You are on page 1of 33

Comparing the Effects of Swaddled and

Conventional Bathing Methods on Body
Temperature and Crying Duration in Premature
Infants: A Randomized Clinical Trial
Oleh :
Kelompok 4A K3LN

Departemen Maternitas
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

LATAR BELAKANG

WH

Upaya
yankes
bermutu

Tolak ukur

Jumlah kasus
kematian bayi
perinatal
sekitar 70% disebabkan
oleh persalinan
prematur

Manuaba, 2007

WHO (2012), 15 Juta bayi lahir prematus setiap tahunnya

2005 .Angka kejadian bayi prematur 16-18% dari semua kelahiran hidup Sastrawinata.

Di awal kelahiran bayi prematur membutuhkan perawatan di segala aspek Perawatan di ruang NICU dengan Inkobator stressor Berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan Terjadi gangguan .

Perawatan yang penting bayi prematur adalah saat memandikan bayi ??? Turunya suhu bayi akibat terurainya lemak coklat yang sedikit Menjaga suhu tubuh bayi saat SWADDEL dimandikan sangat penting Hipotermi takipnea Apnea Hipoksia asidosis metabolic hipoglikemia cacat koagulasi gagal ginjal akut meninggal .

Metode 50 bayi prematur Kelompok Perlakuan = 25 bayi Kelompok Kontrol = 25 bayi .

Sampel Kriteria Inkulsi • Usia kehamilan 30-36 minggu • Usia postnatal 7-30 hari • Tidak menggunakan sedatif atau relaksan musculoskeletal • Tidak ada kelainan kongenital • Tidak dalam operasi • Tidak ada masalah berat dari kelahiran • Parameter stabilitas psikologis anak • Tidak ada penyalahgunaan zat atau penggunaan narkoba oleh ibu Kriteria Eksklusi • Terjadi kejang pada bayi atau ketidakstabilan gejala fisiologis pada bayi • Orang tua tidak bersedia berpartisipasi dalam penelitian .

.

posisi tengah.masih terbungkus bedong/handuk halus Punggung dibersihkan dengan posisi bedong tidak terbuka tetapi tangan perawat masuk ke dalam bedong Segera angkat bayi Dimasukkan ke dalam bak mandi dengan air hangat Lengan dibersihkan dengan bola kapas dengan hanya membuka satu tangan saja dalam satu waktu Tanpa membuka bedong. bersihkan badan bayi Mata dibersihkan dengan bola kapas dari bagian dalam keluar Segera selimuti dengan handuk yang lembut menutupi seluruh badan hingga kepala .Proses Penelitian  Untuk Kelompok Perlakuan Bayi mandi dengan metode swaddled bathing Bersihkan rambut bayi Lepas bedong yang terendam air Bayi ditempatkan fleksi.

 Untuk Kelompok Kontrol Bayi mandi dengan metode konvensional Bayi dimandikan dibawah shower Setelah selesai segera selimuti dengan handuk yang lembut menutupi seluruh badan hingga kepala Tubuh bayi dimandikan seperti biasa tanpa dibungkus kain lembut / bedong Tubuh bayi langsung diselimuti kemudian dilanjutkan membersihkan kepala dan wajah .

suhu lingkungan 25°C  Kondisi lingkungan saat mandi harus tenang  Kehangatan air 36.Perlakuan yang Sama pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol 1) Mandi  Mandi dilakukan 1 jam setelah bayi minum susu Baju yang digunakan oleh bayi selama penelitian juga sama (jenis kain).5°C  Kedalaman bak mandi 10 cm .  Pada saat mulai mandi.

2) Pengukuran Suhu Tubuh Suhu bayi diukur 10 menit sebelum dan sesudah mandi pada axila.  3) Perhitungan Durasi Menangis  Digunakan kamera digital Tangisan bayi dihitung selama mandi dengan perhitungan = (total lama tagisan / total waktu mandi) x 100%  .

. Lanjutan Proses Penelitian Pengolahan Data Data dikumpulkan kemudian dianalisa dengan menggunakan SPSS versi 13.

 Dengan menggunakan paired T test diketahui bahwa pada kelompok perlakuan tidak ada perbedaan signifikan pada suhu tubuh sebelum dan sesudah dimandikan. .  Sedangkan di kelompok control.Hasil Penelitian  Hasil dari penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam suhu tubuh 10 menit sebelum mandi antara 2 kelompok. terdapat perbedaan signifikan pada suhu tubuh sebelum dan sesudah dimandikan dimana suhu tubuh 10 menit setelah dimandikan lebih rendah.

. Sedangkan perbandingan durasi menangis di uji menggunakan mannwhitney U test dan menunjukkan hasil bahwa durasi menangis pada kelompok perlakuan lebih pendek daripada kelompok kontrol.

.

Pembahasan 1)Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan. penurunan suhu tubuh bayi setelah mandi lebih minimal dari pada kelompok kontrol  Oleh karena itu metode memandikan bayi prematur dengan swaddled bathing lebih efektif dalam menjaga suhu tubuh dan mencegah kehilangan panas pada bayi prematur .

 Dalam metode swaddled bathing. bayi direndam di dalam air hangat dengan terbungkus kain lembut/bedung sehingga dapat mensimulasikan lingkungan dalam rahim ibu yang aman. tenang dan bebas tekanan pada bayi. .2) Penelitian ini juga membuktikan bahwa pada kelompok perlakuan. durasi menangis pada bayi prematur selama mandi lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

.Kesimpulan  Mandi membedong dapat membantu untuk menjaga suhu tubuh dan mengurangi stres pada bayi prematur selama mandi.

Keterbatasan Penelitian  Sampel yang digunakan masih sedikit  Perekaman close up durasi menangis saat dimandikan menyebabkan hasil catatan waktu menjadi bias  Kehadiran rangsangan lingkungan yang tidak diinginkan .

• Dalam jurnal ini juga belum dibahas apakah metode swaddled bathing ini hanya dapat digunakan pada bayi prematur saja ataukah dapat digunakan bada bayi baru lahir aterm maupun post-term baik secara pervaginam ataukah SC .Kelebihan Jurnal Kekurangan Jurnal • Merupakan jurnal keluaran Kelebihan terbaru tahun 2014 • Sumber yang dipakai berasal dari 10 tahun terakhir • Di dalam jurnal memaparkan teknik swaddled bathing dan metode konvensional dengan rinci. • Jurnal ini tidak membahas mengapa dengan swaddle bathing dapat mengurangi kemungkinan perubahan suhu tubuh dan dapat mengurangi durasi menangis bada bayi baru lahir dengan prematuritas. • Kelompok sampel mencakup bayi prematur per vaginam dan caesar sehingga bisa diterapkan di masyarakat oleh bidan • Belum banyak literatur yang Kekurangan membahas tentang efek swaddle bathing pada suhu tubuh dan durasi menangis bayi baru lahir dengan prematur.

Perbandingan dengan Jurnal yang Lain .

.

.

.

.

.

Penerapan di Indonesia .

kemudian seluruh tubuh.Penerapan di Indonesia IDAI JURNAL • Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. baru bedong/kain tersebut dilepas . Setelah prosedur memandikan bayi selesai. Bersihkan wajah tanpa sabun. • Saat memandikan bayi bedongnya tidak dilepaskan semuanya tetapi hanya seperlunya saja.

.

Membersihkan mata dengan kapas bulat (Jarang dilakukan di Indonesia) . berbeda dengan penerapan selama ini di Indonesia -.Teknik yang cukup Rumit : -Tidak membuka bedong selama memandikan bayi.