You are on page 1of 8

-

Management auditor mendapatkan suatu pengertian yang lebih baik tentang


independensi, standar pemeriksaan dan tujuan pemeriksaan dan mendorong

mereka menjadi lebih profesional.


Penilaian external auditor terhadap efektivitas fungsi external audit akan
sangat membantu management auditor.

Sedangkan Nilai tambah untuk external auditor adalah :


-

External auditor mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang operasi


klien dalam area khusus di dalam organisasi melalui pengalaman management

auditor dalam area tersebut.


Hubungan dengan klien dapat diperbaiki karena adanya, suatu perasaan
keterlibatan (a feeling of involvement) melalui kerja sama dari usaha

kordinasi.
External auditor dapat lebih memperhatikan area yang lebih penting untuk

merotasi penekanan audit.


External audit mendapatkan latihan yang bemianfaat dari kordinasi dan
mengelola suatu kelompok audit yang termasuk management auditor.

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu :


1. Kalau kita membedakan management auditor dengan external auditor,
sebenamya kita membedakan apakah itu perbedaan pemeriksaan management
dengan

pemeriksaan

external

(external

auditing/financial/independent

auditing/attest auditing). Secara ringkas perbedaanya adalah sebagai berikut :


Pemeriksaan management
Pemeriksaan Ekternal
a. Pemeriksaan dilakukan oleh Pemeriksaan dilakukari oleh pe laksana
pegawai perusahaan
b. Fungsi utama adalah untuk

profesional

yang

bekerja

sebagai

kontraktor pekerjaan secara independen.


Fungsi utama untuk memenuhi kebutuhan

membantu memenuhi

pihak ketiga akan data

kebutuhan pimpinan

dapat diandalkan.

finansial yang

perusahaan.
c. Penelitian terhadap operasi
dan pengendalian interen

Penelitian

terhadap

operasi

dan

pengendalian intern dilakukan terutama

dilakukan terutama untuk

untuk

menentukan

ruang

lingkup

melakukan perbaikan dan

pemeriksaan dan keandalan data keuangan.

untuk mendorong ketaatan


pada kebijakan dan
prosedur yang telah
ditetapkan tidak terbatas
pada masalah keuangan.
d. Pekerjaan pemeriksaan di

Pekerjaan pemeriksaan dibagi terutama

bagi terutama sesuai dengan dalam hubunganrrya dengan berbagai pos


berbagai fungsi operasional

dalam neraca dan perhitungan Rugi Laba.

dan garis tanggung jawab


pengelolaan.
e. Pemeriksaan langsung

Pemeriksaan hanya kadangkadang saja

berkepentingan untuk

berkepentingan untuk menemukan dan

menemukan dan mencegah

mencegah kecurangan, kecuali apabila

kecurangan.

laporan keuangan dapat dipengaruhi secara

f. Pemeriksaan haruslah

nyata oleh kecurangan tersebut.


Pemeriksaan haruslah independen dari

indenpenden dari

pimpinan

perusahaan

baik

dalam

bendaharawan kontroler

kedudukan maupun dalam sikap mental.

tetapi haruslah siap untuk


menanggapi kebutuhan dan
keinginan semua unsur
pimpinan.
g. Penelitian terhadap

Pemeriksaan terhadap data pendukung bagi

berbagai aktivitas

laporan keuangan adalah berkala, biasanya

perusahaan adalah terus

sekali setahun.

menerus
2.

Kordinasi dan kerja sama antara management dan external auditor adalah
penting. Reduksi biaya bukan satu-satunya alasan. Yang lebih penting adalah
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari Jproses audit secara keseluruhan.

Hal ini memerlukan perencanaan dan suatu kontruksi jembatan yang baik
antara management dan external auditor.
Kordinasi yang memuaskan memerlukan- pengertian bersama dari setiap
peran dan tujuan. la membutuhkan penghargaan dari setiap profesionalisme yang
lain. Ia memerlukan tingkah laku profesional dan kompetensi, dan yang paling
penting, ia memerlukan saling kepercayaan (mutual trust).
3.3. Hubungan Kerja Sama Antara Management Auditor dan Auditee
Auditor keuangan (Financial auditor) terutama berurusan dengan angkaangka. Auditor interen yang berorientasi manajemen (Management-Oriented
Internal Auditor) terutama berurusan dengaii orangorang. Untuk mendapatkan
informasi yang mereka butuhkan dan untuk meyakinkan tindakan korektif
terhadap temuan audit mereka. management auditor harus mengembangkan dan
memelihara hubungan yang baik dengan auditee, sekarang ini management
auditor dapat menemukan mereka sendiri dibebani tujuan yang bertentangan yang
muncul dalam pertentangan yang lengkap. Masalahnya adalah sesuatu yang rumit
sebagai berikut :
-

Di satu pihak, mengamankan perusahaan dari auditee ; di lain pihak,


berjaga

jaga

terhadap

kemungkinan

adanya

kecurangan

dan

mengungkapkannya apabila ia menjadi terbukti.


Di satu pihak, mendapatkan kepercayaan dari seorang manajer operasi ; di
lain pihak, mencatat temuan yang menyimpang dalam laporan yang

disampaikan kepada atasan manajer tersebut.


Di satu pihak, masuk kedalam daftar gaji CEO (Chief, Executive Officer),
di lain pihak melaporkan kepada Dewan Direksi mengenai kelalaian
(derelictions) dalam suatu perusahaan yang CEO mempunyai tanggung
jawab penuh.
Menghadapi tujuan yang bertentangan ini -dapat menyulitkan. Mereka

harus dipenuhi management auditor dalam melaksanakan tanggung jawab yang


ditugaskan kepada mereka. Bagian ini akan membahas masalah dan
mengekplorasi jawaban, terutama befiubungan dengan :
-

Bagaimana auditee menghargai auditor.

Sebab-sebab penghargaan yang rendah (low esteem).


Pentingnya mengembankan dan memelihara hubungan yang baik antara

auditor/auditee.
Akibat adanya hubungan baik atau jelek.
Beberapa, usulan untuk memperbaiki hubungan.
Pemeriksaan yang partisipatif (Participative auditing).
Dilema khusus untuk management auditor.

Bagaimana auditee Menghadapi Auditor


Untuk masa yang lalu, auditor dikenal secara umum bahyva kedatangan
mereka tidak membawa kesukaan dan peninggalan mereka tidak membawa air
mata. Sampai dengan tahun 1965, sesuatu studi riset yang dipublikasi memberikan
kekhususan kepada pengertian umum in. NC. Churchil dan W.W. Cooper dalam
Accounting Review, Vol XI No. 4 (Oktober 1965), halaman 267-281 dengan judul
A Field Study of Internal auditing melaporkan suatu studi pilot dari tujuh
perusahaan di Area Pittsburgh. Pertanyaan yang ditanyakan antara lain adalah :
-

Bagaimana sikap anda terhadap management auditor ?


Peranan apa yang mereka mainkan menurut perasaan/pendapatan anda ?

Ringkasan temuannya adalah sebagai berikut :


Keterangan
Negatif
Netral
Positif
Pengacara

Sikap Terhadap Auditor.


Jumlah Orang
11
20
10
1.
42

% Dari Total
26
48
24
2.
100

Peranan
3
15
6
2.
26
Tabel 1: studi sikap terhadap auditor.
Guru
Polisi
Pengacara
Campuran

11
58
23
8.
100

Tanggapan dari tabel 1 di atas menunjukkan bahwa hanya 24% dari


responden mempunyai sikap yang positif terhadap auditor. Sehubungan dengan
peranan, pertanyaan tentang pengacara tidak terlalu jelas. Ia meragukan,
berdasarkan tanggapan terhadap pertanyaan sikap, bahwa responden mempunyai
suatu sikap mempertahankan dalam pikiran mereka, dan pandangan ini, paling
sedikitnya 81% (58% + 23%) responden melihat internal auditor dari sudut tidak
menguntungkan.
Suatu survei yang dilakukan Mautz dan kawan-kawan, mengungkapkan
bahwa penghargaan manajemen senior dan anggota penitia audit yang diberikan
kepada management auditor merefleksi kebutuhan mereka atas jasa yang
diberikan kepada management audit (Tabel 2 & Tabel 3).

Tabel 2: Pandangan manajemen senior terhadap tujuan management audit.


Keterangan
Suatu proteksi untuk manajemen
Suatu aktivitas penting untuk keberhasilan usaha
Suatu sumber untuk membantu panitia audit
Suatu alat investigasi untuk panitia audit
perusahaan
Suatu alat investigasi untuk manajemen senior
Lebih superior terhadap departemen lain dari

Pertimbangan Pentingnya
(%)
92
75
87
62
84
55

aktivitas dalam perusahaan


130

Tabel 3 :

Pandangan anggota panitia audit tentang kepentingan relatif dari


aktivitas bagian management audit.
Pertimbangan Pentingnya
(%)

Keterangan
Deteksi

dan

koreksi

kesalahan

yang

tidak

disengaja
Pencegahan atau reduksi kecurangan
Perbaikan pengendalian intern
Bantuan kepala kantor akuntan publik untuk

66
94
98

melaksanakan audit
Suatu alat investigasi

82
untuk

panitia

audit

perusahaan
Suatu alat investigasi untuk manajemen senior
Superior terhadap bagian lain dari aktivitas dalam

71
96

perusahaan

72

Sudah jelas, manajemen senior dan panitia audit mempunyai penghargaan


yang lebih tinggi untuk mereka yang membantunya daripada orang yang tidak
tergantung pada pemeriksaan manajemen. Sekarang ini auditee membantu
management audit melaksanakan audit komprehensif. Sebab itu, agar dapat
memperbaiki mereka dari sikap auditee, management auditor perlu mengetahui
alasan mengapa banyak orang memandang mereka dengan penghargaan yang
rendah.
Perbaikan sulit dilakukan tanpa terlebih dahulu mengetahui secara
menyeluruh sumber penyebabnya. Penyebab itu ditemukan dalam status
organisasi dari management auditor, cara mereka memandang fungsi mereka
sendiri, dan bagaimana mereka mempraktekkan profesi mereka.

Auditee mungkin mempunyai perpepsi yang berbeda terhadap peran


auditor dan tujuan audit. Hal ini mempengaruhi reaksinya terhadap wawancara
audit, walaupun auditor belum mengalami taktik-taktik auditee yang akan
dibicarakan berikut ini, ia harus menyadarinya, mengenalnya dan bertindak
dengan tepat apabila taktik-taktik tersebut dilakukan auditee. A.J. Sayle dalam
bukunya Management audit The Assessment of Quality Management System,
telah mengidentifisir tiga belas tipe taktik auditee sebagai berikut :
1. Pembuang waktu (Timewasters) yaitu waktu audit dibatasi. Semakin lama
seorang auditee membuang waktu, semakin - sedikit waktu untuk pekerjaan
audit.
a. The Waffler, yaitu auditee berbicara banyak dan tidak menjawab
pertanyaan.
b. The dog and pony show, yaitu presentasi rumit yang memakan waktu
dan diskusi digunakan untuk mempengaruhi auditor. Masalah-masalah
penting terendam oleh hal-hal detail yang tidak signifikan. Auditor harus
secara sopan menyeduhinya untuk kembali ke acara kerja.
c. Long Lunch Break, idenya adalah untuk membentuk hubungan kerja
yang baik (good working relationship). Auditee mengatakan Sayamengetahui suatu tempat yang enak untuk makan siang. Apakah anda
ingin ikut ?Ternyata tempat makan tersebut sangat jauh dari tempat kerja
audit. Setelah selesai makan siang, auditor kembali dan tidak dapat bekerja
lagi.
d. Ketibaan yang terlambat atau disengaja terlambat ke kantor (late arrival).
Taktik ini menghabiskan waktu audit yang terbatas. Ia bertujuan untuk
mencegah pengujian yang rinci dari pekerjaan auditor.
e. Berkeliling jauh (The long way round) dalam sistem atau pabrik, untuk
mengkonsumsi waktu auditor.
f. Dokumen yang dilupakan (The forgotten document). Hal ini membawa
acara kerja menjadi terhenti dan dapat mematahkan garis-garis pertanyaan
auditor.
g. Interupsi (Interruptions), hal ini membuat wawancara menjadi sulit,
bahkan tidak mungkin dilakukan.

h. The Clean room, misalnya berusaha agar auditor membenci hygiene


yang kompleks dan peraturan keamanan, yang pihak organisasi lain tidak
perlu mematuhinya (suatu mekanisme penundaan).
i. Kurang persiapan (lack of preparedness). Kalau orangnya tidak diingati
terlebih dahulu oleh manajemen, mereka mungkin tidak bersedia untuk
berdiskusi dengan auditor.
2. The Cooks Tour yaitu auditee berusaha untuk menentukan area yang
diinvestigasi oleh auditor.
3. Provokasi (Provocation), yaitu auditee berusaha menggusarkan auditor dalam
argumentasi pribadi.
4. Fixed Ballot/Loaded Dice, yaitu auditee berusaha untuk memilih sample
auditor.
5. Kasus khusus (Special case), yaitu suatu alasan untuk menjelaskan ketiadaan
pengendalian intern.
6. Trial of Strength, yaitu auditee berusaha untuk mengungkapkan kekurangan
pengetahuan dan keahlian auditor.
7. Ketidaktulusan hati (Insincerity), yaitu auditee berusaha merayu auditor
dengan kebanggaan/kekaguman yang palsu, sehingga antara mereka terjadi
keakraban yang berkelebihan (overfamiliar) dan hilangnya independensi
auditor.
8. Poor Me, yaitu auditee menceritakan cerita yang sengsara (tales of woe)
untuk membuat auditor mengasihinya, sehingga mengabaikan temuan yang
kritikal.
9. Orang yang sangat diperlukan (indispensible person), yaitu akses ke informasi
tertentu tidak tersedia, karena individu kunci atau penting ini absen (sakit,
berlibur).
10. Amnesia, yaitu auditee secara terus menerus lupa memberikan data.
11. Hambatan bahasa (language barriers). Di luar negeri, auditee dapat berpurapura tidak mengerti bahasa auditor.