You are on page 1of 6

1.

Pengertian
Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk.
Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk
teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar),
barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik dan logam. Produk yang dibuat adalah bendabenda yang bermanfaat bagi diri siswa atau bagi lingkungan siswa.[4]Penilaian produk ini tidak
hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga proses pembuatannya. Contoh, kemampuan peserta
didik menggunakan berbagai teknik menggambar, menggunakan peralatan dengan aman,
membakar kue dengan hasil baik, bercita rasa enak, dan berpenampilan menarik.
2. Tahapan Dalam Membuat Suatu Produk
Dalam membuat suatu hasil kerja, ada tiga tahapan yang harus dilalui siswa yaitu tahapan
perencanaan atau perancangan, tahapan produksi, dan tahapan akhir.[5] Meskipun terdiri atas
beberapa tahap yang berbeda tetapi kesemua tahap tersebut merupakan suatu proses yang padu.
Karena ketiga tahap tersebut merupakan proses yang padu, maka guru dapat melakukan
penilaian tentang kemampuan siswa dalam memilih teknik kerja pada tahap produksi dan pada
tahap akhir.
Penilaian produk dilaksanakan dengan langkah-langkah sebaga berikut:
a) Pada tahap persiapan, siswa membuat rencana, mengumpulkan gagasan, dan kemudian membuat
desain (rancangan) produk apa yang akan dibuat. Guru memberi saran-saran untuk melengkapi
gagasan atau meyempurnakan desain. Pada akhir tahap ini guru melakukan penilaian tentang
kemampuan siswa merencanakan, menggali, dan mengembangkan gagasan, serta mendesain
produk.
b) Pada tahap pembuatan produk, siswa memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik yang
sesuai dengan desain yang telah disusun. Dalam proses pembuatan dimungkinkan siswa
membutuhkan bantuan berupa saran-saran dari guru. Pada akhir tahap ini guru melakukan
penilaian tentang kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
c) Pada tahap penyerahan, siswa menyajikan produk atau memamerkannya kepada komunitas
sekolah disertai uraian tertulis mengenai seluk-beluk produk tersebut, seperti maksud, ciri-ciri,
proses perancangan dan pembuatan, dan lain-lain. Pada akhir tahap ini guru melakukan penilaian
tentang kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaan dan memenuhi kriteria yang telah
disepakati.
3. Perencanaan Dalam Melaksanakan Penilaian Produk
Pada waktu melakukan penilaian hasil kerja siswa, guru harus menentukan dulu hasil
kerja siswa yang mana saja yang akan dijadikan dasar dalam menentukan tingkat kompetensi
siswa. Berikut ini kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan hasil kerja siswa yang akan
dipilih guru untuk penilaian:[6]
a. Relevan dan mewakili kompetensi yang diukur

produksi. Hal yang demikian akan memberikan dampak negatif terhadap proses belajar mengajar. Seperti misalnya penilaian hanya menekankan pada kualitas hasil kerja tanpa menilai proses kerja. Perlu diingat pada waktu memberikan tugas kepada siswa sebaiknya tugas tersebut tidak hanya memungkinkan siswa untuk menunjukkan kompetensi yang diukur tetapi juga memungkinkan siswa untuk dapat menunjukkan kompetensi setingkat di atasnya dan kompetensi setingkat di bawahnya. 4. c. kemampuan siswa untuk mengevaluasi hasil kerjanya.1) 2) b. Penilaian hasil kerja biasa digunakan guru untuk:[7] Menilai penguasaan keterampilan siswa yang diperlukan sebelum mempelajari keterampilan berikutnya. atau penilaian hanya menekankan pada keterampilan saja tanpa mengukur pemahaman siswa. peralatan. atau kemampuan siswa untuk menggali dan mengembangkan suatu ide. b. kemampuan siswa untuk merancang suatu produk. a. Tujuan Dilakukannya Penilaian Produk Guru harus memahami tujuan penilaian hasil kerja agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyusun kisi-kisi instrument penilaian. Contoh keterampilan siswa yang dapat dinilai pada waktu proses pembuatan suatu produk: Tahap persiapan: keterampilan siswa untuk membuat perencanaan. dan teknik kerja. Penilaian hasil kerja yang objektif adalah penilaian yang tidak dipengaruhi oleh jenis dan bentuk hasil kerja siswa. Strategi yang dapat dilakukan untuk memastikan relevansi dan lingkup hasil kerja adalah: Menetapkan kompetensi yang akan diukur setiap memberikan tugas kepada siswa. Tahap akhir: kemampuan siswa untuk menghasilkan produk yang memenuhi kriteria (fungsi dan estetika). Tahap produksi: kemampuan untuk memilih dan menggunakan bahan. Menilai tingkat kompetensi yang sudah dikuasai siswa pada setiap akhir jenjang/ kelas di sekolah kejuruan. serta tidak dipengaruhi oleh guru yang menilai. dan akhir). a. Untuk memperoleh penilaian hasil kerja yang handal biasanya digunakan portofolio kerja siswa. Jumlah dan objektivitas hasil kerja Semakin banyak hasil kerja yang dinilai untuk masing-masing kompetensi maka kesimpulan yang dihasilkan akan semakin handal. Menilai keterampilan siswa yang akan memasuki institusi pendidikan kejuruan. Selain itu penilaian juga sebaiknya didasarkan pada seluruh aspek kompetensi (bukan pada salah satu aspek saja). b. Penilaian sebaiknya didasarkan pada sejumlah hasil kerja yang relevan dengan kompetensi yang diukur. . Menetapkan kompetensi yang akan diukur pada tiap tahap dalam pengerjaan hasil kerja (dalam tahap perencanan. c.

atau kemampuan siswa untuk memilih bahan kerja yang tepat.5. misalnya kemampuan siswa untuk bekerjasama. . kompetensi. a. penggunaan alat secara aman. maka keadilan penilaian perlu diperhatikan. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan guru untuk menilai dan mencatat hasil kerja siswa antara lain adalah sebagai berikut: Anekdotal Anekdotal adalah catatan yang dibuat guru selama melakukan pengamatan terhadap siswa pada waktu kegiatan belajar mengajar. Batasan diberikan untuk membantu siswa agar dapat memfokuskan diri pada proses kerja. memilih bahan-bahan yang tepat. kualitas yang akan dinilai perlu ditulis secara eksplisit disertai nilainya. kemampuan siswa menggunakan peralatan secara aman. a. b. Merinci langkah-langkah yang harus dilakukan siswa dalam membuat suatu hasil kerja. Rincian tentang aspek.[8] Spesifikasi tugas pada lembar kerja yang sifatnya umum atau tidak rinci. c. langkah. Menyusun kriteria penilaian secara jelas. dan penerapan prinsip-prinsip kenyamanan dalam kerja. memilih bentuk dan gaya dalam karya seni. Oleh karena itu spesifikasi tugas sebaiknya berisi hal-hal sebagai berikut: Batasan pada tahap perencanaan/ perancangan. Selain itu batasan diperlukan untuk mempermudah guru menilai keterampilan atau kompetensi yang diukur dalam tugas tersebut. Penilaian dan Pencatatan Hasil Kerja Siswa Penentuan tingkat kompetensi siswa pada penilaian yang bersifat perkembangan biasanya didasarkan pada observasi dan penilaian hasil kerja siswa. Bermanfaat tidaknya hasil kerja siswa untuk digunakan sebagai dasar penilaian tergantung pada spesifikasi tugas yang diberikan kepada siswa. menunjukkan inovasi dan kreasi. akan mempersulit siswa untuk memenuhi tugas yang dimaksud. Misalnya guru akan mengamati kemampuan siswa mengorganisasi dan menerapkan prosedur kerja yang benar maka hal-hal yang perlu diamati adalah kerapianruang kerja siswa. guru perlu mengelola sejumlah hasil kerja siswa dan mencatat hasil penilaiannya. Pengelolaan Hasil Kerja Dalam menilai hasil kerja. Anekdotal biasanya digunakan untuk mencatat kompetensi yang belum terlihat pada hasil kerja siswa. yang berarti memberi keleluasaan besar bagi siswa untuk berkreasi. Bila hasil penilaian produk ini diperlukan untuk membandingkan individu satu dengan individu lainnya. Menentukan kompetensi yang akan diamati dan bagaimana mengamatinya. 6. Selain itu penilaian produk akan menilai kemampuan siswa dalam bereksplorasi dan mengembangkan gagasan dalam mendesain. menggunakan alat. Agar anekdotal dapat dimanfaatkan secara maksimal maka sebaiknya guru melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Hal ini akan membantu siswa untuk memfokuskan diri pada langkah-langkah yang akan dinilai. Biasanya guru sudah merencanakan selama satu tahun ajaran bukti hasil kerja siswa yang harus dikumpulkan.

hasil karya siswa dinilai selain dari segi keterampilan teknis juga pemahaman dasar-dasar dari desain. Dengan cara bergantian tersebut semua siswa akhirnya akan dapat diamati daripada mengamati seluruh siswa dalam satu kegiatan. Dalam analytic rating guru menilai hasil kerja siswa dari berbagai perspektif atau kriteria. Penilaian holistik biasanya digunakan untuk penilaian pada tahap akhir seperti penilaian terhadap kualitas hasil kerja siswa dan penilaian terhadap kemampuan siswa untuk mengevaluasi hasil kerjanya. Untuk setiap keterampilan yang diukur. Menentukan secara sistematis siswa yang akan diamati karena guru tidak mungkin mengamati seluruh siswa dalam satu kali kegiatan belajar mengajar. Pada kedua tahap tersebut guru dapat menilai desain atau hasil kerja siswa dari berbagai perspektif atau kriteria. b. menari k dan lezat mulai Aspek Tekik Penilaian T e s Pemaha man materi dan aplikasi nya dalam kehidup an seharihari Perform ance sik ap pro duk v pro yek portof olio . Skala penilaian holistik Penilaian holistik adalah penilaian terhadap hasil kerja siswa secara keseluruhan. ditentukan beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Analytic Rating biasanya digunakan untuk menilai kemampuan pada tahap perencanaan/ perancangan dan tahap akhir. Misalnya pada jurusan seni dan desain. Skala penilaian analitis Analytic Rating adalah penilaian yang dibuat berdasarkan beberapa aspek pada hasil kerja siswa. c.2. Contoh Pemetaan Penilaian Produk Mata Pelajaran : PAI Kelas/Semester : Standa Kompe Indika rt tensi tor kompet Dasar ensi Memah ami hukum Halal dan Haram Menent ukan Klasifik asi makana n dan minuma n berdasar kan hukum halal Kriteri a Ketunt asan Memb 80 uat nasi goreng malaik at yang halal.

halal dan lezat Terdapat unsur inovasi .haram dari pembu atan sampai penyaj ian Mata Pelajaran : PAI Nama Produk : Nasi Goreng Malaikat Alokasi Waktu : 1 Minggu Aspek : Pemahaman Materi dan Aplikasinya Nama siswa/kelompok: Siti Markona/Tokek Belang no aspek Skor (1-4) 1 Perencanaan dan pemilihan bahan 2 Proses pembuatan Persiapan alat dan bahan Teknik pembuatan dan penyajian 3 Hasil produk Bentuk fisik Inovasi Rasa Total Skor Contoh soal: Buatlah satu porsi Nasi goreng malaikat yang lezat dan halal Rubrik Penskoran Level Deskripsi Membuat perencanaan alat dan bahan yang baik dan halal Menggunakan alat dan bahan yang baik dan halal 4 (superior) Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Hasil yang diperoleh sangat bagus.

3 (memuaskan) 2 (cukup memuaskan) 1 (cukup) Membuat perencanaan alat dan bahan yang baik dan halal Menggunakan alat dan bahan yang baik dan halal Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Hasil yang diperoleh sangat bagus. halal dan lezat Tidak terdapat unsur inovasi Membuat perencanaan alat dan bahan yang baik dan halal Menggunakan alat dan bahan yang baik dan halal Membuat uraian langkah-langkah pembuatan Hasil yang diperoleh biasa Tidak terdapat unsur inovasi Membuat perencanaan alat dan bahan yang baik dan halal Menggunakan alat dan bahan yang baik dan halal Tidak membuat uraian langkah-langkah pembuatan Hasil yang diperoleh biasa Tidak terdapat unsur inovasi .