You are on page 1of 10

K3 Konstruksi Bangunan

BAB 1
GAMBARAN UMUM TENTANG BENTONITE SLURRY
1.1 Bentonit
Bentonit adalah clay yang sebagian besar terdiri dari montmorillonit
dengan mineral-mineral seperti kwarsa, kalsit, dolomit, feldspars, dan mineral
lainnya. Montmorillonit merupakan bagian dari kelompok smectit dengan
komposisi kimia secara umum (Mg,Ca)O.Al 2O3.5SiO2.nH2O. Nama monmorilonit
itu sendiri berasal dari Perancis pada tahun 1847 untuk penamaan sejenis lempung
yang terdapat di Monmorilon Prancis yang dipublikasikan pada tahun 1853 –
1856 (www.dim.esdm.go.id).
Bentonit berbeda dari clay lainnya karena hampir seluruhnya (75%) merupakan
mineral monmorillonit. Mineral monmorillonit terdiri dari partikel yang sangat
kecil sehingga hanya dapat diketahui melalui studi mengunakan XRD (X-Ray
Difraction). Berdasarkan kandungan alumino silikat hidrat yang terdapat dalam
bentonit, maka bentonit tersebut dapat dibagi menjadi dua golongan :
a. Activated clay, merupakan lempung yang mempunyai daya pemucatan
yang rendah.
b. Fuller’s earth, merupakan lempung yang secara alami mempunyai sifat
daya serap terhadap zat warna pada minyak, lemak, dan pelumas.
Berdasarkan tipenya, bentonit dibagi menjadi dua, yaitu :
1.

Na-bentonit

2.

Na bentonit memiliki daya mengembang hingga delapan kali apabila
dicelupkan ke dalam air, dan tetap terdispersi beberapa waktu di dalam air.
Dalam keadaan kering berwarna putih atau kream, pada keadaan basah
dan terkena sinar matahari akan berwarna mengkilap. Suspensi koloidal
mempunyai pH: 8,5-9,8.
Ca-bentonit
Tipe bentonit ini kurang mengembang apabila dicelupkan ke dalam air,
tetapi secara alami setelah diaktifkan mempunyai sifat menghisap yang
baik. Suspensi koloidal mempunyai pH: 4-7. Dalam keadaan kering
berwarna abu-abu, biru, kuning, merah, coklat. Na-bentonit dimanfaatkan
sebagai bahan perekat, pengisi, lampur bor, sesuai sifatnya mampu

Halaman 1
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Aditya Mochamad Triwibowo

tekmira. Mineral-mineral utama dalam pembentukan bentonit adalah plagioklas. seperti biotit cenderung membentuk mineral klorit.go. faktor yang mempengaruhi pelapukan batuan ini adalah iklim. yaitu : 1. Secara umum. sulfur.esdm. dan silika. Terjadi karena Proses Pelapukan Batuan Faktor utama yang menyebabkan pelapukan batuan adalah komposisi kimiawi mineral batuan induk. sehingga terjadi perubahan menjadi Na-bentonit dan diharapkan menadi peningkatan sifat reologi dari suspensi mineral tersebut (http://www. 2. Larutan alkali ini selanjutnya akan terbawa keluar dan bersifat basa. Pembentukan bentonit sebagai hasil pelapukan batuan dapat juga disebabkan oleh adanya reaksi antara ion-ion hidrogen yang terdapat di dalam air. Larutan hidrotermal merupakan larutan yang bersifat asam dengan kandungan klorida. sehingga mineral-mineral yang kaya akan magnesium. Dengan penambahan zat kimia pada kondisi tertentu. Terjadi karena Proses Transformasi Proses transformasi (pengabuan) abu vulkanis yang mempunyai Halaman 2 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . Kehadiran unsur-unsur logam alkali dan alkali tanah (kecuali kalium). 1. serta sedikit kandungan senyawa alumina dan ferromagnesia. muskovit. Ca-bentonit dapat dimanfaatkan sebagai bahan lumpur bor setelah melalui pertukaran ion. feldspar. dan kelarutannya dalam air. karbon dioksida. dan plagioklas pada umumnya akan membentuk monmorilonit. jenis batuan. Terjadi karena Proses Hidrotermal di Alam Proses batuan mempengaruhi alternasi yang sangat lemah. asal mula terjadinya endapan bentonit ada 4.2 Proses Terjadinya Bentonit di Alam Secara umum. 3.K3 Konstruksi Bangunan membentuk suspensi koloidal setelah bercampur dengan air. relief. dan di dalam tanah dengan persenyawaan silikat yang terdapat di dalam air dan batuan. kalium-feldspar. dan tumbuhtumbuhan yang berada di atas bantuan tersebut.id/data/bentonit). biotit. terutama disebabkan karena adanya unsur magnesium. Sedangkan Ca-bentonit banyak dipakai sebagai bahan penyerap. dan akan tetap bertahan selama unsur alkali tanah tetap terbentuk sebagai akibat penguraian batuan asal dan adanya unsur alakali tanah akan membentuk bentonit. mineral mika. ferromagnesia.

3 Struktur Bentonit Struktur monmorillonit memiliki konfigurasi 2:1 yang terdiri dari dua silikon oksida tetrahedral dan satu alumunium oksida oktahedral. dan cekungan sedimentasi. 1. Pada oktahedral atom alumunium berkoordinasi dengan enam atom oksigen atau gugus-gugus hidroksil + + + yang berlokasi pada ujung oktahedron. Al 3 dapat digantikan oleh Mg2 . Pada tetrahedral. dan terbentuk pada cekungan sedimen yang bersifat basa. dimana unsur pembentuknya antara lain: kabonat. 4 atom oksigen berikatan dengan atom silikon di ujung struktur. Li dan kation lainnya.K3 Konstruksi Bangunan komposisi gelas akan menjadi mineral lempung yang lebih sempurna. Terjadi karena Proses Pengendapan Batuan Proses pengendapan bentonit secara kimiawi dapat terjadi sebagai endapan sedimen dalam suasana basa (alkali). Transformasi dari gunung berapi yang sempurna akan terjadi apabila debu gunung berapi diendapkan dalam cekungan seperti danau dan air. + + + + Zn2 . 4. seperti batu pasir dan danau. M. 2009). Bentonit yang terjadi akibat proses transformasi pada umumnya bercampur dengan sedimen laut lainnya yang berasal dari daratan. Empat ikatan silikon terkadang disubtitusi oleh tiga ikatan alumunium. dan unsur lainnya yang bersenyawa dengan unsur alumunium dan magnesium (Supeno. Ni2 . lautan. terutama pada daerah danau. hal ini diimbangi dengan adsorpsi kation di lapisan interlayer. silika. fosfat. Halaman 3 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . Subtitusi isomorphous dari Al3 untuk Si4 + + + + pada tetrahedral dan Mg2 atau Zn2 untuk Al3 pada oktahedral menghasilkan muatan negatif pada permukaan clay. Fe2 .

2 Bentuk fisik bentonit Sifat fisik lainnya berupa massa jenis 2. bila lapuk berwarna coklat kekuningan. Akibatnya kisi akan membesar pada arah vertikal.1 Komposisi Bentonit Halaman 4 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . bila diraba terasa licin. o dan titik lebur 1330-1430 C. lunak. 1. Selain itu karena adanya pergantian atom Si oleh Al menyebabkan terjadinya penyebaran muatan negatif pada permukaan bentonit. kilap lilin. dan bila dimasukan ke dalam air akan menghisap air.547-1.557.8 g/L.5 Komposisi Bentonit Unsur-unsur kimia yang terkandung dalam bentonit diperlihatkan pada tabel berikut : Tabel 2.1977) Adanya atom-atom yang terikat pada masing-masing lapisan struktur montmorillonit memungkinkan air atau molekul lain masuk di antara unit lapisan. berwarna kuning muda hingga abu-abu.1 Struktur Bentonit (Robert W Doehler. indeks bias 1. 1. Bentuk fisik dari bentonit diperlihatkan pada gambar berikut : Gambar 2.4 Sifat Fisik dan Kimia Bentonit Dalam keadaan kering bentonit mempunyai sifat fisik berupa partikel butiran yang halus berbentuk rekahan-rekahan atau serpihan yang khas seperti tekstur pecah kaca (concoidal fracture). Bagian inilah yang disebut sisi aktif (active site) dari bentonit dimana bagian ini dapat menyerap kation dari senyawa-senyawa organik atau dari ion-ion senyawa logam.K3 Konstruksi Bangunan Gambar 2. kuning merah atau coklat. plastis.2-2. Bentonit termasuk mineral yang memiliki gugus aluminosilikat.

sehingga secara fisik bentonit tersebut menjadi aktif. Halaman 5 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo .30 2.55 7.33 3. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk aktivasi bentonit.2 7. Untuk keperluan tersebut asam sulfat dan asam klorida adalah zat kimia yang umum digunakan. Selama proses bleaching tersebut. Hickey.9 5.68 1. Fe.id/data/bentonit) 1.esdm. kemudian terjadi penyerapan asam ke dalam struktur bentonit.4 0.3-61. Menurut Thomas.3 3. yaitu : 1. bentonit dipanaskan pada temperatur 300-350 C untuk memperluas permukaan butiran bentonit.2 0. Secara Kontak Asam Tujuan dari aktivasi kontak asam adalah untuk menukar kation Ca + + yang ada dalam Ca-bentonit menjadi ion H dan melepaskan ion Al.6 3. sehingga rangkaian struktur mempunyai area yang lebih luas. S.30 0. bentonit harus diaktifkan dan diolah terlebih dahulu. 2.tekmira.go.12 19. Al. dan Stecker. 2007).K3 Konstruksi Bangunan Komposisi kimia SiO2 Al2O3 Fe2O3 CaO MgO Na2O K 2O H 2O Na-Bentonit (%) Ca-Bentonit (%) 61. Fe. M dan Sembiring.6 Aktivasi Bentonit Sebelum digunakan dalam berbagai aplikasi.4 62.22 (http//:www. dan Mg dan pengotor-pengotor lainnya pada kisi-kisi struktur.8 17. atom-atom al yang tersisa masih terkoordinasi dalam rangkaian tetrahedral dengan empatt atom oksigen tersisa. sehingga dapat dinetralisir oleh ion hidrogen (Supeno.50 0. Secara Pemanasan o Pada proses ini. dan Mg larut dalam larutan. Perubahan dari gugus oktahedral menjadi tetrahedralmembuat kisi kristal bermuatan negatif pada permukaan kristal. B.

2. 5. 3. yaitu tidak tahan terhadap suhu tinggi. Bentonit sebagai lumpur Bor Penggunaan uatama bentonit adalah pada industri lumpur bor. Bentonit untuk Industri kosmetik Untuk dapat digunakan dalam industri kosmetik. seperti penyerapan zat warna pada minyak hewani. bentonit harus Halaman 6 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . dan lain-lain. penggunaan lempung sebagai katalis memiliki kelemahan. 4.7 Aplikasi Bentonit 1. minyak bumi. Namun. Bentonit sebagai Bahan penyerap (adsorben) atau Bahan Pemucat pada Industri Minyak Kelapa sawit Proses penyerapan zat warna (pigmen) merupakan proses yang sering digunakan. gas bumi serta panas bumi. yaitu sebagai lumpur terpilar dalam pengeboran minyak bumi.K3 Konstruksi Bangunan 1. sehingga ion-ion dapat terikat secara elektrostatik pada permukaan bentonit. Bentonit sebagai Bahan Penukar Ion Pemanfaatan bentonit sebagai penukar ion didasarkan pada sifat permukaan bentonit yang bermuatan negatif. yaitu pada proses perengkahan minyak bumi dengan menggunakan mineral monmorillonit yang telah diasamkan. Bentonit untuk pembuatan Tambahan Makanan Ternak Untuk dapat digunakan dalam pembuatan tambahan makanan ternak. Aktivasi bentonit untuk lumpur bor adalah merupakan suatu perlakuan untuk mengubah Ca-bentonit menjadi Na-bentonit dengan penambahan bahan alkali. Bentonit sebagai Katalis Penggunaan lempung sebagai katalis telah lama diperkenalkan. minyak nabati. bentonit harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :  Kandungan bentonit < 30 %  Ukuran butiran bentonit adalah 200 mesh  Memiliki daya serap > 60 %  Memiliki kandungan mineral monmorilonit sebesar 70 % 6. Bahan alkali yang umum digunakan adalah Natrium karbonat dan natrium hidroksida.

2 Adsorben Adsorben adalah bahan padat dengan luas permukaan dalam yang sangat besar. 2007) 2. S.1 Adsorpsi Adsorpsi adalah suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair. kerapatan.Energi aktivasi mungkin terlibat di dalam proses ini .1 Jenis Adsorpsi Jenis Adsorpsi ada dua macam : 1.1.1.Adsorpsi berlangsung pada temperatur tinggi . distribusi ukuran partikel maupun kekerasannya merupakan data karakteristik yang penting dari Halaman 7 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . proses adsorpsi sangat sesuai untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang kecil dari campuran yang mengandung bahan lain yang berkonsentrasi tinggi. Diameter pori sebesar 0. M dan Sembiring. Adsorpsi kimia .K3 Konstruksi Bangunan     memenuhi persyaratan sebagai berikut : Mengandung mineral magnesium silikat (Ca-bentonit) Mempunyai pH netral Kandungan air dalam bentonit adalah < 5 % Ukuran buturin adalah 325 mesh (Supeno.Adsorpsi berlangsung pada suhu rendah . M.Terjadi adsorpsi monolapisan (Gordon. karena mahalnya regenerasi adsorben. 2. Berkat selektivitasnya yang tinggi.02 µm. Bahan yang akan dipisahkan tentu saja harus dapat diadsorpsi.Panas adsorpsi kurang dari 40 KJ/mol . untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang lebih besar lebih disukai proses pemisahan yang lain.Kesetimbangan adsorpsi irreversible . Sebaliknya. Di samping luas spesifik dan diameter pori. 1979) 2.Panas adsorpsi lebih besar dari ± 80 KJ/mol . Biasanya luasnya berada dalam orde 200 – 1000 m /g adsorben. Permukaan yang sangat luas ini terbenuk karena banyaknya pori yang halus 2 pada padatan tersebut.Terjadi lapisan/adsorpsi multi lapis 2. B. bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan sorben padat dan diikat oleh gaya-gaya yang bekerja pada permukaan tersebut.Tidak ada energi aktivasi yang terlibat dalam proses ini .0003 – 0. Barrow. Adsorpsi fisik .Kesetimbangan adsorsi reversible dan cepat .

Bahan / Material yang dipakai : Semen Bentonite Additive b. 6. Pipa tremie dimasukkan sampai dasar pile. yaitu : 1. 1. 5. Setelah casing terpasang. 2. titiktitik ini merupakan hasil perhitungan dan pengukuran dari gambar ke lapangan. 5. Pembuatan Bentonite Pile Sebelum pengeboran dilakukan pekerjaan survey yang ditujukan untuk membuat titik-titik untuk tiang bor yang dibuat dari potongan besi atau kayu. 1. selanjutnya bentonite slurry ini disimpan pada suatu tempat penampungan (berupa tangki atau kolam penampungan). 3. Pengecoran dihentikan setelah material yang keluar dari lubang bor adalah cement bentonite murni (tanpa campuran lumpur).K3 Konstruksi Bangunan 1. Setelah semua siap. 9. 4. Lakukan Cleaning terhadap lubang bor. Setelah pre-boring selesai. Pelaksanaan Bentonite Pile a. yang berupa serbuk bentonite dicampur dengan air dan diaduk dengan menggunakan mixer berkapasitas 2m3 untuk satu kali pengadukan.1. 2. 1. Komposisi Bentonite Semen Air : 1 m3 Bentonite : 50 kg Semen : 250 Kg c. 1995). Lakukan pre-boring sampai kedalaman 5 atau 6 meter. juga retarder untuk memperlambat setting dari adukan. Pasang Pipa tremie ke dalam lubang bor. pencampuran bentonite slurry debnga semen biasanya ditambahkan suatu additive untuk mempermudah pengadukan. 7. lakukan pekerjaan pengecoran bentonite dengan cara memompa material semen bentonite ke dalam lubang pile tersebut. 6. 2. 3. e. Pembuatan Bentonite slurry Tahap pertama ini dilakukan pembuatan bentonite slurry. 3. maka segera dilakukan pemasangan casing tepat diatas lubang bor kurang lebih panjang 6 meter. Pembuatan Campuran Bentonite Semen Proses pembuatan material pengisi terdiri dari 2 tahap. maka pengeboran dapat diteruskan sampai kedalaman yang ditentukan atau sesuai gambar rencana. Material bentonite dicampur dalam mixer setelah tercampur maka material tersebut sudah jadi dan siap untuk dipakai. 2. suatu adsorben. 2. adsorben dapat berupa granulat (dengan ukuran butir sebesar beberapa mm) atau serbuk (khusus untuk adsorpsi campuran cair) (G. Pembuatan Cement Bentonite Slurry Pada tahap ini. Bernasconi. 8. 3. Tergantung pada tujuan penggunaannya. Peralatan yang digunakan : Kolam / tangki air Tangki bentonite slurry Cement bentonite mixer Tremie Pipe Genset & Panel Mesin bor d. 4. hal ini dilakukan untuk Halaman 8 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo .

Halaman 9 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo . Terakhir casing segera dicabut semua dari dalam lobang bor. 10.K3 Konstruksi Bangunan memastikan bahwa lumpur yang tersisa akibat pengeboran telah keluar seluruhnya.

K3 Konstruksi Bangunan Halaman 10 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Aditya Mochamad Triwibowo .