You are on page 1of 64

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekonomi pertanian merupakan ilmu ekonomi yang berusaha mengungkap
masalah-masalah pembangunan dan perilaku-perilaku pada sektor pertanian,
terutama pada masyarakat pedesaan yang mayoritas bermata-pencaharian
sebagai petani. Perilaku yang dipelajari bukanlah hanya mengenai perilaku
manusia

secara

sempit,

misalnya

perilaku

petani

dalam

kehidupan

pertaniannya, tetapi mencakup persoalan ekonomi lainnya yang langsung
maupun tidak langsung berhubungan dengan produksi, pemasaran, dan
konsumsi petani atau kelompok petani.
Pembangunan ekonomi masyarakat desa perlu diutamakan karena kita
tahu bahwa banyak sumbangan masyarakat desa bagi perekonomian negara
baik dari potensi SDM maupun dari SDA-nya bagi pendapatan nasional dan
pembangunan nasional. Usahatani yang dijalankan oleh masyarakat pedesaan
pada umumnya berupa budidaya tanaman pangan terutama padi dan palawija
yang merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Keadaan perekonomian masyarakat desa yang mayoritas petani ini cukup
menarik untuk dikaji, apalagi dalam kondisi keterpurukan ekonomi Indonesia
saat ini. Mahasiswa perlu mengetahui secara langsung keadaan petani baik dari
segi ekonomi maupun dari segi kegiatan pertaniannya. Upaya mendapatkan
suatu pengetahuan atau informasi yang dibutuhkan, mahasiswa tidak hanya
mengandalkan teori yang diperoleh dalam perkuliahan tetapi juga pengetahuan
secara nyata yang didapatkan melalui praktik lapangan.
Berdasarkan uraian di atas, Program Studi Agroteknologi Fakultas
Pertanian UNS Surakarta melaksanakan praktikum Ekonomi Pertanian di Desa
Kerja Lor, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah,
sebagai daerah pedesaan yang menjadi objek praktikum kegiatan ini,
diharapkan agar mahasiswa dapat mengkaji informasi mengenai karakteristik
perekonomian di pedesaan dan dapat memberikan kontribusinya dalam sektor
pertanian Indonesia agar dapat lebih maju dan berkembang.

1

2

B. Perumusan Masalah
Telah diketahui bersama, yang ditekankan dalam praktikum ini adalah
membahas mengenai ekonomi pertanian. Pada umumnya prinsip ekonomi yang
dipakai tidak jauh berbeda dengan ilmu ekonomi pada umumnya, yang sedikit
membedakan adalah produk pertanian memiliki karakteristik khusus. Terlebih
lagi yang diangkat berasal dari petani kecil. Dari latar belakang tersebut maka
permasalahan yang diangkat dari praktikum ini adalah:
1. Bagaimanakah karakteristik Desa Kerja Lor di Kecamatan Wonogiri,
Kabupaten Ngadirejo?
2. Bagaimanakah karakteristik rumah tangga responden petani pemilik,
penggarap, dan penyewa yang ada di Desa Kerja Lor, Kecamatan
Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri?
3. Berapa besar pendapatan, konsumsi, dan investasi rumah tangga yang ada di
Desa Kerja Lor, Kecamatan Ngadirejo, kabupaten Wonogiri?

C. Tujuan Praktikum Ekonomi Pertanian
Adapun tujuan dan kegunaan praktikum Ekonomi Pertanian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk melatih mahasiswa mengenal kehidupan rumah tangga petani di
pedesaan, serta diharapkan mahasiswa mengetahui secara nyata tentang
karakteristik rumah tangga petani di pedesaan.
2. .Untuk melatih mahasiswa menganalisis secara ekonomi mengenai
pendapatan rumah tangga petani baik dari usaha tani maupun dari luar
usaha tani.
3. Untuk melatih mahasiswa menganalisis konsumsi, tabungan, serta investasi
oleh rumah tangga petani.

3

D. Kegunaan praktikum
a. Bagi pemerintah Kabupaten Wonogiri, hasil praktikum ini diharapkan dapat
menjadi sumbangan pemikiran dari mahasiswa mengenai kondisi
dan karakteristik pedesaan serta kehidupan rumah tangga petani di Desa
Kerja Lor.
b. Bagi fakultas Pertanian UNS, hasil praktikum ini diharapkan dapat
mendukung kelengkapan dalam penerapan kurikulum pendidikan pertanian.
c. Bagi mahasiswa, sebagai persyaratan dalam menempuh mata kuliah
Ekonomi Pertanian pada semester I.

Desa diawali dari manusia yang hidup bergerombol baik dalam satu lingkungan yang besar atau kecil dan bertempat tinggal pada tempat tertentu. Segala perkembangannya yang mereka alami. dan pertumbuhan jumlah jiwa yang semakin banyak kemudian mulai dipikirkan masalah keamanan dan tata tertib pergaulan sesamanya dengan maksud untuk memelihara ketentraman serta tatanan hidup yang harmonis dan pantas sebagai keluarga besar (Kusnaedi 2005). Desa industri besar. Angka Beban Tanggungan tersebut berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi di suatu daerah khususnya di bidang pertanian. Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Desa perkebunan. batas geografis tertentu. Hal ini menunjukkan keinginan masyarakat pedesaan untuk maju dan memperbaiki keadaan dan kesejahteraan mereka. Apabila ABT-nya dari tahun ke tahun menurun artinya setiap tahun beban yang ditanggung (usia non-produkti/tidak bekerja) semakin sedikit sehingga menyebabkan perkembangan ekonomi khususnya bidang pertanian akan meningkat dengan cepeat. . Desa jasa dan perdagangan. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. berdasarkan mata pencaharian masyarakat dominan di daerah pedesaan. TINJAUAN PUSTAKA A. di bagi menjadi 8 bagian yaitu Desa nelayan. Karakteristik Pedesaan Desa adalah suatu persekutuan hidup bersama yang mempunyai kesatuan hukum organisasi. 2002). Akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian (Sajogyo et al. tukang batu dan lain-lain. Dibanding dengan ABT yang dari tahun ke tahun yang meningkat. Desa persawahan. Desa kerajinan (Industri kecil). Desa peternakan. Desa perladangan. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian walaupun terlihat adanya tukang kayu. Pada umumnya selain bertani masyarakat di pedesaan merangkap sebagai pedagang untuk menambah penghasilan mereka.4 II. Menurut Kusnaedi (2005).

Tolak ukur penyakit dan perawatan tergantung pada perbedaan-perbedaan individual dan sosial. Struktur sosial desa merupakan keadaan khusus bagi daerah tertentu dan waktu tertentu. Salah satu karakter pedesaan adalah kurang dinamis. Jika tingkat pendidikan pada daerah tersebut tinggi maka daerah tersebut akan menjadi maju. Pertanian dan Produktivitas Usahatani Sifat khusus dari masyarakat petani adalah mempunyai hubungan dengan tanah dengan ciri spesifik produksi pertanian berakar pada keadaan khusus petani. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat desa biasanya lebih tertinggal dari masyarakat kota (Anonimb 2010). produksi.5 maka perkembangan ekonominya akan sangat lambat sehingga kemajuan desa tersebut akan terhambat (Suryana et al. . Organisasi pemberian jasa-jasa perawatan kesehatan pada suatu masyarakat sangat tergantung pada perkembangan ilmu kedokteran pada khususnya (Maulana 2004). kepentingan pokok pekerjaan dalam menentukan kedudukan sosial. dan sebaliknya jika tingkat pendidikan pada daerah tersebut rendah maka daerah tersebut akan menjadi mundur (Anonima 2009). Usahatani keluarga merupakan satuan dasar pemilikan. Setiap masyarakat mempunyai pola penyembuhan penyakit / pengobatan tertentu. 2002). B. baik yang bersifat ilmiah maupun tidak. maka pengukurannya juga sulit untuk dilaksanakan. konsumsi dan kehidupan sosial petani. masyarakat petani merupakan sebuah kesatuan sosial pra-industri yang memindahkan unsur -unsur spesifik struktur sosial-ekonomi dan kebudayaan lama ke dalam masyarakat kontemporer (Triyono et al. sulit melakukan 19 perubahan dan lebih bersifat defensif terhadap modernitas. Tingkat pendidikan pada suatu daerah dapat digunakan untuk menentukan maju atau tidaknya pada daerah tersebut. serta kepribadian petani dikenal secara baik oleh masyarakat bersangkutan. 2003). peranan.

Sistem sewa tanah lebih populer dibandingkan dengan sistem sakap atau gadai. terutama disepanjang jalur pantai utara. baik sebagai sumber maupun dalam memenuhi konsumsi pangan (beras) keluarga. perbaikan distribusi serta kualitas konsumsi dan gizi masyarakat. Hal ini berarti bahwa petani luaslah yang lebih punya jangkauan terhadap sumber non pertanian. produktivitas. berdagang untuk mencukupi keluarganya. terutama sawah masih merupakan aset utama bagi keluarga petani. pekerjaan itu merupakan sumber yang memberikan lebih dari 50% dari total pendapatan. Melalui peningkatan produksi.6 Pertanian merupakan basis Indonesia walaupun sumbangan nisbi dalam sektor pertanian di ukur berdasarkan proporsi nilai tambahnya dan bentuk produk domestik atau pendapatan nasional tahun demi tahun mengecil. dan pendapatan usahatani. C. hal ini bukanlah berarti nilai dan pertambahannya dari waktu ke waktu tetap selalu meningkat kecuali peranan sektor pertanian ini dalam menyerap tenaga kerja terpenting. misalnya alat-alat pengolahan hasil pertanian. oleh sebab itu pemilik atas penguasa lahan sawah seringkali dijadikan ukuran tingkat kesejateraan petani. yang pada gilirannya melahirkan proses akumulasi modal dan investasi yang saling menunjang baik di bidang pertanian atau non pertanian di antara golongan elit pedesaan (Hagul 2002). Para penyewa harus harus membayar uang sewa di awal musim tanam (Anonimd 2010). akan tercapai meningkatnya ketersediaan pangan dalam jumlah dan mutu yang cukup dengan tingkat distribusi dan harga yang terjangkau oleh masyarakat sepanjang waktu (Anonimc 2010). Pendapatan Petani Pedesaan Pekerjaan di luar pertanian merupakan sumber tambahan pendapatan yang cukup penting dan di sebagian besar desa-desa. Golongan petani luas yang mempunyai surplus pendapatan dari pertanian mampu menginvestasikan surplus itu pada usaha-usaha padat modal tapi yang memberikan pendapatan relatif besar. . Lahan.

Kelompok pendapatan secara garis besar dibagi lima sub sumber pendapatan. Pendapatan dari pertanian terdiri dari hasil usahatani sendiri dan dari hasil berburuh tani. dan kegiatan industri (industri besar. Konsumsi. D. dan lain-lain). ternak. hortikultura. dan perikanan. menengah. jasa kesehatan. menjual jasa (jasa transportasi. karena luas garapan yang sempit dengan tingkat produktifitas yang rendah. Secara umum sumber pendapatan petani bersumber dari dua macam. Sekitar empat perlima dari pendapatan penduduk desa diperoleh dari kegiatan pertanian tanaman pokok yang mereka kerjakan di lahan yang mereka miliki sementara pendapatan lainnya berasal dari pengumpulan makanan ternak.7 Pada umumnya keluarga petani mempunyai penghasilan yang tidak berwujud uang. yaitu dari hasil perdagangan. Pendapatan hasil berburuh tani adalah pendapatan dari luar kegiatan usahatani sendiri. dan kayu. Pendapatan petani yang rendah terutama disebabkan karena hasil produksinya yang rendah pula. yaitu dari pertanian dan non-pertanian. jauh lebih besar daripada keluarga dari yang bukan pertanian. perkebunan. skala rumah tangga) dari kegiatan berburuh di antaranya adalah dari pertukangan. Kenyataan hampir semua keluarga petani mengkonsumsi hasil yang diproduksi di pertanian itu (Bishop dan Toussaint 2001). karena hanya diusahakan dengan teknologi sederhana memakai peralatan dan sarana produksi lain yang sangat terbatas (Anonimf 2010). Pendapatan masyarakat yang diperoleh dari pertanian lebih kurang sama dengan jumlah yang mereka gunakan untuk keperluan hidupnya sehari-hari (Anonime 2010). jasa alat pertanian. Pendapatan dari luar usahatani adalah pendapatan yang berasal dari bukan usaha pertanian. Sumber pendapatan dari usahatani sendiri adalah dari hasil pertanian yang meliputi komoditas pangan. tanaman obat. 2002). Tabungan dan Investasi Pertanian . dan buruh di luar pertanian lainnya (Sudana et al.

8

Berdasarkan sensus 1990, lebih dari 60% pengeluaran dikonsumsikan
untuk kebutuhan pangan, dimana padi-padian merupakan 23% dari total
konsumsi rumah tangga pedesaan dan 11% bagi rumah tangga perkotaan.
Telah lebih jauh dengan memisahkan kelompok pendapatan menunjukkan
bahwa konsumsi padi-padian kelompok 40% penduduk berpendapatan
terendah masih sangat menonjol, yaitu 30% dari total pengeluaran
(Anwar et al. 2002).
Dalam perekonomian rumah tangga pertanian, tabungan mempunyai peran
cukup strategis sehingga preferensi menabung menjadi bagian dari perilaku
mereka.

Tabungan

sering

digunakan

sebagai

“peredam”

instabilitas

pengeluaran, terutama di masa paceklik. Peran tabungan yang lain adalah
sebagai cadangan modal untuk membiayai usahatani. Pada konteks ketahanan
pangan, peran sebagai stabilisator konsumsi menunjukkan penggunaan
tabungan menjadi salah satu pilihan strategi dalam menghadapi ancaman
rawan pangan (Hardono 2003).
Pola konsumsi dapat dikenali berdasarkan alokasi penggunaannya. Secara
garis besar alokasi pengeluaran konsumsi digolongkan ke dalam dua
kelompok penggunaan yaitu konsumsi untuk makanan dan konsumsi untuk
kelompok bukan makanan (Fauzi 2000). Berdasarkan teori ekonomi, investasi
berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapita atau modal barangbarang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan
datang (barang produksi), misalkan pembangunan rel kereta api atau suatu
pabrik, pembukaan lahan atau seseorang sekolah di universitas (Anonimg
2010).
Investasi yang lazim disebut juga dengan istilah penanaman atau
pembentukan modal merupakan komponen ke dua yang menentukan tingkat
penghasilan agregat. Apabila para pengusaha menggunakan uang tersebut
untuk membeli barang-barang modal, maka pengeluaran tersebut dinamakan
investasi. Dengan demikian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran
pembelanjaan untuk membeli perlengkapan barang-barang modal atau

9

perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang
dan jasa yang tersedia dalam perekonomian (Anonimh 2010).

III. METODOLOGI
A. Penentuan Sampel
1. Sampel Desa
Penentuan desa praktikum secara purposive (sengaja) dipilih desa
dari sejumlah desa yang ada dalam kecamatan terpilih, yaitu Desa kerja
Lor, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Penentuan desa dilakukan dengan metode sensus, yaitu sebagian besar
desa yang ada di Kecamatan Wonogiri sebanyak 40 desa dari 49 desa.
2. Sampel Responden
Dalam hal ini penentuan responden dengan cara cluster sampling,
yaitu mewawancarai rumah tangga petani untuk setiap desa. Rumah
tangga petani yang dijadikan responden terdiri dari rumah tangga petani
pemilik penggarap, penyewa, penyakap. Wawancara dilakukan dengan
menggunakan lembar kuisioner yang telah dipersiapkan. Dalam
praktikum ini mengambil satu sampel kecamatan, kemudian satu sampel
desa, sampai akhirnya mengambil beberapa responden yang sesuai
dengan tujuan praktikum.
B. Data yang Dikumpulkan
1.

Data Primer
Data primer diperoleh dari wawancara secara langsung dengan
responden yang dipandu dengan lembar kuisioner. Data primer adalah data
yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden atau
petani sampel, meliputi hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi pertanian
di daerah penelitian.

2. Data Sekunder

10

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari suatu organisasi atau
instansi terkait yang dapat berupa data yang diperoleh dari kantor kepala
desa. Data sekunder juga bisa disebut data monografi desa/kelurahan yang
meliputi keadaan alam, kependudukan, sarana dan prasarana, adat istiadat,
serta organisasi sosial ekonomi.
C. Metode Analisis Data

24

1. Tabulasi silang
Tabulasi silang merupakan perluasan dari analisis distribusi relatif.
Tabulasi silang menyajikan hubungan antara variabel satu dengan variabel
lainnya. Tabulasi silang ini digunakan untuk mengetahui secara kuantitatif
data yang diperoleh.
2. Angka rata-rata
Angka rata-rata adalah angka untuk mengetahui taksiran secara kasar
untuk melihat gambaran dalam garis besar dari suatu karakteristik yang ada.
Angka ini diperoleh dari pembagian jumlah semua data angka yang
diperoleh dengan jumlah populasi yang ada.
3. Analisis Persentase
Analisis Persentase adalah analisis mengenai data yang dibagi dalam
beberapa kelompok yang dinyatakan dan diukur dalam persentase. Dengan
cara ini dapat diketahui kelompok yang paling banyak jumlahnya yaitu
ditunjukkan dengan persentase yang paling tinggi.
4. Analisis Usahatani
Analisis usahatani adalah analisis mengenai penerimaan, pendapatan,
maupun biaya-biaya dari usahatani. Besarnya pendapatan usahatani dapat
ditentukan atau dapat dihitung dengan mengurangi jumlah penerimaan
usahatani dengan jumlah biaya usahatani yang dikeluarkan.
PdU = PrU – BE
Dimana,
PdU : Pendapatan usaha tani
PrU : Penerimaan usaha tani

Karakteristik Desa 1. 3 RW dan 28 RT. Jumlah Penduduk dan Jumlah Rumah Tangga Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berintraksi satu sama lain secara terus menerus/kontinu. Penduduk a. Sedangkan jumlah rumah tangga adalah kepala .00 hektar. irigasi 1/2 teknis seluas 85.00 ha dan tadah hujan seluas 40. Jarak Desa Kerjo Lor ke Kecamatan yaitu 6 km dan jarak ke Kabupaten adalah 35 km. tegal serta kebun desa ini adalah 402. dalam setiap tahunnya di Desa Kerjo Lor terdapat dua sampai tiga kali musim tanam padi dan jagung. Desa Kerjo Lor ini memiliki 14 dusun. Luas Desa ini mencapai 550. HASIL DAN PEMBAHASAN A.00 ha. Karakteristik Wilayah Wilayah Desa Kerjo Lor terletak di Kecamatan Ngadirojo.00 ha. Jumlah penduduk adalah jumlah manusia yang bertempat tinggal/berdomisili pada suatu wilayah atau daerah dan memiliki mata pencaharian tetap di daerah itu serta tercatat secara sah berdasarkan peraturan yang berlaku di daerah tersebut. sebagian dari masyarakat Desa Kerjo Lor menanami pekarangannya dengan tanaman seperti mangga. Selain itu.00 ha dengan irigasi teknis seluas 90. Kabupaten Wonogiri. Adapun secara geografis letak Desa Kerjo Lor dibatasi oleh beberapa wilayah yaitu sebagai berikut: Batas Barat : Desa Ngadirojo Kidul Batas Utara : Desa Mloko Manis Wetan Batas Timur : Desa Kedung Gupit Batas Selatan : Desa Kerjo Kidul Desa Kerjo Lor merupakan wilayah penghasil padi dan jagung. dan berbagai macam sayuran. Luas sawah. rambutan. Jenis varietas tanaman padi yang ada di gunakan di Desa Kerjo Lor adalah IR 64 sedangkan untuk varietas jagung yang di gunakan adalah jagung pioner. 2.11 BE : Biaya Eksplisit (biaya yang benar-benar dikeluarkan) IV.

Berikut ini akan disajikan tabel jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Desa Kerjo Lor.2 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Kerjo Lor. Jumlah penduduk ini sebanding dengan luas lahan yang di manfaatkan sebagai area pemukiman yang terdapat di Desa Kerjo Lor.2.1. Jumlah penduduk tersebuh lebih di dominasi oleh kaum laki-laki penyebabnya adalah karena di Desa Kerjo Lor penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai seorang petani.2. b. Kecamatan Ngadirojo. Kecamatan Ngadirojo.1 jumlah penduduk di Desa Kerjo Lor.1 Jumlah Penduduk dan Jumlah Rumah Tangga Desa Kerjo Lor. data tersebut sesuai dengan angka yang tercantum di dalam Data Sekunder Desa Kerjo Lor.067 Jumlah KK 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Jumlah penduduk di suatu wilayah dapat dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya.1. Kecamatan Ngadirojo.1. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4. Berikut akan dijelaskan tabel jumlah penduduk dan rumah tangga yang ada di Desa Kerjo Lor : Tabel 4.12 keluarga dari total penduduk yang berdomisili di suatu wilayah tertentu.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 Jumlah Penduduk 26 10.067 jiwa dengan jumlah kepala rumah tangganya sebanyak 1. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 Jenis Kelamin Jumlah % . Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri sebanyak 10.365 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan Tabel 4.365 Kepala Keluarga. Angka sex ratio dapat dilihat dari hasil perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk wanita.

087 orang dengan persentase 50. Artinya di dalam 100 orang penduduk wanita ada kurang lebih 100 orang pria. Tidak semua umur merupakan usia produktif.47%.980 10. Kecamatan Ngadirojo. Berikut akan di sajikan tabel jumlah penduduk menurut umur di Desa Kerjo Lor. merantau atau meninggalkan kampung halaman dan menetap di desa lain.087 ¿ × 100 4 . Diperoleh Sex ratio 103. c. Jumlah penduduk wanita di Desa Kerjo Lor lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk pria.2.067 50.980 ¿ 102. Menurut data yang diperoleh diketahui jumlah penduduk pria di Desa Kerjo Lor sebanyak 5.13 Pria Wanita Jumlah 5. Perubahan jumlah penduduk produktif dan non produktif dapat disebabkan oleh adanya kematian.1. penduduk yang merupakan usia non produktif adalah berusia sekitar 0-14 tahun dan lebih dari 50 tahun.53. usia produktif adalah penduduk yang berusia 15-50 tahun.3 Jumlah Penduduk Menurut Umur di Desa Kerjo Lor. serta migrasi ke daerah lain.53 49. Sedangkan.47 100 Sumber : Data Sekunder J umla h P end u duk L aki−L aki ×1 00 SR ¿ J umlah P enduduk P erempuan 5. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 Umur (Tahun) Jumlah % . Kecamatan Ngadirojo. yaitu sebanyak 4. Jumlah Penduduk Menurut Umur Jumlah penduduk produktif dan non produktif akan selalu berubah.15 Rasio jenis kelamin (sex ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah.087 4.980 orang dengan persentase 49.15%. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4.

36-40 tahun sebanyak 893 jiwa atau 8.87 7.32 Kelompok umur muda merupakan kelompok yang belum ekonomis produktif. dan usia lebih dari 50 tahun sebanyak 928 atau 9.21 100 . 11-15 tahun sebanyak 884 jiwa atau 8.03% dari total jumlah penduduk.91 7.43% dari total jumlah penduduk.387 1.163 ¿ 23. 16-20 tahun sebanyak 1. 31-35 tahun sebanyak 764 jiwa atau 7. ABT Ju mla h � ㌳ e nduduk U sia N on P roduktif ¿ ×1 00 J umla h P enduduk U sia Produk �㌰ i f 1 .067 Sumber: Data Sekunder Berdasarkan Tabel 4.1.38% dari total jumlah penduduk.2.21% dari total jumlah penduduk. yaitu 0-5 tahun sebanyak 470 jiwa atau 4.38 8.87% dari total jumlah penduduk.43 9.78% dari total jumlah penduduk.35% dari total jumlah penduduk.03 8.78% dari total jumlah penduduk.35 7.67% dari total jumlah penduduk.847 jiwa atau 18. 6-10 tahun sebanyak 506 jiwa atau 5.14 0-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 >50 470 506 884 1.59% dari total jumlah penduduk.59 8. 21-25 tahun sebanyak 1.67 5.78 18.904 ¿ ×1 00 8 . 46-50 tahun sebanyak 849 atau 8.78 13. 41-45 tahun sebanyak 743 jiwa atau 7. 26-30 tahun sebanyak 796 jiwa atau 7.847 796 764 893 743 849 928 10.91% dari total jumlah penduduk.3 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk berdasarkan umur dibagi dalam 11 tingkatan usia. artinya masih menjadi tanggungan kelompok umur dewasa yang ekonomis produktif.387 jiwa atau 13. Kelompok umur tua 4.

4 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan di Desa Kerjo Lor. Tetapi itu tidak berlaku di Desa Kerjo Lor rata-rata penduduknya sudah bersekolah bahkan sudah ada yang sampai mengenyam pendidikan keperguruan tinggi dan hanya sedikit yang hanya yang belum mengenyam pendidikan.19 17.2.163 jiwa.86 2. umumnya masih tergolong rendah. Berdasarkan data di atas besar angka beban tanggungan tahun 2011 di Desa Kerjo Lor adalah sebesar 23. Kecamatan Wonogiri 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 Pendidikan Belum Sekolah SD SLTP SMU / SMK D III SI S II Jumlah 731 4.15 merupakan kelompok umur yang sudah tidak ekonomis produktif lagi karena juga merupakan tanggungan kelompok usia dewasa yang ekonomis produktif di Desa Kerjo Lor terdapat jumlah usia penduduk non produktif sebanyak 1.904 jiwa sedangkan usia produktif di desa tersebut sebanyak 8. Jumlah ABT ini dapat dijadikan sebagai sebuah indikator perekonomian untuk suatu daerah.22 11. Kecamatan Ngadirojo. d.65 2. Jika angka beban tanggungan di suatu desa rendah maka kesejahterahan penduduk di desa tersebut akan lebih baik begitu pula sebaliknya. artinya adalah setiap 100 penduduk usia produktif terdapat sekitar 23 penduduk usia non produktif yang harus ditanggung.86 .32%.36 53.156 874 1.1. Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Tingkat pendidikan di suatu daerah pedesaan.86 2.379 223 223 223 % 9. Berikut ini disajikan secara rinci tentang keadaan penduduk menurut tingkat pendidikan di Desa Kerjo Lor : Tabel 4.

809 100 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya memiliki mata pencaharian yang bermacam-macam jenisnya.86% menempuh pendidikan D III dan 2.36% belum sekolah. setidaknya untuk mengenyam pendidikan dasar. 53. Rata-rata penduduk di . Selain dari faktor biaya penyebab warga desa tidak bersekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu disebabkan oleh letak geografis Desa Kerjo Lor yang masih terpencil sehingga disana hanya terdapat sebuah Taman Kanak-Kanak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di Desa Kerjo Lor sudah tergolong tinggi.1. diketahui bahwa penduduk Desa Kerjo Lor pada umumnya yaitu 9.2.16 Jumlah 7. sebanyak 17. e. Tetapi untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi mereka memerlukan biaya yang tidak sedikit.22% menempuh pendidikan SD. 11.86% menempuh pendidikan S I serta 2. 2.4 di atas. Angkaangka di atas memperlihatkan keinginan dari sejumlah penduduk untuk bersekolah.65% menempuh pendidikan SMU/SMA.86% sisanya menempuh S II. Akibatnya tidak semua warga desa dapat tertampung di sebuah sekolah sehingga masih terdapat warga yang belum bersekolah serta jika warga di Desa Kerjo Lor ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh. dua buah Sekolah Dasar dan sebuah SLTP. sehingga tidak semua warga di Desa Kerjo Lor mampu untuk membiayainya karena itu faktor biaya merupakan kendala utama yang menghambat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.19% menempuh pendidikan SLTP.

549 orang dengan persentase 40. buruh tani dan pedagang.31 1.284 % 45. misalnya fungsi pertanian.31%. Kecamatan Ngadirojo. Pedagang sebanyak 585 orang dengan persentase 9.2. Kabupaten Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 Jumlah Mata Pencaharian Petani sendiri Buruh tani Buruh bangunan Pedagang PNS Jumlah 2.34 40.00%.1. Keadaan Pertanian a.79%.849 2.34%. penduduk Desa Kerjo Lor sebagian besar bekerja sebagai petani yaitu sebagai petani sendiri sebanyak 2. Tata Guna Lahan Pertanian Tata Guna Lahan (land use) adalah suatu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan di suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu. Buruh tani sebanyak 2.549 238 585 63 6. fungsi perekonomian. Karena mayoritas penduduk Desa Kerjo Lor adalah petani sendiri.2.79 9.5.56%.5 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Kerjo Lor. fungsi pendidikan dan macam-macam.849 orang dengan persentase 45.1.17 Desa Kerjo Lor bermata pencaharian sebagai petani. PNS sebanyak 63 orang dengan persentase 1. Berikut ini disajikan secara rinci tentang jumlah penduduk menurut mata pencaharian di Desa Kerjo Lor : Tabel 4. Buruh bangunan sebanyak 238 orang dengan persentase 3.56 3. Berikut ini akan disajikan secara rinci tata guna .00 100 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan data yang diperoleh dari tabel 4. maka kebanyakan petani mempunyai lahan yang digarap sendiri oleh setiap rumah tangga petani. 3.

pohon nangka dan pohon rambutan.1.45%.83% dari total keseluruhan lahan yang ada di desa tersebut. tersebut dapat menambah penghasilan penduduk di Desa Kerjo Lor. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4.91% dan 87 lahan berguna untuk kebun dengan persentase sebesar 15.00 0. Dari hasil usaha pekarangan. Kecamatan Ngadirojo.00 0. dua biasanya ditanami padi.1.1 Tata Guna Lahan Pertanian Desa Kerjo Lor. Rata-rata para petani menanaminya dengan buah-buahan seperti pohon mangga.00 40.36 15.1 Tata Guna Lahan Pertanian di Desa Kerjo Lor memperlihatkan bahwa sebagian besar lahan di Desa Kerjo Lor digunakan untuk lahan sawah yaitu sebesar 215 hektar yang terdiri dari sawah irigasi teknis seluas 90 hektar dengan persentase sebesar 16. Tata guna lahan di Desa Kerjo Lor yang digunakan sebagai tanah garapan yaitu sawah dan tegal. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Seluruhnya Penggunaan Lahan Sawah irigasi teknis Sawah irigasi 1/2 teknis Sawah irigasi sederhana Sawah irigasi pompa Sawah tadah hujan Tegal Pekarangan Kebun Luas Lahan (Ha) 90. % 16.00 100. untuk masa tanam tiga tidak ditanami atau dibiarkan saja (Bera).36%.27%. Masa tanam sendiri setiap tahunnya terdiri dari dua sampai dengan tiga masa tanam.18 26.83 100 . 148 hektar untuk pekarangan dengan persentase sebesar 26.00 87.91 15.3. Sedangkan usahatani pekarangan sudah dimanfaatkan secara maksimal. dan sawah tadah hujan seluas 40 hektar dengan persentase sebesar 7. Kecamatan Ngadirojo.27 18.18 lahan pertanian di Desa Kerjo Lor.00 7. Lahan sawah. sawah irigasi 1/2 teknis seluas 85 hektar dengan persentase sebesar 15.00 Sumber: Data Sekunder Tata guna lahan pertanian yang ditunjukkan pada tabel 4.00 85. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No.3.00 148.45 0.00 550. masa tanam satu.00 0.18%. Sedangkan 100 hektar lahan untuk tegal dengan persentase sebesar 18.

73 4 Kacang tanah 725 11.19 b. Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4.12 2 Padi gogo 0 0 3 Jagung 450 46.2 Luas Panen dan Produksi Lahan Pertanian di Desa Kerjo Lor.83 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel 4.3. Kecamatan Ngadirojo.3.04 5 Kedelai 15 16.2 tentang luas panen dan produksi lahan pertanian umum di Desa Kerjo Lor. Berikut akan di sajikan tabel tentang luas panen dan produksi lahan pertanian umum di Desa Kerjo Lor. Sedangkan jika produksi lahan pertanian juga tidak akan sama ini dikarenakan setiap tahun selalu ada saja petani yang tanamannya di serang oleh hama dan terkena wabah penyakit sehingga luas panen dan produksi lahan pertanian akan berubah-ubah setiap tahunnya. Kecamatan Ngadirojo.1. area perekonomian dan lain-lain tetapi jarang di temukan area-area tersebut diubah atau dialih fungsikan sebagai area pertanian. area pendidikan.1. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Jenis Tanaman Luas Panen (ha) Produksi (ku/ha) 1 Padi sawah 176 30. Luas Panen dan Produksi Lahan Pertanian Luas panen tidak akan selalu sama ini dikarenakan lahan yang digunakan untuk pertanian setiap tahun dapat berkurang dengan cara dialih fungsikan sebagai area pemukiman. Kabupaten Wonogiri bahwa jenis tanaman padi sawah dengan luas panen 176 ha .

12 ku/ha. Di Desa Kerjo Lor mayoritas masyarakat desa menanam tanaman kacang tanah karena hasil panen kacang tanah di Desa Kerjo Lor seluruhya akan di jual oleh para petani ke pasar untuk menambah penghasilan mereka dari usaha pertanian meskipun hasil luas panen kacang tanah paling banyak di Desa Kerjo Lor makanan pokoknya tetaplah nasi.3.3 Jenis Tanaman Keras di Desa Kerjo Lor. c.20 dapat memproduksi sebanyak 30. Tanaman Keras Tanaman keras merupakan tanaman tahunan yang hidup lebih dari dua tahun dan dapat memberi hasil berulang-ulang sesuai dengan yang diinginkan oleh pemiliknya.83 ku/ha.73 ku/ha. jenis tanaman jagung dengan luas panen 450 ha dapat memproduksi 46. Tanaman tahunan ini ada bermacammacam jenisnya dan juga mempunyai beberapa kegunaan dan hasil yang berbeda-beda pula. dan jenis tanaman kedelai dengan luas panen 15 ha dapat memproduksi 16. Kecamatan Ngadirojo.04 ku/ha. jenis tanaman kacang tanah dengan luas panen 725 ha dapat memproduksi 11. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Jenis Tanaman Belum Sudah Jumlah Pohon Menghasilkan Menghasilkan 1 Kelapa 0 33 33 2 Mangga 4 79 83 3 Rambutan 3 34 37 4 Pisang 10 85 95 5 Nangka 0 50 50 .1. Di bawah ini disajikan tabel jenis tanaman keras yang ada di Desa Kerjo Lor: Tabel 4.

3. Peternakan Salah satu komoditas dalam usaha pertanian adalah peternakan. Disini dapat dilihat bahwa mayoritas tanaman keras yang dimiliki penduduk Desa Kerjo Lor adalah mangga.4 Peternakan di Desa Kerjo Lor. Jenis Ternak Sapi Kambing Ayam kampung Ayam ras Kucing Anjing Ayam boiler Jumlah (ekor) 273 1.354 7.087 4. Kabupaten Wonogiri tahun 2011 No 1. 4. 5.1.3.3 jenis tanaman keras yang ada di Desa Kerjo Lor. Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil.1. d. Kecamatan Ngadirojo. Rambutan sebanyak 37 pohon dengan jumlah yang belum menghasilkan sebanyak 3 pohon dan jumlah yang telah menghasilkan sebanyak 34 pohon. Kabupaten Wonogiri yaitu Kelapa sebanyak 33 pohon dan seluruh pohon telah menghasilkan.087 ekor. Mangga sebanyak 83 pohon dengan jumlah yang belum menghasilkan sebanyak 4 pohon dan jumlah yang telah menghasilkan sebanyak 79 pohon. ayam .3.4 di atas jenis ternak yang ada di Desa Kerjo Lor adalah sapi sebanyak 273 ekor. kambing 1. 2. Nangka sebanyak 50 pohon dan seluruhnya telah menghasilkan. 6. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4. 7. Pisang sebanyak 95 pohon dengan jumlah yang belum menghasilkan sebanyak 10 pohon dan jumlah yang telah menghasilkan sebanyak 85 pohon.1. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jenis ternak yang terdapat di Desa Kerjo Lor.21 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan tabel 4.400 Sumber: Data Sekunder Berdasarkan Tabel 4.3. Kecamatan Ngadirojo. Kecamatan Ngadirojo.500 241 63 3.

1. ayam ras sebanyak 7.1 Jenis dan Jumlah Sarana Perekonomian di Desa Kerjo Lor. ayam ras tersebut sebagian ada yang dijual dan ada yang di pelihara serta sebagian lagi untuk dikonsumsi sendiri. Kebanyakan ternak yang dimiliki oleh petani responden terutama ayam ras. Berbagai macam bentuk organisasi perekonomian dapat dijumpai dalam masyarakat. Kecamatan Ngadirojo.1 atas dapat diketahui bahwa sarana perekonomian di Desa Kerjo Lor hanya terdapat 1 unit pasar desa dan kios/ warung 50 unit serta 5 unit kios SAPROTAN di Desa Kerjo Lor. 4.22 kampung 4. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4. Sarana dan Prasarana Pasar desa Kios/ Warung Kios SAPROTAN Jumlah Jumlah 1 50 5 56 Sumber : Data Sekunder Berdasarkan Tabel 4. Sarana Perekonomian Institusi ekonomi berperan dalam melaksanakan produksi dan distribusi barang dan jasa di dalam masyarakat.354 ekor. Dari sarana dan prasarana yang ada di Desa Kerjo Lor dapat dikatakan bahwa tingkat perekonomian di Desa Kerjo Lor cukup baik karena . Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No 1.400 ekor. kucing sebanyak 241 ekor.1. Kecamatan Ngadirojo. 2.500 ekor. Kegiatan Sosial Ekonomi Pedesaan a.4. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jenis dan jumlah sarana perekonomian di Desa Kerjo Lor. 3. anjing sebanyak 63 ekor dan ayam boiler sebanyak 3.4.

00 km 14.2 sarana transportasi yang ada adalah jalan desa dengan panjang jalan 5 km dan jalan kecamatan dengan panjang 14 km. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jumlah sarana transportasi terdapat di Desa Kerjo Lor.23 keberadaan sarana dan prasarana tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan penduduk. Hal ini dapat memudahkan penduduk dalam mobilitas seperti bekerja. sarana transportasi Desa Kerjo Lor sudah cukup baik.1. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No 1. Dilihat dari kelayakan jalan.1.00 km 1. pengendalian diri. Sebagian besar jalan sudah berupa jalan beraspal.2 Jumlah Sarana Transportasi di Desa Kerjo Lor. ataupun untuk kepentingan lain seperti mengunjungi keluarga. Kecamatan Ngadirojo. Prasarana Transportasi Jalan desa Jalan kecamatan Jalan kabupaten Jembatan Panjang Jalan 5.4. Sarana Transportasi Sarana transportasi berfungsi untuk memudahkan penduduk dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti pergi bekerja . kepribadian. Pendidikan merupakan variabel . kecerdasan.00 km Sumber: Data Sekunder Berdasarkan data yang diperoleh dari Tabel 4.4. 4. b. c. pergi ke pasar. 3. akhlak mulia. Sarana Pendidikan dan Kesehatan Pendidikan adalah usaha mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 2. Kecamatan Ngadirojo. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.00 km 20. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4.

Kecamatan Ngadirojo. Oleh karena itu. 3. Kualitas pendidikan menentukan derajat kehidupan seseorang.4. 4. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jumlah sarana kesehatan . Kabupaten Wonogiri tahun 2011 No 1.3 Jumlah Sarana Pendidikan di Desa Kerjo Lor. Karena kesehatan masyarakat yang semakin menurun akan meningkatkan tingkat kematian. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan masyarakat akan berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas masyarakat. 2. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Desa Kerjo Lor belum dapat memfasilitasi penduduknya sendiri. Kecamatan Ngadirojo. jiwa. Kabupaten Wonogiri: Tabel 4. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jumlah sarana pendidikan yang terdapat di Desa Kerjo Lor.1. Masyarakat akan mencapai produktivitas maksimal jika dalam keadaan sehat.24 input yang memiliki determinasi kuat terhadap kualitas manusia dan penduduk. 5. Di Desa Kerjo Lor tidak terdapat gedung sekolahan tingkat SMU/SMK maupun Perguruan Tinggi. Prasarana dan Sarana Jumlah 1 2 1 0 0 4 TK SD SLTP SMU / SMK PT / Akademik Jumlah Sumber : Data Sekunder Prasarana dan sarana pendidikan yang terdapat di Desa Kerjo Lor antara lain TK memiliki 1 gedung sekolahan dan SD memiliki 2 gedung sekolahan serta 1 gedung sekolahan SLTP. untuk memenuhi kebutuhan pendidikan setelah SD masyarakat Desa Kerjo Lor menggunakan sarana pendidikan yang ada di luar desa maupun luar kecamatan.

Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No 1.25 yang terdapat di Desa Kerjo Lor. Berikut ini akan disajikan tabel tentang jumlah sarana peribadatan yang terdapat di Desa Kerjo Lor. 5. tempat ibadah setiap umat beragama berbeda-beda. 1 polindes. 4. 3 dokter dan 1 bidan serta 2 dukun bayi. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan di Desa Kerjo Lor belum cukup. Sarana Peribadatan dan Sosial Kemasyarakatan Sarana peribadatan digunakan sebagai tempat untuk menjalankan ibadah oleh pemeluk agama masing-masing. Kecamatan Ngadirojo. Kecamatan Ngadirojo.5 Jumlah Sarana Peribadatan di Desa Kerjo Lor.4 Jumlah Sarana Kesehatan di Desa Kerjo Lor. d. Tingkat kesehatan masyarakatnya Desa Kerjo Lor pun dapat dikatakan cukup baik. 3.1.4. di Desa Kerjo Lor terdapat sarana kesehatan 1 PUSKESMAS.1. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. 2. Prasarana dan Sarana PUSKESMAS Polindes Dokter Bidan Dukun Bayi Jumlah Jumlah 1 1 3 1 2 8 Sumber : Data Sekunder Menurut data yang diperoleh. 4. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No 1. Kecamatan Ngadirojo. Prasarana dan Sarana Masjid Mushola Gereja Wihara Jumlah 9 3 0 0 . 2. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. 3.4. Kecamatan Ngadirojo.

Organisasi sosial kemasyarakatan tersebut dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan dalam desa. Hal tersebut menunjukkan bahwa sarana peribadatan sudah tercukupi untuk penduduk penganut agama Islam. Kecamatan Ngadirojo. budha dan hindhu harus beribadah ke luar desa. Namun sebagian warga telah memiliki sarana produksi pertanian. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 : Tabel 4. Masyarakat menyewa alat-alat tersebut kepada pemilik alat dengan biaya sesuai kesepakatan. Kecamatan Ngadirojo.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 . disebutkan bahwa di Desa Kerjo Lor terdapat 9 masjid dan 3 mushola. Identitas Responden a. Karakteristik Rumah Tangga Petani di Desa 1. Berikut ini akan disajikan tabel tentang Jumlah rumah tangga responden yang terdapat di Desa Kerjo Lor.26 5. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian Tidak disebutkan data penyediaan sarana produksi pertanian karena keterbatasan data yang diperoleh.1 Jumlah Rumah Tangga Responden Desa Kerjo Lor.1. penyewa dan penyakap. yaitu pemilik penggarap. e. B. dijelaskan bahwa di Desa Kerjo Lor terdapat organisasi sosial seperti PKK dan karang taruna. Tidak disebutkan data sosial kemasyarakatan karena keterbatasan data yang diperoleh. Namun pada saat wawancara kepada responden. Namun untuk penduduk yang menganut agama lain seperti agama kristen. Pura Jumlah 0 12 Sumber : Data Sekunder Menurut Data Sekunder. seperti traktor. Jumlah Anggota Rumah Tangga Petani Terdapat tiga jenis status rumah tangga petani. Status Rumah Tangga Petani.

dan Umur Istri di Desa Kerjo Lor. Berdasarkan status rumah tangga yang mana suami berperan sebagai kepala keluarga ada 9 orang yang terdirii dari pemilik penggarap.2. Kecamatan Ngadirojo. Umur Suami (KK) dan Umur Istri Pada sebuah keluarga terdapat struktur dimana ada kepala keluarga dan anggota keluarga. b.10 penyewa dan penyakap . 15 penyewa dan 12 penyakap.5 1 14. Interval Umur (th) Suami Istri Jumlah % Jumlah % Pemilik Penggarap 1 <20 - - - - 2 21-30 - - - - 3 31-40 4 44.27 No. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 : Tabel 4. Sedangkan peran istri yaitu mengurus seluruh kebutuhan keluarga. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 No. 7 penyewa dan 4 panyakap. Jumlah anak berdasarkan tabel diatas mencapai 43 orang yang terdiri dari 16 pemilik penggarap.1.1. 1 Pemilik Penggarap Suami Istri Anak 9 7 0 2 Penyewa 10 7 2 3 Penyakap 5 4 4 24 18 6 Jumlah Sumber: Data Primer Berdasarkan data pada tabel 4. Umur berpengaruh terhadap produktivitas sebuah keluarga dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Berikut ini akan disajikan tabel tentang umur suami dan umur istri responden yang terdapat di Desa Kerjo Lor.2.2 Umur Suami (KK). Peran suami yaitu mencari nafkah dan bertanggung jawab atas keluarganya. jumlah istri dari masing-masing status adalah 18 orang yag terdiri dari 9 pemilik penggarap.1 terdapat 25 keluarga yang menjadi responden. Kecamatan Ngadirojo.3 .

Hal ini ditunjukkan dengan jumlah umur suami 4 orang atau persentase sebesar 45.8 6 >60 3 33. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 paling banyak berada pada interval umur 31-40 tahun.2 3 42.5 % dan umur .3 4 41-50 7 70 4 57.28 4 41-50 - - 2 28.2.6 6 >60 2 20 - - 10 100 7 100 Jumlah Penyakap 1 <20 - - - - 2 21-30 - - - - 3 31-40 - - 1 20 4 41-50 1 20 - - 5 51-60 2 40 4 80 6 >60 2 40 - - 5 100 5 100 Jumlah Sumber: Data Primer Berdasarkan data pada tabel 4. Kecamatan Ngadirojo.1.3 9 100 7 100 Jumlah Penyewa 1 <20 - - - - 2 21-30 - - - - 3 31-40 1 10 1 14.6 5 51-60 2 22.1 5 51-60 - - 2 28.3 1 14.2 dapat diketahui bahwa umur dari petani responden pemilik penggarap di Desa Kerjo Lor.

sehingga termasuk usia produktif. sehingga masih termasuk usia produktif. Kecamatan Ngadirojo. Rata-rata usia pada responden petani pemilik penggarap yaitu pada usia 31-40 tahun. Maka dari itu produktivitas dan etos kerja petani pemilik penggarap cukup tinggi.1 %. . Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 paling banyak berada pada interval umur 51-60 tahun dan >60 tahun. Maka dari itu produktivitas dan etos kerja petani pemilik penggarap cukup tinggi. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 paling banyak berada pada interval umur 41-50 tahun. Umur dari petani responden penyakap di Desa Kerjo Lor.29 istri responden yang paling banyak terdapat pada interval 51-60 tahun dengan jumlah 4 orang atau persentase 42. Umur dari petani responden penyewa lahan di Desa Kerjo Lor. sehingga petani penyakap termasuk usia produktif. Rata-rata usia pada responden petani penyewa yaitu pada usia 41-50 tahun. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah umur suami 2 orang atau persentase sebesar 40 % dan umur istri responden yang paling banyak terdapat pada interval 51-60 tahun jumlah 4 orang atau persentase 80 % Usia produktif dalam proses produksi dapat menunjang peningkatan produktivitas usahatani dalam kegiatannya. Maka dari itu petani penyakap mengalami produktivitas yang cukup besar dalam produktivitasnya. Usia produktif dalam proses produksi dapat menunjang peningkatan produktivitas usahatani dalam kegiatannya. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah umur suami 7 orang atau persentase sebesar 70 % dan umur istri responden yang paling banyak terdapat pada interval 41-50 tahun jumlah 4 orang atau persentase 57. Rata-rata usia pada responden petani penyakap yaitu pada usia 51-60 tahun.8 %. Usia produktif dapat menunjang peningkatan produktivitas usahatani dalam kegiatannya. Kecamatan Ngadirojo.

Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 No. Semakin matang usia petani maka pengalaman yang diperoleh semakin banyak dan semakin tinggi tingkat pendidikan petani. yaitu sebanyak 11 orang dengan persentase 45.2.30 c.2 5 22 5 SMA/SMK 6 25 1 5 6 Diploma - - - - 7 Sarjana - - - - 24 100 22 100 Jumlah Sumber : Data Primer Berdasarkan pada data tabel 4. Interval Umur (th) Suami Istri Jumlah % Jumlah % 1 Tidak Sekolah - - - - 2 TK - - - - 3 SD 11 45. sedangkan pendidikan istri paling banyak sampai pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar.3 pendidikan responden suami paling banyak hanya mengenyam sampai tingkat Sekolah Dasar. Pendidikan Suami (KK) dan Istri Usia dan tingkat pendidikan akan mempengaruhi sikap dan pola pikir petani. Kecamatan Ngadirojo.2. . maka sikap dan pola pikirnya akan semakin maju. Berikut ini akan disajikan tabel tentang pendidikan suami dan pendidikan istri yang terdapat di Desa Kerjo Lor. Kecamatan Ngadirojo.8 16 73 4 SMP 7 29.1.1.3 Pendidikan Suami (KK) dan Istri di Desa Kerjo Lor. yaitu sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 50%.8%. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 : Tabel 4.

Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 ini mengakibatkan mereka hanya mampu bekerja sebagai petani saja. Istri yang berpendidikan sampai tingkat SD sebanyak 16 orang dengan persentase sebesar 73%. Banyak sekali pekerjaan yang dapat dilakukan masyarakat sesuai bakat yang mereka miliki. Sampai SMP ada 5 orang dengan presentase 22%. Kecamatan Ngadirojo. d. Dengan tingkat pendidikan sampai SMA sebanyak 6 orang dengan presentase 25%. Rendahnya tingkat pendidikan yang ada pada Desa Kerjo Lor. . Di bawah ini disajikan secara rinci data jenis pekerjaan responden yang menghasilkan.2%. yang pendidikannya sampai pada tingkat SMA hanya 1 orang dengan persentase 5%.31 Untuk suami dengan tingkat pendidikan sampai SMP ada sebanyak 7 orang dengan persentase sebesar 29. Jenis Pekerjaan yang Menghasilkan Pekerjaan merupakan sarana masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. karena jika ingin bekerja di perusahaan atau pabrik minimal harus berpendidikan SMA. sehingga mereka hanya mampu bekerja sebagai petani dan skill yang mereka miliki pun juga belajar sendiri atau turun-temurun dari orang tua mereka.

Bakul warungan - 1 1 b.UT lahan menyakap 5 4 2 Memelihara ternak a.Bt luar desa - - - c.Bt desa sendiri - - - b. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 No Jenis Pekerjaan 1 Dilahan Usaha Tani utama 2 3 4 5 Suami Istri Anak a.Ternak bantuan - - - Buruh tani a.Menyakap ternak - - - c.UT lahan menyewa 10 7 2 c.Bakul di pasar - - - c. Kecamatan Ngadirojo.4 Jenis Pekerjaan Responden di Desa Kerjo Lor.Bakul keliling - - - Buruh Buruh pabrik - - - Buruh bangunan - - - .UT lahan sendiri 9 7 3 b.2.32 Tabel 4.Ternak sendiri - 1 3 b.1.Bt luar kecamatan - - - Menjual keperluan RT a.

Semua dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup mereka. rambutan. Penguasaan Aset Rumah Tangga a. Sebagian besar keluarga petani yang bekerja di luar sektor pertanian. Di bawah ini disajikan secara rinci data luas pekarangan dan luas bangunan responden di Desa Kerjo Lor. 2. Luas Sawah. dan 3 anak. Responden yang lahan Usahataninya menyakap ada 5 suami.4 diatas dapat disimpulkan bahwa responden yang memiliki sawah sendiri kemudian dikerjakan sendiri ada 9 suami. Namun. biasanya bekerja di sektor industri sebagai buruh di pabrik.75 Jumlah Rata-rata Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4. 7 istri dan 2 anak. Ada istri yang membantu pekerjaan suami mereka dalam bekerja di lahan. Pekarangan dan Luas Tanah serta Luas Bangunan Pekarangan merupakan bagian dari rumah yang biasanya dimanfaatkan untuk menanam tananaman kebutuhan dapur atau tanaman tahunan.1.33 1. ada juga yang mencari pekerjaan sampingan seperti berjualan di pasar maupun warung yang melibatkan semua anggota keluarga.44 2. Kecamatan Ngadirojo. Tanaman yang biasanya ditanam seperti cabai. Selain itu ada beberapa responden yang anggota keluarganya bekerja sebagai perangkat desa. Sedang responden yang menyewa lahan Usahatani ada 10 suami.33 Buruh lain - - - 6 PNS - - - 7 Perangkat desa - - - 8 Lain - 6 - 24 26 11 1. jeruk bali dan lain-lain. 7 istri.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 : . 4 istri dan 2 anak. Tegal.

1 Luas Sawah.2. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa responden lebih banyak menggunakan lahannya untuk pekarangan dan sawah daripada untuk bangunan.04%.06 2 Tegal 13.75 0.23 100 Jumlah Sumber : Data Primer Berdasarkan data tabel 4.38 41311.2. Sawah dan pekarangan pada umumnya ditanamai sendiri oleh pemiliknya.474 m2 dengan rata-rata 0. Jumlah luas pekarangan yang dimiliki responden di desa Kerjo lor sejumlah 31200 m2 dengan rata-rata 75. Luas pekarangan yang dimanfaatkan setiap rumah tangga petani di Desa Kerjo Lor sebagian besar ditanami oleh padi.474 0.34 Tabel 4.1 di atas menunjukkan jumlah luas sawah yang dimiliki responden yang ada di Desa Kerjo Lor. Sedangkan untuk luas bangunannya mencapai 10074 m2 dengan rata-rata 24. Tegal. Pekarangan dan Luas Tanah serta Bangunan Responden di Desa Kerjo Lor.75 m2 dengan rata-rata 0.04 3 Pekarangan 31200 75.52 4 Tanah - - 5 Bangunan 10074 24. Kabupaten Wonogiri sejumlah 23.38%. .52 %.06 %. Kecamatan Ngadirojo.2. Kecamatan Ngadirojo.2. jagung dan singkong. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 No Aset Rumah Tangga Jumlah Rata-rata% 1 Sawah 23. Untuk luas Tegal 13. Besarnya luas pekarangan dan sawah yang digunakan merupakan untuk pemamfaatan lahan secara maksimal untuk dapat memperoleh kebutuhan hidup.

Sebuah rumah biasanya terdiri dari lantai.2 tentang keadaan bangunan rumah di Desa Kerjo Lor dapat disimpulkan bahwa 23 rumah dari 25 rumah menggunakan kerangka rumah dari kayu dan 1 rumah .2. kerangka dan atap rumah. Keadaan Bangunan Rumah Kuat atau tidaknya suatu rumah sangat dipengaruhi oleh kerangka rumah itu sendiri. Kecamatan Ngadirojo.2.2 Keadaan Bangunan Rumah Tangga Petani di Desa Kerjo Lor. Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4.35 b.2. dinding. Di bawah ini disajikan secara rinci data keadaan bangunan rumah responden di Desa Kerjo Lor.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2012 No Jenis Kerangka Dinding Atap Lantai 1 Kayu Jati 22 - - - 2 Kayu Tahunan 1 - - - 3 Bambu - - - - 4 Tembok - 23 - - 5 Genteng - 23 - 6 Seng - - - - 7 Asbes - - - - 8 Ubin - - - 25 9 Kayu - - - - 10 11 Tanah Besi - - - 1 - 23 23 23 26 Jumlah Sumber: Data Primer Berdasarkan pada tabel 4.

2 16 0.5 10 0. meskipun masih ada rumah yang sederhana tapi bagi petani asal bisa untuk tempat berteduh dan tidak bocor sudah cukup. kecamatan Ngadirojo.65 7 0. c.95 - - 8 Kursi Tamu 87 4.15 6 Ruang Tamu 20 1 - - 7 Kamar Tidur 39 1.5 4 Kulkas 4 0.36 kerangka rumah dari kayu jati tahun. kamar.5 3 0.8 5 Handphone 30 1. dan mebel merupakan kebutuhan sekunder nsetiap orang. Kondisi rumah dapat menunjukkan pendapatan responden. kamar dan mebel di Desa Kerjo Lor. semakin bagus rumah responden maka dapat dianggap bahwa pendapatannya juga cukup baik. Kamar Utama dan Kursi Tamu Elektronik. Kondisi keadaan bangunan rumah seperti yang pada tabel sudah cukup baik.3 Pemilikan Radio.35 2 TV 21 1 - - 3 VCD 10 0. Pemilikan Radio.Untuk lantai rumahnya 23 rumah memakai ubin dan masih terdapat 1 rumah yang masih berlantaikan tanah. TV. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. TV. Semua atap rumah petani di Desa Kerjo Lor sudah memakai genteng sebanyak 23 rumah.35 - - . Untuk dinding rumah para petani di Desa Kerjo Lor ini terbuat dari tembok sebanyak 23 rumah. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Keterangan 1 Punya Tidak Punya Jumlah Rata-rata Jumlah Rata Radio 13 0.2. Di bawah ini disajikan data pemilikan elektronik. Kecamatan Ngadirojo. Kamar Tamu dan Kursi Tamu Rumah Tangga Responden di Desa Kerjo Lor. Elektronik berfungsi untuk memperoleh berbagai informasi dan juga sebagai hiburan.2.

Kepemilikan ruang tamu dan kursi tamu untuk semua responden sudah memiliki walaupun sebagian ada yang masih sederhana. 4 kulkas. ini dapat dilihat dari sedikitnya responden yang tidak memiliki handphone dan alat elektronik lainnya. Berdasarkan jumlah sarana yang dipunya yang paling banyak semua responden miliki adalah kursi tamu. Kecamatan Ngadirojo. 39 kamar tidur. 20 ruang tamu. karena disamping sangat dibutuhkan harga kursi juga relatif lebih murah. dan 42 lemari.3 diatas dapat dilihat bahwa semua responden sudah memiliki sarana rumah yang memadai. Sedangkan jumlah responden yang tidak mempunyai sarana rumah yang tidak lengkap hanya sebagian. Bahan Bakar Masak dan Penerangan Rumah Bahan bakar masak dan penerangan rumah merupakan salah satu kebutuhan dalam rumah tangga yang selalu harus dipenuhi. 10 VCD.37 9 Lemari 42 2.2. yaitu 13 radio.2. 87 kursi tamu.2. Di bawah ini disajikan secara rinci bahan bakar masak dan penerangan rumah responden di Desa Kerjo Lor. Dalam rumah tangga sekarang ini bahan bakar yang sering digunakan adalah gas dan penerangan yang ada biasanya dari listrik PLN. 21 TV. dan 3 handphone. jumlah sarana yang dipunya. Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4.1 - - Sumber: Data Primer Berdasarkan data pada tabel 4.65 - - . Responden di Desa Kerjo Lor juga sudah cukup maju. 30 handphone. 10 VCD. d.4 Bahan Bakar Masak dan Penerangan Rumah Responden di Desa Kerjo Lor. 16 kulkas. yaitu 7 radio.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Keterangan 1 Gas Bahan Bakar Penerangan Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata 14 0.

2.2. e. Kecamatan Ngadirojo.73 - - 3 Minyak Tanah - - - - 4 Lainnya - - - - 5 Listrik - - 20 1 Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4. Hal ini disebabkan karena ada subsidi dari pemerintah dan mudahnya mencari gas serta harganya terjangkau.2. Kecamatan Ngadirojo.5 Kepemilikan Kamar Mandi.4 seluruh responden telah menggunakan listrik untuk penerangan.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 Punya Tidak Punya Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata Kamar Mandi 20 1 - - WC 20 1 - - No. Di bawah ini telah disajikan data Kepemilikan Kamar Mandi dan Kamar mandi dan WC di Desa Kerjo Lor. Pemilikan Kamar Mandi. Keterangan 1 2 . karena di Desa Kerjo Lor sudah teraliri listrik sepenuhnya. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4.38 2 Kayu 9 0. dan Kondisinya Petani di Desa Kerjo Lor. namun masih terdapat beberapa responden masih menggunakan kayu bakar. WC dan kondisinya Kamar mandi dan WC merupakan salah satu bagian dari sebuah rumah. Kebanyakan orang kerap kali menilai tingkat kesehatan sebuah rumah dengan melihat kamar mandi dan WC rumah tersebut. Walaupun sebagian besar responden telah menggunakan gas tetapi masih ada responden yang menggunakan kayu bakar untuk memasak. ini dapat diketahui dari besar jumlah responden yang menggunakan gas. WC. Untuk bahan bakar masak sebagian besar penduduk sudah menggunakan gas.

Pemilikan Alat Transortasi atau Kendaraan Alat transportasi sangat dibutuhkan setiap orang dalam memperlancar akses pengangkutan. Kecamatan Ngadirojo. Dengan adanya alat tranportasi kita dapat pergi ke setiap tempat yang kita inginkan dengan mudah. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. Ada 8 responden yang sudah memiliki .5 bahwa semua responden sudah mempunyai kamar mandi dan WC sendiri meskipun masih sederhana.2. Kecamatan Ngadirojo. Responden dapat lebih menjaga kesehatannya dengan kepemilikan kamar mandi dan WC sendiri.2.6 dapat diketahui bahwa semua petani sudah cukup makmur terbukti dari kepemilkan alat transportasi yang dipunya.2. Sehingga sudah tidak ada anggota keluarga petani yang melakukan kegiatan MCK di sungai.4 3 Mobil 0 0 Sumber: Data Primer Berdasarkan data pada tabel 4. Berikut ini disajikan data kepemilikan alat transportasi/kendaraan responden di Desa Kerjo Lor. Kamar mandi dan WC yang dimiliki responden pada umumnya bangunannya telah permanen. f.6 Kepemilikan Alat Transportasi atau Kendaraan Petani di Desa Kerjo Lor. Hal ini menunjukkan sudah ada perkembangan yang lebih baik dalam kebersihan maupun kesehatan dari masing – masing responden.4 2 Sepeda Motor 28 1. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Alat Transportasi Jumlah Rata-rata 1 Sepeda 8 0.2.39 Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4.2.2.

Akses Terhadap Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan . Kecamatan Keden.7 Kepemilikan dan Asal Rumah Tangga Responden di Desa Kerjo Lor. 3.2. Aset sangat penting bagi setiap orang yang memilikinya karena merupakan tolak ukur kekayaannya.2. Di bawah ini disajikan secara rinci data kepemilikan dan asal aset rumah tangga responden di Desa Kerjo Lor. dimana aset tersebut bisa berasal dari warisan orang tua. Pekarangan warisan dari bawaan suami ada 7 responden. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. Kepemilikan alat transportasi ini sangat berguna dalam mobilitas penduduk untuk keluar masuk daerah guna memenuhi kebutuhan mereka. Pemilikan dan Asal Aset Rumah Tangga Rumah atau tanah merupakan aset bagi setiap pemiliknya.2. sedangkan 4 responden memiliki pekarangan dari lainnya. atau hasil jerih payah sendiri. Jauhnya lokasi desa dengan pusat perkotaan juga membuat para responden setidaknya harus mempunyai alat transportasi sendiri. Kecamatan Ngadirojo.7 sawah yang dimiliki oleh petani sebagian besar merupakan sawah dari suami dengan jumlah bawaan 7 responden dan 4 responden dari lainnya. Kabupaten Ngadirojo Tahun 2011 Status Bawaan Suami Bawaan Istri Gono-gini Lainnya Jumlah Sawah 8 4 12 Tegal 3 3 6 Pekarangan 7 3 10 Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4.2. Untuk tegal yang dimiliki oleh petani merupakan bawaan suami dan yang lainnya yaitu 3 bawaan suami dan 3 dari yang lainnya. g. misal dari sisa lahan bangunan atau membeli dari hasil bekerja.40 sepeda dan ada 28 sepeda motor yang dimiliki responden.

. Kecamatan Ngadirojo.2.75 2 Rumah Sakit - - 3 Dokter 5 0. Di bawah ini akan di sajikan secararinci tentang tempat pelayanan kesehatan di Desa Kerjo Lor. terbukti dari tabel diatas setidaknya para petani di Desa Kerjo Lor memiliki tempat berobat masing – masing.3. Pola Pangan Pokok dan Frekuensi Makan Keluarga Pola pangan pokok adalah pola pangan yang diterapkan dalam sebuah keluarga atau daerah. selain itu kesehatan dapat mempengaruhi kondisi ekonomi keluarga.2. Kebanyakan responden memamfaatkan puskesmas yang ada di Desa Kerjo Lor yaitu 15 responden yang memilih berobat ke puskesmas dan selebihnya 5 responden ke dokter praktek terdekat.25 4 Polindes - - 5 Lain-lain - - Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4.1 Akses terhadap Pelayanan Kesehatan di Desa Kerjo Lor.1 dapat diketahui bahwa secara umum para petani di Desa Kerjo Lor masih sangat memperhatikan segi kesehatan mereka. Bagi masyarakat yang menderita penyakit serius dan harus mendapat penanganan khusus harus pergi keluar desa atau kecamatan lain yang sarana kesehatannya lebih lengkap. 4. dsb. Pola pangan pokok bisa berupa nasi sepanjang tahun atau di ganti dengan jagung. Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri. Semakin sering sakit maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Kesehatan sangat mempengaruhi kegiatan yang dapat kita lakukan. Kecamatan Ngadirojo.3.41 Pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang harus diperhatikan oleh setiap orang. Berikut ini akan disajikan tabel dari data pola pangan pokok di Desa Kerjo Lor. Kabupaten Wonogiri : Tabel 4. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 No Tempat Berobat Jumlah Rata-rata 1 Puskesmas 15 0.

Frekuensi makan keluarga adalah jumlah makan keluarga yang di hitung dalam waktu satu hari dan berturut-turut.4. Rata-rata pola makan responden petani di Desa Kerjo Lor adalah satu untuk pola makan nasi dan tidak ditemukan adanya pola makan selain nasi.2. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 Pola Makan Nasi Selain nasi Jumlah Rata-rata 20 1 - - Sumber: Data Primer Berdasarkan data tabel 4.2 Frekuensi Makan Keluarga di Desa Kerjo Lor. Petani di Desa Kerjo Lor dari semua responden dalam kesehariannya mengkonsumsi nasi sepanjang tahun.1 Pola Pangan Pokok di Desa Kerjo Lor. Setiap keluarga pada r memiliki frekuensi makan yang berbeda-beda tergantung pada tingkat kemampuan. Kabupaten Temanggung Tahun 2011 Frekuensi Makan Jumlah Rata-rata Satu kali - - Dua kali - - Tiga kali Sumber: Data Primer 20 1 . Hal ini dikarenakan mata pencaharian utama mereka adalah petani dan menghasilkan beras. pada umumnya masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok.4. Kabupaten Wonogiri memiliki pola pangan pokok yang selalu sama disetiap tahunnya. Kecamatan Ngadirojo. Tabel 4. Kabupaten Wonogiri. Berikut ini akan disajikan tabel dari data frekuensi makan keluarga di Desa Kerjo Lor. Jadi tidak heran apabila semua responden mengkonsumsi nasi. Yaitu dengan nasi.1 dapat diketahui secara umum masyarakat di Desa Kerjo Lor. Kecamatan Ngadirojo.4. Kecamatan Ngadirojo.2. Di samping itu.3.42 Tabel 4. Kecamatan Ngadirojo.

dapat diketahui bahwa penerimaan dari usahatani sendiri pada tiap masa tanam berbeda-beda jumlahnya.000.772. Kecamatan Ngadirojo.000 Penyewa Penyakap 16.000 Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4. Kecamatan Ngadirojo. Hal ini terjadi karena mereka adalah petani yang menghasilkan padi setiap tahunnya.035. Produk inilah yang merupakan jumlah barang yang bila dijual oleh seseorang akan menjadi penerimaan bagi seseorang tersebut. Keterangan MT 1 MT 2 MT 3 Jumlah Rata-rata Pemilik Penggarap 75.000 148.2 dapat di ketahui untuk frekuensi atau jumlah makan keluarga dalam sehari adalah tiga kali.000 15. Pada masa tanam satu.045. penerimaan yang .000 21. Penerimaan dan Pendapatan dari Usahatani Sendiri a. Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga 1.1.000 9.4.539. Tabel 4. C.000.000 71.000 .1 Penerimaan dari Usahatani Sendiri di Desa Kerjo Lor.000 2. Penerimaan Kita mengetahui bahwa proses produksi yang dilakukan oleh seorang produsen akan menghasilkan sejumlah barang atau produk.1.500.2. Berikut ini akan disajikan tabel dari data penerimaan dari usahatani sendiri di Desa Kerjo Lor.43 Berdasarkan tabel 4.000 49.3.400.000 15.500.617. Jadi pengertian penerimaan adalah sejumlah uang atau hasil yang diterima oleh seseorang atas penjualan produk yang dihasilkan.545.500 7.2. Pola pangan dengan nasi sebanyak tiga kali sehari ini sudah dilakukan sejak mereka pertama kali mereka bisa memakan nasi. Biaya.3.000 31.1.000 9.500. Kabupaten Wonogiri Tahun2011. untuk pemilik penggarap.000.182. Kabupaten Wonogiri.

000 untuk pemilik penggarap.500. Rp31.000. b. penerimaan yang diperoleh pemilik penggarap adalah sebesar Rp2. Biaya Dapat di ketahui bahwa biaya merupakan hal yang di keluarkan untuk melakukan proses produksi. penyewa dan penyakap adalah sebesar Rp71. Hal ini di sebabkan karena sawah yang dimiliki responden petani merupakan sawah tadah hujan dimana mereka semua mengandalkan curah hujan untuk mengairi lahan mereka.000. dan Rp7.000. untuk penyewa.045.182. Dari perhitungan diatas.617. Penerimaan responden petani ini berasal dari pendapatan usahatani sawah dan tegal. Rp9.035. Berikut ini .000 untuk penyewa.500 untuk penyewa.400. Berdasarkan tabel diatas. dan Rp9. Rp15.545.000 untuk penyakap. Rp21. Akibatnya sebagian dari petani responden lebih memilih untuk mengosongkan lahan mereka pada musim tanam ketiga. dan Rp2.000. dapat dilihat bahwa responden petani memiliki penerimaan yang lebih sedikit pada masa tanam ketiga ketimbang pada masa tanam pertama. sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi proses produksi yang dilakukan.500. Rp15.772. maka dapat diperoleh rata-rata Rp49. Maka jika di jumlahkan dari masa tanam pertama hingga ketiga penerimaan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp148.000. penerimaan yang di peroleh pemilik penggarap.500.44 diperoleh adalah sebesar Rp75.539.000 untuk penyakap.000. Biaya memiliki definisi tersendiri dimana biaya adalah pengorbanan sumber daya ekonomis yang diukur dengan satuan uang yang telah terjadi.000.000.000 untuk penyakap. Rp16. Pada masa tanam ketiga. Pada masa tanam sawah yang kedua.000.000 untuk penyakap.000 untuk pemilik penggarap.

753.800 untuk penyewa.689. Kabupaten Wonogiri.350 336.000 9.166. Hal ini dikarenakan petani responden . Masa tanam kedua.420.000 525. Dari perhitungan di atas maka dapat diperoleh ratarata biaya yang di keluarkan petani adalah sebesar Rp17.655. Tabel 4.300 untuk pemilik penggarap.344. Rp3. Keterangan MT 1 MT 2 MT 3 Jumlah Rata-rata Pemilik Penggarap 31. Rp6.800 dan Rp5.472.700 Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4.500.750 oleh pemilik penggarap.320.600 6. Masa tanam pertama. penyewa dan penyakap.655.4.900 untuk pemilik penggarap.935. Pada masa tanam ketiga biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 336.800 Penyakap 5.000 oleh penyakap.3. dan Rp9.2 dapat diketahui bahwa biaya untuk usahatani sendiri berbeda pada tiap masa tanam antara petani pemilik penggarap.320.900 17.800 12.472. dan Rp525.1.750 53.800 3.344. Dari ketiga masa tanam tersebut.743.350.166. dan Rp3.300 Penyewa 8.1.000 3. biaya yang dikeluakan petani responden relatif kecil. Dari tabel di atas juga dapat diketahui bahwa jumlah biaya yang dikeluarkan petani selama masa tanam berlangsung adalah sebesar Rp53.500. biaya yang dikeluarkan petani secara berturut-turut adalah Rp 21.420.45 akan disajikan tabel dari data biaya dari usahatani sendiri di Desa Kerjo Lor.600 untuk penyewa. penyewa dan penyakap adalah sebesar Rp31. Kecamatan Ngadirojo.800 21. Rp12. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.000 untuk penyakap.000.935. Kecamatan Ngadirojo.229.700 untuk penyakap.2 Biaya dari Usahatani Sendiri di Desa Kerjo Lor. Biaya yag di keluarkan petani adalah biaya untuk produksi hasil pertanian dari usahatani berupa sawah dan tegal.000. biaya yang dikeluarkan pemilik penggarap.753.800.229. Rp8.800 dan Rp3.000 3.689.743.

855. Pada masa tanam kedua. Kabupaten Wonogiri.000 untuk penyakap.000 3.650. penyewa dan penyakap berturut-turut adalah sebesar Rp49.291.475.000.3.4.650 2.250 95.200 untuk pemilik penggarap. Sebaliknya semakin kecil pendapatan maka kebutuhan tersebut semakin sedikit. Maka wajar jika biaya yang dikeluarkan untuk operasional lahan relatif kecil.180. dapat diketahui bahwa pendapatan pada setiap masa tanam jumlahnya berbeda-beda. pendapatan yang diperoleh sebesar Rp43. Kecamatan Ngadirojo.000 11.761.200 untuk penyewa. dan Rp1.200 11. Kecamatan Ngadirojo.250 untuk pemilik penggarap. Pada masa tanam pertama.3.063. Rp7. Rp5.700 Penyewa 7.300 Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4.427.562.564.833. Tabel 4.200 49. Penggunaan pendapatan didasarkan pada tingkat kebutuhan.000 1. Berikut ini akan disajikan tabel dari data pendapatan dari usahatani sendiri di Desa Kerjo Lor. dan Rp4.180.3 Pendapatan dari Usahatani Sendiri di Desa Kerjo Lor.795. Pendapatan Pendapatan di dapat dari penerimaan yang telah dikurangi oleh biaya.200 18. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.845. c.475.000 untuk penyakap. Semakin besar pendapatan seseorang maka kebutuhan tersebut ikut bertambah.063.845.200.387.1.000 5.761. pendapatan yang diperoleh pemilik penggarap.500. Pada masa tanam ketiga.1. .562. pendapatan yang diperoleh adalah sebesar Rp2.291.700 Penyakap 4.46 merupakan petani gurem yang memiliki lahan kurang dari 2000ha.100 31.400 9. Rp11.564. Keterangan MT 1 MT 2 MT 3 Jumlah Rata-rata Pemilik Penggarap 43.

100 untuk pemilik penggarap. petani memperoleh pendapatan yang berasal dari usahatani berupa sawah dan tegal. Produk inilah yang merupakan jumlah barang yang bila dijual oleh seseorang akan menjadikan penerimaan bagi seseorang tersebut.47 Dari masa tanam pertama sampai masa tanam ketiga.833. Keterangan Pemilik Penggarap Penyewa Penyakap .000 untuk penyakap. Pendapatan dari Bekerja pada Usahatani Lain a. Dari tabel di atas dapat dapat diketahui bahwa responden petani memperoleh pendapatan yang tidak begitu besar pertahunnya.427. Tabel 4. Faktor iklim juga berpengaruh dimana lahan yang dimiliki responden petani merupakan lahan tadah hujan sangat bergantung pada curah hujan yang ada. Ketiga masa tanam tersebut menghasilkan jumlah pendapatan responden petani sebesar Rp95.1 Pendapatan dari Usahatani Pekarangan di Desa Kerjo Lor.795. Kecamatan Ngadirojo.3. Hal ini sebagian disebabkan oleh serangan hama yang menyebabkan terjadinya gagal panen. Kabupaten Wonogiri. Jadi pengertian pendapatan adalah sejumlah uang yang diterima oleh seseorang atas penjualan produk yang dihasilkan yang telah di potong oleh biaya proses produksi. 2. Jumlah pendapatan tersebut memiliki rata-rata sebesar Rp31. Rp18. dan Rp11.700 untuk penyewa.700 untuk pemilik penggarap.855.2.400 untuk penyewa. Kecamatan Ngadirojo. dan luas lahan responden petani.500. Rp9.300 untuk penyakap.387. Rp3. Berikut ini akan disajikan tabel dari data pendapatan dari usahatani lain berupa pekarangan di Desa Kerjo Lor. Pendapatan dari Pekarangan Kita mengetahui bahwa proses produksi yang dilakukan oleh seorang produsen akan menghasilkan sejumlah barang atau produk. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.

000.480.480. dan Rp 2. di peroleh pendapatan sebesar Rp 3.447.000 Sumber : Data Primer Dari tabel 4.000 348. sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi proses produksi yang sedang dilakukan.00 untuk pemilik penggarap.000.480.00 untuk penyakap.480.447. . dan Rp 12.00 untuk pemilik penggarap. maka di dapat rata-rata pendapatan sebesar Rp 348.3. Spekulasi yang muncul adalah umumnya tiap petani memilki lahan baik sawah maupun tegalyang sudah cukup luas.000 3.000 12. Dari hasil penerimaan tersebut.700. Kecamatan Ngadirojo.000 2.00 untuk penyakap. dan Rp 12.000.48 Penerimaan Biaya Pendapatan Jumlah Rata-rata 3. Dari tabel di atas tidak di temukan adanya pendapatan yang diperoleh responden petani penyewa dari usahatani pekarangan.1 petani di Desa Kerjo Lor. b.000.000 3.000.000 12.700.00 untuk pemilik penggarap. Pendapatan pada Usahatani Ternak Pendapatan adalah hasil dari penerimaan yang telah di kurangi oleh biaya.235. Dan dari pendapatan yang di peroleh responden petani.480.00 untuk penyakap. Berikut ini akan disajikan tabel dari data pendapatan dari usahatani lain berupa usahatani ternak di Desa Kerjo Lor.235.2.000 - 12.000. Hal ini dikarenakan tidak ada yang menunjukan adanya responden petani penyewa di desa tersebut. Sehingga tidak diperlukan lagi untuk menyewa lahan demi produksi pangan.000 465.235. Kecamatan Ngadirojo. Kabupaten Wonogiri. Kabupaten Wonogiri pada tahun 2011 memperoleh penerimaan sebesar Rp 3. Definisi dari biaya adalah pengorbanan sumber daya ekonomis yang diukur dengan satuan uang yang telah terjadi.

Berikut ini akan disajikan tabel dari data .750 4.600 Sumber : Data Primer Dari tabel 4.000 2. Keterangan Penerimaan Biaya Pendapatan Jumlah Rata-rata Pemilik Penggarap 42.375.000. Pendapatan pada Usahatani Buruh Tani Penggunaan pendapatan didasarkan pada tingkat kebutuhan. Semakin besar pendapatan seseorang maka kebutuhan tersebut ikut bertambah. dan Rp 585. Dari tabel di atas tidak ditemukan adanya kepemilikan ternak pada responden petani penyewa.928. c. Kecamatan Ngadirojo. Dari hasil tersebut. Biaya yang di keluarkan untuk perawatan ternak adalah sebesar Rp 406.3.028.4.196. Sebaliknya semakin kecil pendapatan maka kebutuhan tersebut semakin sedikit.00 untuk pemilik penggarap.000.750 41.000 585.000.375.00 untuk pemilik penggarap.250 41.875. dari usahatani ternak di Desa Kerjo Lor Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Tahun 2011 adalah sebesar Rp 42.000 406. dan Rp 3. Kondisi ini merupakan faktor yang mengacu pada ketiadaan dana pada petani penyewa untuk membeli ternak.00 untuk penyakap. maka diperoleh rata-rata pendapatan responden petani dari usahatani ternak sebesar Rp 4.250.000 100.600.2.00 untuk penyakap. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.875 Penyewa - Penyakap 3.968. dan Rp 100.2 dapat di ketahui jumlah penerimaan.00 untuk penyakap.00 untuk pemilik penggarap.49 Tabel 4.2.196.2 Pendapatan Usahatani Ternak Desa Kerjo Lor.000 2. Rata-rata responden petani penyewa hidup dibawah garis kemiskinan.968.028.928.

760.3 Pendapatan Usahatani Ternak Desa Kerjo Lor. Keterangan Penerimaan Biaya Pendapatan Jumlah Rata-rata Pemilik Penggarap - Penyewa - Penyakap - Sumber : Data Primer Dari tabel 4.400. Dan pekerjaan yang berbeda tentu saja akan mendatangkan pendapatan yang berbeda pula. Hal ini karena masyarakat di Desa Kerjo Lor.2.000 Sumber : Data Primer . Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.676.3 tidak ada penerimaan. Disamping itu.000.400.000 Penyewa - - 14.50 pendapatan dari usahatani lain berupa usahatani buruh tani di Desa Kerjo Lor.3.000 Ʃ 16.4. Kabupaten Wonogiri. Berikut ini akan disajikan tabel dari data pendapatan dari luar pertanian Desa Kerjo Lor.3. Kecamatan Ngadirojo.000 X 1.000 1.000 - 6.000 Penyakap 1. Kabupaten Wonogiri.488.000 Istri 12. Kecamatan Ngadirojo.3. kepemilikan lahan yang sudah cukup luas serta keinginan mengelola hasil produksi secara individu sehingga hampir tidak diketemukan buruh tani dai daerah tersebut. Kabupaten Wonogiri tidak ada yang berprofesi sebagai buruh tani. Status Petani Pemilik Penggarap Suami 1.000 1. biaya. Kecamatan Ngadirojo. Pendapatan dari Luar Pertanian Setiap individu mempunyai cara yang berbeda dalam mendapatkan pekerjaan lain di luar sektor pertanian.000 14. Kecamatan Ngadirojo. Kecamatan Ngadirojo.440.2. Tabel 4. maupun pendapatan dari usahatani buruh tani.000.440. 3. Tabel 4.000.1 Pendapatan dari Luar Pertanian di Desa Kerjo Lor. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.440.760. Semua itu di lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.000 7.000 Anak 3.

00 untuk penyakap. Total pendapatan merupakan jumlah dari total penerimaan dikurangi total biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.51 Berdasarkan Tabel 4. Rp 1.400. Dengan demikian maka pendapatan rata-rata yang di peroleh responden dari luar pertanian adalah sebesar Rp 1. Pendapatan responden dari luar pertanian ini berasal dari sumber yang berbeda-beda dengan jumlah yang berbeda pula pada tiap responden. Selain memiliki pendapatan dari sektor pertanian.000.448.00 untuk penyewa.000.000.000. menunggu kiriman anak. atau bekerja sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS). Kecamatan Ngadirojo.00 untuk penyewa.00 untuk penyakap. Berikut ini akan disajikan tabel dari data total pendapatan rumah tangga responden di Desa Kerjo Lor. Total Pendapataan Rumah Tangga Responden Dari semua pendapatan yang diperoleh maka akan di dapat total pendapatan. Kabupaten Wonogiri. Pendapatan dari luar pertanian itu berupa usaha warung. 4. responden petani beserta keluarga juga memiliki pendapatan dari luar sektor pertanian. Rp 14.000.440. dan Rp 1. dan Rp 7.00 untuk pemilik penggarap.3.00 untuk pemilik penggarap. .1 dapat diketahui bahwa pendapatan yang diperoleh responden petani berbeda.4. Jumlah pendapatan yang diperoleh responden petani adalah sebesar Rp 16.760.440.676.000.

Sawah b. Sawah b. Istri c. Usahatani lain Dari Luar Pertanian 2 a.000.700 4.3.000 1.141.4.000 14.594. No A 1 B C Status Petani Pemilik Pengggarap Dari Usahatani a.000 18.00. Istri c. Anak Jumlah Ʃ X 85.750 8.000 - 9.620.000 84.885 94.778 300.500 1. Anak d. Anak d.100 39.440. Lain-lain Jumlah Penyewa 1 Dari Usahatani a.850.00 dengan rata-rata total pendapatan sebesar Rp 18.200 4.728.863.000 187.000 6. Tegal c.970.000 20. Suami b.200.1 total pendapatan responden petani memiliki nilai yang berbeda-beda.155.800 585.4.202.628.000 1.250 8.800 36. Lain-lain Jumlah Penyakap 1 Dari Usahatani a.400.000 - 226. Suami b.1 Total Pendapataan Rumah Tangga Responden di Desa Kerjo Lor.713.000.500 81.3.080 3.537.417. Usahatani Lain Dari Luar Pertanian 2 a. Usahatani Lain Dari Luar Pertanian 2 a.000 1.672. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.118.928. Suami b.850 100.000 12.586.310 3.138. Untuk responden petani pemilik penggarap memiliki jumlah total pendapatan sebesar Rp 187.115.820.300 22. Untuk responden petani penyewa memiliki jumlah total pendapatan sebesar Rp .000 2.600 288.000. Sawah b. Istri c.713.600 Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4. Tegal c.760.52 Tabel 4.830 53.913.000 10.103. Kecamatan Ngadirojo.875 1.378.137.440.497.138.000 3. Tegal c.000 45.885.000 16.

Dari tabel di atas juga dapat diketahui bahwa pendapatan bantuan dari anak merupakan sumber pendapatan terbesar dari luar pertanian responden petani dibanding yang lainnya. Perumahan. Berikut ini akan disajikan tabel dari data konsumsi rumah tangga responden di Desa Kerjo Lor. Kecamatan Ngadirojo. Sehingga dapat dikatakan bahwa responden petani sebagian perekonomiannya ditunjang oleh pendapatan bantuan dari anak.870. Konsumsi Rumah Tangga Responden Dari waktu ke waktu.728.132.700. usahatani tegal. Kabupaten Wonogiri.200 Pakaian. usahatani lain.800 61. dan luar pertanian bisa berasal dari pendapatan suami.168.00 dengan rata-rata sebesar Rp 16. Manusia pun dituntut untuk bekerja keras dan berusaha lebih giat untu memenuhi kehidupannya.103.792.550 16. Sumber pendapatan dari luar sektor pertanian ini sangat penting untuk menopang perekonomian responden.823. responden petani beserta keluarga juga memiliki pendapatan dari luar sektor pertanian. Kecamatan Ngadirojo. Tabel 4. anak.00. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011.672.210 .440.000 166.53 226.000 54.300. Hiburan.5. Selain memiliki pendapatan dari sektor pertanian.00. Sedangkan untuk responden petani penyakap memiliki jumlah total pendapatan sebesar Rp 84. dll.355 18. Total pendapatan tersebut diperoleh dari pendapatan usahatani sawah.3.979. Pelayanan Kesehatan.750 Penyakap 25.682. Pendapatan responden dari luar pertanian ini berasal dari sumber yang berbeda-beda dengan jumlah yang berbeda pula pada tiap responden. dll. 44. konsumsi kebutuhan hidup manusia terus meningkat.000 9.384.000.00 dengan rata-rata total pendapatan sebesar Rp 22.814.644. istri.100 37.183.600.800 Makanan Bukan Makanan Pemilik Penggarap 46.820.000 Penyewa 67.846. 5.876.900 119. Status Petani 29.000 10.000 Sumber : Data Primer Ʃ X 11.1 Konsumsi Rumah Tangga Responden di Desa Kerjo Lor.830.

Rp 166.00 untuk penyakap. dan Rp 9.682. Adalah sebesar Rp 44.00.000.000.00 untuk pemilik penggarap. dan Rp 54.00 untuk penyakap. Konsumsi. Jika di total secara keseluruhan maka jumlah konsumsi responden petani adalah sebesar Rp 119.440. Tabungan dan Investasi Keseluruhan dari pendapatan.900.3. Pendapatan.183.54 Berdasarkan Tabel 4.750.000.200. dan untuk penyakap adalah sebesar Rp 18. konsumsi. hiburan.132.000.00.700.1 dapat diketahui bahwa petani pemilik penggarap memiliki total kebutuhan konsumsi makanan sebesar Rp 46. Dari jumlah total konsumsi rumah tangga responden petani maka diperoleh rata-rata konsumsi rumah tangga sebesar Rp 11. Konsumsi adalah jumlah kebutuhan yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. dan untuk penyakap sebesar Rp 25. atau jumlah keluarga maka akan semakin banyak konsumsi yang di butuhkan dan sebaliknya. 6. pelayanan kesehatan.210.00. tabungan dan investasi tinggi sedangkan kebutuhan konsumsi sedikit makadapat dipastikan bahwa tingkat kesejahteraan hidup akan tinggi.00 untuk pemilik penggarap.000.00 untuk penyakap.00.644.800.800. untuk penyewa sebesar Rp 67.00 untuk penyewa.846.00. Jika pendapatan. Dari data tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah konsumsi yang gunakan responden petani berbeda-beda. dan Rp 10.979. Rp 16. Sedangkan untuk konsumsi berupa pakaian.168.00 untuk penyewa. tabungan dan investasi lebih rendah daripada konsumsi maka tingkat kesejahteraan akan rendah. Konsumsi setiap individu memiliki jumlah yang berbeda karena tergantung pada faktor pendapatan dan jumlah kebutuhan serta banyaknya yang membutuhkan barang konsumsi.384.550. tabungan dan investasi merupakan tolak ukur kesejahteraan dari sebuah keluarga.100. perumahan.00 untuk penyewa. Rp 61.5.792.00 untuk pemilik penggarap. dll. untuk penyewa adalah sebesar Rp 37.876.00. tetapi jika pendapatan. Semakin banyak pendapatan.870.823.000. Pada konsumsi bukan makanan total konsumsi yang dikeluarkan petani pemilik penggarap adalah sebesar Rp 29.814. Berikut ini .355.

00. maupun penyakap mereka semua memiliki tingkat rata-rata pendapatan. 7.3. Sedangkan untuk ratarata tabungan untuk pemilik penggarap adalah sebesar Rp 6.55 akan disajikan tabel dari data pendapatan.00 .00 untuk penyewa.682. Rata-rata Konsumsi 11.000 Penyakap 16.027. Kabupaten Wonogiri Tahun 2011. dan untuk penyakap adalah sebesar Rp 10.6. konsumsi. Rp 22.979.000.675. Sehingga antara keluarga satu dengan keluarga lainnya memiliki perbedaan dalam strategi bertahan hidupnya.170.856.856.00 .775 6.703.800. Baik pemilik penggarap.355. dan tabungan yang berbeda-beda.170. Berikut ini akan disajikan tabel dari data strategi . untuk penyewa adalah sebesar Rp 6.00 .675 5.703.830.985.800 Berdasarkan Tabel 4.682.6.355 10.200.682.200 Sumber : Data Primer dan Investasi Rumah Kecamatan Ngadirojo. dan Rp 16. untuk penyewa adalah sebesar Rp 16.00. Status Petani Rata-rata Pendapatan Pemilik Penggarap 18. Rata-rata konsumsi akan meningkat jika pendapatan.1 dapat diketahui bahwa pendapatan ratarata dari pemilik penggarap adalah sebesar Rp 18.3. Kecamatan Ngadirojo.830. dan untuk penyakap adalah sebesar Rp 5. penyewa.682.00 untuk penyakap. Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Tiap keluarga mempunyai strategi sendiri-sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.979. tabungan dan investasi di Desa Kerjo Lor.210. tingkat kebutuhan dan jumlah konsumen tinggi. Kabupaten Wonogiri.210 16. Tabungan Tangga Petani di Desa Kerjo Lor.00 .147.985 Penyewa 22.775.400 Rata-rata Tabungan 6. Konsumsi.00 . konsumsi. Rata-rata konsumsi untuk pemilik penggarap adalah sebesar Rp 11.400. Sedangkan rata-rata tabungan akan meningkat jika rata-rata pendapatan lebih tinggi dari rata-rata konsumsi. Tabel 4.147.027.1 Pendapatan.

Kecamatan Ngadirojo.1 Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga Desa Kerjo Lor. Kecamatan Ngadirojo.3.56 bertahan hidup rumah tangga responden di Desa Kerjo Lor. Kabupaten Wonogiri No A Macam Strategi Pemilik Penggarap Jumlah Rata-rata . Tabel 4.7. Kabupaten Wonogiri.

dan KUD Menunggu kiriman keluarga Menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan Tidak menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi Mengoptimalkan lahan sendiri Memanfaatkan lingkungan Jumlah 3 4 5 6 3 2 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 9 48 1 1 10 5 2 1 5 1 7 1 1 1 1 1 1 - - 8 6 34 1 1 8 2 1 5 1 5 1 1 1 1 1 4 1 5 5 26 1 1 8 Sumber : Data Primer Berdasarkan Tabel 4. . dan KUD 6Menunggu kiriman keluarga 7Menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan Tidak menyekolahkan anak ke jenjang 8yang lebih tinggi Mengoptimalkan lahan sendiri 9Memanfaatkan lingkungan 10 Jumlah Penyakap C 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aktif bekerja di luar pertanian Memanfaatkan bantuan pemerintah Memanfaatkan bantuan pihak lain Memanfaatkan bantuan saudara/tetangga Meminjam ke Bank. BPR.1 dapat diketahui bahwa strategi bertahan hidup yang dijalankan oleh responden petani barmacam-macam. memanfaatkan bantuan pemerintah.7.57 1 Aktif bekerja di luar pertanian 2Memanfaatkan bantuan pemerintah 3Memanfaatkan bantuan pihak lain 4Memanfaatkan bantuan saudara/tetangga 5Meminjam ke Bank. BPR. Ada yang aktif bekerja di luar sektor pertanian. BPR. dan KUD 6Menunggu kiriman keluarga 7Menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan Tidak menyekolahkan anak ke jenjang 8yang lebih tinggi Mengoptimalkan lahan sendiri 9Memanfaatkan lingkungan 10 Jumlah Penyewa B 1Aktif bekerja di luar pertanian 2Memanfaatkan bantuan pemerintah 3Memanfaatkan bantuan pihak lain 4Memanfaatkan bantuan saudara/tetangga 5Meminjam ke Bank.4.

menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Sehingga banyak responden petani yang mendapatkan uang kiriman dari rantau sebagai penopang kebutuhan hidup mereka. atau KUD dengan alasan ketidaknyamanan. Strategi bertahan hidup yang sama sekali tidak di pilih oleh responden petani adalah meminjam ke Bank. Kesimpulan . KESIMPULAN DAN SARAN A. mengoptimalkan lahan sendiri. VI. tidak menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi. para kepala keluarga mengandalkan bantuan pemerintah untuk meringankan beban keluarga.58 memanfaatkan bantuan pihak lain. dan keperluan yang mendesak. sampai memanfaatkan lingkungan. Selain karena lebih cepat juga mereka tidak perlu susah memikirkan bunga dari hutanghutang mereka. Selain berhutang. memanfaatkan bantuan pemerintah juga sering dijadikan sebagai strategi bertahan hidup. Untuk memperoleh dana jika mendesak mereka biasanya lebih memilih berhutang kepada saudara/tetangga. Kebanyakan dari responden petani tidak menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya. Kebanyakan dari anak-anak responden lebih memilih bekerja ke luar daerah sebagai perantau ketimbang melanjutkan sekolah mereka. memanfaatkan bantuan saudara/tetangga. Berhutang kepada saudara atau tetangga menjadi alternatif pilihan strategi bertahan hidup bagi keluarga baik dalam mencukupi kebutuhan pokok. BPR. pendidikan anak.

Desa Kerjo Lor terdiri atas 14 Dusun. e. istri dan anak. f. Luas wilayah dengan menggunakan pengairan irigasi teknis 90 ha dan irigasi 1/2 teknis 85 ha.59 Berdasarkan hasil analisis dan pengamatan pada kehidupan ekonomi pertanian Desa Kerjo Lor. g. Kabupaten Wonogiri adalah sebagai berikut : a. Sebagian warga belum duduk di bangku sekolah. Karakteristik Desa Kerjo Lor. Tiap rumah tangga Desa Kerjo Lor rata-rata memiliki 3-4 anggota keluarga yang terdiri dari suami. Kabupaten Wonogiri. sebagian lagi berpendidikan SD akan tetapi ada juga yang melanjutkan ke SMP maupun SMA bahkan ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi meski tidak banyak. Sarana kesehatan yang paling sering digunakan di desa Kerjo Lor adalah puskesmas. 3 RW dan 28 RT. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani namun ada pula yang bekerja di luar bidang pertanian. 74 . d. Kabupaten Wonogiri adalah sebagai berikut : a. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kecamatan Ngadirojo. luas tegal sebesar 100 ha. Kecamatan Ngadirojo. c. Kecamatan Ngadirojo. Sarana transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat di desa Kerjo Lor adalah sepeda motor. 2. Karakteristik rumah tangga petani di Desa Kerjo Lor. Sarana perekonomian yang ada di Desa Kerjo Lor hanyalah terdapat kios dan pasar desa. Jumlah penduduk desa Kerjo Lor sebesar 10067 jiwa yang didominasi oleh pria 5087 jiwa dan wanita 4980 jiwa. b.

00 untuk penyakap.000. penerimaan rata-rata yang diperoleh besarnya Rp 15.713. b. Pada petani penyewa.00 .Pada petani penyakap.300.00 dalam satu tahun. Dan lantainya sebagian besar sudah berupa ubin.8-588. Pendapatan dari luar pertanian adalah Rp 187.00 untuk pemilik penggarap. Rp 226.8 m2 dan 219.672. c.232.00 dan pada petani penyakap Rp 2. e.928.600.60 b.00 . untuk penyewa Rp 22.885. hal ini menunjukkan bahwa mereka masih berada pada usia produktif. Kecamatan Ngadirojo. Pendapatan dan konsumsi rumah tangga petani Desa Kerjo Lor. Pendapatan usahatani lain di Desa Kerjo Lor.500. penerimaan rata-rata yang diperoleh besarnya Rp 21.830.820.885.00.037. Keadaan bangunan rumah sebagian besar adalah sebagai berikut : kerangka terbuat dari kayu tahunan dengan dinding dari tembok dan atap rumah berupa genteng. Tiap rumah tangga rata-rata memiliki luas pekarangan dan bangunan masing-masing 636.103. Rata-rata pendapatan yang diperoleh per responden untuk satu keluarga dari luar pertanian untuk pemilik penggarap adalah Rp 18. Kabupaten Wonogiri diperoleh pendapatan dari usaha ternak petani pemilik/penggarap adalah Rp 41. Rata-rata umur suami maupun istri paling banyak berada pada interval umur 31-40 tahun.728.750.138.00 .5 m2. d. f.968. Jumlah rata-rata penerimaan pemilik penggarap dari usaha tani sendiri sebesar Rp 17.830.00 untuk penyewa dan Rp 84. Warga Desa Kerjo Lor rata-rata sudah mengakses informasi dibuktikan dengan adanya kepemilikan barang elektronik seperti TV dan Radio.00 dan penyakap Rp 16. c. Sebagian besar masyarakat Desa Kerjo Lor menggunakan bahan bakar berupa kayu bakar dan gas.600. Kabupaten Wonogiri adalah sebagai berikut : a.00 untuk usaha lainnya pada petani penyewa adalah Rp 0. 3.8-2068. Kecamatan Ngadirojo.000. .332.

5. 4. . Pengusulan sarana pendidikan sebagai sebagai salah satu syarat pelancar pembangunan pertanian. Pengintensifan penyuluhan pertanian sebagai sarana informasi sekaligus menjembatani antara petani dengan dunia penelitian atau pemerintah. 2.61 d. Saran Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan. Administrasi desa sebaiknya lebih ditertibkan (monografi desa) sehingga ada data untuk pemantauan kemajuan desa tiap tahun. Peningkatan sarana transportasi agar hasil-hasil pertanian dapat terdistribusikan dengan baik. 3. adapun saran yang dapat diberikan adalah : 1. Pengusulan adanya sarana kesehatan yang lengkap dan terjangkau bagi masyarakat. 6. Strategi bertahan hidup keluarga responden dari golongan petani yang paling banyak adalah dengan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan dan penghemat penggunaan barang. Pengelolaan pekarangan yang lebih baik/diintensifkan sehingga pemanfaatan pekarangan untuk sumber penghasilan bisa lebih optimal. B.

Diakses tanggal 2 Desember 2012. Rajawali Pers.62 DAFTAR PUSTAKA Anonima. J Agro Ekonomi. http://idi.org. Prospek Ekonomi Indonesia dalam Jangka Pendek. 2005. Pembangunan Desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Simulasi dampak perubahan faktor-faktor ekonomi terhadap ketahanan pangan rumah tangga pertanian. D. 2002. Investasi dalam Teori Ekonomi. intensitas pertanaman dan produktivitas sebagai sumber pertumbuhan padi sawah di Indonesia. Membangun Desa. Yogyakarta. S.wikipedia. Diakses tanggal 2 Desember 2012. Klasifikasi Lahan Pertanian. Anwar. http://www.net. G. Menanggulangi Kemiskinan Desa. Diakses tanggal 2 Desember 2012. _______b. Pendapatan Penduduk Pedesaan. www. Fauzi. Hagul. 2004. 2009.id.go. Diambil tanggal 2 Desember 2012. Jakarta. C. 2000. Karakteristik Masyarakat Pedesaan. 2002. http://www. Petani dan Penguasa. PT Gramedia.org. Maulana. Diakses tanggal 2 Desember 2012. Produktivitas Usahatani. Peranan lahan.e-dukasi. 2010. XXII (I) : 74-95. 2010. .ekonomirakyat. M. Jakarta.com/. Diakses tanggal 2 Desember 2012. _______d. 2003. M.wikipedia. Teknologi Sarana Produksi.wordpress. Diakses tanggal 2 Desember 2012. Penebar Swadaya. Kusnaedi. _______c. P. Investasi Masyarakat Desa. J Agro Ekonomi. N. W. Hardono.bagais.polexdetail.Bainfokom-online.com. 2001. XXI (I) : 1-25. _______e. 2010. _______h. Jakarta Bishop. Pustaka Pelajar Offset.org. _______f. Diakses tanggal 2 Desember 2012. Jakarta. http://emperordeva. 2010. http://www. dan Toussaint. http://id. A.org/. _______g. 2010. 2010. Mutiara. dkk. http://www. 2010. Pengantar Analisa Ekonomi Pertanian.

Analisis Kebijaksanaan: Pembangunan Agribisnis di Pedesaan dan Analisis Dampak Krisis. 2002. 2002. W. CV Rajawali. Teknik Sampling. Sosiologi Pedesaan I. 77 Suharsimi. Isu Strategi dan Alternatif Kebijaksanaan Pembangunan Pertanian Memasuki REPELITA VII. 2000. Triyono. Proses Perubahan Sosial di Desa Jawa. 2002. et al. Jakarta. Yogyakarta. Sajogyo. Unpar Press. H. Referensi Penelitian Kualitatif. et al. Teknologi. Karakterisik rumah tangga tani di Lima Agroekosistem Wilayah Pengembangan SUT di Jawa Timur. A. Lambang dan Masikun. Sajogyo dan P. Surplus Produksi dan Pergeseran Okupasi. Suryana.63 Mustafa. 2000.18. Monograph series no. PT Gramedia. J Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2003. UGM Press. Jakarta. Bandung. . Sudana. V (II) : 83-96.

64 LAMPIRAN 79 .