You are on page 1of 3

Efek Samping Pemberian Oksigen

1. Keracunan O2
Dapat terjadi bila terapi O2 yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam waktu
relatif lama. Keadaan ini dapat merusak struktur jaringan paru seperti atelektasi dan
kerusakan surfaktan. Akibatnya proses difusi di paru akan terganggu.
2. Depresi Ventilasi
Pemberian O2 yang tidak dimonitor dengan konsentrasi dan aliran yang tepat pada klien
dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi.
3. Dapat menimbulkan kebakaran dan peledakan
O2 bukan zat pembakar tetapi O2 dapat memudahkan terjadinya kebakaran. Oleh
karena itu, klien dengan terapi pemberian O2 harus menghindari: Merokok,
menghindari penggunaan listrik tanpa ground.
4. Infeksi
5. Terjadi aspirasi bila muntah.
6. Penumpukan CO2 bila aliran O2 diberikan lebih rendah dari ketentuan masingmasing alat.
7. Barotrauma.

Daftar pustaka

Harahap, Ikhsanuddin Ahmad.2004.Terapi Oksigen dalam Asuhan Keperawatan.Digitized


by usu Digital Library.
Kusyati, Eni.2006.Keterampilan dan Prosedur Laboratorium Keperawatan
Dasar.Jakarta:EGC
Perry & Potter.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan
Praktik.Jakarta:EGC
http://salisaumifatih.blogspot.com/2009/04/metode-pemberian-oksigen.html

terapi oksigen juga memiliki beberapa efek samping dan komplikasi. Seperti
yang dapat dikutip dari nhlbi.nih.gov, ada beberapa masalah yang bisa terjadi
berikut ini:
1.

Hidung yang kering dan berdarah

2.

Iritasi kulit karena penggunaan masker oksigen

3.

Kegelisan dan kelelahan

4.

Sakit kepala di pagi hari

Terapi oksigen transtracheal bisa menimbulkan masalah dengan selang yang


rusak atau meleset. Ancaman terjadinya infeksi juga lebih besar pada terapi
oksigen jenis ini. Selain itu, bola-bola lendir dapat berkembang dalam batang
tenggorokan anda. Bola lendir ini dapat terbentuk karena oksigen
mengeringkan saluran pernafasan anda. Bola lendir dapat menyebabkan
batuk dan batang tenggorokan atau selang yang tersumbat.
http://www.vemale.com/topik/asma/27705-resiko-dan-efek-samping-dari-terapioksigen.html

Bahaya kebakaran

Pemberian oksigen pada klien dengan retensi karbondioksida bila tidak dimonitor,
baik konsentrasi maupun alirannya, dapat mengakibatkan penekanan pada pusat

pernapasan.
Keracunan oksigen terjadi apabila terapi oksigen diberikan dengan konsentrasi
yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut kemudian dapat menyebabkan

kerusakan struktur jaringan paru seperti: atelektasis, kerusakan surfaktans.


Henti nafas, dapat terjadi bila oksigen diberikan pada penderita hipohsia berat,
dimana pusat pernapasan tidak lagi peka terhadap karbondioksida dan hanya peka

terhadap PaO2 arteri yang rendah. Peningkatan PaO2akan menghilangkan rangsangan ini.
Infeksi paru, terjadi akibat alat-alat yang digunakan telah terkontaminasi.

Gunakan lah alat yang steril untuk resiko ini.


Pengeringan mukosa saluran napas, terjadi bila O2 yang diberikan tidak
dihumidifikasi. Oksigen yang diperoleh dari sumber O2 merupakan udara kering yang
belum mengalami humidifikasi.

Bahaya-bahaya dalam inhalasi oksigen ini harus diketahui oleh rekan-rekan perawat agar
terhidan radi bahaya tersebut dalam inhalasi oksigen. Berhati-hati lah dalam dalam
inhalasi oksigen kepada pasien
Daftar Pustaka
Asmadi. 2009. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar
Klien. Jakarta: Salemba Medika.
Goodner, B., dan P.L. Swearingen. 2001. Seri Pedoman Praktis Panduan Tindakan
Keperawatan Klinis Praktis. Jakarta: EGC.

http://keperawatan.org/prosedur-keperawatan/pemenuhan-kebutuhan-oksigendan-keseimbangan-asam-basa/55-bahaya-pemberian-oksigen-pada-pasien