida sehingga pada
bilitan sekunder toroida akan dibangkitkan suatu tegangan yang berfungsi untuk
menggerakan relai pemutus mekanisme kontak, kemudian kontak utama ELCB
akan memutuskan hubungan dengan peralatan.
Untuk instalasi rumah kita dapat memilih ELCB dengan kepekaan yang lebih
tinggi yakni ELCB dengan ratting arus sisa 10 mA atau 30 mA. Perlindungan
yang idial untuk instalasi listrik apapun seharusnya memiliki perangkat pengaman
terhadap beban lebih, hubung singkat dan arus bocor. Untuk mengamanka sistim
dan peralatan yang kita gunakan sebaiknya sistim kita memilki pentanahan yang
baik dalam arti nilai impedansi pentanahan harus sekecil mungkin agar pengaliran
arus gangguan ketanah berlangsung dengan sempurna.
Bagaimanapun juga kenaikan nilai impedansi beberapa ohm saja bisa
mempengaruhi pengaliran arus gangguan ketanah menjadi tidak sempurna,

Politeknik Negeri Sriwijaya

9

sehingga pada kondisi ini terjadi penambahan waktu pemutusan rangkaian dalam
beberapa menit untuk ELCB tersebut bekerja, atau ada kemungkinan sama sekali
ELCB tersebut tidak bisa bekerja.
Banyak contoh yang terkait dengan pentanahan peralatan yang mengalami
gangguan, sehingga satu-satunya cara perlindungan yang dapat diberikan adalah
melalui pemakaian ELCB dengan kepekaan tinggi. Perlu dicatat bahwa tidak
tertutup kemungkinan terjadinya gangguan yang dapat membahayakan manusia
atau mahluk hidup akibat dari pentanahan yang tidak baik, yang mana nilai
impedansi pentanahan yang bisa berubah. Kalau tegangan pada badan peralatan
yang ditanahkan tidak boleh melebihi 50 Volt, maka syarat untuk tahanan dari
lingkaran arus pentanahannya adalah : R ka < 50/I, Saklar ini dapat dicoba dengan
sebuah tombol tekan percobaan yang terdapat pada saklar, tahanan dari lingkaran
arus percobaan dipilih sedemikian hingga saklar kutub dua untuk tegangan AC
220 Volt, bisa juga digunakan pada tegangan 127 Volt. Saklar ini memiliki magnet
hilang, karena itu pemutusannya tidak bergantung pada tegangan jaringan.
Suatu arus bocor akan menyebabkan suatu medan magnet kedua dalam magnet
halang (medan halang), karena medan halang ini jalan ke angker bagi garis-garis
gaya dari magnet permanent akan tertutup. Sebuah magnet permanent
menimbulkan garis-garis gaya megnetik dalam dua paket besi trasformator dengan
permiabilitas yang rendah. Sebagian besar dari garis-garis gaya megnet tersebut
melewati sebuah angker, sehingga angker ini akan ditarik. Gaya tarik maknet ini
mengalahkan gaya tarik sebuah pegas.
Pemutusan dari saklar berlangsung sebagai berikut : kalau dalam lingkaran arus
utama terjadi hubung tanah, maka dalam kumparan sekunder dari transformator
akan timbul suatu tegangan, karena itu dalam kumparan dari magnet halang yang
dihubungkan dengan magnet sekunder akan mengalir arus. Arus ini akan
membangkitkan suatu medan magnet, garis-garis gaya dari medan tersebut harus
juga melalui tempat-tempat sempit E, karena itu ditempat ini garis-garis gaya itu
akan tertutup, oleh karena itu magnet tersebut diberi nama magnet halang.
Dengan demikian seluruh garis gaya dari magnet permanent sekarang terpaksa
harus melaluishunt magnet tersebut. Garis gaya yang semula melalui angker,

Politeknik Negeri Sriwijaya

beban lebih dan arus bocor di butuhkan pada sirkit tunggal. Politeknik Negeri Sriwijaya .5 kA(SPLN 108/SLI 175) atau 6 kA (IEC 60947-2).1 DPNa Vigi (kombinasi MCB/ELCB) DPNa Vigi merupakan kombinasi dari MCB (Ph + N) dan pendeteksi arus bocor. Gambar 2. Pendeteksi arus bocor tambahan yang dikombinasikan dengan MCB. karena itu angker tersebut akan terlepas dan ditarik oleh pegasnya gerakan ini akan menyebabkan saklar arus bocor tanah akan mebuka secara mekanis.2 Modul Vigi (rele arus bocor) Diklasifikasikan sebagai alat bantu MCB.1. Modul Vigi mengirimkan perintah secara mekanis ke MCB seperti alat bantu lainnya. Alat ini digunakan pada bangunan komersial dan aplikasi industri jika hubung singkat tinggi dan MCB harus dipasang dengan baik. DPNa Vigi 2. Vigi tidak mempunyai mekanisme trip.10 sekarang tertarik ke shunt magnet.1. 2. Kapasitas pemutusan maksimum 4. Modul Vigi dapat dipasang di lapangan. DPNa Vigi sangat berguna apabila pengaman penuh terhadap hubung singkat.

Suhu yang terlu tinggi ini dapat menyebabkan kerusakanp ada kabel atau bahkan percikan api pada material. tetapi akibat gangguan isolasi ? Perlengkapan isolasi dan pengkabelan yang buruk. Politeknik Negeri Sriwijaya . atau alat-alat yang dipakai salah dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan (api) dan manusia (kematian).1 Resiko atas kebakaran Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak diharapkan untuk menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. 2.2 ELCB sebagai Pengaman Arus Bocor Bagaimanakah mengamankan manusia dan peralatan ? Tahukah anda bahwa 30 % gangguan listrik pada instalasi bukan disebabkan oleh beban lebih ataupun hubung-singkat(korsleiting). Electocution ialah mengalirnya arus listrik ke tubuh manusia.2.2. lalu terbakar.11 Gambar 3. Modul Vigi 2. dan sangat berbahaya. 2. Aliran arus merusak dua fungsi tubuh yang vital : pernafasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala resiko berdasarkan dua faktor : arus pengenal dan lamanya waktu kontak.2Resiko akan kematian Hal ini dapat terjadi pada manusia dan disebut juga “electrocution”.

0.0 mA Tangan sampai kesiku merasa kesemutan 6.9 . gangguan pada sistim pernafasan 4.9 mA Belum merasakan pengaruh 0.15. getaran kejut (tidak berbahaya) 3.8.2 mA Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak menimbulkan kejang 1.0 mA Rasa sakit tak tertahankan penghantar masih Politeknik Negeri Sriwijaya .6 . kontraksi pada jantung (bersifat mematikan tetapi biasanya masih dapat disembuhkan) 5. Grafik hubungan arus-waktu dan akibatnya terhadap manusia Keterangan : 1. denyutan jantung kacau (berhenti) Batas arus yang melewati tubuh manusia Batas arus Pengaruh pada tubuh manusia 0 .12 Gambar 4.1.1. kesemutan 2. rasa kesemutan makin bertambah 13 .6.0 .0 mA Tangan mulai kaku.6 mA Mulai terasa se akan2 ada yang merayap didalam tangan 1.2 .

1 Pengaman manusia  Kontak langsung Terjadi bila manusia memegang langsung kawat atau kabel fasa bertegangan.3 Jenis Perlindungan yang disediakan oleh gawai arus Bocor (ELCB / RCCB) Gawai arus bocor memberikan dua macam pengamanan : 2.03 2.0 mA Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar 20 . Untuk itu.5 90 0. Pengamanan terhadap resiko kontak langsung dapat berupa : -isolasi kabel fasa bertegangan -boks panel.1 220 0.3. instalasi Politeknik Negeri Sriwijaya . Tetapi bagaimanapun sangatlah direkomendasikan adanya pengaman tambahan . dengan kata lain mengunakan ELCB untuk mencegah berbagai resiko masuknya aliran arus listrik ke dalam tubuh manusia.2 110 0.50. dll.0 75 0.100. standar IEC kini sudah menetapkan pemasangan ELCB dengan sensitivitas 30 mA jika pengamanan manusia dibutuhkan ( socket.2 150 0.0 mA Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia 50 .05 280 0.20.13 dapat dilepas 15 .0 mA Batas arus yang dapat menyebabkan kematian Besar dan Lama tegangan Sentuh Maksimum (IEC) Tegangan sentuh (Volt) rms Waktu Pemutusan Maksimum (detik) < 50 50 1.

Politeknik Negeri Sriwijaya .4 Cara kerja ELCB Umumnya bila peralatan listrik bekerja normal maka total arus yang mengalir pada kawat “plus” dan “netral” adalah sama sehingga tidak ada perbedaan arus. 2.14 listrik kamar mandi. aquarium .2 Pengaman peralatan Pengaman api Telah diketahui bahwa arus 500 mA pada dua titik kontak dua logam bertegangan yang berdekatan dapat neminbulkan percikan api.  Kontak tak langsung Terjadi apabila manusia memegang bagian logam (air aquarium) yang bertegangan akibat kegagalan isolasi. ELCB dengan sensitivitas 30 mA sangat direkomendasikan sebagai pengaman kontak tak langsung. Arus bocor akan kembali ke sumber lewat konduktor pengaman atau lewat bumi. (Catatan : Dipasaran banyak juga dijual ELCB dengan sensitivitas 15 mA jika dikehendaki). kawat “plus” akan mengalirkan arus tambahan melewati tubuh orang yang tersengat ke tanah.3. Namun bila seseorang tersengat listrik. Besarnya besarnya arus bocor yang mengalir pada resistansi bocor dan peyambungan netral. Apapun sistem pembumian yang digunakan untuk pengaman terhadap api haruslah dilengkapi dengan sensitivitas pengaman 500 mA. 2. Oleh karena itu . dll). Dimana ELCB akan otomatis trip apabila arus bocor yang terdeteksi melebihi ambang batas 30 mA.

Kedua kawat baik “plus” maupun “netral” dilewatkan ELCB sebelum mencapai titik yang dilindungi. maka tambahan arus tersebut dideteksi oleh rangkaian khusus. Bila ELCB terpasang. yakni : Politeknik Negeri Sriwijaya . Ada beberapa konfigurasi pemasangan ELCB yang dapat dilakukan. Dengan demikian ELCB dapat melindungi orang dari bahaya tersengat aliran listrik. Perbedaan sebesar 30 mA sudah cukup untuk mengaktifkan relay untuk memutus MCB.5 Cara pemasangan ELCB Secara prinsip pemasangan ELCB sederhana. yakni dengan menyisipkan ELCB antara peralatan listrik dengan sumber listrik.15 Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa pada kawat “plus” atau “fasa” akan mengalir tambahan arus sebesar ΔI bila ada seseorang yang tersengat aliran listrik. Cara kerja ELCB Jika MCB hanya kawat “plus” saja yang dilewatkan maka ELCB keduanya. 2. Bila ada tambahan arus maka berarti ada perbedaan arus yang mengalir antara kawat “plus” dan “netral”. Gambar 5.

Kemudian kabel ke stop kontak diputus kedua-duanya dan dilewatkan ke ELCB sebelum ke stop kontak. misal kamar anak kecil. Pemasangan yang disarankan untuk rumah baru Politeknik Negeri Sriwijaya . Gambar 6. Hal ini agak menyulitkan namun dapat dilakukan alternatif mencari ELCB yang nilainya paling tidak setara dengan cabang MCB dimana terdapat stop kontak yang hendak diproteksi. Pemasangan ELCB untuk proteksi aliran listrik ke stop kontak. ELCB dapat ditaruh di kamar yang bersangkutan. Namun untuk rumah yang sudah jadi biasanya jaringan stop kontak dijadikan satu bagian dengan beberapa lampu. karena kasus tersengat listrik biasanya dialami lewat peralatan listrik yang ditancapkan ke stop kontak. Hal ini mudah dilakukan untuk rumah yang masih dibangun karena pengaturan perkabelan masih dapat dilakukan dengan mudah. di beri kotak pengaman dan diletakkan ditempat yang tidak terjangkau anak-anak.16 1.

Maka disarankan proteksi dilakukan terhadap jaringan kabel untuk 1 kamar. Rating ELCB dipilih sama dengan MCB pada meter PLN. Pemasangan ELCB untuk proteksi keseluruhan peralatan listrik rumah tangga. atau sedikit lebih besar. Untuk konfigurasi ini pemasangan cukup sederhana. namun resiko gangguan karena arus bocor lebih besar. Pemasangan alternatif untuk rumah yang jaringan listriknya sudah ada Jika ada lebih dari satu stop kontak yang hendak diproteksi atau jaringan kabelnya menyatu dengan switch lampu. Cara ini memang paling mudah dan praktis. Cari kabel jaringan listrik kamar yang mengarah ke MCB. sisipkan ELCB pada kabel antara MCB dan kamar.17 Gambar 7. Seperti telah diketahui ELCB bekerja berdasarkan perbedaan arus antara kawat “plus” Politeknik Negeri Sriwijaya . ELCB disisipkan diantara meter PLN dengan kotak MCB pembagi distribusi.

18 dan kawat “netral”. Sementara kerusakan belum diatasi maka ELCB harus di “by pass” agar tidak mengganggu kenyamanan. Jenis-Jenis Alat Proteksi Otomatis Jenis-jenis alat proteksi yang banyak dipakai. Namun juga perlu dicermati apakah hanya ELCB saja yang sering trip. Namun kondisi ini dapat pula digunakan sebagai indikator bahwa jaringan kabel ada yang terganggu. atau kawat “plus” yang isolasinya terkelupas. 2.1. yakni akibat kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas. bila ternyata MCB lain juga trip maka kemungkinan bukan karena arus bocor tapi memang terjadi korslet atau beban lebih. Arus bocoran ini menyebabkan ELCB akan sering trip sehingga mengganggu kenyamanan. Proteksi untuk 1 rumah 2. antara lain adalah: Residual Current Device (RCD). namun berkembang lebih luas untuk pengamanan gedung yang terpasang jaringan instalasi listrik dari bahaya kebakaran akibat hubung singkat (konsleting). Peralatan ini tidak terbatas pada pengamanan manusia dari sengatan listrik. Pada jaringan listrik rumah bisa saja kebocoran terjadi bukan dari akibat orang tersengat listrik tapi dari sambungan kabel di atap yang terkena tetesan air hujan.6 Alat proteksi terhadap sengatan listrik yang bekerja secara otomatis Pada saat ini sudah banyak dijumpai alat-alat proteksi otomatis terhadap tegangan sentuh. Gambar 8. . Bila terjadi hal seperti ini sebaiknya dilakukan pengecekan secara menyeluruh bagian-bagian jaringan kabel. Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) dan Ground Fault Politeknik Negeri Sriwijaya .6. atau ada hewan atau tikus yang mati tersengat di atap.

6. Karena kemampuan itulah. arus bocor ini dianalogikan dengan arus sengatan listrik yang mengalir pada tubuh manusia. 2. Gambar 9. Bentuk fisik RCD 1 fasa Gambar 10. yakni alat ini akan bekerja atau aktif bila mendeteksi adanya arus bocor ke tanah. Walaupun berbeda-beda nama namun secara prinsip adalah sama.19 Circuit Interruptor (GFCI).2 Prinsip Kerja Alat Proteksi Otomatis Gambar 1 di bawah ini menunjukkan bentuk fisik sebuah RCD untuk sistem satu fasa dan skema diagramnya ditunjukkan pada gambar 2. Skema diagram RCD 1 fasa Politeknik Negeri Sriwijaya .

akibatnya akan timbul ggl induksi pada coil yang dibelitkan pada toroida sehingga ggl induksi mengaktifkan peralatan pemutus rangkaian.20 Prinsip kerja RCD dapat dijelaskan sebagai berikut (perhatikan skema diagram pada gambar 2) : Iin : arus masuk Iout : arus keluar IR1 : arus residual yang mengalir ke tubuh IR2 : arus residual yang mengalir ke tanah Min : medan magnet yang dibangkitkan oleh arus masuk Mout : medan magnet yang dibangkitkan oleh arus keluar. Iout < Iin dan arus residu mengalir keluar setelah melalui tubuh manusia atau tanah. Karena Iin>Iout maka Min>Mout. Gambar 11. Sedangkan bentuk fisik ELCB untuk sistem tiga fasa ditunjukkan pada gambar 3 dan skema diagramnya ditunjukkan pada gambar 4 di bawah ini. maka arus keluar lebih kecil dari arus masuk. Dalam keadaan terjadi arus bocor. Bentuk fisik ELCB 3 fasa Politeknik Negeri Sriwijaya .

Bila pengamanan untuk satu jenis beban saja maka RCD dipasang pada saluran masukan alat saja. maka alat pengaman dipasang pada sisi masukan/sumber semua beban. Namun sebaliknya. Sehingga trafo arus (CT) tidak mengalami induksi dan trigger elektromagnet tidak aktif. Sedangkan bila pengamanan untuk semua alat/beban dan saluran. karena semakin besar kapasitas arus yang harus dilayani maka harga alat akan semakin mahal pula walaupun dengan batas arus keamanan (bocor) yang sama. maka trafo arus (CT) menginduksikan tegangan dan mengaktifkan trigger sehingga alat pemutus daya ini bekerja memutuskan beban dari sumber (jaringan).21 Gambar 12. Politeknik Negeri Sriwijaya . Skema diagram ELCB 3 fasa Prinsip kerja pengaman/proteksi otomatis untuk sistem tiga fasa dapat dijelaskan sebagai berikut (perhatikan skema diagram gambar 4) : Bila tidak ada arus bocor (ke tanah atau tubuh manusia) maka jumlah resultan arus yang mengalir dalam keempat penghantar sama dengan nol. maka gambar 6 yang dipilih. Mana yang terbaik. Dalam hal ini tidak terjadi apa-apa dalam sistem. tergantung dari apa yang diinginkan. Gambar 5 dan gambar 6 memperlihatkan pemakaian CRD atau ELCB. Kalau keinginan pengamanan untuk semua rangkaian. Namun perlu dipertimbangkan aspek ekonomisnya. bila ada arus bocor. maka jumlah resultan arus tidak sama dengan nol.

dan lain-lain) digunakan alat pengaman Politeknik Negeri Sriwijaya . cukup dengan arus pengamanan DIn= 30 mA. alat pemotong jenggot.22 Gambar 13. Pemasangan ELCB pada jaringan sumber (proteksi terpusat) Untuk alat-alat yang dipasang di meja. sauna. sedangkan untuk alat-alat yang pemakaiannya menempel ke tubuh (bath tube. Pemasangan ELCB pada beban (proteksi lokal) Gambar 14.

Untuk pengamanan terhadap kebakaran (proteksi terpusat) dipasang dengan DIn= 500 mA. Alat Kelas I adalah alat listrik yang pengamanan terhadap sengatan listrik menggunakan saluran pentanahan (grounding). yaitu Alat Kelas I dan Kelas II. c. yaitu DIn =10 mA. Berikut ini adalah contoh alat yang termasuk Kelas I dan Kelas II. Proteksi pada Peralatan Portabel Metode pengamanan atau proteksi peralatan listrik portabel dibedakan menjadi dua kelas. b. Jangan menggunakan tangga logam untuk bekerja di daerah instalasi listrik Politeknik Negeri Sriwijaya . a.3. Menggunakan peralatan listrik sesuai dengan prosedur (jangan merusak atau membuat tidak berfungsinya alat pengaman atau alat proteksi). Sedangkan untuk alat-alat mainan anak-anak dikategorikan sebagai alat Kelas III. 2.6.4. Alat ini mempunyai selungkup (casing) yang terbuat dari logam. Pada alat kelas ini tidak diperlukan saluran pentanahan.6.23 dengan arus lebih rendah. Alat Kelas II adalah alat listrik yang mempunyai isolasi ganda. di mana selungkup atau bagian-bagian yang tersentuh dalam pemakaiannya terbuat dari bahan isolasi. Prosedur Keselamatan Umum a. Contoh klasifikasi proteksi pada peralatan listrik portable 2. Gambar 15. Hanya orang-orang yang berwenang dan berkompeten yang diperbolehkan bekerja pada atau di sekitar peralatan listrik b.

24 d.Hubungi bagian yang berwenang untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan.Korban harus dipisahkan dari aliran listrik dengan cara yang aman sebelum dilakukan pertolongan pertama Gambar 16. Pelihara alat dan sistem instalasi listrik dengan baik e.5. Pemisahan si korban dari aliran listrik . Prosedur Lockout/Tagout Prosedur ini merupakan prosedur keselamatan khusus yang diperlukan ketika bekerja untuk melakukan pemeliharaan/perbaikan pada sistem instalasi dan peralatan listrik secara aman. b.Prosedur shut-down : tombol pemutus aliran listrik (emergency off) harus mudah diraih. Politeknik Negeri Sriwijaya . Prosedur Keselamatan Khusus a. Pertolongan pertama pada orang yang tersengat listrik . Pertolongan pertama harus dilakukan oleh orang yang berkompeten. 2. Tujuan: .6.Pertolongan pertama pada korban f. Menyiapkan langkah-langkah tindakan darurat ketika terjadi kecelakaan .Mencegah adanya release baik secara elektrik maupun mekanik yang tidak disengaja yang membahayakan orang yang sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan dan atau perbaikan. .

Letakkan tulisan “perhatian” pada titik lockout .Buat rencana lockout/tagout .Putuskan aliran pada titik yang tepat .Periksa apakah tim/pekerja telah menggantungkan label (padlocks) tanda perbaikan pada titik lockout . Kemampuan ELCB pada tegangan 230V Kini tersedia ELCB dalam bentuk portabel yang dipasangkan pada stop kontak.Pastikan bahwa peralatan/sistem tidak beraliran listrik .25 . dan diujung lainnya terhubung ke stop kontak menuju beban gambar-11. per dan sebagainya) . c. Perhatikan daya beban harus sesuai dengan rating ELCB. mesin gergaji listrik. Politeknik Negeri Sriwijaya .Lepaskan energi sisa/tersimpan (seperti pada baterai. Langkah-langkah prosedur ini dapat dijelaskan sebagai berikut .29.Beri tahu operator dan pengguna lainnya rencana pemutusan aliran listrik . Persyaratan bisa bekerja dengan baik penghantar PE tersambung dengan baik ke bumi. kapasitor.Semua anggota tim/pekerja mengambil label (padlock)-nya kembali setelah pekerjaan selesai Tabel 3. Bebannya satu phasa berupa peralatan kerja yang mudah dipindah-pindahkan seperti mesin bor tangan.Memisahkan/memutuskan dari aliran listrik.

arus bocor akan mengaktifkan ELCB dan tegangan sentuh yang besar tidak akan terjadi. Peralatan pengaman arus sisa harus dapat memutuskan rangkaian termasuk hantaran netralnya secara Politeknik Negeri Sriwijaya .26 Gambar 17 : ELCB portabel Sistem TN yang dilengkapi dengan ELCB dapat dilakukan dengan penghantar netral (N) dan penghantar protektif (PE) terpisah. Peralatan ini sebagai pengaman terjadinya arus bocor yang akan membahayakan bagi manusia akibat sentuhan langsung atau tidak langsung terhadap peralatan yang terjadi kegagalan isolasi tersebut.30. Badan alat dihubungkan dengan penghantar PE. 2. Penghantar netral dan protektif disatukan pada titik sumber dihubungkan ke bumi di RB gambar-11.7 Sistem Pengaman Dengan Arus Sisa ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). Ketika terjadi kegagalan isolasi. ELCB akan bekerja apabila terjadi arus sisa.

paling lambat selama 200 mili detik.27 cepat dalam waktu 0. 2.2 detik (PUIL). 4 dan 3 kutup (yang terakhir jarang dipakai) dengan berbagai ukuran arus bocor nominal.7.Konstruksi Umumnya peralatan ini berkonstruksi 2. Dalam bagiannya biasanya dilengkapi kontak bantu dan saklar tekan pengecek kerjanya . Apabila trip terjadi sesuai dengan arus bocor nominal saklar akan jatuh setelah 30 milli detik. seperti berikut: Gambar. Adapun ukuran dan penggunaan ELCB adalah : Arus bocor nominal Penggunaan Politeknik Negeri Sriwijaya . 18 Rangkaian instalasi ELCB Pada umumnya saklar pengaman arus bocor dapat bekerja apabila arus melebihi dari 50% arus bocor nominal ELCB. Konstruksi dan Prinsip Kerja a. Dengan syarat peralatan listrik yang diamankan dengan arus sisa harus ditanahkan (PUIL).1.

rumah-rumah sakit. - Mesin-mesin listrik tahanan sampai 167 - Pencegahan terbakarnya bahan akibat arus bocor yang melaluinya . industri kecil. 30 mA ( standar ) perkantoran dll. kamar mandi dll. 500 mA Tabel 4. gedung. Inti transformator arus (jumlah) 2.28 10 mA - Peralatan tangan listrik. alat pemasak. Lilitan sekunder 3. Ukuran dan penggunaan ELCB Konstruksi ELCB seperti contoh berikut : ELCB produksi CMC arus kerjanya 10 A dan 63 A arus bocor nominal 10 mA dan 300 mA 4 kutup (3f+ N) diagram singkat : Politeknik Negeri Sriwijaya 1. - Seperti pada ukuran 30 mA ( jika pencegahan tripping sulit tetapi direkomendasikan ) 100 mA 300 mA Rumah tinggal. Pemutus kontak (mekanis) . Pemutus magnetis 4.

19 5. Arus masuk (I in + IA) tidak sama dengan arus keluaran (Iout) sehingga selisih keduanya adalah IA (arus sisa) lihat gb.Arus sisa yang Gambar. maka jumlah arus masuk tidak sama dengan jumlah arus keluar. Maka ELCB akan bekerja. selisih arus masuk dengan arus keluar (sisa) jika besarnya cukup untuk menggerakan kontak.3b . kontak bantu b. Perhatikan gambar di bawah ini: keterangan: Arus masuk (I in) sama dengan arus keluar (I out) karena: Tidak ada arus bocor ke tanah gb. Kontak utama ELCB dan diagram 6. 20 Rangkaian arus bocor Politeknik Negeri Sriwijaya mengalir ke body menyebabkan terjadinya fluks magnet .29 Gambar. Prinsip Kerja: Akibat adanya arus bocor ke tanah.3a. Tombol tester 7.

Syarat Pemakaian Dengan adanya fungsi dan kerja peralatan pengaman arus sisa diatas. instalasi harus memenuhi syarat-syarat berikut: Politeknik Negeri Sriwijaya . Tegangan lilitan sekunder menimbulkan garis gaya magnet listrik yang menentang garis gaya magnet permanen. Maka:fluks magnet angker melemah yang akhirnya ditarik oleh per sehingga akan menggerakkan pemutus kontak.7. Bila kontak utama telah membuka (I in = 0) maka angker akan kembali seperti semula . 21 Rangkaian kerja ELCB Besar IA di tengah inti trafo mengakibatkan tegangan pada kumparan sekunder.2.30 Gambar. 2.

c) Semua peralatan yang diamankan hrs ditanahkan (PUIL). 22 Pemasangan ELCB secara umum : a) Rangkaian arus bolak-balik b) Titik netral/titik bintang jaringan ditanahkan. d) Tahanan pentanahan ( RP ) Politeknik Negeri Sriwijaya .31 Gambar.

Dengan menggunakan Pembumihan Pengaman Politeknik Negeri Sriwijaya . maka diusahakan peralatan-peralatan tersebut diamankan dengan dua kelompok (ELCB). f) Alat pemakai yang mempergunakan kabel fleksibel harus mempunyai: Hantaran pengaman (PUIL): Jika ELCB untuk mengamankan banyak peralatan.32 IA : arus bocor nominal ( PUIL ) e) Tahanan isolasi instalasi harus paling rendah 1000Ohm per Volt atau arus bocor tiap bagian pada tegangan kerja tidak boleh lebih 1 mA. Dalam keadaan lembab minimal 100Ohm per Volt (PUIL). Cara Pemasangan Pengaman Arus Bocor a.

Dengan sistem PNP tanpa Hp sendiri Politeknik Negeri Sriwijaya . 23 b. Menggunakan sistem PNP dengan Hp sendiri Gambar. 24 c.33 Gambar.

34 Gambar. 5 mA tidak terasa 10 mA seperti digigit semut 15 mA sulit melepas kontak 40 mA otot kejang  80 mA tidak sadarkan diri / meninggal Politeknik Negeri Sriwijaya . 25 Pemasangan ELCB menurut sistem instalasinya Sesuai dengan puil 310 A4 tegangan AC yang aman nominal ke tanah sebesar 50 Volt. Hubungan dengan tahanan kulit manusia sebesar : 100  500 K ( dalam kondisi basah terendah 1 k ) Tingkat bahaya arus terhadap manusia : Kuat arus Akibat 0.

7. Adapun kesalahan pemasangan (penyambungan) terjadi misalnya: a. Politeknik Negeri Sriwijaya . 26 Sambungan N dengan Hp Arus bocor akan selalu ada dan mengalir akibat C dan D disambung pada A karena penyambungannya dilakukan pada keluaran ELCB. Tripping ELCB Semua pemutusan pada dasarnya dikarenakan adanya arus yang tak seimbang. Sambungan hantaran netral dengan Hp : Gambar.3. Disamping itu besar beban akan mempengaruhi waktu pemutusan ELCB. dan juga tidak hanya disebabkan oleh arus bocor saja tetapi juga akibat dari: rangkaian pemasangan yang salah.35 2. Dari penyambungan ini tombol tekan sebagai fungsi test tidak dapat di fungsikan lagi.

c. 27 Pemasangan beban yang salah posisi Arus bocor selalu ada (I A) sehingga jumlah arus yang masuk dan yang keluar dari inti trafo arus selalu tidak seimbang. Rangkaian ini ELCB tak berfungsi. Hubung paralel hantaran netral Gambar. Dan juga besarnya beban akan mempengaruhi waktu pemutusan .36 b. ELCB tdak berfungsi dan selalu putus : Gambar. 28 Kopel hantaran N yang tidak diperlukan. Politeknik Negeri Sriwijaya .

Persilangan hantaran netral Gambar 29. Arus masuk dan keluarnya searah : Gambar. e. 30 Penyambungan ELCB yang salah Arus tak seimbang selalu terjadi karena arus masuk searah dengan arus keluaran (dari beban) f. Pengambilan Hantaran N yang salah Arus tak seimbang selalu terjadi jika kedua beban pada ELCB tidak sama atau satu dari keduanya tidak berbeban. Kondesator pengaman gangguan Politeknik Negeri Sriwijaya .37 d.

maka rangkaian ELCB tidak akan trip. Padanya mengalir arus kapasitif yang memutuskan ELCB.38 Banyak rangkaian motor dilengkapi dengan Kondensator Pengaman Gangguan ( KPG ). sehingga ELCB trip . Kita dapat memperhitungkan kapasintansi kabel dengan tanah sebesar 0. Apabila jaringan hubung pendek. Reaksi akibat hubung singkat dan hubung tanah pada ELCB . Gangguan Kemgnetan ELCB sensitif terhadap medan magnet luar. j. Kelebihan 250m panjang kabel dapat memutuskan ELCB 30-mA. sehingga akan mudah terputus kalau dipasang dekat dengan kontaktor yang besar atau peralatan kemagnetan lainnya. Politeknik Negeri Sriwijaya . pada instalasi tempat kejadian.5 mA. sehingga ELCB tidak trip walaupun KPG antara hantaran netral dan HP hubung pendek. Pemecahan keadaan ini diawal kabel dipasang ELCB sensivitas rendah. Keadaan demikian terjadi insidental (luar biasa). Sedang diakhir kabel dipasang ELCB sensitivitas tinggi. Arus hubung ke bumi yang relatif besar dapat menjatuhkan (tripping) MCB dan lebih awal sebelum ELCB terputus . Arus bocor ( kapasitif ) pada hantaran-hantaran panjang . oleh karenanya pemasangan KPG antara hantaran fasa dengan netral.1 F PER KM. h. Gangguan petir dan tegangan lebih Selama keadaan cuaca tidak baik. dapat terjadi tegangan lebih akibat gangguan petir. Biasanya nilai arus bocor KPG tidak melebihi 0. i. Besarnya KPG diatas 0.5 mA dapat memutuskan ELCB. Untuk mengatasinya kita perbesar jarak dari sumber gangguan. tetapi jika terjadi hubung ke bumi (20s/d30 milidetik) ELCB akan trip. g.

Dan yang lebih penting lagi ELCB bisa memutuskan arus listrik ketika terjadi kontak antara listrik dan tubuh manusia. dengan elektrik memisahkan armor kabel dari sirkuit kabel konduktor pelindung. Keuntungan ELCB memiliki satu keuntungan atas RCD: mereka kurang peka terhadap kondisi kesalahan. B. A. dan tidak tersandung kesalahan dalam instalasi downline. kinerja praktis tergantung pada rincian instalasi dan diskriminasi meningkatkan penyaringan di ELCB tersebut. dan karena itu memiliki perjalanan gangguan yang lebih sedikit.1 Kesimpulan ELCB adalah sebuah alat pemutus ketika terjadi kontak antara arus positif.  Mereka tidak mengizinkan satu bangunan sistem yang akan dengan mudah dibagi menjadi beberapa bagian dengan perlindungan kesalahan independen. Politeknik Negeri Sriwijaya . sebuah ELCB dapat diatur untuk melindungi terhadap kerusakan kabel hanya. (Ini tidak berarti mereka selalu lakukan. arus negatif dan grounding pada instalasi listrik.39 3. Kekurangan ELCB memiliki beberapa kelemahan yaitu:  Mereka tidak mendeteksi kesalahan yang tidak lulus saat melalui BPK ke batang bumi.) Oleh karena itu. karena sistem pembumian biasanya terikat pipa.