1

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA DAN
PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

Disusun oleh:
Priska Sari Dewi
X-MSc 1
30

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURWOKERTO
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUMAS
2013

2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
taufik dan hidayah-Nya, sehingga dapat diselesaikannya makalah berjudul Pasar
Persaingan Sempurna dan Pasar Pesaingan Todak Sempurna. Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ekonomi.
Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, penulisan makalah ini
tidak dapat terwujud disebabkan keterbatasan kemampuan. Pada kesempatan
ini, penulis menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada:
1. Drs. Arif Priadi,Med. selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Purwokerto
2. Untung Suroso,S.Pd,M.Si selaku guru Ekonomi kelas E5
3. Bapak, Ibu, dan Kakak yang terus memberikan semangat untuk belajar
dan dalam menyusun makalah
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis berharap kritik, saran
dan masukan demi sempurnanya makalah ini.

Purwokerto, November 2013

Penulis

3

BAB 1
PASAR

A. Pengertian
Dalam arti sempit, pasar dapat diartikan sebagai tempat pertemuan
penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual dan beli barang atau
jasa. Sedangkan secara luas, pasar merupakan proses di mana penjual dan
pembeli saling berinteraksi untuk menetapkan harga keseimbangan dan
kesepakatan atas tingkat harga berdasarkan permintaan dan penawaran.
Harga keseimbangan dapat disepakati antara pembeli dan penjual karena
adanya sikap toleransi dan komunikatif di antara kedua pihak. Contoh pasar
dalam arti yang sangat luas yaitu pasar saham, pasar uang, penjualan via
internet dan surat kabar yang dilanjutkan dengan interaksi melalui telepon.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar merupaka tempat
bertemunya permintaan dan penawaran, sehingga harga dapat ditetapkan.
Pada pasar, ada perusahaan yang menjadi pemain tunggal dan ada pula
yang terdiri dari beberapa perudahaan produksi barang dan jasa. Ketika
perusahaan bermain di dalam pasar, kemungkinan untuk memepengaruhi
dan membentuk harga pasar dapat dilakukan oleh perusahaan yang
menguasai (memonopoli). Hal tersebut terkait dengan keanekaragaman
jenis barang, kebebasan perusahaan keluar masuk pasar, dan jumlah
perusahaan yang menjual produknya di pasar.

4

Berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan, pasar dapat dibedakan
atas apasar barang konsumsi dan pasar faktor produksi. Faktor produksi
adalah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh produsen sebagai input untuk
memproduksi barang siap pakai.
Untuk memproduksi suatu barang, produsen membutuhkan lahan
temmpat berproduksi, tenaga kerja yang akan menjalankan proses produksi,
modal, dan kemampuan untuk mengelola semua itu, yang disebut dengan
kewirausahaan.
Faktor produksi ini dijual oleh rumah tangga konsumsi kepada rumah
tangga produksi. Seperti proses penjualan atau penyewaan tanah untuk
pembangunan pabrik dan bagaimana proses mencari pekerjaan yang
dilakukan oleh berbagai tingakatan tenaga kerja. Semuanya merupakan
bagian dari proses penjualan faktor produksi dari rumah tangga konsumsi ke
rumah tangga produksi.
Sebaliknya, barang konsumsi dijual oleh rumah tangga produksi kepada
rumah tangga konsumsi. Anggota keluarga berlibur ke pantai, Ibu berbelanja
sayuran di pasar, dan pelajar membeli buku di toko buku. Semua itu pun
merupakan bagian dari proses penjualan barang-barang konsumsi dari
rumah tangga produksi ke ruma tangga konsumsi. Setiap proses, baik
proses penjualan faktor produksi ataupun proses penjualan barang
konsumsi, melibatkan perputaran uang sebagai alat tukar.
Tempat bertemunya permintaan dan penawaran terhadap faktor produksi
disebut pasar faktor produksi. Sementara itu, tempat bertemunya permintaan
dan penawaran barang konsumsi disebut pasar barang konsumsi.
Pada pasar faktor produksi, permintaan datang dari rumah tangga
produksi dan penawaran datang dari rumah tangga konsumsi ke rumah
tangga produksi. Barang-barang yang ditawarkan adalah faktor-faktor

5

produksi. Sementara itu, pada pasar barang konsumsi, permintaan datang
dari rumah tangga konsumsi dan penawaran datang dari rumah tangga
produksi ke rumah tangga konsumsi. Barang-barang yang ditawarkan adalah
barang-barang konsumsi.
Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi:
1)

Jenis-jenis pasar menurut fisiknya
a. Pasar konkret (pasar nyata) adalah tempat pertemuan antara pembeli
dan penjual melakukan transaksi secara langsung. Barang yang
diperjualbelikan juga tersedia di pasar. Contohnya, pasar sayuran, buahbuahan, dan pasar tradisional.
b. Pasar abstrak (pasar tidak nyata) adalah terjadinya transaksi antara
penjual dan pembeli hanya melalui telepon, internet, dan lain-lain
berdasarkan contoh barang. Contohnya telemarket dan pasar modal.

2)

Jenis-jenis pasar menurut waktunya
a. Pasar harian adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari dan
sebagian barang yang diperjualbelikan adalah barang kebutuhan seharihari.
b. Pasar mingguan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung seminggu
sekali. Biasanya terdapat di daerah yang belum padat penduduk dan
lokasi pemukimannya masih berjauhan.
c. Pasar bulanan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung sebulan
sekali. Biasanya barang yang diperjualbelikan barang yang akan dijual
kembali (agen/grosir).

6

d. Pasar tahunan adalah pasar yang aktivitasnya berlangsung setahun
sekali, misalnya PRJ (Pasar Raya Jakarta).
3)

Jenis-jenis pasar menurut barang yang diperjualbelikan
a. Pasar barang konsumsi adalah pasar yang memperjualbelikan barangbarang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
b. Pasar sumber daya produksi adalah pasar yang memperjualbelikan
faktor-faktor produksi, seperti tenaga kerja, tenaga ahli, mesin-mesin, dan
tanah.

4)

Jenis-jenis pasar menurut luas kegiatannya
a. Pasar setempat adalah pasar yang penjual dan pembelinya hanya
penduduk setempat.
b. Pasar daerah atau pasar lokal adalah pasar di setiap daerah yang
memperjualbelikan barang-barang yang diperlukan penduduk derah
tersebut. Contohnya Pasar Gede di Solo.
c. Pasar Nasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli barang
mencakup satu negara contohnya pasar senen.
d. Pasar Internasional adalah pasar yang melakukan transaksi jual beli
barang-barang keperluan masyarakat internasional. Contohnya pasar
kopi di Santos (Brasil).

5)

Jenis-jenis pasar menurut Bentuknya
a. Pasar persaingan sempurna

7

b. Pasar persaingan tidak sempurna
6)

Jenis-jenis pasar menurut sifat pembentukan harga
a. Pasar persaingan adalah pasar yang pembentukan harga ditentukan oleh
persaingan antara permintaan dan penawaran.
b. Pasar monopoli adalah pasar yang penjual suatu barang di pasar hanya
satu orang. Contohnya PT Kereta Api Indonesia.
c. Pasar duopoli adalah pasar yang penjualnya hanya dua orang dan
menguasai penawaran suatu barang dan mengendalikan harga barang.
d. Pasar oligopoli adalah pasar yang di dalamnya terdapat beberapa penjual
dengan dipimpin oleh salah satu dari penjual tersebut mengendalikan
tingkat harga barang. Contohnya perusahaan otomotif Astra Indonesia.
e. Pasar monopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya
dikendalikan oleh satu orang atau sekelompok pembeli.
f.

Pasar

duopsoni

adalah

pasar

pembentukan

harga

barangnya

dikendalikan oleh dua orang atau dua kelompok pembeli.
g. Pasar oligopsoni adalah pasar yang pembentukan harga barangnya
dikendalikan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok pembeli.

B. Struktur Pasar

8

Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat menengaryuhi tingkah
laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan, skala
produksi, dan jenis produksi. Struktur pasar di mana perusahaanperusahaan yang ada di dalamnya sama sekali tidak mempunyai
kemampuan untuk mempengaruhi hargza dan barang di pasar. Semakin
lemah kemampuan perusahaan-perusahaan tersbut, semakin kompetitif
struktur pasarnya.
Struktur pasar di suatu negara dapat bergerak mulai dari struktur pasar
persaingan sempurna sampai dengan monopoli. Masing-masing pasar
membentuk spektrum pasar seperti pada peraga dibawah ini.

Gambar 1.1 Struktur Pasar

C. Syarat Terbentuknya Pasar
1. Terdapat penjual dan pembeli
2. Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan

9

3. Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli atau tawar

menawar

antara pembeli dan penjual

D. Fungsi yang mendasar pada keberadaan pasar
1. Fungsi Distribusi maksudnya pasar berfungsi mendekatkan jarak antara
konsumen dengan produsen dalam melaksanakan transaksi. Dalam
fungsi distribusi, pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan
jasa dari produsen kepada konsumen.
2. Fungsi Pembentukan Harga maksudnya pasar berfungsi sebagai
pembentuk harga pasar, yaitu kesepakatan harga antara penjual dan
pembeli.
3. Fungsi Promosi maksudnya pasar digunakan sebagai ajang promosi.
Pelaksanaan promosi dapat dilakukan dengan cara memasang spanduk,
membagikan brosur, membagikan sampel, dll.

E. Peranan Pasar
1. Sebagai tempat untuk mempromosikan barang.
2. Sebagai tempat untuk menjual hasil produksi.
3. Sebagai tempat untuk memperoleh bahan produksi.
4. Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhan

10

5. Sebagai tempat bagi konsumen untuk menawarkan sumber daya yang
dimiliki
6. Sebagai penunjang kelancaran pembangunan
7. Sebagai sumber pendapatan negara
BAB 2
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

A. Pengertian
Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah
jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan
produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme
pasar

dan

hasil

interaksi

antara penawaran dan permintaan sehingga

penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya
berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual
di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk
terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang
berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C. Oleh karena itu,
promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan
produk.
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak
dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga
tidak mampu mempengaruhi pasar.

11

B. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
a. Pada pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli, namun
mereka tidak mampu mempengaruhi harga
Harga di pasar ditentukan oleh kekuatan permintaan dan
penawaran. Berapa pun jumnlah barang yang dibeli oleh konsumen
tidak akan berpengaruh terhadap harga. Di sini, pembeli dikatakan
sebagai pengikut harga (price taker).

b. Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual
Penjual merupakan perusahaan-perusahaan kecil. Penjual
yang menjual barangnya di bawah harga pasar akan menderita
kerugian, sementara penjual yang menjual di atas harga pasar,
tidak akan menemukan konsumen yang mau membeli kepadanya.
Dengan kata lain, penjual tidak memiliki kekuatan untuk
menentukan harga, meskipun dia bisa menentukan berapa
kuantitas yang akan di jual.
c. Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen dan tidak dapat
dibedakan
Dalam pasar ini, semua produk terlihat identik. Pembeli tidak
dapat membedakan apakah suatu barang berasala dari produsen
A, produsen B, dan produsen C. Oleh karena itu, promosi dengan
iklan tidak akan membrikan pengaruh.

12

d. Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari pasar persaingan
sempurna
Jika industri dalam pasar ini mendapat keuntungan yang besar,
maka banyak perusahaan baru yang akan ikut masuk ke pasar.
Begitu pula sebaliknya, jika industri tersebut mengalami kerugian
maka beberapa perusahaan akan meninggalkan pasar. Tidak ada
batasan dan hambatan bagi setiap perusahaan untuk masuk dan
keluar dari pasar ini.
e. Setiap pihak dapat mengetahui keadaan pasar dengan mudah
Pembeli mengetahui jenis barang dan harga yang dikenakan
oleh perusahaan. Demikian pula penjual mengetahui tingkat
permintaan konsumen, harga, dan segala sesuatu yang berkaitan
dengan produk.
f.

Adanya kebebasan untuk mengambil keputusan
Tidak ada kekuatan luar yang bisa memengaruhi keputusan yang
diambil oleh penjual dan pembeli, termasuk dalam hal ini
pemerintah.

C. Laba Maksimum dalam Pasar Persaingan Sempurna
Untuk produsen perseorangan, harga pasar merupakan indikator atau
pedoman dalam melakukan produksinya. Naik turunnya harga akan
sangat memengaruhi produksi perusahaan secara perseorangan. Untuk

13

menghindari risiko kerugian karena adanya perubahan harga tersebut,
seorang pengusaha harus selalu dapat menghitung titik pulang pokoknya
(Break Even Point-PEP) dalam kondisi apapun. Titik pulang pokok adalah
keadaan ketika total penerimaam sama dengan total biaya yang
dikeluarkan.
Sebelum mengetahui titik pulang pokok dan laba maksimum, harus
mengatahui terlebih dahulu total biaya dan total penerimaan yang
diperoleh perusahaan tersebut.
a. Penerimaan total (total revenue)
Penerimaan total (Total Revenue-TR) didefinisikan sebagai
pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan produk. Untuk pasar
persaingan sempurna, kurva TR merupakan garis lurus mekanik yang
dimulai dari titik nol, yang berkaitan dengan asumsi bahwa pembeli
dan penjual di pasar persaingan sempurna merupakan pengikut harga
(price taker). Harga (Price-P) ditentukan ole kekuatan pasar,
sementara penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga,
walaupun mereka dapat menentukan berapa kuantitas (Quantity-Q)
uang ditawarkan atau diminta. Oleh karena itu, penjual dan pembeli
merupakan quantity-setter dan price taker. Secara matematis,
penerimaan total dapat dituliskan dengan: TR = P x Q
b. Penerimaan rata-rata (average revenue)
Penerimaan rata-rata (average revenue) didefinisikan sebagai
penerimaan total per unit yang diproduksi. Untuk pasar persaingan
sempurna, karena harga tetap, maka penerimaan rata-rata per unit

14

sama dengan harga per unit produk, sehingga kurva penerimaan ratarata sama dengan kurva permintaan. Secara matematis, penerimaan

rata-rata dapat ditulis dengan: AR =

TR
=P
Q

c. Penerimaan marjinal (marginal revenue)
Penerimaan marjinal (Marginal Revenue-MR) didefiniskan sebagai
tambahan penerimaan yang diperoleh sebagai hasil dari penjualan
satu unit produk lagi. Karena harga tetap, maka penerimaan marjinal
pun konstan sesuai dengan tingkat harga. Oleh karena itu, kurva
penerimaan sama dengan kurva penerimaan rata-rata, dana sama
juga dengan kurva permitaan.
Secara matematis, biaya marjinal dapat dituliskan dengan:

MR=TR n

-

TR n−1

Karena kurva permintaan (P) untuk pasar persaingan sempurna
sama dengan kurva penerimaan rata-rata (AR) dan kurva penerimaan
marjinal (MR), maka kurva P = AR = MR. Berapa pun permintaan,
hara tidak akan beruah (elastis sempurna).

d. Biaya marjinal (marginal cost)

15

Biaya marjinal (Marginal Cost-MC) didefinisikan sebagai tambahan
biaya yang harus dikeluarkan sebagai akibat dari memproduksi satu
unit tambahan. Secara sistematis, biaya marjinal dapat dituliskan
dengan :

MC=TC n

-

TC n−1

e. Biaya total rata-rata (average total cost)
Biaya total rata-rata (Average Total Cost-ATC) didefinisikan
sebagai biaya total yang harus dikelurakan untuk tiap unit produksi.
Secara matematis, biaya total rata-rata dapat dituliskan dengan:

ATC =

TC
Q

D. Peran Pasar Persaingan Sempurna bagi Masyarakat
Harga pada pasar persaingan sempurna bersifat datum, yang artinya
produsen tidak akan dapat mnegambil harga dengan cara menambah
atau mengurangi produksi. Oleh karena itu, harga yang terbentuk di pasar
merupakan suatu batas apakah produsen sudah bekerja efektif dan
efisien dalam menekan biaya serta berproduksi secara optimal. Produsen
yang berproduksi dengan biaya serta berproduksi dengan biaya di atas
harga pasar akan mengalami kerugian. Sebaliknya, produsen yang
menerapkan terknologi maju, cara kerja baru, dan dapat menekan biaya
seminimal mungkin daat memproduksi barang dengan harga pokok di

16

bawah harga pasar. Dengan ini, dia akan mendapat keuntungan. Jadi,
pasar persaingan sempurna mendidik masyarakat melakukan proses
produksi secara efisien, sehingga produk yang sampai ke masyarakat
adalah produk dengan mutu terbaik dan harga murah.
E. Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna
a. Kebaikan pasar persaingan sempurna
Salah satu ciri dari pasar sempurna adalah harga terbentuk
berdasarkan interaksi permintaan dana penawaran. Harga menjadi
indikator bagi kinerja produsen. Jika produsen memproduksi barang di
atas harga pasar, maka perusahaan itu akan rugi. Agar dapar bertahan,
[erusahaan harus memperbaiki kinerjanya.
Di lain pihak, jika perusahaan dapat menawarkan barang di bawah
harga pasar, itu berarti fungsi produkisnya telah berlangsung secara
efisien. Dengan demikian, [asar persaingan sempurna memberikan
barang yang harganya logis, sesuai dengan permintaan pasar. Pasar
persaingan sempurna terpacu untuk berproduksi dengan efisien di
samping itu, sumber daya produksi juga bebeas keluar atau masuk,
sehingga kegiatan ekonomi lebih sehat dan bergairah.
b. Keburukan pasar persaingan sempurna
Pada dasar persaingan sempurna, barang yang diperdangangkan
bersifat homogen. Tidak ada keunggulan suatu produk dibandingakan
dengan produk lain. Inovasi manjadi terhambat. Ini merupakan pasar
persaingan sempurna.

17

BAB 3
PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

A. Pengertian
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri
dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu
mengendalikan harga produknya. Meskipun demikian persaingan tidak
sempurna tidak mengatakan secara langsung bahwa suatu perusahaan
mempunyai pengawasan mutlak terhadap harga produknya.
Produknya terdiferensiasi atau terbedakan kadang-kadang, perbedaan
antar produk itu dalam hal yang kecil,seperti pembungkusnya, warnanya dan
sebagainya. Kadang-kadang pula, perbedaan itu cukup esensial atau
mendasar, seperti perbedaan dalam bahan baku yang mereka gunakan.
Industry sabun mandi, rokok, obat flu,beras, mie instan, merupakan contohcontoh yang baik untuk jenis industri ini.Untuk mengatakan pepsi sebagai
pesaing tidak sempurna, hal ini harus berartibahwa perusahaan tsb bisa
menetapkan harga sekaleng minuman seharga 40 atau50 sen, dan tetap

18

bertahan pada industry tersebut. Jika perusahaan tidak dapat menetapkan
harga 40 atau 50 sen, maka perusahaan tersebut akan bangkrut.
Pengambaran Secara Grafik Pesaingan tidak sempurna menghadapi
kurva permintaan yang menurun ke bawah.Jika suatu perusahaan yang
bersaing

tidak

sempurna

menaikkan

penjualan produknya,

maka

perusahaan tersebut akan menekan harga produknya untuk pesaing tidak
sempurna, permintaan memiliki elastisitas yang terbatas.

B. Jenis-jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna
1. Monopoli
Dari segi bahasa, kata monopoli berasal dari kata mono yang artinya
satu dan poli yang berarti menjual. Dengan demikian, pasar monopoli
adalah pasar barang dimana hanya terdapat satu produsen dalam
pasaran. Ciri penting lain dari perusahan pasar monopoli adalah barang
yang diproduksinya tidak mempunyai pengganti, hambatan untuk
memasuki pasar sangat besar dan mempunyai kekuasaan yang besar
untuk mempengaruhi harga. Hal ini merupakan kebalikan dari dasar
persaingan sempurna, di mana perusahaan monopoli dapat memntukan
harga secara utuh tanpa danaya persaingan dengan perusahaan lainnya.
a. Ciri-ciri Pasar Monopoli
1) Pasar monopoli adalah industry satu perusahaan

19

2) Terdapat banyak pembeli
3) Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
4) Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industry
5) Dapat mempengaruhi penentuan harga
6) Promosi iklan kurang diperhatikan
Dalam kenyataannya sulit untuk mendapatkan suatu kasus monopoli yang
murni tanpa adanya unsure persaingan sama sekali. Suatu perusahaan tidak
memiliki pesain karena adanya hambatan (barriers to entry) bagi perusahaan lain
untuk memasuki industri yang bersangkutan. Dilihat dari penyebabnya,
hambatan masuk dikelompokkan menjadi hambatan teknis (technical barriers to
entry) dan legalitas (legal barriers to entry). Hambatan teknis disebabkan oleh
beberapa hal, sebagi berikut:
1) Perusahaan memiliki kemampuan dan/ atau pengetahuan khusus yang
memungkinkan berproduksi sangat efisien.
2) Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis
mempunyai kurva biaya (MC dan AC) yang menurun. Makin besar
skala poduksi, biaya marginal makin menurun, sehingga biaya
produksi per unit (AC) makin rendah.
3) Perusahaan memiliki kemampuan control sumber faktor produksi, baik
berupa sumber daya alam, manusia, maupun lokasi produksi.

20

4) Perusahaan menemukan atau mempunyai teknologi khusus, sehingga
memungkinkan perusahaan dapat memproduksi barang yang berbeda
dan secara efisien.
Sementara hambatan legalitas (hukum) disebabkan oleh
a. Undang-undang dan hak khusus
Di mana suatu perusahaan mendapatkan hak monopoli oleh
pemerintah melalui perangkat peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
Indonesia telah memiliki perangkat peraturan ini dalam UU No. 5 tahun
1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak
sehat.
b. Hak paten atau hak cipta
Hak paten atau hak cipta diberikan kepada seseorang seseorang yang
mempunyai kemampuan khusus dalam menciptakan suatu inovasi,
sehingga atas kemampuannya tersebut ia mendapatkan hak monopoli
atas inovasinya.
b. Faktor-faktor yang Menimbulkan Monopoli
1) Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik
dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
2) Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi
(economics of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi
3) Monopoli

wujud

dan

berkembang

melalui

undang-undang,

pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.

yaitu

21

c. Keseimbangan Perusahaan
1. Keseimbangan Jangka Pendek
Sebagaimana halnya perusahaan yang bergerak dalam pasar
persaingan

sempurna,

perusahaan

monopoli

juga

harus

menyamakan MR dengan MC agar mencapai laba maksimum.
2. Keseimbangan Jangka Panjang
Perusahaan monopoli tidak mempunyai masalah besar dengan
keseimbangan jangka panjang, selama dalam jangka pendek
memperoleh laba maksimun. Dalam pasar persaingan sempurna,
laba supernormal akan menarik perusahaan lain untuk masuk ke
dalam industry sehingga dalam jangka panjang perusahaan hanya
menikmati laba normal. Hal tersebut tidak berlaku dalam pasar
monopoli.

Hambatan untuk masuk

menyebabkan

perusahaan

monopoli mampu menikmati laba supernormal, baik dalam jangka
pendek, maupun jangka panjang. Perusahaan monopoli hanya akan
kehilangan laba supernormal jangka panjang, bila tidak mampu
mempertahankan daya monopolinya. Hal tersebut dapat saja terjadi,
terutama jika perusahaan lalai melakukan riset dan pengembangan
untuk memperoleh tekhnologi yang meningkatkan efisiensi produksi.
Akibatnya posisi perusahaan tergantikan oleh perusahaan lain
yang mampu menghasilkan atau memanfaatkan teknologi produksi
yang lebih efisien. Keseimbangan jangka panjang akan menjadi
masalah bila dalam jangka pendek perusahaan mengalami kerugian.

22

d. Monopoli dan Diskriminasi Harga
Adakalanya terbuka kemungkinan kepada perusahaan monopoli
untuk menjual barangnya di dalam dua pasar (misalnya pasar dalam
negeri dan luar negeri) yang sangat berbeda sifatnya. Biasanya sifat
permintaan di kedua pasar itu juga sangat berbeda. Untuk
memaksimumkan

keuntungannya

perusahaan

monopoli

dapat

menjalankan kebijakan diskriminasi harga.
a. Syarat-syarat Diskriminasi Harga
1) Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain.
2) Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi
harga.
3) Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing
pasar haruslah sangat berbeda.
4) Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang
melebihi tambahan keuntungan yang diproleh tersebut.
5) Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional
konsumen.
b. Contoh-contoh Kebijakan Diskriminasi Harga
1) Kebijakan
pemerintah.

diskriminasi

harga

oleh

perusahaan

monopoli

23

2) Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa-jasa professional.
3) Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional.
e. Kebaikan dan Keburukan Monopoli
1. Implikasi

terhadap

kesejahteraan

masyarakat

yang

perlu

diperhatikan adalah bahwa dalam pasar monopoli
a) Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen, hal
ini terjadi karena volume produksi lebih kecil dari volume output
yang

optimum,

inefisiensi

ini

menimbulkan

kesejahteraan

konsumen yang semakin berkurang.
b) Menimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik faktor
produksi.
c) Memburuknya kondisi makroekonomi nasional, sebab jumlah
output

riil

industry

lebih

sedikit

dari

pada

kemampuan

sebenarnya.
d) Memburuknya kondisi perekonomian internasional, hal ini terjadi
karena munculnya inefisiensi.
2. Ada beberapa kebijaksanaan yang ditempuh pemerintah untuk
mengurangi efek negative monopoli
a) Melalui penetapan Undang-Undang Anti-Trust

24

b) Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan di dalam pasar
tersebut dengan tujuan untuk member persaingan kepada si
monopolis untuk membatasi kekuasaan monopolinya.
c) Membuka kran impor sehingga barang buatan luar negeri bisa
memberikan persaingan kepada barang dalam negeri.
d) Dengan

membuat

ketentuan

khusus

terhadap

operasi

perusahaan monopoli tersebut.
3. Monopoli tidak selalu buruk dari pada persaingan sempurna, yaitu
dilihat dari segi lain
a) Monopoli mendorong perusahaan untuk melakukan inovasi
baru dalam produknya
b) Dalam kasus monopoli alamiah, dimana luas pasar terbatas
dan skala ekonomis yang besar, maka sangat tidak efisien bila
diharapkan dalam bentuk industri persaingan sempurna.

2. Oligopoli
Istilah Oligopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oligos Polein
yang berarti: yang menjual sedikit atau beberapa penjual. Pasar
oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh
beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Pasar
Oligopoli adalah suatu pasar dimana terdapat beberapa produsen
yang menghasilkan barang-barang yang saling bersaingan. Ini

25

merupakan

sifat

utama

dari

pasar

oligopoli Pasar

Oligopoli

merupakan salah satu jenis dari pasar persaingan tidak sempurna.
Dimana pasar Oligopoli merupakan pasar yang hanya terdapat
beberapa perusahaan atau penjual yang memproduksi barang
sejenis.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya
sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana
keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk
pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan
produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan
tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka. Praktik
oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk
menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam
pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai
salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat
maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga
menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang
melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri
yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen,
industri mobil, dan industri kertas. Dalam Undang-undang No. 5
Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian
yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan
reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau
identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai
oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur
mengenai kartel.

26

1. Faktor Penyebab Terbentuknya Pasar Oligopoli
a. Efisiensi Skala Besar
Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam
industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin, umumnya
berstruktur oligopoly. Tekhnologi padat modal (capital intensive) yang
dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya ratarata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalamskala sangat
besar. Keadaan diatas merupaka hambatan untuk masuk (barriers to
entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika dalam
pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen.
b. Kompleksitas Manajemen
Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna,
monopoli,dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopoli ditandai
dengan kompetisi harga dan non harga. Perusahaan juga harus
cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan
reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. Karena dalam
industri oligopoli, kemampuan keungan yang besar saja tidak cukup
sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Perusahaan juga harus
mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu
bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks.
Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut,
sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit
produsen.
2. Karakteristik Pasar Oligopoli

27

a. Hanya Sedikit Perusahaan Dalam Industri (Few Number of Firms)
Secara teoristis sulit sekali untuk menetapkan berapa jumlah
perusahaan di dalam pasar, agar dapat dikatakan oligopoli. Namun
untuk dasar analisis biasanya jumlah perusahaan diasumsikan kurang
dari sepuluh. Dalam kasus tertentu hanya terdapat dua perusahaan
(duopoli). Kekuatan perusahaan-perusahaan dalam industri dapat
diukur dengan menghitung rasio konsentrasi (concentration ratio).
Rasio konsentrasi menghitung berapa persen output dalam pasar
oligopoli dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang dominan (empat
sampai dengan delapan perusahaan). Jika rasio konsentrasi empat
perusahaan (four firms concentration ratio atau CR4) adalah 60%,
berarti 60% output dalam industri dikuasai oleh empat perusahaan
terbesar. CR4 yang semakin kecil mencerminkan struktur pasar yang
semakin

bersaing

sempurna.

Pasar

suatu

industri

dinyatakan

berstruktur oligopolistik apabila CR4 melebihi 40%. Dapat juga diukur
delapan perusahaan (CR8) atau jumlah lainnya. Jika CR8 80, berarti
80%

penjualan

output

dalam

industri

dikuasai

oleh

delapan

perusahaan terbesar.
b. Produk Homogen atau Terdiferensiasi (Homogen or Diferentiated
Product)
Dilihat dari sifat output yang dihasilkan, pasar oligopoli merupakan
peralihan antara persaingan sempurna dengan monopoli. Perbedaan
sifat output yang dihasilkan akan mempengaruhi perilaku perusahaan
dalam mencapai kondisi optimal (laba maksimum). Jika dalam pasar
persaingan sempurna perusahaan mengatur jumlah output (output

28

strategy) untuk meningkatkan laba, dalam pasar monopoli hanya satu
perusahaan yang mampu mengendalikan harga dan output, maka
dalam pasar oligopoli bentuk persaingan antar perusahaan adalah
persaingan harga (pricing strategy) dan non harga (non pricing
strategy).

Contoh

pasar

oligopoli

yang

menghasilkan

produk

diferensiasi adalah industri mobil, rokok, film kamera. Sedangkan yang
menghasilkan produk homogen adalah industri baja, pipa, paralon,
seng

dan

kertas.

Penggolongan ini mempunyai arti penting dalam menganalisis pasar
yang oligopolistik. Semakin besar tingkat diferensinya, perusahaan
makin

tidak

tergantung

pada

kegiatan

perusahaan-perusahaan

lainnya. Berarti oligopoli dengan produk diferensiasi dapat lebih mudah
memprediksi

reaksi-reaksi

dari

perusahaan-perusahaan

lawan.

Di luar unsur modal, rintangan untuk masuk ke dalam industri
oligopoli yang menghasilkan produk homogen lebih sedikit, karena
pada industri oligopoli dengan produk diferensiasi sangat berkaitan
dengan loyalitas konsumen terhadap produk (merek) tertentu.
c. Pengambilan

Keputusan

Yang

Saling

Mempengaruhi

(Interdependence Decisions)
Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah
output akan mempengaruhi perusahaan lainnya, baik yang sudah ada
(existing firms) maupun yang masih di luar industri (potensial firms).
Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industri,
perusahaan yang sudah ada menempuh strategi menetapkan harga

29

jual terbatas (limiting prices) yang membuat perusahaan menikmati
laba super normal di bawah tingkat maksimum.
d. Kompetisi Non Harga (Non Pricing Competition)
Dalam upayanya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak
hanya bersaing dalam harga, namun juga non harga. Adapun bentukbentuk kompetisi non harga antara lain dapat berupa sebagai berikut :
1) Pelayanan purna jual serta iklan untuk memberikan informasi
2) Membentuk citra yang baik terhadap perusahaan dan merek
3) Mempengaruhi

perilaku

konsumen

Keputusan investasi yang akurat diperlukan agar
perusahaan dapat berjalan dengan tingkat efisiensi yang
sangat tinggi. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan
melakukan kegiatan intelijen industri untuk memperoleh
informasi (mengetahui) keadaan, kekuatan dan kelemahan
pesaing nyata maupun potensial. Informasi-informasi ini
sangat penting agar perusahaan dapat memprediksi reaksi
pesaing terhadap setiap keputusan yang diambil.
3. Ciri-ciri Pasar Oligopoli
a.

Pasar oligopoly hanya terdiri atas sekelompok kecil perusahaan.
Dalam pasar oligopoly terdapat beberapa perusahaan raksasa yang
menguasai penjualan dan di samping itu pula terdapat beberapa
perusahaan

kecil.

Para

perusahaan

raksasa

tersebut

saling

30

memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan setiap perusaan
harus mengambil keputusan dengan hati-hati dalam mengubah harga,
bentuk barang, corak produksi dan sebagainya. Sifat saling
memengaruhi (mutual interpendence) ini merupakan sifat khusus dari
pasar oligopoli.
b. Barang yang diproduksi adalah barang yang standar atau barang
yang berbeda corak atau bisa bersifat homogen, dan bisa juga
berbeda, namun memenuhi standar tertentu.
Barang yang diproduksi pada pasar ini ada kalanya merupakan
barang yang standar misalnya pada industry penghasil barang
mentah (baja dan aluminium) dan industry bahan baku (semen dan
bahan bangunan). Selain itu pada pasar oligopoly juga memproduksi
barang yang berbeda corak. Barang yang diproduksi adalah barang
akhir seperti industry mobil, industry rokok, industry pesawat terbang,
dan lain-lain.
c. Terdapat banyak pembeli di pasar, Seperti pasar persaingan
sempurna, jumlah pembeli di pasar oligopoli sangat banyak.
d. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.
Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang
memiliki

modal

besar

saja

(konglomerasi).

Karena

ada

ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk saling menunjang.
Contoh:

bakrie

group

memiliki

perusahaan telefon seluler (esia)

pertambangan,

property,

dan

31

e. Adanya

hambatan

bagi

pesaing

baru.

Perusahaan yang telah lama dan memiliki pangsa pasar besar
akan memainkan peranan untuk menghambat perusahaan yang baru
masuk ke dalam pasar oligopoly tersebut.
f.

Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).

g. Advertensi (periklanan) sangat penting dan intensif.
Untuk menciptakan brand image, menarik market share dan
mencegah pesaing baru. Dalam pasar ini peran iklan sangat
membantu peusahaan dagang karena iklan dapat dengan mudah
diterima oleh masyarakat atau calon pembeli, oleh karena itu iklan
terbukti ampuh dalam menarik perhatian calon pembeli yang ingin
memilih barang-barang , dengan mudah perusahaan membuat iklan
tentang

produknya

dengan

keunggulan-keunggulan

produknya

dibanding produk perusahaan lain atau perusahaan pesaing.
h. Sulit Dimasuki Perusahaan Baru.
Dalam pasar oligopoli ini mengapa dikatakan sulit dimasuki oleh
perusahaan baru, karena image dari perusahaan yang sudah lama
terbangun lebih kuat dengan pembeli di banding perusahaan yang
baru muncul yang menawarkan barang yang sama namun pembeli
atau konsumen tidak tau kualitas dari barang-barang yang dijual
perusahaan baru tersebut.
i.

Harga Jual Tidak Mudah Berubah.

32

Dalam pasar oligopoli ini harga yang keluar tidak cepat naik atau
turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah,
mungkin saja karena penjualan yang stabil terhadap suatu produk
yang diluncurkan oleh suatu perusahaan sudah cukup menghasilkan
keuntungan, namun apa bila tiba-tiba harga naik otomatis pembeli
akan berfikir kembali untuk membeli produk ini dan bisa jadi pembeli
beralih pada produk perusahaan lainya yang menjual varian yang
sama namu harga lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.

4. Sifat Pasar Oligopoli
a. Harga produk relative sama
b. Perbedaan produk merupakan kunci sukses
c. Sulit masuk pasar, karena butuh sumber daya yang cukup besar
d. Perubahan harga akan di ikuti perusahaan lainnya
5. Hubungan Antar Perusahaan Dalam Pasar Oligopoli
Ada dua macam bentuk hubungan antara perusahaan-perusahaan
yang terdapat di dalam pasar oligopoli yaitu sebagai berikut :
a. Oligopoli

dengan

kesepakatan

(Collusive

Oligopoly)

Kesepakatan antara perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya
berupa kesepakatan harga dan produksi (kesepakatan ini kadang
disebut sebagai “kolusi” atau “kartel”) dengan tujuan menghindari

33

perang harga yang akan membawa kerugian bagi masing-masing
perusahaan pada kondisi tertentu (contoh adalah kesepakatan
produksi dan harga pada OPEC). Bentuk persepakatan ini biasanya
mengatur tentang banyaknya jumlah produksi yang boleh dihasilkan
oleh masing-masing perusahaan berikut dengan harganya yang sama
juga. Kesepakatan dalam jumlah produksi dapat berupa pembagian
secara merata, yaitu pembagian produksi yang didasarkan pada
banyaknya jumlah permintaan efektif di pasar terhadap jumlah
perusahaan yang menghasilkan produk yang sama.
b. Oligopoli

tanpa

kesepakatan

(Non

Collusive

Oligopoly)

Persaingan antar perusahaan dalam pasar oligopoli biasanya
berupa perbedaan harga dan jumlah produk yang dihasilkan.
Perbedaan harga dan jumlah produksi (bisa saling berhubungan positif
timbal balik) dilakukan dalam rangka ingin mendapatkan jumlah
pembeli yang lebih banyak dari sebelumnya (dari pesaingnya).
Terdapat beberapa hal yang mungkin terjadi dalam pasar
persaingan ini sehubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi
(produk yang dihasilkan relatif sama) yaitu sebagai berikut :
1. Bila terdapat satu perusahaan yang mencoba memperbanyak
jumlah produksinya agar harga jual produknya relatif lebih murah
dibandingkan dengan pesaingnya, maka biasanya langkah ini akan
diikuti oleh pesaing dengan menurunkan harga jual produknya.
2. Bila satu perusahaan mulai menurunkan harga jual produknya
tanpa menambah jumlah produksinya dengan maksud untuk
menguasai pangsa pasar, maka langkahnya akan diikuti oleh

34

perusahaan lain, baik dengan cara menurunkan harganya semata
atau menurunkan harga dengan cara menjual lebih banyak
produknya

di

pasar.

3. Bila satu perusahaan menaikkan harga jual produknya, baik
dengan cara langsung pada penurunan harga ataupun dengan
cara mengurangi jumlah produksinya, maka perusahaan lain relatif
tidak akan mengikutinya.
6. Jenis Jenis Pasar Oligopoli
Berdasarkan produk yang diperdagangkan, pasar oligopoli dapat
dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Pasar

Oligopoli

Murni

(Pure

Oligopoly)

Jenis ini merupakan praktek oligopoli dimana barang yang
diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik, misalnya
praktek oligopoli pada produk air mineral.
b. Pasar Oligopoli dengan Pembedaan (Differentiated Oligopoly)
Pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana
barang yang diperdagangkan dapat dibedakan, misalnya pasar
sepeda motor di Indonesia yang dikuasai oleh beberapa merek
terkenal seperti Honda, Yamaha dan Suzuki.
7. Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli
a. Kelebihan pasar oligopoli
1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.

35

2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya
persaingan penjual.
4. Adanya penerapan teknologi baru
b. Kekurangan pasar oligopoli
1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya
inflasi
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama
antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor
produksi
5. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
6. Bisa berkembang ke arah monopoli
3. Monopolistik
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana
terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi
memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar
monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan
pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan

36

produk lainnya. Contohnya adalah : sabun, shampoo, pasta gigi, dll.
Meskipun fungsi semua pasta gigi sama yakni untuk membersihkan
gigi, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda
memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna,
kemasan, dan lain-lain.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk
memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen
dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat
barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu
barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan
tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga.
Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor
memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki
ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri
khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki
keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiaptiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang
bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan
menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga
membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan
harga

mahal

akan

sangat

berpengaruh

terhadap

penjualan

perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar
monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga
citra perusahaannya.

37

1. Karakteristik Pasar Monopolistik
a. Terdapat banyak produsen atau penjual.
Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau
penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada
satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang
lebih besar dari produsen lainnya.
b. Adanya Diferensiasi Produk.
Sifat ini merupakan sifat yang sangat penting untuk dapat
membedakan mana pasar persaingan monopolistik dan mana
pasar persaingan sempurna . Seperti yang telah kita ketahui
bahwa pasar persaingan sempurna seluruh perusahaan nya
memproduksi produk yang sama. Oleh karena itu susah untuk
membedakan produk suatu perusahaan dengan perusahaan
yang

lain.

Sedangkan

dalam

pasar

persaingan

monoplistik tidak susah untuk membedakan produk dari
masing-masing

perusahaan,

karena

perbedaan

corak(different product) pada produk tersebut. Apabila kita
lihat secara fisik suatu product , akan tanpak jelas perbedaan
tersebut. Maka kita dapat membedakan mana produk suatu
perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di
samping perbedaan dalam bentuk fisik , juga terdapat
perbedaan dalam bentuk bungkus atau pembungkusan
product, dan ada pula yang berbeda dalam cara membayar
barang yang akan di beli. Akibat dari berbagai macam

38

perbedaan ini , barang yang di produksi oleh perusahaan
pasar

monopolistis

ini tidak

bersifat

barang

pengganti

sempurna akan tetapi ia bersifat barang pengganti yang
dekat.
c. Produsen Dapat mempengaruhi harga.
Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana
harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar
monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak
sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
d. Produsen dapat keluar masuk pasar.
Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen
hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi.
Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin
kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat
meninggalkan pasar.
e. Promosi penjualan harus aktif.
Dalam pasar persaingan monopolistis harga bukanlah
penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaanperusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Pada
pasar ini memungkinkan suatu perusahaan menarik banyak
pelanggan walaupun harga barang produksinya berharga
tinggi. Bahkan sebaliknya , suatu perusahaan tidak mudah
menarik banyak pelanggan dengan harga barang produksi

39

yang relatif rendah. Pada pasar ini harga bukan merupakan
pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan
perusahaan

menciptakan

citra

baik

dimata

konsumen,

sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk.
Karenanya, iklan dan promosi memiliki peran penting dalam
merebut dan mempertahankan konsumen.
2. Pemaksimuman

Keuntungan

Dalam

Pasar

Persaingan

Monopolistik
Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam
persaingan monopolistik lebih elastis dari yang dihadapi monopoli.
Tetapi tidak sampai mencapai elastis sempurna sebagaimana
kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan
dalam pasar persainagn sempurna.
a. Pemaksimuman keuntungan jangka pendek
Permintaan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan
monopolistik adalah sebagian dari keseluruhan permintaan
pasar.

Keuntungan

perusahaan

terus

maksimum
berproduksi

akan
sampai

dicapai

apabila

pada

tingkat

tercapainya MC=MR. Perusahaan akan memperoleh laba
diatas normal pada jangka pendek.
b. Pemaksimuman keuntungan jangka panjang
Keuntungan yang melebihi normal menyebabkan
pertambahan jumlah perusahaan dipasar. Dengan demikian

40

setiap perusahaan yang ada di pasar akan menghadapi
permintan yang semakin berkurang pada berbagai tingkat
harga. Sehingga keuntungan pun akan semakin menurun
ketingkat normal. Bahkan akan merugi jika penerimaan
marjinal lebih kecil dari biaya marjinal (MR<MC).
Disinilah letak ketidakefisienan pasar persaingan
monopolistik. Ada dua penyebab ketidakefisienan pasar
persaingan monopolistik, yaitu:
a) Harga jual masih lebih besar dari biaya marjinal
(P>MC)
b) Kapasitas berlebih (Excess Capacity)
3. Corak Pasar Persaingan Monopolistik
Terdapat beberapa corak yang ada terjadi dan ada pada pasar
persaingan monopolistik. Berikut uraian hal-hal yang terkait dalam
corak pasar persaingan monopolistik.
1. Efesiensi dan Diferensiasi Produksi
Dalam pasar persaingan monopolistik walaupun terdapat
banyak produk yang dihasilkan sama namun produsen
membedakan karakteristiknya, baik dalam hal mutu, design,
mode maupun kemasan. Perbedaan-perbedaan ini membuat
konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan produk
yang akan dipilih dan digunakan.

41

Setiap perusahaan dalam pasr persaingan monopolistic
akan berusaha memproduksi produk yang mempunyai sifat
khusus yang dapat dengan jelas dibedakan dengan hasil
perusahaan

lain.

Terdapatnya

berbagai

varisi

produk

merupakan keistimewaan dari pasar persaingan monopolistik.
Variasi produk menimbulkan keuntungan bagi produsen dan
konsumen.
Keuntungan bagi produsen karena diferensiasi produk
mampu menciptakan suatu penghambat pada perusahaan
lain untuk menarik para pelanggannya. Bagi konsumen
keuntungannya karena mereka memeiliki banyak pilihan untuk
membeli suatu produk dengan karakteristik yang berbedabeda.

2. Perkembangan Teknologi dan Inovasi
Bentuk pasar monopolistik memberikan dorongan yang
sangat terbatas untuk melakukan perbaikan teknologi dan
inovasi, karena dalam jangka panjang perusahaan hanya
memperoleh keuntungan normal. Ketika terlihat keuntungan
yang melebihi normal dalam jangka pendek maka akan
memicu perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri
tersebut. Ketika banyak peodusen yang bergelut dalm bidang
yang sama maka keuntungan yang melebihi normal pun tidak
didapati lagi, yang berarti dalam waktu yang singkat

42

keuntungan yang diperoleh dari pengembangan teknologi dan
inovasi tidak dapat lagi dinikmati.
3. Persaingan Bukan Harga
Persaingan bukan harga merujuk pada upaya-upaya selain
perubahan harga yang dilakukan oleh produsen untuk
menarik lebih banyak konsumen. Karena dalam pasar
persaingan monopolistik harga bukanlah segala-galanya.
Maka dari itu, persaingan bukan harga dapat dilakukan
dengaan diferensiasi produk dan iklan serta berbagai bentuk
promosi penjualan.
4. Promosi Penjualan Melalui Iklan
Dalam perusahaan-perusahaan modern kegiatan membuat
iklan

merupakan

suatu

bagian

penting

dari

usaha

memasarkan hasil produksi. Tujuan membuat iklan adalah
untuk tercapainya salah satu dari target-target berikut.

a. Menjelaskan kepada konsumen mengenai produk yang
dihasilkan.
Jenis iklan ini biasanya digunakan perusahaan ketika
memperkenalkan hasil-hasil produksinya yang baru.
b. Memberi tahu konsumen bahwa produk yang dihasilkan
merupakan produk terbaik.

43

Jenis iklan ini digunakan untuk mempertahankan
kedudukannya di pasar.
5. Distribusi pendapatan
Banyaknya produsen yang bersaing pada pasar
persaingan monopolistik mengakibatkan distribusi pendapatan
akan seimbang. Asumsinya, ketika suatu produsen mampu
menghasilkan keuntungan melebihi normal pada jangka waktu
pendek, maka hal ini akan menarik beberapa produsen lain
untuk memproduksi produk yang sama. Ketika banyak
produsen yang dapat memperoleh keuntungan berarti tidak
ada lagi yang produsen yang mendapatkan keuntungan lebih
melainkan keuntungannya sama, karena keuntungannya
sudah terbagi-bagi dengan banyaknya produk. Berdasarkan
kecenderungan ini, para ekonom berpendapat bahwa pasar
persaingan

monopolistik

menimbulkan

corak

distribusi

pendapatan yang lebih merata.
4.

Keuntungan dan Kerugian Pasar Monopolistik
a. Pasar Monopolistik memiliki keuntungan sebagai berikut :
1) Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi
konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2) Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong
produsen

untuk

selalu

menghasilkan produknya.

melakukan

inovasi

dalam

44

3) Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif
dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat
membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4) Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena
sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar
monopolistik.
b. Selain itu, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai
berikut :
1) Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi,
baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga
produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang
cukup akan cepat keluar dari pasar.
2) Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam
pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya
memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.

45

BAB 4
KESIMPULAN
1. Pasar merupakan proses di mana penjual dan pembeli saling
berinteraksi

untuk

menetapkan

harga

keseimbangan

dan

kesepakatan atas tingkat harga berdasarkan permintaan dan
penawaran.
2. Struktur pasar adalah berbagai hal yang dapat menengaryuhi
tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah
perusahaan, skala produksi, dan jenis produksi. Struktur pasar di
mana perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya sama sekali
tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga dan
barang di pasar.
3. Syarat Terbentuknya Pasar
a. Terdapat penjual dan pembeli
b. Adanya barang atau jasa yang diperjualbelikan
c. Terjadinya kesepakatan antara penjual dan pembeli atau tawar
menawar antara pembeli dan penjual
4. Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah
jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat
banyak dan produk yang dijual bersifat homogen.

46

5.

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri
yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan
pasar atau mampu mengendalikan harga produknya.

6. pasar monopoli adalah pasar barang dimana hanya terdapat satu
produsen dalam pasaran.
7. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang
didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu
wilayah area.
8. Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana
terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa
tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.

47

DAFTAR PUSTAKA
Buku Cetak Ekonomi Kelas X SMA dan MA Jilid 1
http://ekonomikelasx.blogspot.com/2013/05/pengertian-pasar.html
http://abdelhafiz93.blogspot.com/2013/06/struktur-pasar.html
http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-pasar-dan-jenis-jenispasar.html
http://cindj.wordpress.com/2013/04/03/makalah-pasar-monopolistik/