1.4.5.

3
METABOLISME PROTEIN
BLOK 1.4
ETI YERIZEL
BAGIN BIOKIMIA FK UNAND

Metabolisme asam amino
Asam amino yang dibentuk di usus akan diabsorbsi dan dibawa
oleh peredaran darah ke dalam sel – sel tubuh.
Metabolisme asam amino di dalam sel :
Katabolisme :
katabolisme nitrogen asam amino menjadi urea
katabolisme kerangka karbon asam amino menjadi senyawa
intermediet amfibolik.
Anabolisme → sintesis protein
Ada 20 macam asam amino dasar : 10 macam adalah asam amino
esensial.
pembentukan produk khusus

• Metabolisme asam amino bersifat lebih komplek
dibanding metabolisme karbohidrat & lipid,
karena tidak hanya nasib atom C saja yang harus
diperhatikan, tetapi juga nasib nitrogen (N).
• Bila asam amino sudah tdk diperlukan untuk
sintesis protein, maka N diubah menjadi urea di
hepar, sedangkan atom C dioksidasi menjadi CO 2
& H2O oleh sejumlah jaringan.

.PENYINGKIRAN NITROGEN • Reaksi transaminasi: Proses utama untuk mengeluarkan N dari asam amino. • Reaksi deaminasi oksidatif: Proses yang melibatkan enzim glutamat dehidrogenase. • Siklus urea: Pembentukan urea terutama di hepar.

REAKSI TRANSAMINASI • Adalah pemindahan N dari suatu asam amino ke aketoglutarat. kecuali lisin dan treonin. • Enzim reaksi ini ialah transaminase (aminotransferase) yg ada di sitoplasma. . • Akibatnya a-ketoglutarat menjadi glutamat (butuh kofaktor piridoksal fosfat {PLP}). • Reaksi transaminasi bersifat reversibel. • Semua asam amino dapat mengalami reaksi transaminasi. sedangkan asam amino asal berubah menjadi asam a-keto.

REAKSI TRANSAMINASI .

Pada keadaan asam amino dari makanan berlebihan. asam amino ini digunakan untuk sintesis protein. sintesis lemak dan sintesis glikogen. Rangka karbon digunakan untuk sintesis senyawa intermediet amfibolik (misalnya anggota siklus asam sitrat yang digunakan untuk membetuk ATP). Pada katabolisme asam amino ini nitrogen dirubah menjadi urea dan dieksresikan pada urine. untuk sintesis produk khusus seperti serotonin dan lain – lain dan sisanya akan dikatabolisme. .

Pada keadaan kelaparan. . Nitrogen dirubah menjadi urea. katabolisme asam amino meningkat. rangka karbon digunakan untuk sintesis senyawa intermediet amfibolik untuk pembentukan energi dan sintesis glukosa.

selalu ada sintesis dan degradasi. Dengan mengukur jumlah nitrogen yang masuk dan keluar kita dapat memperkirakan kondisi metabolisme protein tubuh. Hal ini berarti sintesis protein lebih . Nitrogen masuk tubuh lewat makanan dan keluar tubuh lewat urin.KESEIMBANGAN NITROGEN Protein dalam tubuh bersifat dinamis. Keseimbangan nitrogen tubuh dikatakan positif bila nitrogen yang masuk tubuh lebih banyak dari nitrogen yang keluar dari tubuh. oleh karena nitrogen terutama terdapat pada protein. keringat dan feces.

• Keseimbangan nitrogen yang negatif berarti katabolisme protein lebih banyak dari sintesisnya. . Keseimbangan nitrogen yang negatif ini terjadi misalnya pada waktu kelaparan dan sakit.• banyak dari katabolismenya. Keseimbangan nitrogen yang positif ini terjadi misalnya pada masa penyembuhan. masa pertumbuhan dan masa hamil.

• Keseimbangan nitrogen yang negatif berarti katabolisme protein lebih banyak dari sintesisnya. . • Keseimbangan nitrogen yang setimbang terdapat pada orang dewasa normal dan sehat. Keseimbangan nitrogen yang negatif ini terjadi misalnya pada waktu kelaparan dan sakit.

Untuk sintesis protein diperlukan 20 jenis asam amino. yaitu asam amino esensial (harus didapat dari makanan oleh karena tidak dapat disintesis oleh tubuh) dan asam amino nonesensial (dapat disintesis oleh tubuh dari senyawa lain).Biosintesis asam amino • Terdapat 2 macam asam amino. .

BIOSINTESIS Mekanisme utama : Terjadi pada kebanyakan jaringan : • Glutamat sintetase akan mengubah amonia menjadi glutamin yang nontoksik. ginjal dan usus . • Glutamat + HN4+ → Glutamin + H2O + ADP + Pi Glutamin sintetase • Glutamat didapat dari α-ketoglutarat (TCA Cycle) melalui reaksi transaminasi dengan asam amino lain. Glutamin diangkut dalam darah ke hati.

(2) Deaminasi oksidatif glutamat.Biosintesis ureum • • • • • Biosintesis ureum dibagi dalam 4 tahap : (1) Transaminasi. • Ammonia dengan jumlah renik sekalipun akan bersifat toksik bagi system saraf pusat. (4) Reaksi pada siklus ureum. . Jadi tidak diangkut dalam bentuk bebas dari jaringan ekstrahepatik. (3) Pengangkutan / transport amonia.

Dalam Hati Glutamin dihidrolisis untuk melepaskan amonia yang akan masuk siklus urea Glutamin + H2O → Glutamat + NH4+ Glutaminase Dalam ginjal Glutaminase membebaskan amonia untuk dieksresikan dengan kelebihan asam dari darah. .

Piruvat dapat mengalami transaminasi membentuk alanin (piruvat + glutamat → alanin + α. • Siklus glukosa – alanin : • Glikolisis pada otot menghasilkan piruvat.Mekanisme pada otot • 30% dari amino nitrogen yang dibentuk dari katabolisme protein dikirim ke hati sebagai alanin (sebagaimana juga glutamin).ketoglutarat dan NH 4+ yang berasal dari katabolisme asam – asam amino.ketoglutarat). . dengan katalisis glutamat dehidrogenase. • Glutamat yang digunakan pada reaksi transaminasi tersebut dibentuk dari α.

ketoglutarat + alanin → glutamat + piruvat. Amonia akan diubah menjadi urea melalui siklus urea. • Glutamat yang terbentuk kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ammonia dan α. .• Kemudian alanin akan diangkut ke hati.ketoglutarat. Di hati terjadi reaksi yang sebaliknya. • α.

• Nitrogen memasuki daur urea yang terdapat hepar sebagai NH4+ & aspartat.sel . • Dalam mitokondria terjadi. .NH4+ + CO2 ---> karbamoil fosfat • Dalam sitosol terjadi: Aspartat + sitrulin ---> arginosuksinat dalam sel.Daur Urea • Produk ekskretorik N utama adalah urea yang dikeluarkan melalui urin.

DAUR UREA .

.

• Pada kelaparan sumber utama glukoneogenesis di hati adalah asam – asam amino hasil pemecahan protein otot. kemudian glukosa diangkut dalam darah kembali ke otot. Piruvat dari otot ini akan diangkut ke hati sebagai alanin. .• Piruvat yang terbentuk kemudian dapat diubah menjadi glukosa melalui glukoneogenesis di hati. • Banyak asam amino dalam otot yang katabolismenya menghasilkan piruvat.

Penyingkiran N dari Jar. Otot Melalui .

khususnya protein otot. • Kerangka karbon kemudian diuraikan menjadi intermediet amfibolik.Katabolisme protein dan nitrogen asam amino • Setiap hari. . manusia dewasa menukar atau menggantikan 1 – 2 % dari total protein tubuh. Nitrogen pada 20 – 25 % dari asam amino sisanya membentuk ureum. • Dari asam amino yang dibebaskan. 75 – 80 % digunakan kembali untuk sintesis protein yang baru.

PENYINGKIRAN ATOM KARBON Nasib atom C daripada asam amino tergantung pada keadaan: 1. dan CO2 2. Kenyang hepar dapat mengubah zat antara dalam metabolisme asam amino menjadi glikogen dan triasilgliserol. Puasa rangka C di hepar akan membentuk glukosa. badan keton. .

rantai C dari asam amino yg berlebih dapat mengalami .diubah menjadi glukosa & zat-zat keton .diubah menjadi glukosa (glukogenik) .diubah menjadi zat-zat keton (ketogenik) .dioksidasi menjadi CO2 & H2O . • Setelah N disingkirkan.• Hepar adalah satu-satunya jaringan yang memiliki semua jalur untuk membentuk & menguraikan asam amino.

Asam amino yg rangka C-nya diubah menjadi badan keton atau prekursornya (asetoasetat & asetil KoA). Asam amino yg rangka C-nya diubah menjadi piruvat & zat antara daur Krebs agar dapat menghasilkan glukosa. • Asam amino ketogenik.DEFINISI • Asam amino glukogenik. • Asam amino glukogenik-ketogenik. Diubah menjadi glukosa ataupun badan keton .

Penyingkiran Rantai Karbon (C) .

glutamat 5.ASAM AMINO GLUKOGENIK 1. hidroksiprolin jar. aspartat 7. glutamin 14. prolin 6. asparagin (hanya ada pd . serin 10. arginin 3. alanin 8.kolagen) 2. valin 13. sistein 9. glisin 15. metionin 12. histidin 4. treonin 11.

isoleusin 5. tirosin 3. fenilalanin 2. triptofan 4. lisin (zat intermediet glukogenik tidak diketahui) .Asam Amino Ketogenik leusin Asam Amino Glukogenik-Ketogenik 1.

• Disisi lain. dan diganti oleh molekul baru • Sebaliknya. • Enzim – anzim ini kadang – kadang diurai hanya beberapa jam setelah disintesis. protein struktural seperti histon. • Rata – rata waktu paruh hidupnya 2 – 8 hari. hemoglobin dan komponen – komponen sitoskeleton lebih panjang masa hidupnya. • Enzim kunci dari metabolisme perantara juga mempunyai waktu paruh hidup yang lebih singkat.• Diperkirakan pada orang dewasa diuraikan 300 – 400 gr protein perhari menjadi asam amino (proteolisis). Pergantian protein tubuh yang tinggi dikarenakan banyak protein mempunyai masa hidup yang singkat. kira – kira dalam jumlah yang sama asam amino digabungkan kembali menjadi protein (biosintesis protein). .