You are on page 1of 21

CRITICAL APPRAISAL

DAN
JOURNAL READING
PEMBIMBING : dr. TJATUR SEMBODO, MS (PH)
RIZKA PERMATASARI
01.209.6009

Judul Jurnal
THREE DELAY
MODEL SEBAGAI
SALAH SATU
DETERMINAN
KEMATIAN IBU DI
KABUPATEN
CILACAP

1. Judul sudah baik, karena terdiri
dari 12 kata,
2. Menggambarkan variabel variabel penelitian;
a. variabel bebas : three delay
model
b. variabel tergantung : kematian
ibu
3. Judul sudah menarik dan tidak
mengandung
singkatan
singkatan yang tidak baku

• Nama-nama pengarang belum dituliskan sesuai aturan jurnal. .

Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan keterlambatan pertama. dan ketiga dengan kematian ibu di kabupaten cilacap Mengetahui apakah status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan merupakan perancu dalam penilaian hubungan antara keterlambatan pertama. kedua dan ketiga dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap . kedua.

dan < 250 kata. tanpa singkatan.Abstrak dan Pendahuluan • Abstrak satu paragraf. • Pendahuluan > 2 paragraf • Panjangnya > 1 halaman • Didukung pustaka yg relevan • Tujuan dan manfaat penelitian diungkapkan dalam pendahuluan . secara keseluruhan informatif.

Metode Penelitian Jenis penelitian : Observasional Analitik Desain penelitian : Studi Case Control Tempat dan waktu penelitian : Kabupaten Cilacap Jawa Tengah selama tahun 2007 .

dengan rancangan penelitian cross sectional  karena variabel bebas dan terikat diambil pada waktu bersamaan sekaligus pada saat itu (point time approach) • Telah disebutkan mana yang sebagai variabel bebas dan variabel terikat • disebutkan waktu tahun penelitian dan tempat penelitian .• Telah disebutkan jenis penelitiannya yaitu Observasional Analitik.

Populasi : populasi kasus dan populasi kendali Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh kasus kematian ibu di Kabupaten Cilacap selama tahun 2007 yang tercatat dalam data kematian ibu di Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Populasi kendali pada penelitian ini ada.lah semua ibu paska persalinan di Kabupaten Cilacap yang hidup (tidak mengalami kematian ibu) selama tahun 2007 .

yaitu responden telah pindah dari Kabupaten Cilacap. Kriteria eksklusi kendali. yaitu telah pindah dari Kabupaten Cilacap. telah tiga kali didata. yaitu ibu yang mengalami kematian ibu bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Cilacap. dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi kasus. bertempat tinggal dan pada saat penelitian berada di Kabupaten Cilacap. responden pada kasus kematian ibu bersedia mengikuti penelitian dan pada saat penelitian berada di wilayah Kabupaten Cilacap.ngi untuk diwawancarai tetapi tidak berhasil .Kriteria inklusi dan eksklusi Kriteria inklusi kasus. yaitu ibu tersebut bersalin pada hari yang sama atau hampir bersamaaan dengan terjadinya kasus kematian ibu. responden telah tiga kali didatangi untuk diwawancarai tetapi tidak berhasil ditemui Kriteria inklusi kendali.

menggambarkan populasi target Bias dapat diminimalkan. karena kelompok kontrol diambil di puskesmas yang di wilayahnya terdapat kematian ibu .Jumlah sampel sebesar 30 tiap kelompok. sehingga didapatkan total sampel sebesar 60 Teknik sampling -> purposive sampling ( kelompok kasus) dan simple random sampling (kelompok kontrol) Pemilihan subjek sudah tepat.

Observasi dilakukan dengan melihat catatan kematian ibu.Pada penelitian ini digunakan data primer. KMS ibu hamil dan register kohort ibu hamil Pengukuran dalam penelitian ini tidak dilakukan secara blind atau tersamar Terdapat bias recall karena wawancara dilakukan saat paparan telah berlangsung . melalui observasi dan wawancara langsung ke rumah responden dengan kuesioner terstruktur Wawancara pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner.

persalinan maupun saat nifas dan kemudian diikuti dengan keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan. 2003) . yang terjadi setelah keputusan untuk merujuk diambil. akibat adanya kendala geografi dan sarana transportasi. yaitu keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan rujukan. keterlambatan kedua. yaitu keterlambatan dalam mengenali adanya keadaan kegawatdaruratan kebidanan yang mengharuskan seorang ibu untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap bila terjadi komplikasi saat kehamilan.Variabel Penelitian Variabel Bebas : keterlambatan pertama. yaitu keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan medis di tempat pelayanan kesehatan rujukan (UNFPA. keterlambatan ketiga.

Variabel Tergantung kematian ibu Variabel Perancu status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan Tidak digambarkan bias yang terjadi .

yaitu keterlambatan dalam mengenali adanya keadaan kegawatdaruratan kebidanan yang mengharuskan seorang ibu untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap bila terjadi komplikasi saat kehamilan. yaitu keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan rujukan. yaitu keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan medis di tempat pelayanan kesehatan rujukan (UNFPA. keterlambatan kedua. akibat adanya kendala geografi dan sarana transportasi.Definisi Operasional keterlambatan pertama. 2003) . keterlambatan ketiga. yang terjadi setelah keputusan untuk merujuk diambil. persalinan maupun saat nifas dan kemudian diikuti dengan keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan.

Dilakukan tiga metode analisis. digunakan uji chi square Analisis multivariat bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan pada kejadian kematian ibu. bivariat. serta analisis multivariat. menggunakan uji chi square Mantel Hanzel . yaitu analisis univariat. Analisis univariat bertujuan untuk mendapatkan hasil gambaran distribusi frekuensi pada tiap variabel Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel independen dengan Variabel dependen.

dan multivariat • Populasi terjangkau disebutkan • dijelaskan kriteria inklusi dan ekslusi • Penghitungan besar sampel dilakukan berdasarkan teori dan menggunakan rumus Sugiarto (2000).• Penggunaan analisis hasil pada penelitian sudah baik. analisis univariat. yaitu. bivariat. karena menggunakan berbagai analisis. • Instrumen penelitian dirinci • Definisi operasional dikemukakan • Pengolahan data dan rencana analisis disebutkan • Program komputer yang dipakai tidak disebutkan .

3%.3% lebih kecil daripada proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 100% . Sedangkan proporsi kasus yang status pemeriksaan kehamilannya baik sebesar 73.Hasil Penelitian penyebab kematian maternal di Kabupaten Cilacap sebagian besar didominasi oleh penyebab komplikasi persalinan. Sedangkan proporsi kasus yang tidak mengalami keterlambatan pertama sebesar 23.7% proporsi kasus yang status pemeriksaan kehamilannya tidak baik sebesar 26. kemudian diikuti oleh penyebab komplikasi kehamilan kemudian diikuti komplikasi nifas dan penyakit yang memperburuk kondisi ibu proporsi kasus yang mengalami keterlambatan pertama (keterlambatan dalam pengambilan keputusan merujuk) sebesar 76.7% sama dengan proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 96.6% lebih besar dari proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 16. Sedangkan proporsi kasus yang tidak mengalami keterlambatan kedua sebesar 73.3%) proporsi kasus yang mengalami keterlambatan kedua sebesar 26.4% lebih kecil dari proporsi pada kelom.7% lebih besar daripada proporsi pada kelompok kenda.li yaitu sebesar 0%. Sedangkan proporsi kasus yang tidak mengalami keterlambatan ketiga sebesar 96.3% sama dengan proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 3.pok kendali (83.7%.7%.7% lebih banyak daripada proporsi pada kelompok kendali 6.3% lebih kecil dari proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 93.3% proporsi kasus yang mengalami keterlambatan ketiga sebesar 3.

nilai p > 0.pada kelompok kasus yang paling banyak ada.3%). ditemukan bahwa 5 orang melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan kurang dari 4 kali dan 3 orang tidak pernah memeriksakan kehamilannya proporsi kasus yang penolong pertama persalinannya bukan tenaga kesehatan sebesar 26.lah melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik yaitu 22 orang (73. Pada 8 orang kasus kematian ibu dengan status pemeriksaan kehamilan tidak baik. sedangkan proporsi kasus yang penolong pertama persalinannya oleh tenaga kesehatan 73. Sedangkan pada kelompok kendali (4 orang).3%.7%. akan tetapi variabel tersebut menjadi perancu pada hubungan antara keterlambatan kedua dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap . sedangkan pada kelompok kendali semua melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik yaitu 30 orang (100%).kan oleh dukun bayi keterlambatan pertama.7% lebih besar dari proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 13. dengan demikian dapat dijelaskan variabel status pemeriksaan kehamilan dan penolong pertama persalinan bukan merupakan variabel perancu pada hubungan antara keterlambatan pertama dengan kematian ibu di Kabupaten Cilacap. Penolong pertama persalinan bukan oleh tenaga kesehatan pada kelompok kasus sebagian besar dilakukan oleh dukun bayi yaitu sebanyak 5 kasus sedangkan sisanya yaitu 3 kasus melahirkan sendiri.05 sedangkan pada variabel keterlambatan kedua.3% lebih kecil dari proporsi pada kelompok kendali yaitu sebesar 86. penolong pertama persalinan bukan oleh tenaga kesehatan dilaku. nilai p < 0.05.

• Terdapat tabel karakteristik subyek penelitian • Disebutkan jumlah subyek yang diteliti dan semua hasil di tabel disebutkan dalam naskah • Tabel yang mencantumkan hubungan antara variabel bebas dan terikat dicantumkan .

038).hingga semakin mempengaruhi pasien dalam mengambil keputusan (WHO. dari hasil analisis diperoleh nilai OR sebesar 5. 1999) Perbedaan/ Persamaan dengan penelitian ini Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa keterlambatan waktu tempuh ke tempat rujukan berhubungan dengan kematian maternal (p=0.091. Hal ini menunjukkan bahwa ibu yang terlambat dalam mencapai tempat rujukan mempunyai risiko kematian ibu sebesar 5 kali bila dibandingkan ibu yang tidak terlambat .tasi dan kondisi jalan yang kurang baik se. Jarak menjadi faktor penghambat penting bagi pasien dalam mencapai rumah sakit terdekat terutama daerah pedesaan. ketersediaan dan efesiensi sarana transportasi dan juga dapat disebabkan oleh biaya. Pengaruh jarak akan lebih terasa apabila kurangnya transpor.Pembahasan Penelitian orang lain Keterlambatan pada waktu tempuh ke tempat rujukan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya disebabkan oleh jarak.

• menampilkan 2 pembahasan sebelumnya sehingga dapat dengan penelitian yang lain dari penelitian dikomparasikan • Hasil dan pembahasan telah sesuai dengan landasan teori yang diuraikan pada pendahuluan • Keterbatasan penelitian belum diuraikan • Simpulan utama penelitian disertakan • Disertakan saran setelah dilakukannya penelitian ini. .