SNI 01-2712.

2-2006

Ikan tuna dalam kaleng - Bagian 2:
Persyaratan bahan baku

ICS 67.120.30

Badan Standardisasi Nasional

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan”

Standar Nasional Indonesia

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” .

........................................ 2 Bibliografi ......................... Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” Daftar isi ...................................................................................................................................................................................................................................................................................... 1 3 Jenis bahan baku............................................................................................................................ 1 7 Penyimpanan bahan baku ................................................................................ 1 6 Mutu bahan baku .............................................................................................................................................. ii 1 Ruang lingkup ...................................................................................... 3 i “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional...................................................i Prakata ................................. 1 4 Bentuk bahan baku .................................................................................................................................................................................... 1 5 Asal bahan baku ................................................ 1 2 Istilah dan definisi ..............................2-2006 Daftar isi..................SNI 01-2712............................

21/MEN/2004 tentang Sistem Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan untuk Pasar Uni Eropa. Berkaitan dengan penyusunan Standar Nasional Indonesia ini. Dihadiri oleh wakil-wakil produsen. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. KEP. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” Prakata . Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. maka perlu disusun suatu Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dapat memenuhi jaminan tersebut. KEP. KEP. 01/MEN/2002 tentang Sistem Manajemen Mutu Terpadu Hasil Perikanan. ii “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. maka aturan-aturan yang dijadikan dasar atau pedoman adalah: 1 2 3 4 5 Peraturan Pemerintah No. No.03725/B/SK/VII/89 tanggal 10 Juli 1989 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan dan No. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. konsumen.2-2006 Dalam rangka memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan komoditas ikan tuna dalam kaleng yang akan dipasarkan di dalam dan luar negeri. asosiasi.SNI 01-2712. Standar ini merupakan revisi dari SNI 01-2712-1992 yang disusun oleh Panitia Teknis 65-05 Produk Perikanan dan telah dirumuskan melalui rapat-rapat teknis dan rapat konsensus pada tanggal 5 Oktober 2004 di Jakarta. 06/MEN/2002 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemeriksaan Mutu Hasil Perikanan yang Masuk ke Wilayah Republik Indonesia.03726/B/SK/VII/89 tanggal 10 Juli 1989 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Makanan. No. perguruan tinggi serta instansi terkait sebagai upaya untuk meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pangan. No. lembaga penelitian. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (POM) No.

.Kenampakan : mata cerah.2 Secara organoleptik bahan baku mempunyai karakteristik kesegaran seperti berikut: . bebas dari tanda dekomposisi dan pemalsuan. cemerlang. bebas dari sifat-sifat alamiah lain yang dapat menurunkan mutu serta tidak membahayakan kesehatan. 2 Istilah dan definisi 2. . asal bahan baku. .1 Bahan baku bersih.Tekstur : elastis.Thunnus orientalis. . padat dan kompak.SNI 01-2712.Bau : segar. bebas dari setiap bau yang menandakan pembusukan.Thunnus alalunga. 6 Mutu bahan baku 6. .Thunnus albacares. mutu bahan baku dan penyimpanan bahan baku untuk ikan tuna dalam kaleng. 6.Euthynnus alettaratus.Thunnus atlanticus. bentuk bahan baku. . 5 Asal bahan baku Bahan baku berasal dari perairan yang tidak tercemar. 4 Bentuk bahan baku Bentuk bahan baku berupa ikan tuna segar atau beku yang sudah disiangi. .Euthynnus lincatus.2-2006 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan jenis bahan baku.Thunnus maccoyii. . Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” Ikan tuna dalam kaleng−Bagian 2: Persyaratan bahan baku . . 1 dari 3 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.1 bahan baku ikan tuna dalam kaleng ikan tuna segar atau beku 3 Jenis bahan baku Bahan baku yang digunakan adalah: . .Thunnus tongoll.Euthynnus affinis.Thunnus obesus. .

secara saniter dan higienis.2-2006 Penyimpanan bahan baku - Bahan baku segar disimpan dengan wadah yang baik dengan menggunakan es dengan suhu pusat maksimal 4.4°C.SNI 01-2712. - 2 dari 3 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional. secara saniter dan higienis. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” 7 . disimpan dalam ruang penyimpan (cold storage) dengan suhu maksimal –20°C. Bahan baku yang menunggu proses labih lanjut.

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.2-2006 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001. Copy standar ini dibuat untuk penayangan di website dan tidak untuk dikomersialkan” Bibliografi . 3 dari 3 “Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional.SNI 01-2712.