Sistem Pengukuran Power Monitoring

Yaniarto Eka Swabuana

Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jurusan Teknik Elektro Program Studi Instrumentasi dan Otomasi Industri

1. Pendahuluan
Banyaknya BTS yang dibangun oleh provider hingga pelosok negeri memerlukan energi listrik
dalam operasionalnya. Energi listrik yang dipasok ke BTS berasal dari PLN serta backup power
dari baterai dan genset. Sayangnya, lokasi yang jauh dan kadang sulit diakses membuat sulitnya
melakukan pengawasan terhadap kondisi baterai, ketersediaan bahan bakar, serta kondisi pada
genset tersebut.
Dengan menggunakan Sistem Monitoring Baterai Backup dan Genset BTS, alarm yang
terdeteksi di power baterai, level tangki, dan status Genset BTS dapat diketahui sehingga sistem
power dapat dipantau melalui internet. Monitoring baterai backup mengambil data dari power
supply BTS, level tangki BTS dapat diketahui dengan menggunakan sensor float switch, serta status
Genset dapat diketahui dengan mendeteksi tegangan pada inputan PLN maupun Genset yang
berada pada panel Genset tersebut. Data yang terdeteksi kemudian dikirimkan melalui modem
GSM yang selanjutnya dapat mengirimkan ke server untuk ditampilkan ke internet.
Dengan adanya sistem ini, maka seorang Network Operator Power dapat memonitoring
keadaan power BTS melalui internet. Pada pengujian, sistem dapat mengirimkan informasi power
baterai, level tangki, status Genset BTS melalui internet dengan waktu rata-rata penampilan alarm
power baterai di web yaitu 6 menit 20 detik dari waktu pendeteksian alarm oleh power supply APS6
SERIES DC POWER SISTEMS, membutuhkan waktu 28,6 detik untuk menampilkan level tangki
BTS, dan membutuhkan waktu 43,67 detik untuk menampilkan status Genset BTS.
2. Dasar Teori
Struktur untuk monitoring dan kontrol dari system tenaga adalah hirarki dan digunakanuntuk
beberapa alasan, seperti ketahanan, scalability dan koordinasi dengan tugas-tugas berbeda.
Koordinasi dapat dicapai dengan kecepatan yang berbeda tergantung dari area yang di-cover.
Dalam kosnep hirarki, koordinasi harus mempunyai posisi terendah dibandingkan dengan tindakan
lainnya seperti eksekusi yang lebih cepat dan scope local yang lebih luas.
Dalam konsep hirarki, terdapat dua jenis tugas jika dilihat dari sudut pandang lokasi :

Task crossing hierarchical layer yang bertujuan untuk menyediakan suatu platform guna
pengawasan system yang luas. Dengan kata lain, penyediaan informasi kepada operator dalam
Regional dan Network Contorl Center, sebaik mungkin diadakan untuk menunjukkan tindakan
control dari operator. Dari sudut pandang teknologi, tugas peralatan dan impelementasi
teknologi seperti ini dibebankan kepada SCADA.

sinyal interface diantara process dan bay level dapat diuraikan sebagai berikut (dari perspektif process level) :    Input biner (perintah membuka atau menutup saklar) Output biner (informasi status saklar) Output analog (pengukuran dari tegangan dan arus) Sedangkan interface diantara peralatan primer dan sekunder dilakukan oleh :  Sensor (VTs. Tipe ini diwakili oleh proteksi. CTs dan saklar dengan status sensor)  Aktuator (koil trip saklar dan motor penggerak kontak) Koneksi yang paling umum diantara process dan bay level adalah koneksi langsung dengan kabel (hard wired). . Hirarki dalam monitoring system tenaga disusun atas tingkatan-tingkatan berikut :  Process level Untuk meringkas. peralatan peripheral (spt computer) dan komunikasi diantara komponen-komponen yang sudah diuraikan diatas. Local autonomous tasks dengan scope hanya lokal dan biasanya memerlukan persayaratan yang sangat tinggi untuk tindakan eksekusinya (seperti kecepatan). yaitu :  Proteksi  Kontrol  Substation level Elemen yang ada dalam station level adalah:     Gateway : Time synchronization Busbar dan breaker failure protection Tariff metering Substation level berisikan pusat computer.  Bay level Peralatan di bay level biasanya ditempatkan dalam dua cubicle yang terpisah disesuaikan dengan jenis dan fungsi pelayanannya. tempat kerja operator.

PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) merupakan standard untuk Portable Computer Card. .Fungsi peralatan proteksi dan control seringkali disebut sebagai IED (Intelligent Electronic Device).Interface to HMI. RAM digunakan untuk menyimpan data yang berhubungan dengan komputasi real time seperti perhitungan dan funsi penyelesaian instruksi proteksi. Data dapat dihapus hanya dengan memaparkan EPROM ke sinar ultra violet yang kuat. penerimaan data dan operasi saklar diantara bay. .EPROM Data disimpan dalam Eraseble Programmable Read Only Memory agar tidak tersentuh selama power supply mati.Fungsi dari arsitektur IED adalah : .RAM (Random Acces Memory) menyimpan data sepanjang power supply tersedia.Power supply module Substation dilengkapi dengan suatu jaringan Power supply DC yang aman. Contohnya.CPU (Central Processing Unit) untuk menginterpretasikan instruksi dan meproses data yang diisikan dalam program proteksi. dikomunikasikan ke sistem dengan level yang lebih tinggi seperti Station Level Computer. .Filter A/D Converter pengukuran analog yang masuk seringkali mengandung noise dimana dapat dihilangkan dengan low-pass filter. pengukuran analog disiolasi oleh trafo sebelum diproses lebih lanjut. PC Card adalah peripheral dimana mampu menambah funsi perangkat keras. . . komponen monitoring tambahan ( contohnya adalah banyaknya operasi saklar dari circuit breaker yang berpengaruh terhadap usia circuit breaker). Dalam masalah yang khusus. . Dalam IED. IED memiliki kapabilitas untuk menerima dan memproses pengukuran. EPROM digunakan sebagai media penyimpanan untuk program-program. Kemudian A/D mengkonversi sinyal sample analog kedalam bentuk digital yang sesuai untuk diproses oleh IED. Beberapa kemungkinan monitoring dari keseluruhan substation. Operasi switching dapat dilaksanakan dengan menggunakan suatu fungsi urutan berdasarkan aturan inter bay interlocking. control dan fungsi komunikasi. . Dalam IED. .Interface to Process Level suatu isolasi galvanis digunakan diantara sinyal yang datag dari Process Level dan IED. dimana harus sama dengan satu dalam bay level dengan mempertimbangkan hubungan diantara bay yang berbeda. kebanyakan IED dapat dikonfigurasikan dan dikontrol melalui local maupun remote HMI.Otomasi substation merupakan suatu system yang menyediakan satu set dari fungsi substation secara luas. perintah control dan komunikasi dengan system yang lebih tinggi (substation automation).

NOCPM akan dibagi menjadi dua subsistem. Kelas ini menggunakan objek dari kelas SerialPort yang terdapat dalam name space System. Subsistem pertama yang menyusun NOCPM adalah Watch Tower. Subsistem yang kedua disebut dengan Data Viewer.3. Sinyal 0 untuk menandakan bahwa tidak ada arus listrik (listrik padam) dan sinyal 1 untuk menandakan bahwa ada arus listrik (listrik hidup). Kelas SerialPort dari . Data yang diterima akan ditampilkan pada window utama dari Watch Tower.1 Watch Tower Perencanaan dan Analisis Tujuan utama dari Watch Tower adalah mencatat data tentang kejadian pemadaman listrik dan kapan listrik kembali hidup. 3. Sistem luar ini akan mengirimkan sinyal ke serial port.0. Untuk setiap data yang diterima akan dibuatkan log-nya pada database.Ports pada . Selain itu. Pembahasan Perangkat lunak yang akan dikembangkan diberi nama Network Operations Center Power Monitor (NOCPM). Tujuan utama dibuatnya perangkat lunak ini adalah untuk memantau setiap kejadian pemadaman listrik.IO. Watch Tower juga akan mengirimkan pesan pemberitahuan kepada administrator 3. Watch Tower akan mendapatkan data ada atau tidak adanya arus listrik dari sistem luar (atau device atau perangkat keras lain) yang dapat disebut dengan power checker device. Watch Tower akan memantau serial port tersebut terus menerus.NET ini menyediakan fungsi-fungsi dasar untuk komunikasi dengan serial port.2 Menerima Data pada Serial Port Kelas Communication Manager mengatur koneksi ke serial port. Log ini berupa waktu kejadian kapan data dari serial port tersebut diterima. Power checker device terhubung ke komputer melalui serial port.NET Framework 4. Data Viewer bertugas untuk memvisualisasikan log yang telah dibuat Watch Tower. Watch Tower juga bertugas untuk mengirimkan pesan singkat (SMS) pemberitahuan kepada administrator untuk setiap log yang terjadi. Watch Tower bertugas untuk mendeteksi ada atau tidak adanya aliran listrik dan mencatatnya pada database (sebagai log). .

Simpulan Network Operations Center Power Monitor (NOCPM) adalah perangkat lunak yang dapat memantau keadaan kelistrikan (listrik padam atau listrik menyala). [terhubung berkala]. yaitu tidak lebih dari satu detik. 5. NOCPM terbagi menjadi dua subsitem. JpGraph Documentation. . Waktu respon Watch Tower ketika menerima sinyal pemadaman listrik sampai sinyal tersebut tercatat pada database sangat cepat. Waktu yang ditempuh sejak sinyal pemadaman listrik diterima Watch Tower sampai pesan pemberitahuan diterima oleh administrator tidak lebih dari satu menit. Watch Tower bertugas untuk memantau kelistrikan dan membuatkan log untuk setiap kejadian pemadaman listrik (dan log listrik kembali menyala). Watch Tower juga dapat mengirimkan pesan singkat pemberitahuan telah terjadi pemadaman listrik pada administrator. Daftar Pustaka ___. http://jpgraph. Data Viewer bertugas untuk memvisualisasikan log yang didapat Watch Tower kedalam bentuk grafik sehingga ide/informasi dari log dapat dibaca dengan mudah.net/doc/ [10 Des 2015]. yaitu Watch Tower dan Data Viewer.4.