You are on page 1of 18

HIDROGEOLOGI

1.
2.
3.
4.
5.

Sistem penambangan yang banyak digunakan saat ini ada tiga macam,
yaitu sistem tambang terbuka, tambang bawah tanah, dan tambang bawah laut.
Pemilihan metode penambangan ini didasarkan pada kondisi Topografi, Geologi,
Endapan Bahan Galian dan nilai Ekonominya. Sistem penambangan yang
digunakan di Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sistem tambang terbuka dengan
metode Quarry. Hal ini dipilih karena kondisi bahan galian yang letaknya didekat
permukaan tanah sehingga sangat efektif jika menggunakan tambang terbuka.
Sistem tambang terbuka pada akhir penambangan akan menghasilkan
lubang bukaan penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan
menghadapi kendala air terutama air hujan. Di daerah ini terdapat air tanah yang
sangat sedikit, sehingga bisa air tanah tidak mempengaruhi kegiatan tambang
secara signifikan. Oleh karena itu perlu dibuat rancangan penyaliran air tambang
untuk mengatasi masalah air yang berasal dari air hujan.
Salah satu ciri utama tambang terbuka adalah adanya pengaruh iklim
pada kegiatan penambangan. Elemen-elemen iklim tersebut antara lain hujan,
panas/temperatur,tekanan udara dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kondisi
tempat kerja, yang selanjutnya mempengaruhi produktivitas tambang. Oleh
karena itu perlu dilakukan adanya kajian hidrogeologi.
Agar dalam melakukan kajian hidrogeologi dapat berjalan lancar dan tepat
sasaran, diperlukan kerangka kajian. Kerangka kajian ini sebagai acuan
pelaksanaan kajian di lapangan, terutama cakupan materi, data-data yang harus
diambil, urutan dan kaitan masing-masing aspek kajian serta hasil yang
diperoleh. Secara ringkas kerangka kajian mencakup :
Kajian Hidrologi
Kajian Hidrogeologi
Pengendalian Air tambang
Perhitungan dimensi saluran terbuka
Rancangan kolam pengendapan
Diagram alir kerangka kajian hidrogeologi dapat dilihat di halaman berikut :

5.001% berbentuk uap di udara.73% berada di daratan sebagai air sungai. air tanah dan sebagainya.5 % adalah air laut.1.1 Kerangka Kajian Hidrogeologi Desa Karangsari. Air di . Kecamatan Semin. 1.Gambar 5. yang tergantung pada pergerakan bumi terhadap matahari dan rotasi bumi pada porosnya.75 % berbentuk es dan 0. Hanya 0.4 Milyard km 3 air : 97.1 Kajian Hidrologi Pada umumnya proses – proses yang berkaitan dengan siklus air merupakan hal yang periodik terhadap ruang dan waktu. Kabupaten Gunung Kidul.3-1. air danau.1. Daerah Istimewa Yogyakarta 5. Siklus Hidrologi dan Neraca Air Di bumi terdapat kira-kira sejumlah 1.

Sebagian akan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan dimana sebagian akan menguap dan sebagian lagi akan jatuh atau mengalir melalui dahan-dahan ke permukaan tanah. Sebagian dari hujan atau salju yang jatuh di daratan menguap dan meningkatkan kadar uap di atas daratan. sungai itu mengumpulkan 3 jenis limpasan. dan lainlain) dan kondisi topografi. yakni limpasan permukaan (surface runoff). Air menguap ke udara dari permukaan tanah dan laut. aliran intra (interflow) dan limpasan air tanah (groundwater runoff) yang akhirnya akan mengalir ke laut. . atmosfer. jatuh ke daratan sebagai presipitasi (sebagian jatuh langsung ke sungai-sungai dan mengalir langsung ke laut). Bagian yang lain merupakan kelebihan akan mengisi lekuk-lekuk permukaan tanah. Sirkulasi air ini dipengaruhi oleh kondisi meteorology (suhu. Sirkulasi air ini disebut siklus hidrologi (hydrological cycle). Singkatnya ialah : uap dari laut dihembus ke atas daratan (kecuali bagian yang telah jatuh sebagai presipitasi ke laut). Sirkulasi yang kontinu antara air laut dan air daratan berlangsung terus. masuk ke sungai-sungai dan akhirnya ke laut. Sebagian air yang masuk ke dalam tanah keluar kembali segera ke sungai-sungai (disebut aliran intra=interflow). kemudian mengalir ke daerah-daerah yang rendah. angin. Tidak semua bagian hujan yang jatuh ke permukaan bumi mencapai permukaan tanah. Sebelum tiba ke permukaan bumi sebagian langsung menguap ke udara dan sebagian tiba ke permukaan bumi. kondisi meteorologi adalah faktor-faktor yang menentukan. Tetapi sebagian besar akan tersimpan sebagai air tanah (groundwater) yang akan keluar sedikit demi sedikit dalam jangka Waktu yang lama ke permukaan tanah di daerah-daerah yang rendah (disebut groundwater runoff = limpasan air tanah). presipitasi dan pengaliran keluar (outflow). Dalam perjalanan ke laut sebagian akan menguap dan kembali ke udara. Bagian yang lain mengalir ke sungai dan akhirnya ke laut. Jadi.bumi ini mengulangi terus menerus sirkulasi penguapan. Sebagian air hujan yang tiba ke permukaan tanah akan masuk ke dalam tanah (infiltrasi). tekanan. Tidak semua butir air yang mengalir akan tiba ke laut. berubah menjadi awan sesudah melalui beberapa proses dan kemudian jatuh sebagai hujan atau salju ke permukaan laut atau daratan.

5 – 421 mm/bulan dan musim kemarau dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober dengan curah hujan ratarata berkisar antara 0 mm – 54. Kecamatan Semin.75 mm/bulan.2. Musim hujan berlangsung dari bulan November sampai dengan bulan Mei dengan curah hujan rata-rata berkisar 61. yaitu musim hujan dan musim kemarau.Kabupaten Gunung Kidul. Jumlah hari hujan .Ga mbar 5. Temperatur udara berkisar antara 36◦C .1. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki hujan tropis yang ditandai dengan adanya pergantian dua musim.43◦C.2 Siklus Hidrologi Dalam proses sirkulasi air. terdapat Hubungan keseimbangan sebagai berikut : P=D+E+G+M Keterangan : P = Presipitasi D = Debit E = Evapotransportasi G = Penambahan (supply) air tanah M = Penambahan kadar kelembaman tanah (moisture content) 5.25mm. Kondisi Hidrologi Daerah Penyelidikan Daerah penelitian di Desa Karangsari. Curah hujan rata-rata per tahun yaitu 1317. penjelasan mengenai hubungan antara aliran kedalam (inflow) dan aliran keluar (outflow) di suatu daerah untuk suatu periode tertentu disebut neraca air (water balance) Umumnya.

Curah Hujan Curah hujan akan menunjukkan suatu kecenderungan pengulangan.29 183.rata-rata per tahun hanya 80 hari/tahun. Data curah hujan yang diperoleh dari stasiun pengamatan hujan merupakan data dapat digunakan secara langsung untuk perhitungan dalam analisis curah hujan. 5. dan dapat juga diolah terlebih dahulu dengan menggunakan metode statistik. salah satu kriteria perancangan adalah hujan rencana.69 96.00 26. yang berarti kemungkinan periode terulangnya suatu tingkat curah hujan tertentu. Dalam perancangan suatu bangunan air atau dalam hal ini adalah sarana penyaliran tambang.0 mm/hari.8 125 0 0 0 0 0 104 677 257.43 21. Curah hujan harian maksimum adalah 87.36 346.5 109 1288 Rata-2 252.29 0. yaitu curah hujan dengan periode tertentu atau curah hujan yang memiliki kemungkinan akan terjadi sekali dalam suatu jangka waktu tertentu.71 238.5 124 36 0 0 0 17 11.86 5.71 0.1 Data Curah Hujan Tahunan Curah Hujan (mm) Tahun Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Total 2003 126 361 166 6 63 0 0 0 0 0 162 363 1247 2004 138 364 136 15 74 9 17 0 0 8 83 252 1096 2005 257 142 77 62 0 73 23 0 0 48 231 495 1408 2006 325 198 335 194 66 0 0 0 0 0 16 227 1361 2007 99 201 334 186 47 35 0 2 0 7 103 723 1737 2008 568 394 353. Sehubungan dengan hal tersebut. dalam analisis curah hujan dikenal istilah periode periode ulang hujan(return of period).68 Curah Hujan Rata-rata per Tahun 1517 .1.3.21 53. Tabel 5.43 291.8 2480 2009 254 382 269 85. Satuan periode ulang adalah tahun.

JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SPT OKT NOP DES ( mm ) 1 0 6 5 5 11 0 0 0 0 0 2 15 2 0 3 0 20 14 0 0 0 0 0 0 26 3 0 0 4 5 1 0 0 0 0 0 8 29 4 5 0 16 11 18 0 0 0 0 0 0 33 5 0 0 1 10 3 0 0 0 0 0 1 0 6 0 19 15 10 11 0 0 0 0 0 0 0 7 0 20 4 1 0 0 0 0 0 0 1 0 8 6 1 10 25 14 0 0 0 0 0 0 0 9 2 87 0 10 0 0 0 0 0 0 0 22 10 6 5 21 10 6 0 0 0 0 0 6 30 11 0 0 1 10 2 0 0 0 0 0 0 0 12 0 12 0 0 0 0 0 0 0 0 7 23 13 0 4 3 13 0 0 0 0 0 0 0 0 14 42 2 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 15 0 15 25 10 0 0 0 0 0 0 0 17 16 12 47 1 11 0 0 0 0 0 0 0 33 17 0 0 5 10 0 0 0 0 0 0 0 14 18 0 5 0 11 0 0 0 0 0 0 5 12 19 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 2 93 20 3 14 4 11 0 0 0 0 0 0 0 0 21 7 0 0 10 0 0 0 0 0 0 0 0 22 2 1 1 38 0 0 0 0 0 0 7 0 23 25 6 3 2 0 0 0 0 0 0 0 28 24 0 0 0 6 0 0 0 0 0 0 5 4 25 7 6 41 2 13 0 0 0 0 0 8 3 26 9 0 10 12 12 0 0 0 0 0 0 30 27 0 5 0 10 0 0 0 0 0 0 6 10 28 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 29 12 1 7 0 12 0 0 0 0 0 12 15 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 31 1 1 3 0 0 0 0 0 0.Berikut adalah data curah hujan bulanan pada tahun 2009 di Desa Karangsari: BULAN TGL.0 0 TOTAL 140 120 0 0 0 0 0 70 450 260 180 Sumber : Kecamatan Semin 267 .

Tabel 5.2 Data Curah Hujan bulanan Tahun 2008 .

Disamping itu. bentuk dan kekompakan permukaan tanah serta vegetasi (Arsyad. 1985). maka kapasitas infiltrasi daerah ini termasuk tinggi sehingga air hujan akan dapat langsung terinfiltrasi melalui bidang – bidang perlapisan.4. Air Limpasan Air limpasan (run off) adalah bagian curah hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju sungai.5. Aliran tersebut terjadi karena air hujan yang mencapai permukaan tanah tidak terinfiltrasi akibat intensitas hujan melampaui kapasitas infiltrasi atau faktor lain. air hujan yang telah masuk ke dalam tanah kemudian keluar lagi ke permukaan tanah dan mengalir ke bagian yang lebih rendah (Sri Harto. seperti kemiringan lereng. maka bisa disimpulkan bahwa keadaan hujan di Desa Karangsari merupakan hujan sangat lebat berdasarkan kriteria keadaan curah hujan dan intensitas curah hujan pada table 5.3 Keadaan curah hujan dan intensitas curah hujan 5. 1989).1. danau maupun laut (Asdak.1.5.482 mm/jam. . Analisa Data Curah Hujan Perhitungan Intensitas curah hujan : Keterangan : I = Intensitas curah hujan (mm/jam) R24 = Curah Hujan harian maksimum (mm/hari) t = Waktu = 1 jam mm/jam Dengan Intesitas curah hujan sebesar 30.3 berikut Keadaan Curah Hujan Intensitas Curah Hujan (mm) 1 jam 24 Jam Hujan sangat ringan <1 <5 Hujan Ringan Hujan Normal Hujan Lebat Hujan sangat lebat 1-5 5-10 10-20 > 20 5-20 20-50 50-100 > 100 Tabel 5. Daerah Gunung Kidul merupakan daerah karst yang banyak terdapat fracture. 1995).

sungai bawah tanah. puncak membulat. 1973 dalam Asdak. doline. sehingga debit air limpasan dapat diasumsikan minimal.2 Daerah Tangkapan Hujan . dan lain-lain. dan porositas sekunder. Ciri perbukitan pada kawasan tersebut yakni lereng terjal. berbatu. Debit air limpasan hasil perhitungan adalah sebesar 0. Penentuan koefisien limpasan dalam rancangan penyaliran tambang umumnya menggunakan the catchment average volumetric run off coefficient. gua berstalaktit dan stalagmite. dan uvala.278 C I A (m3/detik) Keterangan : Qp : debit puncak (m3/detik) C : koefisien air limpasan I : intensitas hujan (mm/jam) A : luas daerah DTH (km2) Metode rasional berasumsi bahwa intensitas curah hujan merata di seluruh DAS (daerah aliran sungai) dengan lama hujan (durasi) sama dengan waktu konsentrasi. Waktu konsentrasi adalah waktu perjalanan yang diperlukan oleh air dari tempat yang paling jauh (hulu DAS) sampai ke titik pengamatan aliran air larian. 5.retakan – retakan. 5.1 Morfologi Daerah Wonosari Daerah penambangan merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 360 m di atas permukan air laut. Qp = 0.1.2.6. Faktor – factor yang berpengaruh antara lain : kondisi permukaan tanah.2 Morfologi 5. Koefisien air limpasan adalah (run off) bilangan yang menunjukan perbandingan antara air limpasan dengan jumlah air hujan. dan memiliki kemiringan 15%. 1995). Sedangkan koefisien regim sungai (KRS) merupakan koefisien perbandingan antara debit harian ratarata maksimum dengan debit harian rata-rata minimum.3276m3/detik 5. Debit Air Limpasan Metode yang dianggap baik untuk menghitung debit air limpasan puncak (peak run off = Qp) adalah metode rasional (US Soil Conservation Service.2. luas daerah tangkapan hujan. dan lapisan tanah penutup yang tipis. berbentuk kerucut. Secara makro evaluasi terhadap DAS dapat dilakukan dengan menghitung nisbah (ratio) debit maksimum – minimum dari tahun ke tahun. kondisi tanah penutup.Geomorfologi yang dapat ditemukan pada kawasan Formasi Wonosari yakni lembah.

Secara umum arah dan pola aliran air tanah didaerah penyelidikan dapat dijelaskan sebagai berikut : . Daerah tangkapan hujan ini dipengaruhi oleh keadaan topografi suatu daerah.324.3. dan batugamping terumbu. Ciri fisik yang spesifik pada formasi ini adalah porositas sekunder berupa rongga – rongga yang terbentuk dari hasil pelarutan mineral – mineral kalsit maupun dolomit. apakah itu bukit atau dataran.1 Geologi Daerah Penyelidikan Berdasarkan ciri batuan yang terdapat di daerah penyelidikan. Formasi Wonosari tersusun dari batugamping berlapis. Kajian Kondisi Air tanah Analisis kondisi air tanah di daerah penambangan didasarkan pada pengamatan langsung dilapangan dan peta hidrogeologi. filit. kuarsit. Kondisi daerah penambangan (mine area) di Wonosari yang akan dibuka umumnya merupakan kawasan yang berpotensi sebagai daerah tangkapan hujan. batu pasir. Diatasnya dijumpai kelompok jiwo yang terdiri dari Formasi Wungkal serta formasi batugamping dengan litologi konglomerat. Luas Daerah Tangkapan Hujan Di Desa Wonosari sebesar 48. adalah sekis. Daerah tangkapan hujan ini mempengaruhi jumlah air limpasan yang mengalir pada suatu area tambang. batuan dapat dikelompokkan menjadi batuan Pra – tersier dan batuan Tersier. 5. marmer. gamping foraminifera dan napal. dimana Formasi Kebo terdiri dari serpih. dan sabak yang berumur pra – tersier. batu pasir dan algomerat sementara pada formasi butak terdapat Formasi Semilir yang terdiri dari breksi tufa pumis asam berumur meiosen awal. batugamping massif. Daerah Gunung Kidul memiliki jenis batuan yang sangat variatif mulai dari jenis batuan dengan umur tersier. Formasi ini kadang kadang menunjukkan hubungan selaras di atas formasi Oyo.3. secara tidak selaras diatasnya dijumpai Formasi Kebo – Butak. sehingga untuk jenjang tambang yang didasar lereng perlu memperhatikan air limpasan yang mengalir di jenjang tersebut dan daerah-daerah lain yang dearah tangkapan hujannya menyentuh jenjang tambang.Daerah tangkapan hujan merupakan suatu luasan daerah dimana air cenderung mengumpul dan menuju ke tempat tertentu. Desa Jurangjero daerah tangkapan hujan ini bisa dilihat dan ditentukan dari arah kemiringan lereng dimana air mengarah ke dasar lereng atau sungai.2. Untuk daerah penyelidikan di Dusun Wonosari.1292 m2 5.3 Kajian Hidrogeologi 5.

celah – celah batuan ataupun patahan. Arah dan pola aliran air tanah tertekan lebih ditentukan oleh kondisi tekanan pisometrik daerah tersebut. dan sebagainya. Pada Dusun wonosari terdapat sejumlah air tanah. Namun. Pada tempat – tempat yang diperkirakan akan menjadi . Pencegahan masuknya air kedalam tambang dapat dilakukan dengan jalan membuat parit pada lereng – lereng bagian atas singkapan. kemudian mengalirkannya ke tempat lain keluar daerah penambangan.1. Semakin dalam kemajuan penambangan tambang terbuka maka tingkat permasalahan air tanah akan semakin sulit. Arah dan pola aliran air tanah bebas sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi daerah penyelidikan. mencuci. Cara ini relatif murah dan ekonomis bila dibandingkan dengan sistem penyaliran menggunakan cara pemompaan air keluar tambang. mandi. Oleh karena itu perlu adanya sistem penyaliran yang baik. banyak atau sedikit selalu ada air yang mengalir masuk ke dalam tambang.yang bertujuan untuk mencegah air agar tidak masuk ke dalam area tambang yaitu dengan membuat parit bila topografi di daerahnya memungkinkan dimana parit ini dibuat sebagai saluran mengeluarkan air dari tambang terbuka. dibuktikan dengan adanya sumur-sumur di pemukiman penduduk dengan kedalaman sekitar 10 – 12 m.4 Pengendalian Air Tambang Dalam setiap tambang. Penyaliran diperlukan sebagai penunjang kelancaran dalam kegiatan penambangan. Air ini masuk melalui batas perlapisan. sehingga warga dusun Wonosari menggunakan air tanah ini untuk keperluan sehari-hari seperti untuk memasak. sehingga keberadaan air tanah tidak mengganggu kegiatan penambangan. Kondisi air tanah saat pengamatan cukup jernih. Masuknya air kedalam tambang harus dicegah atau dikeluarkan agar tambang tidak terjadi genangan. Sistem penyaliran yang ada pada lokasi tambang terbuka dilaksanakan karena akumulasi air di dalam tambang yang harus dikeluarkan. karena rencana penambangan PT Napalindo Enterprise berada di atas level muka air tanah. air tanah tidak ikut dihitung. Penyaliran pada tambang terbuka umumnya dilakukan dengan cara Drainase. Oleh karenanya dalam perhitungan jumlah air tambang. Keberadaan air tanah pada operasi tambang terbuka telah menjadikan salah satu faktor batasan penting terhadap tingkat keberhasilan ekonomis awal dari suatu operasi penambangan. 2. 5.

01x 106 m/detik Qp = 0. Air tersebut selanjutnya dipompa keluar atau ke permukaan tambang menuju ke kolam pengendapan dan selanjutnya dikeluarkan ke sungai jika sudah memenuhi syarat tertentu. Air limpasan ket : A = 0. Perhitungan jumlah air tambang 2. Jumlah air tambang pada tambang terbuka adalah jumlah air limpasan dan jumlah air hujan yang langsung masuk ke dalam tambang.0158m3/detik 2.04832 km2 A = 15. Penyaliran tambang dengan pemompaan Yaitu dengan mengeluarkan air tanah yang terdapat pada suatu jenjang. Air Hujan yang langsung masuk ke bukaan tambang ket : CH harian max= 87 mm/ hari = 1. Penyaliran tambang dengan paritan Yaitu dengan membuat suatu peritan yang mengelilingi tambang untuk mencegah masuknya air dalam front kerja tambang untuk tambang terbuka.649. Pengendalian air tambang ini meliputi : 1. Penentuan saluran terbuka 3. Perhitungan jumlah air yang masuk ke tambang Adapun air yang masuk kedalam tambang ini dapat berasal dari 1. Penyaliran dengan pemompaan dapat dilakukan dengan sistem pemompaan langsung menggunakan pompa slurry dan dengan sistem pemompaan tidak langsung berupa fasilitas pompa yang terpasang secara terpisah untuk memompa air bersih (tidak berlumpur). Karena pada lokasi penelitian di Desa Wonosari air tanah tidak mempengaruhi kegiatan penambangan.jalur masuknya air kedalam tambang. maka sistem penyaliran yang ada hanya menggunakan paritan. 2. dimana air tambang yang terkumpul diendapkan terlebih dahulu untuk memisahkan air jernih dengan endapan lumpur pada suatu sumur pengendap (settler sump). Penyaliran pada system tambang terbuka umumnya dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1.1. Air yang mengalir dengan sistem ini menggunakan gaya gravitasi untuk keluar ke permukaan.103 m2 . 5. misalnya pada perpotongan antara aliran sungai dan singkapan.4. Penentuan kolam pengendapan.

155d+0. perhitungan dimensi saluran dilakukan dengan menggunakan rumus Manning : Q= A= R= S= Keterangan: Debit aliran (m3/detik) n = Koefisien kekasaran saluran luas penampang saluran (m2) jari – jari hidrolis (m) kemiringan dasar saluran (%) Gambar 5.d2 P = b + {(1+Z2)0.455 d .2. Penentuan saluran terbuka Masalah yang cukup penting dalam merancang sistim penyaliran tambang adalah penentuan dimensi saluran terbuka.3 Penampang Saluran Terbuka Untuk saluran berbentuk trapesium dengan kemiringan sisi 600.m3/detik 3. Untuk itu. digunakan rumus : A = (b + Zd).d = (1.4.3276 m3/detik = 0.73 .5 – Z} = 3. Jumlah air tambang = Qp + Qmax = 0.3434 m3/detik 5.0158 m3/detik + 0.577d) x d = 1.

9042 m A = 1. sehingga penyaliran dengan menggunakan pompa tidak diperlukan.3434 = x (0.73 d2 5.04. Dengan : Q = Debit aliran air dalam saluran (m3/detik) R = Jari-jari hidrolik (m) A = Luas penampang saluran (m2) S = kemiringan (0. kegiatan penambangan dilakukan diatas batas air tanah.8077 m a = d/sin 600 = 0.6119 d8/3 d8/3 = 0. 0.35%) n = Koefisien kekasaran dinding saluran (tetapan Manning) Saluran untuk mengalirkan air tambang umumnya terdiri dari tanah maka koefisien kekasaran dinding saluran diperoleh nilai n = 0.04 0.0035 dengan n = 0.2130 d = 0.73 d2 = 1.3434 m3/detik.0604 m2 B =b+2Zd = 1.3434 = 1.904 m Penentuan Jumlah Pompa Pada daerah penelitian di Desa Wonosari.7829m = 0. Berdasarkan data diatas.5.7829 m dan tinggi jagaan (d’) = 15% x d = 0. .- Besarnya debit air tambang yang melewati saluran ini adalah 0.155 x 0.5 d)2/3 x (0.0035)1/2 x 1.3434m3/detik Ukuran saluran Q= x R2/3 x S1/2 x A Kemiringan dasar saluran penyaliran air tambang umumnya adalah 0.1174 m b = 1. ukuran saluran untuk penyaliran air tambangadalah: Debit air yang masuk saluran Q1 = 0.35% = 0.

Hukum Stokes berlaku bila persen padatan kurang dari 40%. kecepatan aliran. berupa kolam berbentuk empat persegi panjang. dan untuk persen padatan lebih besar dari 40% berlaku hukum Newton.6. .6. Empat zona tersebut adalah sebagai berikut : 1. .Diameter partikel padatan tidak lebih dari 9 x 10-6 m. Zona masukan. .Batasan ukuran partikel yang diperbolehkan keluar dari kolam pengendapan diketahui . antara lain ukuran dan bentuk butiran padatan. karena jika lebih besar akan diperoleh ukuran luas kolam yang tidak memadai. Zona ini panjangnya 0. Ukuran partikel Luas kolam pengendapan secara analitis dapat dihitung berdasarkan parameter dan asumsi sebagai berikut : . tempat dimana partikel padatan (solid) akan mengendap. Padahal. Zona endapan lumpur. Kolam Pengendapan Dalam merancang kolam pengendapan terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. . dan sebagainya 5. Zona pengendapan. 2. . L.C. Panjang zona pengendapan adalah panjang kolam pengendapan dikurangi panjang zona masuk dan keluaran (Huisman. Walaupun bentuknya bermacam-macam.Partikel padatan dalam lumpur dari material yang sejenis. sebenarnya bentuk kolam pengendapan bermacam-macam tergantung dari kondisi lapangan dan keperluannya.5 – 1kali kedalaman kolam (Huisman.5.1.31 x 10-6 kg/ms (Rijn. 5. Bentuk kolam pengendapan Bentuk kolam pengendapan umumnya hanya digambarkan secara sederhana. tempat dimana air lumpur masuk ke dalam kolam pengendapan dengan asumsi campuran air dan padatan terdistribusi secara seragam. Van. setiap kolam pengendapan akan selalu mempunyai 4 zona penting yang terbentuk karena proses pengendapan material padatan (solid particle).6.2.Kecepatan pengendapan partikel dianggap sama. 1977) 3. persen padatan. 1977).Kekentalan air 1. 1985).Perbandingan cairan dan padatan telah ditentukan. tempat dimana partikel padatan dalam cairan (lumpur) mengalami pengendapan .

seperti : Sebaiknya bentuk kolam pengendapan dibuat berkelok-kelok (zig-zag). lihat Gambar 6. seperti mengeruk lumpur dalam kolam. - - Gambar 5. Zona keluaran. Geometri kolam pengendapan harus disesuaikan dengan ukuran Back hoe yang biasanya dipakai untuk melakukan perawatan kolam pengendapan.4.1977).4 Sketsa Kolam Pengendapan Kolam pengendapan yang dibuat agar dapat berfungsi lebih efektif. diukur dari ujung lubang pengeluaran (Huisman. sehingga partikel padatan cepat mengendap. harus memenuhi beberapa persyaratan teknis. Panjang zona ini kira-kira sama dengan kedalaman kolam pengendapan.3 agar kecepatan aliran lumpur relatif rendah. tempat keluarnya buangan cairan yang jernih. dsb. memperbaiki tanggul kolam. .

Gambar 5. Perhitungan Ukuran Kolam Pengendapan Perhitungan ukuran kolam pengendapan dapat dilakukan dengan dua cara.514 ton/jam Ukuran partikel yang keluar dari kolam (Ukur) = 0. Perhitungan dengan pendekatan Hukum Stokes Persen padatan kurang dari 40%.00000131 kgm-1s-1 Persen padatan (Sol) = 0. maka dapat dihitung : .214625 m3/s .514 x 1000 kg = 1.25 x 2132.385.599.3.5 kg 3 .Berat padatan per m3 = Sol x Qmat x 1000 = 0.75 x 2132.Berat air per m = Air x Qmat x 1000 = 0.6.000125 m (pasir halus) Kerapatan partikel padatan (ps) = 1725 kg/m3 Kekentalan air tambang (Vis) = 0. yaitu menggunakan hukum Stokes atau hukum Newton. sehingga pendekatan yang digunakan untuk perhitungan kolam pengendapan adalah pendekatan Hukum Stokes.128. persen padatan kurang dari 40 % (sangat sedikit).75 Berdasarkan data-data tersebut di atas. ternyata pada penelitian di Desa Wonosari.Volume air per detik = m3s-1 . Setelah dilakukan pengamatan.5 kg .Volume padatan per detik = = = 0. Berdasarkan pengamatan dan pengukuran di lapangan diketahui : Jumlah air tambang (Qlumpur) = 2132.514 x 1000 = 533.25 Persen air (Air) = 0.5 Bentuk Kolam Pengendapan yang Memenuhi Syarat Teknis - 5.

4708 (m2) 1.Pemilihan metode penyaliran dengan paritan dipilih karena lebih murah dibandingkan dengan metode pemompaan.325309375m3/s .10-5 6.8725 0.31.1928 2.1085 12.10-4 2132.Total volume per detik = (0.= 1. Napalindo Enterprise adalah dengan membuat paritan kecil dengan lebar 90.4 Ukuran Kolam Pengendapan Menurut Perhitungan Dengan Hukum Stokes Upaya penyaliran air yang dilakukan pada PT.Kecepatan pengendapan = = = 0.8149 6.10-5 0.1322 + 1.514 1725 1.4708 m/s .Luas kolam pengendapan yang diperlukan = = =2. .42cm dan kedalamannya disesuaikan dengan debit air yang mengalir pada tambang tersebut.8149 m2 Qmat Ps Vis Sol Air Ukuran Vt A (t/jam) (kg/m3) (kg/ms) (%) (%) (m) (m/s) 0.1107 m3/s .10 -6 25 75 8.25.2178 Tabel 5.1107) m3/s =1.