Apa itu Security?

Security adalah proses menjaga resiko yang dirasakan, agar berada pada tingkatan yang dapat diterima. Dr. Mitch Kabay, seseorang
yang pernah menjadi direktur pendidikan dari International Computer Security Asociation, pada tahun 1998 menulis, "security is a
process, not an end state", yang artinya, security adalah sebuah proses, bukan sebuah hasil akhir. Tidak ada organisasi yang bisa
dianggap aman, kecuali hingga dilakukan verifikasi terhadap kebijakan security. Jika manager anda bertanya, "Apakah kita aman?"
seharusnya anda menjawab, "Saya periksa dulu." Jika manager anda bertanya, "Apakah besok kita aman?" anda seharusnya
menjawab, "Saya tidak tahu." Kejujuran semacam itu memang tidak menyenangkan, tetapi mind-set semacam itu akan mendorong
kesuksesan yang lebih besar terhadap organisasi itu sendiri dalam jangka panjang.
Pada kenyataan di lapangan, tidak banyak executive level atas yang menghargai konsep seperti di atas. Barang siapa yang
beranggapan security bisa "dicapai", biasanya membeli produk dan jasa keamanan yang dipasarkan sebagai "silver bullet." Maksud
dari ungkapan silver bullet adalah, sebuah produk atau service yang dapat mengatasi semua masalah. Jajaran executive yang
mengerti konsep security adalah sebuah proses untuk menjaga resiko yang dirasakan tetap berada pada level yang dapat diterima,
biasanya lebih berkomitmen untuk menyediakan waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenuhi tanggung jawabnya
sebagai manager.
Siklus dari proses security terdiri dari 4 tahap: assessment, protection, detection, dan respon.
1.
Assessment (Penaksiran) adalah persiapan untuk tiga komponen lain. Assessment dianggap sebagai tahap yang terpisah
karena assessment berurusan dengan kebijakan, prosedur, hukum, regulasi, budget, dan tugas managerial lainnya, ditambah evaluasi
teknis dari postur security. Kegagalan untuk melakukan hal-hal tersebut, bisa merusak seluruh proses selanjutnya.
2.
Protection (Perlindungan) adalah aplikasi penanggulangan untuk mengurangi adanya
kemungkinan compromise (kompromi). Maksud dari istilah compromise disini adalah ketika sistem kita telah bisa dikendalikan oleh
penyerang.Prevention adalah istilah yang bisa dianggap sama, meskipun ada ungkapan prevention eventually fails (pencegahan
akhirnya akan gagal).
3.
Detection (Deteksi) adalah proses mengidentifikasi adanya Intrusion (penyusupan). Yang dimaksud dengan intrusion
adalah adanya pelanggaran kebijakan atau insiden terhadap security komputer. Sedangkan definisi dari insiden adalah segala tindakan
yang melanggar perijinan, melanggar hukum, atau tindakan tersebut tidak dapat diterima yang melibatkan sistem komputer atau
network. Dengan demikian, apabila sistem suatu organisasi bisa dikendalikan dari eksternal, tidak selalu dianggap sebagai
pelanggaran kebijakan. Beberapa organisasi membiarkan penyusup melakukan serangan, asalakan tidak menggangu operasi bisnis.
Toleransi erhadap intrusion mungkin lebih baik daripada menambah dana untuk perbaikan yang tidak terlalu punting.
4.
Response, adalah proses memvalidasi hasil dari deteksi dan mengambil tindakan tertentu untuk menanggulangi apabila
benar ada intrusion. Kegiatan dalam respon termasuk "patch and proceed" serta "pursue and prosecute." Fungsionalitas dari Patch and
proceed adalah fokus pada memperbaiki dan mengembalikan sistem yang rusak agar kembali bekerja. Sedangkan pursue and
prosecute adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mendukung upaya penuntutan secara hukum terhadap pihak
penyerang.
Gambar penjelasan keempat aspek di atas:

Semua materi diambli dari The Tao Of Network Security Monitoring

Contohnya situasi penuh stres dapat menurunkan konsentrasi dan menurunkan kepekaan pada simulus eksternal. sebab dengan terpenuhinya rasa aman setiap individu dapat berkarya dengan optimal dalam hidupnya. gangguan sensori persepsi. status mobilisasi. kelemahan otot. Menurut Craven:2000 keamanan tidak hanya mencegah rasa sakit dan cedera tetapi juga membuat individu merasa aman dalam aktifitasnya. klien yang menerima obat-obatan tertentu seperti narkotik. 8. Kemampuan komunikasi Klien dengan penurunan kemampuan untuk menerima dan mengemukakan informasi juga beresiko untuk cedera. Pengetahuan pencegahan kecelakaan Informasi adalah hal yang sangat penting dalam penjagaan keamanan. raba. Setiap individu perlu mengetahui cara-cara yang dapat mencegah terjadinya cedera. Secara umum keamanan (safety) adalah status seseorang dalam keadaan aman. tidur. ketidakcukupan dana untuk membeli perlengkapan keamanan. Tingkat kesadaran Kesadaran adalah kemampuan untuk menerima stimulus lingkungan. Perawat harus peka terhadap apa yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi klien sebagai individu ataupun klien dalam kelompok keluarga atau komunitas. tingkat kesadaran. 2. Keamanan fisik (Biologic safety) merupakan keadaan fisik yang aman terbebas dari ancaman kecelakaan dan cedera (injury) baik secara mekanis. kemampuan komunikasi. atau tidak bisa mengartikan simbol-simbol tanda bahaya. maka konsekuensinya promosi keamanan berupa kesadaran dan penjagaan adalah hal yang penting. dengar. 5. Management (pengaturan) Ketika individu mengenali bahaya pada lingkungan klien akan melakukan tindakan pencegahan agar bahaya tidak terjadi dan itulah praktek keamanan. tinggal didaerah dengan tingkat kejahatan tinggi. 1. klien tidak sadar atau setengah sadar. Klien afasia. Klien yang berada dalam lingkungan asing sangat membutuhkan informasi keamanan yang khusus. Status mobilisasi Klien dengan kerusakan mobilitas akibat paralisis. klien dengan keterbatasan bahasa. Mencari lingkungan yang betul-betul aman memang sulit. 4. 7. Gangguan sensori persepsi Sensori persepsi yang akurat terhadap stimulus lingkungan sangat penting bagi keamanan seseorang. Klien yang mengalami gangguan kesadaran diantaranya klien yang kurang tidur. kerusakan. KARAKTERISTIK KEAMANAN 1. emosi. dan komunitas. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAMANAN Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melindungi diri dari bahaya kecelakaan yaitu usia. dan bermain. cium. psikologis atau berbagai akibat dari sebuah kegagalan. kerja. 2.(http://. pekerjaan. kecelakaan. Tindakan penjagaan keamanan dapat efektif jika individu mengerti dan menerima bahaya secara akurat. finansial. Gaya Hidup Faktor gaya hidup yang menempatkan klien dalam resiko bahaya diantaranya lingkungan kerja yang tidak aman. Ilmu keperawatan sebagai ilmu yang berfokus pada manusia dan kebutuhan dasarnya memiliki tanggung jawab dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera sebagaimana merawat klien yang telah cedera tidak hanya di lingkungan rumah sakit tapi juga di rumah. Perception (persepsi) Persepsi seseorang tentang keamanan dan bahaya mempengaruhi aplikasi keamanan dalam aktifitas sehari-harinya. Klien dengan depresi cenderung lambat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan.adanya akses dengan obat-obatan atau zat aditif berbahaya. klien disorientasi. atau berbagai keadaan yang tidak diinginkan. . Perawat perlu untuk mempelajari bahaya-bahaya yang mungkin mengancam individu sesuai usia dan tahap tumbuh kembangnya sekaligus tindakan pencegahannya. dan faktor lingkungan. Usia Individu belajar untuk melindungi dirinya dari berbagai bahaya melalui pengetahuan dan pengkajian akurat tentang lingkungan. pengetahuan pencegahan kecelakaan. sedatif. reaksi tubuh. elektris maupun bakteriologis. gangguan keseimbangan/koordinasi memiliki resiko untuk terjadinya cedera. dan lihat. status emosional.en.org/wiki/safety). Status emosional Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan klien menerima bahaya lingkungan. Pervasiveness (insidensi) Keamanan bersifat pervasive artinya luas mempengaruhi semua hal. dan berespon tepat melalui proses berfikir dan tindakan. Keamanan dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan umum.wikipedia. sosial. dan hipnotik. Pencegahan adalah karakteristik mayor dari keamanan. politik. 6. thermis. Klien dengan gangguan persepsi rasa. memiliki resiko tinggi untuk cedera. bernafas. 3. kondisi yang terlindungi secara fisik. Kebutuhan keamanan fisik merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam kesehatan fisik. 3.Pengertian Keamanan Fisik (Biologic Safety) Keamanan adalah kebutuhan dasar manusia prioritas kedua berdasarkan kebutuhan fisiologis dalam hirarki Maslow yang harus terpenuhi selama hidupnya. yang pada pembahasan ini akan difokuskan pada providing for safety atau memberikan lingkungan yang aman. spiritual. tempat kerja. dan klien yang buta huruf. Artinya klien membutuhkan keamanan pada seluruh aktifitasnya seperti makan. Perawat perlu mengkaji faktor-faktor tersebut saat merencanakan perawatan atau mengajarkan klien cara untuk melindungi diri sendiri. gaya hidup.

. tempat kerja.9. dan jalanan. Faktor lingkungan Lingkungan dengan perlindungan yang minimal dapat beresiko menjadi penyebab cedera baik di rumah.