BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dewasa ini, guru dituntut menjadi guru yang profesioanl guna meningkatkan mutu pendidikan di Negara kita tercinta. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin seorang guru harus mamapu membuat inovasi, terobosan, kontribusi bagi dunia pendidikan bahkan menjadi contoh bagi guru yang lain dalam mendapatkan metode yang tepat setiap kali mengajarkan materi. Seorang guru hendaknya menunjukkan/memberikan kepada murid cara yang paling mudah untuk dimengerti oleh murid tersebut, bukan terkadang malah memberikan uraian yang berbelit-belit (gobbledygook). Dalam kehidupan disekitar kita bawnyak siswa-siswa yang kurang mamapu dalam penguasaan pelajaran bahasa Inggris: mungkin, karena bahasa Inggris itu sendiri sulit dipahami dan kerena memng bahasa Inggris bukanlah bahasa yang lazim diucapakan dalam kehidupan sehari-hari kita, atau karena alasan yang lain. Salah satu metode yang dapat digunakan agar siswa tertarik dan tidak jenuh dalam pelajaran grammar yaitu melalui media cerita bergambar .oleh karena itu penulis merasa perlu melakukan observasi lebih lanjut tentang metode pengajaran grammar menggunakan media bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa khususnya pada siswa SLTP 1.2 Masalah Sebagaimana yang telah saya kemukakan diatas, terdapat banyak kesulitan yang dialami siswa dalam memahami penggunaan article a, an dan the. Maka muncul permasalahan, 1. Apa itu grammar? 2. Apakah sisiwa sltp kelas VII mampu membedakan dan mengaplikasikan penggunaan article a, an dan the dengan menggunakan gambar (picture)?

1.3 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis agar para siswa dapat lebih mudah memahami penggunaan article a, an dan the

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Apakah itu grammar? Grammar atau tata bahasa inggris merupakan aturan atau pedoman bagaimana seseorang harus berbahasa inggris yang baik dan benar. Artinya, apabila kita memang sungguh menginginkan mampu menguasai Bahasa Inggris yang sempurna, maka keempat kecakapan / keterampilan dan aspek dasar Bahasa Inggris harus mampu kita kuasai. Sebagai dasar untuk menguasai dan mempraktekkan aspek dasar tersebut maka pertama-tama kita harus menguasai Tata Bahasanya (Grammar) dengan lancar. Article dibagi menjadi dua bagian yaitu “the indefinite article dan the definite article A. The Indefinite areticle (kata sandang tak tentu) • • The definite article terdiri dari a dan an, yang bertarti sebuah, A dan an khusus hanya digunakan dengan countable noun (kata seorang, sebutir, seekor, sepotong, sebatang. benda yang dapat dihitung) dalam bentuk singular (tunggal). Misalnya boy, girl, book, pen ox, ant. • • • A dan an tidak dapat digunakan uncountable noun (kata benda Bentuk a digunakan sebelum kata benda yang diawali dengan Bentuk an digunakan sebelum kata benda yang diawali dengan yang tidak dapat dihitung). Misalnya : water, milk, coffee, sugar, money. bunyi huruf mati (consonant). Misalnya : a man, a university, a uniform. bunyi huruf hidup (a, i, u, e, o) dan contohnya : an idea, an apple, hour, an honourable man, an explanation, an exercice, an ox, an umbrella. • Bentuk a dan an digunakan sama untuk semua jenis kelamin (geder) misalnya : a woman, a man, an a actor, an a actries.

B. The Definite Article (Kata Sandang tertentu) • • • • • The Definite article adalah the yang berarti itu, ini. Kata sandang Menunjuk kata benda yang telah disebut sebelumnya. Misalnya : “I Menyebut benda yang hanya ada satu misalnya : “the earth, the moon, Didepan superlative dari abjektif dan adverb. Misalnya : The dibaca dhe apabila kata bendanya diawali bunyi huruf mati dan tertentu the dipakai untuk : have a new book. The book is very interesting”. the world, the only daughter”

dibaca dhi apabila kata bendanya diawali bunyi huruf hidup. 2.2 Apakah sisiwa SLTP kelas VII article mampu a, an membedakan dan the dan

mengaplikasikan

penggunaan

dengan

menggunakan gambar (picture)? Banyak sekali cara yang bias digunakan untuk memudahkan anak didik agar bias memahami penggunaan article a, an, dan the Langkah-langkah pengajaran artile a, an dan the 1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 2 orang setiap kelompok. 2. Guru memberikan gambaran umum mengenai materi yang akan diajarkan sebelum menggunakan media pengajaran. 3. Guru membagikan media pengajaran berupa gambar kepada masingmasing kelompok siswa. 4. Guru memberikan waktu beberapa menit kepada siwa untuk menganalisa dan memahami gambar dan teks certa yang terdapat pada meida. 5. selama proses belajar berlangsung, guru menyiapkan beberapa pertanyaan untuk siswa sebagai bentuk evaluasi kepada siswa. 6. Guru melakukan evaluasi dengan cara membagikan soal kepada setiap kelompok. 7. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan sesuai dengan pemahaman yang mereka daptkan dan guru menanggapi jawaban

yang telah diberikan oleh siswa dan memeberikan apresiasi terhadap jawaban yang paling sempurna sehingga dapat menjadi motivasi bagi siswa yang belum memahami materi yang diberikan. 8. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum memahami materi pelajaran berdasarkan media yang diberikan. 9. Akhirnya setelah proses Tanya jawab berlangsung, guru memberikan penjelasan secara keseluruhan tentang materi pelajran berdasarkan media cerita bergambar dengan singkat, jelas dan padat agar siswa benar-benar memahami materi yang diajarkan. 2.3 Manfaat belajar article a, an dan the dengan menggunakan media gambar Dengan metode ini diharpkan agar para siswa : o lebih mudah memahami perbedaan penggunaan article a, an dan the. o Siswa dapat mempraktekan langusng penggunaan article a, an dan the dari benda-benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. 2.4. Kekurangan dan kelemahan belajar article a, an dan the dengan media gambar. o o Hanya menampilkan presepsi indera mata, ukurnnya terbatas hanya Biasanya gambar dipersentasikan secara personal dan subyektif. dapat dilihat oleh sekelompok siswa. Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran. Exercise 1. ………..is round (ball) 2. That is ……(office) 3. She is …….(only daughter) in her family. 4. I drove …….. (car) 5. I live in a house. ………(house) is quite old and has four bedrooms.

Setelah menjawab pertanyaan yang diberikan, guru dapat menilai seberapa baik tingkat pemahaman siswa dengan menggunakan rumus : Jumlah soal benar Rumus = Jumlah soal Keterangan : - 90% - 100% - 80% - 89% - 70% - 79% - <69% = sangat baik = baik = cukup = kurang x 100%

BAB II PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari pembahasan yang telah Dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pada metode pengajaran grammar yang menggunakan media gambar pada siswa kelas VII smp, dapat mewujudkan suasana proses belajar mengajar yang menyenangkan dan efektif serta efesien apabila guru sebagai media perantara (fasilitator) tepat dalam memilih metode pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi objek belajar maupun sarana belajar yang tersedia. 3.2 Saran Saran untuk mewujudkan suasan proses belajar mengajar yang lebih efektif, hendaknya seorang guru menggunakan metode pengajaran yang bervariasi dan dapat lebih kreatif serta mampu berkreasi dalam memilih bahan pengajaran melalui media pengajaran sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Guru hendaknya benar-benar memperhatikan kondisi siswa yang diasuhnya, dalam artian bukan hanya mengajarkan materi yang dituntut oleh suatu kurikulum, “tetapi harus memahami hal yang paling essensial yang terlebih dahulu murid perlukan”. Sebagai contoh seroang guru memaksakan suatu pelajaran yang terlalu sulit, padahal kenyataanya murid tersebut belum menguasai dasar-dasarnya.

Give the easiest and the simplest way in teaching, It will be everlasting memories

THE PAPER OF SEMINAR ON LANGUAGE TEACHING Pengajaran Article A, An dan The Pada Siswa Kelas VII SMP Dengan Menggunakan Media Gambar

COMPILED BY NAMA : 1. 2. 3. 4. 5.

INSTITUTE OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION TEACHER ASSOCIATION OF REPUBLIC INDONESIA LUBUKLINGGAU 2010

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful